cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 262 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP FREKUENSI DIARE PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS X KOTA JAMBI Oktaria, Rina; Suryati, Suryati; Andini, Febri Tri; Irawan, Yeyen Gustina; Nasution, Riska Amalya
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6690

Abstract

Pendahuluan : Diare merupakan penyebab kematian utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Dampak diare jika tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan kematian pada anak. Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain  quasi eksperiment dengan pendekatan control group pre-test post- test. Jumlah dampel dalam penelitian ini adalah 66 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini menggunakan lembar observasi skala tinja bristol (bristol stool scale).  pemberian Madu sebanyak  3 kali sehari pada waktu 07.00, 14.00, dan 20.00 WIB dan madu yang diberikan dalam satu kali pemberian yaitu sebanyak 5 ml selama 5 hari. Hasil : Pada kelompok intervensi nilai sig. 2-tailed kurang dari 0,05 dengan nilai p value adalah 0,003.  Sedangkan pada kelompok kontrol nilai sig.2-tailed yang didapatkan lebih dari 0,05 yaitu 0,120. Diskusi : Madu memiliki kadar gula di dalam madu cukup tinggi sehingga menghambat pertumbuhan bakteri dan tidak mampu berkembang biak. Madu juga dapat mencegah radang pada usus, maag dan tukak lambung. Di dalam pencernaan, madu akan melindungi kolon dari luka sehingga tidak sampai menjadi infeksi. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pemberian madu pada balita yang mengalami diare diperoleh kesimpulan bahwa madu memiliki pengaruh yang signifikan pada balita yang mengalami diare untuk menurunkan frekuensi diare. 
PENERAPAN LAGU BABY SHARK TERHADAP TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU PADA ANAK USIA 11-13 TAHUN Nurhilmiah, Tia; Prasetyo, Joko; Astutik, Reni Yuli
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6672

Abstract

Latar Belakang: Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan intervensi yang menjadi penentu dalam kelangsungan hidup korban henti jantung. Pemberian demonstrasi dan simulasi tindakan RJP diiringi irama lagu dilakukan untuk mengenalkan penanganan kegawatdaruratan henti jantung dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan pengetahuan. Sehingga penolong dengan sigap meminta bantuan ketika menemukan korban henti jantung. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan irama lagu Baby Shark terhadap metode pembelajaran (pengenalan dini) tindakan RJP di SDIT Al-Khoiriyah Al-Husna. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimental two group pretest posttest with control group design dengan sampel sebanyak 70 responden yang diambil menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan Paired Sample Test. Hasil: Penelitian menunjukan rata-rata nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dan setelah diberikan intervensi pengenalan dini disertai penggunaan irama lagu Baby Shark  mengalami peningkatan dari 10,17 menjadi 39,06 dengan p 0,000 ( 0,05) dan rata-rata nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan pada pre dan post pada kelompok kontrol 8.49 menjadi 18,11 dengan nilai p 0,000 ( 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan irama lagu Baby Shark terhadap metode pembelajaran (pengenalan dini) tindakan RJP pada anak usia sekolah di SDIT Al-Khoiriyah Al-Husna.
PENGARUH PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI Yurnita, Linda; Wahyuni, Aria; Nora, Rista
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.7018

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Di Kota Bukittinggi, hipertensi tercatat sebagai penyakit terbanyak sepanjang tahun 2023-2024, namun pengelolaan kasus, termasuk kepatuhan minum obat, masih menunjukkan kesenjangan yang signifikan. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di RSUD Kota Bukittinggi. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 66 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (81,8%), namun sebagian besar juga memiliki persepsi negatif (78,8%) dan dukungan keluarga yang kurang (63,6%). Kepatuhan minum obat rendah yaitu 45,5% responden yang patuh. Diskusi: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,772), tetapi ditemukan hubungan signifikan antara persepsi (p=0,03) dan dukungan keluarga (p=0,04) dengan kepatuhan. Pengetahuan baik, persepsi negatif dan minimnya dukungan keluarga menjadi faktor utama rendahnya kepatuhan. Oleh karena itu, intervensi keperawatan sebaiknya tidak hanya menekankan edukasi, tetapi juga membentuk persepsi positif dan melibatkan keluarga dalam pengelolaan hipertensi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENCEGAHAN DBD PADA ANAK DI PUSKESMAS JAKARTA SELATAN Febiyarti, Hizah Tri; Yeni, Roza Indra; Putri, Rima Berlian
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6488

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes, khususnya Ae. aegypti dan Ae. Albopictus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pencegahan DBD pada anak di puskesmas pembantu Cipete Utara wilayah kerja puskesmas Kebayoran Baru Jakarta Selatan tahun 2024. Metode: Desain Penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yang berjumlah 100 responden. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil yang diperoleh pada data demografi responden, dengan usia 25-35 tahun sebanyak 70 orang (70%), Pendidikan menengah sebanyak 72 orang (72%), sedangkan mayoritas responden tidak bekerja 78 orang (78%). Tingkat pengetahuan baik 58 orang (58,0%), tingkat pengetahuan responden kurang 42 orang (42%). Responden yangg menjawab pencegahan DBD baik 38 orang (38,0%), responden dengan pencegahan DBD kurang sebanyak 62 orang (62,0%). P value 0,002 0,05 sehingga terdapat hubungan pada kedua variabel. Diskusi: Tingkat pengetahuan ibu terhadap pencegahan DBD pada anak memiliki hubungan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan peneliti ini dapat menambah wawasan dan menjadi sumber informasi untuk mencari tentang penyakit DBD, serta pengetahuan tentang pencegahan DBD.
PEMBELAJARAN MENTORSHIP PRAKTIK KOMUNIKASI EFEKTIF KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT PELAKSANA: PILOT PROJECT DI RUMAH SAKIT Suhariyanto, Suhariyanto; Djojo, Achmad; Ndeta, Egidius Umbu; Fauziningtyas, Rista
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.7077

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi efektif merupakan salah satu mencegah kejadian tidak diinginakan di rumah sakit. Banyak faktor yang mempengaruhi praktek komunikasi, satu diantaranya adalah komunikasi yang belum optimal didalam kerjasama tim. Diperlukan metode pembelajaran yang baik berupa pendekatan mentor dan mente melalui mentorship. Tujuan: penelitian ini menerapkan pengembangan metode pembelajaran mentorsip sebagai upaya peningkatan kompetensi perawat pelaksana dalam praktik komunikasi efektif. Metode: penelitian ini mengggunakan metode pilot project pada 60 orang perawat pelaksana dengan melaksanakan observasi mentorsip dan praktik komunikasi efektif dengan terdiri dari 30 item. Tahapan dimulai dengan identifikasi masalah, analisis fishbone, implementasi, dan evaluasi. Implementasi berupa pembuatan pedoman, standar prosedur operasional, modul dan role play. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan hand over 30 %, transfer 40 % dan laporan kritis 50%. Keberhasilan praktik komunikasi dengan peningkatan dengan rata-rata hand over 45 %, Transfer 40% dan laporan kritis 35%. Diskusi: keberhasilan praktik komunikasi efektif dipengaruhi oleh dukungan manajerial, kemauan belajar dan pendampingan mentor dengan mente. Studi ini dapat menjadi evidence base nursing management dalam praktik komunikasi efektif untuk kesalamatan pasien.
PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER PEMBERIAN SUSU KEDELAI (SULE) ORGANIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KOTA PARIAMAN Nurleny, Nurleny; Ariyani, Farida
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7124

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Tekanan darah pada lansia akan cenderung tinggi sehingga lansia lebih besar berisiko terkena hipertensi. Angka kejadian hipertensi pada lansia terbanyak terdapat di Puskesmas Pauh Pariaman dengan jumlah 3.442 orang. Menurut Kemenkes RI (2022) prevalensi hipertensi pada lansia di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 45,9% menjadi 55,2%, menurut Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, 2023 prevalensi hipertensi lansia di Sumatera Barat yakni mencapai 25,16% dengan jumlah 176.167 kasus, dan di Kota Pariaman terdapat jumlah kasus hipertensi sebesar 65,5%. Susu kedelai merupakan salah satu hasil olahan dari kacang kedelai yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di Kelurahan Pauh Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Pariaman. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2025, dengan pengambilan data dilakukan pada 05-11 September 2025. Populasi penelitian adalah 88 lansia yang mengalami hipertensi di Desa Pauh Barat. Sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang di tetapkan sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai MAP (Mean Arterial Pressure) sebelum diberikan susu kedelai yaitu 108,71 (SD = 3,221), sedangkan setelah diberikan susu kedelai yaitu 101,14 (SD = 2,878). Uji T-Test menunjukkan nilai p=0,000, yang mengidentifikasikan adanya pengaruh susu kedelai terhadap tekanan darah lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Pariaman
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEEP BREATHING EXERCISE DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP FATIGUE PASIEN HEMODIALISA Siagian, Yusnaini; Wati, Liza; Atrie, Utari Yunie; Saputri, Amelia
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7372

Abstract

Pendahuluan : Fatigue merupakan keluhan utama pada pasien hemodialisa yang berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Intervensi nonfarmakologis seperti Deep Breathing Exercis (DBE) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi alternatif potensial untuk mengurangi kelelahan. Tujuan Penelitian ini membandingkan efektivitas DBE dan PMR terhadap tingkat fatigue pada pasien hemodialisa di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Metode : Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest without control pada dua kelompok intervensi. Sampel ditentukan dengan tehnik purposive sampling berjumlah 32 responden dibagi dua kelompok DBE dan PMR. Intervensi dilakukan selama dua minggu sebanyak dua kali per minggu. Pengukuran fatigue menggunakan FACIT-Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan dalam kelompok dan Mann-Whitney untuk perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat fatigue pada DBE (p = 0,005) dan PMR (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menunjukkan PMR lebih efektif dibandingkan DBE (p = 0,015), dengan mayoritas responden PMR berada pada kategori fatigue ringan pasca intervensi (93,8%) dibandingkan DBE (43,8%). Diskusi : PMR lebih efektif menurunkan fatigue pada pasien hemodialisa. Hasil ini mendukung penerapan DBE dan PMR sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah, murah dan aplikatif dalam praktik keperawatan, khususnya pada pasien dengan hemodialisa jangka panjang.
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI INTERPERSONAL PETUGAS PENDAFTARAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X Putri, Silvia Adi; Susanti, Elsi; Fazriani, Rima Fahira
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7017

Abstract

Pendahuluan: Pentingnya komunikasi interpersonal sangat berpengaruh terhadap kualitas suatu pelayanan kesehatan. Dengan berkualitasnya komunikasi interpersonal ini dapat menghasilkan informasi yang tepat.Ditemukannya pasien yang komplain karena kurang jelasnya informasi perubahan jadwal dokter dan miss komunikasi pasien lansia yang datang berobat tidak didampingi keluarga. Tujuan: untuk mengetahui Unsur-Unsur Komunikasi Interpersonal Petugas Pendaftaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Madina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. dilakukan di Rumah Sakit Madina Bukittinggi,pada pendaftaran rawat jalan, yang terdiri dari 6 orang. Dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian diperoleh pesan (messages) yang disampaikan kepada pasien masih kurang diterima pasien sehingga sering terjadi komplain terhadap informasi yang tidak dimengerti oleh pasien. koordinasi dan interaksi jarang terjadi komplain antar sesama petugas namun pernah dikarenakan salah satu petugas tidak memberi tahu kepada rekannya terkait pemberitahuan perubahan jadwal dan penyelesaian cukup diselesaikan langsung saat komplain terjadi. Konteks komunikasi di rumah sakit komplain yang terjadi hanya terkendala pada situasi di rumah sakit saat itu. Kesimpulan dan Saran: Kesimpulan yaitu Pesan (Messages): Keseluruhan penyampaian pesan sudah dilaksanakan dengan baik, Koordinasi Interaksi: sudah dilaksanakan dengan baik, Konteks Komunikasi: belum ada SOP khusus untuk konteks komunikasi, namun pelatihan yang diadakan oleh rumah sakit menjadi bekal bagi petugas untuk memberikan pelayanan yang sesuai standar dan saran yaitu agar membuat SOP tentang pelayanan baik pesan, memiliki acuan pasti dalam memberikan pelayanan yang baik sesuai standar pelayanan dan mengadakan pelatihan terkait Service Excellent. Saran dari penelitian ini adalah agar pihak Rumah Sakit membuat SOP tentang pelayanan baik pesan, koordinasi interaksi dan konteks komunikasi agar para petugas memiliki acuan pasti dalam memberikan pelayanan yang baik sesuai standar pelayanan, Agar pihak instansi mengadakan pelatihan terkait Service Excellent seminimal mungkin sekali 6 bulan dan mengikutkan secara serentak untuk semua petugas pelayanan
PENGARUH MOTIVASI, KEMAMPUAN DAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT X Sampurno, Tri Juniarto; Astutik, Reni Yuli; Setiawan W, Atik
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7358

Abstract

Pendahuluan: Mutu pelayanan keperawatan ditentukan oleh kemampuan, motivasi, dan kinerja perawat yang berdampak langsung pada kepuasan pasien. RSUD R. Ali Manshur Tuban telah menerapkan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP), namun pelaksanaannya belum optimal Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, kemampuan, dan kinerja perawat dalam melaksanakan MAKP terhadap kepuasan pasien di RSUD R. Ali Manshur Tuban. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 120 orang (60 perawat pelaksana dan 60 pasien rawat inap). Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda Hasil: Kemampuan perawat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p = 0,004), motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p = 0,005), dan kinerja perawat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p = 0,018). Secara simultan, kemampuan, motivasi, dan kinerja memberikan kontribusi sebesar 41,2% terhadap kepuasan pasien. Diskusi: : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan dan motivasi perawat dapat memperkuat kinerja, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Perbaikan mutu pelayanan keperawatan memerlukan pelatihan berkelanjutan, penguatan sistem motivasi, serta supervisi yang konsisten. Kata Kunci: motivasi, kemampuan, kinerja perawat, kepuasan pasien
PENGARUH BALLOON THERAPY TERHADAP RESPIRATORY RATE DAN SATURASI OKSIGEN PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA Oktaria, Rina; Sari, Putri Irwanti; Martawinarti, RTS Netisa; Yuliana, Yuliana; Nasution, Riska Amalya
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7256

Abstract

Pendahuluan : Bronkopneumonia merupakan penyakit pernapasan yang sering ditemukan pada anak di bawah lima tahun dan menjadi faktor utama yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Anak usia dibawah lima tahun yang mengalami bronkopneumonia tidak dapat mengatur bersihan jalan napas secara mandiri sehingga anak yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas sehingga anak berisiko tinggi untuk mengalami sesak napas. Tujuan : Untuk mengetahui untuk mengetahui  pengaruh balloon terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain  quasi eksperiment dengan pendekatan control group pre-test post- test. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Balloon therapy diberikan selama 10-15 menit sebanyak 1 kali sehari selama 2 hari. Hasil : Pada kelompok intervensi terdapat pengaruh balloon  therapy terhadap frekuensi RR dengan nilai p-value 0.000 dan terdapat pengaruh balloon therapy terhadap SpO2 dengan nilai p-value 0.001. Pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh pada frekuensi RR dengan nilai p-value 0.375 dan tidak memiliki pengaruh pada SpO2 dengan nilai p-value 0.678. Diskusi : Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia anak yang banyak menderita bronkopneumonia adalah usia 3 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Baloon therapy terbukti efektif terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. terdapat pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya terapi alternatif dengan memberikan untuk membantu masalah pernapasan pada anak dengan bronkopnemumonia.