cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+622476740296
Journal Mail Official
jsm@unimus.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang, Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Telp. (024) 76740295/Telp. (024) 76740296
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Masyarakat
ISSN : 26230364     EISSN : 26230569     DOI : https://doi.org/10.26714/jsm
Publikasi Jurnal Surya Masyarat ini bertujuan untuk mendiseminasikan pemikiran-pemikiran konseptual ataupun gagasan-gagasan dan hasil-hasil penelitian yang telah didapat di bidang pengabdian kepada masyarakat. Fokus jurnal ini adalah pada permasalahan-permasalahan utama dalam pengembangan ilmu dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, antara lain: Layanan kepada Masyarakat dan Ketahanan Pangan; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, dan Desain; Penguatan Masyarakat dan Akses Sosial; Kuliah Kerja Nyata; Wilayah Perbatasan dan Daerah Tertinggal; Pendidikan untuk Pengembangan yang berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 194 Documents
English for Jobseekers: Pelatihan Keterampilan Berbahasa Inggris untuk Anak Muda Pencari Kerja di Rumah Siap Kerja Jakarta Ince Dian Aprilyani Azir
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.20-28

Abstract

Angka pengangguran muda yang mencapai 43,4 persen menjadi titik tolak Rumah Siap Kerja sebagai pusat pelayanan terpadu untuk kegiatan pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan. Berbagai pelatihan sudah digelar oleh Rumah Kerja sebagai mitra pengabdi. Hanya saja, salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh para kaum muda untuk memperoleh pekerjaan yang layak yaitu kemampuan komunikasi berbahasa Inggris belum pernah diadakan kegiatan pelatihan sebelumnya.udah banyak riset yang membuktikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris adalah kunci untuk bisa unggul hampir di semua aspek kehidupan manusia. Inisiasi kegiatan pelatihan terhadap kemampuan bahasa Inggris di Rumah Kerja dilaksanakan sebagai solusi peningkatan keterampilan komunikasi Berbahasa Inggris baik secara tertulis maupun secara lisan dalam tujuan khusus untuk mencari pekerjaan. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan membuat profil diri dalam bentuk CV secara daring dan konvensional juga dalam bentuk media sosial profesional. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman bagaimana membuat surat lamaran kerja secara konvensional dan elektronik. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan simulasi praktek wawancara kerja dalam Bahasa Inggris. Simulasi wawancara kerja dengan penulis menjadi kegiatan akhir dari pelatihan ini untuk mengevaluasi hasil pembelajaran para peserta selama pelatihan.Kata kunci: pelatihan, keterampilan, bahasa inggris, pencari kerja, anak mudaAbstractThe high number of youth unemployment reached 43.4 percent to be the starting point of Rumah Siap Kerja as a hub for job skills and entrepreneurship training activities. Various trainings have been held by the Rumah Siap Kerja as a partner of this training activity. Unfortunately, there has not been any English training conducted in the partner institution while English skills have been considered as the key to excellence in almost all aspects of human life. This inspires the trainer to provide the training entitled English for Jobseekers as a solution for English communication skills either in writing or orally within the English for specific purpose of seeking jobs. In this activity, participants gain knowledge and skills to create self-identity in the form of online and written CV as well as in the form of professional social media. In addition, participants also gained the knowledge and experience on how to write a cover letter and send it via email based on the email ethics explained by the trainer previously. Moreover, the participants experience the interview practice in English. Simulating a job interview with the author became the final activity of the training to evaluate the participants ' learning outcomes during the training.
Meningkatkan Kesehatan Mental Penderita Diabetes Melitus di Komunitas dengan Kegiatan Kelompok Swabantu (Self Help Group) Tesaviani Kusumastiwi; Lilis Suryani; Denny Anggoro P
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.92-98

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Penanganan jangka panjang pada penyakit ini dapat memberikan beban baik fisik maupun mental pada penderitanya. Munculnya masalah kesehatan mental pada pasien diabetes melitus akan memperburuk prognosis pasien. Penanganan holistik baik fisik dan mental diharapkan dapat dilakukan pasien diabetes melitus, salah satunya melalui kelompok swabantu (self help group) yakni kelompok yang terdiri dari para penderita diabetes melitus yang saling berbagi permasalahan dan memberikan dukungan satu sama lain. Program pengabdian masyarakat kelompok swabantu  penderita diabetes mellitus dilaksanakan di Desa Bogoran, Trirenggo, Bantul. Kegiatan swabantu berisi tentang sharing dari masing-masing penderita yang dipantau/dimonitor oleh dokter ahli jiwa. Pada kelompok swabantu di Desa Bogoran, Trirenggo, Bantul ditemukan komorbiditas gejala klinis depresi dan cemas pada penderita diabetes. Beberapa permasalahan yang dialami oleh para penderita adalah manajemen stres, gangguan tidur, kepatuhan minum obat, ketakutan akan komplikasi dan penyesuaian gaya hidup. Kegiatan kelompok swabantu selain dapat membantu para penderita diabetes dalam menangani permasalahan yang dihadapi terkait dengan diabetes melitus, juga dapat memberikan rasa kebersamaan dan saling menguatkan antar penderita diabetes.Kata kunci: diabetes melitus, kelompok swabantu, kesehatan mentalAbstractDiabetes mellitus is a metabolic disease that has a high prevalence in Indonesia. Long-term treatment of this disease can provide physical and mental burden on the sufferer. The emergence of mental health problems in patients with diabetes mellitus will worsen the patient's prognosis. Holistic handling both physically and mentally is expected to be carried out by patients with diabetes mellitus, one is through self-help groups (self-help group), which is a group consisting of people with diabetes mellitus who share problems and provide support for each other. The community service program for self-help groups with diabetes mellitus was carried out in Bogoran Village, Trirenggo, Bantul. Self-help activities are about sharing from each sufferer who is monitored by a psychiatrist. In the self-help group in the Bogoran Bantul area, comorbid clinical symptoms of depression and anxiety were found in diabetics. Some of the problems experienced by sufferers are stress management, sleep disorders, compliance with medication, fear of complications and lifestyle adjustments. Self-help group activities besides being able to help diabetics in dealing with problems faced with diabetes mellitus, they can also provide a sense of togetherness and mutual support among diabetics.
Peningkatan Mesin Cetak dan Kekuatan Mekanik Batu Bata Press Menggunakan Mesin Cetak Kapasitas 1000 Buah/Jam pada Usaha Keluarga di Desa Kalipucang Kulon Solechan Solechan; Aris Kiswanto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.40-46

Abstract

Kota Jepara salah satu kota dimana terdapat peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan batubata. Sentra batu bata salah satunya berada di desa Kalipucang Kulon kecamatan Welahan. Dari kekuatan mekanik batu bata masih di bawah standar, densitas rendah, porositas tinggi dan warna merah. Batu bata mengandung pasir besi dan jenis tanah lempung merah. Usaha pembuatan batu bata di desa Kalipucang Kulon sebanyak 54 buahyang terdaftar di kantor Kelurahan tahun 2015. Banyak terjadi permasalahan di mitra UK batu bata Kalipucang Kulon, antara lain, pembuatan batu bata konvesnsional dan ukuran batu bata tidak standar SNI. Aspek pemasaran masih menunggu pembeli, manajeman usaha bersifat kekeluargaan dan minimnya strategi pemasaran,modal terbatas, dan kurangnya informasi mengakses pinjaman modal. Tujuan pengabdian pada masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu pembuatan mesin batu bata untuk meningkatkan produksi, pembuatan dan pemeliharaan website e-commerce untuk jual produk batu bata, manajemen usaha, strategi pemasaran, member informasi dan pendampingan mendapatkan modal usaha. Metode yang dipakaiadalah Workshop pembuatan dan pengoperasian mesin batu bata press sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan dan pemeliharaan website e-commerce, memberikan pelatihan kewirausahaan, strategi pemasaranproduk, member informasi dan pendampingan untuk mendapatkan modal usaha,dan cara mengakses bantuan dana. Hasilnya dengan penerapan mesin batu bata press manpu meningkatkan 880% dibandingkan denganmanual tenaga manusia. Kekuatan mekanik batu bata merah paling optimal dimiliki oleh komposisi campuran dengan kode B3 dengan kekuatan tekan 41.712 Kg/cm2 dan densitas 25,87 kg/m3. Peningkatan produksi dengan sifat mekanik batu bata press mampu meningkatkan pendapatan usaha keluarga dan kualitas batu bata.Kata kunci: Kalipucang, batu bata, mesin, ektruder, densitasAbstractJepara is one of town where there is a business opportunity to meet the need of bricks. The brick industry center is located in Kalipucang Kulon Village, Welahan Subdistrict. Seen from the mechanical power, the bricks are still below the standard, with low density, high porosity, and red in color. Bricks contain iron sand and are made of red clay soil. There are 54 registered business entities of bricks in Kalipucang Kulon Village in 2015. There have been a lot of problems faced by the partner of the community service program in Kalipucang Kulon Village, such as the brick making is still conventional and the dimensions are not based on the (Indonesian National Standard or SNI. The marketing aspect is that they still wait for buyers. Besides, the management is family-based, the marketing strategies are still minimal, the capical is limited, and there is a lack of information about how to access capital loan. The Community Partnership Program was aimed at creating a brick making machine that would increase the production rate, creating and maintaining e-commerce website to sell the bricks, teaching about business management and marketing strategies, and giving information and assistances to get venture capital. Method applies was by giving a workshop on creating and operating press brick machine based on the SNI, training on creating and maintaining ecommerce website, training on entrepreneurship, and product marketing strategies, and giving information and assistances to get venture capital and how to access capital loan. The result showed that by using the press brick machine, the production had been increasing up to 880% compared to when making manually. The most optimal mechanical power of red bricks was when the bricks were made of the composition of mixture coded B3 with compressive strength of 41.712 Kg/cm2 and density of 25,87kg/m3. The production increase using press brick machine has improve the family’s revenue as well as the bricks’ quality itself.
Edukasi dan Workshop Pemanfaatan Herbal Untuk Kanker Serviks Pada Ibu-Ibu PKK di Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo Novena Yety Lindawati; Lusia Murtisiwi; Tesia Aisyah Rahmania
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.2.2020.115-124

Abstract

Cervical cancer is one of the causes of death in women. According to WHO data (in 2014) more than 93 thousand cases of death of Indonesian women caused by cancer in which 10% is caused by cervical cancer. This underlies the implementation of Community Service of Program Study S1 Pharmacy STIKES NASIONAL with Himpunan Mahasiswa Farmasi STIKES Nasional (HIMFARNAS) to provide “Education and Workshop on The Use of Herbs Medicine for Cervical cancer in Family Empowerment and Walfare (PKK) Laban, Mojobalan, Sukoharjo”. This activity was attended by 65 participants. The participant was very enthusiasm during the activity. This activity is carried out in the form of promotive, preventive, curative, and rehabilitative through education and workchops on the use of herbs for cervical cancer. Evaluation of activities is done by giving a pretest and posttest. The first education was presented by Lusia Murtisiwi who delivered material about its causes, risk factors and symptoms cervical cancer that need to be concern as well as medical treatment. Education about surrounding natural materials that can be used for alternative therapies to accompany cervical cancer treatment presented by Novena Yety Lindawati. The workshop was guided by HIMFARNAS who trained participants in the manufacturing and packaging of “ROMANSA” products. This product consists of anticancer effect which include rosella and sirsat leaves and honey as the sweetener. These beverage products can be consumed by themselves or sold as a home industry business for Family Empowerment and Walfare (PKK). The results of this activity showed an increase in knowledge of the Family Empowerment and Walfare (PKK) participants about preventive measures, early detection of cervival cancer, and supporting therapies for handling cervical cancer naturally, as indicated by an increase in posttest values from average 60.8 to 96.2. In addition, the results of evaluations of overall community service satisfaction programs are very good.
Pengolahan Limbah Jerami Padi dengan Limbah Jamu Menjadi Pupuk Organik Plus Catur Rini Sulistyaningsih
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.58-68

Abstract

Tujuan dari program ini ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khalayak sasaran tentang pengolahan jerami dengan limbah jamu secara praktis. Dengan kegiatan ini kelompok tani dihimbau dapat memanfaatkan limbah jerami yang melimpah dan kurang di daya gunakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik dan kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi. Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktober 2011 di Kelurahan Gedong, Kecamatan / Kabupaten Karanganyar. Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu memberi penyuluhan  (ceramah dan tanya jawab ) dan demonstrasi pembuatan pupuk jerami dengan limbah jamu. Sasaran kegiatan adalah kelompok tani padi  sawah di Kelurahan Gedong, Kecamatan / Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan menyebabkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pembuatan pupuk organik dari jerami dengan limbah jamu sebesar 1,61 % dan peningkatan ketrampilan tentang pembuatan pupuk organik jerami dengan limbah jamu sebesar 3,80 %. Presentasi pemahaman materi meningkat menjadi 156, 57 %. Para peserta merasa puas karena dengan teknologi maju yaitu pengomposan dengan menggunakan limbah jamu menyebabkan jerami dapat difermentasi (terurai) lebih cepat dan praktis, sehingga pupuk organik dari jerami dapat segera dimanfaatkan pada periode tanam berikutnya.Kata kunci: limbah jerami, limbah jamu, pupuk organik plus AbstractThe purpose of this program is to increase the knowledge and skills of the target audience about processing straw with medicinal waste in a practical manner. With this activity, farmer groups are encouraged to take advantage of the abundant and underutilized straw waste so that they can meet the needs of organic fertilizer and plant nutrient needs are met. Community service is carried out from July to October 2011 in Gedong Village, Karanganyar District / District. The form of community service activities is providing counseling (lectures and questions and answers) and demonstration of making straw fertilizer with herbal medicine waste. The target activity is a group of rice farmers in Gedong Village, Karanganyar District / District. Community service activities that have been carried out have led to an increase in participant's knowledge about making organic fertilizer from straw with medicinal waste by 1.61% and increasing skills about making straw organic fertilizer with herbal medicine waste by 3.80%. Presentation of understanding of the material increased to 156, 57%. The participants were satisfied because with advanced technology that is composting using medicinal waste, straw can be fermented faster and more practically, so that organic fertilizer from straw can be used immediately in the next planting period.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia dalam Penanganan Stroke bagi Kader PKK dan Kesehatan di Gilingan, Banjarsari, Surakarta Novena Yety Lindawati; Endah Kurniawati; Dian Puspitasari; Diah Pratimasari
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.139-145

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker baik dinegara maju maupun berkembang. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian pada semua kelompok umur, dengan proporsi tertinggi pada usia 55-64 tahun mencapai, 26,8% baik diperkotaan maupun dipedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan memberikan penyuluhan tentang penyakit stroke dan penanganannya secara alami, workshop pembuatan minuman pencegah stroke, serta pelatihan senam pencegah stroke. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode pretest dan postest terhadap materi penyuluhan yang diberikan serta kuisioner tentang pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari kader PKK dan kesehatan serta perwakilan lansia dari tiap RW di Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan persentase tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai penyakit stroke setelah pemberian penyuluhan “Mengenal Penyakit Stroke” dari 35% menjadi 95%. Peningkatan jumlah peserta yang memahami cara penanganan penyakit stroke secara alami juga terlihat setelah pemberian penyuluhan “Pemanfaatan Obat Alam Indonesia untuk Terapi Penyakit Stroke” dari 42% menjadi 93%. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini juga menunjukkan hasil yang sangat baik terhadap tema yang diambil sebanyak 86,05% peserta memilih sangat menarik dan 13,95% memilih menarik. Kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan mengenai penyakit stroke dan penanganannya secara alami bagi Kader PKK dan Kesehatan serta perwakilan para lansia di Gilingan, Banjarsari, Surakarta sehingga dapat mensosialisasikan ke seluruh masyarakat serta mengurangi angka kejadian stroke di daerah tersebut.Kata Kunci : stroke, pencegahan dan penanganan alami stroke, kader PKK dan kesehatanAbstractStroke is one of the cause of disability and death (its rank is after heart disease and cancer) worldwide. In Indonesia, stroke is the cause of death in all age groups, with the highest proportion is at the age of 55-64 years reaching 26.8% both in urban and rural areas. Community service activities in stroke promotive, preventive, curative, and rehabilitative forms was held by providing counseling about stroke and how to handle it naturally, workshops on making health drinks to prevent strokes, as well as stroke prevention exercises. Evaluation of activities was carried out with the pretest and posttest method of counseling material provided as well as questionnaires about the implementation of activities that had been carried out. Community service activities were attended by 43 participants consisting of PKK workers (kader), community health workers (kader), and elderly representatives from each RW in Gilingan, Banjarsari, Surakarta. The results of this activity indicate an increase in the percentage of the level of knowledge and understanding of participants regarding stroke after giving counseling "Recognizing Stroke" from 35% to 95%. An increase in the number of participants who understand how to deal with stroke naturally is also seen after giving counseling "Utilization of Indonesian Natural Herbs for Stroke Therapy" from 42% to 93%. The evaluation of the implementation of this service activity also showed very good results on the theme taken as many as 86.05% of the participants chose very interesting and 13.95% chose interesting. This service activity increases knowledge, understanding, and insight into stroke and its handling naturally for PKK kader, community health kader and representatives of the elderly in Gilingan, Banjarsari, Surakarta so that they can socialize to the whole community and reduce the incidence of stroke in the area.
Bahaya Kosmetika Pemutih yang Mengandung Merkuri dan Hidroquinon serta Pelatihan Pengecekan Registrasi Kosmetika di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Arsyad Bachtiar
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.8-11

Abstract

Skin whitening products are one of the cosmetic products that contain active ingredients that can suppress or inhibit the formation of melanin or eliminate melanin that has been formed so as to give a whiter skin tone. Limitations of knowledge about various whitening cosmetic products make people do not know the negative effects that arise if not careful. Mercury and hydroquinone are some active substances that are often misused by illegal cosmetics manufacturers. But in fact the abuse of mercury and hydroquinone is still common in whitening products. This activity was carried out with the aim of providing knowledge and skills to the community, especially waiting room patients in the outpatient clinic at Gunung Jati Cirebon Hospital in terms of checking the registration number for cosmetics. This activity was carried out with counseling methods and question and answer about the material hazards of using whitening cosmetics containing mercury and Hydroquinone is followed by training in checking the registration number for cosmetics using an Android cellphone. From this activity it can be concluded that patients are more aware of the dangers of mercury and hydroquinone and can directly check cosmetic products that are commonly used everyday.
Pemberdayaan Kelompok Istri Tani Ternak melalui Pembuatan Produk Olahan Susu di Kelurahan Wates, Kota Semarang, Jawa Tengah Rahayu, Lucia Hermawati; Sudrajat, Ronny Windu; Sutanti, Sri
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.1-7

Abstract

Susu merupakan bahan makanan dengan kandungan gizi yang lengkap, tetapi mudah mengalami kerusakan. Pengolahan susu menjadi produk olahan susu harus dilakukan guna menanggulangi kerusakan susu segar dan  memberi nilai tambah susu. Namun, masih banyak petani ternak yang belum mengolah susu yang tidak habis terjual karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan susu termasuk Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kelurahan Wates, Semarang. Padahal, keterampilan membuat produk olahan susu, seperti kerupuk dan stik susu, dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Mitra kegiatan PKM ini adalah kelompok istri peternak sapi KTT Air Bening I dan KTT Air Bening II di Kelurahan Wates, Semarang. Kegiatan PKM yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan pembuatan kerupuk dan stik susu, praktek pengemasan, pendampingan dalam mengembangkan dan mengolah susu segar menjadi produk olahan susu, serta monitoring kegiatan. Hasil dari program PKM adalah peningkatan keterampilan mitra dalam memproduksi makanan olahan susu yang dapat dikembangkan sebagai usaha kecil untuk sumber penghasilan tambahan.Kata kunci: susu, kerupuk susu, stik susuAbstractMilk is an ingredient with a complete nutritional content, but is easily damaged. Processing milk into dairy product must be carried out in order to overcome the damage to fresh milk and gives added value to milk. However, there are still many livestock farmers who have not processed milk that has not been sold out due to limited knowledge and skills about milk processing including Kelompok Tani Ternak (KTT) who is a group of Livestock Farmer in Wates Village, Semarang. In fact, the skills to make dairy products, such as crackers and milk stick which are common Indonesian snacks, can be developed to increase farmer's income. Partners of PKM activities are groups of wives of cattle farmers from the KTT Clear Water Summit I and the KTT Air Bening II in Wates Sub-district, Semarang. PKM activities include counseling and training in making crackers and milk sticks, packaging practices, mentoring about developing and processing fresh milk into dairy products, and monitoring other activities. The outcome of the PKM program is the improvement of partner skills in producing dairy product that can be developed by small businesses for additional sources of income.
Peningkatan 'Sense of Business' Dalam Kemampuan Wirausaha Mahasiswa Setiawan, Agus; Mardiana, Tria; Ari Purnomo, Tuessi; Raliby Al Manan, Oesman
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.2.2020.90-93

Abstract

The purpose of this program is to optimize the interests and abilities of entrepreneurs owned by students. The subjects used in this program are students who already have an entrepreneurial program. The method is carried out through fostering sustainable entrepreneurs, by applying a questionnaire as the main instrument in the acquisition of data sources from the implementation ofthe program. The results obtained in the implementation of the program, to optimize entrepreneurial interest increased by 65%, while the optimization of student entrepreneurship in terms of entrepreneurial basic knowledge increased by 73%.
Pemetaan Rute Wisata Kampung Biru Arema (KBA) Kota Malang Setiawan, Fredy Nugroho; Nufiarni, Rizki; Pujiyanti, Fariska
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.35-44

Abstract

Kampung Biru Arema (KBA) adalah salah satu kampung wisata di kota Malang. Kampung tersebut belum memiliki konsep kampung wisata yang baik sehingga hanya mengandalkan aspek estetika mural dan cat berwarna biru di setiap rumah tanpa arah pengembangan rute wisata yang jelas. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan rute wisata berdasarkan potensi wisata yang ada di KBA sehingga pengembangan wisata dapat terarah dan berkesinambungan. Untuk melakukan hal tersebut kami menerapkan metode pengembangan wisata model Community Based Tourism (CBT, yaitu: mengikutsertakan anggota masyarakat dalam pengambilan keputusan, memastikan masyarakat lokal menerima manfaat dari kegiatan kepariwisataan, dan memberikan pendidikan kepariwisataan bagi masyarakat lokal. Kegiatan ini menghasilkan sebuah rute wisata di KBA yang disusun dengan mengintegrasikan 5 (lima) area wisata secara berurutan, yaitu Area Wisata Sejarah, Area Wisata Dolanan, Area Wisata Mitigasi Bencana, Area Wisata Arema, dan Area Wisata Basa Walikan. Dalam prosesnya, perumusan rute wisata melibatkan peran serta aktif warga dalam memberikan masukan dan keputusan terkait identifikasi dan pemetaan yang dilakukan. Luaran dari kegiatan ini adalah peta digital berupa rute wisata KBA bagi para wisatawan.Kata kunci: Kampung Biru Arema (KBA), Community Based Tourism (CBT), rute wisata, peta wisata.AbstractKampung Biru Arema (KBA) is one of the tourism villages in Malang. The village does not have a good tourism village concept so that it only relies on the aesthetic aspects of the murals and blue-painted houses without developing a clear direction of tourist route. Therefore, tourist route mapping which is based on tourism potentials in KBA is needed so that tourism development can be directed and sustainable. To do this we employ the premise of Community Based Tourism (CBT) by ensuring the active involvement of local people in the process of tourism development and management. The activities resulted in a tourist route on the basis of 5 (five) tourism areas, namely Historical Tourisn Area,. “Dolanan” Tourism Area, Disaster Mitigation Tourism Area, Arema Tourism Area, and “Basa Walikan” Tourism Area. In the process of determining the route, it involves the active participation of local people in providing input and decisions related to our identification and mapping of the location. The output of this activity is a digital map of KBA containing informative tourist route for visitors.

Page 4 of 20 | Total Record : 194