cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024" : 34 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN MAHONI DAN DAUN BAMBU MENJADI BRIKET Pranata, Estitika Fidya; Lestari, Febri Dwi; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.3757

Abstract

Biomassa dari limbah daun mahoni dan daun bambu saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga perlu adanya pengolahan lebih lanjut. Kedua limbah daun tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif terbarukan berupa briket. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran dari daun mahoni dan daun bambu terhadap kualitas briket. Tahapan penelitian ini adalah sortasi, pirolisis, pengayakan, pencampuran (komposisi arang daun mahoni (ADM) dan arang daun bambu (ADB) yaitu 10:90; 30:70; 50:50; 70:30; 90:10 (% w/w)), penambahan perekat (tapioka 10%), pencetakan, pengeringan, serta pengujian. Tahap pengujian briket yang dilakukan yaitu uji kerapatan, uji waktu pembakaran, uji kadar air, uji kadar abu, uji nilai kalor, dan uji warna pembakaran. Hasil terbaik pengujian nilai kalor tertinggi 5.346,17 kal/g; nilai kadar abu terrendah 33,33%; nilai kadar air tertinggi 37%; nilai kerapatan tertinggi 0,76 g/cm3; nilai waktu pembakaran tertinggi 0,87 g/menit terdapat pada variabel ADM:ADB 90:10 (% w/w). Sedangkan untuk nilai kalor terendah 4,15 kal/g terdapat pada variabel ADM:ADB 70:30 (% w/w) dan nilai waktu pembakaran terendah diperoleh 0,56 g/menit pada variabel ADM:ADB 10:90 (% w/w). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil uji menunjukkan semakin besar komposisi masing-masing bahan baku maka nilai parameter kualitas briket akan mendekati syarat SNI 01-6235-2000. Namun, nilai kadar air dan kadar abu yang diperoleh pada semua variabel tidak memenuhi syarat SNI, maka dari itu di perlukan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan pengeringan briket dan campuran komposisi briket agar parameter briket sesuai dengan syarat SNI.  
KOMISIONING PEMANAS LISTRIK PADA HEATING TANK SECTION HELICAL PIPE HEAT EXCHANGER Haryanto, Dedy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.3936

Abstract

Untai Fasilitas Simulasi Sistem Pendingin Pasif-03 Nanobubbles Transparent (FASSP-03 NT) merupakan salah satu fasilitas penelitian untuk mempelajari sistem pendinginan pasif.  Heating Tank Section (HTS) merupakan salah satu komponen pada untai FASSIP-03 NT yang berfungsi untuk menaikkan temperatur fluida kerja, dan sebagai sumber kalor HTS menggunakan pemanas listrik tipe immersion. Penelitian dengan kegiatan komisioning pemanas listrik bertujuan untuk mengetahui kinerja dan karakterisasi pemanas listrik tipe immersion sebagai sumber kalor, sehingga saat eksperimen berlangsung dapat berjalan sesuai yang direncanakan pada matrik penelitian. Tahapan yang dilakukan adalah, melakukan eksperimen untuk mengetahui temperatur pada beberapa titik di untai FASSIP-03 NT. Pengambilan data dilakukan secara transien dan steady state terekam dan tersimpan pada komputer Data Akuisisi Sistem (DAS). Data kelistrikan pada pemanas listrik meliputi tegangan listrik dan arus listrik dicuplik dan dicatat secara manual pada interval tertentu. Hasil perhitungan diperoleh energi listrik yang digunakan sebesar 50.622.441,000 Joule. Energi listrik tersebut digunakan untuk menaikkan temperatur air sekunder HTS hingga mencapai temperatur 85 ℃ dalam waktu 7143 detik. Energi kalor yang dihasilkan oleh pemanas listrik sebesar 22.223.674,562 Joule dan efisiensinya sebesar 43,901 %.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROSES FILLING AND PACKING DI PERUSAHAAN AGRIKULTUR Fereste, Safira; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4183

Abstract

Suatu perusahaan manufaktur dalam menghasilkan produk yang baik hingga mencapai target, memerlukan metode untuk meningkatkan produktivitas para operatornya. Setiap harinya dalam melakukan proses produksi, Perusahaan agrikultur memberlakukan pembagian kerja operator menjadi 3 shift dengan total jam kerja per shift 8 jam.  Beban kerja pada area produksi dalam tiap shiftnya perlu dilakukan evalusi agar lebih efektif. Dengan demikian dapat diketahui apakah pembagian beban kerja tiap pekerjaan yang dilakukan oleh masing – masing operator telah merata. Hal ini bertujuan menghindari adanya beberapa operator yang mendapatkan beban kerja melebihi batas standart. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis beban kerja masing – masing operator dalam satu area produksi filling and packing. Penentuan beban kerja operator dilakukan dengan menggunakan Time Motion Analysis dengan alat stopwatch untuk mendapatkan cycle time per masing – masing kegiatan. Setelah melakukan analisis beban kerja menggunakan Time Motion Analysis, peneliti dapat memberikan usulan kepada Perusahaan agrikultur agar Perusahaan agrikultur dapat meningkatkan produktivitas operator. Hasil penelitian ini yaitu beban kerja operator pada Perusahaan agrikultur belum merata. Berdasarkan % beban kerja  OPT 1 dan OPT 2 bisa dilakukan oleh satu orang karena pada supply botol telah menggunakan mesin unscramble. Berdasarkan % beban kerja OPT 6 melebihi standart dikarenakan proses pembuatan box dilakukan secara manual.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN ALUMINIUM SULFAT (AL2(SO4)3) PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PUSAT PERBELANJAAN SECARA KOAGULASI-FLOKULASI Prameswara, Marshanda Ira; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4187

Abstract

Pusat perbelanjaan yang terletak di Kawasan Dinoyo Kota Malang memiliki IPAL dengan pengolahan secara kimia melalui koagulasi-flokulasi dan biologi melalui aerobik. Pengolahan koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan tawas. Namun, tawas yang digunakan masih terlalu banyak dan masih belum dapat menurunkan parameter hingga sesuai baku mutu. Alternatif koagulan yang dapat digunakan yaitu Al2(SO4)3, yang dapat menurunkan nilai TSS, BOD, COD, dan kekeruhan dengan harga terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio koagulan Al2(SO4)3 1000 ppm terhadap parameter pH, TDS, TSS, kekeruhan, COD, BOD, dan minyak/lemak pada pengolahan limbah cair pusat perbelanjaan secara koagulasi-flokulasi. Metode koagulasi-flokulasi dilakukan pada skala laboratorium menggunakan jar test dengan variabel rasio penambahan koagulan Al2(SO4)3 sebesar 0,5%; 1%; 2%; dan 4%. Pada koagulasi-flokulasi dilakukan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 30 rpm selama 20 menit. Kemudian hasil pengadukan diendapkan selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan Al2(SO4)3 1000 ppm dengan rasio 2% efisien dalam menurunkan nilai COD sebesar 42,86% dan nilai BOD sebesar 71,02%, sedangkan rasio 4% efisien dalam menurunkan nilai pH sebesar 3,75%, nilai TDS sebesar 9,76%, nilai TSS sebesar 25,19%, nilai kekeruhan sebesar 43,99%, dan kandungan minyak/lemak sebesar 20,83%.
ANALYSIS OF ECO ENZYME CHARACTERISTICS WITH VARIATION OF “TAPE” YEAST CONCENTRATIONS Karimah, Miftahul; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4195

Abstract

Eco enzyme is a multipurpose liquid which produced from organic waste. The liquid made with the ratio of raw materials in the form of brown sugar: organic waste: water is 1:3:10 which is processed using a fermentation process for 90 days. One method to shorten the fermentation time is adding yeast as catalyst throughout the fermentation process. This research aims to analyze the characteristics of the eco enzyme with variations in “tape” yeast concentrations. Raw material used in this research included organic waste (orange and melon peels with a ratio of 1:1), brown sugar, water, and “tape” yeast (yeast concentrations of 1, 2, 3, 4 and 5%w/v) through fermentation process for ten days. The eco enzyme products were tested to determine the pH value, TDS value, acetic acid content, aroma, color and protease enzyme activity. The analysis results showed that the pH value of eco enzyme products was in the range of 3.9 to 4.1, TDS (Total Dissolved Solids) value of 1339 to 1405 ppm, acetic acid content of 0.81 to 1.08%w/w, had bright yellow and deep yellow color with a fermented aroma. The selected eco enzyme product in this research was on eco enzyme with yeast concentration of 3 %w/v which had pH value of 3.9 TDS value 1403 ppm, acetic acid content of 0.81%w/w, and the color was bright yellow with fermented aroma. However, there was no clear zone around the colony in the test indicating that there was no protease enzyme activity.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PUPUK ORGANIK DARI SABUT KELAPA DAN JERAMI PADI DENGAN KAPASITAS 34.000 TON/TAHUN Hasibuan, Muhammad Syahril Maghfiroh; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4205

Abstract

Kompos merupakan salah satu bahan organik yang dapat bermanfaat sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos merupakan pupuk organik hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik oleh mikroba dalam kondisi aerob atau anaerob. Sabut kelapa dan jerami padi merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos atau pupuk organik yang ketersediaannya melimpah. Prarancangan pabrik kimia ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses pada prarancangan pabrik pupuk organik dari sabut kelapa dan jerami padiHasil dari perhitungan penentuan kapasitas yang telah dilakukan dengan perhitungan pertumbuhan rata-rata pertahun menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang didapatkan sebesar 34.000 ton/tahun. Metode yang digunakan untuk menentukan seleksi proses adalah menggunakan metode grading (penilaian). Dari hasil grading didapatkan proses terpilih adalah proses anaerob. Proses anaerob efektif digunakan dalam pembuatan pupuk organik ditinjau dari aspek suhu, metode pembuatan, dan lama pengomposan.
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE DARI MAGGOT DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN Ananda, Sabrina Allfany; Sa’diyah , Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4206

Abstract

Budidaya ikan lele yang berkembang dari tahun ke tahun memicu peningkatan kebutuhan pakan ikan lele. Ketersediaan pakan ikan lele tidak sebanding dengan jumlah budidaya ikan lele yang pesat. Bahan baku utama pakan ikan yang tergolong mahal menjadi kendala, sehingga dibutuhkan bahan baku alternatif. Maggot merupakan bahan baku alternatif yang memiliki harga yang ekonomis dan mudah didapatkan. Pendirian pabrik pakan ikan lele bahan baku maggot ini menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan. Untuk menilai kelayakan pabrik pakan ikan lele diperlukan evaluasi ekonomi. Pabrik direncanakan didirikan di Malang, Jawa Timur dengan kapasitas 20.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari/tahun, 24 jam per hari dengan 185 pekerja. Tahapan evaluasi ekonomi yang dilakukan yaitu perhitungan analisis kelayakan dan analisis profitabilitas. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa Total capital investment (TCI) yang dibutuhkan sebesar Rp20.238.228.232,00 dan estimasi Total Production Cost (TPC) sebesar Rp125.318.503.015,00. Laba kotor sebesar Rp6.681.496.985,00 dan laba bersih sebesar Rp1.949.449.096,00. Rate of Investment (ROI) bernilai 28% dan Payout Time (POT) selama 3,51 tahun. Break event point (BEP) bernilai 55% dari kapasitas, Shutdown Point (SDP) berada di kapasitas 41%, dan nilai Internal rate of return (IRR) sebesar 26,75%. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi menunjukan pabrik pakan ikan bahan baku maggot layak didirikan.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN KOAGULAN PAC PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PUSAT PERBELANJAAN SECARA KOAGULASI-FLOKULASI Sari, Puteri Sevira; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4212

Abstract

Pusat perbelanjaan menghasilkan limbah domestik cair yang berasal dari foodcourt, tenan makanan di beberapa lantai, bioskop, dan toilet. Salah satu IPAL pada pusat perbelanjaan di Kota Malang mengolah limbah cair secara fisik melalui grease trap, kimia melalui koagulasi-flokulasi, dan biologi melalui aerobik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio koagulan PAC 1000 ppm terhadap parameter pH, TDS, TSS, kekeruhan, COD, BOD, dan minyak/lemak pada pengolahan limbah cair pusat perbelanjaan secara koagulasi-flokulasi. Penelitian ini menggunakan koagulan PAC 1000 ppm. Metode koagulasi-flokulasi dilakukan pada skala laboratorium menggunakan jar test dengan variabel rasio penambahan koagulan PAC sebesar 0,5%; 1%; 2%; dan 4%. Pada koagulasi-flokulasi dilakukan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 30 rpm selama 20 menit. Setelah itu proses sedimentasi hasil koagulasi-flokulasi selama 30 menit. Pada hasil penelitian ini parameter pH, TDS, kekeruhan, TSS, COD, BOD dan minyak/lemak masih belum memenuhi baku mutu, hanya pada rasio 4% pada parameter minyak/lemak yang sudah memenuhi baku mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan PAC 1000 ppm dengan rasio 0,5% dapat menurunkan nilai pH sebesar 2,11%. Pada rasio 2% dapat menurunkan COD dan BOD berturut-turut yaitu 50% dan 56,82%. Pada rasio 4% dapat menurunkan TDS sebesar 9,14%, pada kekeruhan sebesar 83,78%, pada TSS sebesar 17,57%, dan pada minyak/lemak sebesar 92,16%.
PENGARUH RASIO AMPAS TAHU TERHADAP KUALITAS PRODUK PAKAN IKAN NILA Falah, Muhammad Nur Abror; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4215

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Salah satu kendala penting dalam memproduksi ikan nila adalah tingginya harga pakan yang masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Alternatif bahan utama untuk pakan ikan nila yang ekonomis adalah ampas tahu dengan kandungan protein >20%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio ampas tahu terhadap kualitas produk pakan ikan nila sesuai dengan SNI 01-7242-2006 tentang pakan buatan untuk ikan nila Oreochromis sp. pada budidaya intensif. Metode pembuatan pakan ikan nila dilakukan dengan mencampur ampas tahu dengan variasi rasio 50%, 60%, 70%, dan 80%, dengan tepung ikan, tepung jagung, dedak halus, dan vitamin mix. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa formulasi terbaik produk pakan ikan nila yaitu pada rasio penambahan ampas tahu sebesar 50% dari berat campuran. Hasil dari formulasi terbaik tersebut yaitu kadar air sebesar 4,49%, kadar abu sebesar 14,44%, kadar lemak total sebesar 15,47%, dan kadar serat kasar sebesar 2,32%.  Hasil tersebut telah memenuhi SNI 01-7242-2006 tentang pakan buatan untuk ikan nila (Oreochromis sp.) pada budidaya intensif.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PERBEDAAN RASIO CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN BIOMASSA LAINNYA Iswara, Mochammad Agung Indra; Mustain, Asalil; Mufid, Mufid; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4466

Abstract

Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mencari sumber energi alternatif yang efisien dan terbarukan. Briket sebagai sumber energi terbarukan merupakan energi alternatif yang berasal dari sisa bahan organik padat dan mempunyai nilai kalor yang tinggi. Banyaknya penelitian briket dengan berbagai bahan baku biomasa dan berbagai rasio tertentu akan menghasilkan spesifikasi briket yang beragam, oleh karena itu perlu kajian mendalam dengan membandingkan nilai kalor, kadar air dan kadar abu pada masing-masing bahan baku briket terhadap spesifikasi yang sesuai dengan SNI 01-6235-2000. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan studi literatur yang terdiri atas pengumpulan jurnal dan referensi, melakukan analisis dan pengumpulan data, membuat jurnal ilmiah, menganalisis data, serta menarik kesimpulan dan rekomendasi. Hasil kajian yang diperoleh adalah briket dengan kualitas terbaik dengan campuran arang kelapa dan sabut kelapa dengan nilai kalor 6211 kalori/gram, kadar air 5,39% dan kadar abu 2,86%, sedangkan campuran tempurung kelapa dengan kulit durian memiliki nilai kalor sebesar 6847,31 kalori/gram, nilai kadar air dan abu dibawah 8% dan tempurung kelapa dengan kayu madan memiliki nilai kalor 6425 kalori/gram, nilai kadar air dan abu dibawah 8%. Sehingga disimpulkan briket dengan campuran tempurung kelapa dan sabut kelapa memiliki kadar air dan abu lebih baik namun memiliki nilai kalor lebih rendah dibanding campuran tempurung kelapa dengan kulit durian dan kayu madan.

Page 1 of 4 | Total Record : 34