Ners Muda
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
188 Documents
Penerapan kompres dingin dan aromaterapi lavender dalam mengurangi nyeri selama pelepasan selang drain di RSUP Dr. Kariadi Semarang
Sari, Nur Malita;
Safitri, Dwi Nur Rahmantika Puji
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i2.14316
Selang drain merupakan intervensi penting dari tindakan operasi, rasa sakit yang parah disebabkan selama prosedur pelepasan drain harus dikendalikan. Perawat memiliki peranan penting dalam proses mengatasi nyeri. Intervensi kompres dingin dan aromaterapi lavender merupakan salah satu teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Desain studi kasus pada karya ilmiah akhir Ners ini adalah studi kasus multiple case dengan menerapkan tindakan kompres dingin dan aromaterapi lavender terhadap pasien yang akan dilakukan pelepasan selang drain untuk mengurangi nyeri di Ruang Rajawali 5B RSUP Dr. Kariadi Semarang sebanyak 3 subjek. Pengkajian skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum, selama dan 15 menit setelah pelepasan selang drain. Terdapat penurunan skala nyeri selama pelepasan selang drain setelah dilakukan kompres dingin dan aromaterapi lavender. Penerapan kompres dingin dan aromaterapi lavender berhasil menurunkan nyeri selama pelepasan selang drain di Ruang Rajawali 5B RSUP Dr. Kariadi Semarang, diharapkan dibuat SOP dan diterapkan untuk menunjang pelayanan keperawatan.
Penurunan nyeri leher dengan terapi kompres hangat pada pasien penyakit ginjal kronis yang mengalami hipertensi di ruang hemodialisa
Santie, Firda Nur Rahma;
Warsono, Warsono
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i1.10578
Tingginya kejadian penyakit ginjal kronik di Indonesia menjadi perhatian khusus apabila tidak tertangani dengan baik. PGK dapat menyebabkan hipertensi karena adanya iskemia pada organ ginjal. Apabila penderita telah mengalami gagal ginjal stage 4/5 maka akan memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Saat proses hemodialisa pasien PGK yang mengalami hipertensi sering merasakan nyeri leher akibat menyempitnya pembuluh darah di area leher. Salah satu intervensi komplementer yang dapat dilakukan berupa kompres hangat. Tujuan studi kasus ini penulis ingin mengetahui penurunan nyeri leher pada pasien PGK yang mengalami hipertensi di ruang hemodialisa. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek kasus ini yaitu pasien hemodialisa yang berjumlah 2 orang. Dengan kriteria inklusi nyeri leher dan pasien PGK yang mengalami hipertensi saat proses hemodialisa. Kompres hangat dilakukan dengan meletakkan kantung buli-buli berisi air hangat dengan suhu 45-50°C pada leher belakang subjek studi kasus selama 15 menit. Hasil intervensi menunjukkan bahwa subjek studi kasus 1 mengalami penurunan skala nyeri menjadi 3 sesudah diberikan kompres hangat dan pada subjek studi kasus 2 mengalami penurunan skala nyeri menjadi 5 sesudah diberikan kompres hangat . Kompres hangat dapat menurunkan nyeri leher pada subjek studi kasus PGK yang mengalami hipertensi di ruang hemodialisa.
Pemberian Kompres Hangat Basah Dapat Mengurangi Pembengkakan Payudara Pada Masa Laktasi
Lestari, Dyah Ayu;
Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i3.13341
Air Susu Ibu (ASI) yang tidak dikeluarkan sampai tuntas dari duktus laktiferus dapat menyebabkan bendungan sehingga terjadi pembengkakan payudara. Akibat bendungan ASI menimbulkan nyeri payudara, puting tenggelam sehingga menyebabkan bayi sulit menyusu, mastitis sehingga pemberian ASI tidak adekuat. Nyeri akibat pembengkakan payudara dapat dikurangi dengan kompres hangat. Studi ini bertujuan untuk menerapan kompres hangat pada ibu post partum untuk menurunkan pembengkakan payudara. Studi ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan studi kasus dilaksanakan pada Juli 2023, di Rumah Sakit pada 3 subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu post sectio caesarea yang mengalami pembengkakan payudara pada hari ketiga. Kompres hangat jenis basah diberikan selama 20 menit menggunakan stopwatch dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari berturut-turut. Suhu air 40,5 ͦC – 43,0 ͦC. Pengukuan bendungan ASI menggunakan Scalla Engorgement Six Point (SPES). Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah tindakan. Penerapan kompres hangat mampu menurunkan pembengakakan payudara pada pasien post partum SC. Kompres hangat akan memberi efek vasodilatasi otot polos pada pembuluh darah. Efek vasodilatasi pembuluh darah akan meningkatkan suplai hormon oksitosin pada payudara, nyeri payudara menurun, kenyamanan dalam menyusui meningkat, sehingga menyusui lebih sering dan bendungan ASI menurun. Terdapat perubahan rata-rata skala antara 2-3 dari hari pertama hingga hari terahir, subjek I sebelum diberikan skala 6 menjadi 3, pada subjek II sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 5, sedangkan pada subjek III sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 3.
Penerapan mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pasien pasca operasi bedah laminectomy
Widyaningrum, Tri;
Vranada, Aric
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i1.14181
Tindakan pembedahan khususnya kasus dengan Laminectomy memiliki angka kejadian yang signifikan. Pasien yang menjalani pembedahan akan merasakan beberapa keluhan seperti nyeri pada luka operasi, kemudian berkembang menjadi ketakutan untuk melakukan pergerakan atau mobilisasi dini sehingga dapat menghambat dalam akitivas keseharian pasien. Tujuan dari studi kasus ini untuk mendeskripsikan penerapan mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pasien pasca operasi bedah laminectomy. Metode studi yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berbasis pembuktian berdasarkan artikel yang telah di publikasi. Subyek dalam studi ini adalah pasien 24 jam pasca operasi laminectomy dan dalam keadaan sadar penuh serta mampu berkomunikasi secara verbal. Subyek berjumlah 3 pasien diberikan intervensi mobilisasi dini kemudian diobservasi tingkat nyeri dan hemodinamik sebelum dan setelah dilakukan mobilisasi dini dengan instrument numeric rating scale. Hasil studi kasus menunjukkan penerapan mobilisasi dini menurunkan tingkat nyeri dari nyeri sedang ke nyeri ringan, perubahan hemodinamik serta status fungsional pasien pasca bedah laminectomy. Diharapkan perawat dapat optimal dalam melakukan intervensi terhadap respon nyeri yang dirasakan pasien pasca bedah laminectomy salah satunya dengan mobilisasi dini.
Analisis praktik klinik keperawatan pada pasien cephalgia dengan intervensi inovasi efektifitas aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri
Pratiwi, Eka;
Muflihatin, Siti Khoiroh;
Purnomo, Slamet;
Astuti, Zulmah;
Milkhatun, Milkhatun
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i1.14342
Cephalgia sering disebut dengan nyeri kepala atau sensasi tidak nyaman yang muncul tidak hanya di kepala tetapi juga di wajah, tengkuk dan leher. Sakit kepala juga biasanya terjadi unilateral. Pada kebanyakan kasus disertai gejala seperti mual, muntah dan anoreksia. Terapi non farnakologis termasuk pemberian aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam, digunakan dalam penatalaksanaan pasien cephalgia untuk mengurangi intensitas nyeri yang dialami. Relaksasi merupakan aktivitas saraf parasimpatis yang mendorong penurunan seluruh fungsi yang ditingkatkan oleh saraf simpatis. Aromaterapi mempengaruhi sistem limbik di otak yang bertugas mengatur perasaan, suasanan hati dan memori. Studi kasus ini bertujuan untuk efektifitas aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada Desember 2023. Pemberian aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam menggunakan tissu yang diberikan selama 5-7 menit dan 2-3 tetes oil lavender dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari berturut-turut. Intervensi dilakukan sebelum dan sesudah tindakan dengan menggunakan alat ukur skala pengkajian nyeri PQRST. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa hasil intervensi inovatif menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri. Terdapat perubahan rata-rata skala dari hari pertama hingga terakhir sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
Pemberian Senam Ergonomik untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi
Arwani, Arwani;
Zulfa, Alfania;
Karlina, Leni
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i3.13510
Setiap tahun, jumlah lansia di Indonesia mengalami peningkatan. Namun semakin bertambahnya usia, proses penuaan akan berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya yaitu aspek kesehatan. Lansia akan mengalami penurunan fungsi tubuh yaitu pada sistem kardiovaskuler terjadi penurunan elastisitas di jaringan perifer, pelebaran pembuluh darah dan arterosklerosis yang memicu terjadinya peningkatan prevalensi hipertensi pada lanjut usia. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, salah satunya berolahraga. Senam ergonomik dapat dilakukan lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah. Seorang Wanita berusia 56 tahun mengeluh nyeri daerah leher dan kepala akibat hipertensi tingkat 1 yang diderita sejak empat tahun lalu. Tekanan darah saat pengkajian sebelum ergonomic 1 adalah 160/100 mmHg, sebelum ergonomic kedua (140/90 mmHg), dan sebelum ergonomic ketiga (130/85 mmHg). Senam ergonomic dilakukukan kepada klien selama selama 3 kali dalam seminggu dengan durasi senam selama 30 menit per hari. Hasil implementasi memberikan dampak terjadi penurunan tekanan darah menjadi 140/90 mmHg (setelah ergonomic 1), 130/90 mmHg (setelah ergonomic 2), dan 130/80 mmHg (setelah ergonomic 3). Senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer atau terapi pelengkap dari terapi farmakologis.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Stunting pada Balita selama Masa Pandemi di Puskesmas Trauma Center Samarinda
Feriani, Pipit;
Azizah, Tia Nur;
Ernawati, Rini
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i1.10049
Pada tahun 2020, prevalensi kejadian stunting pada anak usia dibawah lima tahun secara global sebanyak 149,2 juta (22,0%) dan di benua Asia sebanyak 79,0 juta (21,8%). Prevalensi kasus stunting di Indonesia sebanyak 31,8%. Pada masa pandemi, Indonesia mengalami krisis gizi terutama pada balita. Krisis gizi yang terjadi akan memberikan dampak pada terganggunya perkembangan dan pertumbuhan anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian stunting pada balita selama masa pandemi di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional melalui pendekatan cross scetional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 0-59 bulan di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 685 responden. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa responden dengan status gizi kurang yang terjadi stunting dan normal sebanyak 13,4% dan responden dengan status gizi baik yang terjadi stunting dan normal sebanyak 86,6%. Berdasarkan hasil analisis dengan Chi Square didapatkan nilai p value 0,000 < 0,05 dan nilai Odds Ratio (OR) 16,046.
Manajemen Hipertensi dengan Foot Massage terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi
Astuty, Nikken Indry;
Setyawati, Dewi
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i2.14383
Hipertensi atau tekanan darah tinggi ditandai dengan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg. Kondisi ini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan beberapa masalah termasuk stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan gangguan lainnya. Foot massage adalah intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan pemanfaatan foot massage sebagai cara untuk mengelola hipertensi pada individu lanjut usia dengan tekanan darah tinggi. Studi kasus ini menggunakan metodologi deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Studi kasus ini melibatkan pengaplikasian foot massage pada tiga subjek studi yang didiagnosis menderita hipertensi. Sesi pijat berlangsung selama lima hari, dengan setiap sesi berdurasi antara 10 dan 15 menit. Spigmomanometer digunakan sebagai instrumen pengukuran selama fase pretest dan posttest. Temuan studi kasus menunjukkan bahwa foot massage, yang dilakukan selama 5 sesi, secara efektif mengurangi tekanan darah pada subjek 1. Secara spesifik, subjek 1 mengalami penurunan tekanan darah dari 141/103 mmHg menjadi 121/86 mmHg. Subjek 2 juga mengalami penurunan tekanan darah dari 140/111 mmHg menjadi 130/88 mmHg. Terakhir, subjek 3 menunjukkan penurunan tekanan darah dari 151/93 mmHg menjadi 120/74 mmHg. Berdasarkan temuan yang diperoleh dari studi kasus yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan foot massage selama 10-15 menit selama 5 hari menunjukkan kemanjuran dalam pengelolaan hipertensi, yang mengarah pada penurunan tingkat tekanan darah.
Penerapan edukasi metode audio visual terhadap self management pada lansia penderita hipertensi
Cabral, Gloria;
Soesanto, Edy;
Ernawati, Ernawati;
Aisah, Siti
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i1.11841
Hipertensi pada lansia jika tidak terkontrol akan menimbulkan komplikasi, maka dari itu lansia perlu memahami terkait hipertensi dan melakukan self-management untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan metode edukasi audiovisual dapat meningkatkan self-management pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kelurahan Meteseh RW 21 RT 04. Studi ini menggunakan metode studi kasus deskriptif berfokus pada kasus dan dianalisis dengan menerapkan asuhan keperawatan, sampel pada studi kasus ini dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner dan alat pengukuran tekanan darah digital, prosedur pada studi kasus ini sebelum diberikan edukasi audiovisual durasi 8 menit, tekanan darah diukur dan mengkaji tingkat pengetahuan terkait hipertensi, setelah 7 hari diberikan penerapan dilakukan evaluasi. Lansia yang mengalami hipertensi mampu meningkatkan self-management, pengetahuan lansia meningkat, serta penurunan tekanan darah. Studi kasus ini yaitu edukasi audiovisual efektif dalam meningkatkan self-management pada lansia penderita hipertensi.
Penerapan kompres aloe vera untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan demam
Suprana, Okky Wijaya;
Mariyam, Mariyam
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i1.10425
Anak membutuhkan penanganan demam dirumah agar diharapkan tidak terjadi infeksi bakteri, virus maupun penyakit serius lainnya. Salah satu upaya adalah tindakan non farmakologis dengan memanfaatkan tumbuhan Aloe vera. Aloe vera mengandung zat bioaktif diantaranya saponin dan lignin yang bekerja dengan sistem konduksi sehingga memberikan sensasi dingin serta dapat menyerap dan menurunkan demam pada anak dengan melakukan penerapan berupa kompres. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui suhu tubuh anak yang demam setelah dilakukan penerapan kompres Aloe vera. Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui asuhan keperawatan. Studi kasus ini memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan masalah demam melalui penerapan selama 15 menit kompres Aloe vera. Pengukuran suhu dilakukan dengan thermometer digital pada bagian axila saat sebelum dan sesudah penerapan kompres Aloe vera. Hasil studi kasus menunjukkan subjek studi 1 mengalami penurunan suhu rata-rata 0,85 ̊C, sedangkan subjek studi 2 menunjukkan rata-rata penurunan suhu 0,7 ̊C sesudah diberikan kompres Aloe vera. Kompres Aloe vera dapat menurunkan suhu anak hipertermia.