cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
LIMBAH TAPIOKA UNTUK PRODUKSI BIOGAS: ALTERNATIF PENGOLAHAN DAN PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT Sensih, Dinda Gusti; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.158

Abstract

Limbah cair industri tepung tapioka mengandung bahan-bahan organik dengan kosentrasi yang tinggi yaitu COD sekitar 7.000 - 30.000 mg/L dan BOD sekitar 3000-6000 mg/L sehingga memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Dengan menggunakan fermentasi secara anaerobik di dalam reaktor (digester), limbah cair industri tapioka mengalami proses dekomposisi menjadi biogas oleh mikroorganisme anaerob. Beberapa teknologi pengolahan limbah cair tapioka menjadi biogas antara lain, digester sistem batch, covered lagoon anaerobic reactor (CoLAR), Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR), CSTR dengan Resirkulasi Padatan, Plug Flow Reactor, FBR (Fixed Bed Reactor), Expanded Bed Digester, dan UASB (Upflow Anaerobic Sludge Blanket). Untuk meningkatkan efisiensi pengolahan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain: pemilihan starter, konsentrasi awal substrat, suhu operasi, tingkat keasaman (pH) dan rasio perbandingan C/N. Beberapa studi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal substrat maka semakin tinggi kualitas dan kuantitas biogas yang dihasilkan. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa metode covered lagoon anaerobic reactor (CoLAR) memiliki efektifitas yang tinggi untuk menghasilkan biogas dari limbah tapioka. Pada konsentrasi awal substrat sebesar 9.011 mg/L mampu menghasilkan biogas mencapai 485,4 m3 /hari.
STUDI PERBANDINGAN METODE PENGUJIAN TAN (TOTAL ACID NUMBER) PLTGU DENGAN ASTM D-974 Mahesti, Citra Putri Wahyu; Kumalasari, Mella Frandista; Saroso, Hadi; Maryanty , Yanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.157

Abstract

Pengujian TAN (Total Acid Number) merupakan pengukuran keasaman suatu minyak pelumas yang ditentukan oleh jumlah miligram kalium hidroksida (KOH) yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam satu gram minyak. Pengujian TAN digunakan untuk menentukan sampel minyak pelumas baru dan setelah pemakaian, minyak setelah pemakaian dipantau untuk memastikan kualitas minyak memenuhi standar nilai TAN agar tidak menghambat proses produksi. Nilai TAN itu sendiri tidak dapat digunakan untuk memprediksi sifat korosif pada suatu minyak, hanya digunakan sebagai acuan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas dalam sampel minyak pelumas. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian nilai TAN secara berkala agar dapat mengetahui perubahan nilai TAN sesudah pemakaian. Semakin besar nilai TAN maka corrosion rate akan naik, sehingga mempercepat terjadinya korosi pada material logam. Fungsi minyak pelumas adalah melumasi komponen-komponen mesin yang bergerak agar tidak cepat aus. Selain itu, minyak pelumas digunakan untuk mencegah terjadinya korosi, pendingin pada mesin, dan pembawa kotoran pada mesin. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai TAN pada metode PLTGU sebesar 0,1013 mg KOH/g sampel, metode ASTM D-974 0,1423 mg KOH/g sampel. Cara standar untuk menentukan nilai TAN pada sampel minyak adalah dengan analisa titrasi. Perbandingan metode yang digunakan yaitu metode PLTGU dengan ASTM D-974.
SELEKSI PROSES DALAM PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI RANDU DENGAN KATALIS CaO Gayatri, Bunga Rajhana Ragil; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.100

Abstract

Penggunaan energi dari fosil merupakan krisis global yang mengkhawatirkan sehingga mendorong para peneliti untuk menemukan sumber energi yang ramah lingkungan salah satunya adalah Biodiesel. Dalam merancang suatu proses pembuatan biodiesel perlu memperhatikan pemilihan proses produksi yang paling sesuai untuk menghasilkan suatu produk yang diinginkan. Beberapa metode proses memungkinkan untuk menghasilkan produk yang sama, sehingga perlu dilakukan seleksi proses yang paling baik. Pada penelitian ini digunakan minyak biji randu sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel dengan bantuan katalis CaO. Tujuan dari penelitian ini untuk menyeleksi metode-metode proses dalam pembuatan biodiesel dan mengetahui metode proses yang lebih baik dari segi proses maupun jenis katalis. Pada awal seleksi proses, beberapa metode proses dapat dieliminasi dengan memperhatikan metode proses dan jenis katalis.
OPTIMASI PEMURNIAN ETANOL DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF MENGGUNAKAN CHEMCAD Suharto, Muhammad; Wibowo, Agung Ari; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.53

Abstract

Etanol pada beberapa dekade ini menjadi suatu bahan yang banyak diproduksi karena berbagai fungsinya. Pemisahan etanol-air tidak dapat dilakukan dengan distilasi konvensional karena adanya titk azeotrop. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan distilasi ekstraktif. Distilasi ekstraktif merupakan proses pemisahan campuran yang terkendala titik azeotrop dengan menambahkan zat ketiga yang bersifat non-volatile dan biasanya disebut sebagai solvent atau entrainer. Optimasi kolom konvensional dalam penelitian ini menggunakan kolom dengan 12 tray buble cap, sedangkan untuk optimasi kolom distilasi ekstraktif menggunakan solvent etilen glikol : DMSO (Dimetil Sulfoksida) 1:1 dengan suhu solvent 77⁰C dan kolom beroperasi pada tekanan 1 atmosfer. Hasil optimasi kolom distilasi konvensional mendapatkan kadar distilat sebesar 79,3148% mol pada kondisi suhu preheater 50⁰C, reflux ratio 3, bottom temperature 97⁰C, dan konsentrasi umpan 20%v/v. Berbeda dengan hasil optimasi kolom konvensional, hasil optimasidistilasi ekstraktif menghasilkan kadar distilat terbaik sebesar 99,9632% mol pada kondisi stage pelarut 6, rasio solvent:umpan 3.
BIODIESEL SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN: PROSES DAN TEKNOLOGI TERKINI Jazuli, Muhammad; Wibowo, Agung Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.154

Abstract

Kebutuhan akan bahan bakar fosil sedang melonjak naik akibat permintaan pasar dunia yang terlalu banyak. Oleh karena itu solusinya dengan mencari sumber energi alternatif baru pengganti bahan bakar fosil tersebut, salah satunya pengolahan biodiesel. Biodiesel dapat diproduksi dengan kelapa sawit, jarak pagar, kelapa, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut dapat diproses dan diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan biodiesel. Disamping itu, banyak sekali macam-macam teknologi proses dan pengolahan yang diterapkan pada biodiesel ini, diantaranya proses esterifikasi-transesterifikasi, teknologi pengunaan membran, teknologi superkritis dan sebagainya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya terobosan energi terbarukan khususnya biodiesel di dalam aspek kehidupan.
STUDI LITERATUR KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS TOTAL SHELL AND TUBE TIPE 1-1 SISTEM FLUIDA LARUTAN ETILEN GLIKOL DAN LARUTAN GLIKOL Sutrisno, Sugeng Hadi; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.142

Abstract

Konservasi energi menjadi hal yang diperhitungkan di masa depan. Cara efektif mengurangi permintaan energi adalah menggunakan energi lebih efektif . Penukar kalor merupakan cara mentransfer energi yang banyak digunakan untuk oil refinery, industri kimia dan makanan. Salah satu aplikasi alat penukar kalor adalah heat exchanger yang merupakan perangkat penyedia energi termal antara dua atau lebih cairan pada suhu berbeda. Salah satu jenis heat exchanger yang sering digunakan heat exchanger shell and tube Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui besar koefisien perpindahan panas dan mendapatkan nilai U. Pada setiap literatur membandingkan setiap jurnal dan mereview jurnal yang diperoleh. Dari setiap jurnal didapatkan nilai U dengan memvariasi variable bahan coolant, pengaruh konsentrasi coolant, laju alir fluida dan suhu fluida. Dari hasil pembahasan penggunaan nanofluida menambah koefisien perpindahan panas sebesar 15% daripada menggunakan fluida air. Pengaturan suhu fluida panas dan dingin juga mempengaruhi hasil koefisien perpindahan panas dimana semakin rendah suhu fluida dingin masuk semakin besar koefisien perpindahan panas. Mengatur laju alir juga mempengaruhi besar koefisien perpindahan panas dikarenakan radiasi dari fluida panas dapat berpindah secara maksimal ke fluida dingin.
PENGOLAHAN LIMBAH SPENT WASH DENGAN METODE ANAEROBIC DIGESTION DI PT ENERGI AGRO NUSA Bimanto, Arya Nugra; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.144

Abstract

Spent wash merupakan limbah dari proses distilasi pada produksi alkohol dengan COD ±150.000 ppm. Limbah dengan nilai COD yang tinggi harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu pengolahan limbah untuk menurunkan COD adalah anaerobic digestion. Dengan metode anaerobic digestion, spent wash dapat diubah menjadi gas metana dengan bantuan bakteri metanogen yang terdapat di activated sludge. Berdasarkan data daily report PT ENERGI AGRO NUSANTARA bulan Juni 2019 menunjukkan produksi gas metana mengalami fluktuaktif sebesar 50-58% sedangkan baku mutu yang ditetapkan adalah 60%. Tujuan penelitian ini untuk mengolah limbah spent wash dengan metode anaerobic digestion untuk meningkatkan gas metana yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah anaerobic digestion dengan waktu tinggal selama 61 hari dan beroperasi pada suhu 300C serta pH 7. Bahan yang digunakan adalah campuran antara activated sludge dan spent wash serta penambahan zeolit 10%. Variabel nutrient yang digunakan yaitu campuran urea dan diammonium fosfat dengan rasio 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:2, 2:3, 3:1, 3:2, dan 3:3. Hasil penelitian menunjukkan penurunan COD tertinggi adalah 60% dengan gas metana yang dihasilkan adalah 22,4mL. %Kadar gas metana dengan menggunakan nutrient (3:3) adalah 24,4%. Penambahan zeolit 0,2-2 g/L mampu meningkatkan produksi gas metana sebesar 1,4%.
PENGARUH PENGADUKAN TERHADAP PROSES PEMBUATAN BIOGAS (REVIEW) Adelia, Dela; Santosa, Sandra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.160

Abstract

Studi literatur ini berisi tentang pengaruh pengadukan proses biogas yang dihasilkan dari proses biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan Sampah Organik. Metode yang digunakan yaitu dengan review 15 jurnal terkait proses biogas dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, kemudian dianalisa, dan disimpulkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil produksi biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan sampah organik menggunakan pengadukan dan tanpa pengadukan terhadap jumlah gas metana yang dihasilkan. Hasil analisa mendapatkan data tertinggi menggunakan pengadukan yaitu sebesar 717 liter dengan kecepatan pengadukan 10 rpm berbahan baku kotoran sapi + limbah rumah potong hewan dengan waktu fermentasi 20 hari berkapasitas ±5,2 liter dibandingkan dengan hasil yang tidak menggunakan pengadukan menghasilkan sebesar 102,9 liter berbahan baku kotoran sapi dan rumput gajah berkapasitas 100 liter waktu fermentasinya 60 hari. Hal ini dapat disesuaikan berdasarkan pernyataan teori bahwa proses pengadukan dapat menggeser waktu produksi biogas satu atau dua hari lebih awal dibandingkan reaktor yang tidak dilakukan pengadukan, sehingga dengan pengadukan akan mempercepat terbentuknya biogas.
STUDI LITERATUR POTENSI BLENDING RESIDU OIL MBC – PTCF UNTUK MFO LOW SULPHUR SEBAGAI BAHAN BAKAR KAPAL DI PT. PERTAMINA Rizqi, Ega Yanuar; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.121

Abstract

International Maritime Organization mengeluarkan peraturan untuk mengurangi kandungan sulphur pada bahan bakar kapal menjadi maksimal 0.5 wt% per 1 Januari 2020. Artinya, penggunaan High Sulphur Fuel Oil sebagai bahan bakar kapal harus diganti dengan Low Sulphur Fuel Oil. Salah satu jenis LSFO yang dapat diproduksi menjadi bahan bakar kapal jenis MFO Low Sulphur adalah PTCF dari PT. TPPI. Namun nilai viskositas PTCF tergolong rendah, sehingga diperlukan proses melalui metode blending dengan MBC dari PPSDM Cepu yang merupakan residu jenis Low Sulphur Waxy Residue dengan nilai pour point tinggi. Berdasarkan review jurnal, dilakukan penentuan titik optimal blending yang bertujuan untuk mengetahui komposisi blending yang tepat melalui perhitungan terhadap viskositas dan pour point blending dengan metode refutas dan biaya blending MBC:PTCF. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blending terhadap viskositas, pour point, dan komposisi blending yang optimal terhadap karakteristik produk MFO LS yang mengacu pada SK Dirjen Migas No. 0179.K/10/DJM.S/2019. Variabel yang digunakan adalah persentase rasio MBC:PTCF sebesar 20:80; 25:75; 30:70; 35:65; 40:60; 50:50 dan diperoleh komposisi optimal pada komposisi 30:70 dengan viskositas sebesar 18.1 cst, pour point sebesar 25.6 oC, dan biaya sebesar 59.4027 usd/bbl.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS KOH KAPASITAS 37.000 TON/TAHUN Tomasila, Delfira Yudith; Wahyu, Citra Putri; Adi, Muhammad; Hardiansyah, Yuliandro; Suharti , Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.141

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan masyarakat akan bahan bakar fosil terus meningkat. Hal ini tidak seimbang dengan ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin menurun. Cadangan bahan bakar fosil di Indonesia sendiri diperkirakan akan habis dalam 10 tahun kedepan. Sehingga dibutuhkan suatu energi alternatif. Biodiesel adalah energi alternatif yang terbuat dari bahan bakar nabati, menyerupai solar atau minyak diesel, dan dapat menghasilkan emisi CO2 lebih sedikit dibanding solar. Pemillihan minyak jelantah dilakukan karena mudah didapat serta mampu menekan biaya produksi. Penambahan katalis KOH untuk membantu mempercepat reaksi. Pra rancangan pabrik biodiesel kapasitas 37.000 ton/tahun ini diharapkan mampu memenuhi 60% kebutuhan masyarakat. Hasil dari perhitungan diperoleh nilai Return on Investment (ROI) sebelum dan seudah pajak berturut-turut sebesar 24% dan 18%, nilai Pay Out Time sebelum dan sesudah pajak berturut-turut adalah 4,1 tahun dan 5,4 tahun, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 58,14%, dan nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 27%. Berdasarkan hasil perhitungan maka Pra Rancangan Pabrik Kimia Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Minyak Jelantah dengan Katalis KOH Kapasitas 37.000 Ton/tahun layak untuk didirikan.