cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PERHITUNGAN NERACA ENERGI CONVERTER (30-R-1201) PADA UNIT ASAM SULFAT PABRIK III B PT PETROKIMIA GRESIK Narulita, Mia; Zahra, Aulia Sari Az Zahra; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.222

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan perusahaan penghasil pupuk terbesar yang ada di Indonesia. Total produksi PT Petrokimia Gresik bahkan mencapai 8,9 ton/hari. Selain produk pupuk PT Petrokimia juga memproduksi produk non pupuk. Salah satu produk non pupuk adalah asam sulfat. Bahan baku utama pada proses produksi asam sulfat adalah sulfur padat yang dicairkan. Pada proses produksi asam sulfat terdapat proses konversi SO2 menjadi SO3 pada alat bernama converter. Konversi pada converter ini cukup tinggi yaitu mencapai 99,89% dengan jumlah bed sebanyak empat buah. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menghitung neraca energi dari converter dan heat exchanger sehingga dapat diketahui energi yang hilang pada converter dan heat exchanger. Perhitungan neraca energi dilakukan dengan pengambilan data berupa suhu dari converter maupun heat exchanger. Dari hasil perhitungan neraca energi didapatkan hasil energi yang masuk dan keluar dari bed 1, 2, 3, dan 4 secara berturut turut adalah 95412242 kJ/jam, 102101961 kJ/jam, 95382723 kJ/jam, 70804277 kJ/jam. Energi masuk dan keluar dari heat exchanger 1 dan 2 serta economizer 1 dan 2 secara berturut-turut adalah 145083130 kJ/jam, 119825841 kJ/jam, 107677032 kJ/jam, 74258712 kJ/jam. Sedangkan total energi yang hilang adalah 1147182 kJ/jam. Hal tersebut menunjukkan bahwa energi yang hilang pada converter dan heat exchanger cukup besar sehingga perlu dilakukan isolasi untuk mencegah hilangnya energi.
PERANCANGAN REAKTOR UNTUK REAKSI SAPONIFIKASI MINYAK KELAPA PADA PRA RANCANGAN PABRIK SABUN CAIR KAPASITAS 750 TON/TAHUN Ilyazha, Cahyo; Suryandari , Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.266

Abstract

Produksi kelapa di Indonesia per tahunnya cukup memenuhi kebutuhan industri dan kebutuhan masyarakat. Tapi di balik itu, terdapat manfaat yang tersembunyi lainnya yang berguna bagi manusia di kehidupan sehari hari. Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat seperti produksi minyak kelapa yang terbuat dari daging kelapa segar yang diekstraksi. Hasil atau ekstrak itulah menghasilkan minyak alami yang disebut minyak kelapa murni atau Virgin coconut oil (VCO) mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit dan sangat berpotensi untuk dibuat produk berupa sabun mandi cair yang dimana minyak kelapa direaksikan dengan KOH dengan menggunakan reaktor brpengaduk secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang reaktor untuk mereaksikan minyak kelapa murni dan KOH dengan menggunakan reaksi saponifikasi. Perancangan dilakukan dengan menentukan jenis reaktor berpengaduk yang akan dipakai kemudian melakukan perhitungan dan penentuan diameter reaktor berpengaduk, jenis material, tutup atas dan bawah, stress maksimum yang terjadi tiap komponen dan menggambar desain menggunakan software VISIO. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dimensi yang sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan adalah raktor berdiameter 0.56 m dan tingginya 1.12 m. Kemudian panjang pengaduk 0.92 m dengan tutup atas tipe standard dished dan tutup bawah tipe conical. untuk jenis materialnya menggunakan SA-240 Grade C type 347.
KUANTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DENGAN LC-MS/MS SECARA SIMULTAN Kaliawan, Kaliawan; Danardono, Prayogo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i1.170

Abstract

Pengujian senyawa flavonoid dengan metode kromatografi cair spektrometri massa (LC-MS/MS) dikembangkan dan digunakan untuk kuantifikasi secara simultan. Senyawa flavonoid yang menjadi target pengujian adalah senyawa quercetin, quercetin-3-O-glikosida, taxifolin dan rutin. LC-M/SMS menjadi teknik pengujian menggunakan teknik ionisasi electrospray (ESI) dengan pola ionisasi positif maupun negatif. SRM (Selected Reaction Monitoring) dipilih untuk penentuan secara spesifik senyawa target berdasarkan quasi ion molekuler prekursor dan transisinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa jauh nilai pengukuran pada pada LC-MS/MS terhadap linieritas, presisi, akurasi, batas terendah deteksi dan batas terendah kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai linieritas mendekati satu, presisi dan akurasi dapat diterima/valid. Nilai LoD senyawa quercetin 42.9 ppb, quercetin 3-O-Glikosida sebesar 33 ppb, taxifolin 23.1 ppb, dan rutin 52.8 ppb. Sedangkan nilai LoQ senyawa quercetin 129 ppb, quercetin 3-O-Glikosida sebesar 99 ppb, taxifolin 69 ppb, dan rutin 159 ppb.
PEMANFAATAN KOAGULAN ALAMI DARI CAMPURAN BIJI TREMBESI DAN KITOSAN PADA PENGOLAHAN LIMBAH PENYAMAKAN KULIT Nurismasari, Shilma Ananta; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.283

Abstract

Industri penyamakan kulit merupakan industri yang menghasilkan air limbah dengan kategori B3 yang akan berbahaya jika dibuang langsung ke sungai. Karena pada limbah tersebut mengandung unsur Krom (Cr) yang berasal dari proses tanning (penyamakan). Untuk mengurangi kandungan logam Cr pada limbah industri dapat menggunakan koagulan alami yang merupakan salah satu alternatif dalam pengolahan limbah karena koagulan alami lebih ramah lingkungan dan mudah didapatkan disekitar lingkungan kita. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar krom, TSS, TDS, Turbiditas dan pH pada limbah penyamakan kulit menggunakan koagulan alami yaitu campuran dari biji trembesi dan kitosan. Metode yang digunakan yaitu koagulasi-flokulasi dengan alat jar test dengan perbandingan variasi koagulan alami campuran biji trembesi dan kitosan sebesar 50%:50%, 25%:75%, 75%:25%, 100%:0, 0:100% dengan kecepatan pengadukan cepat 200 Rpm selama 2 menit dan dilanjutkan pengadukan lambat dengan kecepatan 30, 60, dan 100 Rpm selama 30 menit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan dosis koagulan alami campuran yang efektif dalam menurunkan kadar krom yaitu koagulan trembesi 75% + kitosan 25% dengan penurunan kadar krom mencapai 1,479 mg/L atau sebesar 82,445% dan memiliki penurunan nilai TSS sebesar 96,825%, TDS sebesar 9131 mg/L dan nilai turbiditas mencapai 37,789%.
STUDI AKTIVASI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS RAMAH LINGKUNGAN DALAM PEMBUATAN BIODESEL Rohmana, Galuh Citra Cahya; Sudarminto, Hadi Priya; Damayanti , Sasmita Eka
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.288

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Dalam pembuatan biodiesel umumnya menggunakan katalis homogen seperti NaOH atau KOH. Seperti yang dapat kita pahami, bahan tersebut menimbulkan produk samping berupa gliserol dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Disamping itu potensi gangguan kesehatan akibat kontak dengan katalis bisa membahayakan. Maka, mulai dikembangkan katalis heterogen. Suatu proses yang dapat menjadi solusi dari masalah tersebut adalah diberlakukannya limbah cangkang kerang sebagai katalis ramah lingkungan. Keberadaan cangkang kerang di sepanjang Pelabuhan Kota Pasuruan yang saat ini menjadi masalah dapat diatasi dengan aktivasi limbah tersebut menjadi sebuah katalis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis biodiesel hasil aktivasi limbah cangkang kerang, membandingkan kualitas dan kuantitas biodiesel. Membandingkan perbedaan hasil biodiesel menggunakan katalis homogen NaOH/KOH dan katalis heterogen cangkang kerang, Mengetahui pengaruh katalis cangkang kerang terhadap % konversi yield dari produk biodiesel. Dari hasil penelitian ini, dihasilkan % konversi biodiesel dengan katalis limbah cangkang kerang sebesar 0,403 gram biodiesel/gram mol dan yield dari proses sebesar 0,596 gram biodiesel/gram minyak. % konversi biodiesel dengan katalis homogen KOH sebesar 0,424 gram biodiesel/gram mol dan yield dari proses sebesar 0,525 gram biodiesel/gram minyak dengan hasil lebih besar menggunakan KOH.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK MINYAK CENGKEH (CLOVE OIL) DARI BEBERAPA METODE DISTILASI Nirwana, Chrysan Hawa; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.271

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam hayati yang banyak dan beragam. Di antaranya adalah tanaman-tanaman penghasil minyak atsiri (essential oil). Minyak cengkeh (Syzygium Aromaticum) merupakan salah satu minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Semakin banyaknya minyak cengkeh yang dibutuhkan masyarakat maka sebagian besar produksi minyak cengkeh dilakukan menggunakan penyulingan. Terdapat banyak metode distilasi pada era modern saat ini untuk memperoleh minyak cengkeh. Kajian ini bertujuan membandingkan hasil karakteristik minyak cengkeh dari berbagai metode distilasi untuk memperoleh kualitas minyak cengkeh yang terbaik, serta menganalisis metode distilasi yang efektif dan efisien untuk menghasilkan kualitas minyak cengkeh yang berkualitas tinggi sesuai standar mutu. Pada makalah ini diuraikan beberapa perolehan karakteristik minyak cengkeh dari metode distilasi uap, distilasi air, distilasi uap dan air, serta dengan bantuan microwave dalam kondisi operasi pada masing-masing metode. Hasil evaluasi dari berbagai metode distilasi yang menghasilkan karakteristik minyak cengkeh terdapat pada metode uap dan air distilasi (steam-hydro distillation) dengan microwave dihasilkan kadar eugenol, rendemen (%), indeks bias, dan warna yaitu 89,76%; 5,20%; 1,5178; dan cokelat kekuningan.
PEMILIHAN PROSES PADA PRA-RANCANGAN PABRIK VCO (VIRGIN COCONUT OIL) KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN MENGGUNAKAN METODE GRADING Santosa, Ade Satria Saloka; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.218

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan produk olahan santan kelapa yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Asam laurat yang terkandung di dalam VCO banyak dibutuhkan di bidang kesehatan, kecantikan serta kosmetik. VCO pada umumnya dijadikan campuran bahan baku pada pembuatan sabun, sampo, pelembab kulit dan lain sebagainya. Proses pembuatan VCO dapat dilakukan melalui beberapa proses diantaranya proses fermentasi, mekanik/sentrifugasi, pengasaman, pancingan, dan enzimatik. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memilih satu proses dari beberapa proses tersebut untuk diaplikasikan pada pra-rancangan pabrik VCO kapasitas 30.000 ton/tahun dengan menggunakan metode grading. Metode grading dilakukan dengan memberikan nilai pada masing-masing aspek yang dipertimbangkan. Berdasarkan metode grading, proses yang mendapatkan nilai tertinggi adalah proses fermentasi ditinjau dari aspek kondisi proses, kondisi proses, ekonomi, dan dampak terhadap lingkungan. Produk VCO yang dihasilkan dari proses fermentasi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan proses yang lain diantaranya proses yang sederhana, %yield yang tinggi, kadar asam laurat yang tinggi serta kemurnian VCO yang cukup tinggi.
PERENCANAAN BISNIS PEMBUATAN DISPROPORTION ROSIN (ROSIN-NON KRISTAL) DARI GONDORUKEM Prastica, Yuniar Eka; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.249

Abstract

Gondorukem adalah hasil olahan destilasi uap getah sadapan batang pinus sebagai bahan baku utama untuk pembuatan rosin (non-kristal). Rosin adalah resin yang diekstrak dari pohon pinus, berwarna kuning pucat hingga kuning tua. Pemakaian rosin banyak digunakan di berbagai industri diantaranya, tinta cetak, cat, ban, dan industri kertas, hingga saat ini Indonesia masih mendatangkan dari negara lain, maka dari itu pengelolaan serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sangat berperan penting dalam hal ini. Adanya plant pembuatan disproportion rosin (non-kristal) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Hasil dari analisa perencanaan bisnis diperoleh nilai persentase Return on Investment sebelum pajak sebesar 55,2% dan setelah pajak 19,88%. Nilai Pay Out Time sebelum pajak diperoleh 2,4 tahun dan sesudah pajak 3,5 tahun. Persentase Break Even Point adalah 59,29% dan nilai Shut Down Point diperoleh 40,63%. Nilai dari Internal Rate of Return sebesar 41,51%.
PENENTUAN LOKASI PABRIK MENGGUNAKAN METODE FACTOR RATING PADA PRA-RANCANGAN PABRIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN Rafidanta, Naufal Cenna; Lusiani , Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.263

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan produk olahan santan kelapa yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan terutama di bidang kesehatan, kecantikan serta kosmetik. VCO membuka suatu peluang usaha untuk dapat dipasarkan ke masyarakat. Dalam proses memproduksi VCO, perlu diperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah penentuan lokasi pabrik. Hal ini dapat ditentukan berdasarkan ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, transportasi, tenaga kerja, sistem penanganan dan pengolahan limbah pabrik, site dan karakteristik lokasi, serta peraturan perundang-undangan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk menentukan satu lokasi dari beberapa alternatif lokasi dengan menggunakan metode factor rating dalam pendirian pabrik pada pra-rancangan pabrik VCO kapasitas 50.000 ton/tahun. Metode factor rating dilakukan dengan memberikan skor pada masing-masing faktor yang dipertimbangkan untuk mendapatkan lokasi pendirian pabrik yang strategis. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode factor rating maka didapatkan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau adalah lokasi yang memiliki peluang paling besar untuk pendirian pabrik pada pra-rancangan pabrik VCO dengan kapasitas 50.000 ton/tahun. Daerah Riau memiliki beberapa kelebihan pada ketersediaan buah kelapa yang melimpah, keadaan geografis dan masyarakat yang sesuai untuk pendirian pabrik VCO, serta site dan karakteristik lokasi yang baik untuk pendirian pabrik VCO.
PENENTUAN LAJU KOROSI DAN REMAINING LIFE PADA PIPA JEMBATAN GAS JREBENG 1, JREBENG 2, NGINDEN DAN KALI SURABAYA DARI PT PERUSAHAAN GAS NEGARA TBK Wulandari , Puput; Widiono, Bambang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.187

Abstract

Pipa merupakan salah satu alat transportasi minyak dan gas yang paling aman dan ekonomis. Selain itu, kelebihan pipa adalah sifatnya yang continuous, otomatis dan mampu digunakan untuk berbagai macam kondisi lingkungan. Dalam transportasi gas bumi, material pipa yang sering digunakan adalah baja karbon karena sifatnya yang mudah di-machining dan keuletan yang tinggi. Pipa jrebeng 1, Jrebeng 2, Nginden dan Kali Surabaya merupakan beberapa jembatan pipa gas yang dimiliki oleh PGN. Jembatan pipa berada pada posisi above ground sehingga tidak terproteksi secara katodik, yang menyebabkan jembatan pipa ini rentan terkorosi baik berasal dari korosi internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada daerah tersebut. Pipa yang digunakan adalah pipa dengan jenis API 5L Grade B dan metode pengukuran ketebalan pada pipa menggunakan Ultrasonic Thickness Gauge. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju korosi yang terjadi pada jembatan pipa gas jrebeng 1 dan 2, jembatan nginden, jembatan kali Surabaya secara berturut-turut adalah sebagai berikut : 0,0213 mmpy; 0,02183 mmpy; 0,0413 mmpy; 0,0250 mmpy. Sisa umur pipa pada masing-masing jembatan pipa gas adalah sebagai berikut: 265 Tahun, 313 Tahun, 101 Tahun, 201 Tahun. Berdasarkan hasil perhitungan MAOP dan analisis remaining life, maka jembatan pipa gas Jrebeng 1 dan 2, jembatan Nginden, jembatan Kali Surabaya masih dalam kondisi yang handal.