cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 188 Documents
Peningkatan fungsi ekstremitas atas pada pasien stroke dengan terapi cermin Rizkiana, Laela; Sukraeny, Nury
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13144

Abstract

Stroke menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Kelemahan pada satu sisi tubuh merupakan salah satu tanda khas dari penyakit stroke yang dapat membatasi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL). Salah satu teknik non farmakologi untuk mengatasi kelemahan ekstremitas atas pada pasien post stroke adalah dengan terapi cermin. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui peningkatan fungsi motorik pada pasien post stroke dengan kelemahan pada ekstremitas atas setelah diberikan terapi cermin. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan dan sampel berjumlah 3 pasien, yang didapatkan secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen Fugl Meyer Assessment Upper Extremity (FMA-UE) yang dilakukan pada hari pertama sebelum terapi dan sesudah terapi pada hari kelima selama ±30 menit. Setelah dilakukan terapi cermin terjadi peningkatan fungsi motorik pada subyek satu 8 poin, subyek dua dan tiga sebesar 9 poin. Pemberian terapi cermin mampu meningkatkan fungsi motorik pada pasien post stroke.
Penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi menggunakan rebusan daun sirsak Ningrum, Putri Cahya; Rachmawati, Anita; Rejeki, Sri; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.13620

Abstract

Prevalensi hipertensi terutama pada kelompok lansia di Indonesia semakin meningkat mencapai 63,2%. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, ginjal, dan sindrom metabolik hingga kematian. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan memberikan terapi non farmakologi berupa penerapan rebusan daun sirsak. Studi ini bertujuan untuk menerapkan rebusan daun sirsak agar menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah case report dengan multicase study melalui pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 lansia yang mengalami hipertensi primer, berusia >45 tahun dan tidak sedang mengkonsumsi obat hipertensi. Daun sirsak direbus dengan 300ml air dan 10 gram daun sirsak selama 15 menit menggunakan api kecil hingga tersisa 150 ml. Kemudian air disaring dan disajikan selagi hangat. Intervensi diberikan dua kali sehari pagi dan sore selama tujuh hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital dengan jeda waktu 5 menit sebelum dan 30 menit setelah intervensi. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada kedua subjek dengan nilai rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 9,92 mmHg sedangkan diastolik sebesar 3,55 mmHg. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu meningkatkan partisipasi keluarga dalam penerapan rebusan daun sirsak untuk menurunkan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi.
Penerapan pemberian cokelat hitam terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang Fahlapi, Zamzam; Nurhidayati, Tri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.12809

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi yang bisa disertai kram perut yang terjadi di abdomen bagian bawah, akan tetapi dapat menjalar kesekitarnya. Salah satu pengobatan non-farmakologi untuk mengobati nyeri yaitu konsumsi coklat hitam yang kaya akan magnesium. Studi ini bertujuan untuk menerapkan evidence based nursing praktice pemberian cokelat hitam terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari dua mahasiswi yang sedang menstruasi dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswi yang sakit dismenore primer dan bersedia tidak memakai pengobatan lain baik obat kimia maupun non obat kimia selama penerapan. Studi ini untuk melihat perbedaan pre-test dan posttest setalah diberikan terapi konsumsi coklat hitam masing-masing perlakuan dilaksanakan saat hari pertama dan kedua menstruasi. Instrumen penerapan ini menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Tingkat nyeri menurun pada kedua subjek setelah diberikan intervensi. Hal ini ditandai dengan subjek satu sebelum diberikan coklat hitam mendapatkan nilai skor NRS 5, setelah diberikan coklat hitam mendapatkan skor dua. Subjek dua sebelum diberikan coklat hitam mendapatkan nilai skor NRS 4, setelah diberikan coklat hitam mendapatkan skor dua. Pemberian coklat hitam efektif untuk menurunkan tingkat nyeri pada dua pasien yang mengalami dismenore primer.
Penerapan Edukasi Laktasi Menggunakan Metode Participatory Learning And Action Terhadap Masalah Defisit Pengetahuan Tentang Menyusui Pada Ibu Hamil Trimester III Apriyanto, Hendro; Juliana, Diena
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.11215

Abstract

Air susu ibu adalah makanan pertama yang alami untuk bayi. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi di 6 bulan pertamanya. Salah satu faktor yang menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik adalah faktor pengetahuan ibu. Persiapan menyusui pada masa kehamilan penting dilakukan, sebab dengan persiapan yang lebih baik maka ibu lebih siap menyusui bayinya dan menunjang keberhasilan ASI eksklusif. Dengan dilakukannya edukasi laktasi, diharapkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang menyusui akan meningkat sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya gangguan laktasi. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan edukasi laktasi menggunakan metode participatory learning and action terhadap masalah defisit pengetahuan tentang menyusui pada ibu hamil. Studi kasus ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Berdasarkan analisis terhadap intervensi yang telah dilakukan didapatkan seluruh ibu memiliki pengetahuan tentang menyusui dengan kategori baik (100%). Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari, didapatkan edukasi laktasi pada masa kehamilan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang menyusui.
Inisiasi Menyusui Dini Dalam Proses Involusi Uteri Ibu Post Partum Refilia, Agna; Pawestri, Pawestri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.10477

Abstract

Proses involusi uteri pada ibu post partum perlu dimonitor terutama post partum hari pertama yang termasuk periode kritis, jika involusi uteri tidak termonitor dengan baik dapat menimbulkan perdarahan. Perdarahan sebagai penyumbang kematian ibu post partum terbanyak di Indonesia (50%). Proses involusi uteri dapat di stimulasi dengan inisiasi menyusui dini. Pada karya ilmiah akhir ners ini dilakukan penerapan IMD pada dua ibu post partum. Metode yang digunakan pada studi kasus ini deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Kriteria inklusi studi kasus ini yaitu ibu post partum status multipara dengan persalinan normal tanpa induksi dan riwayat partus lama. Penerapan IMD setiap 2 jam sekali dengan durasi 1 jam setiap pelaksanaannya selama 24 jam pertama masa post partum. Pengukuran fundus uteri dilakukan sebelum IMD, 2 jam setelah perlakuan dan 12 jam setelah perlakuan. Hasil akhir ada penurunan fundus uteri pada rentang 1 -1,5 cm. Hasil tersebut termasuk dalam kategori normal, karena sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan pada hari pertama post partum tinggi fundus uteri kira-kira satu jari bawah pusat. Adanya penurunan fundus uteri karena isapan mulut bayi merangsang otot polos pada payudara yang memicu kelenjar pituitaria menghasilkan hormon oksitosin untuk kontraksi uterus, sehingga dapat disimpulkan IMD membantu proses involusi uteri ibu post partum.
Pencegahan Luka Tekan Pada Pasien Hidrosefalus Di Ruang Pediatric Intensive Care Unit Rahmayanti, Wa Ode; Erika, Kadek Ayu; Amin, Ariyati; Hariati, Suni; Fadilah, Nur; Yusuf, Mukhtar
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.12934

Abstract

Anak penderita hidrosefalus dengan penurunan kesadaran rentan mengalami gangguan integritas kulit, seperti luka tekan akibat tirah baring lama, imobilisasi dan terpasang alat medis. Studi kasus ini bertujuan mengevaluasi intervensi pencegahan luka tekan pada pasien hidrosefalus di ruang Pediatric Intensive Care Unit RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode yang digunakan adalah single case design dengan instrumen pedoman pencegahan luka tekan dari National Pressure Injury Advisory Panel pada subjek studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan intervensi serta dokumentasi mulai 19-22 Juni 2023. Hasil studi kasus menunjukkan skala Braden Q berada pada skor 15 di hari pertama dan kedua serta skor 14 di hari ketiga dan keempat (risiko luka tekan sedang). Intervensi pemeriksaan kulit didapatkan terjadi perubahan suhu menjadi normal, tidak ada ruam kulit, tidak ada indurasi, tidak edema dan tidak nyeri akibat tekanan serta tidak ada luka akibat peralatan medis. Selain itu, tidak ada luka pada area tonjolan tulang setelah pemberian posisi miring kanan dan kiri serta pemberian bantalan sebagai penyangga dapat mencegah risiko luka tekan. Penilaian dan standar dari manajemen nutrisi adalah tidak terjadi penurunan berat badan dan tidak ada tanda-tanda dehidrasi. Dapat disimpulkan skor skala Braden Q berada pada risiko sedang sehingga diberikan intervensi sesuai pedoman.
Penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi Rachmawati, Aulia Rima; Aisah, Siti
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14442

Abstract

Hipertensi ditandai dengan meningkatnya nilai tekanan darah, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berupa risiko ketidakefektifan perfusi serebral terapi non farmakologi yang dapat diterapkan guna mencegah komplikasi tersebut yaitu kombinasi relaksasi otot progresif dan musik dengan menenangkan dan merileksasikan otot sehingga menciptakan perasaan rileks sehingga dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah. Tujuan pada studi kasus ini yaitu mengetahui penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode yang diterapkan pada studi kasus ini yaitu metode deskriptif menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik pada tiga lansia hipertensi derajat I atau derajat II yang mengkonsumsi amlodipine 10 mg, penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik dilakukan selama 6 hari dengan durasi 15-20 menit. Hasil studi kasus didapatkan bahwa setelah dilakukannya penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik selama 15-20 menit dapat menurunan nilai tekanan darah dan nilai MAP. Kesimpulan studi kasus ini yaitu penerapan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan musik merupakan terapi komplementer yang bisa diterapkan pada lansia hipertensi penerapan terapi ini harus dibersamai dengan kontrol perilaku, modifikasi diet, kepatuhan dalam menjalani terapi obat antihipertensi dan peningkatan gaya hidup sehat supaya mendapatkan hasil yang lebih baik.
Penerapan pijat marmet untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caesarea Nikmah, Nikmah; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14610

Abstract

Cakupan pemberian ASI di Indonesia sebesar 56 %. Data tersebut masih dibawah target nasional ASI ekslusif yaitu 80%. Hal ini dapat mengakibatkan gizi buruk dan stunting. Rendahnya pemberian ASI ekslusif salah satunya akibat ketidaklancaran produksi ASI. Upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan pijat Marmet. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan perawatan payudara dengan pijat Marmet untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caessaria. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus yaitu ibu post partum dengan sectio caesarea sejumlah 3 orang . Penerapan perawatan payudara dengan pijat Marmet dilakukan sehari dua kali selama tiga hari.Pijat Marmet dilakukan dengan tiga langkah yaitu pemijatan ,mengusap dan mengguncang payudara untuk mengeluarkan ASI. Evaluasi keberhasilan dengan menggunakan lembar observasi yang  menunjukkan kualitas menyusui, peningkatan produksi ASI kumulatif dan produksi urin bayi. Hasil studi kasus menunjukkkan Terjadi peningkatan produksi ASI rata rata 42 ml perhari. Pijat Marmet menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin sehingga meningkatkan produksi ASI dan refleks pengeluaran ASI menjadi optimal. Simpulan studi kasus didapatkan bahwa perawatan payudara dengan pijat Marmet berpengaruh untuk meningkatkan produksi ASI. Berdasar studi kasus aplikasi perawatan payudara dengan pijat Marmet direkomendasikan untuk perawatan payudara ibu dengan post partum
Intervensi kompres ekstrak daun binahong untuk mengatasi pruritus dan meningkatkan integritas kulit pada lansia dermatitis Lewuk, Maria Ansila Banun; Nababan, Sudarwati
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.14009

Abstract

Dermatitis atopik adalah peradangan kronik dengan gejala kulit kering, kemerahan dan pruritus yang mendorong seseorang untuk menggaruk, menimbulkan lesi rekuren yang dapat mengganggu kualitas hidup lansia. Penatalaksanaan keperawatan dermatitis dengan intervensi prinsip Observasi, Terapi, Edukasi dan Kolaborasi (OTEK) penerapan terapi kompres dingin ekstrak daun binahong. Studi ini bertujuan untuk mengatasi pruritus dan meningkatkan integritas kulit lansia dermatitis. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus adalah lansia dermatitis. Subjek sebanyak 2 orang yang diambil dengan kriteria inklusi. Pemberian kompres dingin ekstrak daun binahong dilakukan 2 kali sehari selama 2 minggu. Setiap kali kompres dilakukan selama 20 menit. Instrumen untuk menentukan tingkat keparahan pruritus menggunakan kuesioner baku Pruritus Saverity Scale (PSS). Hasil studi diketahui bahwa ada penurunan poin skala tingakat keparahan pruritus dan peningkatan integritas kulit, setelah penerapan terapi. Kompres dingin ekstra daun binahong sebagai alternatif terapi yang dapat menurunkan tingkat keparahan pruritus dan meningkatkan integritas kulit.
Terapi akupressure PC6 dan ST36 dapat menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi Dhamanik, Reina; Eriyani, Fini Dwi
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13248

Abstract

Kemoterapi pada pasien kanker menyebabkan efek samping mual dan muntah. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, anoreksia, penurunan berat badan, sehingga menyebabkan memperburuk kondisi dan pasien meninggalkan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupressure PC6 dan ST36 untuk menurunkan mual muntah sebagai efek kemoterapi. Studi kasus ini menggunakan case report dengan multicase study melalui pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan dua subjek Perempuan, pasien 1 berusia 45 tahun dan pasien 2 berusia 48 tahun yang mengalami mual muntah. Pemijatan dilakukan pada titik PC6 dan ST36 selama 5 detik secara berulang dalam waktu 3 menit selama dua hari, akupressure dilakukan 30 menit sebelum kemoterapi,4 jam dan 12 jam setelah kemoterapi. pengukuran mual muntah dilakukan setelah 48 jam, alat ukur yang digunakan adalah Index Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Hasil studi menunjukkan adanya penurunan skore INVR dengan masing-masing subjek mengalami penurunan sebesar 4 point. Pada pasien ke-1 terjadi penurunan dari skala 16 menjadi 14 dengan kategori (tetap sedang), pada pasien ke-2 terjadi penurunan skala 12 menjadi 8 (dari sedang menjadi ringan). Titik PC6 dan ST36 merangsang saraf parasimpatis untuk bekerja sehingga produksi HCL atau asam lamung menurun dan rangsangan mual berkurang. Pemberian terapi akupressure PC6 dan ST36 dapat menurunkan mual muntah.