cover
Contact Name
Emma Ratna Sari Moedy. S.Sos., M.AP
Contact Email
emmamoedy@gmail.com
Phone
+6289617601945
Journal Mail Official
cakrawarti@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Peguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cakrawarti
ISSN : 26205173     EISSN : 27235572     DOI : https://doi.org/10.47532/jic.v3i2
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Cakrawarti is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism.
Articles 181 Documents
OPTIMALISASI TUGAS POKOK DAN FUNGSI PUSTAKAWAN DAN TENAGA ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK MARGARANA Moedy, Emma Ratna Sari; Widyantari, Ni Luh Putu; Wikrama, A.A. Ngurah Agung Wira Bima; Kasna, I Ketut
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.911

Abstract

Judul ini dibuat mengingat besarnya manfaat perpustakaan di tengah kebutuhan akan data dari dan untuk keluarga besar STISIP Margarana (mahasiswa, dosen dan warga sekitar) Kebutuhan perpustakaan sebagai ruang membaca diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan UU No. 43 Tentang Kearsipan. Dalam implementasinya ada 7 fungsi perpustakaan yaitu fungsi pendidikan, fungsi informasi, fungsi penelitian, fungsi rekreasi, fungsi publikasi, fungsi deposit dan fungsi interpretasi. Hasil penelitian sudah ada usaha optimal, sesuai tupoksi, serta rasa optimis bahwa koleksi terbaru bisa sinergis dengan perkembangan jaman, jumlah mahasiswa dan dosen untuk membudayakan minat baca. Yang perlu dievaluasi adalah tantangan terhindar dari tumpang tindih tupoksi karena kenyataannya satu orang memegang beberapa tugas. Merangkapnya tugas merupakan tantangan sebab pelayanan optimal mengedepankan pro aktifnya para administrator. Solusinya adalah dapat bekerjasama dengan mahasiswa, dosen, pihak swasta seperti toko buku dan pemerintah baik pusat maupun daerah sekitar STISIP Margarana dalam hal pengadaan literasi. Di masa persaingan global, kualitas sumber daya manusia ditentukan dari pengetahuan yang dimiliki. Ini sebabnya ruang-ruang perpustakaan merupakan jembatan untuk upaya peningkatan sumber daya manusia di sekelilingnya. Dengan demikian perpustakaan hybrid menjadi keharusan, menuju digitalisasi pustaka. MoU dengan pihak-pihak yang bisa mendukung pengadaan buku terutama yang linier dengan  mata kuliah di STISIP Margarana. Menggiatkan perpustakaan keliling agar juga dapat menghidupkan minat baca warga sekitar sebagai bentuk pelaksanaa Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian masayarakat. 
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, SIKAP BAHASA, DAN KEBIASAAN MEMBACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA GENERASI Z DI KOTA DENPASAR Laksmi, Ni Putu Andini Desiyanti Laksmi Desiyanti; Widhiantara, Kadek; Moedy, Emma Ratna Sari
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ada tidaknya pengaruh beberapa variabel, yaitu: (1) motivasi belajar, (2) sikap bahasa, (3) kebiasaan membaca, dan (4) motivasi belajar, sikap bahasa, dan kebiasaan membaca secara bersama-sama terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia generasi z (mahasiswa semester I) di Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan bentuk penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi z (mahasiswa semester I) di denpasar yang berjumlah 1.100 orang. Penetapan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling rangkap, yaitu sampling kuota dan proportional simple random sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner motivasi belajar, sikap bahasa, dan kebiasaan membaca serta dokumentasi berupa nilai tes sumatif semester ganjil 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia generasi z (mahasiswa semester  I) di Denpasar dengan koefisien korelasi sebasar 0, 372 dan sumbangan efektif sebesar 9, 672%, (2) terdapat pengaruh yang signifikan sikap bahasa terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia generasi z (mahasiswa semester  I) di denpasar dengan koefisien korelasi sebasar 0, 437 dan sumbangan efektif sebesar 8, 390%, (3) terdapat pengaruh yang signifikan kebiasaan membaca terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia generasi z (mahasiswa semester I) di Denpasar dengan koefisien korelasi sebasar 0, 747 dan sumbangan efektif sebesar 41, 907%, dan (4) secara bersama-sama, terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar, sikap bahasa, dan kebiasaan membaca terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia generasi z (mahasiswa semester I) di Denpasar dengan koefisien korelasi ganda sebasar 0, 627 dan sumbangan efektif sebesar 59, 969%. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar, sikap bahasa, dan kebiasaan membaca terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia.
UNIVERSALISME DAN KEBINEKAAN DALAM PERSPEKTIF HINDU wismayanthi, kadek wiwin; surpa, i wayan
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.861

Abstract

konsepsi Hindu tentang ketunggalan (universalisme) datam kaitannya dengan pluralisme agama di Indonesia. Untuk mengkaji konsepsi ketunggalan (universalisme) atau wawasan kebangsaan digunakan pendekatan eksistensialis atau secara ontologis. Tulisan ini diawali dengan pemaparan singkat tentang ide kebangsaan dan negara kebangsaan. Selanjutnya ide atau wawasan kebangsaan diberikan batasan secara filosofis. Pada bagian akhir dikemukakan beberapa pengingkaran terhadap wawasan kebangsaan menurut filsafat Hindu. Dengan menggunakan filsafat Nyaya-Vaisesika disimpulkan bahwa pengakaran tersebut disebabkan oleh ketidakpahaman masyarakat Indonesia terhadap makna sesungguhnya ketunggalan atau wawasan kebangsaan atau nasionalisme tersebut. Masing-masing segmen masyarakat Indonesia terbuai oleh karakteristik spesifik suku, ras, atau agama sendiri ketimbang pada karakateristik umum yang esensial.
PENGELOLAAN ANGGARAN ANTARA PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN DI KOTA DENPASAR Dewi, Ni Putu Yuni Asih Kusuma; Sutiani, Wayan
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.917

Abstract

Pemerintahan desa memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan. Peran dari pemerintah daerah diharapkan dapat membimbing serta mengawasi setiap kebijakan maupun program yang dikerjakan pemerintah desa agar kewenangan yang diberikan kepada pemerintah desa dapat dipertanggungjawabkan oleh aparatur desa kepada masyarakat maupun kepada pemerintah. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana pengelolaan anggaran antara pemerintahan desa dan kelurahan di Kota Denpasar ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan anggaran antara pemerintahan desa dan kelurahan di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Pengelolaan anggaran antara pemerintahan desa dan kelurahan di Kota Denpasar difokuskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.
PROGRAM JAM EKSTRA LAYANAN ADMINISTRASI DI KECAMATAN DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO Septiandika, Verto; Rahmadi, Andhi; Iswanto, Prandy
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis Implementasi Program Jam Ekstra Layanan Administrasi Di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo dan untuk mendeskripsikan hasil analisis faktor pendukung dan penghambat dalam Implementasi Program Jam Ekstra Layanan Administrasi Di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berasal dari instrumen yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilaksanakan berulang-ulang untuk mendapatkan data yang valid sehingga tercapai keabsahan data. Hasil penelitian memaparkan Program Jelita (Jam Ekstra Layanan Administrasi) dalam pelaksanaannya tergolong pada evaluasi yang baik dengan memuat indikator efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya ada foktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung Program Jelita (Jam Ekstra Layanan Administrasi) memuat pada komunikasi dan sumberdaya. Sedangkan faktor penghmbat Program Jelita (Jam Ekstra Layanan Administrasi) ada pada disposisi dan lingkungan birokrasi.
EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI PELAYANAN RAKYAT ONLINE (PRO) DENPASAR SEBAGAI LAYANAN PENGADUAN PUBLIK BAGI MASYARKAT KOTA DENPASAR Yani, Pinky Novi
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.839

Abstract

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Efektivitas Penerapan Aplikasi Pelayana Rakyat Online (PRO) Denpasar sebagai Layanan Pengaduan Publik bagi Masyarakat Kota Denpasar. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan secara deskriptif bagaimana Efektivitas Penerapan Aplikasi Pelayanan Rakyat Online (PRO) Denpasar sebagaiLayanan Pengaduan Publik bagi Masyarakat Kota Denpasar guna menangani pengaduan masalah yang terjadi pada masyarakat yang tinggal di Kota Denpasar untuk di tindak lanjut oleh pemerintah terkait. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dimana informan terpilih adalah orang – orang  yang  berkecimpung dalam proses efektivitas kebijakan program PRO Denpasar dan masyarakat penerima layanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lokasi penelitian yang berkaitan dengan PRO Denpasar, wawancara dengan informan yang mengetahui tentang penerapan penanganan pengaduan online pada PRO Denpasar yakni dari pihak DISKOMINFO, dokumentasi yaitu pencatatan dokumen baik berupa tulisan,gambar dan yang berkaitan dengan PRO Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar masyarakat Kota Denpasar belum mengetahuiaplikasi Pelayanan Rakyat Online (PRO) Denpasar serta belum mengetahui tujuandan manfaat dari aplikasi ini.
IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Sutrisna, Wayan; Setiawati, Ni Putu Ari
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.902

Abstract

Kebijakan desentralisasi melalui pelaksanaan otonomi daerah telah mendekatkan pelayanan dan pembangunan nasional kepada masyarakat di daerah. Pemerintah daerah dianggap lebih mengetahui pos-pos belanja yang akan dialokasikan untuk menunjang kebutuhan-kebutuhan masyarakat sehingga proses pembanguanan yang dilaksanakan dapat menyentuh sendi kehidupan masyarakat. Pembangunan daerah yang dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif mulai proses perencanaan hingga evaluasi akan mampu mewujudkan tujuan secara optimal.  Pelaksanaan good governance dalam pengelolaan keuangan daerah dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai komponen utama dalam pembangunan. Proses penganggaran pembangunan yang melibatkan masyarakat dimulai dengan tahapan berupa pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada tingkat desa/kelurahan yang dilaksanakan secara terbuka. Usai Musrenbang pada tingkat desa/keluarahan dilanjutkan dengan Musrenbang pada tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten/kota serta provinsi.Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan pemerintahan daerah diharapkan dapat mengarahkan pelaksanaan pembangunan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Tulisan ini mengkaji tentang implementasi prinsip-prinsip good governance pada pemerintahan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pendekatan tulisan ini adalah studi literasi.
Nomadic Tourism di Desa Canggu: Sebuah Momentum Menuju Deliberasi Kebijakn Pariwisata di Bali Hamel, Victorius Adventius
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.866

Abstract

Abstrak Kebijakan pariwisata di Bali secara historis sangat bersifat state centered administration model. Sejak era pemerintah orde Baru model kebijakan yang dibangun tidak memberi ruang besar bagi keterlibatan masyarakat Bali secara utuh. Era reformasi seharusnya mampu mengubah hal itu semua. Desa Canggu melalui keberadaan nomadic touris-nya telah memberi warna yang berbeda dalam membangun model kebijakan pariwisata di Bali yang lebih bernuansa community centered model. Meski belum sepenuhnya kebijakan bersifat community centered model tetapi paling tidak fenomena turisme yang terjadi di desa Canggu dengan kebijakan pemerintah desanya telah memberi indikasi adanya pola-pola deliberasi kebijakan publik yang lebih baik pada masa kini dan masa depan. Kata Kunci: Kebijakan, pariwisata, deliberasi, Canggu  Abstract Tourism policy in Bali has historically been a state centered administration model. Since the New Order government era, the policy model that was built did not provide a large space for the involvement of the Balinese people as a whole. The reformation era in Indonesia should be able to change all of that. Canggu Village through the presence of nomadic tourists has given a different color in building a tourism policy model in Bali that is more nuanced in the community centered model. Although the policy is not yet fully community centered model, at least the tourism phenomenon that occurs in Canggu village with the village government's policy has given indications of better public policy deliberation patterns in the present and the future. Keywords: Policy, Tourism, Deliberation, Canggu
PERAN KOORDINATOR DALAM PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR GOTONG ROYONG KOTA PROBOLINGGO Septiandika, Verto; Rahmadi, Andhi; Amir Wahid, Fariz
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.895

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UPT Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, Jawa Timur yang terkenal ramai dan rawan terjadi kemacetan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Peran Koordinator Dalam Penataan Pedagang Kaki Lima Di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo dan mengetahui langkah-langkah penataan dan pemberdayaan PKL di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo yang dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui koordinator. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil riset memaparkan penataan pedagang kaki lima di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo oleh Pemerintah Kota Probolinggo melalui posisi koordinator pasar. Model yang digunakan meliputi; Peran koordinator pasar Gotong Royong Kota Probolinggo dengan mensosialisasikan informasi dan konsep penataan lapak di pasar Gotong Royong Kota Probolinggo bagi pedagang kaki lima: Peran koordinator pasar Gotong Royong Kota Probolinggo dengan mensosialisasikan informasi dan konsep pemberdayaan bagi pedagang di pasar Gotong Royong Kota Probolinggo; Peran koordinator pasar Gotong Royong Kota Probolinggo dengan membagikan informasi dan secara merata ke pedagang di pasar Gotong Royong Kota Probolinggo terkait program pemerintah. Jalannya peran koordinator berjalan ada nya faktor pendukung dan penghambat. 
Strategi Pengembangan Digitalisasi Desa Wisata : Studi Kasus Desa Jatiluwuh, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Kharisma, Bayu
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.841

Abstract

The existence of tourist villages today is inseparable from Information and Communication Technology (ICT) and digital media. Jatiluwih Village is one of the villages located in Tabanan Regency, Bali Province, which currently has social media and a website, but their use could be more optimal. The problem raised in this study is that the digitalization of tourism in the village has yet to be optimal. Thus, the purpose of this study was to determine the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of developing tourism digitalization in Jatiluwih Village, Tabanan Regency, Bali Province, knowing community involvement in developing tourism digitization in Jatiluwih Village and developing strategies for involving community participation in developing tourism digitalization in Jatiluwih village. The research methods used are gap analysis, swot analysis, and litmus test. The results of the study show that Jatiluwih Village has opportunities, namely cooperation with external parties for village development, there is a budget allocation from the central government to develop a tourism village (Village Fund), tourists who visit the Tourism Village, the opportunity to promote the village to a broader network, and tourist villages have natural resources for tourism attractions. However, several threats must be considered; namely, technology reduces community interaction, technology increases social disparities (some people do not benefit from the use of technology), stopping funding from the Central Government affects the management of tourist villages and the COVID-19 pandemic and policy Enforcement of Community Activity Restrictions (PPKM).