cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 85 Documents
Inseminasi Buatan pada Domba Ekor Gemuk Dengan Sinkronisasi Berahi Melalui Injeksi Hormon Prostaglandin (PGF2α) Setyawati, Alfetmi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.577

Abstract

Sinkronisasi berahi merupakan teknik untuk meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi ternak, serta mengoptimalkan pelaksanaan inseminasi buatan dan meningkatkan fertilitas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) melalui teknik sikronisasi berahi pada domba ekor gemuk (DEG). Sebanyak 10 ekor DEG dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok P1 di injeksi PGF2α secara tunggal pada hari ke-1 dan hari ke-3 dilakukan IB. Kelompok P2 di injeksi PGF2α secara ganda dengan selang waktu injeksi 11 hari, dan dilakukan IB pada hari ke-3 setelah injeksi kedua. Deteksi kebuntingan dilakukan 3 bulan setelah IB dengan cara palpasi abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi ganda menghasilkan persentase kebuntingan lebih baik dibandingkan injeksi tunggal (60% vs 0%). Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan terkait dengan jumlah sperma yang dideposisikan dalam pelaksanaan inseminasi dalam rangka meningkatkan persentase kebuntingan.
RESPONS PETERNAK TERHADAP PENGOLAHAN FERMENTASI JERAMI PADI SEBAGAI COMPLETE FEED UNTUK PAKAN TERNAK DOMBA DI DESA SANGGRAAN KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG Sunarsih, Sunarsih; Rohman, Islah Sauqi Taufiqur; Saputro, Agus Triwidodo
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.581

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan tanggal 2 maret sampai 2 mei 2020 di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui respons peternak dan faktor faktor yang mempengaruhi respons peternak terhadap pengolahan fermentasi jerami sebagai complete feed untuk pakan ternak domba. Desain pengkajian menggunakan teknik One-Shot Case Study. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin kemudian dilakukan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling didapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui PRA, wawancara dan observasi. Pengukuran respons terdiri dari aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang di gambarkan menggunakan garis kontinum dengan 5 kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi respons menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis respons diperoleh skor 2517 dengan skor rata rata 83,9 masuk dalam kategori tinggi. Hasil uji F (simultan) variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah kepemilikan ternak berpengaruh sangat nyata terhadap respons 0,000 (P<0,01). Hasil uji T umur tidak berpengaruh terhadap terpons 0,118 (P>0,05), pendidikan berpengaruh sangat nyata terhadap respons 0,000 (P<0,01), pengalaman beternak tidak berpengaruh terhadap respons 0,109 (P>0,05), jumlah ternak berpengaruh nyata terhadap respons 0,021 (P<0,05). Simpulan dari kajian ini yaitu respons peternak masuk dalam kategori tinggi. Faktor yang mempengaruhi respons adalah pendidikan (P<0,01) dan jumlah ternak (P<0,05). Kata kunci: Respons, Fermentasi Jerami Padi, Domba ABSTRACT This final project was carried out on 2 March to 2 May 2020 in Sanggrahan Village, Kranggan District, Temanggung Regency. The objective to be achieved was JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN TERPADU e-ISSN : 2714-5964 Volume 2 (3), Oktober 2020 : 150-163 http://jurnal.polbangtanyoma.ac.id/index.php/jppt 151 to determine the breeder's response and the factors that influence the farmer's response to the processing of straw fermentation as complete feed for sheep feed. The assessment design uses the One-Shot Case Study technique. Determination of the number of samples using the Slovin formula and then sampling using simple random sampling obtained 30 respondents. Data collection is done through PRA, interviews and observations. Response measurement consists of aspects of knowledge, attitudes, and skills that are described using a continuum line with 5 categories, namely very low, low, medium, high, and very high. Meanwhile, to find out the factors that influence responses using multiple linear regression analysis. The results of the response analysis obtained a score of 2517 with an average score of 83.9 included in the high category. The results of the F test (simultaneous) variables of age, level of education, experience of raising livestock and the number of livestock ownership have a very significant effect on the response 0,000 (P<0.01). Age T test results had no effect on 0.118 (P>0.05), education had a very significant effect on 0,000 (P<0.01) responses, breeding experience had no effect on 0.109 (P>0,05), the number of livestock significantly affected the response of 0.021 (P<0.05). The conclusion from this study is the response of farmers into the high category. Factors affecting response were education (P<0.01) and number of livestock (P<0.05). Keyword: Response, Rice Straw Fermentation, Sheep
Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Haloho, Ruth Dameria
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Usaha Peternakan khususnya pada aspek finansial yaitu tingkat keuntungan atas investasi, mengetahui NPV dari investasi, mengetahui manfaat dibandingkan dengan biaya dan mengetahui tingkat bunga pada saat investasi kembali pada Usaha Penggemukkan Sapi Potong Molan di Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan usaha Peternakan Sapi Potong Molan merupakan usaha yang menguntungkan karena mampu melakukan budidaya ternak secara mandiri. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung. Metode analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ROI sebesar 40,97% lebih besar dari pada tingkat bunga deposito Bank BRI sebesar 4,5%. NPV sebesar Rp 130.174.744,9 bernilai lebih besar dari Nol. Nilai Net BC ratio 1,18 lebih besar dari 1. Nilai IRR sebesar 22,32% lebih besar dari tingkat bunga kredit bank BRI sebesar 7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usaha penggemukkan sapi potong Molan dinyatakan layak secara finansial karena mampu menghasilkan laba atas investasi  yang ditanamkan dan penerimaan yang diterima lebih besar daripada pengeluaran sehingga usaha menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Tingkat Kesukaan Masyarakat Terhadap Telur Asin Rasa Bawang Nawangsari, Dwi Novrina; Hendrarti, Etty Nury
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.582

Abstract

ABSTRAKTelur adalah sumber protein hewani yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, karena murah, enak dan dapat diawetkan. Salah satu metode pengawetan telur yang sudah umum dilakukan adalah dengan pengasinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap telur asin dengan aroma bawang putih. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur itik, garam dan bawang putih. Parameter yang diuji dengan penambahan bawang putih sebanyak 15% dan 35% dari persentase garam meliputi tekstur, warna, aroma, rasa dan tingkat kematangan. Penambahan bawang putih didasarkan pada sifat antimikroba dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap citarasa telur asin. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan pada tekstur, warna, aroma dan rasa dengan persentase penambahan 15% dan 35%. Metode pemasakan dengan pengukusan selama 30 menit setelah air mendidih untuk kedua perlakuan menujukkan tingkat kematangan yang disukai oleh panelis. 
Gambaran Makromineral Ca, P, Mg dan K Pada Kasus Distokia, Retensi Plasenta dan Anestrus pada Sapi Betina Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Dwi Walid Retnawati; Yanuartono Yanuartono; Agung Budiyanto
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.288

Abstract

Gangguan reproduksi mempunyai kontribusi yang besar dalam meningkatkan penurunan populasi dan produksi susu, hal ini disebabkan oleh rendahnya status kesehatan hewan maupun kesehatan reproduksinya. Mineral merupakan komponen nutrisi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan kesehatan, produksi, reproduksi dan kekebalan tubuh seperti metabolisme protein, energi dan biosintesa zat-zat makanan esensial. Ruminansia membutuhkan mineral berupa makromineral seperti kalsium (Ca), phospharus (P), magnesium (Mg), potasium /kalium (K). Defisiensi mineral dapat mengakibatkan penurunan produksi dan gangguan reproduksi pada sapi. Penelitian dilaksanakan di kawasan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU), Kampung Areng, Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan sapi betina jenis Peranakan Friesian Holstein (PFH), mengalami gangguan reproduksi berupa distokia, retensi plasenta, sedang kasus anestrus, sapi tidak mengalami estrus postpartus lebih dari 3 bulan, umur 3 sampai 10 tahun. Sapi dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 yaitu 7 ekor sapi mengalami distokia, kelompok 2 yaitu 7 ekor mengalami retensi plasenta, kelompok 3 yaitu 7 ekor mengalami anestrus, kelompok 4 yaitu 7 ekor sapi yang tidak mengalami distokia dan retensi plasenta, dan kelompok 5 yaitu 7 ekor sapi yaitu dengan siklus estrus normal. Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus distokia menunjukkan kelompok 1 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 8.06 + 3.26 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 10.05 + 2.94 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.89 + 1.49 mg/dl, rata-rata K sebesar 11.86 + 3.79 mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 11.28 + 2.62.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 7.27 + 1.83 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 0.54 + 1.86 mg/dl, rata-rata K sebesar 0.59 + 5.76 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus distokia dan sapi kontrol tidak memberikan perbedaan nyata terhadap rata-rata kadar kalsium dan fosfor (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar magnesium dan nilai kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus retensi plasenta menunjukkan kelompok 2 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 8.07 + 4.04 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 8.04 + 2.92 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.29 + 0.12 mg/dl, rata-rata K sebesar 9.27 + 1.71mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 11.28 + 2.62.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 7.27 + 1.83 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 0.54 + 1.86 mg/dl, rata-rata K sebesar 0.59 + 5.76 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus retensi plasenta dan sapi kontrol memberikan perbedaan tidak nyata terhadap rata-rata kadar kalsium, nilai fosfor dan magnesium (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus anestrus menunjukkan kelompok 3 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 9.77 + 4.69 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 11.06 + 5.43 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.23 + 0.12 mg/dl, rata-rata K sebesar 9.77 + 1.93 mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 5 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 9.53 + 1.83.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 11.06 + 5.43 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 3.03 + 0.43 mg/dl, rata-rata K sebesar 5.79 + 0.49 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus retensi plasenta dan sapi kontrol memberikan perbedaan tidak nyata terhadap rata-rata kadar kalsium, nilai fosfor dan magnesium (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar kalsium mengalami penurunan sedang kadar fosfor, magnesium, kalium mengalami peningkatan pada kasus distokia, retensi plasenta dan anestrus.
Persepsi Peternak Terhadap Penerapan Inseminasi Buatan (IB) Pada Ayam Petelur Sebagai Penghasil Telur Tetas Ayam Kampung Super Nuryanto, Nuryanto; Akimi, Akimi; Fadhilah, Nurul
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.583

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan dari tanggal 2 Maret hingga 2 Mei 2020 di Desa Kartoharjo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi peternak serta faktor yang mempengaruhi persepsi peternak terhadap penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur sebagai penghasil telur tetas ayam kampung super. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh dengan artian semua anggota Kelompok Tani Lestari Makmur yang berjumlah 30 orang dijadikan sebagai responden. Desain penelitan menggunakan One-Shot Case Study yaitu dengan memberikan perlakuan pada responden berupa penyuluhan kemudian mengobservasi hasil melalui wawancara. Persepsi diukur melalui karakteristik inovasi penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur dengan kriteria sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik dan sangat tidak baik. Model yang dianalisis adalah pengaruh variabel umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak terhadap penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap penerapan inseminasi buatan pada ayam petelur sebagai penghasil telur tetas ayam kampung super adalah cukup baik dengan perolehan nilai sebesar 1794. Pengaruh faktor umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak secara serentak berpengaruh signifikan terhadap persepsi peternak (P<0,5). Secara parsial karakteristik responden yang mempengaruhi persepsi peternak yaitu umur dan tingkat pendidikan (P<0,5). 
Ekstrak Kecambah Kacang Hijau Sebagai Pengganti Amonium Sulfat (Za) Dalam Pembuatan Nata De Whey Hendrarti, Etty Nuri; Nasarani, Rahmawanti Anggun Savira
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 3 (2020): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i3.575

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat fisik dan tingkat kesukaan terhadap nata de whey susu yang dibuat dengan ekstrak kecambah kacang hijau (EKKH) pengganti ammonium sulfat (ZA) sebagai sumber nitrogen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan sumber nitrogen yang diterapkan yaitu 100% ZA food grade (X1), 50% ZA food grade dan 50% EKKH (X2), serta 100% EKKH (X3). Variabel yang diamati adalah sifat fisik ketebalan, dan kekenyalan serta tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan kekenyalan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) serta uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik pada variabel ketebalan tidak berbeda antar perlakuan (P>0,05) sedangkan pada variabel kekenyalan menunjukkan efek yang berbeda (P<0,05), nata de whey dengan 100% EKKH (X3) dan ZA 100% (X1) nilai kekenyalan lebih tinggi dibandingkan substitusi 50% EKKH (X2). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa efek perlakuan tidak berbeda terhadap tingkat kesukaan terhadap warna dan rasa (P>0,05), sedangkan pada aroma dan kekenyalan lebih disukai nata de whey dengan 100% EKKH (X3) dibandingkan 100%ZA (X1). 
Perbedaan Waktu Fermentasi Menggunakan Fermentator PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) Akar Bambu Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Urine Sapi Kandungan Nutrisi Tinggi Nur Prabewi; Puji Hartati; Muhammad Nuur Fauzi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.859

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang paling Efektif dalammenghasilkan pupuk organik cair (POC) urine sapi dengan penambahan PlantGrowth Promoting Rhizobakteri (PGPR) sebagai fermentator alami. Mengetahuikandungan makro dalam pupuk organik cair (POC) urine sapi dengan penambahanPlant Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR) sebagai fermentator alami. Variabelyang dikaji adalah kadar kandungan N, P, dan K. Metode analisis datamenggunakan metode deskriptif komparatif. Rancangan penelitian menggunakan 2perlakuan yaitu Perlakuan P1 dengan waktu fermentasi 7 hari menggunakankomposisi urin sapi, empon-empon, dan PGPR,. Sedangkan perlakuan P2 berupaurin sapi, empon-empon, dan PGPR dengan waktu fermentasi 14 hari. Kandunganunsur hara pada perlakuan 1 lebih rendah yaitu N sebesar 0,18%, P sebesar0,02%, dan K sebesar 0,32%. Pada perlakuan 2 memiliki hasil kandungan unsurhara lebih tinggi dengan N sebesar 0,17%, P sebesar 0,02%, dan K sebesar 0,43%.Kesimpulan bahwa waktu yang paling efektif dalam pembuatan POC denganpenambahan PGPR (akar Bambu) sebagai fermentator alami menghasilkan PupukOrganik Cair yang mempunyai kandungan unsur hara makro yang tinggi adalahFermentasi selama 14 hariABSTRACTThis study aims to determine the most effective time in producing cow urineliquid organic fertilizer (POC) with the addition of Plant Growth PromotingRhizobacteria (PGPR) as a natural fermenter. Knowing the macro content in cowurine liquid organic fertilizer (POC) with the addition of Plant Growth PromotingRhizobacteria (PGPR) as a natural fermenter. The variables studied were the levelsof N, P, and K content. The data analysis method used a comparative descriptivemethod. The research design used 2 treatments, namely treatment P1 with a 7-day fermentation time using the composition of cow urine, empon-empon, and PGPR.While the P2 treatment consisted of cow urine, empon-empon, and PGPR with afermentation time of 14 days. The nutrient content in treatment 1 was lower, namely N by 0.18%, P by 0.02%, and K by 0.32%. In treatment 2, the nutrient content washigher with N of 0.17%, P of 0.02%, and K of 0.43%. The conclusion that the most effective time in making POC with the addition of PGPR (Bamboo root) as a natural fermenter to produce Liquid Organic Fertilizer which has a high macronutrient content is Fermentation for 14 days.Keywords: Cow Urine, Bamboo Root, Fermentation Time, and POC.
Kandungan Bakteri Asam Laktat dalam Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Isi Rumen Domba Aninda Ayu Arizka; Joko Daryatmo; Muzizat Akbarrizki; Fika Asti Fanani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.856

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isi rumen sebagai bahanbaku probiotik yang mengandung bakteri asam laktat sebagai alternatif penggantiprobiotik komersial. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode RancanganAcak Lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan setiap perlakuan diulangsebanyak tiga kali sehingga jumlah satuan percobaan ada sembilan unit. Perlakuanadalah sebagai berikut: Perlakuan Kontrol adalah Probiotik Komersial (P0), PerlakuanI menggunakan Isi rumen +Molases+dedak (P1); Perlakuan II menggunakan Isirumen+molases (P2). Dapat disimpulkan bahwa Mikroorganisme lokal (MOL) yangdibuat dengan bahan isi rumen domba dan molases (P2) menghasilkan jumlah bakteriasam laktat (BAL) paling banyak yakni 4,22x10⁸ ± 65,301 daripada probiotik komersial(P0) dan mikroorganisme lokal (MOL) dengan bahan iri rumen domba, molases, dan dedak yang dibuat menggunakan derigen (P1) (P<0,01). Nilai pH padamikroorganisme lokal (MOL) yang dibuat dengan bahan isi rumen domba dan molases(P2) memiliki pH paling tinggi yakni 3,84 ± 0,378 namun masih dalam kisaran pHnormal yakni 3,9-4,2 (P<0,01).ABSTRACTThis study aimed to determine the potential of rumen contents as raw materialfor probiotics containing lactic acid bacteria as an alternative to commercial probiotics.nine units. The study treatments were as follows: Control treatment was CommercialProbiotics (P0), Treatment I used rumen contents + molasses + bran (P1); Treatment II used rumen contents + molasses (P2). The results showed that local microorganisms (MOL) made with lamb rumen contents and molasses (P2) produced the highest number of lactic acid bacteria (LAB) which was 4.22x10⁸ ± 65.301 than commercial probiotics (P0) and local microorganisms. (MOL) with sheep rumen envy, molasses, and bran prepared using a derrigen (P1) (P<0.01). The pH of local microorganisms (MOL) made with lamb rumen contents and molasses (P2) had the highest pH of 3.84 ± 0.378 but was still in the normal pH range of 3.9-4.2 (P<0.01) .Keywords: Lactic Acid Bacteria, Local Microorganisms, Sheep Rumen Contents, Fermentation
Respons Wanita Tani Terhadap Pembuatan Telur Asin Dengan Teknologi Manipulasi Suhu di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Suharti Suharti; Apriliana Dewi; Etty Nuri Hendrarti
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.858

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons wanita tani terhadappembuatan telur asin dengan manipulasi suhu di Desa Trasan dan mengetahuipengaruh karakteristik wanita tani (umur, pendidikan, pengalaman mengolah telurasin dan tingkat kosmopolitan) terhadap respons. Desain kajian yang digunakan yaituone shot case study. Variabel yang diamati terdiri dari variabel dependen beruparespons wanita tani di Desa Trasan dari aspek pengetahuan, aspek sikap, aspekketerampilan, serta variabel independen meliputi umur, pendidikan, pengalamanmengolah telur asin dan tingkat kosmopolitan. Pengumpulan data menggunakanmetode wawancara dan observasi dengan teknik pendekatan individu. Analisisdeskriptif digunakan untuk mengetahui respons wanita tani dan analisis regresi linierberganda untuk mengetahui karakteristik wanita tani yang mempengaruhi respons.Sampel terdiri dari 30 orang yang ditentukan menggunakan teknik Purposive samplingdengan kriteria merupakan anggota aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa TrasanKecamatan Bandongan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat respons wanitatani di Desa Trasan Kecamatan Bandongan berada pada kategori sangat tinggidengan skor 2503. Karakteristik (umur, pendidikan, pengalaman mengolah telur asindan tingkat kosmopolitan) secara simultan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadaprespons wanita tani di Desa Trasan. Secara parsial karakteristik wanita tani yangberpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap respons adalah umur, pendidikan dan tingkatkosmopolitan dengan nilai koefisien regresi berturut-turut sebesar -0,149, 1,151,0,329, 1,005. sedangkan pengalaman mengolah telur asin tidak berpengaruh nyata(P > 0,05) terhadap respons wanita tani dalam pembuatan telur asin dengan teknologimanipulasi suhu.ABSTRACTThis study aimed to determine the response of peasant women to themanufacture of salted eggs with temperature manipulation in Trasan Village and todetermine the effect of the characteristics of peasant women (age, education, experience in processing salted eggs and cosmopolitan level) on the response. The study design used is a one shot case study. The variables observed consisted of the dependent variable in the form of the response of peasant women in Trasan Village from the aspect of knowledge, aspects of attitude, aspects of skills, as well as independent variables including age, education, experience in processing salted eggs and the cosmopolitan level. Collecting data using interview and observation methods with individual approach techniques. Descriptive analysis was used to determine the response of peasant women and multiple linear regression analysis to determine the characteristics of peasant women that affect the response. The sample consisted of 30 people who were determined using a purposive sampling technique with the criteria of being an active member of the Peasant women Group in Trasan Village, Bandongan District. The results of the analysis show that the response level of peasant women in Trasan Village, Bandongan District is in the very high category with a score of 2503. Characteristics (age, education, experience in processing salted eggs and cosmopolitan level) simultaneously have a significant effect (P < 0.05) on responses peasant women in Trasan Village. Partially, the characteristics of female farmers that have a significant effect (P < 0.05) on the response are age, education and cosmopolitan level with the regression coefficient values of -0.149, 1.151, 0.329, 1.005, respectively. while the experience of processing salted eggs had no significant effect (P > 0.05) on the response of peasant women in making salted eggs with temperature manipulation technology.Keywords: Response, Peasant women, Salted Eggs, Temperature Manipulation