cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
ANALISA EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN YOGURT DARI BAHAN BAKU KEDELAI DENGAN KAPASITAS 7000 TON/TAHUN Rachmawati, Annisa Kusuma Nur; Hendrawati, Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.253

Abstract

Pendirian pabrik yogurt dari bahan baku kedelai ini menjadi salah satu inovasi mengenai pengolahan susu kedelai di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini maka akan mendukung pemerintah dalam hal industri olahan pangan dan ekonomi di masyarakat. Pabrik yogurt dari bahan baku kedelai ini didirikan dengan kapasitas 7000 ton/tahun. Pabrik yogurt kedelai ini berbentuk Persereoan Terbatas (PT) terletak di Lamongan, Jawa Timur. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pendirian pabrik berskala industri secara ekonomi. Evaluasi ekonomi dilakukan berdasarkan perbandingan antara grafik Cumulative Net Present Value (CNPV) terhadap perubahan parameter yaitu nilai kurs dolar. Dari hasil perhitungan ekonomi menunjukkan pabrik yogurt kedelai memperoleh keuntungan jika nilai tukar dolar di bawah Rp 18.000. Nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 352.698.835.386, Gross Profit Margin (GPM) sebesar 108.904.561.261,7, Pay Out Time (POT) dalam waktu 3,1 tahun, Rate Of Investment (ROI) sebelum pajak 51,46% dan sesudah pajak sebesar 24,08%, Break Event Point (BEP) sebesar 46%, dan titik Shut Down Point (SDP) terjadi pada kapasitas 1147,85 ton. Dari hasil analisa ekonomi tersebut menunjukan bahwa semua parameter menunjukkan nilai positif yang menunjukkan bahwa proyek pabrik yogurt ini layak didirikan dan dijalankan secara komersial dalam skala besar.
EVALUASI FOULING FAKTOR TERHADAP KINERJA HEAT EXCHANGER PADA GAS COOLER UNIT CO2 LIQUID PLANT Prasasti, Tri Endang; Udjiana, S. Sigit; Muharram, Yuliman
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.278

Abstract

Alat penukar kalor atau yang biasa disebut dengan heat exchanger adalah suatu peralatan yang dapat digunakan untuk menukar kalor dari suatu fluida ke fluida lain yang punya perbedaan suhu, penukaran kalor tersebut dapat terjadi dengan kontak langsung atau secara kontak tidak langsung. Dilihat dari fungsinya yang sangat penting, maka alat ini digunakan secara luas dalam dunia perindustrian. Ada banyak macam heat exchanger seperti contohnya Plate Heat Exchanger (PHE). Plate Heat Exchanger (PHE) merupakan salah satu jenis dari alat penukar kalor (Heat Exchanger) yang terdiri dari pelat dan rangka, PHE mempunyai proses perpindahan kalor yang terjadi diantara kedua fluida pada sisi-sisi pelat. Suatu alat penukar kalor akan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam keseluruhan rangkaian proses industri, karena jika ada kegagalan operasi, baik kegagalan mekanik maupun operasional maka dapat berakibat berhentinya operasi unit dalam suatu industri. Maka dari itu sebuah alat penukar kalor (Heat Exchanger) harus memiliki kinerja yang sangat baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat bekerja secara penuh terhadap suatu unit yang sedang beroperasi. Salah satu faktor baik tidaknya suatu heat exchanger yaitu dengan melihat nilai fouling factor. Fouling adalah fenomena menempel dan menumpuknya abu pada dinding penghantar panas yang dipasang tepat di lingkungan dimana suhu gas pada bagian belakang furnace lebih rendah dibandingkan suhu untuk melunak abu. Hasil dari evaluasi ini adalah tetap mempertahankan nilai fouling 0,0003.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PRODUKSI CRUDE SELULASE DARI BAHAN BERLIGNOSELULOSA UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL Hasanah, Nikmatul; Nalaway, Ifan Nida Nusha; Rulianah, Sri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.274

Abstract

Bahan berlignoselulosa yaitu biomassa dari tanaman yang memiliki komponen utama selulosa dan hemiselulosa. Karena memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, maka bahan berlignoselulosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi crude selulase dengan bantuan kapang. Crude selulase dapat diaplikasikan dalam pembuatan bioetanol. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membandingkan produksi crude selulase dari bahan berlignoselulosa dengan kapang. Selain itu, juga bertujuan untuk membandingkan pembuatan bioetanol dari bahan berlignoselulosa menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dengan hidrolisis enzimatis. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh kandungan lignoselulosa bahan, waktu inkubasi, dan konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim yang dihasilkan. Nilai aktivitas enzim paling tinggi yaitu ditunjukkan pada produksi crude selulase dari ampas tebu menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium dengan kondisi terbaik yaitu waktu inkubasi 17 hari dan konsentrasi substrat 7% sebesar 91,304 U/mL. Studi literatur mengenai pembuatan bioetanol dapat disimpulkan bahwa penambahan crude selulase dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Kadar etanol tertinggi sebesar 11,04% dari bagasse menggunakan crude selulase Phanerochaete chrysosporium pada penambahan 50% dan waktu fermentasi 144 jam.
STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PADA PELAPISAN NIKEL DAN PERKEMBANGANNYA Permana, Prayoga Adi; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.230

Abstract

Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui hasil kinerja dari Pelapisan logam nikel menggunakan metode elektroplating beberapa tahun terakhir ini banyak dikembangkan.Ada banyak alasan tuntutan efisiensi bahan,waktu dan biaya, tentunya pengembangan metode terus dilakukan untuk melapisi objek, diantaranya termasuk pengendalian korosi, ketahanan terhadap keausan dan tujuan dekoratif. Dalam konteks ini, salah satu rujukan metode yang sering disarankan untuk kebutuhan maintenance akibat korosi dan kebutuhan estetika, dengan perhatian khusus pada logam individu serta pelapis Ni yang dibuat dengan cara elektrodeposisi. Dalam studi literatur ini akan dilihat bagaimana faktor-faktor yang berpengaruh terhadap deposisi dalam kondisi optimal dan metode pengembangan electroplating juga dibahas pada makalah ini.
EVALUASI EFISIENSI HEAT EXCHANGER (E-3101) PADA PABRIK ALF3 DEPARTEMEN PRODUKSI III B PT PETROKIMIA GRESIK Ansar, Ellana Nabilah Nur Averina; Maylia, Annyssa; Chumaidi, Achmad; Kresmagus, Aldifi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.221

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan pupuk terbesar yang ada di Indonesia. Selain menghasilkan pupuk, PT Petrokimia Gresik juga menghasilkan produk non-pupuk salah satunya yaitu AlF3 (Aluminium Fluorida) yang memiliki kapasitas produksi 12.600 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah H2SiF6 (Asam Fluosilikat) serta Al(OH)3 (Aluminium Hidroksida). Dalam pembuatannya, H2SiF6 perlu dipanaskan terlebih dahulu menggunakan heater (E-3101) hingga suhunya mencapai 75 – 80°C. Alat penukar panas tersebut memiliki tipe shell and tube heat exchanger (STHE) 1-1. Seiring berjalannya waktu, performa heat exchanger akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari alat penukar panas tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai efisiensi alat pada tanggal 25 – 29 Januari 2021 dengan nilai efisiensi desain alat. Berdasarkan hasil evaluasi, didapatkan bahwa terjadi penurunan nilai efisiensi dari 98,86% menjadi 85,64%. Hal tersebut dapat terjadi akibat adanya pengotor maupun kerak yang ada pada alat tersebut. Perlu dilakukan pembersihan secara berkala agar alat dapat bekerja secara optimal.
STUDI LITERATUR PROSES PEMBUATAN MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PADAT-CAIR Islami, Rahmadhona Giowinda; Arlista, Frida; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.262

Abstract

Melimpahnya jumlah limbah padat penyosohan padi yaitu dedak di Indonesia berpotensi untuk dijadikan minyak pangan. Minyak pangan berbasis dedak padi dapat djadikan sebagai alternatif pengganti minyak pangan berbasis kelapa saawit, karena minyak dedak padi mengandung senyawa fitokimia dalam jumlah tinggi, antioksidan dan beberapa jenis lemak. Umumnya pembuatan minyak dedak padi dilakukan dengan metode konvensional yaitu soxhlet extraction. Dalam pengolahannya meliputi 4 proses utama yakni stabilisasi, ekstraksi, distilasi dan analisa produk. review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu stabilisasi dan rasio pelarut dengan dedak terhadap rendemen minyak yang dihasilkan, kadar asam lemak bebas dan densitasnya. Hasil rendemen minyak tertinggi pada penelitian Nasir dkk sebesar 18,34%. Kadar asam lemak bebas menggunakan pelarut n-heksana dan ethanol pada penelitian Nasir dkk masih memenuhi standar yaitu 34,49-49,76%. Densitas terbaik pada penelitian Suryati dkk sebesar 0,901 g/ml yang berarti hampir mencapai SI 01-3555-1998 minyak dedak padi yaitu 0,916 g/ml.
EFEK VARIASI WAKTU FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DARI KELAPA DAERAH PROBOLINGGO DENGAN KONSENTRASI YEAST 1% B/V Rani, Lita; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.264

Abstract

Kelapa dari daerah Probolinggo memiliki bentuk bulat kerucut terbungkus serabut tebal dan ketebalan daging buah sekitar 1,5 cm. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi berbagai olahan produk salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Pembuatan VCO dapat dilakukan dengan proses fermentasi dengan penambahan ragi tanpa proses pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek variasi waktu fermentasi terhadap karakteristik fisik VCO dari kelapa daerah Probolinggo. Proses fermentasi pada penelitian ini dilakukan pada suhu kamar selama 6, 12, 18, 24 dan 30 jam dengan penambahan ragi tempe sebagai yeast pada konsentrasi 1% b/v. Produk VCO yang dihasilkan dari proses ini dilakukan analisis uji pH, uji organoleptik (aroma, rasa dan warna), dan perhitungan yield. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk VCO pada 6 hingga 30 jam fermentasi memberikan nilai pH 5, aroma khas kelapa segar, rasa normal khas minyak kelapa dan warna bening transparan. Variasi waktu fermentasi memberikan pengaruh terhadap nilai yield produk VCO, yaitu semakin lama waktu fermentasi menghasilkan nilai yield yang semakin tinggi. Nilai yield tertinggi diperoleh sebesar 8,65% v/v pada waktu fermentasi 30 jam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki nilai pH 5 dengan karakteristik fisik yang sesuai SNI 7381:2008 dan yield tertinggi dihasikan pada waktu fermentasi selama 30 jam.
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP YIELD DAN SIFAT ORGANOLEPTIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) YANG DIHASILKAN DARI KELAPA DAERAH BALI Nurida, Ulfa; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.267

Abstract

Bali adalah salah satu daerah di Indonesia yang berpotensi menghasilkan kelapa dalam jumlah yang banyak. Kelapa daerah Bali memiliki ukuran buah yang besar, bentuk buah bulat telur dan kadar minyak kopra mencapai 69,28%. Buah kelapa tersebut dapat dijadikan berbagai macam produk olahan, salah satunya yaitu minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) yang dibuat dengan metode fermentasi. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan alat sederhana, waktu yang efisien, dan produk dengan tingkat ketengikan yang rendah dan daya simpan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap yield dan sifat organoleptik (aroma, rasa dan warna) produk VCO yang dihasilkan dari kelapa daerah Bali. Proses fermentasi dilakukan menggunakan penambahan ragi tempe dengan konsentrasi 2% b/v selama 6, 12, 18, 24 dan 30 jam. Produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini dianalisis untuk perhitungan nilai yield, sifat organoleptik, dan nilai pH. Nilai yield produk VCO mengalami peningkatan seiring dengan lamanya waktu fermentasi dengan nilai tertinggi yaitu 4,30% v/v pada waktu fermentasi 30 jam. Semua produk VCO yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki aroma khas kelapa dan tidak tengik, rasa khas minyak kelapa, berwarna bening kekuningan dan nilai pH 5. Dengan demikian, produk VCO yang dihasilkan memenuhi syarat standar mutu VCO, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008.
STUDI LITERATUR PENGARUH KUAT ARUS, TEGANGAN, SUHU DAN WAKTU TERHADAP PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELECTROPLATING Fahmi, Muhammad Haris; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.234

Abstract

Electroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan akhir-akhir ini dengan tujuan untuk perbaikan penampakan benda kerja yang dilapisi maupun untuk mencegah atau menghambat laju korosi logam. Electroplating merupakan proses pelapisan logam yang dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah pada elektroda-elektroda melalui larutan elektrolit. Tembaga, krom dan nikel biasanya digunakan sebagai logam pelapis saat proses electroplating, karena merupakan logam pelapis yang sering digunakan serta mempunyai penghantar panas dan listrik yang baik. Pengaruh parameter kuat arus, tegangan, suhu dan waktu pada elektroplating dibahas pada makalah ini. Penggunaan kisaran tegangan electroplating dan batasan waktu dari hasil beberapa penelitian juga diuraikan pada makalah ini.
SINTESA DPR (DISPROPORTIONATED ROSIN) DARI GUM ROSIN GRADE X SECARA BATCH Putri, Dini Qurrota’Ayuni Arita; Chumaidi , Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.244

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tersebut meliputi sumber daya alam seperti hasil hutan, hasil laut dan pertanian. Salah satu produk hasil hutan yang bernilai tinggi adalah produk gondorukem (gum rosin). Gum rosin umumnya dimanfaatkan dalam bentuk non-modifikasi. Namun perkembangan lebih lanjut menemukan penggunaan gum rosin bentuk non-modifikasi kurang sesuai untuk penggunaan. Dan kelemahan gum rosin non-modifikasi tersebut dapat diatasi dengan dikembangkannya teknologi proses untuk menghasilkan gondorukem modifikasi. Salah satunya yaitu gondorukem disproporsionasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang digunakan terhadap peningkatan kualitas produk pada proses pembuatan disproportionated rosin dan menentukan pengaruh variasi waktu tinggal untuk mengetahui kualitas gondorukem pada proses pembentukan disproportionated rosin. Pengolahan gum rosin dibentuk menjadi rosin yang tidak proporsional. Pada pembentukan disproportionated rosin, bahan bakunya adalah gum rosin tipe X, pelarutnya adalah etanol dan bahan sintetisnya adalah larutan NaOH (N) dengan variasi 0,25 N 0,5 N 0,75 N dan 1 N menggunakan waktu tinggal 20 menit, 30 menit, 40 menit, dan 50 menit. Penelitian ini menggunakan metode secara batch. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai densitas, nilai bilangan asam akan semakin meningkat dan angka penyabunan akan semakin menurun. Konsentrasi terbaik yang di gunakan adalah 0,75 N dan waktu tinggal yang ideal dalam penelitian ini adalah 50 menit.