cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 193 Documents
Penerapan kombinasi foot reflexology dan aromaterapiterhadap nilai hemodinamik pasien hipertensi Karimah, Safira Nurul; Baidhowi, Arief Sofyan; Pranata, Satriya
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.15190

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah meningkatnya tekanan darah sistoliknya di atas 140 mmHg sedangkan diastole nya di atas 90 mmHg.  Hipertensi memiliki masalah pada hemodinamik.Usaha yang dilakukan untuk menstabilkan hemodinamik adalah dengan foot reflexology dan aromaterapi. Tujuan Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi foot reflexology dan aromaterapi dapat menstabilkan hemodinamik pada pasien hipertensi. Metode Studi kasus ini menggunakan studi dekriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan kepada 2 pasien hipertensi. Intervensi ini dilakukan selama 7 hari. Implementasi pertama yang dilakukan yaitu aromaterapi. 3 tetes wewangian diteteskan pada bola kapas dan ditempelkan pada kerah pasien selama 20 menit. Setelah itu, sambil melakukan aromaterapi dilakukan Foot reflexology. Foot reflexology dilakukan dengan posisi klien duduk kemudian akupresur diterapkan pada sisi plantar kaki kanan pada tulang metatarsal pertama sekitar 1-1,5 cm proksimal sendiri metatarsophalangeal pertama, tekanan diberikan menggunakan ruas jari telunjuk kanan (bagian dorsal sendi interphalangeal proksimal dalam posisi menekuk) secara tegak lurus dan ditahan selama 15 detik kemudian dilepaskan selama 5 detik. Siklus ini dilakukan selama lima kali selama total 2 menit. Dilakukan pengukuran nilai hemodinamik pada hari ke-4 dan ke-7. Setelah dilakukan tindakan foot reflexology dan aromaterapi didapatkan hasil pengukuran tekanan darah pada kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah pada  subjek I dari 159/80 mmHg menjadi 145/60 mmHg, subjek II dari 155/91 mmHg menjadi 140/69 mmHg. Pengukuran nadi subjek I dari 102 x/menit menjadi 75 x/menit subjek II 105 x/menit menjadi 77 x/menit. Pernafasan subjek I dari 24 menjadi 16 subjek II dari 23 menjadi 17. Kesimpulan yang didapatkan pada kedua subjek tersebut yang telah dilakukan implementasi foot reflexology dan aromaterapi yaitu mengalami penurunan hemodinamik.
Efektifitas terapi bermain puzzle dalam menurunkan kecemasan anak usia pra sekolah akibat hospitalisasi Ayu Fibiyanti, Millenia Siska; Rahayu, Desi Ariyana; Hidayati, Eni
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.13987

Abstract

Hospitalisasi dapat menjadi faktor stress yang menimbulkan kecemasan pada anak karena menganggap dirinya kehilangan lingkungan yang aman dan hal tersebut dapat menghambat proses penyembuhan anak. Maka dari itu anak perlu mengalihkan rasa takut dan cemas sebagai koping dalam menghadapi cemas, salah satu terapi bermain yang sesuai dengan anak usia prasekolah adalah bermain Puzzle. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi bermain dalam menurunkan kecemasan anak akibat hospitalisasi. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Responden dalam studi kasus ini sejumlah 2 anak yang mengalami kecemasan ketika sedang hospitalisasi, dilakukan selama 3 hari durasi waktu 10-15 menit dengan langkah pretest – terapi bermain – posttest disetiap pertemuan. Menggunakan alat ukur Facial Image Scale (FIS). Berdasarkan studi kasus didapatkan bahwa terapi bermain puzzle menunjukkan penurunan kecemasan pada responden 1 dari tingkat kecemasan sedang ke tingkat kecemasan tidak cemas dan pada responden 2 dari tingkat kecemasan berat mengalami penurunan ke tingkat kecemasan ringan. Berdasarkan hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan terapi bermain puzzle efektif dalam mengurangi kecemasan anak akibat hospitalisasi. Diharapkan dapat menjadi referensi terapi non-farmakologi yang diterapkan pada anak yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi.
Implementasi terapi relaksasi murottal terhadap tekanan darah pasien dengan chronic kidney disease Za'im, Putra Pramadita Fachruz; Ridla, Akhmad Zainur; Hakam, Mulia; Sugiharto, Achmad Sigit
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.14215

Abstract

Tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal adalah dua masalah yang saling terkait karena tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kegagalan ginjal atau sebaliknya, kegagalan ginjal menyebabkan tekanan darah tinggi. Selain terapi farmakologis, terapi non-farmakologis juga dapat dilakukan untuk dapat membantu mengatasi masalah tekanan darah tinggi pada pasien, salah satunya adalah dengan menggunakan terapi relaksasi murottal. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Dari hasil penerapan terapi murottal Al-Quran Surah Ar Rahman pada Ibu S. selama 3 hari, terlihat penurunan tekanan darah pada setiap intervensi. Pada hari pertama intervensi nilai tekanan darah turun dari 160/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg dengan MAP 120 mmHg turun menjadi 107 mmHg. Pada hari keuda intervensi nilai tekanan darah turun dari 150/100 mmHg menjadi 135/90 mmHg dengan MAP 117 mmHg turun menjadi 105 mmHg. Pada hari ketiga intervensi nilai tekanan darah turun dari 145/95 mmHg menjadi 130/85 mmHg dengan MAP 112 mmHg turun menjadi 100 mmHg. Penurunan tekanan darah terjadi karena mekanisme murottal Al-Quran dalam tubuh, yaitu akan mengaktifkan dampak psikologis positif sebagai terapi relaksasi, yang akan merangsang sensasi relaksasi yang dihasilkan oleh murottal Al-Quran. Ketika otak diberi stimulus berupa suara, dan suara tersebut sebanding dengan frekuensi alami, sel akan beresonansi dan kemudian menjadi aktif serta memberikan sinyal ke kelenjar pituitari. Selanjutnya, tubuh akan melepaskan hormon endorfin. Kondisi ini akan membuat tubuh rileks sehingga akan terjadi penurunan epinefrin dan tekanan darah. Berdasarkan hasil penelitian, terapi murottal terbukti memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan manajemen perawatan pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan tekanan darah tinggi dan memberikan kontribusi terhadap kualifikasi pelayanan keperawatan yang lebih tinggi.
Terapi foot massage menurunkan intensitas nyeri pasien post sectio caesarea Ismiati, Ismiati; Rejeki, Sri
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13658

Abstract

Pasien Sectio caesarea mengalami rasa nyeri terutama setelah efek anestesi pasca operasi hilang. Nyeri dapat menyebabkan gangguan dalam hubungan kasih sayang, aktivitas sehari-hari sulit dilakukan, pergerakan tubuh terbatas, penggunaan susu ibu tertunda, serta mempengaruhi proses menyusui awal pasca persalinan sekcio caesarea yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kekuatan bayi yang lahir. Pengurangan intensitas nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan metode non farmakologi dan non invasive seperti terapi pijat kaki. Terapi foot massage adalah suatu teknik yang menekankan pada gerakan memijat area kaki dengan tujuan meningkatkan aliran energi melalui titik-titik kaki. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu perubahan tingkat rasa sakit pada pasien setelah melahirkan dengan metode bedah caesarea melalui menggunakan terapi pijat kaki. Pada penelitian ini, metode deskriptif digunakan dengan pendekatan dalam proses perawatan kesehatan. Subjek yang diamati dalam kasus ini adalah seorang pasien yang telah menjalani operasi caesarea. Ada 3 orang yang menjadi subjek studi kasus. Pada periode selama dua hari, dilakukan penggunaan teknik terapi pijat pada kaki pada tiga individu dengan masing-masing diberikan selama 20 menit. Pada hari pertama, foot massage therapy umumnya dilakukan sekitar tujuh jam setelah operasi. Penelitian ini dilakukan pada individu yang menjalani operasi Caesar dengan menggunakan metode pemulihan diperkuat setelah operasi Caesar (ERACS). Dalam pengumpulan data, digunakan metode numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat keparahan nyeri dan juga lembar observasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa foot massage yang dilakukan dua kali pertemuan selama 20 menit memiliki efek yang efektif dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi sectio caesarea.
Penurunan tekanan darah penderita hipertensi menggunakan tehnik relaksasi benson Cahyadi, Imam; Rejeki, Sri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14451

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah pada fase sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah pada fase diastolik lebih dari 90 mmHg. Data prevalensi hipertensi di Indonesia selama tahun 2013-2018 menunjukkan bahwa sekitar 34,1% dari penduduk yang berusia 18 tahun ke atas mengalami kondisi tersebut. Teknik relaksasi Benson telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Studi kasus ini dilakukan untuk memahami penurunan tekanan darah pada individu yang mengidap hipertensi. Metode studi kasus ini bersifat deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus ini adalah penderita hipertensi, 2 orang dipilih secara acak sebagai subjek penelitian dan penelitian ini dilakukan selama tujuh hari. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa subjek studi kasus mengalami penurunan tekanan darah, dengan nilai mean penurunan pada subjek studi kasus 1 sebesar 22 mmHg pada, serta pada subjek studi kasus 2 sebesar 18 mmHg. Dengan demikian, relaksasi Benson terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Penerapan Intervensi Pemberian Jahe Merah Terhadap Kadar Glikemik Indeks Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Luthfiani, Farikha; Setyowati, Dewi
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10603

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Diabetes Mellitus disebut dengan the silent killer karena penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paru-paru,gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya Tujuan studi kasus adalah untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus melalui kunjungan rumah dengan memberikan pendidikan kesehatan dan pemberian seduhan jahe merah. Metode penerapan yang digunakan pada studi kasus ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Studi ini dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan dan seduhan jahe merah selama 7x kunjungan ke rumah. Pemeriksaan GDS sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) yaitu memberikan pendidikan kesehatan dan seduhan jahe merah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dalam studi kasus ini menggunakan cara observasi langsung sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan seduhan jahe merah dengan mengukur kadar gula darah sewaktu menggunakan digital glukosa EasyTouch GCU ET-301. Subjek pada studi kasus ini yaitu 2 penderita diabetes mellitus. Kedua keluarga dilakukan asuhan keperawatan selama 7x kunjungan. Keluarga dan klien mampu memahami masalah kesehatan yang ada dan keluarga sangat kooperatif mengikuti tahapan implementasi yang dilakukan.
Massage effleurage terhadap fatigue pada pasien kanker di ruang Rajawali 3A RSUP Dr. Kariadi Rachmawati, Sheila Destika; Hartiti, Tri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13072

Abstract

Fatigue pasien dengan kanker berpengaruh pada kondisi umum pasien yang dapat menyebabkan pembatalan atau penundaan proses terapi. Fatigue dapat diatasi dengan memberikan intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan tingkat fatigue pada pasien kanker yaitu dengan massage effleurage. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi massage effleurage terhadap fatigue pada pasien kanker. Desain studi ini deskriptif berdasarkan pendekatan asuhan keperawatan. Subyek terdiri dari dua pasien kanker yang menjalani kemoterapi, dan pasien tersebut mengalami fatigue. Lembar observasi yang berisi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan kelelahan digunakan sebagai alat pengumpulan data. Alat ukur yang digunakan adalah Brief Fatigue Inventory (BFI), dimana derajat fatigue diukur dua kali sebelum massage effleurage dan kemudian pada hari terakhir massage effleurage. Hasil studi ini dapat dilakukan pada pasien kanker dengan fatigue, karena menunjukan massage effleurage dapat menurunkan tingkat fatigue pada kedua pasien. Massage effleurage dapat menurunkan fatigue yang mana dengan tindakan tersebut dapat merangsang saraf parasimpatik ke otak untuk mengalirkan gelombang alfa dan kontraksi otot mengeluarkan hormone serotine sehingga menciptakan rileks akan membuat tubuh lelah menjadi bugar.
Penerapan Modifikasi Pursed Lips Breathing dan Aromaterapi Eucalyptus terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Napas Anak dengan ISPA Adhimah, Mu'taziatul; Rahmawati, Eni
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.13648

Abstract

Anak rentan mengalami ISPA yang merupakan masuk dan berkembangnya mikroorganisme di saluran pernafasan sehingga menyebabkan timbulnya gejala kurang lebih selama 14 hari. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan modifikasi pursed lips breathing dan aromaterapi eucalyptus terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas anak dengan ISPA. Keluhan utama pasien adalah batuk berdahak. Saturasi oksigen menunjukkan 95% dan frekuensi napas 30 kali/menit Diagnosa yang diambil adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi dan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas. Dilakukan intervensi modifikasi pursed lips breathing dengan meniup botol berisi air melalui sedotan yang dikombinasikan dengan terapi inhalasi aromaterapi eucalyptus. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dengan tindakan satu kali sehari. Intervensi modifikasi pursed lips breathing dilakukan 40 kali dalam waktu 10 menit dan dikombinasikan dengan terapi inhalasi eucalyptus secara bersamaan. Setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada pasien. Selain itu, pasien masih menunjukkan batuk berdahak dengan respon lebih ringan dan intensitas batuk berkurang. Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada anak dengan ISPA setelah diberikan intervensi kombinasi modifikasi pursed lips breathing dan terapi inhalasi uap minyak eucalyptus.
Penerapan terapi musik untuk mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien dengan skizofrenia Erlanti, Silvi; Suerni, Titik
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.13163

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala dari gangguan persepsi sensori yang dapat dialami oleh penderita gangguan jiwa. Perubahan perilaku yang dapat muncul pada penderita halusinasi seperti tidak mampu membedakan keadaan nyata dan tidak nyataketakutan, khawatir, gelisah, bingung, perasaan tidak nyaman, kurang diperhatikan orang dan tidak mampu mengambil keputusan. Gangguan halusinasi dapat di atasi dengan terapi non farmakologi salah astunya yaitu terapi musik karen tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satu terapi non farmakologi yang lebih efektif adalah mendengarkan musik, terapi musik ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Tujuan dari aplikasi ini adalah memberikan rasa tenang, membantu mengendalikan emosi serta menyembuhkan gangguan psikologi. Metode yang digunakan pada study kasus ini adalah dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, merumuskan masalah, perencanaan, melakukan tindakan, dan evaluasi. Pendekatan pengukuran yang dipergunakan pre dan post menggunakan AHRS (Audiotory Hallucinations Rating Scale). Proses ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut selama pagi dan sore hari selama 10-15 menit yang dilakukan pada 2 responden. Hasil evaluasi terjadi pasien  mengalami penurunan dan gejala setelah dilakukan terapi musik yang diterapkan oleh penulis. Penerapan terapi musik mampu terbukti menurunkan tanda gejala halusinasi pendengaran pasien.
Aplikasi Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Hernandini, Revin Raga; Machmudah, Machmudah
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10884

Abstract

Perubahan fisiologis ibu hamil menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehamilan, seperti mual muntah. Mual muntah kehamilan disebabkan peningkatan kadar hormon estrogen dan progesterone yang diproduksi HCG. Mual muntah kehamilan berdampak pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, fungsi sosial, perkembangan stres dan menyebabkan kelelahan, gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, serta ketidakseimbangan elektrolit. Aromaterapi peppermint berefek menenangkan lambung, mengurangi mual muntah ibu hamil. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini adalah 2 ibu hamil trimester I dengan keluhan mual muntah yang didapatkan secara purposive sampling. Metode studi kasus ini wawancara dan observasi menggunakan instrument lembar observasi PUQE-12 dengan pengambilan data sebelum dan setelah 12 jam pemberian intervensi aromaterapi peppermint selama 4 hari. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor PUQE-12 sebelum pemberian intervensi aromaterapi peppermint pada kedua subjek didapatkan nilai 5.75, dimana mual muntah dalam kategori ringan. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor PUQE-12 setelah 12 jam pemberian intervensi aromaterapi peppermint pada Ny. N yaitu 4.75, sedangkan pada Ny. R dengan hasil 4, dimana mual muntah dalam kategori ringan. Berdasarkan hasil penelitian kedua subjek, disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian intervensi aromaterapi peppermint pada mual muntah ibu hamil trimester I.