Ners Muda
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
193 Documents
Peningkatan Kadar Trombosit pada Pasien Anak Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Mengonsumsi Jus Jambu Biji Merah
Aisyah Jundina Az-Zahra;
Much Nurkharistna Al Jihad
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v3i2.6319
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Demam berdarah dapat mengancam apabila jumlah trombosit dibawah normal. Salah satu terapi nonfarmakologis yaitu pemberian jus jambu biji mengandung senyawa quarcentin yang tergolong flavonoid, sitokin yang berfungsi dalam pembekuan darah serta vitamin C, vitamin B1, B2 dan B6 yang berperan sebagai antioksidan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus dengue. Metode penulisan yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif. Subjek studi kasus ini adalah pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengalami penurunan kadar trombosit. Cara pengukuran variabel dilakukan setelah mengetahui hasil dari pengambilan sampel darah. Pemberian terapi diberikan sebanyak 3 x 24 jam dengan ukuran 200ml/gelas. Hasil studi kasus menunjukkan adanya peningkatan kadar trombosit pada kedua subyek setelah diberikan jus jambu. Evaluasi selama 3 x 24 jam perawatan setelah diberikan terapi subyek I mengalami peningkatan kadar trombosit dari awal 41000/m3 menjadi 74900/mm3. Subyek II mengalami peningkatan kadar trombosit dari awal 47000/m3 menjadi 79000/mm3.Studi kasus ini membuktikan bahwa jus jambu biji dapat meningkatkan kadar trombosit pada anak penderita Demam Berdarah Dengu (DBD).Terapi ini dapat digunakan perawat di ruangan sebagai penatalaksanaan mandiri pada penderita dalam menangani penururnan trombosit secara non farmakologis.
Peningkatan nafsu makan pada pasien tumor kelenjar liur dengan pemberian aromaterapi lemon dan jahe
Nurul Putri Ramadhani;
Anna Kurnia
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v3i2.6246
Rusaknya fungsi kelenjar liur (Salivary Gland Demage) biasanya ditandai dengan adanya nyeri, ketidaknyamanan saat menelan, dan sulit mengenal rasa yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nafsu makan penderita tumor kelenjar liur dengan pemberian aromaterapi lemon dan jahe. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien dengan kriteria pasien tumor kelenjar liur yang mengalami penurunan nafsu makan, IMT di bawah rentang normal dan mengalami penurunan berat badan selama 6 bulan terakhir. Alat ukur menggunakan kuesioner penurunan nafsu makan dengan indikator porsi makan pasien. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa nafsu makan pasien membaik, tampak lebih bersemangat dan mukosa bibir lembab. Aromaterapi lemon dan jahe mampu meningkatkan nafsu makan pasien dengan tumor kelenjar liur yang mengalami defisit nutrisi.
Manajemen nyeri pada pasien cephalgia menggunakan terapi relaksasi otot progresif
Sisi Puji Astutik;
Arief Yanto
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.10295
Cephalgia atau nyeri kepala dapat disebabkan oleh faktor fisik, emosional, atau patologis. Cephalgia dapat mengakibatkan gangguan rasa nyeri, gangguan pola tidur, gangguan pola makan, depresi, kecemasan bahkan sampai mengganggu kualitas hidup pasien. Cephalgia dapat ditangani menggunakan terapi farmakologi dan non-farmakologi. Relaksasio tot progresif merupakan salah satu terapi non-farmakologi untuk menurunkan nyeri. Studi ini bertujuan untuk menerapkan relaksasi otot progresif dalam manajemen nyeri pasien cephalgia di rumah sakit. Studi ini merupakan case report yang menjelaskan tentang proses asuhan keperawatan pada pengelolaan pasien nyeri cephalgia. Studi ini berfokus pada proses manajemen nyeri pasien. Subjek studi ini adalah pasien cephalgia dengan karakteristik: nyeri sedang, laki-laki, usia kategori pra lansia. Subjek studi berjumlah 2 orang pasien yang didapatkan melalui random sampling. Pasien diberikan intervensi relaksasi otot progresive 10 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil penerapan relaksasi otot progresif kepada pasien cephalgia mampu menurunkan skala nyeri pasien dengan rata-rata penurunan sebesar 1 poin setiap hari. Sehingga dengan pengelolaan pasien selama 3 hari mampu menurunkan nyeri pasien sampai 3 poin. Pasien mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan terapi tersebut dan menunjukkan tanda objektif tampak rileks. Proses pemberian intervensi relaksasi otot progresive dapat menurunkan skala nyeri pada kasus cephalgia. Tindakan relaksasi otot progresif ini dapat diperguankan oleh perawat dalam mengelola nyeri pasien cephalgia.
Pemberian akupresur untuk mengurangi mual muntah pada post apendiktomi
Darma Rizqoni;
Mariyam Mariyam
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.9163
Mual muntah setelah operasi atau post operative nausea and vomiting (PONV) merupakan komplikasi yang umum terjadi. Akupresur berguna untuk mengatasi masalah PONV dan penekanan pada titik P6 diterapkan guna alternatif untuk pasien-pasien beresiko tinggi timbulnya gejala mual muntah. Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui penurunan mual muntah pada subjek post apendiktomi setelah dilakukan terapi akupresur. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Subjek studi kasus berjumlah 2 subjek. Pengambilan data dilakukan selama 1 kali pertemuan dan dalam 1 kali pertemuan dilakukan akupresur selama 10-15 menit, menggunakan kuesioner Rhodes Index of Nausea Vomiting and Retching (RINVR). Hasil sebelum dilakukan intervensi subjek 1 mendapatkan nilai 14 (sedang) dan subjek 2 mendapatkan nilai 10 (sedang), setelah intervensi akupresur selama 1 pertemuan subjek 1 dan 2 mendapatkan nilai 5. Hasil studi kasus menunjukan adanya penurunan nilai RINVR setelah dilakukan akupresur. Terapi akupresur P6 mampu menurunkan gejala mual muntah post apendiktomi karena stimulasi pada area ini dapat memperbanyak lepasnya ACTH serta beta-endorphin di hipofise pada lingkup chemoreceptor trigger zone (CTZ) yang dimana pusat muntah akan dihambat.
Terapi rendam kaki dengan rebusan air jahe merah (zingiber officinale var rubrum rhizoma) untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
Griselda Aramita Laksmidewi;
Akhmad Mustofa
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.11270
Hipertensi yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Terapi non farmakologi yang dilakukan salah satunya mengaplikasikan rendam kaki dengan rebusan air jahe merah untuk menurunkan tekanan darah yang mengalami hipertensi. Tujuan studi kasus ini untuk melakukan pengelolaan asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan melakukan aplikasi rendam kaki dengan rebusan air jahe merah untuk menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus berjumlah 2 klien yang memiliki kriteria inklusi subyek yang siap menjadi responden, yang memiliki kriteria tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Variabel studi kasus yaitu tekanan darah dan diukur menggunakan Sphymanometer digital. Intervensi rendam kaki dengan rebusan air jahe merah yang dilakukan selama 5 kali tindakan dalam 5 hari berturut-turut yang dilakukan selama 15 menit dengan rebusan air jahe merah bersuhu 40℃. Hasil dari penerapan rendam kaki dengan rebusan air jahe merah yaitu Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik pada klien studi kasus 1 yaitu 6 mmHg dan tekanan darah diastolik yaitu 5,4 mmHg. Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik pada klien studi kasus 2 yaitu 3 mmHg dan tekanan darah diastolik yaitu 2 mmHg. Skala nyeri klien 1 dari 4 menjadi 2, dan klien 2 dari 5 menjadi 3. Intervensi ini merupakan salah satu manajemen terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada klien hipertensi di Rumah Sakit, Klinik, maupun di rumah.
Penurunan fatique pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisa menggunakan terapi breathing exercise
Adittio Rinaldi;
Nury Sukraeny
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.6278
Gagal ginjal kronik biasanya berkembang secara perlahan dan progresif, kadang sampai bertahun-tahun. Kondisi fungsi ginjal yang memburuk mengakibatkan kemampuan untuk memproduksi erythropoietin terganggu yang menyebabkan anemia sehingga pasien mengalami fatique. Hemodalisa perlu dilakukan untuk mengganti fungsi ekskresi ginjal akan tetapi juga mengakibatkan kondisi fatique semakin memburuk. Dampak dari fatique jika tidak di tangani dapat menimbulkan gangguan kardiovaculer, penurunan kualitas hidup dan stres.Sehingga perlu upaya untuk menurunkan fatique pasien, salah satunya yaitu menggunakan teknik breathing exercise. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penurunan score fatique setelah di berikan terapi breathing exercise. Metode studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang di berikan pada 2 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisa. Terapi breathing exercise dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan, selama 15 menit dalam 3 siklus.Hasil studi ini di dapatkan score fatique sebelum di berikan yaitu fatique berat dan setelah di lakukan terapi breathing exercise score fatique pada kedua responden berada pada fatique sedang. Di simpulkan bahwa terdapat pengaruh breathing exercise terhadap penurunan score fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an (Al-Kahfi) Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi
Setyawati Setyawati;
Siti Aisah
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.10790
Hipertensi mempunyai angka prevalensi yang tinggi di negara Indonesia. Pencegahan hipertensi diperlukan untuk untuk mencegah terjadinya peningkatan angka prevalensi. Terapi murottal Al-Qur’an terbukti banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengetahui penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi menggunakan terapi murottal Al-Qur’an. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan penerapan terapi murottal Al-Qur’an (surah Al-Kahfi ) yang diputar melalui headphone dan dilantunkan oleh Ali abdur rahman al – huthaify selama 31 menit 27 detik yang dilakukan pada 2 lansia yang terdiagnosa hipertensi dengan pelaksanaan terapi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi kasus ini menunjukkan rerata tekanan darah kedua klien sebelum terapi 152/92,5 mmHg dan sesudah terapi menjadi 145,5/89,5 mmHg. Kedua klien mengalami rerata penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik, rerata penurunan sistolik 6,5 mmHg dan rerata penurunan diastolik 3 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan tekanan darah pada 2 lansia dengan hipertensi. Diharapkan terapi murottal Al-Qur’an (Al-Kahfi) dapat diterapkan oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah.
Penerapan Terapi Hipnosis Lima Jari Terhadap Depresi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Aisya Nuriffa;
Warsono Warsono
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.10480
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat diprediksi kesembuhannya sehingga menimbulkan gangguan mental berkepanjangan beresiko tinggi mengalami depresi. Depresi yang dialami klien diabetes berhubungan dengan buruknya kontrol gula darah, kurangnya motivasi keluarga, kekhawatiran terjadinya komplikasi diabetes. Tujuan studi kasus karya ilmiah ini adalah melakukan penerapan hipnosis lima jari untuk menurunkan depresi yang dialami klien diabetes tipe II. Intervensi yang dapat mengurangi tingkat depresi yaitu hipnosis lima jari yang memberikan efek rileks dan ketenangan. Pendekatan studi kasus karya ilmiah ini adalah deskriptif. Studi kasus ini memberikan asuhan keperawatan klien diabetes tipe II yang mengalami depresi ringan dan sampel berjumlah dua klien yang kemudian diberikan intervensi. Pengukuran tingkat depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory, menunjukkan hasil bahwa tingkat depresi klien sebelum diberikan intervensi rata-rata skor 23-24 termasuk pada kategori depresi ringan, setelah diberikan intervensi menunjukkan penurunan rata-rata skor 8-10 yang termasuk kategori normal. Penerapan hipnosis lima jari terbukti efektif dalam penurunan tingkat depresi pada klien diabetes tipe II karena hipnosis lima jari merangsang sistem saraf otonom yang memberikan efek nyaman, fikiran lebih rileks dan ketenangan sehingga tubuh mengeluarkan hormon endorphin. Petugas kesehatan dapat menerapkan terapi hipnosis lima jari pada klien diabetes untuk menurunkan depresi selain menggunakan terapi obat.
Pemberian Posisi Pronasi Meningkatkan Saturasi Oksigen pasien Covid-19 dengan High Flow Nasal Canul Oxygen Non Invasive Ventilator Support
Ika Fahmawati;
Edy Soesanto;
Yunie Armiyati
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.8159
Virus Covid-19 berdampak pada pemberatan gangguan sistem pernafasan yang menyebabkan angka kematian tinggi yaitu acute respiratory distress syndrome (ARDS) sehingga pertukaran gas menjadi buruk. Posisi pronasi adalah posisi tengkurap yang dimaksudkan untuk meningkatkan ventilasi sehingga pertukaran gas akan lebih baik pada pasien yang terpasang non invasive ventilator. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengaplikasikan evidenced based practice nursing dalam tatalaksana gangguan pertukaran gas menggunakan posisi pronasi. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap 2 pasien Covid-19 dengan acute respiratory distress syndrome yang terpasang high flow nasal canula dan saturasi oksigen dibawah 96%. Intervensi dengan memberikan posisi pronasi selama 1 jam dan diukur saturasi oksigennya menggunakan oksimeter yang sudah terkalibrasi. Pemberian intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi menunjukkan ada peningkatan saturasi oksigen pada pasien dengan rata-rata peningkatan 3,5%. Posisi pronasi efektif meningkatkan saturasi oksigen pasien covid-19.
Penerapan Terapi Non-Farmakologis Mengurangi Nyeri dan Menurunkan Kadar Asam Urat Lansia Gout Arthritis
Evodius Marianto Toto;
Sudarwati Nababan
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.11488
Gout arthritis adalah masalah kesehatan umum pada agregat lansia. Penderita gout arthritis di Seksi Kesejahteraan Sosial Padu Wau Waipare sebanyak 18 dari 65 lansia. Penderita gout yang mengalami inflamasi sendi, jika tidak mendapat terapi dapat mengakibatkan kecacatan fisik. Terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan asam urat adalah edukasi diet rendah purin, rendah lemak dan mengatur aktivitas fisik tingkat sedang. Tindakan terapeutik pemberian kompres jahe serai hangat adalah salah satu intervensi keperawatan manajemen nyeri. Jahe mengandung gingerol limonene, acid aspartic sedangkan serai mengandung minyak astiri yang bermanfaat untuk penghangat dan anti radang. Kompres hangat dapat menstimulasi vasodilatasi memperlancar sirkulasi darah sehingga dapat mengurangi sensai nyeri. Studi kasus ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dan menurunkan kadar asam urat lansia gout arthritis setelah dilakukan tindakan keperawatan terapi non-farmakologis. Penelitian ini menggunakan metode case study, responden 2 lansia dengan kriteria inklusi keluhan nyeri, tingkat aktivitas rendah <600MET, kadar asam urat darah >7mg/dl dan tidak rutin minum obat. Hasil studi kasus pada kedua subjek menunjukkan penurunan nyeri dan kadar asam urat setelah terapi selama 1 minggu. penurunan kadar asam urat subjek studi 1 sebesar 5,8 mg/dl sedangkan subjek studi 2 sebesar 3,5 mg/dl. Penurunan skala nyeri kedua subjek studi kasus sebesar 2 poin.