cover
Contact Name
Emma Ratna Sari Moedy. S.Sos., M.AP
Contact Email
emmamoedy@gmail.com
Phone
+6289617601945
Journal Mail Official
cakrawarti@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Peguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cakrawarti
ISSN : 26205173     EISSN : 27235572     DOI : https://doi.org/10.47532/jic.v3i2
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Cakrawarti is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism.
Articles 181 Documents
TELAAH MENDALAM BUDAYA KERJA APARATUR SIPIL NEGARA MENUJU GOOD GOVERNANCE Prima Victoria
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.805

Abstract

Pelayanan yang menjadi kewajiban utama dari Aparatur Sipil Negara memiliki pandangan yang berbeda dinilai dari berbagai sudut pandang. Hal ini menjadi sumber permasalahan di setiap Instansi Pemerintahan, ada yang memberikan tanggapan bahwa pelayanannya belum memuaskan ada juga yang mengatakan pelayanannya sudah sesuai dengan apa yang menjadi harapan setiap masyarakat. Budaya Kerja nempunyai peranan penting agar terciptanya tujuan utama pemerintah tersebut dalam kaitannya dengan pelayanan publik. Perlu diterapkan Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara agar dapat meningkatkan kinerja Instansi Pemerintahan, hal ini juga tentunya harus didukung dengan Penerapan prinsip-prinsip Good Governance yang berlaku seperti Transparansi, Akuntabilitas, Efektif Efisien dan Responsiveness. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara dan Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian memiliki dua fokus permasalahan yakni pada Budaya Kerja yakni Sikap Aparatur terhadap Pekerjaan dan perilaku kebiasaan pada waktu bekerja, dan Penerapan Prinsip Good Governance . Data dan hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan tiga teknik yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data atau informan menggunakan teknik purposive sampling . teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian ini yaitu reduksi data, peyajian data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian terhadap Budaya Kerja dan Penerapan prinsip prinsip Good Governance yang telah disebutkan diatas dapat diketahui bahwa telah dilaksanakan dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal. 
ADAPTASI MASYARAKAT ADAT TERHADAP MODERNITAS Astina Buana Dewi; Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi masyarakat adat terhadap modernitas, masyarakat adat dapat beradaptasi terhadap modernitas dan peran pemerintah dalam masyarakat adat untuk dapat beradaptasi terhadap modernitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan tentang adaptasi masyarakat adat terhadap modernitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, display data dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi masyarakat adat terhadap modernitas yaitu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terlihat pada sikap mentalnya yang maju, berpikir rasional, berjiwa wiraswasta, berorientasi ke masa depan. Masyarakat adat dapat beradaptasi terhadap modernitas dilihat modernisasi yang terjadi membawa dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positif ialah berkembangnya IPTEK mempermudah masyarakat mencari berbagai informasi, merubah mindset dari masyarakat tradisional (irasional) menjadi masyarakat modern (rasional), sedangkan dampak negatif yang dirasakan misalnya kenakalan remaja didukung dengan semakin mudahnya mengakses situs dengan bebas, munculnya sikap individualistik yang membuat sebagian masyarakat lupa akan kedudukan dirinya sebagai makhluk sosial, dan lunturnya jati diri suatu bangsa. 
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PASAR DI DESA MARGA TABANAN Ni Wayan Sutiani
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.801

Abstract

Kepuasan konsumen merupakan suatu tujuan dari sebuah pelayanan terhadap konsumen yang memberikan dampak positif bagi sebuah usaha yang bergerak di bidang produk maupun jasa. Secara umum kepuasan konsumen merupakan sebuah perasaan yang diharapkan baik bagi perusahaan/penjual dan konsumen itu sendiri. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan masyarakat yang dilihat dari kualitas pelayanan publik. kepuasan atau ketidak puasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evolusi ketidaksesuaian (discinfirmation) yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan bahwa pada persaingan yang semakin ketat ini, Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pengumpulan data dengan cara mewawancara langsung pedagang di pasar Desa Marga. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terciptanya edukasi terkait kualiatas pelayanan dari pihak Desa untuk pedagang kecil khsusunya agar terjadinya peningkatan daya beli konsumen dan tumbuhnya loyaliatas konsumen. 
PENGELOLAAN KEUANGAN YANG PARTISIPATIF DALAM MEWUJUDKAN DEMOKRASI ANGGARAN DI DESA I Wayan Sutrisna
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.806

Abstract

Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia bertujuan untuk mewujudkan tujuan nasional yakni kesejahteraan masyarakat bagi seluruh warga. Pelaksanaan pembangunan untuk seluruh masyarakat sesuai dengan tujuan nasional harus didukung oleh alokasi anggaran yang memadai serta tepat sasaran. Anggaran yang dialokasikan dalam pelaksanaan pembangunan dirancang untuk menekan tingkat kemiskinan dengan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Agar pembangunan yang dilaksanakan mampu menghasilkan program yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat miskin serta dapat meningkatkan kesejahteraannya, maka pelibatan komponen masyarakat miskin dan kelompok masyarakat lainnya dalam perencanaan sangat diperlukan. Salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh adalah dengan kebijakan membangun Indonesia dari desa. Pembangunan yang dilaksanakan di desa sangat memerlukan partisipasi masyarakat mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi. Anggaran yang dikelola oleh Pemerintah Desa kadang belum mampu memberikan akses yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses yang dilakukan. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa masih didominasi oleh sekelompok tokoh masyarakat di desa tanpa melibatkan masyarakat miskin dan termarjinalkan. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji tentang pengelolaan keuangan yang partisipatif dalam mewujudkan demokrasi anggaran di desa. Kajian ini  menggunakan pendekatan studi literatur. 
PERAN ASSESSMENT CENTER DALAM MENCARI TALENTA UNTUK MEWUJUDKAN AGILITAS BIROKRASI MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN TALENTA I Made Mahadi Sanatana
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.797

Abstract

Manusia merupakan sumber daya yang paling esensial dalam sebuah organisasi yang membentuk kompetensi inti bagi organisasi dan merupakan keunggulan kompetitif yang membantu tercapainya tujuan dan visi organisasi. Perlu dibentuk budaya kerja yang inovatif dan responsif terhadap perubahan lingkungan dalam upaya membangun birokrasi yang agile yang didukung oleh talenta dalam organisasi. Gambaran profil pegawai yang bertalenta dapat diperoleh melalui proses assessment center. Oleh karena itu, menarik untuk dibahas bagaimana peran assessment centre dalam mencari talenta untuk mewujudkan agilitas birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memperoleh diskripsi atas suatu fenomena, sehingga mendorong pemahaman mendalam atas substansi dari fenomena tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan studi pustaka mengenai assessment center, talenta dan agilitas organisasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa assessment center memiliki peran yang sangat startegis dalam memberikan gambaran profil potensi dan kompetensi pegawai dalam organisasi yang sebagai dasar dalam menerapkan manajemen talenta sehingga dapat dihasilkan pegawai yang berkualitas dengan talenta, kompetensi, dan kinerja unggul. Orientasi dan fokus pada pengembangan talenta menjadi pilar utama dalam transformasi budaya kerja menuju budaya kerja yang agile. Adapun rekomendasi penelitian ini adalah : 1) Perlu dilakukan peningkatan kualitas dan kapasitas SDM yang menyelenggarakan assessment center secara konsisten; 2) Pengambilan kebijakan maupun keputusan dalam promosi, mutasi dan penempatan pegawai melalui implementasi manajemen talenta. 
DAMPAK PRESIDENSI G20 SEBAGAI FORUM INTERNATIONAL DALAM KEBIJAKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT BALI Ni Ketut Alit Ariyanti
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.811

Abstract

G20 adalah forum Kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Indonesia memegang Presidensi tahun 2022 dan telah dilaksanakan di Bali pada 15 – 16 November 2022 mengusung tema “ Recover Together, Recover Stronger”, tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. Presindensi G20 yang dilaksanakan di Bali menjadi kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah Internasional, khususnya dalam pemulihan ekonomi global dan membuat Indonesia khusunya Bali menjadi perhatian dunia terutama  para pelaku ekonomi. Menjadi tuan rumah dari rangkaian KTT G20 tahun 2022 memberikan dampak yang sangat positif untuk Indonesia dan Bali khusunya, baik dampak dalam jangka pendek maupun dampak dalam jangka panjang.
MEKANISME PEMUNGUTAN PAJAK PENGAMBILAN DAN PEMANFAATAN AIR TANAH DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BADUNG Putu Eka Purnamaningsih; Kadek Wiwin Dwi Wismayanti
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.802

Abstract

Pajak air tanah dikenakan kepada para wajib pajak pemilik usaha yang menggunakan air tanah sebagai kegiatan usaha. Namun, banyak masyarakat khususnya para pelaku usaha tidak mengetahui alur pemungutan pajak air tanah. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kebijakan mekanisme pemungutan pajak pengambilan dan pemanfaatan air tanah di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Menggunakan metode penelitian kualitatif. Tempat penelitian di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung. Hasil yang diperoleh menggunakan 4 element implementasi kebijakan model George C.Edwards III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi telah berjalan secara maksimalDari segi komunikasi, telah berjalan dengan baik dilihat dari dibentuk staff khusus untuk mengecek wajib pajak yang memiliki sumur bor untuk dihitung jumlah pemakaian air tanah. Dari segi sumber daya, masih kekurangan sumber daya manusia, karena wajib pajak air tanah berjumlah 2700 WP sementara jumlah staff khusus 24 orang sehingga satu petugas harus mengecek kurang lebih 200 wajib pajak. Pada element disposisi sudah baik dalam menempatkan pegawai-pegawai yang memiliki kompetensi dan skill di bidang yang dibutuhkan. Sementara pada struktur birokrasi, sudah memiliki SOPs yang jelas dalam pemungutan pajak pengambilan dan pemanfaatan ait tanah dengan dibuatkan SOP dalam Prosedur Pembacaa Water Meter Pajak Air Tanah dengan Nomor SOP 069.2/Sub Bid. Pendaftaran dan Pendataan/Bidang Data dan TI/Bapenda/2020.
PERANAN PEREMPUAN HINDU DALAM PELESTARIAN NILAI SOSIAL BUDAYA DI DESA PENARUNGAN KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG A. A. Sagung Mirah Indukirana
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.807

Abstract

Aktivitas dan partisipasi perempuan selalu berpedoman pada sistem nilai budaya yang tentunya terus mengalami dinamika ke arah perkembangan Jaman. Demikian pula dengan kondisi peran perempuan di Kabupaten Badung dalam mengisi pembangunan. Konfigurasi sistem nilai budaya lokal di satu sisi bersumber dari agama Hindu dan pengaruh budaya modern terhadap budaya global di sisi lain turut menentukan pergerakan perempuan di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji dinamika yang diperankan oleh perempuan di Desa Penarungan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung dalam upaya melestarikan nilai-nilai sosial budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tiga rumusan masalah yaitu (1) Apa peran strategis perempuan Hindu dalam upaya pelestarian nilai-nilai sosial budaya? (2) Nilai-nilai sosial budaya apa yang dilestarikan oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan? (3) Bagaimana implikasi pelestarian nilai-nilai sosial budaya oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Penarungan? Teori yang digunakan sebagai analisis adalah Teori Struktural Fungsional dan Fenomenologi. Jenis dan sumber data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumen. Data dianalisis dengan analisis kualitatif menggunakan siklus Miles dan Huberman (1992) melalui tiga jalur kegiatan yang saling terkait: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) referensi. Setelah data dianalisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Peran strategis perempuan Hindu di Desa Penarungan dalam upaya pelestarian nilai-nilai sosial budaya, berdasarkan hasil penelitian terlihat pada aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga/ istri suami, pencari nafkah tambahan dan perannya dalam kegiatan keluarga, Banjar dan desa adat. (2) Nilai sosial budaya yang dilestarikan oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan antara lain: nilai kebersamaan atau gotong royong, menghormati suami sebagai kepala rumah tangga, etos kerja yang tinggi, rasa malu dan kemandirian. (3) Implikasi pelestarian nilai-nilai sosial budaya oleh perempuan Hindu di Desa Penarungan, betapapun kompleksnya peran perempuan Hindu di Desa Penarungan baik dalam posisi sebagai anggota keluarga, krama dadia, krama banjar, dan juga sebagai krama desa, namun dalam sistem sosiokultural masyarakat Bali perempuan masih tersubordinasi dari laki-laki. Akibatnya perempuan Hindu tidak memiliki hak waris, dan tidak pernah terlibat dalam proses pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga, krama dadia, banjar, maupun sebagai anggota krama desa. 
Perempuan dan Politik Indonesia Luh Putu Swandewi Antari
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.798

Abstract

Perempuan juga merupakan warganegara yang juga memiliki hak politik seperti laki-laki. Namun dalam kenyataannya partisipasi dan keterwakilan perempuan di bidang politik sangat kecil khususnya di Legislatif. Hal ini disebabkan karena diskriminasi. Diskriminasi terhadap perempuan itu menyebabkan ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender. Oleh sebab itu pentingnya perjuangan untuk terus mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender di bidang politik
TRANSFORMASI BIROKRASI DIGITAL DI MASA PANDEMI COVID-19 GUNA MENINGKATKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi Kasus: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung) Kadek Wiwin Dwi Wismayanti; Putu Eka Purnamaningsih
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 1 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i1.812

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat khususnya dalam memperoleh layanan publik. Salah satu layanan publik yang terdampak dari pandemi Covid-19 ialah layanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagiamana pelayanan administrasi kependudukan selama pandemi Covid-19 melalui sistem birokrasi digital. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, kuisioner, studi kepustakaan dan dokumentasi. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung dan Masyarakat Kabupaten Badung menjadi informan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 3 elemen sukses pengembangan E-Government pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung, yakni: 1). Elemen Support, yaitu adanya kemauan dan aturan yang mendasari. 3). Elemen Capacity, didukungnya penerapan digitalisasi melalui Dsumber daya finansial yang bersumber dari APBD, didukung pula dengan infrastruktur yang memadai seperti komputer dan internet, serta tersedianya sumber daya manusia yang berkompeten. 3). Elemen Value, yaitu berkaitan dengan manfaat yang dirasakan oleh Disdukcapil Kabupaten Badung sendiri dimana melalui penerapan E-Government ini pelayanan dapat diberikan dengan lebih efektif, efisien, dan ekonomis kepada masyarakat. Sedangkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, masyarakat menjadi lebih mudah dalam mengakses pelayanan kependudukan ditengah situasi pandemi.