cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 85 Documents
Respons Petani Terhadap Pemanfaatan Kotoran Kambing Sebagai Pupuk Bokashi Menggunakan Bioaktivator Mikroorganisme Lokal (Mol) Daun Gamal di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Patric Barces; Fabiana Mentari Putri Wijaya
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.281

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon petani terhadap pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk bokashi menggunakan bioaktivator mikroorganisme lokal (MOL) daun gamal dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon petani. Desain pengkajian yang digunakan yaitu one shoot case study. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung, data meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan deskriptif untuk mengetahui tingkat respon petani. Analisis statistik menggunakan korelasi rank spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa untuk aspek pengetahuan jumlah nilai rata-rata 35,4 (tahu), aspek sikap nilai rata-rata 25,5 (setuju), aspek keterampilan nilai rata-rata 6,6 (Cukup terampil). Nilai respon yaitu 67,6 termasuk pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis statistik Hubungan antara umur dengan respon petani adalah (-.549**) dan sangat signifikan 0,001, (P<0.001), sedangkan hubungan antara tingkat pendidikan dengan respon petani adalah (0,374*) dan signifikan 0,035 (P<0.05), Pengalaman beternak dengan respon petani adalah (0,037) dan tidak signifikan 0,841 (P>0,05) hal ini menunjukan  bahwa pengalaman beternak dengan respon petani tidak memiliki hubungan, Jumlah kepemilikan ternak dengan respon petani adalah (-0,150) dan tidak signifikan 0.414 (P>0.05) hal ini menunjukan bahwa jumlah kepemilikan ternak dengan respon petani tidak memiliki hubungan.
Peningkatan Pengetahuan dan Minat Berwirausaha Melalui Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian bagi Mahasiswa Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang Khamid, Muh Nur; Wijaya, Fabiana Mentari Putri
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 1, No 1 (2019): oktober
Publisher : Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v1i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan minat berwirausaha melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) bagi mahasiswa Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta- Magelang. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Kampus Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan permasalahan yang ada yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data utama berupa sekumpulan hasil wawancara dan tindakan yang telah dinotulenkan dan dikumpulkan setelah melalui pengamatan dan wawancara mendalam terhadap 19 orang perwakilan kelompok peserta PWMP tahap pengembangan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu yang dimaksud dalam konteks ini, misalnya orang sebagai sumber data yang terpilih, dianggap paling tahu tentang jenis data yang akan digali, misalnya tentang proses perencanaan program, pelaksanaan program, pembentukan kelompok. Dengan demikian pemilihan sumber data didasarkan pada jenis data yang digali (purposive), yakni sumber data yang secara representatif memiliki data yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penggalian data yang telah dilakukan pada peserta PWMP adalah adanya peningkatan pengetahuan dan minat bagi peserta PWMP setelah mengikuti monitoring dan evaluasi.
Penambahan Probiotik Komersial Saccharomyces cerevisiae Pada Pakan Sapi Perah Terhadap Profil Nutrien Susu Jamil, Aisyah; Pangestu, E; Muktiani, Anis
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 1, No 1 (2019): oktober
Publisher : Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v1i1.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik (Saccharomyces cerevisiae) terhadap   profil nutien susu pada sapi perah laktasi. Penelitian ini dilaksakanan pada tanggal 1 Mei sampai 4 Juni 2017. Materi yang digunakan 16 ekor sapi perah Peranakan Fresian Holstein yang sedang laktasi kedua bulan laktasi 3 sampai 6 dan,  probiotik komersial Biozim.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak  kelompok berdasarkan bulan laktasi , dibagi menjadi 4 kelompok 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0  = pakan basal, T1= pakan basal + probiotik Biozim 5 g, T2= pakan basal + Biozim 10 g, T3= pakan basal + probiotik Biozim 15 g.  Parameter yang diamati meliputi Konsumsi nutrien (Bahan Kering, Protein Kasar, Lemak Kasar, Total Digestibele Nutrien) dan Produksi Susu ( Produksis susu 4% FCM, Berat Jenis, Lemak , Laktosa Total Solid, Protein . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik komersial Sccharomyches cerevisiae dalam ransum pakan sapi perah berpengarung nyaya (P< 0,05) terhadap produksi susu 4% FCM, Lemak, proten dan Laktosa susu. Kesimpulan, penambahan probiotik komersial  (Saccharomyches cerevisiae) hingga level 15 g dapat meningkatkan produksi susu 4 % FCM, Lemak, Protein dan Laktosa susu.
Respon Petani Terhadap Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Menjadi Pupuk Bokashi Dengan Menggunakan Mikroorganisme Lokal (Mol) Dari Isi Rumen Tri Wahyudi Ariyanto; Raden Agus Triwidodo Saputro; Sunardi Sunardi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.287

Abstract

Penelitian ini dilakukan 2 Mei 2019 sampai dengan 30 Juni 2019 di Kelompok Tani Sidomukti, Mangunrejo, Tegalrejo, Magelang. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon petani terhadap pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi pupuk bokashi mengunakan Microorganisme Lokal (MOL) isi rumen dan mengetahui faktorfaktor internal petani (usia, tingkat pendidikan, pengalaman beternak). Metode pengambilan sampel adalah metode sensus. Variabel yang digunakan adalah variabel independen (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak) dan variabel dependen (respon petani). Rancangan kajian yaitu menghitung respon petani dengan post test yang berhubungan dengan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan, dan menghitung hubungan antara faktor internal dengan respon petani. Desain yang digunakan One-Shot Case Study yaitu dilakukan pada satu kelompok diberi penyuluhan kemudian dilakukan pengukuran dengan post test. Data meliputi data primer dan sekunder. Data yang telah ditabulasi, dihitung menggunakan skala likert untuk mengukur aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Metode analisis untuk mengetahui respon petani menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik korelasi rank spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon. Hasil penelitian didapatkan nilai respon petani 1622 termasuk kriteria tinggi terdiri dari aspek pengetahuan 956 termasuk dalam kriteria tahu, sikap 490 termasuk kriteria setuju dan keterampilan 177 termasuk kriteria cukup terampil. Faktor-faktor internal petani yang berhubungan dengan respon diperoleh hasil hubungan antara umur, pendidikan dan pengalaman beternak dengan respon petani tidak signifikan. 
Efek Pemberian Infusa Biji Labu Kuning (Cucurbita Moschata Durch) Terhadap Cacing Fasciola Sp Secara In Vitro Pramu Pramu; Rendi Dian Putra; Abu Zaenal Zakariya
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.282

Abstract

Peningkatan produksi dan reproduksi ternak akan optimal jika penyediaan pakan yang memadai dan pengendalian penyakit dilakukan secara efektif. Gangguan penyakit pada ternak dapat menurunkan produktivitas ternak. Penyakit yang biasanya menyerang ternak sapi adalah penyakit cacing. Penyakit ini tidak mengakibatkan kematian pada ternak, namun menyebabkan kerugian yang sangat besar karena menurunkan berat badan dan daya produktivitas hewan. Biji labu kuning telah lama digunakan sebagai antihelmintik. Penentuan efektivitas biji labu kuning sebagai obat cacing, maka dilakukan penelitian dengan memasukkan cacing sebanyak 10 ekor ke dalam cawan petri yang berisi infusa biji labu kuning dengan konsentrasoi yang berbeda, yaitu (P1): konsentrasi kandungan infusa biji labu kuning 25/100 ml, (P2): konsentrasi kandungan infusa biji labu kuning 50/100 ml, dan (P3): konsentrasi kandungan infusa biji labu kuning 75/100 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan konsentrasi infusa labu kuning sebesar 75% mampu membunuh semua cacing fasciola yang  ada. Konsentrasi yang lebih rendah menunjukkan angka kematian sebesar 47% dan 77%. Dengan demikian dapat direkomendasikan bahwa penggunaan infusa labu kuning sebesar 75/100 ml.
Respon Peternak Domba Terhadap Pencegahan Haemonchosis Menggunakan Ekstrak Serbuk Kulit Nanas (Ananas Comosus L) di Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Sunarsih Sunarsih; Fitri Nur Hayati; Yudiani Rina Kusuma
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.279

Abstract

Penelitian dilaksanakan tanggal 3 Mei sampai 30 Juni 2019 di Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Tujuan Penelitian adalah mengetahui respon peternak dan faktor-faktor yang mempengaruhi respon peternak terhadap pencegahan haemonchosis menggunakan ekstrak serbuk kulit nanas. Desain pengkajian menggunakan teknik One-Shot Case Study. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus yaitu seluruh peternak yang tergabung dalam kelompok ternak di Desa Ngadipuro sebanyak 31 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Pengukuran respon terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penentuan respon peternak di kelompokkan menjadi 5 kategori, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis respon peternak diperoleh skor 1795 dan skor rata-rata 57,9 (Tinggi). Hasil uji F (simultan)  variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, kepemilikan ternak, dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh sangat signifikan terhadap respon peternak P<α (0,001<0,05). Hasil uji T, umur berpengaruh sangat signifikan terhadap respon P<α (0,000<0,01) dengan koefisien regresi sebesar -0,649, tingkat pendidikan berpengaruh tidak signifikan terhadap respon P>α (0,243>0,05) dengan koefisien regresi sebesar -2,435, pengalaman beternak berpengaruh signifikan terhadap respon P<α (0,016<0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,643, kepemilikan ternak berpengaruh tidak signifikan terhadap respon P>α (0,461>0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,452, dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh tidak signifikan terhadap respon P>α (0,549>0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,945. Simpulan: respon peternak pada kategori tinggi. Secara simultan variabel independen sangat berpengaruh terhadap respon (P<0,01). faktor yang mempengaruhi respon peternak adalah umur (P<0,01) dan pengalaman beternak (P<0,05).
Persepsi Peternak Terhadap Pemberian Tepung Fermentasi Isi Rumen Sebagai Campuran Pakan Itik Pedaging Imamsyah, Bagas; Listyowati, Andang Andiani; Hartati, Puji
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 1, No 1 (2019): oktober
Publisher : Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v1i1.150

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, dimulai pada tanggal 5 Mei 2019 sampai dengan 30 Juni 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak terhadap pemberian tepung fermentasi isi rumen sebagai campuran pakan itik pedaging dan pengaruh faktor umur, pendidikan, pengalaman, jumlah kepemilikan ternak dan karakteristik inovasi terhadap persepsi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 36 orang peternak itik di Desa Plosogede yang didapatkan dengan metode sensus. Metode pengambilan data menggunakan pengisian kuesioner dan observasi. Data karakteristik responden, karakteristik inovasi dan persepsi dianalisis secara deskriptif.Analisis statistik menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan peran variabel mediasi (intervening). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik inovasi tepung fermentasi isi rumen sebagai campuran pakan itik pedagingdalam kategori baik (91,67%) sedangkan 8,33% dalam kategori tidak baik. Persepsi peternak terhadap pemberian tepung fermentasi isi rumen sebagai campuran pakan itik pedaging sebanyak 97,22% adalah baik dan 2,78% memiliki persepsi tidak baik. Faktor karakteristik peternak (umur, pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah kepemilikan ternak) tidak berpengaruh positif  terhadap  persepsi.  Faktor karakteristik  inovasi  berpengaruh  positif  terhadap persepsi, namun tidak  memediasi antara pengaruh karakteristik  peternak terhadap persepsi.
Fisibilitas Air Susu Sapi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lipstik Yanuar Wahyu Yudistira Ardi; Agus Triwidodo Saputro; Muzizat Akbarrizki
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.284

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik yang sangat populer di kalangan wanita dan digunakan hampir oleh kebanyakan wanita setiap harinya. Produk lipstik yang baik selain untuk mempercantik warna bibir, diharapkan juga mampu memberikan nutrisi dan meningkatkan rasa percaya diri sehingga membuat bibir menjadi lebih sehat serta tidak mudah kering. Berdasarkan hal tersebut dapat mendorong dalam pengembangan produk lipstik secara back to nature. Ketersediaan lipstik hendaknya berasal dari bahan alam yang lebih menguntungkan dalam penggunaanya, salah satunya melalui penggunaan bahan susu. Disisi lain, hasil identifikasi kebanyakan menunjukan bahwa harga jual susu dikalangan peternak masih rendah. Dengan harga jual yang rendah tersebut cukup sulit bagi peternak memperoleh fisibilitas dari usaha yang dijalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha dari nilai tambah yang dihasilkan produk susu menjadi lipstik. Berdasarkan kegiatan produksi yang telah dilakukan dan hasil analisis diperoleh biaya produksi usaha  sebesar Rp 2.247.500,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp 3.000.000,00 dan pendapatan 1.604.000,00. Nilai RC Ratio sebesar 2,14 (RC Ratio > 1), BC Ratio sebesar 1,14 (BC Ratio>1), serta nilai titik impas/Break Event Point (BEP) produksi sebesar 82 satuan dan Rp 24.491,22. Sehingga analisis kelayakan usaha terhadap produksi lipstik berbahan dasar susu dapat dinyatakan layak dan menguntungkan, dengan pertimbangan sesuia kriteria teknis dan variabel yang telah ditentukan.
Persepsi Peternak Terhadap Penyuluhan Penyamakan Kulit Kelinci Di Desa Popongan Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Akimi, Akimi; Nuryanto, Nuryanto; Arista, Farida
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.584

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui persepsi peternak terhadap penyuluhan penyamakan kulit kelinci serta untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhinya yang dilaksanakan pada tanggal 02 Maret sampai dengan 02 Mei 2020 di Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan peternak, data sekunder diperoleh dari BPP Kecamatan Bringin dan Kantor Desa Popongan. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling sehingga diperoleh 34 sampel penelitian. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada jawaban peternak dilapangan dan regresi linear berganda dengan variabel yang diamati yaitu, keuntungan relatif, tingkat kesesuaian, tingkat kerumitan, dapat dicoba dan dapat diamati. Untuk mengetahui persepsi diukur dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat persepsi peternak terhadap penyuluhan penyamakan kulit kelinci pada kategori baik dengan perolehan nilai sebesar 79,41%. Adapun pengukuran Efektivitas Penyuluhan termasuk dalam kategori baik dengan perolehan nilai sebesar 76,42%.
Pengaruh Karakteristik Peternak dalam Pemberian Tepung Temulawak Sebagai Pakan Aditif Terhadap Persepsi Peternak Listyowati, Andang Andiani; Kurniawan, Muhamad Irfa’; Sunarsih, Sunarsih
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.576

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada 2 Maret sampai 2 Mei 2020 yang bertempat di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui persepsi peternak dalam pemberian tepung temulawak sebagai pakan aditif untuk ternak itik dan mengetahui pengaruh karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak) terhadap persepsi. Penentuan sampel berjumlah 30 orang diperoleh dengan metode purposive sampling. Pengukuran persepsi menggunakan panduan wawancara berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif sedangkan analisis statistik pengaruh karakteristik peternak menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil data yang diperoleh persepsi peternak dalam pemberian tepung temulawak sebagai pakan aditif untuk ternak itik berada dalam kategori setuju dengan nilai 2222. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi adalah tingkat pendidikan dengan tingkat signifikan (p<0,05) sedangkan umur dan pengalaman beternak tidak berpengaruh terhadap persepsi dengan tingkat signifikan ( p>0,05). Kesimpulan kegiatan pengkajian Tingkat persepsi peternak pada kategori setuju. Faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi peternak adalah tingkat pendidikan, dengan tingkat signifikan (p<0,05).