cover
Contact Name
Susanto Dwiraharjo
Contact Email
jurnalgraciadeo@gmail.com
Phone
+6282310002924
Journal Mail Official
jurnalgraciadeo@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
ISSN : 26556871     EISSN : 26556863     DOI : 10.46929
Jurnal Teologi Gracia Deo merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2655-6863 (online), ISSN: 2655-6871(print), diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta. Focus dan Scope dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani
Articles 112 Documents
Korelasi Misi Penginjilan Gereja dan Pelayanan Diakonia Kurniawan Kurniawan
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.162

Abstract

Many churches carry out God's mission, preaching the Gospel to remote places to reach people who do not know Christ. The church also carries out diaconal services for its citizens and even for members of the surrounding community. This article combines the ministry of evangelism and diakonia as the church's mission. Using a descriptive method based on a literature review, the results show that the understanding of mission is often related to spiritual matters. At the same time, diakonia services are associated with material things only. This study concludes that preaching the Gospel and the ministry of diakonia are part of God's mission or misio Dei.  AbstrakBanyak gereja melakukan misi Allah, yakni tentang pengabaran Injil, ke tempat terpencil untuk dapat menjangkau orang-orang yang belum mengenal Kristus. Gereja juga melakukan pelayanan diakonia bagi warganya sendiri dan bahkan bagi anggota masyarakat di sekitarnya. Artikel ini bertujuan untuk memadukan kedua pelayanan pekabaran Injil dan diakonia sebagai misi gereja. Dengan menggunakan metode deskriptif berbasis pada kajian literatur, diperoleh hasil bahwa kerap kali pemahamanan misi dikaitkan dengan hal-hal rohani; sementara pelayanan diakonia dikaitkan dengan hal material saja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, baik pekabaran Injil maupun pelayanan diakonia merupakan bagian dari misi Allah atau misio Dei. 
Disabilitas dan Hospitalitas: Rekonstruksi Teologi Hospitalitas dalam Lingkaran Pastoral Susi Susi; Halim Wiryadinata
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.156

Abstract

This study aims to show the reconstruction of the hospitality concept among disabilities in the light of the Pastoral Circle. The discrimination treatment for disabilities is the unbalanced of life among disabled people to exist in the community. Religion and psychology elements discover the limited approach through the infrastructures and the equipment for the disabilities. Religion is supposed to connect reality and the afterlife unable to work in the community. While the psychology element evaluates the acceptance of disabled people, they are rejected in the community. Through the pastoral circle method, this research analyses the four important points, which are insertion, social analysis, theological reflection, and pastoral planning to discover the redefintion of hospitality. The result is that the reconstruction of hospitality is the real action to fight along the ethical religious values without looking at their background. Finally, the conclusion is to impose the holistic program through infrastructure and equipment along the religious values to help them to exist in the community. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep hospitalitas diantara disabilitas dalam perspektif Lingkaran Pastoral. Faktor diskriminasi bagi disabilitas menciptakan ketidak-seimbangan di tengah masyarakat untuk mengakui keadaan mereka. Elemen agama dan psikologi menemukan ketidakberdayaan disabiltas melalui infrastruktur dan perlengkapannya. Agama yang diharapkan untuk menghubungkan antara realitas dan kehidupan yang akan datang belum mampu berperan didalam komunitas. Elemen psikologi mengevaluasi penerimaan disabiltas di masyarakat, tetapi mereka ditolak. Melalui metode lingkaran pastoral, studi ini memiliki empat poin utama yaitu permasalahan, sosial analisis, refleksi teologi, dan rencana pastoral untuk merekonstruksi konsep hospitalitas. Hasil dari penelitian ini bahwa redefinsi hospitalitas adalah tindakan nyata melalui nilai-nilai religi untuk memperjuangkan disabilitas di tengah masyarakat. Kesimpulannya yaitu menerapkan program hoslitik melalui infrastruktur and perlengkapannya untuk membantu mereka diterima di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai religi. 
Hubungan Religiositas dengan Moralitas: Studi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen, IAKN Kupang Marthen Nawa Bangngu; Ezra Tari; Johana Manubey
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.149

Abstract

Morality in the campus environment tells about the lives of students which talks about the actions and behavior of students from Christian education backgrounds—problems about my actions and behavior that can still do things that violate morality. Students can apply a moral life on campus and in the community. First, this study aims to determine the level of religiosity among students of the Kupang State Christian Institute for the 2019 Christian Religious Education study program. Second, the level of morality in the students of the Kupang State Christian Institute for the Study of Christian Religious Education, class 2019. The third is to prove the relationship between religiosity and morality in students. Kupang State Christian Institute, Class of 2019. This study uses a quantitative approach. Based on the results of the research analysis proves that the level of student religiosity is very high. The percentage level of student morality is high. The correlation test results show a significant relationship between religiosity and the morality of students at the Kupang State Christian Institute, Christian Religious Education Study Program. AbstrakMoralitas dilingkungan kampus yang bercerita tentang kehidupan para mahasiswa yang didalamnya berbicara tentang perbuatan dan tingkah laku/ahklak para mahasiswa yang berlatar belakang mahasiswa pendidikan Kristen. Masalah tentang perbuatan dan tingkalaku yang masih kedapat melakukan perbuatan yang melanggar moralitas. Mahasiswa mampu menerapkan kehidupan yang bermoral di lingkungan kampus maupun di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan moralitas, berdasarkan studi kasus pada mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Program Studi Pendidikan Agama Kristen angkatan 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis penelitian membuktikan tingkat religiositas mahasiswa sangat tinggi. Persentase tingkat moralitas mahasiswa tinggi. Dari hasil uji korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara religiositas dengan moralitas mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Program Studi Pendidikan Agama Kristen. 
Konsep Pengangkatan Gereja Menurut 1 Tesalonika 4:13-18 Susanto Dwiraharjo
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.6

Abstract

The rapture is an essential teaching in the Bible, but on the other hand, it still creates many arguments in a polemic. This is due to the many different methods of interpretation. The method used in this research is exegesis. This method approaches the text using the original language in which the Bible was written. With this writing, a biblical truth can be found, which can be a reference for believers. The rapture is an essential Bible teaching at the end of systematic theology. AbstrakPengangkatan adalah ajaran penting dalam Alkitab, namun di sisi lain masih menim-bulkan banyak argumentasi dalam suatu polemik. Hal tersebut disebabkan adanya banyak ragam metode interpretasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksegesis. Metode ini melakukan pendekatan terhadap teks dengan menggunakan bahasa asli Alkitab ditulis. Diha-rapkan dengan penulisan ini dapat ditemukan suatu kebenaran alkitabiah yang dapat menjadi rujukan bagi orang percaya. Pengangkatan adalah ajaran penting Alkitab yang ditempatkan pada bagian akhir teologi sistematika.  
Keteladanan Tuhan Yesus Secara Humanis Berdasarkan Yohanes 13:1-20 Sefen Krisman Gea
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.187

Abstract

As humans who have been created in the image and likeness of God, we should be able to set an example. But the fact is that humans cannot be a complete example, both to God and to fellow humans. This is because man has fallen into sin. Sin has taken control of man, so man begins to rebel, envy, kill, corrupt, commit crimes against God's will, and cannot be an example. To restore God's original plan for humans, God sent Jesus into this world to save and be an example for humans. Jesus is a humanist example. Jesus' model can be seen in John 13:1-20. The research method used in this study is qualitative - Literature Study. The standard of the Lord Jesus that is meant humanly based on John 13:1-20 is that Jesus respects and upholds every human dignity and always puts the interests of others first. The main requirement to be able to imitate Jesus' example humanely is to believe and accept Jesus as his Lord and Savior.   AbstrakSebagai manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, seharusnya dapat menjadi teladan. Namun faktanya manusia tidak dapat menjadi teladan secara utuh, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Hal ini disebabkan oleh karena manusia telah telah jatuh ke dalam dosa. Dosa telah menguasai manusia, sehingga manusia  mulai memberontak, iri hati, membunuh, korupsi, melakukan kejahatan yang melawan kehendak Allah, dan tidak dapat menjadi teladan. Untuk mengembalikan rencana Allah semula bagi manusia, maka Allah mengirimkan Yesus ke dunia ini untuk menyelamatkan dan menjadi teladan bagi manusia. Yesus adalah teladan yang humanis. Keteladanan Yesus ini dapat dilihat dalam Yohanes 13:1-20. Metode penelitan yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif- Studi Pustaka. Keteladanan Tuhan Yesus yang dimaksud secara humanis berdasarakan Yohanes 13:1-20 adalah Yesus menghargai dan menjunjung tinggi setiap martabat manusia dan selalu mengutamakan kepentingan orang lain. Syarat utama untuk dapat meneladani keteladanan Yesus secara humanis adalah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.  
Pertumbuhan Kehidupan Batin Berdasarkan Teori Pemimpin Transformatif Timotius Barus; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.180

Abstract

Leadership theology is part of the broader idea of growth in the leader's inner leadership life, which also includes more collaborative efforts to develop leadership abilities in groups and organizations. A proposed framework for Christian leader development outcomes, based on five main areas, will be presented: Christian formation, personal formation, relational skills, intellectual abilities, and managerial skills. The existence of differences in leadership from a theological point of view allows researchers to examine this research with transformative leader theory. This study suggests a combined framework for the desired goal of Christian leader development based on an analysis of the scientific literature on the subject from a Christian and secular point of view.   AbstrakTeologi kepemimpinan adalah bagian dari gagasan pertumbuhan kehidupan kepemimpinan batin sang pemimpin yang lebih luas, yang juga mencakup upaya yang lebih kolaboratif untuk membantu pengembangan kemampuan kepemimpinan dalam kelompok dan organisasi. Kerangka yang diusulkan untuk hasil pengembangan pemimpin Kristen, berdasarkan sekitar lima bidang utama, akan disajikan: pembentukan Kristen, pembentukan pribadi, keterampilan relasional, kemampuan intelektual, dan keterampilan manajerial. Adanya perbedaan tentang kepemimpinan dalam sudut pandang teologi memberikan peneliti mengkaji penelitian ini dengan teori pemimpin transformatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyarankan kerangka gabungan untuk tujuan yang diinginkan dari pengembangan pemimpin Kristen berdasarkan penelitian literatur ilmiah tentang subjek dari sudut pandang Kristen dan sekuler. 
Hospitalitas Sebagai Objek Perjumpaan Kristen-Islam: Resiprositas, Sinergisitas, dan Kolaborasi Audy Walangare; Bartolomeus Diaz Nainggolan; Rudolf Sagala
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.157

Abstract

The Christian-Muslim conflict is moving forward and has not yet reached a peace climax which is comprehensive and accommodating the whole, at least, the specific intention of religions. The religious conflict includes dogmatics, politics, rights to construct temples, education, and other related dimensions. Hospitality offers constructive conversation to Christian-Islam relations in Indonesia. Using the qualitative descriptive method, this research portrays a hospitality comparison between two distinct religious perspectives. Eventually, Islamic hospitality relates to wealth and worldly pleasure, while Christianity considers hospitality part of spiritual and divine participation. AbstrakKonflik agama Kristen-Islam terus bergulir dan belum mencapai titik klimaks perdamaian yang komprehensif dan mengakomodasi seluruh, atau paling tidak, sebagian besar kepentingan agama. Pertikaian agama meliputi konflik dokmatika, politik agama, hak-hak mendirikan bangunan ibadah, pendidikan dan berbagai aspek lainnya. Hospitalitas menawarkan percakapan yang konstruktif bagi agama Kristen-islam di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menampilkan hospitalitas sebagai objek perjumpaan dari dua perspektif tradisi agama yang berbeda, yaitu Kristen dan Islam. Pada akhirnya, hospitalitas Islam memiliki korelasi dengan kemakmuran dan kekayaan dunia, berpusat pada diri manusia dan berkaitan erat dengan ritual keagamaan sedangkan Kristen menganggap hospitalitas sebagai manifestasi cinta kasih, berfokus pada ilahi, dan bagaian dari partisipasi spiritual dengan Tuhan.
Membangun Konsep Diri Positif melalui Konseling Pastoral bagi Remaja yang Mengalami Fatherless Nurhayati Tobing; Yanto Paulus Hermanto
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i1.123

Abstract

This study aims to discuss the role of pastoral counseling for adolescents who experience fatherlessness in building a positive self-concept using a qualitative descriptive research method, namely exploring and photographing social situations that are thoroughly, broadly, and deeply examined on social or humanitarian issues. The absence of a father from childhood to adolescence will be a bad experience because the father figure represents God in terms of protection and guidance. A self-concept built without clear leadership and direction will result in negative behavioral attitudes in adolescents. Pastoral counseling is a way of shepherding youth to be guided and directed towards an upbeat personality so that they have self-confidence and self-esteem and can solve their problems, which in the future can become physically, psychologically, and morally healthy teenagers.  AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas peran konseling pastoral untuk  remaja yang mengalami fatherless dalam membangun konsep diri yang positif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu mengekplorasi dan memotret situasi sosial yang diteliti secara menyeluruh, luas, dan dalam terhadap masalah sosial atau kemanusiaan. Ketidakhadiran ayah pada masa anak-anak sampai remaja akan menjadi pengalaman buruk karena figur ayah yang mewakili Tuhan dalam hal perlindungan dan pimpinan. Konsep diri yang dibangun tanpa kepemimpinan dan arahan yang tidak jelas dan tidak ada, akan menghasilkan sikap perilaku negatif anak remaja. Konseling pastoral merupakan cara menggembalakan remaja untuk dibimbing diarahkan menuju pribadi yang positif sehingga memiliki rasa percaya diri, penghargaa diri, mampu menyelesaikan masalahnya sendiri yang pada kemudian hari bisa menjadi remaja yang sehat secara fisik, psikis, dan moral.
Rancang Bangun Pewartaan Injil dalam konteks Keindonesian Berdasarkan Pembacaan Yohanes 4 :1- 42 Soewieto Djajadi
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i1.194

Abstract

Indonesia is one of the countries with the most significant ethnic groups and religions in the world. With so many ethnic groups, Indonesia is a multicultural country. A multicultural country is a country that has many cultures and religions. The many religions and beliefs have an impact on creating a sense of intolerance between adherents of the majority and minority religions. Matthew 28:18-20 says believers must evangelize to fulfill God's Great Commission. Evangelism is giving good news so that people who do not know God will believe and accept the Lord Jesus as their savior. Evangelism in a multicultural society requires a method or way to receive the gospel message well. The evangelism carried out by the Lord Jesus to the Samaritan woman, written in the book of John 4: 1-42, is believed to be used as a method of evangelizing in Indonesia. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach in the design of the Evangelization used by Jesus in his approach to the Samaritan woman can also be called an individual approach. The Lord Jesus approached the Samaritan woman so that she would believe and accept the Lord Jesus. By carrying out the four stages of the individual approach, namely the friendship stage, the empathy stage, the recovery stage, and the evangelism stage, it is hoped that someone who hears the gospel message can be saved. AbstrakIndonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai jumlah suku bangsa dan agama yang terbanyak di dunia. Dengan banyaknya suku bangsa yang ada, maka Indonesia termasuk negara multicultural.  Negara multikurtural adalah negara yang mempunyai banyak kebudayaan dan agama. Banyaknya agama dan aliran kepercayaan berdampak menimbulkan rasa intoleransi antara pemeluk agama mayoritas dan minoritas. Matius 28 ayat 18- 20 mengatakan bahwa orang percaya harus melakukan penginjilan untuk memenuhi Amanat Agung Allah. Penginjilan adalah memberikan kabar baik supaya orang yang belum mengenal Tuhan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruslamat mereka. Penginjilan dalam masyarakat multicultural membutuhkan sebuah metode atau cara agar berita injil dapat diterima dengan baik.  Penginjilan yang dilakukan Tuhan Yesus kepada wanita samaria yang ditulis pada kitab Yohanes 4: 1-42, diyakini dapat dijadikan sebagai metode dalam melakukan penginjilan di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature dalam rancang bangun Pewartaan Injil yang dipakai oleh Yesus dalam pendekatannya kepada wanita samaria tersebut dapat disebut juga dengan pendekatan secara individu. Tuhan Yesus mengadakan pendekatan kepada wanita samaria tersebut supaya menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus. Dengan melakukan empat tahapan pendekatan individu tersebut yaitu tahap persahabatan, tahapan empati, tahapan pemulihan dan tahap penginjilan, maka diharapkan seseorang yang mendengar berita Injil dapat diselamatkan.   
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Persekutuan Jemaat di Gereja Kalimantan Evangelis Victoria Palangka Raya Sri Angellyna
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 3, No 2 (2021): Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v3i2.137

Abstract

The impact of the COVID-19 pandemic has affected religious social life, as evidenced by changes in church worship patterns that affect Christian congregations' fellowship at GKE Victoria Palangka Raya. This study aims to describe the implementation of congregational fellowship and the impact of the pandemic on a congregational fellowship in terms of quantity and quality in each category. The research focused on GKE Victoria Palangka Raya using a qualitative approach. The results showed that the congregation's understanding of communion and changes in worship patterns impacted the quality of the congregation's faith. Moreover, congregations that rarely fellowship are less and less likely to worship. This has an impact on the decline in the quality of the congregation's faith, such as the emergence of groups, the technicality of following worship, not as it should be, and a shift in the concept of sacred worship. For this reason, the pandemic has positively and negatively impacted congregational fellowship, both in quality and quantity.  AbstrakDampak pandemi COVID-19 mempengaruhi kehidupan sosial keagamaan, dibuktikan dengan perubahan pola ibadah di gereja yang mempengaruhi pesekutuan jemaat Kristen di GKE Victoria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan implementasi persekutuan jemaat serta mendeskripsikan dampak pandemi terhadap persekutuan jemaat dari segi kuantitas dan kualitas di setiap kategorial. Penelitian difokuskan di GKE Victoria Palangka Raya menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman jemaat tentang persekutuan serta perubahan pola ibadah berdampak kepada kualitas keimanan jemaat. Terlebih jemaat yang jarang bersekutu semakin jarang beribadah. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas iman jemaat, seperti: timbulnya kelompok-kelompok, teknis mengikuti ibadah tidak sesuai dengan yang seharusnya, serta pergeseran konsep kudusnya ibadah. Untuk itu, pandemi memberikan dampak positif dan negatif terhadap persekutuan jemaat baik secara kualitas maupun kuantitas. 

Page 8 of 12 | Total Record : 112