cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+622476740296
Journal Mail Official
jsm@unimus.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang, Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Telp. (024) 76740295/Telp. (024) 76740296
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Masyarakat
ISSN : 26230364     EISSN : 26230569     DOI : https://doi.org/10.26714/jsm
Publikasi Jurnal Surya Masyarat ini bertujuan untuk mendiseminasikan pemikiran-pemikiran konseptual ataupun gagasan-gagasan dan hasil-hasil penelitian yang telah didapat di bidang pengabdian kepada masyarakat. Fokus jurnal ini adalah pada permasalahan-permasalahan utama dalam pengembangan ilmu dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, antara lain: Layanan kepada Masyarakat dan Ketahanan Pangan; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, dan Desain; Penguatan Masyarakat dan Akses Sosial; Kuliah Kerja Nyata; Wilayah Perbatasan dan Daerah Tertinggal; Pendidikan untuk Pengembangan yang berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 194 Documents
Peningkatan Pengetahuan Tentang Jamu Pada Siswa-Siswi di Sekolah Dasar Negeri 1 Boyolali Iwan Setiawan; Suharyanto Suharyanto; Ryan Dianto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.54-58

Abstract

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit dan batang serta buah. Sebagai suatu bentuk pengobatan tradisional, jamu memegang peranan penting dalam pengobatan penduduk negara berkembang. Litbang Depkes menginformasikan bahwa 50% penduduk Indonesia menggunakan jamu baik untuk menjaga kesehatan maupun untuk pengobatan karena sakit. Jamu telah diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Usia 6-12 tahun anak sudah memiliki dunia sekolah yang lebih serius walaupun ia tetap seorang anak dengan dunia yang khas, masa ini ditandai dengan perubahan dalam kemampuan dan perilaku. Pertumbuhan dan perkembangan anak membuatnya lebih siap untuk belajar dibanding sebelumnya, anak juga mengembangkan keinginan untuk melakukan berbagai hal dengan baik. Tujuan dari program pengabdian ini adalah memperkenalkan profesi ahli farmasi, memberikan pengetahuan tentang resiko mengkonsumsi minuman kesehatan dan memberikan pengetahuan tentang khasiat jamu dan obat tradisional bagi siswN 1 Boyolali Metode pengabdian dibuatm enarik dengan kegiatan minum jamu bersama, mengumpulkan dan menguji pengetahuan siswa terhadap beraneka ragam tanaman obat tradisional dan penyuluhan mengenai resiko mengkonsumsi minuman kesehatan, pengetahuan tentang khasiat jamu dan obat tradisional. Pengabdian masyarakat ini diterima baik oleh pihak sekolah sehingga ditambahkan pada jadwal mingguan ada kegiatan minum susu bersama dan minum jamu bersama serta bagi anak usia dini akan sangat bermanfaat dan mampu menanamkan kecintaan anak-anak pada tanaman obat tradisional indonesia.Kata kunci: siswa, jamu, obat tradisionalAbstractHerbs are made of natural ingredients, such as parts of plants such as rhizomes (roots), leaves, skin and stems and fruit. As a kind of traditional medicine, herbs play an important role in curing people in developing countries. Research and Development division of the Ministry of Health states that 50% of Indonesian people drink herbs either to keep them healthy or to recover from illness. Herbs have been accepted by Indonesian people as a part of traditional medicine. Children at the age of 6-12 years old has had more serious schooling world though their world is still distinctive. This period is signified by chances of abilities and behaviors. Growth and development of a child makes him or her more ready to learn the he or she has been in the previous stages. He or she also develop will to do things better. The program was aimed at promoting the profession of pharmacist, sharing knowledge the risk of consuming on healthy drink and informing the benefits of drinking herbs and traditional medicine for students of Public Elementary School 1 of Boyolali. The method of the service was made interesting with drinking herbs together, collecting various kinds of traditional medicinal plants, and testing their knowledge on them and socializing the risk of consuming healthy drinks, knowledge on the benefits of drinking herbs and traditional medicine. This community service was positively received by the school so that in the weekly schedule, drinking milk and herbs together for young children were added. And for the young children, it was really useful and able to instill the children’s love to Indonesian traditional medicinal plants.
Pemeriksaan Glukosa, Kolesterol dan Asam Urat pada Masyarakat Peserta Car Free Day di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kota Semarang Ana Hidayati Mukaromah; Gela Setya Ayu Putri; Nurul Qomariyah; Wijanarko Wijanarko; Pratiwi R. H. Sya’diah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.2.2020.133-138

Abstract

Symptoms of a disease can be prevented if routine health checks are done. Health checks can be carried out in public and private laboratories, or free checks conducted by health education institutions through community service activities. The implementation of community service is carried out by lecturers involving students of the Medical Laboratory Science at the Muhammadiyah University of Semarang. This community service activity was carried out on December 15, 2019 in front of the Semarang Health Training Center Office on December 15, 2019. The inspection method uses Point of Care testing (POCT). The results of the examination that the number of respondents with cholesterol levels above normal for women more than men, while glucose and uric acid levels above normal in men more than women. The average cholesterol, glucose, and uric acid levels for men were 224.2; 123.1; 4.8 mg/dL respectively, while for women is 194.5; 121.2; 6,0 mg/dL. The higher age (12 - 65 years), the average cholesterol level increases from 189 to 217.8 mg/dL (15.25%) and the average glucose level increase from 84.4 to 131.5 mg / dL (55.80%), while the average uric acid level decreases from 5.4 to 5.2 mg / dL (3.85%). The conclusions of the health inspection activity about the result of cholesterol, glucose, and uric acid levels can be used to check public health
Pelatihan Pengelolaan Dana Investasi Pendidikan Anak Dalam Rumah Tangga Di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro Listiyowati Listiyowati; Iin Indarti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.69-75

Abstract

Keberhasilan pengelolaan keuangan sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh keberhasilan mengatur pengeluaran, karena kekuatan kontrol setiap pengeluaran biasanya lebih besar dari daya kontrol terhadap penghasilan. Sehingga dibutuhkan tingkat kedisiplinan didalam setiap kontrol pengeluaran. Tonggak keberhasilan kontrol pengeluaran adalah ibu rumah tangga sebagai tonggak pemegang keuangan didalam rumah tangga. Hal ini dialami oleh ibu-ibu rumah tangga di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro, dimana masih kesulitan didalam melakukan pengelolaan keuangan untuk pendidikan anak. Apakah dana pendidikan ini harus disimpan sebagai tabungan atau investasi. Padahal biaya pendidikan anak semakin lama semakin meningkat seiring dengan dengan tingkat inflasi ±15-16%. Dengan minimnya kesadaran tentang pengelolaan dana untuk pendidikan pada ibu-ibu rumah tangga di Persit. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah menentukan tujuan keuangan, mengumpulkan informasi dan data, memeriksa kondisi keuangan, membuat rencana keuangan, melaksanakan rencana-rencana keuangan, dan review target. Pada kelompok pengeluaran di buatlah akun investasi dana pendidikan yang nantinya dana ini akan digunakan untuk membiayai pendidikan di kemudian hari. Hasil dari program Pengabdian Kepada Masyarakat adalah peningkatan kemampuan ibu-ibu rumah tangga di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro didalam mengelola keuangan mereka khususnya pengeluaran dana investasi pendidikan dengan penuh kehati-hatian.Kata kunci: ibu rumah tangga, perencanaan keuangan rumah tangga, investasi dana pendidikan. AbstractThe success of financial management is actually more determined by the success of managing expenditure, because the power of control of each expenditure is usually greater than the power of control over income. So it takes the level of discipline in every expenditure control. The milestone of spending control is the housewife as a financial holder in the household. This is experienced by housewives in Persit Kartika Chandra Kirana Twig 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro, where there are still difficulties in carrying out financial management for children's education. Does this education fund have to be saved as savings or investment. Even though the cost of children's education is increasingly increasing along with the inflation rate of ± 15-16%. With the lack of awareness about managing funds for education in housewives in Persit. PKM activities undertaken are determining financial goals, gathering information and data, checking financial conditions, making financial plans, implementing financial plans, and reviewing targets. In the expenditure group an account is created for investment education funds which later these funds will be used to finance education in the future. The result of the Community Service Program is the improvement of the ability of housewives in Persit Kartika Chandra Kirana Twigs 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro in managing their finances especially the expenditure of education investment funds with caution.
Inisiasi Gerakan Shodaqoh Sampah Bagi Masyarakat Desa Trimurti, Bantul Arie Kusuma Paksi; Nanik Prasetyoningsih
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.1-12

Abstract

Terkait dengan tema pengabdian masyarakat, ternyata di masyarakat Desa Trimurti masih sangat perlu sosialisasi mengenai bahaya tumpukan sampah, hasil dari aktivitas rumah tangga, yang akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas CH4 dan CO2 yang berdampak pada pemanasan global. Pengabdian dilakukan dengan maksud untuk memberikan informasi yang akurat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Trimurti mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga dalam rangka mengurangi resiko pemanasan global. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut: (1) Pemahaman masyarakat mengenai bahaya pemanasan global masih perlu ditingkatkan, (2) Kesadaran masyarakat masih rendah mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga; dan (3) Belum adanya manajemen pengelolaan sampah yang inovatif. Adapun penyelesaian masalah yang ditawarkan adalah sebagai berikut: (1) Peningkatan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah, akan berdampak pada pengurangan resiko pemanasan global. Ini menjadi tanggungjawab semua warga, dan bukan hanya pemerintah; (2) Motivasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar khususnya bagi masing-masing rumah tangga; dan (3) Pendampingan Pemerintah Dukuh untuk melakukan sosialisasi prosedur pengelolaan sampah melalui program shodaqoh sampah. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Dukuh Gerso, dan telah dilaksanakan dengan baik bekerjasama dengan Masyarakat Dukuh Gerso dan Pemerintah Desa Trimurti. Hasil pelaksanaan kegiatan antara lain: pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Trimurti mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar meningkat, yakni dengan dibentuknya Gerakan Pengelola Sampah di setiap RT dibawah Koordinasi Kepala Dukuh Gerso dan di ketuai langsung oleh Ketua RT.  Inisiasi program shodaqoh sampah masih berlangsung di Dukuh Gerso, dan oleh pihak Desa akan disebarkan ke padukuhan yang lainnya di Desa Trimurti. Sementara itu, pelaksanakan gerakan shodaqoh sampah di Dukuh Besole baru sebatas inisiasi dikarenakan Kepala Dukuh dan warga masyarakat sedang mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya demi memulai gerakan pengelolaan sampah dengan model tersebut.Kata kunci: shodaqoh sampah; kesehatan lingkungan; pemanasan global Abstract Related to the theme of community service, it turns out that in the community of Trimurti Village there is still a great need for socialization regarding the dangers of garbage piles, the result of household activities, which will experience decomposition and produce CH4 and CO2 gas and this will have an impact to global warming. Dedication was carried out with the intention of providing accurate information to improve the understanding of the Trimurti Village community about the importance of managing household waste in order to reduce the risk of global warming. The problems found are as follows: (1) Public understanding of the dangers of global warming still needs to be improved, (2) Public awareness is still low regarding the importance of managing household waste; and (3) The absence of innovative waste management. The solutions to the problems offered are as follows: (1) Increasing public awareness that protecting the environment through waste management will have an impact on reducing the risk of global warming. This is the responsibility of all citizens, and not just the government; (2) Motivation and socialization regarding the importance of protecting the surrounding environment, especially for each household; and (3) Assistance to the hamlet government to disseminate waste management procedures through the waste almsgiving program. The activity was carried out in Gerso Hamlet, and has been well implemented in collaboration with the Dukuh Gerso community and the Trimurti Village Government. The results of the implementation of the activities included: the knowledge and understanding of the Trimurti Village community about the importance of protecting the surrounding environment, namely the establishment of the waste management movement in each neighborhood under the coordination of Gerso Hamlet Heads and chaired directly by the Chairperson of the Neighborhood. The initiation of the waste almsgiving program is still ongoing in Gerso Hamlet, and by the Village will be distributed to other hamlets in Trimurti Village. Meanwhile, carrying out the waste almsgiving movement in Hamlet Besole was only limited to initiation because the Village Head and the community were preparing the next steps to start the waste management movement through almsgiving programme.
Pemberdayaan Perempuan pada Sanitasi Lingkungan di Masyarakat Tepi Kali Winongo di Kelurahan Ngampilan Yoni Astuti; Triwulandari Kesetyaningsih; Yusiriwayatul Afsoh
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.86-91

Abstract

Kampung Ngampilan terletak di sepanjang sungai Winongo dan beberapa tahun terakhir telah berdiri bangunan bertingkat di sebelah Timur kampung, hal ini menyebabkan  beberap rumah tidak mendapatkan sinar matahari sehingga berisiko terhadap penyakit infeksi yang menular Apalagi di daerah ini merupakan daerah endemik DBD dan terdapat beberapa warga penderita TBC. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  meningkatkan  pengetahuan  tentang pentingnya paparan sinar matahari pagi baik untuk lingkungan hunian maupun untuk kesehatan manusia., untuk meningkatkan pengetahuan tentang  pentingnya gzi dan sumber – sumber gizi yang dapat mencegah terinfeksi bakteria. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pengabdian mayarakat ini diterima dengan baik dan antusias oleh masyarakat, yaitu dengan keterlibatan masyarakat pada setiap  kegiatan dan diskusi yang dinamis.Dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya paparan sinar matahari serta gizi yang dibutuhkan agar terhindar dari infeksi bakteria.Kata kunci: sinar matahari pagi, gizi, kebersihan lingkunganAbstractThe village of Ngampilan is located along the Winongo river  and in the last few years a multi-storey building has been established to the east of the village, causing some houses to not get sunlight so that it is at risk of infectious diseases. Especially in this area is dengue endemic areas and there are some people with TB. This community service aims to increase knowledge about the importance of morning sun exposure both for residential environments and for human health, to increase knowledge about the importance of juice and nutritional sources that can prevent bacterial infection. This activity uses lecture and discussion methods. This community service is well received and enthusiastically by the community, namely with the involvement of the community in every dynamic activity and discussion. And there is an increase in public knowledge about the importance of sun exposure and the nutrients needed to avoid bacterial infections.
Pengembangan Nilai Karakter Taat Melalui Aktivitas Belajar Siswa SMAN 1 Ampel Boyolali Lisa Virdinarti Putra; Anni Malihatul Hawa; Ika Silfiana Arifatul Khoiriyah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.21-25

Abstract

Tujuan pengabdian ini yaitu melatih siswa untuk memiliki karakter dan etika yang baik, melatih siswa untuk dapat menaati setiap aturan yang diberikan kepadanya melalui aktivitas belajar. Lokasi pengabdian akan dilaksanakan di SMAN 1 Ampel Boyolali melalui Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, presentasi powerpoint, brainstorming, dan dialog. Metode yang digunakan adalah dengan metode partisipatif artinya mitra binaan secara aktif dilibatkan dalam semua tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dengan materi pelatihan berupa ceramah, praktek, serta evaluasi yang disajikan secara bersamaan. Setelah kegiatan pelatihan, dilanjutkan kegiatan evaluasi sebagai bahan koreksi bagi penyelenggara kegiatan. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perpustakaan untuk melaksanakan kegiatan serupa terkait dengan kegiatan pendidikan pemakai. Hasil dari pelatihan ini diharapkan siswa memiliki karakter dan etika yang baik supaya siswa dapat menjadi manusia yang tidak hanya bertambah secara usia tetapi juga memiliki kepribadian yang baik seumur hidup.Kata kunci: karakter taat, aktivitas belajar, siswaAbstractThe purpose of this service is to train students to have good character and ethics, to train students to be able to obey ever y rule given to them through learning activities. The service location is implemented at SMAN 1 Ampel Boyolali through training conducted by lecture method, powerpoint presentation, brainstorming, and dialogue. The method used is a participatory method which means that foster partners are actively involved in all stages of this community service activity. This activity uses t raining methods that is carried out for 3 (three) days with training materials in the form of lectures, practices, and evaluations presented simultaneously. After the training activity, evaluation activities are continued as material for correction to the activity organizers. The results of this evaluation can later be used as consideration for the library to carry out similar activities related to user education activities. The results of this training are expected students to have good character and ethics so that students can become human beings who not only increase in age but also have a good  personality for life.
Pengembangan Kreativitas Pengolahan Sampah Plastik melalui Pemberdayaan Wanita di Kalisegoro Semarang Dyah Ayu Widyastuti; Rivanna Citraning Rachmawati; Atip Nurwahyunani
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.2.2020.105-109

Abstract

Unprocessing household waste is one of environmental problem which has to be overcome by Kalisegoro society. People only depend on garbage transport service to process household waste henceforward to final disposal site. Those habit leads to unprocessing household waste in Kalisegoro and more contaminate the environment. Household waste processing training is required to enhance the ability of Kalisegoro society, especially for housewife so that the household waste can be handled well. This program intend to enhance creativity of housewife in Kalisegoro to process plastic from household waste. Plastic waste can be processed become handycrafts and reduce rubbish buildup which leads to environmental pollution. The participant of this program is household who incorporated in Dorang Dawis Anggrek 17 business unit in Kalisegoro Gunungpati Semarang.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pembuatan “Basabokas” untuk Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Kartika Yuni Purwanti; Anni Malihatul Hawa
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.45-49

Abstract

Tujuan pengabdian ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan bak sampah dari botol bekas. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melalui tiga tahap yaitu 1) sosialisasi, 2) pendampingan, 3) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan adalah: 1) pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah menjadi botol bekas dalam kategori sangat baik. Hal ini ditandai dengan rata-rata persentase indikator ketercapaian sebesar 90,48% serta peningkatan rata-rata keterampilan siswa dari 2 menjadi 3,7, 2) memperoleh respon positif yang dilihat dari indikator kehadiran peserta mencapai 100% dari target dan peserta antusias selama mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan. Kegiatan ini perlu dilaksanakan oleh selruh kelas agar seluruh siswa mampu mengetahui manfaat 3R (reuse, reduce and recycle). Kegiatan pengabdian ini diharapkan ke depan dapat sampai membuka akses pasar bagi hasil produksi (aneka kreasi daur ulang) serta dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya di lokasi lain untuk menunjang kelestarian lingkungan dan budaya hidup sehat.Kata kunci: basabokas, daur ulang, botol bekas AbstractThe purpose of this service is to increase students' knowledge and skills in making trash bins from used bottles. The implementation method used is participatory method through three stages, namely 1) socialization, 2) mentoring, 3) monitoring and evaluation. The results of the implementation are: 1) students' understanding of waste management into used bottles in the excellent category. This is indicated by the average percentage of achievement indicators of 90.48% and the average increase in student skills from 2 to 3.7, 2) obtaining a positive response as seen from the attendance indicator reaching 100% of the target and the enthusiastic participants participating in activities from the beginning to the end of the activity. This activity needs to be carried out by the whole class so that all students are able to know the benefits of 3R (reuse, reduce and recycle). This community service activity is expected in the future to be able to open market access for production results (various recycled creations) and can be continued in the following years in other locations to support environmental preservation and a culture of healthy living.
Penggunaan Aplikasi Komputer dalam Peningkatan Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri 01 Kembangarum Semarang Enny Dwi Lestariningsih; Testiana Deni Wijayatiningsih; Hascaryo Pramudibyo; Bambang Dalyono; Dwi Ampuni Agustina
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.125-131

Abstract

Sebagian guru di SD Negeri Kembangarum 01 banyak yang masih gagap teknologi terutama mereka yang sudah jadi guru sejak lama atau senior karena selama mereka kuliah, teknologi komputer dan internet belum sebanyak sekarang. Berdasarkan paparan tersebut, semua guru dituntut untuk selalu mengembangkan diri sejalan dengan kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi pada kenyataannya kemampuan mereka cenderung relatif standar hanya mampu mengoperasikan microsoft words saja. Berdasarkan pernyataan tersebut, tim pengabdi kami memfokuskan pengabdian masyarakat pada pemanfaatan teknologi komputer pada guru SDN 01 Kembangarum Semarang yang berjumlah 21 orang. Adapun metode pelatihan yang dilakukan menggunakan metode ceramah, praktek, dan evaluasi kepuasan peserta pelatihan. Dari program pelatihan pengabdian masyarakat tersebut dihasilkan peningkatan kemampuan mengoperasikan microsoft words, power point, microsoft excel, pelatihan membuat email, dan pelatihan mendaftar website di wordpress. Para guru menjadi termotivasi untuk lebih menggunakan power point, dan website gratis sebagai media pembelajaran dan penghitungan dalam excel untuk mengevaluasi penilaian siswa baik ulangan harian, tugas, UTS, atau UAS.Keywords: aplikasi komputer, kinerja guru, sekolah dasar.AbstractSome teachers at Public Elementary School of Kembangarum 1 are technologically illiterate, primarily the senior ones, for when they were students the technology was not as high as it is now. Based on that, all of the teachers are asked to always develop themselves in line with the advancement of science and technology. I fact, their abilities are relatively standard, only able to operate Microsoft Word. Therefore, we conducted a community service focusing on utilizing computer technology for 21 teachers at Public Elementary School of Kembangarum 1 Semarang. Methods used were lecture, practice, evaluation on satisfaction, and training. Results of the community service showed that the ability to operate Microsoft Word, Power Point, and Microsoft Excel improved. Trainings on how to create an email and register a website on Wordpress were also given. The teachers were more motivated to use Power Point application and free-of-charge website as learning and calculating media in excel in order to evaluate the students’ assessments in both daily tests, assignments, mid-term test, and post-term test.
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi Ratna Indriawati; Sherly Usman
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.59-63

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan sebesar 24%. Hal ini berarti bahwa masih ada 76,0% kasus hipertensi di masyarakat yang belum terdiagnosis. Tingginya angka insidensi hipertensi di propinsi DIY tersebut turut mempengaruhi insidensi penyakit ini di kabupaten Bantul. Pola makan yang tidak sehat dan kurang terjaga, perilaku merokok, stress psikososial karena faktor ekonomi, dan minimnya sarana & prasarana kesehatan merupakan faktor pemicu tingginya insidensi penyakit hipertensi di wilayah ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan faktor risiko, menanggulangi penyakit hipertensi dan komplikasi hipertensi serta pelatihan kader kesehatan terkait penyakit hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: melakukan pemeriksaan kesehatan dan faktor risiko hipertensi (berat badan, tinggi badan, dan body mass index/BMI) untuk skrining hipertensi, promosi kesehatan berupa penyuluhan hipertensi, pelatihan pengukuran tekanan darah yang baik dan benar, dan pembuatan dan pembagian leaflet hipertensi. Sebanyak 105 orang yang diperiksa tekanan darahnya, didapatkan 31 orang menderita hipertensi. Rentang umur kurang dari 40 tahun didapatkan 8 orang penderita hipertensi. Sedangkan kelompok umur 45-55 tahun juga didapatkan 8 orang dengan hipertensi. Terdapat 15 orang dengan hipertensi pada kelompok usia lebih dari 75 tahun.Kata kunci: hipertensi, faktor risiko, tekanan darah, berat badanAbstractHypertension is still the important health problem. The prevalence of national hypertension in the Special Region of Yogyakarta (DIY) was 35.8% with the proportion of cases of hypertension diagnosed by health personnel at 24%. This means that there are still 76.0% cases of hypertension in the community that have not been diagnosed. The high incidence of hypertension in the province of DIY also affects the incidence of this disease in the Bantul district. Unhealthy and poorly maintained eating patterns, smoking behavior, psychosocial stress due to economic factors, and the lack of health facilities & infrastructure are factors that trigger the high incidence of hypertension in this region. This community service aims to provide additional knowledge of risk factors, overcome hypertension and complications of hypertension and health cadres training related to hypertension. These community service activities included: conducting health checks and risk factors for hypertension (body weight, height, and body mass index/BMI) for hypertension screening, health promotion in the form of hypertension counseling, excellent and correct blood pressure measurement training, and making hypertension leaflets. A total of 105 people who were tested for blood pressure were 31 people suffering from hypertension. The age range of fewer than 40 years found eight people with hypertension. Whereas the age group of 45-55 years also found eight people with hypertension. There are 15 people with hypertension in the age group over 75 years.

Page 2 of 20 | Total Record : 194