cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 94 Documents
Pemanfaatan Temulawak Molases Blok (TMB) Sebagai Pakan Suplemen Ternak Domba Yang Terinfeksi Cacing Saluran Pencernaan Andang Andiani Listyowati; Sumaryanto Sumaryanto; Ayu Febriayani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.889

Abstract

Temulawak Molases Blok (TMB) sebagai pakan tambahan yang lengkapkandungan gizinya dan bermanfaat bagi domba. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian TMB sebagai pakan suplemen untuk meningkatkanpalatabilitas pakan, konsumsi pakan, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahanorganik serta mengurangi telur cacing pada domba yang terinfeksi cacing saluranpencernaan. Ternak domba yang digunakan adalah Domba Ekor Tipis (DET) jantandengan umur 6-8 bulan, sebanyak sepuluh ekor dengan bobot badan rata–rata 20 kgdan positif terdapat terlur cacing Haemonchus contortus pada feses domba. Penelitianini menggunakan metode Uji T, Rancangan ini membandingkan antara domba yangdiberi pakan hijauan dan konsentrat dengan domba yang diberi pakan hijauan dankonsentrat ditambah TMB Analisis yang digunakan analisa Uji Independent SampleT-Test. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian TMB berpengaruh secarasignifikan (P<0,05) terhadap palatabilitas pakan hijauan DET sebesar 261gram/ekor/5menit dan palatabilitas pakan konsentrat DET sebesar 49gram/ekor/5menit. Pemberian TMB berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadaptingkat konsumsi pakan hijauan DET sebesar 1.861 gram/ekor/hari dan tingkatkonsumsi pakan konsentrat DET sebesar 269 gram/ekor/hari. Pemberian TMBberpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering DETsebesar 79,444%. TMB berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap kecernaanbahan organik DET sebesar 83,439%. berpengaruh secara signifikan (P<0,05)terhadap kecernaan bahan kering DET sebesar 79,444%. TMB berpengaruh secarasignifikan (P<0,05) terhadap pengurangan jumlah telur cacing pada domba yangterinfeksi cacing saluran pencernaan. TMB berpengaruh secara signifikan (P<0,05)terhadap palatabilitas pakan, konsumsi pakan, kecernaan bahan kering, dankecernaan bahan organik serta mengurangi telur cacing pada DET yang terinfeksicacing saluran pencernaan.
Pemberdayaan Peternak Terhadap Penggunaan Hasil Destilasi Rumput Akar Wangi dan Asap Cair Sebagai Pengusir Lalat Ternak Unggas di Desa Payaman Akimi Akimi; Weni Arthana Sigalingging; Nuryanto Nuryanto
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i2.927

Abstract

 Penelitian dilaksanakan pada Peternak Unggas yang berada di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang pada tanggal 2 Maret-2 Mei 2020. Pelaksanaan kegiatan Tugas Akhir ini bertujuan yaitu: 1. mengetahui tingkat pemberdayaan peternak dalam penggunaan hasil destilasi rumput akar wangi dan asap cair sebagai pengusir lalat pada ternak unggas, 2. mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku peternak dalam penggunaan hasil destilasi rumput akar wangi dan asap cair sebagai pengusir lalat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan penelitian. Jumlah sampel yang dibutuhkan yaitu sebanyak 30 responden.Desain kajian yang digunakan yaitu One Group Pretest-Post-test. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis descriptive comparative dengan membandingkan hasil pre test dan post test dan dituangkan kedalam skala likert, kemudian menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas (X). Hasil pemberdayaan yang dilaksanakan pada peternak unggas yang berada di Desa Payaman yaitu dengan hasil pre test dan post test menunjukkan peningkatan dari “Cukup Tinggi” meningkat menjadi “Tinggi” dengan perolehan nilai akhir sebesar 1905. Secara parsial umur dan kepemilikan ternak berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap tingkat pemberdayaan. Secara simultan umur, pendidikan, pengalaman beternak, kepemilikan ternak dan dukungan penyuluh berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap tingkat pemberdayaan.
Studi Komparatif Persepsi Peternak Terhadap Desain Kandang Penggemukan Kambing Di Desa Donorejo Puji Hartati; El One Setiawan; Agus Triwidodo Saputro
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i2.923

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Donorejo, Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui tingkat persepsi dan perbedaan tingkat persepsi di Kelompok Tani Bangun Rejo dan Kelompok Tani sumber Rejeki terhadap desain kandang penggemukan kambing, Populasi yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah anggota dari Kelompok Tani Bangun Rejo dan Kelompok Tani Sumber Rejeki, pengambilan sampel menggunkan metode purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 30 orang dari kelompok tani bangun rejo dan 30 orang dari kelompok tani sumber rejeki. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat persepsi peternak adalah analisis deskriptif. Analisis statistik menggunakan analisis Independent Sample T-test untuk mengetahui perbedaan persepsi antara dua kelompok yang dijadikan sampel Penelitian. Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat persepsi di Kelompok Tani Bangun Rejo berada pada kategori baik dengan perolehan skor rata-rata 66,3 sedangkan pada Kelompok Tani Sumber Rejeki berada pada kategori sangat baik dengan perolehan skor rata-rata 68,13. Hasil analisis Independent sample T-test menunjukkan ada perbedaan persepsi yang signifikan diantara kedua kelompok tersebut dengan nilai signifikansi sebesar 0,033 (P<0,05).
Persepsi Petani Terhadap Penyuluhan Pembuatan Krim Masker Kefir dengan Penambahan Bubuk Kopi Muzizat Akbarrizki; Akimi Akimi; Ida Wahyuni; Nuryanto Nuryanto
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i2.924

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2020 sampai dengan 2 Mei 2020 di Desa Pandean Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap inovasi pembuatan krim masker kefir dengan penambahan bubuk kopi dan menganalisis pengaruh umur, pendidikan serta pengalaman beternak terhadap inovasi pembuatan krim masker kefir dengan penambahan bubuk kopi di Desa Pandean. Sampel yang digunakan adalah seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mustika Sari yang berjumlah 30 orang. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode sensus. Desain kajian menggunakan ‘One-shot Case Study’ dengan memberikan perlakuan pada responden kemudian mengobservasi hasil melalui wawancara. Persepsi petani dihitung dengan menggunakan skala likert yang dilihat dari karakteristik inovasi berupa keuntungan, kesesuaian, kerumitan, dapat dicoba dan dapat diamati. Perhitungan pengaruh umur, pendidikan dan pengalaman menggunakan statistik model regresi linier berganda. Diperoleh hasil yang menunjukan bahwa persepsi petani terhadap inovasi pembuatan krim masker kefir dengan penambahan bubuk kopi adalah setuju dengan nilai sebesar 2127. Selanjutnya uji regresi linear berganda menunjukan bahwa umur dan pendidikan yang berpengaruh sangat signifikan (p<0,05), sedangkan pengalaman beternak berpengaruh tidak signifikan (p>0,05) terhadap inovasi pembuatan krim masker kefir dengan penambahan bubuk kopi.
Pemberdayaan Peternak Terhadap Penggunaan Urea Molases Blok Sebagai Pencegahan Cacingan Ternak Kambing Budi Purwo Widiarso; Akimi Akimi; Louisa Marchelina Puspitasari
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i2.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemberdayaan peternak terhadap penggunaan urea molases blok dengan tambahan temulawak dan temu ireng sebagai pencegahan cacingan pada kambing dan juga mengetahui faktor -faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pemberdayaan peternak. Kegiatan penelitian ini menggunakan rancangan one group pre-test dan post-test, dengan 30 responden yang dipilih menggunakan purpossive sampling dengan syarat memiliki ternak kambing, rentang umur 30-80 tahun, dan memiliki pengalaman beternak diatas 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan hasil keseluruhan pengolahan data dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen (umur, tingkat pendidikan, jumlah ternak, lama beternak, intensitas penyuluhan pertanian, dan ketersediaan sumber daya) terhadap variabel dependen (tingkat pemberdayaan peternak). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemberdayaan peternak termasuk kedalam kategori tinggi dengan jumlah nilai 1691, hal ini ditandai dengan peningkatan nilai pada aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Hasil dari analisis regresi linear berganda adalah variabel independen (umur, pendidikan, jumlah ternak, lama beternak, intensitas penyuluhan, dan ketersedian sumber daya) secara simultan memiliki pengaruh yang sangat signifikan dengan nilai Sig. 0,000 (P<0,01).  Secara parsial umur berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,023 (P<0,05), pendidikan berpengaruh sangat signifikan dengan nilai Sig. 0,000 (P<0,01), dan intensitas penyuluhan berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,047 (P<0,05), sedangkan variabel jumlah ternak, lama beternak, dan ketersediaan sumber daya tidak berpengaruh secara signifikan karena mamiliki nilai P>0,05.
Persepsi Peternak Terhadap Inovasi Alat Pengulitan (Sheep Skinning Machine) Untuk Ternak Domba Suci Andanawari; Sumaryanto Sumaryanto; Sucipto Sucipto; Resi Witnana
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i2.926

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, tanggal 2 Maret sampai tanggal 2 Mei 2020 dengan tujuan untuk mengetahui persepsi peternak dan faktor faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi persepsi peternak terhadap inovasi alat pengulitan (sheep skinning machie) untuk ternak domba. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 33 orang. Alat yang digunakan adalah kuesioner sebanyak 18 poin pernyataan, variabel yang dikaji yaitu persepsi peternak domba dilihat dari karaktreristik inovasinya yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, ketercobaan, dan keterlihatan. Kemudian dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan skala likert. Sedangkan faktor-faktor yang diduga berpengaruh pada persepsi peternak (Y) yaitu umur (X1), jumlah ternak yang dimiliki (X2), jumlah tanggungan keluarga (X3), dan pendidikan (X4) yang kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh ialah keuntungan relatif sebesar 761, kesesuaian 565, kerumitan 437, ketercobaan 435, dan keterlihatan 449 dengan total skor 2.647. Serta terdapat pengaruh signifikan (P<0,05) secara simultan antara variabel independen yaitu X1, X2, X3, dan X4 dengan persepsi peternak. Persepsi peternak domba terhadap penggunaan mesin pengulitan  sebesar 89,12% dengan total skor 2.647 dengan katagori sangat baik. Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan persepsi peternak (P<0,05) sedangkan untuk ketiga variabel independen lainnya yaitu umur, jumlah ternak yang dimiliki dan jumlah tanggungan keluarga, tidak terdapat pengaruh yang signifikan.
Persepsi Peternak Domba Terhadap Pengobatan Penyakit Infeksi Cacing (Haemonchiasis) Menggunakan Biji Pinang (Areca Catechu) di Desa Payaman Kecamatan Secang Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Fitrah Chairunisa; Akimi Akimi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.922

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Payaman, Kecama\tan Secang, Kabupaten Magelang dengan tujuan untuk mengetahui persepsi peternak domba terhadap pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang (Areca catechu), serta mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap persepsi peternak domba dalam pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang (Areca catechu). Kajian penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan kajian yaitu desain one-shot case study artinya dalam kajian ini dilakukan dengan satu kali perlakuan yaitu penyuluhan kemudian dilakukan observasi atau pengambilan data. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu 45 responden dengan mengunakan metode purporsive sampling. Pengukuran persepsi menggunakan panduan wawancara berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil dari analisis deskriptif yang diperoleh menunjukkan bahwa persepsi peternak domba terhadap pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang berada dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2.746 dan rata-rata 61,02. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak secara simultan atau bersama-sama berpengaruh sangat signifikan (P˂0,01) terhadap persepsi peternak domba. Secara parsial atau individu umur dan tingkat pendidikan berpengaruh sangat signifikan (P˂0,01) terhadap persepsi peternak domba sedangkan pengalaman beternak berpengaruh signifikan (P˂0,05) terhadap persepsi peternak domba.
Respons Kelompok Tani Dwi Karso Terhadap Observasi Berahi Pada Sapi Berdasarkan Body Condition Score (BCS) Dalam Pelaksanaan Inseminasi Buatan Di Desa Tampingan Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang Sunarsih Sunarsih; Toyib Rahmatullah; Dias Aprita Dewi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1039

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada tanggal 28 Maret sampai 31 Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons Kelompok Tani Dwi Karso perah terhadap Observasi Berahi Pada Sapi Berdasarkan Body Condition Score (BCS) Dalam Pelaksanaan Inseminasi Buatan dan pengaruh faktor-faktor (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan) yang mempengaruhi respons serta efektivitas penyuluhan dan efektivitas perubahan perilaku kelompok tani dwi karso. Desain pengkajian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sehingga di dapat 30 orang responden. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengukur tingkat respons, dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan maupun parsial. Hasil analisis data menunjukkan respons kelompok tani dwi karso Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang berada pada kategori “tinggi”. Hasil analisis regresi linear berganda secara simultan menunjukan variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan berpengaruh sangat signifikan terhadap respons (sig. < 0,01). Secara parsial terdapat tiga variabel yang berpengaruh sangat signifikan terhadap respons yaitu variabel umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak (sig. <0,01), sedangkan variabel intensitas penyuluhan secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap respons (sig. > 0,01). Efektivitas penyuluhan memperoleh nilai sebesar 74,73% termasuk dalam kategori efektif dan efektivitas perubahan perilaku memperoleh nilai sebesar 53,02% termasuk dalam kategori cukup efektif. 
Respons Peternak Domba dan Kambing dalam Pengobatan Penyakit Scabies Menggunakan Ekstrak Minyak Daun Gamal (Gliricidia sepium) Di Desa Payaman Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Haris Tri Wibowo; Aditiyas Deva Sherli Efendi; Sumaryanto Sumaryanto
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1020

Abstract

Scabies atau yang sering dikenal dengan “kudis” merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau sarcoptes scabiei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons peternak domba dan kambing terhadap pengobatan penyakit scabies menggunakan ekstrak minyak daun gamal dan mengetahui pengaruh dari faktor umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan terhadap respons peternak domba dan kambing terhadap pengobatan penyakit scabies menggunakan ekstrak minyak daun gamal di Desa Payaman Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.            Rancangan penelitian yang digunakan Pre-Eksperimental Design dengan model desain One-Group Pretest – Postest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Probability Sampling dan penentuan keputusan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin memperoleh 37 responden. Variabel dari umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan di ukur menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan yakni berupa uji asumsi klasik dan menggunakan uji regresi linear berganda.            Hasil penelitian menunjukan perubahan respons peternak terhadap pengobatan penyakit scabies menggunakan ekstrak minyak daun gamal (Gliricidia sepium) pada awal respons skor 827 dengan jumlah nilai respons pretest termasuk pada kategori sangat rendah, rata-rata nilai 22,35 dan pada akhir respons skor 2457 dengan nilai respons posttest termasuk pada kategori sangat tinggi, rata-rata nilai 66,40. Kesimpulannya yakni semakin tinggi tingkat pendidikan (x2), pengalaman beternak (x3) dan intensitas penyuluhan (x4) maka respons yang didapat berpengaruh sangat signifikan.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Jenis Dan Jumlah Bakteri Asam Laktat Dalam Pembuatan Starter Isi Rumen Dan Feses Domba Joko Daryatmo; Eko Apriliyanto; Suharti Suharti
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis dan jumlah bakteri asam laktat (BAL) pada lama fermentasi yang berbeda dalam pembuatan starter yang terbuat dari isi rumen dan feses domba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 5 ulangan. Variabel yang diteliti yaitu Jenis dan Jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL). Metode analisis data menggunakan metode Analisis Variansi (ANOVA) dan selanjutnya apabila ada perbedaan nyata pengaruh perlakuan tersebut maka diuji lanjut memakai Uji Duncan Multiple Ring Test (DMRT).Berdasarkan hasil analisis statistik dapat disimpulkan bahwa jumlah bakteri asam laktat pada perlakuan P0 berbeda tidak nyata dengan P1 tetapi P0 berbeda nyata dengan P2 dan P3. Sedangkan antara P1, P2, dan P3 berbeda tidak nyata. Probiotik dengan fermentasi 14 hari (P3) memiliki jumlah bakteri asam laktat jenis Lactobacillus sp cenderung lebih tinggi dibanding dengan probiotik P1 dan P2, namun secara statistik berbeda tidak nyata. Sedangkan untuk bakteri asalam laktat jenis Bifidobacterium sp menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu fermentasi berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri asam laktat jenis Bifidobacterium sp dari setiap perlakuan.Perlakuan dengan jumlah bakteri asam laktat cenderung terbanyak didapatkan pada perlakuan dengan lama waktu fermentasi 14 hari (P3) dengan jumlah bakteri asam laktat jenis Lactobacillus sp 3,13 CFU/ml dan Bifidobacterium sp 4,33 CFU/ml. Penelitian dapat disimpulkan bahwa lama waktu fermentasi berbeda tidak nyata terhadap perbedaan jenis bakteri asam laktat yang terkandung dalam probiotik, namun lama waktu fermentasi berbeda sangat nyata terhadap jumlah bakteri asam laktat jenis Lactobacillus sp tetapi untuk bakteri asam laktat jenis Bifidobacterium sp berbeda tidak nyata.

Page 4 of 10 | Total Record : 94