cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 23 Documents clear
FILSAFAT PENDIDIKAN REALISME Yuliyanti Yuliyanti; Evi Damayanti; Soleh Hidayat; Ratna Sari Dewi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8011

Abstract

Terdapat beberapa aliran filsafat pendidikan di dalam ranah teori pendidikan yaitu pragmatisme, realisme, idealisme, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas tentang filsafat pendidikan realisme. Namun, kita memiliki falsafah pendidikan nasional kita sendiri, yaitu Pancasila. Kita perlu mempelajari berbagai aliran filsafat pendidikan, tetapi pendidikan yang kita selenggarakan harus tetap berdasarkan Pancasila. Tujuan dari tugas artikel studi literatur ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna filsafat pendidikan realisme, pandangan tentang hakikat pendidikan, hakikat pendidikan, pandangan terhadap peserta didik, pandangan terhadap pendidik, metode pendidikan atau pembelajaran yang tepat serta kurikulum. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data yang diperoleh dikumpulkan, dianalisis dan disimpulkan untuk memperoleh kesimpulan mengenai studi literatur. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui catatan dan penelitian terdahulu, berupa buku, laporan ilmiah, jurnal dan berita yang tersebar di media tentang permainan tradisional. Habituasi adalah metode utama bagi penganut Realisme. Peran Pendidik dan Siswa: Pendidik adalah pengelola kegiatan belajar mengajar (kelas berpusat pada guru). Pendidik harus menguasai pengetahuan yang dapat berubah, menguasai keterampilan teknik mengajar dengan kewenangan menuntut prestasi siswa. Sedangkan siswa berperan dalam penguasaan ilmu, taat aturan dan disiplin.Kata kunci: Filsafat, Pendidikan, Realisme
Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa pada Kurikulum Merdeka Ariyana Ariyana
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8125

Abstract

Keterampilan dasar mengajar merupakan suatu kegiatan yang harus dimiliki bagi mahasiswa calon guru. Kurikulum merdeka yang digunakan pada pembelajaran di sekolah dapat menciptkan kreativitas peserta didik dan pendidik. Implementasi kurikulum merdeka pada keterampilan dasar mengajar mahasiswa PBSI UMT dapat mengelompokan kemampuan sesuai taksonomi Bloom yatu, mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisi, mengevaluasi dan mencipta. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data penelitian ini yaitu data sekunder, yaitu jurnal, website, dan buku-buku yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui catatan penelitian yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. Analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kurikulum merdeka pada keterampilan dasar mengajar mahasiswa PBSI UMT adalah, (1) mengembangkan keterampilan dasar mengajar yaitu, (a) keterampilan dasar membuka dan menutup, (b) keterampilan dasar menjelaskan, (c) keterampilan dasar variasi mengajar, (d) keterampilan dasar memberi penguatan, (e) keterampilan dasar bertanya, (f) keterampilan dasar mengelola kelas, (g) keterampilan dasar mengajar kelompok kecil (h) keterampilan dasar membiming diskusi kelompok kecil. (2) Memberikan merdeka belajar pada pendidik dan peserta didik. (3) Memotivasi minat peserta didik. Kata Kunci : kurikulum merdeka, keterampilan dasar mengajar. 
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL ANIMOTO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ALTERNATIF PASCA PANDEMI COVID-19 Narinda Narinda
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8133

Abstract

Pendidikan tercipta guna untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik, maka tiap-tiap proses pembelajaran perlu perhatian khusus agar mencapai keberhasilan tujuan pendidikan. Ketika pandemi covid-19 melanda dunia, pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran daring. Guru memanfaatkan segala macam media pembelajaran dalam pembelajaran daring. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan guru yaitu media audio visual animoto. Media pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif pasca pandemi covid-19. Maka, media pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan membantu peserta didik untuk mengoptimalkan pemerolehan pemahaman dan pengetahuan pada proses pembelajaran serta mampu memulihkan dan mengoptimalkan pembelajaran pasca pandemi covid-19. Hal ini juga sebagai bentuk upaya pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi yang sudah tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan media audio visual animoto sebagai media pembelajaran alternatif pasca pandemi covid-19. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan yang diambil dari berbagai buku Pustaka, penelitian yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. Penggunaan animoto sebagai media pembelajaran sangatlah mudah digunakan. Selain itu, hasil dari pembuatan videonya pun sangat menarik. penggunaan media animoto sebagai media pembelajaran alternatif pasca pandemic covid-19 sangat cocok dan membantu mengoptimalkan pembelajaran.Kata kunci: Audio Visual Animoto, Pasca Pandemi
FORMULA DALAM SERIAL TELEVISI MALAM MINGGU MIKO SEASON 1 KARYA RADITYA DIKA Devi Cintia Kasimbara; Kodrat Eko Putro Setiawan; Wahyuningsih Wahyuningsih
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8073

Abstract

Bergenre komedi, Malam Minggu Miko Season 1 (M3S1) memiliki formula khusus dalam penceritaannya yang membedakannya dengan genre film lainya. M3S1 yang ditulis dan disutradarai oleh Raditya Dika merupakan salah satu jenis film (serial televisi) yang banyak diminati oleh masyarakat karena pada awal mula kemunculannya di YouTube telah berhasil merebut perhatian masyarakat dengan mendapatkan 1.679.874 viewer. Serial televisi ini terdiri atas 26 episode yang semuanya memiliki formula yang sama. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana formula dalam serial televisi M3S1. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis formula dengan membandingkan episode-episode tersebut lalu menggeneralisasikannya sehingga diperoleh formula umum dalam serial televisi ini, kemudian dilanjutkan dengan menghubungkan M3S1 dengan budaya sehingga diperoleh gambaran mengapa formula ini disukai oleh masyarakat. Hasil dari penelitian ini, yaitu M3S1 memiliki formula: (1) karakter tokoh yang unik; (2) tokoh mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, menarik, dan menggelikan; (3) terdapat tokoh wanita yang menjadi sasaran cinta tokoh utama; (4) tema cerita diangkat dari kejadian-kejadian aktual di masyarakat; dan (5) dalam setiap episode tokoh utama selalu mengalami kesialan, tetapi pada akhirnya cerita berakhir dengan happy ending. M3S1 disukai oleh masyarakat karena memiliki unsur kelucuan yang dipengaruhi oleh faktor incongruity dan superioritas dalam memancing gelak tawa penonton.Kata kunci: formula, serial televisi, malam minggu Miko
IMPLIKATUR DALAM TERAPI WICARA ANAK AUTIS PADA CHANNEL YOUTUBE JAYA PLB UNLAM Rofi' Nihayatul Ulum; Indah Kusuma Damayanti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana implikatur dalam komunikasi terapi wicara yang dilakukan oleh seorang Terapis pada seorang anak autis pada Channel Youtube Jaya PLB Unlam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus pada Channel Youtube Jaya PLB Unlam. Data penelitian ini adalah berupa kata, kalimat, dan konteks yang terdapat dalam video yang diunggah dalam channel youtube Jaya PLB Unlam, khususnya terapi wicara yang dilakukan oleh terapis seorang anak berkebutuhan khusus autis bernama R. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini adalah bahwa implikatur komunikasi yang digunakan oleh terapis pada anak autis yaitu untuk memerintahkan anak agar tetap fokus, untuk mengapresiasi jawaban anak, memancing untuk mengungkapkan jawaban yang belum diutarakan anak, memancing konsep lama agar dapat diungkapkan kembali, membangun konsep-konsep baru yang belum dikenal anak, serta untuk mengarahkan anak agar menggunakan kosa kata yang benar.Kata Kunci: Terapi Wicara, Implikatur, Anak Autis
MENYIAPKAN MAHASISWA ABAD 21 MENGHADAPI ERA VUCA (VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPELXITY, & AMBIGUITY) MELALUI PENDEKATAN BERBASIS PENGALAMAN Faizal Arvianto; Winda Dwi Hudhana; Rosita Rahma; Nurnaningsih Nurnaningsih; Sarwiji Suwandi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8074

Abstract

Tantangan dalam dunia pendidikan kini semakin kompleks dan cepat berkembang, tak terkecuali pada perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi dituntut dapat melatih mahasiswanya untuk mampu menangani masalah dan sistem yang kompleks baik dalam lingkungan ilmiah maupun dunia kerja. Perguruan tinggi di Indonesia harus dapat menghasilkan lulusan yang serba bisa dan sanggup beradaptasi dengan apa yang saat ini disebut sebagai Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Compelxity, dan Ambiguity) yang mempunyai karakteristik bergejolak, tidak pasti, kompleks dan ambigu. Menyadari tantangan dan kebutuhan untuk menyiapkan mahasiswanya dengan keterampilan kerja masa depan, universitas seyogyanya memulai perjalanan pembelajaran transformasional yang bertujuan untuk menanamkan inovasi dalam kurikulumnya dengan meluncurkan program yang mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Terdapat empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman ini yaitu: 1) pembelajaran berbasis proyek yang ditekankan pada penyelesaian masalah dan isu terkini pada dunia nyata; (2) interdisipliner dalam kurikulum dan desain pembelajaran; (3) kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan mitra eksternal; dan (4) pendampingan aktif mahasiswa oleh universitas dan mitra eksternal. Temuan penulis menunjukkan empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman menghasilkan manfaat serta dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa yang dibutuhkan dalam menghadapi lingkungan kerja di Era VUCA.   Kata kunci: era vuca, pembelajaran berbasis pengalaman
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA CERPEN LAILA KARYA PUTU WIJAYA Intan Sari Ramdhani; Lusi Apriliani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam cerpen Laila Karya Putu Wijaya berdasarkan kajian pragmatik, dalam kajian pragmatik terdapat tindak tutur ilokusi yang muncul dan jenis tindak tutur ilokusi yang dominan dalam cerpen tersebut. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan catat. Penelitian ini menerapkan teori pragmatik tentang tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle. Data dianalisis dari kategori tindak tutur ilokusi yaitu: asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Kelima kategori ilokusi tersebut ditemukan di dalam cerpen Laila Karya Putu Wijaya (1) asertif terdapat 7 data, (2) direktif terdapat 9 data, (3) ekspresif terdapat 2 data, (4) komisif terdapat 1 data, (5) deklaratif terdapat 2 data. Jenis tindak tutur yang paling banyak ditemukan dalam cerpen Laila Karya Putu Wijaya adalah tindak tutur Direktif sebanyak 9 tuturan.Kata Kunci : pragmatik, tindak tutur, ilokusi, cerpen
GAYA BAHASA KUMPULAN CERPEN KABUT ASAP KARYA DOSEN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Agus Sulaeman; Enawar Enawar
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa pada antologi cerpen yang dibuat oleh dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunkaan metode analisis isi (content analysis). Data penelitian ini berupa kutipsn gaya bahasa kumpulan cerpen Kabut Asap. Teknik analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 14 data berupa kalimat yang menyatakan penggunaan bahasa. Kalimat-kalimat tersebut mencakup beberapa jenis gaya bahasa. Gaya bahasa tersebut diantaranya yaitu, (a) personifikasi berjumlah 1 kalimat, (b) metafora berjumlah 3 kalimat, (c) interferensi berjumlah 3 kalimat, (d) hiperbola berjumlah 2 kalimat, (e) simile berjumlah 2 kalimat, (f) paralelisme berjumlah2 kalimat, dan (g) sarkasme berjumlah 1 kalimat. Gaya bahasa yang digunakan pengarang berfungsi memperkuat penyampaian struktur naratif cerita seperti penggambaran tokoh dan penokohan maupun latar dalam cerita penelitian ini berguna dan bermanfaat untuk menambah khasanah keilmuan sastra, penambahan Ppustaka dan kajian tentang sastra Indonesia.Kata kunci: gaya bahasa, kumpulan cerpen
NILAI PENDIDIKAN DALAM PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK Mar'atun Najiah; Ujang Jamaludi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8143

Abstract

Teknologi pada era modern semakin canggih. Teknologi telah merambah ke dunia permainan anak. Banyak diciptakan permainan anak berbasis teknologi misalnya playstation. Anak-anak menjadi semakin lupa dengan permainan tradisional. Padahal dalam permainan tradisional mengandung nilai-nilai pendidikan untuk membentuk karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam permainan tradsional engklek dan dampaknya bagii nilai-nilai pendidikan pada siswa kelas 3 SD di SDIT Tiara Aksara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa permainan tradisional engklek mengandung beberapa nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial dan nilai pendidikan budaya. Permainan tradisional engklek berdampak baik bagi pembentukan karakter anak karena anak di ajarkan untuk bersikap jujur, disiplin, saling menghargai, adil, bekerja sama dan cinta dan bangga terhadap budaya tanah air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat kepada pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan seperti guru, orang tua, dan anak-anak serta peneliti selanjutnya agar permainan tradisional engklek dapat diwariskan secara turun-temurun.Kata kunci: pendidikan permainan tradisional engklek
RUBRIK “KALAM” MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH SEBAGAI SUMBER MATERI MODUL SINTAKSIS BAHASA INDONESIA Sudarmini Sudarmini; Sudaryanto Sudaryanto; Pujiati Suyata
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8055

Abstract

Rubrik “Kalam” majalah Suara Muhammadiyah memiliki potensi sebagai sumber materi modul Sintaksis Bahasa Indonesia. Hal itu dilatarbelakangi karena dalam rubrik “Kalam” memuat kalimatkalimat koordinatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kalimat-kalimat koordinatif dalam rubrik “Kalam” majalah Suara Muhammadiyah. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar sadap, dan diikuti teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL), dan diikuti teknik lanjutan lesap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulisan rubrik “Kalam” majalah Suara Muhammadiyah memuat (1) kalimat koordinatif hubungan makna penjumlahan dengan penanda dan, serta, dan selain, (2) kalimat koordinatif hubungan makna perturutan dengan penanda kemudian, (3) kalimat koordinatif hubungan makna pemilihan dengan penanda maupun, (4) kalimat koordinatif hubungan makna perlawanan dengan penanda tapi, padahal, namun, dan sedangkan, dan (5) kalimat koordinatif hubungan makna lebih dengan penanda bahkan.Kata kunci: rubrik, Suara Muhammadiyah, modul sintaksis

Page 1 of 3 | Total Record : 23