cover
Contact Name
Abdul Syatar
Contact Email
mazahibunapmh@gmail.com
Phone
+6285340255385
Journal Mail Official
mazahibunapmh@gmail.com
Editorial Address
l. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab
ISSN : 26856905     EISSN : 26857812     DOI : -
Core Subject : Religion,
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan karya-karya tulis terkait dengan kajian perbandingan hukum, baik itu antara hukum Islam dan hukum positif, ketokohan mazhab, maupun pemikiran hukum Islam kekinian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 101 Documents
Jaminan Fidusia dalam Transaksi Perbankan; Studi Komparatif Hukum Positif dan Hukum Islam Muhammad Sabir; Rifka Tunnisa
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 2 ISSUE 1, JUNE 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v2i1.14284

Abstract

 Penerapan Hukum Jaminan Fidusia dalam transaksi perbankan. Produk-produk transaksi perbankan hampir seluruhnya menerapkan jaminan. transaksi perbankan di lembaga keuangan konvensional berbasiskan utang-piutang sehingga penerapan jaminan fidusia dapat diterapkan. Akan tetapi, transaksi perbankan di keuangan syariah tidak seluruhnya berbasis utangpiutang, namun juga ada yang berbasis modal kerja dan jasa. Pada dua transaksi perbankan terakhir tidak ditemukan adanya utang-piutang secara prinsip sehingga penerapan jaminan fidusia tidak kompatibel dengan model transaksi perbankan tersebut. Jaminan surat (al-rahn al-tasjili) adalah bentuk jaminan yang dikenalkan dalam Islam yang memiliki kemiripan dengan jaminan fidusia meskipun tidak sama persis.   Kata Kunci: Jaminan Fidusia, Hukum Positif, Hukum Islam AbstractApplication of the Fiduciary Guarantee Law in banking transactions. Banking transaction products almost all implement collateral. Banking transactions in conventional financial institutions are based on debts so that the application of fiduciary guarantees can be applied. However, banking transactions in Islamic finance are not entirely based on debt, but there are also those based on working capital and services. In the last two banking transactions there were no principal debts found so that the application of fiduciary collateral was not compatible with the banking transaction model. A letter guarantee (al-rahn al-tasjili) is a form of guarantee introduced in Islam that has similarities to a fiduciary guarantee even though it is not exactly the same. Keywords: Fiduciary Guarantee, Positive Law, Islamic Law
Falsafah Hukum Jihad Masa Kini dalam Surah Al-Shaf Azman Arsyad
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 1 ISSUE 2, DECEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v1i2.11648

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan filosofi jihad yang terkandung dalam Surah al-Shaf. Pendekatan yang digunakan untuk melacak yaitu normatif. Realitas jihad dalam Surah Al-Shaff bertujuan untuk dakwah mempunyai pengertian yang luas. Jihad harta dan jihad jiwa raga (hawa nafsu) dan sebagainya untuk diamalkan dalam jiwa masyarkat Islam. Kepemimpinan Rasululllah terdahulu yang berjihad di jalan Allah menjadi suri teladan ke atas umat Islam sehingga hari ini dan mempunyai banyak pengajaran untuk di pelajari. Rasulullah berkorban semata mata demi kebaikan umat masyarakat dan Islam serta banyak mengeluarkan harta dan jiwa raganya.Kata kunci: Surah al-Shaf; Jihad; Jihad Harta dan Jiwa
Diskursus Makna Keadilan dalam Poligami Firmansyah Firmansyah
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 1 ISSUE 1, JUNE 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v1i1.9507

Abstract

Perdebatan seputar poligami yang selama ini terjadi, telah menyita perhatian umat Islam, karena poligami dihubungkan dengan budaya Islam bahkan sunah Nabi. Bagi pihak pro poligami, argumen yang dijadikan alasan adalah bahwa poligami merupakan ibadah dan menjalankan aturan agama yang diwahyukan Allah, lebih lanjut, tidak dapat dibenarkan mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah SWT. Sementara bagi pihak anti poligami, memiliki argumen bahwa, sekalipun adil menjadi syarat, namun itu sangat sulit untuk dilakukan, terlebih adil dalam membagi kasih sayang dan cinta kasih. Perbedaan penafsiran terhadap ayat poligami menyebabkan diskursus dan silang pendapat diantaranya mempersoalkan syarat mutlak yang harus dipenuhi poligami, yakni adil, yang dinukil dari surat an-Nisa’ ayat 3 dan ayat 129. Syarat adil dalam ayat tersebut menimbulkan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan adil dalam poligami dan bagaimana keadilan dalam poligami menurut tinjauan hukum Islam. Penelitian ini utamanya menggunakan metode kepustakaan (library research) pendekatan yang digunakan normatif. Pendekatan normatif digunakan untuk memahami masalah-masalah dengan melihat dan mendasarkan pada teks al-Qur’an maupun as-Sunnah serta hasil ijtihad sebagai upaya pembenaran atau pemberian norma terhadap masalah yang didekati. Hasil penelitian ini telah menemukan beberapa hal di antaranya adalah Pertama, menunjukkan bahwa An-Nisa ayat 3 memperbolehkan praktik poligami dengan catatan suami mampu bertindak adil terhadap istri-istri nya. Kedua, Sementara An-Nisa ayat 129 tentang adil dalam rumah tangga memberikan rujukan pada keadilan yang bersifat material dan terukur, bukan keadilan bersifat imaterial dan abstrak.
Al-Islam wa al-Mar'ah Gadallah, Muhammad Sa'ad Abdel Khaliq; Syatar, Abdul; Pallawagau, Baso
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 2 ISSUE 1, JUNE 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v2i1.14280

Abstract

 Tulisan ini menguraikan tentang penghormatan dan penghargaan Islam terhadap perempuan sejak dari buaian hingga ke liang lahat dalam segala aspek kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu, pertanyaan yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah bagaimana kedudukan perempuan sebelum Islam?. Jenis penelitian artikel ini yaitu deskriktif dengan pendekatan kemanusian, sosial dan historis yang disajikan dengan penjelasan dari literatur kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sebelum Islam kurang menemukan hak-haknya, tidak ada penghormatan serta tidak memiliki nilai. Islam datang dengan membawa pedoman aturan dan syariat yang memberikan segala hak perempuan dalam kehidupannya. Adapun kesamaran yang terdapat pada perempuan banyak sekali ditemukan seperti kematangan akal kurang dibandingkan dengan pria, penciptaannya dari tulang rusuk, anggapan bahwa mayoritas penghuni neraka dari kalangan perempuan dan seterusnya, tetapi harus dipahami secara baik dan sehat. Perempuan memiliki hak sejak dini dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, perempuan hendaknya menggunakan hak-haknya untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam dirinya secara baik dan benar                                                                                                                         .Kata Kunci: Islam dan Perempuan; Penghormatan Perempuan; Kekurangan Perempuanالملخصهذه المقالة تتحدث عن تكريم الإسلام للمرأة من المهد إلى اللهد في جميع أنحاء العالم ولذلك كانت الأسئلة المطروحة في هذه المقالة هي كيف مكانة المرأة قبل الإسلام؟ ما هي الشبهات حول موضوع تكريم الإسلام للمرأة. نوع البحث المستخدم في هذه المقالة هو البحث الوصفي النوعي باستخدام النهج الإنساني والاجتماعي والتاريخي، وجمع البيانا بطريقة مكتبية. نتيجة البحث تجيب عن هذه الأسئلة وهي أن المرأة قبل الإسلام منفية الحقوق، لا كرامة لها و لا قيمة. فقد جاء الإسلام بقوانين وشرائع تعطي للمرأة حقها في الحياة. وأن الشبهات حول موضوع تكريم المرأة كثيرة كنقص عقلها وخلقها من ضلع أعوج وأكثرها أهل النار وغير ذلك لابد أن نفهمها بفهم سليم. والمستفاد من هذا البحث بأن للمرأة حقوقا منذ طفولتها في الأسرة والمجتمع، فعليها أخذ هذه الحقوق. الفهم السليم يبعد الإنسان عن الشبهات حول تكريم المرأة وإعطاء حقوقها.كلمة افتتاحية: الإسلام المرأة تكريم المرأة شبهات
Criminology in Islam; between Human-Kind and Injustice Hasan, Hamzah
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 1, JUNE 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v3i1.21238

Abstract

This article aims to highlight controversies regarding the punishment for criminals. Some legal experts consider that punishment in Islamic crimes is contrary to human rights standards. Such differences are reasonable due to differences in standards in viewing human rights. According to Islamic criminal law, human rights are centred on God (theocentric), while according to criminal law, human rights are human-centred (anthropocentric). On that basis, Islamic criminal law views punishing people who commit crimes with any form of punishment does not conflict with human rights because the perpetrators have sacrificed other people. just Islamic criminal law upholds humanity and justice
Analisis Perbandingan Mazhab tentang Pelaksanaan Mediasi dengan Media Telekonferensi Nurul Aulia Dewi; Abdul Halim Talli
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 2 ISSUE 2, DECEMBER 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v2i2.17818

Abstract

This article seeks to present a comparison of mediation with teleconference media, both within the PERMA and the scholars of the sect. Mediation is an attempt to resolve conflicts by engaging neutral mediators who do not have the authority to make decisions that help the parties in dispute to reach a resolution or solution accepted by both parties. The multidisciplinary approach used in this article is a juridical, sociological, theological-normative and managerial approach. This article is library research, a study by writing, clarifying, and making data obtained from various written sources. The method of data collection is to use document techniques (library studies). Quoting and analyzing data with document techniques is intended to collect related data contained in documents in the form of books, journals, and research results in the form of thesis, thesis, and dissertation. The results found that the most notable differences regarding the limits of mediation with teleconference media were found in the dissent of the Sect scholars. The Shafi and Hanbali sects argue that the ideal age in marriage is 15 years, while Abu Hanfah argues that the age of maturity comes at 19 years of age for women and 17 years for men, as is the case with Imam Malik arguing that the ideal age of manhood is 18 years for both men and women. The differences between the Imams of the Sect are influenced by the environment and culture in which they live. However, in Islamic law itself there is never a very firm limit, but the most basic thing about the age limit of marriage is that it is already in place
The Ijtihād of Prophet; Analytical Comparison between Sunni and Shiah Nur, Sultan
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 1, JUNE 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v3i1.14547

Abstract

This article aims to reveal the nature of Ijtihad in the eyes of linguists and scholars of Usul Fiqh from the Sunni and Shia circles. After that, it goes to the core of the discussion, which is trying to explain what the Ahlusunnah's views regarding Ijtihad on the Prophet are, of course, accompanied by the arguments and arguments—then followed by an explanation of how the Shia perspective on the issue of the Prophet's Ijtihad. The study results show that Ijtihad on the Prophet saw is a classic issue that has been a long discussion, and each has a different view and is supported by accurate and conclusive arguments. Those who support the view that the Prophet SAW in issuing laws for an issue have used the Ra'yu and Ijtihad (Qiyas) methods, and this view is in great demand by the Ahlussunnah scholars. Of course, this view is not without solid arguments. It is even supported by arguments from the Qur'an and hadith, which are the primary basis and source for every problem. The second group argues that it is impossible for the Prophet to Ijtihad in using Qiyas and Ra'yu because everything is clear enough for the Prophet and no longer requires any effort to use Ijtihad to uncover the law of a problem. Supporters of this view are mainly formed from among scholars or scholars of Usul Fiqh of the Imamiyah Shia School.
Argumentasi Konsep Jihad Jamaah Tabligh di Kecamatan Minasatene, Pangkep Sulawesi Selatan Ilham Latif; Fatmawati Fatmawati
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 2 ISSUE 2, DECEMBER 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v2i2.15021

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan mengkaji argumentasi konsep jihad Jamaah Tabligh di Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan hukum Islam dan sosiologis.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Jihad Jamaah Tabligh di Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep antara lain perbaikan iman dan amal, penyempurnaan ibadah kepada Allah swt., perbaikan akhlak dan islah diri. Penerapan konsep jihad yang mereka pahami tertuang dalam akitivitas khuruj. Khuruj diimplementasikan dalam waktu 3 hari, 40 hari dan 4 bulan. Pandangan masyarakat terhadap penerapan konsep jihad Jamaah Tabligh terbagi atas dua kelompok yaitu kelompok yang menerima dan mendukung gerakan dakwah Jamaah Tabligh, dan kelompok yang menolak kehadiran pergerakan dakwah Jamaah Tabligh. Masyarakat yang menerima dan mendukung gerakan dakwah Jamaah Tabligh beralasan bahwa kalangan tersebut memiliki semangat dan keuletan berdakwah yang harus diapresiasi. Sedangkan yang menolak mengemukakan bahwa Jamaah Tabligh ini terkesan jorok, meninggalkan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya, pemahaman agama yang kaku dan tekstual,  metode dakwah Jamaah Tabligh belum mampu merespon kondisi sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat dan belum mampu menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah menjembatani perbedaan penerimaan terhadap kelompok Jamaah Tabligh ini, agar tidak menimbulkan gesekan-gesekan di kemudian hari.  Kata Kunci: Konsep Jihad; Penerapan; Jamaah Tabligh; Pandangan Masyarakat. AbstractThis article aims to examine the concept of Jamaah Tabligh jihad and its application, as well as the community's view on the implementation of Jamaah Tabligh jihad in Minasatene District, Pangkep Regency. By using the methodology syar'i approach and sociological approach. The shar'i approach is intended to analyze the concept of jihad from the perspective of sharia / Islamic law. Furthermore, the sociological approach is intended to see the community's view on the implementation of the Jamaah Tabligh jihad. The results of this study indicate that the concept of Jihad Jamaah Tabligh in Minasatene District, Pangkep Regency, including; improvement of faith and charity, improvement of worship to God Almighty, improvement of morals and self-reconciliation. Furthermore, the application of the concept of jihad which they understood was contained in the Khuruj. Khuruj is implemented in 3 days, 40 days and 4 months. The public's view on the application of the Jamaah Tabligh jihad concept is divided into two groups, those who accept and support the Jamaah Tabligh propaganda movement, and those who reject the Jamaah Tabligh propaganda movement. People who accept and support the Jamaah Tabligh preaching movement argue that the Jamaah Tabligh has the spirit and tenacity of propaganda that must be appreciated. Whereas those who refuse to point out that the Tabligh Congregation seems to be dirty, leave the family they are responsible for, the rigid and textual understanding of religion, the propaganda method of the Tabligh Congregation has not been able to respond to the socioeconomic conditions faced by the community and has not been able to answer the challenges of the times. Therefore, it is hoped that the government bridges the difference in acceptance of the Jamaah Tabligh group, so as not to cause friction in the future.Keywords: Concept of Jihad; Implementation; Jamaah Tabligh: Community View.
Mappasoro' Tradition in Mandar; an 'Urf Analysis Amir, Sapri; Lewa, Irfan
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 1, JUNE 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v3i1.19303

Abstract

This study aims to determine the views of Islam ('urf perspective) against a tradition that is still commonly practiced by the Mandar community today is the mappasoro tradition, especially in Laliko Village, Campalagian District, Polewali Mandar Regency. This research does not aim to be seen as an act that has implications for reward or sin when it is done or not done, but want to see the values contained in this tradition so that they are still used today. This type of research is field research where the researcher is required to go directly to the field by using a qualitative descriptive research method, namely research that provides an overview of the mappasoro tradition in the 'urf perspective' carried out by the community in the village. This research uses a social approach and a syar'i approacpp. The results of this study indicate that the mappasoro tradition is a tradition that is considered a form of alms that is carried out solely to remember Allah SWT.  even in this tradition it contains religious values, moral values, and cultural values
Mengatasi Kejenuhan Suami-Istri Perspektif Ulama Mazhab M. Thahir Maloko; Arif Rahman
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 2 ISSUE 2, DECEMBER 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v2i2.16059

Abstract

Making family in harmony is not as easy as we say. There are many obstacles faced by members of the family that sometimes make them bored. Those obstacles can be such as; business, different opinion, the presence of "third persons", misunderstanding, arrogance, jealousy and infertility. Besides that, economy and education obstacles can be also the cause of disharmony. Based on Islamic teaching, the strategic way to solve this problem is to refresh the hamony by appeciating and builiding mutual understanding among members of the family. 

Page 3 of 11 | Total Record : 101