Articles
879 Documents
PENGARUH JENIS BIOMASSA TERHADAP KARAKTERISTIK ASAP CAIR MELALUI METODE PIROLISIS
Ari Setya Cahya Pratama;
Khalimatus Sa'diyah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.260
Salah satu komoditas unggulan perkebunan di Indonesia adalah kelapa sawit dan kelapa. Namun peningkatan proses produksi dan pengolahan komoditas perkebunan menimbulkan masalah pencemaran baru terutama limbah padat biomassa. Limbah biomassa perkebunan tersebut berupa cangkang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit dan sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis biomassa terhadap karakteristik asap cair yang dihasilkan dengan memanfaatkan limbah perkebunan sebagai bahan baku pembuatan asap cair. Bahan baku biomassa terdiri dari cangkang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit dan sabut kelapa. Biomassa tersebut dipanaskan selama 90 menit dalam reaktor pirolisis yang terhubung dengan kondensor melalui pipa tembaga. Uap yang terbentuk pada reaktor mengalir melalui pipa tembaga akan dikondensasikan menjadi produk asap cair. Hasil penelitian menunjukkan asap cair dari biomassa tandan kosong kelapa sawit memiliki karakteristik terbaik dengan densitas sebesar 0,915 g/mL dan pH 4. Rendemen tertinggi diperoleh pada asap cair dari biomassa cangkang kelapa sawit sebesar 28%b/b. Produk asap cair dari variasi biomassa diperoleh tanpa proses pemurnian lebih lanjut sehingga tergolong pada asap cair grade paling rendah (grade 3).
EFFECT OF BAGASSE PARTICLE SIZE AND CORNSTARCH COMPOSITION ON BAGASSE BRIQUETTE PRODUCTION AS COOKING FUEL IN SUMBUL VILLAGE
Tiara Nur Azizah;
Christyfani Sindhuwati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.319
Bagasse is one of the potential sources of biomass in Sumbul Village which is very abundant. This bagasse waste is accumulated on the side of the road which disturbs the aesthetics because it looks scattered and brings odor. The objective of this research was to make bagasse waste as briquettes for cooking fuel. This study used 2 variables, bagasse particle size (20, 40, and 60 mesh) and starch composition as an adhesive (10%, 20%, and 30% w/v). The parameters tested in this study were water content, ash content, calorific value, and ignition time. The results obtained were briquettes have a water content of 1.32% and ash content of 0.37%. Meanwhile, the best results were obtained on a variation of 60 mesh bagasse particles with 20% w/v corn starch composition which has a heating value of 3,215 J/g and an ignition time of 132 minutes.
EVALUASI KINERJA ALAT CPI (CORRUGATED PLATE INTERCEPTOR) PADA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH PPSDM MIGAS CEPU MENGGUNAKAN ANALISA COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND)
Elinda Kartika Sari;
Shahifa Habiba;
Arief Budiono;
Rieza Mahendra Kusuma
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.303
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah rangkaian yang digunakan untuk mengolah limbah cair agar air limbah tersebut dapat berkurang kadar kontaminannya, sehingga air limbah tersebut dapat dibuang secara aman ke aliran sungai. Salah satu IPAL yang dimiliki oleh PPSDM Migas Cepu adalah Corrugated Plate Interceptor (CPI). Corrugated Plate Interceptor (CPI) merupakan rangkaian pengolah limbah cair yang proses kerjanya berdasarkan adanya gravitasi dengan beda berat jenis (Gravity Density). Salah satu parameter uji yang ditetapkan pada PERMENLH Nomor 19 Tahun 2010 mengenai baku mutu pembuangan air limbah proses dari kegiatan pengolahan minyak bumi adalah COD. Chemical Oxygen Demand (COD) adalah salah satu parameter uji air limbah yang menunjukkan jumlah kebutuhan senyawa kimia terhadap oksigen untuk mengurai bahan organik. Analisa COD dilakukan dengan menggunakan metode refluks tertutup secara spektrofotometri yang sesuai dengan SNI 06-6989-73-2009. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja dari unit CPI dan efektifitasnya dalam mengolah limbah cair yang ada di PPSDM Migas Cepu dengan cara meninjaunya dari parameter uji COD pada air limbah inlet unit CPI dan outlet unit CPI. Hasil perhitungan nilai COD pada inlet CPI sebesar 111,456 mg/L dan outlet CPI sebesar 63,984 mg/L. Efisiensi kinerja CPI berdasarkan parameter COD adalah 82,2222%.
ANALISIS PERBAIKAN (PEMANFAATAN) KEMBALI PRODUK DEMIN WATER OFF SPEC SEBAGAI LTW
Anbarwita Rahminar;
Hadi Priya Sudarminto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.310
Demin water yang digunakan untuk utilitas sangat berpengaruh terhadap proses produksi karena jika terjadi kendala bahkan sampai tidak ada supply demin water maka produksi akan berhenti. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisis lebih lanjut mengenai penyebab Demin water menjadi off spec dan cara memanfaatkan demin water off spec menjadi lime treated water (LTW) yang sesuai spec dengan menggunakan metode analisis perbaikan (pemanfaatan kembali ) air demin water off spec dengan cara melakukan demineralisasi air, yaitu dengan menggunkan anion dan kation exchanger. Demin water dikatakan off spec apabila pH terkadang naik atau turun secara tiba tiba, kadar kandungan mineral yang tinggi,terjadi kebocoran pipa. anion exchanger Berfungsi untuk menyerap atau mengikat ion-ion negatif yang terdapat dalam kandungan air yang keluar dari degasifier. Resin pada anion exchanger adalah R = NOH. Pada kolom mix bed demineralizer, resin kation akan menangkap ion-ion positif dan resin anion akan menangkap ion-ion negatif (alkality dan silica). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa demin water off spec terjadi karena resin yang sudah jenuh, dan adanya permasalahan internal lainya. Demin water off spec dapat diatasi dengan cara mentreatment ulang Demin water tersebut.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA BIOETANOL GEL KAPASITAS 5000 TON/TAHUN
Auliyah Choirunnisa;
Asalil Mustain
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.251
Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya peningkatan akan kebutuhan energi berupa bahan bakar. Bioetanol gel merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang berpotensi untuk dikembangkan. Dalam merancang pabrik bietanol gel, terdapat beberapa aspek penting diantaranya adalah perhitungan kapasitas produksi dan pertimbangan terhadap berbagai jenis proses pembuatan bioetanol gel agar didapat proses yang paling efisien untuk diterapkan pada pabrik. Pada penelitian ini, perhitungan kapasitas produksi dilakukan dengan metode pertumbuhan rata-rata per tahun. Bioetanol gel dibuat dengan menggunakan proses distilasi dan mixing. Oleh karena itu, seleksi proses dilakukan terhadap jenis, sistem serta bentuk alat untuk proses pembuatan bioetanol gel tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kapasitas produksi pabrik bioetanol gel yang akan didirikan pada tahun 2022 dan melakukan seleksi proses dari beberapa jenis proses pembuatan bioetanol gel untuk mengetahui proses yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan pabrik bioetanol gel yang didirikan pada tahun 2022 memiliki kapasitas 5000 ton/tahun dan menggunakan proses distilasi fraksinasi dengan sistem kontinyu serta proses mixing sistem batch dengan bentuk baling-baling helical ribbon.
PENGARUH SUHU PIROLISIS DAN KONSENTRASI AKTIVATOR NaCl TERHADAP KUALITAS ADSORBEN ARANG AKTIF BERBAHAN DASAR LIMBAH TEMPURUNG KELAPA
Millenina Sulung Hanavia;
Cokorda Istri Anjani Meliati;
Luchis Rubianto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.325
Pencemaran air akibat limbah cair berwarna merupakan masalah serius. Masalah ini disebabkan oleh limbah tersebut tidak dapat terurai secara alami. Salah satu metode yang mudah digunakan dalam pengolahan limbah adalah dengan cara adsorpsi menggunakan arang aktif yang dibuat dari limbah tempurung kelapa. Arang aktif ini dibuat dari arang hasil proses pirolisis dan diimplementasikan untuk menyerap warna pada limbah cair berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator larutan NaCl terhadap kualitas arang aktif dengan memperhatikan proses pirolisis yang dilakukan pada variasi suhu 300℃, 325℃, dan 350℃ selama 120 menit. Lalu diaktivasi dengan larutan NaCl sebesar 30%, 35%, dan 40% selama 24 jam. Variasi suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator tersebut dapat ditentukan kualitas arang aktif yang baik dalam penyerapan limbah cair berwarna dengan proses adsorpsi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kualitas arang aktif (sesuai SNI.06-3730-1995) yang dipengaruhi oleh suhu pirolisis dan konsentrasi aktivator larutan NaCl memberikan pengaruh terhadap penurunan warna limbah. Hasil penelitian menunjukkan arang aktif terbaik dihasilkan pada suhu 325oC dengan konsentrasi aktivator larutan NaCl 35%, daya serap warna pada limbah cair berwarna terbaik sebesar 99,78%.
PENGARUH RASIO UMPAN SABUT DENGAN CANGKANG KELAPA PADA PEMBUATAN ASAP CAIR MELALUI PIROLISIS
Rahmadina Shafira;
Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.284
Sabut dan cangkang merupakan limbah padat kelapa dengan ketersediaan melimpah setiap tahunnya. Solusi terbaik penanganan limbah tersebut adalah dengan cara mengolahnya menjadi asap cair. Asap cair didapatkan dari hasil kondensasi uap pembakaran limbah padat kelapa. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan asap cair dari campuran biomassa sabut kelapa dan cangkang kelapa sawit melalui metode pirolisis. Metodologi yang dilakukan yaitu sampel biomassa sebanyak 100 g sesuai variabel dipanaskan selama 90 menit dalam reaktor sederhana. Asap yang dihasilkan dari reaktor selanjutnya dikondensasi hingga berubah fase menjadi cair. Variabel yang digunakan yaitu rasio biomassa sabut kelapa dengan cangkang kelapa sawit sebesar 1:9, 1:3, 1:1, 3:1, dan 9:1. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan asap cair metode pirolisis dengan kualitas terbaik pada rasio 1:3. Pada rasio tersebut, asap cair memiliki karakteristik pH 2, densitas 1,0067 g/mL, rendemen 30,2% dan warna kecoklatan. Produk yang dihasilkan sesuai dengan karakteristik asap cair grade 3 karena masih mengandung senyawa tar dan tidak melalui proses pemurnian lebih lanjut.
PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KOAGULAN ALUMINIUM SULFAT UNIT DISSOLVED AIR FLOTATION WASTE WATER TREATMENT PLANT PT KAWASAN INDUSTRI INTILAND
Illa Fatma;
Arief Budiono;
Rio Baskoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.329
Proses pengolahan limbah pada Instalasi pengolahan air limbah di Kawasan Industri Intiland salah satunya menggunakan sistem DAF (Dissolved Air Flotation) yang berfungsi untuk memisahkan partikel tersuspensi yang sulit untuk dipisahkan seperti minyak dan lemak dengan air limbah, dimana rangkaian proses pada unit ini terlebih dahulu harus melalui pretreatment koagulasi-flokulasi sehingga terbentuk gumpalan flok yang akan dipisahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan dosis optimum koagulan Aluminium Sulfat terhadap penurunan kandungan TSS dan COD pada limbah cair unit DAF PT Kawasan Industri Intiland. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis karakteristik awal kandungan limbah pada unit DAF dan selanjutnya dilakukan pengolahan menggunakan metode koagulasi-flokulasi menggunakan alat Jar Test dengan variasi dosis koagulan 110 ppm, 300 ppm, 550 ppm, 1100 ppm, dan 1650 ppm. Hasil pengolahan diuji menggunakan alat Colorimeter untuk mengetahui penurunan kandungan TSS dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kandungan TSS dan COD paling baik pada penggunaan koagulan Aluminium Sulfat pada dosis 550 ppm dari konsentrasi awal sebelum proses koagulasi-flokulasi sebesar 775 ppm menjadi 539 ppm dengan persentase penurunan sebesar 58,49% untuk parameter TSS dan konsentrasi awal 53 ppm menjadi 22 ppm dengan persentase penurunan sebesar 30,45% untuk parameter COD.
PERANCANGAN TANGKI PENYIMPANAN NITROGEN KAPASITAS 0,0074 M3 PADA PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ASAP CAIR
Dinda Vindarina Primalasita;
Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.257
Pada produksi asap cair dibutuhkan alat berupa tangki. Tangki merupakan wadah penyimpanan yang sering dipakai di berbagai industri sebagai tempat penyimpanan bahan baku atau produk dan melindungi bahan dari kontaminan. Salah satu tangki yang dibutuhkan pada pabrik asap cair yaitu tangki nitrogen. Pemakaian nitrogen pada pabrik asap cair sangat penting yaitu berfungsi sebagai fluidized agent pada reaktor pirolisis dan untuk mengeluarkan atau meminimalisir kadar O2 dalam reaktor yang akan berpengaruh pada proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tangki penyimpanan nitrogen dengan kapasitas 0,0074 m3 pada pra rancangan pabrik kimia asap cair. Tangki dirancang dengan metode perhitungan desain bejana bertekanan dalam. Tipe tangki yaitu silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk ellipsoidal dished. Hasil perhitungan didapatkan total tinggi tangki 0,98 m; diameter tangki 0,39 m; dan tebal dinding tangki 0,0047 m. Berdasarkan hasil perhitungan nozzle, NRe bernilai > 2100 sehingga jenis aliran pada nozzle yaitu turbulen. Perhitungan desain tangki dilakukan berdasarkan data, API (American Petroleum Institute) Standart 12 C dan American Standards Association (ASA) B16.5-1953 sehingga dapat dikatakan layak dan aman.
ENZIM ZINGIBAIN SEBAGAI BAHAN KOAGULASI SUSU UNTUK PEMBUATAN KEJU MOZARELLA
Karin Ditha Nindyasari;
Zakijah Irfin;
Dwina Moentamaria
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i1.309
Pembuatan keju melibatkan sejumlah tahapan yang umum untuk kebanyakan tipe keju. Dari proses tersebut sebuah susu dapat diproduksi menjadi berbagai variasi produk keju. Berbagai riset menunjukkan bahwa proses koagulasi pada pembuatan keju dapat dilakukan dengan menggunakan enzim protease yang memiliki karakteristik serupa dengan enzim renin. Enzim protease yang memiliki aktivitas penggumpal susu salah satunya adalah enzim zingibain yang terdapat dalam jahe merah. Jahe merah termasuk ke dalam famili Zingeberaceae dan merupakan salah satu rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Rimpang jahe memiliki aktivitas enzim zingibain yang cukup tinggi terhadap protein sehingga dapat digunakan sebagai substitusi rennet. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kemampuan serta pengaruh penambahan enzim zingibain dari jahe merah sebagai koagulan susu untuk pengaplikasian pada keju mozzarella. Variabel berubah yang digunakan pada pembuatan keju mozarella adalah penambahan bakteri Mesophilic M11 dengan asam sitrat dengan perbandingan 1:1, 0:1. Hasil penelitian berupa keju mozarellla yang akan ditinjau dari nilai yield, kadar air dan nilai pH. Untuk hasil keju mozarella terbaik dihasilkan pada variabel 0:1 yaitu dengan pengasaman langsung menggunakan asam sitrat dengan penambahan enzim zingibain 1,75% dengan yield 7,02%, pH 5,4, Kadar air 51%. Sampel terbaik selanjutnya diuji kadar protein dan lemaknya, hasil kadar protein yang didapat sebesar 23,24% dan kadar protein sebesar 10,68%.