cover
Contact Name
meddyan heriadi
Contact Email
meddyanheriadi@gmail.com
Phone
+6281279687634
Journal Mail Official
meddyanheriadi@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana IAIN Bengkulu. Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu » Tel / fax : 081271987140 /
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
ISSN : 25273337     EISSN : 26850044     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v5i1
Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran islam.
Articles 90 Documents
Spirit Agama dalam Aktifitas Ekonomi: Kritik Atas Tesis Weber Tentang Islam dan Kapitalisme Moch. Iqbal
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9673

Abstract

Abstrak, Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengkaji dan perpektif Weber tentang kapitalisme dalam masyarakat Islam. Pandangannya yang minor terhadap kelompok Islam menjadi lebih menarik bila didialkan dengan realitas masyarakat Islam sekarang yang memperlihatkan spirit kapitalisme sebagaimana di Barat. Menggunakan metode studi pustaka dengan menelusuri teks-teks yang berkaitan dengan Islam dan kapitalisme. Hasil penelitain ini menemukan bahwa pertama, kapitalisme yang dipelopori Barat tidak lepas dari revolusi industry yang berkembang di Eropa, bukan semata-semata spirit Protestan. Kedua, pandangannya Weber yang ‘tidak’ menemukan kapitalisme dalam Islam lebih merujuk pada realitas masyarakat pada masanya, dan tidak merujuk pada teks-teks agama.  Terlebih lagi kajian tentang Islam dan Kapitalisme belum tuntas, karena Weber meninggal terlebih dahulu sebelum risetnya selesai. Terlebih lagi sekarang, dimana masyarakat Islam sendiri sangat menganjurkan pengikutnya untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhanya dan kewajiban menyantuni anak yatim dan fakir miskin.Kata Kunci: Weber, Protestan, Islam, Kapitalisme Abstract, The purpose of this research is to examine and Weber's perspective on capitalism in Islamic society. His minor views on Islamic groups become more interesting when compared with the reality of today's Islamic society which shows the spirit of capitalism as in the West. Using the literature study method by tracing texts related to Islam and capitalism. The results of this study found that first, capitalism pioneered by the West was inseparable from the industrial revolution that was developing in Europe, not merely the Protestant spirit. Second, Weber's view that 'does not' find capitalism in Islam refers more to the reality of the society of his time, and does not refer to religious texts. What's more, the study of Islam and Capitalism has not been completed, because Weber died before his research was completed. Even more so now, where the Islamic community itself strongly encourages its followers to work hard to meet their needs and the obligation to support orphans and the poor.Keywords: Weber, Protestant, Islam, Capitalism
MODERASI BERAGAMA: WACANA DAN IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DI INDONESIA Suimi Fales; Iwan Romadhan Sitorus
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9916

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji praktik beragama di Indonesia yang layak diajukan sebagai contoh bagaimana seharusnya menempatkan hubungan antara agama dan negara yang ideal dalam masyarakat modern. Indikator moderasi yang disusun menjadi acuan bagi seluruh masyarakat dalam kerangka membangun dan memperkokoh moderasi beragama di Indonesia. Moderasi beragama menjadi sebuah keniscayaan yang harus diimplementasikan oleh seluruh Kementerian/Lembaga, bahkan Kementerian Agama sebagai leading sector-nya. Maka perlu upaya-upaya untuk mempertahankan praktik moderasi beragama ini agar tetap menjadi karakter khas beragama di Indonesia. Menggunakan penelitian studi pustaka, yaitu dengan mengkaji pustaka yang tersedia baik pustaka offline maupun online yang banyak tersedia di berbagai platform. Hasil dari penelitian ini pertama, Indonesia memiliki keragaman budaya, agama dan etnisitas yang komplek, sehingga memerlukan pengelolaan yang baik. Kedua, dengan terus mendorong moderasi beragama keragaman tersebut memungkinkan bisa dikelola dengan baik. Ketiga, diharapkan Indonesia bisa menjadi contoh bagi pengelolaan masyarakat multikultural. Kata kunci : Moderasi, Agama, Indonesia   ABSTRACTThe purpose of this research is to examine religious practices in Indonesia which are worthy of being proposed as examples of how ideal relations between religion and the state should be placed in modern society. The moderation indicators compiled are a reference for all people in the framework of building and strengthening religious moderation in Indonesia. Religious moderation is a necessity that must be implemented by all Ministries/Institutions, even the Ministry of Religion as the leading sector. So efforts are needed to maintain this practice of religious moderation so that it remains a distinctive character of religion in Indonesia. Using literature study research, namely by reviewing the available literature both offline and online literature which is widely available on various platforms. The results of this study are first, Indonesia has a complex diversity of cultures, religions and ethnicities, so it requires good management. Second, by continuing to encourage moderation in religion, diversity allows it to be managed properly. Third, it is hoped that Indonesia can become an example for the management of a multicultural society. Keywords: Moderation, Religion, Indonesia
TUJUAN DAN MATERI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF HADIS Elvis Winda; Nepi Apriana; Suryani Suryani
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9918

Abstract

Abstract.Early childhood education is described as an important period in child development. Children are born in a state of weakness and helplessness and do not know anything, but they are born in a state of fitrah, that is, pure and clean from all kinds of bad things. Therefore, to maintain and develop the nature that exists in children, parents and educators are obliged to provide positive upbringing to children. Early childhood education in the perspective of hadith aims to instill Islamic values in children from an early age, so that children become Muslim people who are kāffah, who believe and fear Allah SWT. The material for early childhood education in the perspective of hadith is in the form of material for the hadith of deeds such as tauhid education, worship education and moral education.Key words: Early childhood; Education; Hadith Perspective.Abstrak Pendidikan anak usia dini digambarkan sebagai periode penting dalam perkembangan anak. Anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya serta tidak mengetahui apa-apa, tetapi ia lahir dalam keadaan fitrah, yakni suci dan bersih dari segala macam keburukan. Karenanya untuk memelihara sekaligus mengembangkan fitrah yang ada pada anak, orang tua dan pendidik berkewajiban memberikan didikan positif kepada anak. Pendidikan anak usia dini dalam perspektif hadis bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini, sehingga anak menjadi manusia muslim yang kāffah, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Materi pendidikan anak usia dini dalam perspektif hadis berupa materi Hadis perbuatan seperti pendidikan tauhid, pendidikan ibadah dan pendidikan akhlak. Kata kunci: Anak Usia Dini; Pendidikan; Perspektif Hadis.
OASE PEMIKIRAN M. IQBAL TENTANG MANUSIA Armin Tedy
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9919

Abstract

Abstract: This study tries to describe the oasis of M. Iqbal's thoughts about the concept of the main human being (human being), the stages and ways to reach the main human being. To reveal this problem in depth and thoroughly, the researcher used library research with the Qualitative Descriptive research method, which explained in depth about the object of the problem under study. From the results of this study it was found that; The main human according to Iqbal is someone who is aware of his transcendent (faiq) and eternal, which is not created and divine. Insan Kamil according to Iqbal is also a true believer who, in himself, has strength, insight, action and wisdom. As for the stages to reach Insan Kamil according to M. Iqbal; First; ObeySecondIslamic Shari'a,  ; self-control ; Divine Caliphate (Niyabat Divine) or. Representative of God where thought and action, instinct and reason become one. Meanwhile, according to M. Iqbal, how to reach the main human being includes; physically healthy and strong and skilled, intelligent and clever and High Quality Spiritual. Keywords: M. Iqbal, Human Concept, Insan Kamil Abstrak: Pada penelitian ini berusaha mendeskripsikan oase pemikiran M. Iqbal tentang konsep manusia utama (insan kamil), tahapan- tahapan dan cara untuk mencapai manusia utama. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh,  peneliti mengunakan Penelitian Kepustakaan (library research) dengan metode penelitian Deskriptif Kualitatif yaitu  menjelaskan secara mendalam tentang objek permasalahan yang diteliti. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa; Manusia utama menurut Iqbal adalah seorang  yang sadar tentang keakuaannya yang transcendent (faiq) dan abadi, yang tak  diciptakan dan bersifat Ilahi. Insan kamil menurut Iqbal juga seorang mukmin  sejati yang dalam, dirinya terdapat kekuatan, wawasan, perbuatan dan  kebijaksanaan. Adapun tahapan- tahapan untuk mencapai Insan Kamil menurut M. Iqbal; Pertama; Taat terhadap Syari‟at Islam, Kedua; Pengendalian diri Ketiga;  Kekhalifahan Tuhan (Niyabat Ilahi) atau. Perwakilan Tuhan di mana  pemikiran dan tindakan, insting dan penalaran menjadi satu. Sedangkan cara mencapai manusia utama menurut M. Iqbal  meliputi; jasmani yang sehat serta kuat dan berketrampilan, cerdas serta pandai dan Rohani yang Berkualitas Tinggi.Kata Kunci : M. Iqbal, Konsep Manusia, Insan Kamil
MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH SEBAGAI USAHA PENINGKATAN MORAL PESERTA DIDIK Allan Pragusti
Manthiq Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v7i2.9997

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu pertama, menganalisis strategi guru PAI dalam menanamkan moderasi beragama siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 26 Seluma. Kedua, mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru PAI dalam menanamkan moderasi beragama siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 26 Seluma. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertama strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan moderasi beragama siswa di SMP Negeri 26 Seluma yaitu dengan dengan menanamkan nilai nilai kerja sama, solidaritas, tenggang rasa, tanggung jawab dan kasih sayang pada siswa. Dengan tertanamnya nilai-nilai ini maka diharapkan siswa akan memiliki nilai-nilai moderasi beragama kepada sesama manusia yang memiliki perbedaaan keyakinan beragama. Dalam menanamkan moderasi beragama siswa tersebut dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas dengan menggunakan metode keteladanan, nasehat, pendekatan dan pembiasaan. Kedua, Faktor pendukung guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan moderasi beragama meliputi kekompakan dari pihak sekolah, dilakukan pula bentuk kerja sama yang kuat antara sekolah dengan orang tua siswa. Sedangkan faktor penghambat yaitu lingkungan baik itu lingkungan keluarga yang kurang kondusif dan tontonan di media massa yang tidak mendidik.MODERASI BERAGAMADI SEKOLAH SEBAGAI USAHA PENINGKATAN MORAL PESERTA DIDIK
Manusia Dalam Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer Nur Cholis; Diah Dwi Ikra Negara; M. Samsul Ma’arif
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.10770

Abstract

Abstract, Human earth is a contro.versial and interesting novel, Pramo.edya Ananta Toer as the wri.ter is acc.used of being involved with the comm.unists. Earth of Mankind was banned from circulating, but then it got a crowded place among readers and has been translated into more or less 36 languages, the ideas and messages will eventually give color to the reader com.munity, how to think, behave and exist. This study is a discourse ana.lysis model that aims to describe human exist.ence in the Earth of human using hermeneutic objective method as an analytical approach. The final result can be concluded that the humans who exist in this Earth of human are none other than those who are armed with knowl.edge and freedom who are able to struggle out of the various difficulties they face, are able to stand on their own feet, and do not become crimi.nals running away from respon.sibility. The concept of humanity in Bumi Manusia is rooted in the factual social conditions of the poor and the oppressed. Humans who exist on earth. Humans do not portray perfect humans, or ideal humans who are aspired to, succeed in winning with achievements based on perfect human ideals filled with perfection, but humans who are able to continue to struggle to get out of the factual tests experienced humans on earth. Because, according to Pramoedya, the perfect, successful and always victorious human does not exist on earth but in heaven. Keywords; Human Earth, Existence, Human  Abstrak, Bu.mi Manu.sia meru.pakan no.vel kontr.oversial dan menarik, Pramo.edya Ananta Toer sebagai penulis dituduh terlibat dengan komunis. Bumi Manusia sempat dilarang beredar tetapi kemudian mendapatkan tempat  ramai dikala.ngan pembaca dan sudah diterje.mahkan kurang lebih dalam 36 bahasa, gagasan dan pesannya pada akhirnya akan ikut memberikan warna terhadap masyarakat pembaca, bagaimana berfikir, bersikap dan bereksistensi. Kajian ini adalah model analisis wacana yang bertujuan mendeskripsikan eksistensi manu.sia dalam Bumi Manusia dengan metode objektif hermeneutic sebagai pendekatan analisis. Hasil akhir dapat disimpulkan bahwa manusia yang eksis dalam Bumi Manusia tidak lain adalah mereka yang berbekal pengetahuan dan kemerdekaan mampu berjuang keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapi, mampu berdiri pada kaki sendiri, dan tidak menjadi kriminal lari dari tanggung jawab. Konsep kemanu.siaan dalam Bumi Manusia mengakar pada kondisi faktual sosial rakyat kecil dan kaum tertindas. Manusia yang eksis dalam bumi Manusia tidak mencitrakan manusia semp.urna, atau manusia ideal yang dicita-citakan, sukses menang dengan pencapaian yang didasarkan pada cita-cita manusia paripurna yang diliputi kesem.purnaan, melainkan manusia yang mampu terus berjuang untuk keluar dari ujian-ujian faktual yang dialami manusia di bumi. Karena manusia yang sempurna, sukses dan senantiasa menjadi pemenang menurut Pramoedyatidak ada di bumi melainkan ada di surga. Kata Kunci; Bumi Manusia, Eksistensi, Manusia
DEKONSTRUKSI FILSAFAT CINTA RABI’AH AL-ADAWIYYAH DALAM PERSPEKTIF JACQUES DERRIDA Usmi laila; Ismail Ismail; Rahmat Ramdhani
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11039

Abstract

Abstract: This research was motivated by the author's doubts about the texts of Rabi'ah al-Adawiyyah's philosophy of love. With the purpose of the study, namely Describing the meaning of love Rabi'ah al-Adawiyyah. Describe and analyze the form of Rabi'ah al-Adawiyyah's love texts. Examine, analyze, and interpret the deconstruction of Rabi'ah al-Adawiyyah's philosophy of love in his love conversation texts from the perspective of Jacques Derrida's Hermeneutics. In theory, using the deconstruction of Jacques Derrida, deconstruction dismantles established texts, giving rise to hidden meanings behind them. This research uses library research methods and philosophical research approaches. The results showed that the meaning of Rabi'ah love is mahabbah, divided into two concepts, namely longing love and love because God deserves to be loved. The Rabi'ah love script is in the form of poetry poems that mean deep love. The deconstruction of Rabi'ah al-Adawiyyah's philosophy of love is characterized by binary opposition, logocentrism and difference Derrida is his apathy and skepticism towards God's creatures, then makes himself not put love trust in humans, so that only God makes himself feel existing. Rabi'ah's path of mahabbah is bridged by his inability to face the world.Keywords: Deconstruction, Philosophy of Love, Rabi'ah Al-Adawiyyah. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keraguan-keraguan penulis terhadap teks-teks naskah filsafat cinta Rabi’ah al-Adawiyyah. Dengan tujuan penelitian yaitu Mendeskripsikan makna cinta Rabi’ah al-Adawiyyah. Mendeskripsikan dan menganalisa bentuk naskah-naskah cinta Rabi’ah al-Adawiyyah. Menelaah, menganalisa, dan  memaknai dekonstruksi filsafat cinta Rabi’ah al-Adawiyyah dalam teks-teks percakapan cintanya perspektif Hermeneutika Jacques Derrida. Secara teori menggunakan dekonstruksi Jacques Derrida, dekonstruksi membongkar teks yang sudah mapan sehingga memunculkan makna tersembunyi dibalik teks. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dan pendekatan penelitian filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cinta Rabi’ah adalah mahabbah, dibagi dalam dua konsep yakni cinta rindu dan cinta karena Tuhan memang layak untuk dicintai. Adapun naskah cinta Rabi’ah adalah berbentuk syair-syair sajak puisi yang bermakna cinta mendalam. Dekonstruksi dari filsafat cinta Rabi’ah al-Adawiyyah ditandai dengan oposisi biner, logosentrisme dan difference Derrida adalah sikapnya yang apatis dan skeptis terhadap makhluk ciptaan Tuhan, kemudian menjadikan dirinya tidak menaruh kepercayaan cinta kepada manusia, sehingga hanya Tuhanlah yang membuat dirinya merasa ada. Jalan mahabbah Rabi’ah yakni dijembatani oleh ketidakmampuannya dalam menghadapi dunia. Kata Kunci : Dekonstruksi, Filsafat Cinta, Rabi’ah Al-Adawiyyah.
STOIKISME ERA MODERN DAN RELEVANSINYA DENGAN AJARAN ISLAM Yacintha Pertiwi; Rohimin Rohimin; Nelly Marhayati
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11241

Abstract

Abstract: This research aims to discuss modern-era Stoicism and its relevance to Islamic teachings. Through  Research Library  this, the author uses a cognitive psychology approach and a philosophical approach model on actual problems, as well as using methods  Content Analysis . The results of this study show that the concept of modern-era Stoicism is very relevant to the modern-contemporary century and there are several similar relationships, namely self-control and emotion. This research concludes that Apatheia from modern-era Stoicism and Tawasudh (Zuhud) from Islam meet at the same estuary namely the need to control oneself and emotions in humans in accepting and dealing with every problem of life in front of him.Keywords: Stoicim, Modern-Era, Islamic Teachings Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membahas Stoikisme era modern dan relevnasinya dengan ajaran-ajaran Islam. Melalui Library Research ini, penulis menggunakan pendekatan psikologi kognitif dan model pendekatan filosofis mengenai masalah aktual, serta menggunakan metode Content Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Stoikisme era modern sangat relevan dengan abad modern-kontemporer dan terdapat beberapa hubungan yang sama, yaitu kendali diri dan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Apatheia dari Stoikisme era modern dan Tawasudh (Zuhud) dari Islam bertemu di muara yang sama yaitu perlunya mengendalikan diri dan emosi pada manusia dalam menerima dan menghadapi setiap problematika kehidupan di hadapannya.Kata Kunci: Stoikisme, Era Modern, Ajaran Islam
PEMIKIRAN FATIMA MERNISSI TENTANG GENDER DALAM FERSFEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA Christy Pransisca; Alimni Alimni
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11976

Abstract

AbstractThis study aims to find out how Fatima Mernissi's thoughts on gender equality in  Islamic fersfective and its implementation in Indonesia. This research  is a qualitative descriptive research  (Library research)   where  data  sources are taken by collecting data.    Then it  can be concluded  that: (1) The fact is that  Islam strongly affirms the equality of men and women (2)Women must be active and  have high  intellectual capacity so that they  are able to  take part in the public sphere (3) Mernissi highlights the role of women in politics, economy, social and law between men and women is equal in terms of leading a country. It is proven in Indonesia that there is a female President and it is clear from the visits of a number of universities that the number of women in post-graduate is much more than when undergraduate. This is in stark contrast to the early days of Islam, which discouraged women from pursuing higher education.  Keywords: Fatima Mernissi thought,  Islamic ferfective, and gender AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Fatima Mernissi tentang kesetaraan gender Dalam Fersfektif Islam dan implementasinya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif (Library research) yang mana sumber data di ambil dengan cara mengumpulkan data. Kemudian dapat disimpulkan bahwa : (1) Hakikatnya Islam sangat mengafirmasi kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan (2) Perempuan harus Aktif dan memiliki kapasitas Intelektual yang Tinggi sehingga mampu berkiprah di Ruang publik (3) mernissi menyoroti peran perempuan dalam politik, ekonomi social dan hukum antara laki-laki dan perempuan adalah sama dalam hal memimpin sebuah negara. Terbukti di Indonesia adanya Presiden Perempuan dan terlihat jelas dari kunjungan sejumlah universitas bahwa jumlah perempuan di pasca sarjana jauh lebih banyak dari pada Ketika sarjana. Ini sangat kontras dengan awal-awal datangnya islam, yang membuat perempuan enggan mengejar Pendidikan tinggi. Kata kunci : Pemikiran Fatima Mernissi, fersfektif Islam, dan Gender
TRADISI PAWANG PADA MASYARAKAT DESA REMBAN MURATARA SUMATERA SELATAN Wira Hadikusuma; Rozian Karnedi; Japarudin Japarudin
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11963

Abstract

Abstract: This research is motivated by the phenomenon of the rain handler tradition in Remban Village, Rawas Ulu, North Musi Rawas. This traditional ritual has a strong mystical smell even though it is in a modern and sophisticated era, and there is still a lack of people who understand the meaning of this tradition. This study aims to analyze the chramer tradition philosophically. As for the formulation of the problem; 1) Why do the people of Remban Village still carry out the chramer tradition. 2) What is the philosophical meaning of the chramer tradition. This research is a type of field research that uses descriptive qualitative research methods with a philosophical approach. The results are as follows; First, the Remban Village Community continues to carry out the Charmer tradition, the reasons are; The tradition has been passed down from generation to generation, the need for the smooth running of the event, the requirements are easy, the costs for traditional events are very small, the majority did not rain when the rain conditions were installed. Second, the philosophical meaning of the objects used in the chramer tradition; Red agarwood as a medium of communication with the supernatural. Seven kinds of flowers signify fragrance, fertility, pleasure. Green coconut means concern for others for those in need. The four Janurs represent the symbols of the four companions of the Prophet Muhammad. Roses mean the smooth running of the event. Kantil flowers indicate that the event is as expected. The ylang flower asks to be subject to what we put as a condition, so that it doesn't rain. Water means fertility.Keywords: Charmer Tradition, Remban Village, Philosophical  Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena tradisi pawang hujan di Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara. Ritual tradisi tersebut sangat kental berbau mistis walaupun berada di era modern dan canggih, serta masih kurangnya masyarakat yang memahami makna dari tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Pawang secara filosofis. Adapun rumusan masalahnya; 1) Mengapa masyarakat Desa Remban masih menjalankan tradisi Pawang. 2) Apa makna filosofis dari tradisi Pawang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan filosofis. Adapun hasilnya sebagai berikut; Pertama, Masyarakat Desa Remban tetap melakukan tradisi Pawang alasannya adalah; Tradisi turun temurun, kebutuhan dalam kelancaran acara, syarat yang mudah, biaya acara tradisi yang sangat sedikit, mayoritas tidak terjadi hujan ketika dipasang syarat hujan. Kedua, Makna simbol dari perbendaan yang digunakan dalam tradisi Pawang; Gaharu merah sebagai media komunikasi dengan alam ghaib. Bunga tujuh rupa menandakan keharuman, kesuburan, kesenangan. Kelapa hijau bermakna kepedulian dengan sesama bagi yang membutuhkan. Janur empat buah mewakili simbol dari empat sahabat Rosulullah. Bunga mawar bermaksud kelancara acara. Bunga kantil mengisyaratkan semoga acara sesuai dengan yang diharapkan. Bunga kenanga meminta supaya kena apa yang kita pasang sebagai syarat, supaya tidak terjadi hujan. Air bermakna kesuburan.Kata Kunci: Tradisi Pawang, Desa Remban, Filosofis.