cover
Contact Name
Susanto Dwiraharjo
Contact Email
jurnalgraciadeo@gmail.com
Phone
+6282310002924
Journal Mail Official
jurnalgraciadeo@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
ISSN : 26556871     EISSN : 26556863     DOI : 10.46929
Jurnal Teologi Gracia Deo merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2655-6863 (online), ISSN: 2655-6871(print), diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta. Focus dan Scope dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani
Articles 112 Documents
Pernikahan Adalah Perjanjian: Sebuah Kajian Teologis Maleakhi 2:10-17 Dwiraharjo, Susanto
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 7, No 1: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v7i1.216

Abstract

Many Christian marriages experience breakdowns amid their journey. The marriage vows spoken during the wedding ceremony no longer serve as guiding principles. These vows seem meaningful only when uttered; afterward, they are disregarded. This study will employ the biblical exegetical method to uncover the biblical truth regarding the meaning of marriage vows. This method is suitable because it can reveal the truth behind the biblical text. The truth discovered is hoped to provide insights into the significance of marriage vows spoken during the wedding ceremony. Thus, it can be understood that marriage vows are not merely lip service but must be a dedication and commitment of the couple. This is what will ensure that the marriage can endure a lifetime. AbstrakBanyak pernikahan Kristen mengalami kehancuran di tengah perjanalanannya. Janji pernikahan yang diucapkan saat upacara pernikahan dilaksanakan tidak lagi menjadi pegangan. Janji pernikahan itu sepertinya bermakna pada saat diucapkan saja, dan setelah itu akan diabaikan. Untuk menemukan kebenaran biblika terkait dengan makna dari suatu janji pernikahan, maka penelitian ini akan menggunakan metode eksegesis. Metode ini dinilai cocok karena dapat menemukan kebenaran yang berada di balik teks Alkitab tersebut. Melalui kebenaran yang ditemukan, diharapkan dapat memberi petunjuk akan bermaknanya janji pernikahan yang diucapkan saat upacara pernikahan dilangsungkan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa janji pernikahan itu bukan semata ucapan bibir belaka, tetapi itu harus menjadi dedikasi dan komitmen pasangan. Hal itulah yang akan menjamin pernikahan dapat bertahan seumur hidup.  
Dari Nazareth ke Ruang Rapat: Implikasi Kristologi bagi Kepemimpinan Kontemporer dalam Menghadapi Krisis Global Wijayanto, A. R.; Gultom, Junifrius
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 7, No 1: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v7i1.221

Abstract

Christian leadership must adapt to global changes and contemporary challenges by integrating the principles of Jesus Christ's leadership. Jesus' incarnational leadership model, which focuses on service, humility, and inclusivity, can provide relevant solutions amid global crises such as pandemics and economic instability. The philosophy of inclusive, transparent, flexible, and sustainable meeting rooms is an analogy for developing effective Christian leadership. Christian leaders must ensure inclusivity, transparency, and their congregations' emotional and spiritual well-being, utilizing technology to support effective communication. By applying these principles, Christian leaders can face global challenges with integrity and justice, bringing positive change to the lives of their congregations and society at large. AbstrakKepemimpinan Kristen harus beradaptasi dengan perubahan global dan tantangan kontemporer dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip kepemimpinan Yesus Kristus. Model kepemimpinan Yesus yang inkarnasional, yang berfokus pada pelayanan, kerendahan hati, dan inklusivitas, dapat memberikan solusi relevan di tengah krisis global seperti ketidakstabilan ekonomi, sos-pol. Filosofi ruang rapat yang inklusif, transparan, fleksibel, dan berkelanjutan menjadi analogi untuk mengembangkan kepemimpinan Kristen yang efektif. Pemimpin Kristen harus memastikan inklusivitas, transparansi, dan kenyamanan emosional serta spiritual jemaat, memanfaatkan teknologi untuk mendukung komunikasi yang efektif. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pemimpin Kristen dapat menghadapi tantangan global dengan integritas dan keadilan, membawa perubahan positif dalam kehidupan jemaat dan masyarakat luas.   

Page 12 of 12 | Total Record : 112