cover
Contact Name
Evi Maha Kastri
Contact Email
redaksikelasa@gmail.com
Phone
+6285279491107
Journal Mail Official
redaksikelasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Beringin II No.40 Kompleks Gubernuran Telukbetung, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
ISSN : 19077165     EISSN : 27214672     DOI : https://doi.org/10.26499/kls.v15i1.21
Core Subject : Education,
KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. KELASA is published by Kantor Bahasa Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KELASA accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 107 Documents
DELIR DAN SEKSUALITAS INFANTIL DALAM “AL-FIRÂSH AL-SHAGHÎR” KARYA YEHIA HAKKI As. Rakhmad Idris
Kelasa Vol 12, No 2 (2017): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v12i2.48

Abstract

AbstractLiterary works are born from the social womb of society. Authors are just painters of everydayphenomena and human behaviors. The story of Yehia Hakki's "Al-Firâsh Al-Shaghîr" (FS) is one ofthe most interesting fictional stories of the Middle East to be studied. The main character in the FSshort story has a different mental predisposition from ordinary people. He is suspected of having adelirious and infantile desire controlled by his dreams to prove the psychological phenomenon, thewriter conducts a study using Freud's psychological approach. In his theory, Freud describes theconcept of id, ego, and superego, oedipus complex, and self-defence This study finds thepsychological phenomenon of the "young man" who "loves "his mother thus he considers thefather as a rival, and also has a pent-up desire to a black woman who is cold like a wax statue. Thedesires and pent-up desires of the main character in the FS show the delirious phenomenon ofinfantile delirium and passion in the young man. AbstrakKarya sastra lahir dari rahim sosial masyarakat. Pengarang hanyalah pelukis fenomena kesehariandan tingkah laku manusia. Cerpen “Al-Firâsh Al-Shaghîr" (FS) karya Yehia Hakki merupakan salahsatu cerita fiksi dari Timur Tengah yang menarik untuk dikaji. Tokoh utama dalam cerpen FSmemiliki kecenderungan kejiwaan yang berbeda dari manusia biasa. Ia diduga mengidap delir danhasrat infantil yang dikuasai oleh mimpinya. Untuk membuktikan fenomena kejiwaan tersebut,penulis melakukan kajian menggunakan pendekatan psikologi Freud. Dalam teorinya Freudmemaparkan konsep id, ego, dan superego, odipus kompleks, dan pemertahan diri. Kajian inimenemukan fenomena kejiwaan tokoh “si pemuda” yang “mencintai” ibunya sehinggamenganggap sang ayah sebagai saingan. Ia juga memiliki hasrat terpendam untuk memilikiseorang wanita berkulit hitam dan dingin seperti patung lilin. Keinginan dan hasrat terpendamtokoh utama dalam FS memperlihatkan fenomena delir dan hasrat infantil yang ada pada diri sipemuda.
EKOLOGI PELESTARIAN DALAM CERPEN PENJAGA SAWAH KARYA ANTON DWI RETNO Yuliadi MR
Kelasa Vol 13, No 1 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i1.65

Abstract

ABSTRACTThis research is conducted to reveal the value of the preservation ecology and science preservation program in Penjaga Sawah Short Story by Anton Dwi Retno. This ecological aspect of preservation was revealed through the depiction of characters in the story and dialogue. The theory used in this study is the ecocritical theory. The method used in this research is qualitative descriptive method and data collection uses literary technique. The results obtained in this study is Penjaga Sawah short story namely the interaction of characterrs related to the environment and the use of nature in the form of rice plantin; and the meaning of ecology of preservation has a mutual need between humans and environment.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengungkap ekologi pelestarian dan makna pelestarian dalam cerpen Penjaga Sawah karya Anton Dwi Ratno. Aspek ekologi pelestarian itu diungkap melalui penggambaran dan dialog tokoh dalam cerpen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekokritik. Ekokritik ini menjelaskan hubungan manusia dengan alam sekitar, lingkungan, dan manusia lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pertama, adanya interaksi tokoh yang berhubungan dengan lingkungan dan pemanfaatan alam berupa penanaman padi. Kedua, makna ekologi pelestarian berupa hubungan saling membutuhkan antara manusia dan lingkungan .
Simbolisme Tokoh-Tokoh Pada Cerpen “Godlob” Karya Danarto: Kajian Semiotik Ramlan Andi
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.81

Abstract

“Godlob” is one of Danarto's realist short stories, which is very unique in the development of conflicts among the characters.  This research would like to reveal the symbolism aspect which presented through the characters in the texts. The writer used a semiotic study  to reveal hidden messages from the author. The symbols revealed in the story are the existence of the state that implies from the character of father. Furthermore, the symbol of citizen reflected in a figure of a child. Sometimes, a powerless citizen and a child have the same situation; oppressors are persecuting them. Finally, the figure of mother reveals the existence of ideological symbols.  It is shown by interpreting her decision in fighting her principle against the domination of patriarchal power of this country. Based on the data, the character of the woman became a symbolic representation of feminism ideology. Abstrak“Godlob” merupakan salah satu cerpen realis karya Danarto yang sangat unik dalam pembangunan konflik antartokoh di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap  simbolisme yang dihadirkan oleh para tokoh. Penulis menggunakan kajian  semiotik dalam membedah pesan tersembunyi pengarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa simbol-simbol yang diungkap menunjukan adanya relasi kuasa negara yang tepersonifikasi melalui sifat-sifat yang melekat pada tokoh ayah. Selanjutnya, simbol yang terungkap pada tokoh anak adalah sebuah representasi rakyat kecil atau warga negara yang tidak berdaya. Dalam realitas kehidupan, kedua hal tersebut terkadang memiliki nasib yang sama, yaitu menjadi kaum yang teraniaya. Terakhir, tokoh ibu dalam cerita mengungkap adanya simbol-simbol ideologi. Perlawanan yang dilakukan tokoh ibu terhadap suaminya merupakan anomali bagi tradisi budaya keluarga di Indonesia. Sikap egaliter yang ditunjukan berupa berani membunuh suami merupakan wujud perlawananan yang luar biasa terhadap dominasi kekuasan patriarki. Berdasarkan temuan tersebut, tokoh perempuan menjadi representasi  simbol ideologi feminisme.
Bahasa Lampung di Kalangan Anak Muda Lampung Achril Zalmansyah
Kelasa Vol 14, No 2 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i2.2

Abstract

PRONOMINA BAHASA JAWA DIALEK BANYUMAS DI KOTA PANGKALPINANG Rahmat Muhidin
Kelasa Vol 12, No 1 (2017): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v12i1.43

Abstract

AbstractThis research aims to describe personal pronouns, indifinite pronouns, and interrogative pronounsin Javanese Banyumas Dialect. This research uses descriptive method. The data were collectedthrough listening, speaking, and instrospection method. The result of the research shows thatthere are three pronouns in Javanese Banyumas dialect in Pangkalpinang (1) personal pronouns,(2) indefinite pronouns, (3) interrogativa pronouns. Personal pronouns in Banyumas language are(a) first person singular, (b) first person plural, (c) second person singular, (d) second person plural,(e) third person singular, and (f) third person plural indefinite pronouns in Banyumas language are(a) common indifinite pronouns, (b) place indefinite .pronouns, (c) interpretation pronouns. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pronomina persona, pronominapenunjuk, dan pronomina penanya dalam bahasa Jawa Dialek Banyumas. Penelitian dilaksanakandengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode simak, cakap, danintropeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga pronomina bahasa Jawa dialekBanyumas di Pangkalpinang (1) pronomina persona; (2) pronomina penunjuk; dan (3) pronominapenanya. Pronomina persona dalam bahasa Banyumasan adalah (a) pronomina persona pertamatunggal (b) pronomina persona pertama jamak (c) pronomina persona kedua tunggal, (d)pronomina persona kedua jamak, (e) pronomina persona ketiga tunggal, dan (f) pronominapersona ketiga jamak. Sedangkan Pronomina penunjuk dalam bahasa Banyumasan adalah (a)pronomina penunjuk umum, (b) pronomina penunjuk tempat, (c) pronomina penunjuk ihwal.
KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM CERPEN ANAK MAJALAH BOBO 2017 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SLTP Fadhilatun Hayatunnufus
Kelasa Vol 13, No 1 (2018): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v13i1.60

Abstract

AbstractThis study aims to describe the conflict of the main character in the children's short story 2017 Bobo magazine and its implementation in literature learning in primary schools. This research includes literature research that uses data in the form of narration, description, and dialogue in the form of written data on children's short stories in Bobo magazine with the number ten short stories. Data collection by documenting, literature study, reading and recording. As for data processing, the content analysis method is used. Through this research, it was concluded that the conflict of the main character that occurred in the children's short story included internal and external conflicts. Internal conflict, namely the conflict between the main character and himself. External conflict, namely the conflict between the main character and other people and nature. conflicts in children's stories Bobo magazine is a simple conflict that is easily resolved by children. The results of this analysis can be implemented for literary teaching in the junior high school class XI odd semester. Grade XI junior high school students are expected to understand conflicts and solutions in children's short stories.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik tokoh utama dalam cerpen anak majalah Bobo 2017 dan implementasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan yang menggunakan data berupa narasi, deskripsi, dan dialog berupa data tertulis pada cerpen anak-anak dalam majalah Bobo dengan jumlah sepuluh judul cerpen. Pengumpulan data dengan cara mendokumentasi, studi pustaka, membaca, dan mencatat. Adapun untuk mengolah data digunakan metode analisis isi. Melalui penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa konflik tokoh utama yang terjadi dalam cerpen anak tersebut, meliputi konflik internal dan eksternal. Konflik internal, yaitu konflik tokoh utama dengan dirinya sendiri. Konflik eksternal, yaitu konflik tokoh utama dengan orang lain dan alam. konflik-konflik dalam cerpen anak majalah Bobo merupakan konflik sederhana yang mudah diselesaikan oleh anak-anak. Hasil analisis ini dapat diimplementasikan untuk pengajaran sastra di SLTP kelas XI Semester ganjil. Siswa SLTP kelas XI diharapkan dapat memahami konflik beserta solusi dalam cerpen anak-anak.
Pemaknaan Simile oleh Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Annisa Fitriani Yoga Irawan
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.76

Abstract

Problems in this research was the extent to which understanding students to majas similes. This study aims to described purport and forms majas similes. Methods used in research this is the method descriptive qualitative with the data on an interpretation majas similes by college students. Data collection techniques in this study are documentation. Data analysis techniques by classifying data, interpreting data, explaining data, concluding temporarily, conducting internal and external triangulation, and making final conclusions.The research results show the first phase students the handling each of words that form said similes. The next stage students the handling said similes whole. Words similes who seen by students can divided into three categories similes. The third words similes, namely similes category nature, man, and dead objects AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap majas simile. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan dan bentuk-bentuk majas simile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan data yang berdasarkan interpretasi majas simile oleh mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi.   Teknik analisis data dengan cara mengklasifikasi data, menafsirkan data, menjelaskan data, menyimpulkan sementara, melakukan triangulasi internal dan eksternal, dan membuat simpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan tahap pertama mahasiswa memaknai masing-masing kata yang membentuk kata simile. Tahap selanjutnya mahasiswa memaknai kata simile secara utuh. Kata-kata simile yang dimaknai oleh mahasiswa dapat dibagi ke dalam tiga kategori simile. Ketiga kata simile tersebut, yaitu simile kategori alam, manusia, dan benda mati.
Analisis Tindak Tutur Perlokusi Pada Iklan Minuman Sprite di Televisi Putri Fllorenta Fani Diah Aprilia Fitriani Nur; Nur Fitriani
Kelasa Vol 15, No 1 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i1.24

Abstract

Advertising is a news that aims to encourage, persuade the general public to be interested in the goods and services offered. Advertising is often offered through various mass media, such as newspapers, magazines, radio and television. The purpose of this study is to describe the form of speech acts of perlocution in sprite beverage advertisements on television and explain the meaning of speech acts of perlocution in sprite beverage advertisements on television. This research is a type of descriptive research with qualitative methods. The data in this study are utterances or sentences that contain speech acts of perlocution in sprite beverage advertisements on television. While the method of data collection using the technique of listening and note taking. The results of this study indicate that the speech acts of perlocution found in sprite beverage advertisements on television are directive, assertive, declarative, commissive and expressive. AbstrakIklan adalah sebuah berita yang bertujuan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan kerap ditawarkan melalui berbagai media massa, misalnya koran, majalah, radio, dan televisi.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk tindak tutur perlokusi pada iklan minuman sprite di televisi dan memaparkan makna tindak tutur perlokusi pada iklan minuman sprite di televisi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan atau kalimat yang mengandung tindak tutur perlokusi pada iklan minuman sprite di televisi. Sedangkan metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan tindak tutur perlokusi yang ditemukan dalam iklan minuman sprite di televisi, yaitu direktif, asertif, deklaratif, komisif, dan ekspresif.
KUASA BUDAYA DALAM NOVEL TIBA-TIBA MALAM KARYA PUTU WIJAYA Diah Meutia Harum
Kelasa Vol 12, No 1 (2017): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v12i1.38

Abstract

Novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya adalah sebuah karya dengan latar belakang budayadan masyarakat. Penggambaran budaya yang mengatur kehidupan masyarakat diceritakandengan jelas melalui relasi kuasa yang berlaku dalam masyarakat adat Tabanan dan tokohSunatha dalam novel Tiba-Tiba Malam. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana relasikuasa melalui peraturan budaya tersebut berlaku atas diri seseorang sebagai bagian darimasyarakat adat. Untuk mengupas masalah tersebut digunakan teori penokohan dan teori relasikuasa milik Foucault dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisiskata-kata yang terdapat di dalamnya. Dari hasil penelitian didapat bahwa penguasa mengawasiperaturan yang berlaku dalam masyarakat dan akan mengenai sanksi sosial warga desa yangmelanggarnya dan sanksi ini menyangkut pemutusan komunikasi dan fasilitas desa terhadapwarganya.
PUISI “DIPONEGORO” KARYA CHAIRIL ANWAR DENGAN PUISI “BUNGA DAN TEMBOK” KARYA WIJI THUKUL”: ANALISIS INTERTEKSTUAL Ramlan Andi
Kelasa Vol 12, No 2 (2017): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v12i2.54

Abstract

AbstractThe poem "Diponegoro" by Chairil Anwar and Wiji Thukul's poem "Bunga dan Tembok" are poemswhich talk about struggle. In this study, the researcher tries to find out the relationship of one toanother between two literary works from two different generations through an intertextualapproach. The method used is descriptive qualitative method which applies hermeneutic thinkingstrategy. Based on the results of the analysis, the poem "Diponegoro" by Chairil Anwar and thepoem “Bunga dan Tembok" by Wiji Thukul show the similarity of themes and messages. Thesimilarity reveals the struggle of people who were oppressed by the government. While thedifferences of both poems are the purpose of their struggle. In the poem "Diponegoro", the poetcalls for resistance against other nations which colonized Indonesia. While in the poem "Bungadan Tembok”, the poet invites the reader to fight his own government because it was consideredthat it had implemented an unjust governmental system. AbstrakPuisi “Diponegoro” karya Chairil Anwar dengan puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukulmerupakan puisi yang berbicara tentang perjuangan. Dalam penelitian ini, penulis berupayamenemukan hubungan antara karya satu dan yang lainnya dari dua generasi yang berbedamelalui pendekatan intertekstual. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatifdengan strategi berpikir hermeneutik. Berdasarkan hasil analisis, Puisi “Diponegoro” karya ChairilAnwar dengan puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul menunjukan kesamaan tema danpesan. Persamaan tersebut mengungkap perjuangan seorang rakyat kecil yang tertindas akanpenguasa yang zalim. Sementara itu perbedaan yang tampak dalam kedua puisi tersebut adalahtujuan perjuangan yang mereka lakukan. Pada puisi “Diponegoro”, pengarang menyerukanperlawanan terhadap bangsa lain yang menjajah Indonesia. Sedangkan pada puisi “Bunga danTembok”, pengarang mengajak pembaca untuk melawan pemerintahnya sendiri karena dianggaptelah menerapkan sistem pemerintahan yang tidak adil.

Page 2 of 11 | Total Record : 107