cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 163 Documents
Potensi Interaksi Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 dengan Hipertensi di Rumah Sakit “X” Periode 2019 Refdanita Refdanita; Villya Sukmaningsih
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.937

Abstract

Penggunaan obat kombinasi perlu diperhatikan efek dan interaksi obat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat tersebut. Penggunaan obat kombinasi biasa terjadi pada pasien yang mempunyai penyakit komplikasi. Salah satu penyakit yang dapat terjadi komplikasi, yaitu penyakit diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus komplikasi hipertensi. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan berupa rekam medik pasien diabetes melitus dengan penyakit penyerta hipertensi periode Januari-Desember 2019 di RS “X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 sampel yang dianalisis, pasien perempuan merupakam pasien terbanyak dalam penelitian ini, yaitu sebanyak 55 pasien (57,43%), sementara kelompok usia terbanyak adalah kelompok 56 – 65 tahun sebanyak 45 pasien (45,92%). Pasien yang menerima terapi kombinasi obat antidiabetes oral adalah sebanyak 65 (66,33%) dan secara tunggal sebanyak 33 (33,67), sedangkan pasien yang menerima terapi kombinasi obat antihipertensi sebanyak 49 (50,5%) dan secara tunggal sebanyak 48 (49,48%). Obat yang berpotensi mengalami interaksi obat terbanyak adalah metformin dan amlodipin sebanyak 53 kasus (50,47%). Mekanisme interaksi terbanyak adalah melalui fase farmakodinamik dan berpotensi memberikan efek terbanyak adalah hipoglikemik melalui tingkat keparahan interaksi terbanyak, yaitu tingkat moderat.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Kulit Buah Kawista (Limonia acidissima L.) Terhadap Propionibacterium acnes Ika Maruya Kusuma; Rizal A Adhitya
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.938

Abstract

Kawista (Limonia acidissima L.) merupakan buah dari famili Rutaceae yang ada di Indonesiadiketahui mengandung alkaloid, flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif seperti Propionibacterium acnes penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etil asetat kulit buah kawista terhadap bakteri P. acnes. Metode penelitian meliputi pembuatan ekstrak secara maserasi, penapisan fitokimia, uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram pada ekstrak dengan konsentrasi 6,25%, 12,5% dan 25%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kawista dengan konsentrasi 6,25%, 12,5% dan 25% memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan nilai diameter daya hambat secara berurut yaitu 9,95 mm, 11,83 mm dan 15,70 mm.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Bakteriosin Termofilik yang Dihasilkan oleh Pediococcus pentosaceus terhadap Salmonella enteritidis dan Enterococcus casseliflavus Fathin Hamida
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.939

Abstract

Pediococcus pentosaceus merupakan anggota dari kelompok bakteri asam laktat, Gram positif, dan tumbuh secara anaerob fakultatif. Bakteri ini mampu menghasilkan substansi antimikroba seperti asam laktat, hidrogen peroksida, dan bakteriosin. Penelitian bertujuan untuk menguji aktivitas antimikroba kstrak kasar bakteriosin tahan panas yang dihasilkan oleh P. pentosaceus. Ekstrak kasar bakteriosin diperoleh dari supernatan kultur P. pentosaceus berumur 14 jam, dipanaskan pada suhu 100 0C selama 20 menit. Ekstrak kasar bakteriosin tahan panas diuji kemampuannya menghambat pertumbuhan Salmonella enteritidis dan Enterococcus casseliflavus menggunakan metode Difusi Agar Sumuran. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kasar bakteriosin mampu menghambat S. enteritidis dan E. casseliflavus secara berturut dengan nilai Diameter Daerah Hambat (DDH) sebesar 16,5 mm dan 20,8 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kasar bakteriosin tahan panas dari P. pentosaceus mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen uji, yaitu S. enteritidis dan E. casseliflavus.
Analisis Boraks pada Mie Basah dan Mie Kering di Bekasi Utara dan Bekasi Timur dengan Spektrofotometri UV-Vis Yonathan Tri Atmodjo Reubun; Herdini Herdini
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.942

Abstract

Mie merupakan salah satu makanan yang saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Mie memiliki cara penyajian yang instan dan praktis, mempunyai harga yang murah dan terjangkau, serta mudah didapatkan di berbagai tempat baik di toko, pasar tradisional hingga pasar swalayan. Banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi mie memicu para penjual menggunakan bahan berbahaya seperti boraks untuk memberikan kesan yang menarik dan tahan lama. MenurutPeraturan Menteri Kesehatan RI No 033 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan, boraks merupakan salah satu dari jenis bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam produk makanan. Penggunaan bahan berbahaya seperti boraks dalam tubuh mempunyai efek samping yang serius diantaranya gangguan lambung, usus, bahkan gagal ginjal akut, serta kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya kandungan boraks pada mie basah dan mie kering yang beredar di Bekasi Utara dan bekasi Timur melalui uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif boraks dilakukan dengan uji nyala boraks, sedangkan uji kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian didapatkan dua sampel mie yang positif mengandung boraks, yaitu mie basah non registrasi 1 (MBNR-1) dan mie basah non registrasi 3 (MBNR-3). Sampel positif dilanjutkan dengan uji kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Vis dan didapatkan kadar MBNR-1 sebesar 0,1866% dan MBNR-3 sebesar 0,1789%.
PRODUKSI, KARAKTERISASI, DAN PENETAPAN KADAR β-GLUKAN DARI Saccharomyces cerevisiae HASIL ISOLASI DARI BERBAGAI JENIS RAGI LOKAL Mellova Amir; Stifani Sofyani; Kusmiati Kusmiati
SAINSTECH FARMA Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v4i2.982

Abstract

Telah dilakukan penelitian produksi, karakterisasi dan penetapan kadar β-Glukan dari S. cerevisiae hasil isolasi dari berbagai jenis ragi local dengan tujuan untuk memperoleh isolat S. cerevisiae yang unggul dengan kadar β-Glukan ekivalen glukosa tinggi dan kadar protein rendah sebelum fraksinasi dan setelah fraksinasi. Isolat S. cerevisiae dari 3 ragi lokal yaitu RT 3, RT 12, RT 14 dan 1 isolat S. cerevisiae dari ragi bermerek SAF diregenerasi dan diinokulasikan ke dalam media pertumbuhan PDA, selanjutnya difermentasi pada media GYP cair hingga kultur sel berumur 6 hari. Biomassa sel diekstraksi untuk mendapatkan β-Glukan, hasil ekstraksi dikeringkan kemudian bobotnya ditimbang (mg) dan dianalisis kadar β-Glukan ekivalen glukosa dan kadar protein dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. β-Glukan crude difraksinasi dengan kromatografi kolom menggunakan eluen campuran n-butanol, etanol, air (5:5:4, v/v). Hasil fraksi-fraksi dianalisis kadar β- Glukan ekivalen glukosa dan kadar proteinnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat S. cerevisiae RT 3 yang diisolasi dari ragi lokal asal Kota Payakumbuh Propinsi Sumatera Barat memberikan hasil terbaik dengan kadar β-Glukan ekivalen glukosa sebesar 6,9042 % dan kadar protein sebesar 3,7065 %. Begitu pula dengan hasil fraksinasi isolat S. cerevisiae RT 3 memiliki rasio kadar β-Glukan ekivalen glukosa : kadar protein sebesar 1,1348.
ANALISIS PROTEIN, KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PIGMEN FIKOBILIPROTEIN MIKROALGA Spirulina platensis YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA LIMBAH CAIR PEMBUATAN TEMPE Mellova Amir; Wayan Sri Agustini; Qste Fatimah Caesar
SAINSTECH FARMA Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirulina platensis merupakan mikroalga yang banyak mengandung protein yang berfungsi sebagai sumber makanan tambahan dan mengandung pigmen utama fikosianin berwarna biru yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan pigmen fikobiliprotein dari mikroalga Spirulina platensis yang dikultivasi pada media limbah cair tempe. Biomassa Spirulina platensis merupakan sampel dari hasil sentrifugasi kultur menggunakan limbah cair tempe dengan konsentrasi 0%(kontrol), 25%, 50%, dan 75% yang diambil pada fase logaritmik dan fase stasioner. Analisis kandungan protein dilakukan menggunakan metode biuret, analisis kandungan karbohidrat dengan menggunakan metode fenol–sulfat, metode Bligh and Drier untuk analisis total lemak, serta analisis kandungan fikobiliprotein dengan menggunakan Bennet and Bogorad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi konsentrasi limbah cair tempe sebagai media kultivasi mempengaruhi kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan pigmen fikobiliprotein. Hasil analisis kandungan protein, karbohidrat, dan lemak paling tinggi dihasilkan pada Spirulina platensis yang dikultivasi dengan media limbah cair tempe 50% dengan kadar protein sebesar 58,11%, karbohidrat sebesar 31,22% dan lemak sebesar 4,00%. Hasil analisis kandungan fikobiliprotein paling tinggi dihasilkan pada kontrol dengan kadar fikosianin sebesar 3.69% dan allofikosianin sebesar 4.59%..
ANALISIS FIKOBILIPROTEIN DAN POLISAKARIDA DARI MIKROALGA MERAH (Porphyridium cruentum) YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA LIMBAH CAIR NATA DE COCO Mellova Amir; Atikah Nurjanah; Ni Wayan Sri Agustini
SAINSTECH FARMA Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porphyridium cruentum adalah mikroalga merah yang mampu memproduksi fikobiliprotein dan polisakarida berupa ekso- dan endopolisakarida. Telah dilakukan penelitian analisis kandungan fikobiliprotein dan polisakarida dari P. cruentum yang dikultivasi pada media limbah cair nata de coco. P. cruentum dikultivasi pada media limbah cair nata de coco dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 0% sebagai kontrol. Biomassa dan supernatan P. cruentum merupakan sampel uji dari hasil sentrifugasi P. cruentum media limbah cair nata de coco. Analisis kandungan fikobiliprotein dilakukan dengan menggunakan metode Bennet and Bogorad, dan ekso- dan endopolisakarida dengan presipitasi etanol. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan konsentrasi limbah cair nata de coco mempengaruhi nilai kandungan fikobiliprotein, dan ekso- dan endopolisakarida. Kandungan fikosianin terbesar ditunjukkan pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 25% sebesar 2,44%, allofikosianin pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% sebesar 6,17%, dan fikoeritrin terbesar yaitu pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% sebesar 12,63%. Kandugan ekso- dan endopolisakarida terbesar yaitu pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% dengan nilai 29,53% (eksopolisakarida) dan 3,68% (endopolisakarida). Kandungan glukosa terbesar yaitu pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% dengan nilai 38,45% untuk kandungan glukosa pada eksopolisakarida dan 44,08% untuk kandungan glukosa pada endopolisakarida.
ANALISIS VITAMIN B1, VITAMIN B6 DAN VITAMIN E PADA DAGING TOPBLADE SAPI BERBEDA RAS (LOKAL, IMPOR) DAN KERBAU Mellova Amir
SAINSTECH FARMA Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study were conducted to analize the vitamins B1, B6 and vitamin E concentrations of top-blade steak from Indonesian local beef, swamp buffalo and imported wagyu beef. Animals were slaughtered at ± 2 year old, top-blade were removed, aged at 10C for seven days, then stored at-800C, thawed to 50C before analyzed. Vitamins B1, B6, and vitamin E content from different breeding meat and buffalo (P<0.05) were significantly different. The content of vitamins B1, B6 and vitamin E local cattle Indonesia is not different from imported beef, and from buffalo meat even contain the highest vitamin E
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penyakit Penyerta Hipertensi Menggunakan SF-36 Lili Musnelina; Widia Mutiara; Alfina Rianti
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i2.832

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi termasuk penyakit kronik yang dapat menimbulkan efek mendalam pada kualitas hidup pasien baik aspek fisik, sosial, maupun psikologis. Kualitas hidup merupakan salah satu indikator yang sangat penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan, baik dari segi pencegahan maupun pengobatan. Pengukuran kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi dapat menggunakan instrumen baku Short Form-36 (SF-36). Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi di RSUP Fatmawati. Jenis penelitian berupa observasi non-eksperimen dengan mengambil 75 data pasien secara prospektif. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata dimensi kesehatan mental pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan dimensi kesehatan fisik, dan sebanyak 58,7 % pasien mempunyai nilai rata-rata ≥ 70. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar pasien DMT2 dengan penyakit penyerta hipertensi mempunyai kualitas hidup yang baik.
Kajian Potensi Ekstrak Beras Merah dan Aplikasinya dalam Perawatan Kulit Wenas, Desy Muliana
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i2.962

Abstract

Beras telah lama dimanfaatkan sebagai bahan dasar sediaan kecantikan. Sediaan kecantikan tradisional yang berbahan dasar beras banyak digunakan untuk perawatan kulit seperti masker, bedak dingin dan scrub. Salah satu beras yang dimanfaatkan di Indonesia yaitu beras merah (Oryza nivara). Senyawa antosianin dalam beras merah merupakan senyawa polifenol yang diketahui dapat melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet, mampu meningkatkan jumlah kolagen, elastin, maupun asam hialuronat pada kulit manusia. Artikel ini mengkaji beberapa artikel ilmiah yang meneliti ekstrak beras merah yang digunakan sebagai sediaan farmasi, khususnya dalam perawatan kulit. Tujuan kajian artikel dimaksudkan untuk menyediakan informasi ilmiah terkait aplikasi penggunaan ekstrak beras merah sebagai sediaan perawatan kulit. Hasil dari kajian artikel ini menunjukkan bahwa ekstrak beras merah dapat diaplikasikan menjadi sediaan perawatan kulit berupa losio tabir surya, krim, masker peel off, sabun antibakteri, body butter, dan body scrub.

Page 10 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue