cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 163 Documents
Aktivitas Antioksidan, Toksisitas, Kandungan Senyawa Fenol dan Flavonoid Total dari Daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn) Rachmatiah, Tiah; Daud, Juliana Jean; Artanti, Nina
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i1.1103

Abstract

Clerodendrum minahassae (Lamiaceae) merupakan tumbuhan yang berasal dari Sulawesi Utara dan dikenal dengan nama leilem. Pada umumnya genus Clerodendrum mengandung senyawa antioksidan seperti senyawa-senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan toksisitas serta kandungan senyawa fenol dan flavonoid total dari daun leilem. Ekstrak daun leilem dibuat secara maserasi dalam metanol yang selanjutnya difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan toksistas diuji terhadap larva Artemia salina dengan metode BSLT (Brain Shrimp Lethality Test). Kandungan fenol dan flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri. Hasil penelitian memperlihatkan ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun leilem memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50 300,57 µg/ml dan 189,62 μg/ml, sementara itu toksisitas terhadap larva udang Artemia salina diperlihatkan oleh ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun leilem dengan nilai LC50 berturut turut 190,58 μg/ml dan 147,36 μg/ml. Penentuan kadar fenol total dan flavonoid total dilakukan pada fraksi etil asetat dengan menggunakan standar asam galat untuk fenol total dan kuersetin untuk flavonoid total. Hasil penentuan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun leilem mengandung fenol total 164,38 mg/g ekstrak dan flavonoid total 270,8 mg/g ekstrak.
Perilaku Penggunaan Antibiotik di Masyarakat Wulandari, Ainun; Rahmawardany, Claudia Y
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i1.1105

Abstract

A Antibiotik merupakan obat untuk untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik pada penderita penyakit infeksi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan maupun membunuh bakteri penyebab penyakit, akan tetapi jika penggunaan antibiotik tidak tepat akan mengakibatkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan antibiotik pada masyarakat dan hubungan pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara cross sectional menggunakan alat bantu kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 106 responden. Hasil penelitian menunjukkan responden yang paling banyak menggunakan antibiotik berjenis kelamin perempuan 63 (59,4%), pada rentang usia 17-23 tahun 54 (54,7%). Responden mendapatkan antibiotik dengan menggunakan resep sebanyak 80 (76,2%), apotek sebagai tempat membeli antibiotik 60 (56,6%) terbanyak, dan Amoxicillin jenis antibiotik yang paling banyak digunakan 83 (87,3%). Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik dalam kategori cukup sebanyak 52 (49%) dan perilaku penggunaan antibiotik juga berada dalam kategori cukup sebanyak 73 (68,9%). Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik di masyarakat p-value (0,04) < 0,05 (0,04).
Potensi Antifungi Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Batu (Musa balbisiana Colla) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis Subaryanti, Subaryanti; Melasari, Fitri; Zainuddin, Riza
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i1.1107

Abstract

Kandidiasis vaginalis dan penyakit rongga mulut merupakan salah satu masalah global bagi kesehatan dunia termasuk Indonesia. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur (mikosis) genus Candida (kandidiasis) seperti yang disebabkan oleh Candida albicans dan Candida tropicalis. Saat ini obat golongan azol sebagai antifungi yang digunakan memiliki beberapa efek samping. Pisang batu (Musa balbisiana Colla) merupakan tanaman yang berkhasiat obat. Kulit buah pisang batu diketahui memiliki senyawa aktif sebagai antifungi yaitu tanin, flavonoid, saponin, dan steroid/triterpenoid yang dapat merusak protein membran dinding sel jamur dan merusak rantai DNA sehingga dinding selnya menjadi rapuh akibatnnya terjadi kematian sel jamur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit buah pisang batu mempunyai efek antifungi terhadap pertumbuhan C. albicans dan C. tropicalis secara in vitro. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi sumur dan agar. Konsentrasi ekstrak etanol kulit buah pisang batu adalah 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90 dan 100%. Sebagai kontrol positif digunakan Nystatin dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pisang batu dengan konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan C. albicans dan C. tropicalis dengan diameter zona hambat (DDH) sebesar 6,44 ± 3,94 mm untuk C. albicans dan 5,56 ± 2,07 mm untuk C. tropicalis. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) untuk C. albicans 20% dan C. tropicalis 70%. Secara umum, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pisang batu memiliki nilai persentase penghambatan antifungi yang lebih baik pada C. albicans diikuti oleh C. tropicalis.
Sensitivitas Escherichia coli Asal Saluran Air Tanah Baru Terhadap Antibiotik Hamida, Fathin; Syafriana, Vilya; Yuliawati, Chyntia
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i1.1124

Abstract

Saluran air Tanah Baru merupakan saluran air yang membawa aliran air dari Bogor dan Depok menuju Jakarta Selatan. Kondisi fisik air saluran Tanah Baru sangat keruh, berbau, dan ditumpuki banyak sampah. Hal ini sangat memungkinkan air tercemar oleh bakteri fekal Coliform. Escherichia coli merupakan bagian dari kelompok fekal Coliform dan indikator kontaminasi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi E. coli dari air saluran Tanah Baru dan menguji sensitivitasnya terhadap antibiotik. Sampel air diambil berdasarkan waktu yang berbeda yaitu pagi, siang dan sore. Tahap awal isolasi E. coli dilakukan menggunakan media Lactose Broth (LB) dan dilanjutkan dengan tahap konfirmasi menggunakan media Chromocult Coliform Agar (CCA). Isolat E. coli yang tumbuh pada media CCA selanjutnya diidentifikasi secara mikroskopik dengan pewarnaan Gram dan dikarakterisasi secara biokimia meliputi uji indol, uji produksi H2S, uji fermentasi karbohidrat, uji sitrat, dan uji katalase. Selain itu, isolat yang diperoleh juga diuji sensitivitasnya terhadap empat antibiotik, yaitu amoksisilin, tetrasiklin, kloramfenikol, dan siprofloksasin. Uji sensitivitas antibiotik menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Sebanyak tiga isolat E. coli berhasil diisolasi dari air saluran Tanah Baru, yaitu isolat PG-2, SI-1, dan SO-1. Tiga isolat E. coli memiliki tipe bakteri Gram negatif, karakter indol positif, H2S negatif, fermentasi karbohidrat positif, sitrat negatif, dan katalase positif. Hasil uji sensitivitas antibiotik menunjukkan bahwa isolat PG-2 dan SO-1 sensitif terhadap seluruh antibotik, sedangkan isolat SI-1 resisten terhadap amoksisilin dan tetrasiklin namun sensitif terhadap kloramfenikol dan siprofloksasin.
Aktivitas Antioksidan Sediaan Lip Balm yang Mengandung Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning (Curcubita moschata D.) Utami, Sheila Meitania; Fadhilah, Humaira; Aprilivani, Saskia Nur
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1087

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa pemberi elektron (electron donor) atau reduktan. Ekstrak etanol buah labu kuning (Curcubita moschata D.) telah diakui memiliki aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Pengujian aktivitas antioksidan dengan penentuan nilai IC50 diharapkan dapat menjadi informasi tentang kekuatan aktivitas antioksidan dengan memanfaatkan ekstrak buah labu kuning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada formulasi sediaan lip balm yang mengandung ekstrak etanol buah labu kuning. Penelitian ini menggunakan metode DPPH dan dibuat dalam sediaan lip balm yang mengandung ekstrak etanol buah labu kuning dengan variasi konsentrasi 2% (FI), 4% (FII) dan 8% (FIII). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol buah labu kuning mempunyai nilai IC50 148,32 ppm, sedangkan formulasi sediaan lip balm ekstrak labu kuning pada FI mempunyai nilai IC50 242,54 ppm, dan FII diperoleh IC50 216,78 ppm yang termasuk dalam golongan aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Sediaan FIII diperoleh IC50 172,46 ppm dan termasuk dalam golongan aktivitas antioksidan lemah. Dapat disimpulkan bahwa FIII sedian lip balm mempunyai aktivitas antioksidan yang paling baik dibandingkan FI dan FII.
Molecular Docking Senyawa Caboxamycin Pada Mycobacterium tuberculosis Polyketide Synthase 13 (Pks13) Puspitasari, Lia; Nur Aripin, Iis Sumiyati; Setyaningsih, Erwi Putri
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1265

Abstract

Senyawa caboxamycin merupakan antibiotik baru yang termasuk dalam kelompok benzoxazole yang diproduksi oleh Streptomyces sp. NTK 937 (marine strain). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penghambatan senyawa caboxamycin terhadap Mycobacterium tuberculosis polyketide synthase 13 (Pks13) secara in silico dengan metode molecular docking. Tahapan molecular docking dimulai dengan optimasi struktur senyawa caboxamycin dan streptomisin (kontrol positif) 3D, preparasi protein Pks13, validasi metode, serta docking senyawa caboxamycin dan streptomisin yang teroptimasi pada protein Pks13. Hasil docking protein Pks13 pada ligan standar adalah -144,0 kkal/mol, pada streptomisin adalah -101,7 kkal/mol, dan pada caboxamycin adalah -75,9 kkal/mol. Streptomisin dan caboxamycin memiliki ikatan hidrogen yang sama terhadap residu asam amino protein Pks13 yaitu ASN-1640 dan HIS-1664, sehingga caboxamycin memiliki mekanisme kerja dalam menghambat Pks13 pada M.tuberculosis secara in silico. Senyawa caboxamycin memiliki mekanisme molekuler dalam menghambat protein Pks13 yang ditunjukkan dengan adanya pembentukkan ikatan hidrogen, sehingga senyawa caboxamycin berpotensi sebagai antituberkulosis secara in silico.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Karyawan Giant Pondok Kopi Pada Penggunaan Multivitamin di Era Pandemi Covid-19 Putri, Elvina Triana; Wulandari, Ainun; Illahi, Sakinah Ayu
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1268

Abstract

Salah satu upaya pencegahan di tengah pandemi Covid-19 yang dilakukan adalah mengonsumsi multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh terutama mereka yang masih bekerja saat pandemi ini. Akan tetapi, pengetahuan para karyawan sangat diperlukan karena dapat berpengaruh terhadap sikap karyawan dalam memilih multivitamin secara tepat. Hal tersebut juga seiring dengan maraknya penggunaan multivitamin yang tidak rasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap karyawan pada penggunaan multivitamin di era pandemi Covid-19. Metode penelitian adalah observasional deskriptif dengan desain pengambilan data cross sectional menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dengan sampel berjumlah 71 responden. Hasil penelitian didapatkan data demografi karyawan Giant Pondok Kopi, Jakarta Timur, yaitu perempuan (49,3%) dan laki-laki (50,7%), usia 18-27 tahun (45,1%), pendidikan SMA sederajat (84,3%), pendapatan Rp.3.000.000-Rp.5.000.000 (71,8%), dan status menikah (71,4%). Tingkat pengetahuan karyawan terkait multivitamin tergolong baik (90,2%), sikap pada penggunaan multivitamin tergolong positif (95,8%), serta terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan multivitamin pada karyawan Giant Pondok Kopi, Jakarta Timur (p-value = 0,001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik dapat mendorong karyawan untuk mempunyai sikap yang baik pula, termasuk dalam penggunaan multivitamin.
Cemaran Mikrob pada Jamu Gendong Kunyit Asam di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat Hamida, Fathin; Herdini, Herdini; Oktaviani, Rista
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1270

Abstract

Jamu gendong kunyit asam adalah ramuan tradisional terbuat dari kunyit (Curcumae domestica Val.) dan buah asam Jawa (Tamarindus indica L.) produksi rumahan yang dikemas di dalam botol-botol dan disusun di dalam sebuah bakul yang digendong oleh penjual. Jamu gendong sangat diminati oleh masyarakat Indonesia karena diyakini berkhasiat baik bagi kesehatan. Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang banyak ditemukan produsen jamu gendong. Status produksi jamu gendong tidak wajib memiliki izin edar. Hal ini menyebabkan aspek higiene pada proses produksi kurang menjadi perhatian oleh produsen sehingga jamu gendong berpotensi tercemar mikrob. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji cemaran mikrob pada jamu gendong kunyit asam. Uji cemaran mikrob yang dilakukan meliputi Angka Lempeng Total (ALT) bakteri, Angka Kapang Khamir (AKK), dan deteksi keberadaan bakteri enterik. Pengujian dilakukan terhadap lima sampel jamu gendong kunyit asam yang berasal dari lima produsen berbeda dengan lingkungan tempat tinggal berbeda (P1, P2, P3, P4, dan P5) dan satu sampel yang dibuat sendiri oleh peneliti (P0) sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lima sampel yaitu P1, P2, P3, P4, dan P5 telah tercemar oleh mikrob serta terdeteksi positif tercemar bakteri enterik. Sampel P0 tidak ditemukan cemaran mikrob karena proses produksi hingga pengemasan dilakukan secara aseptis.
Potensi Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Gatal (Urticastrum decumanum (Roxb.) Kuntze) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans Yanti, Subar -; Meianti, Durkas Sabat Dwi; Manalu, Rosario Trijuliamos
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1272

Abstract

Daun gatal (Urticastrum decumanum) merupakan tanaman asli Papua yang banyak digunakan sebagai obat pereda nyeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba daun gatal terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Daun gatal diambil dari Kabupaten Mimika, Kota Timika, Provinsi Papua, Indonesia. Daun gatal segar sebanyak 2 kg yang telah bersih dikeringkan dengan cahaya matahari tidak langsung. Serbuk daun gatal dimaserasi menggunakan etanol 96% dan dipekatkan pada suhu 40 oC hingga menjadi ekstrak kental. Penapisan fitokimia dilakukan terhadap senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak daun gatal dibuat empat konsentrasi yaitu 1,0; 1,5; 2,0, dan 2,5% dengan kontrol positif kloramfenikol untuk S. aureus dan ketokonazol untuk C. albicans, serta DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Uji aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram dan dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gatal mengandung senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak etanol daun gatal pada konsentrasi 2,5% memiliki daya hambat paling tinggi terhadap S. aureus dengan diameter 12,7 mm dan 10,7 mm untuk C. albicans. Respon pertumbuhan S. aureus dan C. albicans dalam kategori lemah sampai sedang. Konsentrasi ekstrak etanol daun gatal yang ditetapkan sebagai konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap S. aureus dan C. albicans adalah 0,6%.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Swamedikasi Diare pada Balita di Jagakarsa Wulandari, Ainun; Madhani, Suci
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1287

Abstract

Swamedikasi adalah proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan gejala sampai pemilihan dan penggunaan obat. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang sering dialami masyarakat seperti demam, pusing, nyeri, batuk, influenza, maag, kecacingan, penyakit kulit dan diare. Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume cair serta frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih. Apabila swamedikasi tidak dilakukan dengan benar maka dapat berisiko munculnya keluhan lain karena penggunaan obat yang tidak tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare pada balita di Kelurahan Jagakarsa. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, serta menggunakan teknik sampling berupa simple random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 211 responden. Hasil menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 52,1%, memiliki pengetahuan cukup sebanyak 27%, dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 20,9%. Hasil analisis perilaku swamedikasi diare menunjukkan bahwa responden mempunyai perilaku yang baik sebanyak 47,4%, berperilaku cukup sebanyak 37,9%, dan berperilaku kurang baik sebanyak 14,7%. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare pada balita dengan nilai p value 0,000 < 0,05.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue