cover
Contact Name
Emma Ratna Sari Moedy. S.Sos., M.AP
Contact Email
emmamoedy@gmail.com
Phone
+6289617601945
Journal Mail Official
cakrawarti@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Peguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cakrawarti
ISSN : 26205173     EISSN : 27235572     DOI : https://doi.org/10.47532/jic.v3i2
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Cakrawarti is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism.
Articles 181 Documents
ANALISIS TERKAIT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 DALAM PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA SUATU PERUSAHAAN SAAT PANDEMI COVID-19 I Wayan Sedia
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 1 (2022): Cakrawarti Vol. 5 No. 1
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i1.387

Abstract

Pandemi covid-19 telah merubah prilaku dan pola hidup masyarakat  dan mempengaruhi produktifitas dan keberlangsungan berbagai sektor . Hal ini juga terjadi pada sektor usaha dan ketenagakerjaan, yang menyebabkan banyak pengusaha tidak mampu lagi mengoperasikan perusahaannya bahkan banyak diantaranya sudah tutup. Konskwensi dari kondisi demikian menyebabkan banyak perusahaan melakukan PHK pengangguran dan dampak sosial lainnya tidak dapat dihindari seperti, kriminalitas, gangguan kejiwaan dan lainnya.  Mengacu kepada Undang-Undang Ketenagakerjaan nomor 13 Tahun 2003, faktor yang menyebabkan perusahaan melakukan PHK adalah sebagai berikut: a). Pelanggaran terhadap perjanjian kerja dan peraturan perusahaan, b). Pelanggaran atau kesalahan berat, c). Pekerja diponis bersalah atas kasus hukum yang menimpanya, d). Karena perubahan status dan kepemilikan perusahaan, e). Karena perusahaan tutup, f). Karena perusahaan pailit, g). Pekerja mangkir. Akibat pemutusan hubungan kerja, menimbulkan kewajiban bagi perusahaan  kepada karyawan sesuai pasal 156 ayat (1) undang-undang No. 13 tahun 2003 yaitu, a). Memberikan uang pesangon, b). Memberikan uang penghargaan masa kerja, c). Memberikan uang pergantian hak, d). Memberikan uang pisah. Peran dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dalam mengawasi pelaksanaan undang-undang tersebut sangat penting, sehingga hak dan kewajiban perusahaan dan karyawan dapat berlangsung harmonis dalam bingkai hubungan kerja yang pancasilais. Namun dominasi pengusaha dan minimnya pengawasan pemerintah berpotensi melanggar terhadap pelaksanaan undang-undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003. Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagi berikut: 1. Faktor-faktor apakah yang dapat  menyebabkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)? 2). Bagaimana akibat huhum jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)? . Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan  akibat huhum jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan penyajian data bersifat naratif  atas data yang telah tersusun
HUBUNGAN STATUS KESEJAHTRERAAN PSIKOSOSIAL DENGAN KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN Dewa Putu Arwidiana; Desak Made Ari Dwi Jayanti
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 1 (2022): Cakrawarti Vol. 5 No. 1
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i1.392

Abstract

Kesejahteraan secara psikososial dan interaksi sehari-hari sangat dibutuhkan setiap individu dalam menjalin kumunikasi sossial secara efektif dan praktis pada lingkungannya terlebih dalam dunia Pendidikan. Kesejahteraan psikologis dangat mempengaruhi kinerja untuk memberikan pelayanan prima pada pelanggan baik internal maupun external. Tenaga kependidikan merupakan tenaga yang terintegrasi dalam institusi pendidikan tetapi tidak terlibat secara langsung dengan peserta, namum memiliki peran dan dapat mempengaruhi suasana kondusif di sebuah institusi. Permasalahannya apakah ada hubungan status kesejahteraan psikososial dengan kinerja tenaga kependidikan?. Methode peneliytian ini deskriptif kuantitatif  dengan populasi 100 orang dan sampel 57 responden. Analisis data menggunakan Spearmen Rho. Hasil penelitian : statuis Neurosuis berhungan dengan kinerja sedangkan Psikosis dan Post Traumatic Strss Disorder tidak berhubungan secara signifikans. Pembahasan: status neuriosis memiliki hubungan yang signifikans oleh karena situasi dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh pada status psikososial individu, status psikososial individu memiliki dinamika yang sangat tinggi dan bersifat terbuka, sedangkan status psikosis dan Post Traumatic Stress Disorder tidak meiliki hubungan oleh karena status tersebut lebih menekankan dan berpengaruh pada perikaku yang menjadi karakteristik seseorang bersifat tertutup dan tidak terpoengaruh oleh lingkungan sekitar. Simpulan penelitian , status psikososial pada situasi tertentu sesuai dengan kondisi lingkungan yang menyertai individu memiliki hubungan yang signifikan.
MENGGALI SEJARAH IDA BHATARI SAGUNG WAH DALAM RANGKA KEBERLANJUTAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI DESA ADAT KOTA TABANAN Emma Ratna Sari Moedy
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 1 (2022): Cakrawarti Vol. 5 No. 1
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i1.388

Abstract

Ida Bhatari Sagung Wah begitulah putri raja Tabanan dipanggil. Beliau lahir pada 3 Oktober 1888 di Puri Dangin sebagai putri bungsu trah bangsawan Tabanan. Kesetiaannya pada keluarga dan kepemimpinannya dalam perang  Bebalikan Wangaya di Tabanan membuat Beliau pantas disebut pahlawan. Usaha agar nama Beliau diusulkan sebagai nama pahlawan nasional Indonesia, pada kenyataannya telah dimulai sejak 10 tahun lalu. Dikoordinasi oleh Tetua Puri Dangin, telah terbentuk panitia, namun sendi-sendi ipoleksosbud (ideologi, politik, sosial, dan budaya) berpengaruh pada pengajuan nama Beliau tersebut. Situasi ini mempengaruhi kebijakan yang sedianya diambil oleh Desa Adat Kota Tabanan sebagai wilayah tempat berdirinya Puri Dangin, padahal Desa Adat harusnya memiliki aset nama besar Beliau yang dapat dipergunakan sebagai ikon nasional dalam rangka pelestarian kearifan lokal di tingkat daerah sampai nasional, seperti falsafah hidup orang Bali yang Satya (setia) pada bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KLUNGKUNG Sudiarkajaya, I Made; Wikrama, A.A.N.A Wira Bima
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.647

Abstract

Pemerintah Kabupaten Klungkung Bali merupakan salah satu Kabupaten yang melakukan reformasi birokrasi dalam rangka penyederhanaan kemudahan proses perizinan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melalui peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 138Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan PTSP melalui E-Government. Tujuan penelitian adalah mengetahui analisis kebijakan E-Government dan faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini dilakukan pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Klungkung dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian Implementasi E-Government di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Klungkung menunjukkan kecenderungan sikap yang semakin membaik. Dimana hasil pembahasan menunjukan bahwa Standar dan sasaran kebijakan  E-Government telah berpedoman pada PP 138 Thun 2017 tentang penyelenggaraan PTSP melalui Aplikasi online yaitu Online Single Submission (OSS) dan Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik (Sicantik). Sumber daya secara umum telah mampu melaksanakan kegiatan operasional dalam rangka efektifitas pelayanan. Komunikasi antar organisasi dan pengukuhan aktivitas berjalan dengan baik Karakteristik birokrasi pelaksana cukup berjalan dengan baik dimana Struktur Organisasi dapat dijadikan sebagai variabel yang menjelaskan karakteristik organisasi. Birokrasi perizinan belum berjalan secara efisien dan efektif. Pelaksana pelayanan publik dalam prosesnya tidak hanya dilakukan oleh PTSP melainkan melibatkan dinas teknis, mengedepankan proses dan prosedur. Faktor-faktor yang menghambat implementasi E-Government adalah Isi Kebijakan pelayanan publik terdapat perbedaan persepsi antara Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Klungkung dengan tim teknis terkait pelayanan administratif dan juga belum memiliki mall pelayanan publik untuk memudahkan proses perizinan dan nonperizinan. Dilihat dari sisi sumber daya manusianya, faktor penghambat berkaitan dengan profesionalisme, kompetensi, empathy, dan etika. Masalah berikutnya adalah kualitas pelayanan minimal. Selain itu internal lainnya adalah penempatan posisi yang dibangun horisoltal antara aparat pemerintah dengan masyarakat. Pembagian potensi dalam struktur birokrasi tidak sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur mengenai waktu, dengan demikian SOP perlu di sosialisasikan ke pelaksanan dan seluruh pengguna layanan.
MEMBUKA PINTU KEBIJAKAN TERHADAP DESA ADAT YANG BERKARAKTER DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA DI BADUNG Kasna, I Ketut
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.652

Abstract

Relasi pemerintahan daerah terhadap desa adat sangat besar mengingat Badung yang memiliki potensi seni budaya sebagai identitas yang berkarakter  cukup dikenal oleh dunia luar, menyebabkan Badung dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata. Namun, pengembangan Badung sebagai daerah tujuan wisata harus dilakukan dengan berbagai macam cara oleh pemerintah daerah sejak awal th 1970. Akan tetapi, Badung saat ini dijadikan pilot proyek tujuan wisata yang berkarakter dari generasi-kegenerasi, karena potensi seni budaya Badung telah banyak di promosikan di luar negeri. Mengembangkan Badung sebagai daerah tujuan wisata, menimbulkan pergulatan identitas budaya antara kebijakan berkarakter terhadap  kepentingan pemerintah pusat dengan kepetingan pemerintah daerah Badung dan para stackholder sebagai pelaku wisata. Pemerintah pusat membutuhkan devisa sedangkan pemeritah daerah ingin mempertahankan identitas budaya Badung sebagai budaya yang berkarakter bagian dari kegiatan keagamaan, adat istiadat, ritual serta agama.  Namun dengan demikian, tulisan ini bertujuan untuk mengelola, mengembangkan serta mengkaji seni pertunjukan, (seni tari, seni kerawitan) sebagai salah satu warisan desa adat dengan berbasis seni budaya Badung, ditengah-tengah pergulatan identitas itu. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah bagaimana mengembangkan seni pertunjukan yang berkarakter, seni tari, seni kerawitan dalam binkai tradisional Badung dalam pergulatan itu? dan, bagaimana pemerintah daerah Badung mempertahankan identitas desa adat dalam  seni budaya?. Untuk mengkaji permasalah di atas digunakan metode penelitian kwalitatif, dengan teori hegemoni. Hasil kajian ini menunjukan bahwa seni pertunjukan tradisional Bali mengalami sekularisasi, dan konsep pariwisata budaya mengalami perubahan menjadi industri wisata yang berkelanjutan serta mensejahterakan masyarakat Badung.
MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN DESA MELALUI OPTIMALISASI PERAN KARANG TARUNA Sutrisna, I Wayan
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.648

Abstract

Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan pada setiap proses pembangunan di Indonesia dalam rangka terwujudnya tujuan pembangunan nasional yakni masyarakat adil dan makmur. Pembangunan dengan pendekatan partisipatif berarti bahwa masyarakat berinisiatif memulai proses kegiatan untuk perubahan kearah yang lebih baik. Partisipasi masyarakat termasuk pemuda dalam pembangunan desa sangat diperlukan mengingat pemuda merupakan agen penggerak perubahan. Pemerintah desa harus mampu membuka akses seluas-luasnya bagi para pemuda untuk melibatkan diri dalam setiap proses pembangunan sehingga kreativitas dan inovasi para pemuda dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Pemuda perlu diberikan wadah bagi mereka untuk merancang gagasan serta melaksanakan program-program pembangunan di desa. Wadah bagi pemuda untuk mengembangkan diri serta membantu pemerintah desa dalam mensukseskan program pembangunan adalah Karang Taruna yang dibentuk sebagai organisasi bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan di bidang organisasi serta mampu berkontribusi dalam pembangunan desa menuju kesejahtraan sosial. Penguatan fungsi kelembagaan Karang Taruna dapat terjadi apabila didukung oleh semua komponen termasuk penyediaan sarana dan prasaran serta anggaran. Dengan kelembagaan yang kuat, pengurus Karang Taruna akan mampu mengorganisir para anggota untuk dapat menjalankan tugas secara efektif dan efisien. Tulisan ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengkaji partisipasi pemuda dalam pembangunan desa melalui optimalisasi peran Karang Taruna.
PERANAN KEPALA BIDANG OBJEK DAN DAYA TARIK PARIWISATA DINAS PARIWISATA UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DESA WISATA MEGATI DI DESA MEGATI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN Widiana, I Nyoman Gede
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.653

Abstract

Pariwisata telah menjadi salah satu penggerak utama perekonomian global dengan tingkat perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan pariwisata Bali telah menjadi leading sector atau generator penggerak yang terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi , sehingga munculnya sektor pariwisata di Bali memberikan perubahan positif pada perkembangan destinasi wisata. Perkembangan pariwisata sebagai industri yang mengutamakan jasa dan pelayanan menunjukan peran yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.Peraturan Daerah Tingkat I Bali Nomor 3 Tahun 1991 tentang Pariwisata Budaya yang menyebutkan bahwa : “ Pariwisata Budaya adalah jenis kepariwisataan yang dalam perkembangannya dan pengembangannya menggunakan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu” . Desa Wisata Megati terletak di kecamatan Selemadeg Timur. Desa wisata ini menawarkan hamparan persawahan yang menghijau dan terasering yang sangat indah yang sangat bagus untuk wisata trekkingTerdapat faktor-faktor penghambat dalam implementasi peran Kepala Bidang objek dan Daya Tarik Pariwisata Desa Megati sehingga dirumuskan masalah yakni 1. Kurangnya SDM yang fungsional dalam melayani wisatawan asing maupun domestic yang berkunjung ke DTW Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan 2. Kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan 3. Kurangnya promosi yang dilakukan oleh Bidang Daerah Tujuan Wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten TabananTujuan dan manfaat penelitian merujuk dari rumusan masalah. Metode penelitian yang Penulis pergunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini Kepala Bidang objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Sangat berperan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui komunikasi, koordinasi, motivasi, pelatihan bahasa inggris, skill training  dan pelatihan teknologi sehingga sumber daya manusia menjadi meningkat. Promosi memiliki peranan sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisata baik kunjungan wisata domestik maupun mancanegara. Belum tercapainya peningkatan kunjungan pariwisata di Daerah Tujuan Wisata Desa Megati karena tahun 2019 Gunung Agung meletus dan tahun 2020 sampai tahun 2022 ada pandemi Covid 19, mudah – mudahan pandemic covid 19 ini cepat berakhir dan kunjungan wisatawan meningkat.
PROVINSI BALI MEMBANGUN NILAI BUDAYA DALAM PESTA KESENIAN BALI (PKB) Susandhika, I Gusti Ngurah Mayun
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.649

Abstract

Kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan agenda rutin tahunan pemerintah Provinsi Bali dijadikan sebagai wadah kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali yang adiluhung. Festival atau parade gong kebyar merupakan acara dalam agenda PKB yang sangat bergengsi. Dalam festival acara tersebut dapat menyaksikan karya seni sebagai hasil kreativitas para seniman dan kepiawaian para pengrawit dalam memainkan gamelan gong kebyar. PKB membuat masyarakat Bali untuk selalu berkreativitas memenuhi kehidupan berbudaya. Dengan demikian kreativitas berkesenian untuk menghasilkan karya cipta dan seni masyarakat Bali tidak akan pernah berhenti. Untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan baru adanya gagasan kesenian dalam rangka menyambung kelangsungan berbudaya. Penggalian dan pengembangan gagasan baru dalam berkesenian dipakai untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing akibat globalisasi secara menyeluruh. Adanya gagasan baru dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berpikir, berkata, dan berbuat untuk diimplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya.
EFEKTIVITAS PENGAWASAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TABANAN DALAM PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL DAUH PALA KECAMTAN TABANAN KABUPATEN TABANAN Wibawa, I Ketut Sukantha Artha
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.654

Abstract

Penelitian ini mengambil judul Efektivitas Pengawasan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan  Kabupaten Tabanan Dalam Pengelolaan  Pasar Tradisional  Dauhpala Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan. Dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Dengan indikator: Akurat, Terpusat, Tepat waktu, Fleksibel, Bersifat sebagai petunjuk dan opersaional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancang bangun observasional deskriptif. Teknik penelitian yang dilakukan dengan cara survei lapangan, wawancara, dan studi literatur.Hasil penelitian menyatakan bahwa pengawasan di Pasar Dauhpala dengan indikator yang disebutkan di atas belum dapat dikatakan efektif, masih banyak adanya permasalah yang belum dapat diselesaikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan. Dengan berbagai hambatan yang di hadapai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan seperti kurangnya sarana dan prasarana, serta anggaran yang belum memadai. Saran yang bisa penulis berikan sebagai berikut, dalam melakukan pengawasan tidak hanya dilakukan seminggu sekali, atau pada saat tertentu saja.Dalam melakukan pengawasan petugas seyogianya mampu juga menyampaikan arahan bagi pedagang yang pola fikirnya masih kaku  agar terciptanya budaya tertib dan bersih.untuk melaksanakan pengawasan yang efektif, perbanyak sarana pengawasan seperti kendaraan bermotor.
G-20 EMPOWER MENDORONG UPAYA MENGUATKAN POSISI PEREMPUAN SEBAGAI PENGUSAHA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN NASIONAL Sutiani, Ni Wayan; Sutmasa, Y. Gede
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v5i2.650

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak objek pariwisata untuk dikunjungi, baik wisata alam maupun wisata buatan. Tingginya minat masyarakat yang ingin berkunjung di berbagai objek pariwisata, membuat industri pariwisata dapat mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dan sebagai sumber devisa negara. Dalam 20 tahun terakhir hingga sebelum pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Hal inilah yang membuat Indonesia masuk ke dalam kelompok G-20.Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah strategi apa yang dibahas dalam G20 terkait peran perempuan dalam meningkatkan Perekonomian dan Bagaimana  Peran Nyata Perempuan G20 dalam meningkatkan Perekonomian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi yang dibahas dalam G20 terkait peran perempuan dalam meningkatkan perekonomian nasional adalah pPertama produktivitas perempuan pascapandemi dan kedua perspektif kalangan swasta terhadap entrepreneurship (wirausaha) kalangan perempuan. Adapun peran nyata perempuan G20  untuk meningkatkan perekonomian antara lain:Peran kewirausahaan oleh kaum perempuan melalui inklusi bisnis.Indonesia memiliki lebih dari 64 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 60%. Dari jumlah itu, sekitar 64% di antaranya melibatkan kaum perempuan. Selain itu Perempuan memiliki peran yang strategis pada UMKM di Indonesia, di mana sebanyak 34% usaha menengah dijalankan oleh perempuan, bahkan 50,6% usaha kecil dan 52,9% usaha mikro juga dijalankan oleh perempuan.

Page 10 of 19 | Total Record : 181