cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 188 Documents
Intervensi akupresur taichong acupoint untuk menurunkan tekanan darah pada usia lanjut dengan hipertensi Shafa, Helsa Adristi Fairus; Ernawati, Ernawati
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.13234

Abstract

Lanjut usia mengalami perubahan yang terjadi secara fisiologis, salah satunya pada sistem peredaran darah dalam tubuh. Akibatnya lansia akan mengalami masalah kesehatan yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi). Terapi akupresur taichong ocupoint dari beberapa studi menunjukkan mampu menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi setelah dilakukan penerapan akupresur taichong acupoint. Metode studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui asuhan keperawatan pada 2 pasien usia lanjut di keluarga. Intervensi self-medication akupresur taichong acupoint selama 3 menit dalam 6 hari berturut - turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan sphygmonanometer sebelum dan sesudah penerapan akupresur taichong acupoint. Hasil studi kasus menunjukkan rata - rata tekanan darah kedua subjek studi mengalami penurunan, penurunan tekanan darah sistole yaitu 9 mmHg dan tekanan darah diastole 4 mmHg. Akupresur taichong acupoint yang diterapkan mampu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Penerapan Intervensi Inovasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Dengan Kombinasi Terapi Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Klien Cephalgia Putri, Reta Sukma; Muflihatin, Siti Khoiroh; Purnomo, Slamet; Astuti, Zulmah
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.14343

Abstract

Cephalgia adalah salah satu penyakit yang memiliki keluhan nyeri kepala atau sakit kepala yang terjadi di daerah kepala, wajah, tengkuk, hingga leher. Cephalgia memiliki dua terapi yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis, untuk terapi non farmakologis yang dapat dilakukan pada kasus cephalgia ada dua yaitu terapi relaksasi otot progresif dan Terapi Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Studi ini bertujuan untuk menerapkan terapi relaksasi otot progresif dan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman untuk menurunkan intensitas nyeri pada klien cephalgia. Metode yang digunakan pada studi kasus ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Pada klien dengan diagnosa medis cephalgia yang dikelola selama 3 hari dengan pemberian intervensi inovasi terapi relaksasi otot progresif yang dikombinasi dengan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman didapatkan hasil bahwa terjadi perubahan penurunan skala nyeri yang cukup signifikan saat sebelum dan sesudah intervensi.  Kesimpulan studi  berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perubahan skala nyeri pada saat sebelum dan sesudah intervensi terapi relaksasi otot progresif yang dikombinasi dengan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman pada klien cephalgia
Peningkatan Peristaltik Usus pada Pasien Post-Laparotomy dengan Mengunyah Permen Karet Xylitol Putri, Oktavia Rizkya; Armiyati, Yunie
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.11084

Abstract

Pasien yang akan menjalani proses laparotomy akan menerima anestesi guna meringankan rasa nyeri. Efek anestesi yang diberikan kepada pasien dapat memperlambat motilitas gastrointestinal pasca operasi yang menyebabkan kehilangan peristaltik. Peristaltik yang hilang dalam waktu lama akan menghambat pemulihan kondisi pasien dan proses penyembuhan luka. Mengunyah permen karet pasca operasi dapat merangsang motilitas usus melalui refleks vagal sefalik dan dengan meningkatkan produksi hormon gastrointestinal yang bisa mengatasi difungsi motilitas gastrointestinal pasien post-laparotomy. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapkan intervensi mengunyah permen karet Xylitol® untuk meningkatkan peristaltik usus pada asuhan keperawatan pasien post-laparamoty. Metode penulisan yang digunakan dalam studi kasus ini berupa metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan intervensi utama mengunyah permen karet xylitol. Subyek studi adalah tiga oran pasien post operasi laparotomy dengan general anastesi, telah sadar penuh (2-3 jam setelah operasi), dapat mengunyah permen karet, tidak alergi terhadap permen karet, tidak menggunakan nasogastric tube dan memiliki keluhan mual, belum bisa flatus. Subyek studi diminta mengunyah permen karet Xilytol® sebanyak 4 butir (5,8 mg) selama 10 menit, dilakukan tiap 8 jam dengan cara mengunyah 2 butir selama 5 menit kemudian dibuang dan kemudian dilanjukan 2 butir selanjutnya. Peristaltik usus setiap jam diukur dengan menggunakan stetoskop melalui pemeriksaan auskultasi abdomen. Hasil yang didapatkan peristaltik usus membutuhkan waktu 2 jam untuk kembali setelah mengunyah permen karet dengan rata- rata suara peristaltik usus yang muncul 2 kali permenit. Mengunyah permen karet Xylitol® dapat dijadikan intervensi untuk mengatasi masalah disfungsi motilitas gastrointestinal pada pasien post laparotomy.
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur Muti'ah, Ana; Mariyam, Mariyam
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.13564

Abstract

Bayi prematur sebagian besar lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Perawatan bayi prematur membutuhkan perhatian yang intensif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan berat badan (BB). Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan BB bayi prematur yaitu melalui intervensi pengaturan siklus pencahayaan dan pemberian nesting. Tujuan studi kasus ini adalah mengevaluasi hasil penerapan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur. Desain studi ini menggunakan metode case report dengan multi case melalui pendekatan pemberian asuhan keperawatan. Variabel yang dievalua s i adalah berat badan bayi prematur. Subyek studi kasus ini adalah 2 bayi prematur dengan BBLR yang dirawat di ruang NRT RSUP Dr.Kariadi Semarang. Intervensi yang diberikan adalah pengaturan siklus pencahayaan dan nesting diberikan 7 hari. Hasil studi kasus ini menunjukka n kedua subyek studi mengalami masalah keperawatan resiko hipotermia. Bayi prematur yang diberikan siklus pencahayan dan nesting menunjukkan berat badan bayi meningkat. Subyek 1 menunjukkan hasil berat badan sebelum diberikan intervensi 1525 gram setelah diberikan intervensi 1705 gram, sedangkan subyek studi ke-2 menunjukkan hasil berat badan sebelum diberikan intervensi 1215 gram setelah diberikan intervensi 1571 gram. Kesimpulan Hasil penerapan studi kasus ini sama seperti penelitian sebelumnya yang menunjukkan terdapat peningkatan berat badan bayi melalui pengaturan siklus pencahayaan dan nesting.
Penerapan guided imagery dengan musik klasik terhadap intensitas nyeri pada pasien fraktur pre-post operasi: Case Report Sari, Afifah Laksmita; Hudiyawati, Dian
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.14448

Abstract

Fraktur merupakan patah tulang akibat dari trauma atau cedera fisik. Manifestasi klinis pada fraktur yaitu, hilangnya fungsi, deformitas, dan rasa nyeri yang dirasakan terus bertambah. Salah satu proses operasi atau pembedahan terkait kasus fraktur yaitu ORIF (Open Reduction Internal Fixation) dan setelah tindakan tersebut individu akan merasakan nyeri. Pilihan pengobatan nyeri non-farmakologis teknik relaksasi guided imagery dan terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh dalam penggunaan teknik relaksasi guided imagery dan terapi musik klasik terhadap nyeri akut fraktur sebelum dan sesudah operasi. Intervensi ini digunakan pada subjek Tunggal, hanya satu orang yang terlibat. Karya ilmiah tugas akhir ini menggunakan metode case report. Total empat hari menjalani relaksasi guided imagery dan terapi musik klasik, pasien melaporkan penurunan tingkat nyerinya dari nyeri berat ke nyeri ringan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa selain terapi farmakologis, teknik relaksasi ini dapat digunakan untuk membantu pasien post fraktur baik sebelum maupun sesudah operasi untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Implementasi oral hygiene untuk meningkatkan nafsu makan pasien lansia dengan hematochezia melena di rumah sakit Wijdan, Syarafina Ata; Al Jihad, Much Nurkharistna; Samiasih, Amin; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16623

Abstract

Melena dan hematochezia merupakan gejala klinis yang disebabkan oleh pendarahan saluran pencernaan. Pendarahan ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti malnutrisi dan anemia. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan lansia pada pasien perdarahan saluran cerna hematochezia melena dengan masalah keperawatan defisit nutrisi, dengan keluhan utama nafsu makan berkurang dan BAB berdarah hitam. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nutrisi meliputi identifikasi status nutrisi, oral hygiene, dan edukasi diet. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan tiga subjek klien lansia dengan kriteria inklusi pasien dirawat inap yang menderita Melena Hematochezia dengan indeks masa tubuh < 10% dari indeks masa tubuh ideal, skor Mini Nutrional Assesment (MNA) < 17, Hb <13.0 g/dL pasien lansia dengan masalah defisit nutrisi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi kasus didapatkan implementasi manajemen nutrisi dengan mengidentifikasi status nutrisi terdapat peningkatan skor MNA dan Hb pada ketiga subjek, melakukan oral hygiene pada ketiga subjek setelah tiga hari tampak bersih area gigi dan mulut. Edukasi diet terdapat peningkatan  porsi makanan  nafsu makan dan pola makan pada ketiga subjek.  Implementasi  manajemen nutrisi dengan masalah keperawatan defisit nutrisi dapat menurunkan tingkat gangguan kebutuhan nutrisi pada lansia
Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Kurniawan, Christian Adhi; Setyawati, Dewi
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.11170

Abstract

Kasus hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada lansia. Apabila tidak diketahui sejak dini dan segera ditangani maka dapat memicu komplikasi penyakit lainnya. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan menggunakan terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi nafas dalam. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi nafas dalam. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan pemberian rendam kaki air hangat dan relaksasi nafas dalam 15 menit dengan frekuensi 1 kali sehari selama 7 hari yang diterapkan pada 2 responden lansia laki – laki dan perempuan dengan hipertensi tipe 2 dan terkontrol obat antihipertensi. Hasil studi kasus ini menunjukkan tekanan darah responden 1 yang semula 170/110 mmHg mengalami penurunan pada hari ketujuh menjadi 130/85, sedangkan responden 2 tekanan darah semula 160/100 mmHg turun menjadi 140/91 mmHg. Hasil studi kasus pada responden 1 dan responden 2 dengan hipertensi di Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang terjadi penurunan tekanan darah yang spesifik setelah dilakukan intervensi terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi nafas dalam. Diharapkan terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi napas dalam dapat diaplikasikan sebagai terapi pendamping untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Penerapan Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Ilma, Zidha'; Aisah, Siti
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.10837

Abstract

Kasus hipertensi merupakan masalah kesehatan yang besar dan banyak ditemukan pada lansia. Apabila tidak diketahui sejak dini dan segera ditangani maka dapat memicu komplikasi penyakit lainnya. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan menggunakan slow deep breathing. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan terapi slow deep breathing. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan pemberian slow deep breathing 15 menit dengan frekuensi dua kali sehari selama 4 hari yang diterapkan pada 2 lansia perempuan dengan hipertensi tipe 1 dan terkontrol obat antihipertensi. Hasil studi kasus ini menunjukkan rerata tekanan darah pagi kedua klien sebelum terapi 144,5/95 mmHg, sesudah terapi menjadi 142/92,5 mmHg, serta sebelum terapi rerata tekanan darah sore kedua klien 140,5/91,5 mmHg, sesudah terapi menjadi 137,5/90,5 mmHg. Kedua klien mengalami penurunan rerata tekanan darah sistolik pagi kedua klien 2,5 mmHg dan tekanan darah sistolik sore kedua klien 3 mmHg. Sedangkan rerata penurunan tekanan darah diastolik pagi kedua klien 2,5 mmHg dan tekanan darah diastolik sore kedua klien 1 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus ini dapat  disimpulkan slow deep breathing dapat menurunkan tekanan darah 2 lansia hipertensi. Diharapkan slow deep breathing dapat diaplikasikan masyarakat untuk menurunkan tekanan darah.
Penerapan Tindakan Alih Baring dan Pemberian Olive Oil untuk Mencegah Pressure Ulcers di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Chanif, Chanif; Yuniasari, Lukluk
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16420

Abstract

Pasien diruang ICU berisiko tinggi mengalami pressure ulcers karena tirah baring yang lama dengan kondisi keterbatasan gerak dan penurunan kesadaran. Penggunaan pelembab untuk mencegah pressure ulcers diyakini akan mampu  memberikan  perlindungan  terhadap  kulit  dari  kerusakan sehingga tujuan studi ini untuk menerapkan tindakan alih baring dan pemberian olive oil untuk mencegah pressure ulcers di ruang Intensive Care Unit (ICU). Desain yang digunakan dalam studi ini adalah case report dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari 3 pasien di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kriteria yang ditetapkan untuk memilih subjek pada studi kasus ini yaitu; (1) Berusia lebih dari 18 tahun; (2) Mengalami pressure ulcers di daerah sakral, bahu, tumit, atau lainnya; (3) Tidak memiliki riwayat penyakit kulit atau alergi terhadap makanan dan obat; (4) Bersedia menjadi responden penelitian. Penerapan tindakan alih baring dan pemberian olive oil dapat menurunkan luas area pressure ulcers pada pasien yang dirawat di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang. Luas area pressure ulcers setelah diberikan olive oil selama 7 hari menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini memberikan proses pemulihan yang baik dan memberikan efek positif pada penyembuhan pressure ulcers serta mencegah perkembangan pressure ulcers ke stadium yang lebih tinggi.
Penerapan teknik relaksasi benson untuk mengurangi nyeri pada pasien infark miokard acut Ali, Ahmad; Soesanto, Edy
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.9194

Abstract

Infark Miokard Acut (IMA) adalah suatu nekrosis miokardium yang diakibatkan oleh ketidak adekuatan pasokan darah akibat dari sumbatan akut pada arteri koroner. Tanda dan gejala khas yang dialami pada pasien IMA adalah nyeri dada seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Pemberian terapi farmakologi seperti oksigen, nitrogliserin dan aspirin dapat menurunkan nyeri IMA, akan tetapi ketika efek obat mulai berkurang atau hilang pasien masih merasakan nyeri, sehingga perlu terapi komplementer untuk membantu menurunkan nyeri pasien IMA. Tujuan dari penulis untuk menerapkan relaksasi benson untuk menurunkan nyeri dada pada asuhan keperawatan Infark Miokard Acut (IMA). Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang melibatkan 2 subjek yaitu pasien yang mengalami nyeri dada karena infark miokard akut. Intervensi di lakukan sebanyak 1 kali sehari dalam 2 hari dengan lama intervensi 30 menit. Hasil evaluasi di dapatkan, adanya penurunan nyeri dari skala 5 menjad skala 2 pada pasien 1 dan nyeri skala 5 turun menjadi skala 1 pada pasien 2. Kombinasi terapi farmakologi dengan relaksasi benson efektif terhadap penurunan skala nyeri. Saran relaksasi benson dapat di gunakan sebagai terapi komplementer dalam menurunkan nyeri pasien IMA.