cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
STUDI LITERATUR PEMANFAATAN CAMPURAN MINYAK JELANTAH DAN PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK BAKAR SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE FRYING Watu, Feby Sisilia; Naryono , Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.126

Abstract

Sampah organik merupakan bahan buangan dari kegiatan rumah tangga, kegiatan komersial, industri atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar setelah dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air serta meningkatkan nilai panas pada sampah organik. Nilai kadar air maksimum untuk bahan bakar padat adalah 15% sedangkan untuk nilai kalor minimum bahan bakar padat adalah 20.920 kJ/kg (SNI 01-6235-2000). Salah satu metode pengeringan sampah adalah metode frying. Metode frying mengeringkan sampah dengan cara kontak langsung menggunakan minyak panas sehingga mampu mengeringkan sampah dengan cepat dan menghasilkan produk kering yang aman untuk dibakar. Pengeringan sampah dengan metode frying dapat menurunkan kadar air 80-90% dan meningkatkan nilai kalor hingga lebih dari 20.000 kJ/kg. Hasil terbaik diperoleh pada kisaran suhu 140 – 150°C dan waktu pengeringan 5 – 10 menit yang menghasilkan nilai kadar air dibawah 5% dan nilai kalor lebih dari 20.000 kJ/kg.
EVALUASI EFISIENSI HEAT EXCHANGER (HE - 4000) DENGAN METODE KERN Zain, Muhammad Rais; Mustain , Asalil
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.133

Abstract

Proses perpindahan panas merupakan salah satu bentuk transfer energi yang mempunyai peranan penting dalam suatu proses produksi atau operasi seperti halnya industri perminyakan. Salah satu tipe alat penukar panas yang sering dipakai adalah shell and tube heat exchanger. Pada Central Processing Area (CPA) di PT Pertamina Tuban, heat exchanger (HE – 4000) digunakan untuk memanaskan atau meningkatkan suhu minyak yang akan menuju ke FSO (Floating Storage Offloading). Hal ini dilakukan karena minyak yang terproduksi berjenis Parafinix (Wax) yang dapat membeku pada suhu 80°F. Akan tetapi, kinerja heat exchanger di CPA saat ini mengalami penurunan yang disebabkan oleh terbentuknya kerak. Hal tersebut menyebabkan koefisien perpindahan panas (Ud) menurun dan mencapai jenuh. Berdasarkan hasil evaluasi dari perhitungan menggunakan metode Kern, nilai fouling factor (Rd) secara aktual didapat sebesar 0,069018 yang dimana melebihi nilai Rd yang ditetapkan yaitu sebesar 0,002 . Oleh karena itu, pembersihan perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kinerja heat exchanger agar tetap beroperasi dengan baik.
PERHITUNGAN TEORITIS KEBUTUHAN OKSIGEN, UDARA BERLEBIH PADA REAKSI PEMBAKARAN BATU BARA DAN NERACA MASSA TOTAL PADA FURNACE DI PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON 9 Prawira, Jeanny Jovitha Cynthia Yudha; Ekawati, Safitri; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.85

Abstract

Boiler-Furnace merupakan bagian terpenting dalam suatu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik. Sebagian listrik yang dihasilkan digunakan untuk menjalankan unit peralatan proses di PT. PJB UBJ O&M PLTU Paiton 9 dan sebagian lagi diinterkoneksikan dengan SUTET milik PT. PLN untuk digunakan di Pulau Jawa dan Bali. Kebutuhan oksigen saat terjadinya reaksi pembakaran di furnace untuk membakar batu bara untuk memanaskan air di boiler sehingga menghasilkan steam yang digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik harus dihitung secara teoritis agar dapat diketahui kebutuhan oksigennya secara stoikiometri reaksinya agar reaksi yang terjadi dapat berjalan optimal dan agar diketahui berapa jumlah udara yang harus ditambahkan secara berlebih.
EVALUASI KOLOM DEBUTANIZER (FLRS T-102) DI UNIT RFCCU PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT III PLAJU - PALEMBANG Anggrianto, Arfenna Rizki; Pratika, Alifia Rian; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.56

Abstract

Salah satu unit yang penting di RU III Plaju adalah unit Light Ends. Kolom Debutanizer adalah salah satu peralatan yang berperan penting di Light Ends Unit. Proses yang terjadi pada kolom ini adalah proses distilasi bertekanan, dimana tekanan sistem pada kolom dijaga lebih kurang 11 kg/cm2, kemudian diharapkan pada tekanan seperti itu, terjadi pemisahan yang baik antara untreated LPG dengan untreated naphta secara optimal. Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas produk untreated LPG dan untreated naphta, maka diperlukan pengaturan kondisi operasi kolom debutanizer yang tepat dan akurat, sehingga diperoleh produk yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Metode yang digunakan adalah metode perhitungan short-cut yang meliputi perhitungan material balance kolom debutanizer (FLRS-T-102), menentukan kondisi umpan masuk, efisiensi tray kolom secara menyeluruh. Pengumpulan data didapatkan dari data di industri dan di control room RFCCU. Berdasarkan hasil perhitungan pada kolom Debutanizer FLRS-T-102 dapat di simpulkan bahwa jumlah tray minimum yang didapatkan dari perhitungan adalah sebanyak 7 tray. Sedangkan tray pada kondisi aktual sebanyak 25 tray. Sehingga didapat efisiensi sebesar 28%.
ANALISA KEBOCORAN KONDENSOR PADA SIKLUS AIR UAP PT PEMBANGKIT JAWA BALI UBJ O&M PLTU PACITAN JAWA TIMUR Sari, Putri Dita; Tomasila, Delfira Yudith; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.91

Abstract

Kondensor merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengkondensasikan uap dari LP turbine dengan media pendingin air laut yang dipompakan melalui circulating water pump (CWP). Prinsip kerjanya adalah uap dari LP turbine mengalir diluar pipa-pipa condenser melewati air laut yang mengalir didalam pipa-pipa kondensor. Pipa-pipa tersebut terbuat dari bahan titanium yang sangat efisien untuk mengkondensasikan uap dari LP Turbin. Air pendingin akan dialirkan melalui tube, sementara uap dari LP Turbin akan mengalir di luar tube, dimana nantinya uap ini akan berubah fase menjadi air dan akan diumpankan kembali menuju boiler bersamaan dengan air pengisi boiler. Perawatan pada kondensor pun perlu dilakukan agar tidak terjadi kebocoran. Apabila terdapat kebocoran, maka akan mempengaruhi air pengisi boiler. Kandungan yang ada pada air pendingin akan mengkontaminasi air pengisi menjadi tinggi. Hal ini tentunya akan berakibat pada efisiensi alat yang akan dilewati air pengisi boiler, karena dengan tingginya konduktifitas dan kandungan Cl akan menyebabkan karak pada dinding alat.
STUDI LITERATUR KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS TOTAL SISTEM FLUIDA POLYEHTLENE GLICOL & ETHILENE GLYCOL SECARA CO-CURRENT MENGGUNAKAN HEAT EXCHANGER SHELL AND TUBE TIPE 1-1 Prabowo, Irvan Aditya; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.135

Abstract

Penggunaan kebutuhan kalor yang sangat besar pada industri. Untuk mengatasi kebutuhan kalor yang besar ini maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi pada kalor tersebut . Cara yang paling efektif untuk mengurangi permintaan adalah dengan menggunakan energi lebih efektif. Salah satu cara pengaplikasiannya yaitu penukar panas. Alat penukar panas (heat exchanger) adalah perangkat yang menyediakan aliran energi termal anatra dua atau lebih cairan pada suhu yang berbeda. Dalam proses perpindahan panas di setiap heat exchanger melibatkan dua fluida tube Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan data konsentrasi fluida etilen glikol - polyethylen glikol terhadap nilai U pada alat heat exchanger shell and tube 1-1 mengunakan fluida sistem polyethylen glikol- ethylen glikol dengan aliran co-current. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu fluida panas masuk berkisr 40,45,50,55,60 0C, suhu fluida dingin masuk 15,20,25,30 0C, Nilai koefisien perpindahan panas overall paling besar diperoleh pada temperatur fluida masuk 50°C yaitu sebesar 135,4576 W/m2°C pada aliran co-current.
PENENTUAN SUHU OPTIMUM BOTTOM COLUMN DALAM PEMURNIAN TRIASETIN MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD 7.1.5 Putri, Vemmy N.A.; Suryandari , Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.54

Abstract

Perkembangan biodiesel di Indonesia mengakibatkan kenaikan kebutuhan triasetin sebagai aditif bahan bakar. Manfaat triasetin selain untuk manaikkan nilai oktan juga dapat digunakan sebagai anti-knocking. Kemurnian produk triasetin sebagai bahan aditif minimal sebesar 99,8% ditetapkan dalam perancangan ini. Maka dari itu pemurnian triasetin menjadi salah satu proses penting dalam produksi. Proses distilasi dipilih dalam pemurnian triasetin dari sisa reaktan maupun produk samping karena terdapat perbedaan volatilitas setiap komponennya. Maka dari itu untuk mengoptimumkan pemurnian triasetin melalui proses distilasi untuk mendapatkan kemurnian tinggi dengan mempertimbangkan jumlah produk dilakukan simulasi proses produksi triasetin menggunakan CHEMCAD 7.1.5. Simulasi difokuskan pada penentuan suhu optimum pada bottom product kolom distilasi dengan melakukan trial mulai dari suhu 258°C. Hasil yang didapatkan semakin tinggi suhu bottom product maka semakin tinggi kemurnian triasetin namun produk yang dihasilkan semakin sedikit. Sehingga dari simulasi yang talah dilakukan suhu optimum bottom product dalam proses pemurnian triasetin sebesar 273°C dengan kemurnian 99,84% dan jumlah produk sebanyak 2402,65 kg/jam.
REVIEW: PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN KITOSAN SEBAGAI COATING AGENT TERHADAP DAYA SERAP AIR PADA BIOPLASTIK DARI PATI SINGKONG DAN GLUTEN Ramadhani, Muhammad Yusuf; Hadiantoro, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.136

Abstract

Bioplastik merupakan jenis plastik dibuat dengan bahan berasal dari tanaman. Plastik ini dapat diuraikan oleh mikroorganisme atau jamur secara alami. Bioplastik dapat tersusun dari pati, lignin, selulosa, atau dari hasil samping perkembangbiakan mikroorganisme. Bioplastik memiliki kelemahan dalam hal ketahanan air daya tahan penyerapan air dan sifat mekanik. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan menambahkan kitosan sebagai bahan tambahan dari penyerapan air dan gluten untuk memperbaiki sifat mekanik bioplastik. Studi penelitian ini digunakan sebagai mendapatkan cara jenis bioplastik baru dengan pendekatan secara teori pada penelitian pembuatan bioplastik sebelumnya. Studi dilakukan pada penelitian bahan bioplastik dari pati singkong, gluten, dan kitosan. Karateristik bioplastik meliputi tensile strenght dan water uptake. Hasil studi didapatkan karakteristik bioplastik gluten memiliki water uptake yang lebih rendah dengan nilai 38-65%. Karakteristik kuat tarik memiliki nilai yang tinggi pada bioplastik pati kentang-kitosan sebesar 53 MPa sedangkan bioplastik pati singkong dengan coating kitosan layer by layer didapatkan kuat tarik sebesar 14,47 ± 1,25 MPa.
PENENTUAN JUMLAH PANAS DAN AIR PENDINGIN PADA CONDENSOR DI PLTU TANJUNG AWAR – AWAR Rahmadhani, Nurindah; Prayitno, Prayitno; Aji, Yuangga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.97

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar – Awar merupakan pembangkit listrik yang menghasilkan listrik sebesar 2x350 MW dengan menggunakan uap yang berasal dari boiler dan air laut sebagai umpannya. Uap yang dihasilkan digunakan sebagai penggerak turbin, dimana uap berasal dari air laut yang diolah menjadi air demin pada unit pengolahan air (water treatment unit) hingga memenuhi baku mutunya. Air demin dipompakan masuk kedalam boiler hingga menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin. Uap sisa penggerakan turbin mengalami penurunan tekanan dan temperatur dan masuk kedalam kondensor untuk terjadi kondensasi berubah fase dari uap menjadi cair. Alat perpindahan panas (kondensor) yang digunakan PLTU memiliki tipe Shell and Tube Heat Exchanger. Pada kondensor dialirkan air pendingin yang berasal dari air laut melalui area CWP. Kondisi kondensor pada PLTU menunjukkan bahwa jumlah air pendingin yang masuk harus lebih besar dari steam apabila berkurang berdampak pada daya listrik yang dihasilkan dan menyebabkan unit trip. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah panas yang diserap dan jumlah air pendingin yang digunakan pada kondensor di PLTU Tanjung Awar – Awar. Besarnya panas yang diserap dan air pendingin yang dibutuhkan kondensor ditentukan dengan metode perhitungan luas perpindahan panas dan berdasarkan data hasil pengukuran langsung dari besarnya suhu dan flowrate yang ada dibagian inlet dan outlet pada kondensor. Hasil perhitungan didapatkan panas maksimum yang diserap oleh kondensor sebesar 21.794.520 Kj/Jam, sedangkan air pendingin yang dibutuhkan sebanyak kebutuhan 869.124,754 Kg/Jam.
EVALUASI WASTE HEAT BOILER PADA UNIT SULFURIC ACID IIIA PT PETROKIMIA GRESIK, JAWA TIMUR Fairy, Piety; Widiono, Bambang; Ma’arif, Muhammad Faishal
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.55

Abstract

WHB (Waste Heat Boiler) merupakan bejana tertutup yang memanfaatkan panas atau gas buang untuk pembakarannya, panas pembakaran tersebut dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam yang akan digunakan untuk memutar sudu-sudu pada turbin. WHB Unit IIIA PT. Petrokimia Gresik mempunyai umur yang sudah cukup lama yaitu mulai beroperasi tahun 1974. Umur WHB yang sudah cukup tua ini menyebabkan kinerja menurun. WHB Unit IIIA PT Petrokimia Gresik memanfaatkan gas buang dari furnace proses pembakaran belerang cair menjadi gas SO2, namun kinerja dari WHB belum maksimum. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan heat exchanger Kern 1983. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap nilai coefficient clean overall aktual rata-rata 520,90 W/m2, coefficient dirt overall aktual rata-rata 40,52 W/m2, dan fouling factor aktual rata-rata 0,0241 m2.K/W, dapat disimpulkan bahwa WHB masih layak beroperasi. Namun, jika digunakan terus-menerus tanpa dilakukan pembersihan akan mengurangi kinerja WHB. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembersihan secara berkala untuk menjaga kinerja WHB agar tetap beroperasi dengan baik.