cover
Contact Name
Zauhani Kusnul
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP)
ISSN : 27160483     EISSN : 27156036     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Ilmiah Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Ilmiah Pamenang menerima karya ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil penelitian maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 140 Documents
PEMANTAUAN STATUS GIZI MELALUI INDEKS MASSA TUBUH UNTUK MENDETEKSI DINI MASALAH GIZI PADA ANAK USIA DINI DI TKQ MATLAUL KHOIR : MONITORING OF NUTRITIONAL STATUS THROUGH BODY MASS INDEX TO EARLY DETECT NUTRITION PROBLEMS IN EARLY CHILDHOOD AT MATLAUL KHOIR KINDERGARTEN Nuraeni, Nia; Yulianty , Nadya
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.317

Abstract

Abstrak   Pemantauan status gizi pada anak usia dini merupakan salah satu aspek yang sangat penting karena status gizi pada anak usia dini akan menentukan kualitas hidup anak di awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan fungsi tubuh yang optimal berdasarkan status status gizi agar anak tumbuh dengan sehat dan berkembang sesuai usianya. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan studi lapangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode antropometri dalam menilai status gizi. Sample penelitian ini pada anak usia dini di TKQ Matlaul Khoir yang berusia 4-5 tahun berjumlah 5 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tiga metode utama yaitu, pengukuran berat dan tinggi badan anak, wawancara  dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi tersebut kemudian menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dan membandingkannya dengan standar pertumbuhan anak dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa dari 5 anak yang diteliti, sebanyak 100% anak memiliki IMT yang tergolong dalam kategori normal, yakni berada dalam rentang IMT yang sesuai dengan standar WHO. Berdasarkan hasil pengukuran IMT yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa seluruh anak yang berada di kelas A TKQ Matlaul Khoir berada pada rentang -2 SD sampai dengan +1 SD yang artinya memiliki status gizi yang normal atau gizi baik.  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat menunjukkan pentingnya pemantauan status gizi pada anak usia dini untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dan perlunya perhatian lebih terhadap pola makan dan kebiasaan hidup sehat bagi anak-anak di lingkungan pendidikan   Abstract   Monitoring the nutritional status of early childhood is one of the most important aspects because the nutritional status of early childhood will determine the quality of life of children in their early life. This study aims to see physical growth, brain development and optimal body function based on nutritional status so that children grow healthily and develop according to their age. The research method used is quantitative descriptive by conducting field studies. The research approach uses anthropometric methods in assessing nutritional status. The sample of this study was early childhood at TKQ Matlaul Khoir aged 4-5 years totaling 5 children. The data collection technique in this study uses three main methods, namely, measuring the weight and height of children, interviews and documentation. Based on the results of the observation, the Body Mass Index (BMI) is then calculated and compared with the child growth standards from the CDC (Centers for Disease Control and Prevention). The measurement results show that of the 5 children studied, 100% of children have a BMI that is included in the normal category, namely in the BMI range according to WHO standards. Based on the results of the BMI measurements that have been carried out, it can be concluded that all children in class A TKQ Matlaul Khoir are in the range of -2 SD to +1 SD which means they have normal nutritional status or good nutrition..Based on the results of this study, it can be seen that it is important to monitor nutritional status in early childhood to support optimal growth and development and the need for more attention to eating patterns and healthy living habits for children in educational environments.
KEEFEKTIFAN JUS BUAH BIT DAN JUS BUAH ALPUKAT DALAM KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN ANEMIA IBU HAMIL: EFFECTIVENESS OF BEET JUICE AND AVOCADO JUICE IN INCREASING HEMOGLOBIN LEVELS WITH ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Rahayu, Septiana
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.333

Abstract

Abstrak Organisasi  Kesehatan  Dunia  WHO  (World  Health  Organization)  2018  melaporkan  bahwa  40% kematian  ibu  di  negara  berkembang  berkaitan  dengan  anemia  pada  kehamilan,  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan  bahwa ibu hamil yang terkena anemia  mencapai 40%-50% yang artinya 5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia. Kurangnya zat besi dalam makanan merupakan penyebab umum anemia yang dialami oleh wanita hamil. Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir dan pemberian tablet Fe pada ibu hamil meningkat sekitar 1000 mg selama kehamilan. Jus buah bit  dan jus buah alpukat merupakan  salah  satu  sumber  makanan  alternatif non  farmakologi  mengandung  zat  besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil,  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan  jus buah Bit dan jus buah Alpukat dalam kenaikan kadar hemoglobin di PMB Rosmaniar Palembang. Metode penelitian ini menggunakan desain Pre Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttes dengan memberikan jus buah pada siang atau malam hari selama 5 hari. Populasi dan penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia, Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu 14 responden ibu hamil dengan anemia. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar Hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia sebelum diberikan jus buah Bit dan jus buah Alpukat dengan tablet Fe rata-rata sebesar 10,25g/dl dan sesudah diberikan sebesar 11,35 g/dl, didapatkan nilai t hitung – 23,939 dengan p-value sebesar 0,000<a (0,5) yang berarti ada keefektifan secara signifikan. Untuk para ibu hamil harus sering dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tentang manfaat jus buah Bit dan jus buah Alpukat untuk menaiikan kadar hemoglobin selama kehamilan. Abstrack The World Health Organization (WHO) 2018 reported that 40% of maternal deaths in developing countries are related to anemia in pregnancy, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that pregnant women affected by anemia reached 40%-50% which means that 5 out of 10 pregnant women experience anemia. Lack of iron in the diet is a common cause of anemia experienced by pregnant women. The need for iron increases during pregnancy, especially in the last trimester. Beet juice and avocado juice are one of the non-pharmacological alternative food sources containing iron that can increase hemoglobin levels in pregnant women. The purpose of the study to determine the effectiveness of Beet fruit juice and Avocado fruit juice in increasing hemoglobin levels in PMB Rosmaniar Palembang. Research results this study uses a Pre Experiment design with a One Group Pretest-Posttest design. The population and this study are all pregnant women with anemia, The sampling technique of the study used a total sampling, namely 14 respondents of pregnant women with anemia. This study showed that Hemoglobin levels in pregnant women with anemia before being given beet juice and avocado fruit juice with Fe tablets with an avarege of 10.25g/dl and after being given 11.35 g/dl, a t-value of -23.939 with a p-value of 0.000<a (0.5) was obtained, which means that there is significant effectiveness. For pregnant women, counseling must often be carried out by health workers about the benefits of Beet fruit juice and avocado fruit juice to reduce hemoglobin levels during pregnancy.
HUBUNGAN LINGKAR KEPALA DENGAN TINGKAT KECERDASAN INTELEKTUAL PADA ANAK SD: THE RELATIONSHIP OF HEAD CIRCUMFERENCE AND THE LEVEL OF INTELLECTUAL INTELLIGENCE IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN lasman, lasman; suharyoto, suharyoto; Rohmawati, Indah; Putra, Chatur Khornia Adi
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.338

Abstract

Abstrak   Kecerdasan intelektual (IQ) merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan belajar. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk menilai perkembangan otak secara tidak langsung adalah lingkar kepala, karena mencerminkan volume intrakranial. Data dari Lynn menunjukkan bahwa rata-rata IQ anak-anak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tergolong rendah. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar kepala dengan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) pada anak usia 6–8 tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di SDN 1 Jarakan, Tulungagung pada tanggal 3–4 Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa usia 6–8 tahun dengan jumlah sampel 20 anak, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah lingkar kepala, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecerdasan intelektual (IQ). Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan pengukuran langsung lingkar kepala menggunakan pita ukur (midline). Kategori lingkar kepala diklasifikasikan menjadi mikro (≤48 cm), normal (48,1–52 cm), dan makrosefali (≥52,1 cm). Sedangkan tingkat IQ diklasifikasikan menjadi: sangat cerdas (≥130), di atas rata-rata (120–129), rata-rata (90–119), di bawah rata-rata (80–89), lambat belajar (70–79), dan retardasi mental (<70). Data berskala ordinal dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar kepala dengan tingkat kecerdasan intelektual anak. Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan agar pengukuran lingkar kepala dimasukkan sebagai bagian dari skrining tumbuh kembang anak di sekolah dasar untuk mendeteksi potensi gangguan perkembangan kognitif sejak dini, serta perlunya intervensi dini dan edukasi kepada orang tua dan guru dalam memantau perkembangan anak secara holistik.   Abstract   Intellectual intelligence (IQ) is a crucial aspect of a child’s growth and development, as it relates to their ability to think, solve problems, and learn. One of the indirect indicators used to assess brain development is head circumference, which reflects intracranial volume. Data from Lynn shows that children in Southeast Asia, including Indonesia, have relatively low average IQ scores. This raises concern regarding the quality of human resources from an early age. This study aims to determine the relationship between head circumference and intellectual intelligence (IQ) in children aged 6–8 years. This is a quantitative study with a cross-sectional design, conducted at SDN 1 Jarakan, Tulungagung, from March 3 to March 4, 2024. The population consisted of all children aged 6–8 years, with a sample of 20 children selected using purposive sampling. The independent variable was head circumference, and the dependent variable was intellectual intelligence (IQ). Data were collected using a questionnaire and direct head circumference measurement using a measuring tape (midline). Head circumference was categorized into microcephaly (≤48 cm), normal (48.1–52 cm), and macrocephaly (≥52.1 cm). IQ levels were categorized as very superior (≥130), superior (120–129), average (90–119), below average (80–89), borderline (70–79), and intellectually disabled (<70). The data, measured on an ordinal scale, were analyzed using the Spearman Rho. The results showed a significance value of p = 0.000, indicating a significant relationship between head circumference and intellectual intelligence in children. Based on these findings, it is recommended that head circumference measurement be included as part of developmental screening in elementary schools to identify potential cognitive developmental delays early. Early interventions and education for parents and teachers are essential to monitor and support children's holistic development.
PENGARUH KNEE OSTEOARTHRITIS EXERCISE THERAPY TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT LANSIA : THE EFFECT OF KNEE OSTEOARTHRITIS EXERCISE THERAPY ON REDUCING KNEE PAIN IN THE ELDERLY sukanto, sukanto; ISLAMY, AESTHETICA; emi chandra, biedasari; Mainitasari, Asesia Cipta
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.339

Abstract

Osteoarthritis lutut paling sering dijumpai pada penyakit musculoskeletal dan merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh faktor degeneratif. Osteoarthritis lutut adalah penyebab terbanyak keterbatasan gerak dan fungsi. Seseorang dengan Osteoarthritis lutut pada umumnya mengeluh adanya nyeri, kekakuan dan keterbatasan fungsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutut) Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut Pada Lansia. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimental (one group pre test – post test), penelitian dilaksanakan pada 16 Mei – 06 Juli 2024 di Posyandu Lansia Desa Simo Tulungagung, populasi berjumlah 39 lansia dengan tehnik purposive sampling, didapatkan sampel 32 responden. Data dikumpulkan dengan cara pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberi perlakuan menggunakan lembar observasi dengan skala numeric. Data dioalah dengan cara editing, coding, scoring, tabulating dan di analisis dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank T-test. Hasil penelitian uji statistik Wilcoxon Signed Rank T-test, didapatkan nilai p = 0,000. Dengan nilai taraf signifikan α = 0,05 yang artinya ada pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutut) Terhadap   Penurunan Nyeri Sendi Lutut Pada Lansia. Kesimpulan dari penelitian bahwa Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutut) dilakukan dengan rutin dapat menurunkan intensitas nyeri. Rekomendasi bagi tenaga kesehatan dan Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan sarana kesehatan terutama untuk para lansia dengan nyeri sendi.   Abstract   Knee Osteoarthritis is most common in musculoskeletal disease and is one of the diseases caused by degenerative factors. Knee Osteoarthritis is causes the most limitations of motion and function. Someone with Knee Osteoarthritis generally complains of pain, stiffness and function limitations. The purpose of this study to determine the effect of Knee Osteoarthritis Exercise Therapy on the reduction of knee joint pain in elderly. Research design used is experimental pre (one group pre test – post test), research carried out on 16 Mei – 06 July 2024 in elderly “Integrated Health Service Post” at Simo village, Tulungagung, Population amounted to 39 elderly with purposive sampling technique, got sample 32 respondents. Data were collected by measuring the intensity of pain before and after being treated using on observation sheet with numerical scale. Data processed by way of editing, coding, scoring, tabulating and in the analysis with statistical test Wilcoxon Signed Rank T-Test. Result of statistical test Wilcoxon Signed Rank T-Test got value p =0,000. With a significant level of significance α = 0,05, which means there is influence of Knee Osteoarthritis Exercise Therapy to decrease knee joint pain in elderly. Conclusions from the study that Knee Osteoarthritis Exercise Therapy done routinely can reduce the intensity of pain in patients with knee osteoarthritis. Recommendations for health personnel and “Community Health Centers” are expected to further improve health facilities especially for elderly people with joint pain.
PSIKODINAMIKA KEHILANGAN: STUDI TENTANG RESPON EMOSIONAL DAN PSIKOLOGI IBU PASCA KEMATIAN BAYI BARU LAHIR : THE PSYCHODYNAMICS OF LOSS: A STUDY OF MATERNAL EMOTIONAL AND PSYCHOLOGICAL RESPONSES FOLLOWING THE DEATH OF A NEWBORN Amelia, Annisa; Wijayanti, Aida Ratna; Hidayati, Nur
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.347

Abstract

Kematian bayi baru lahir merupakan peristiwa traumatis yang berdampak besar terhadap kondisi emosional dan psikologis ibu, khususnya pada masa nifas. Ibu dapat mengalami kesedihan mendalam, kecemasan, bahkan depresi apabila tidak mendapatkan dukungan yang tepat. Sayangnya, aspek psikososial ini masih kurang mendapat perhatian dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami respons emosional ibu yang mengalami kehilangan bayi serta mengeksplorasi efektivitas pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan melalui intervensi psikososial dalam mendukung pemulihan emosional dan fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap Ny. T, seorang ibu yang kehilangan bayinya pada masa nifas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pemantauan selama proses pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa Ny. T mengalami kesedihan, tekanan psikologis, dan kecemasan yang signifikan. Pendekatan psikososial—meliputi pendampingan emosional, mendengarkan aktif tanpa menghakimi, serta pemberian ruang untuk mengekspresikan perasaan—terbukti membantu ibu dalam proses penerimaan dan adaptasi. Perubahan positif terlihat dari kembalinya aktivitas harian dan nafsu makan ibu. Asuhan kebidanan berkelanjutan dengan pendekatan psikososial terbukti efektif dalam mendukung pemulihan fisik dan emosional ibu pascakehilangan.   Abstract  The death of a newborn is a traumatic event that significantly impacts a mother’s emotional and psychological well-being, particularly during the postpartum period. Mothers may experience profound sadness, anxiety, and even depression if they do not receive adequate support. Unfortunately, the psychosocial aspects of care often receive insufficient attention in midwifery practice. This study aims to understand the emotional responses of a mother who experienced the loss of her baby and to explore the effectiveness of continuous midwifery care through psychosocial interventions in supporting emotional and physical recovery. This qualitative research employed a case study design involving a mother (Mrs. T) who experienced neonatal loss during the postpartum period. Data were collected through observation, in-depth interviews, and continuous monitoring throughout the support process. Findings revealed that the mother experienced intense grief, psychological distress, and anxiety. The psychosocial care approach—including emotional support, active non-judgmental listening, and space for emotional expression—proved effective in facilitating acceptance and adaptation. Positive behavioral changes, such as resuming daily activities and improved appetite, were observed. Continuous midwifery care, combined with psychosocial support, was effective in promoting both emotional and physical recovery following infant loss.
KEBERADAAN AMBULAN MOBIL SIAGA DESA BAGI MASYARAKAT DI DESA PELEM, KECAMATAN PARE, KABUPATEN KEDIRI: EXISTENCE AMBULAN MOBIL SIAGA DESA IN THE PUBLIC COMMUNITY AT PELEM, PARE, KEDIRI Wiseno, Bambang; Khosasih, Ikhwan; Syafina, Syafina
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.348

Abstract

Pendahuluan: Layanan kesehatan memerlukan alat transportasi yang memadahi yaitu ambulan. Mobil siaga desa diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan pada masuyarakat salah satunya pada penanganan kasus emergency. Fasilitas seadanya sebagai alat transportasi pre-hospital, mobil siaga desa telah memberikan nuansa di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan, perasaan, pendapat, keinginan dan harapan masyarakat dengan ambulan mobil siaga desa sebagai transportasi kesehatan. Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan pengambilan data tanggal 20 Juni sampai 20 Agustus 2024 pada 6 partisipan dengan teknik purposive sampling, yaitu warga yang ada di Desa Pelem. Partisipan didapatkan secara random saat peneliti berkunjung atau bertemu partpisipan yang berkenan mengikuti penelitian setelah mendapatkan penjelasan maksud tujuan dari penelitian ini dan selanjutnya pengambilan data dilakukan dengan indepth interview. Pengambilan data penelitian berfokus pada tujuan dan dengan panduan wawancara yang sesuai dengan yang diharapkan peneliti yaitu pengalaman, pandangan, harapan dan kebutuhan masyarakat desa terhadap ambulan. Pengumpulan data dilakukan 2 sampai 3 kali untuk klarifikasi data dan validasi temuan tema dengan partisipan. Hasil: Analisa data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ditemukan sebanyak 6 tema, yaitu; keperluan Ambulan, keadilan dan kebersamaan, sarana dan prasarana Ambulan, tenaga ahli dan kendaraan alternatif. Analisa: Dari penemuan tema diatas dimungkinkan bahwa perlu adanya kejelasan informasi penggunaan ambulan mobil siaga desa pada masyarakat sehingga pemanfaatannya lebih optimal. Diskusi: Mungkin diperlukan pula adanya Keputusan Kepala Desa untuk pedoman pengoperasian mobil siaga dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang disampaikan ke masyarakat. Penelitian ini hanya lingkup kecil wilayah desa, sehingga mungkin diperlukan penelitian sejenis dalam lingkup yang lebih luas.   ABSTRACT Introduction: Ambulances are used as one of the means of transportation for ill people. Adequate transportation in health services is very important as a preventive service in the community (pre-hospital action) that can determine the health of people who need it before action in the hospital. The transportation that is on standby in the village is the village standby car in the village government to optimize services to the community, one of which is in handling health cases even with minimal facilities that are very lacking compared to ambulances with complete emergency equipment. The community has different views and understandings about their needs for ambulances as a means of health transportation. Method: This qualitative study is to determine the views, feelings, opinions, desires and hopes of the community with ambulances as health transportation. Participants in this study were the community of Pelem Village, Pare Kediri where one of the Kediri Regency Hospitals operates. Result: Data was taken using a purposive sampling technique. A total of 6 residents who were willing to participate provided research data and after going through data analysis using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), 5 themes were found, namely; No need because it is close to the hospital, Feeling sorry for residents in areas far from referral services, Upholding togetherness and justice, Hoping that the existing vehicles are complete with expert personnel, Emergency transportation as needed. Analysis: From the findings of the theme above, it is possible that there needs to be clear information on the use of village standby cars for the community so that their use is more optimal. Discussion: It may also be necessary to have a Village Head Decree for guidelines for operating standby cars with Standard Operating Procedures (SOP) that are conveyed to the community. This study only covers a small area of ​​the village, so similar research may be needed in a wider scope.
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN PENDERITA CEREBROVASCULAR ACCIDENT BLEEDING DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PENURUNAN KAPASITAS ADAPTIF INTRAKRANIAL: EMERGENCY NURSING CARE FOR PATIENTS EXPERIENCING CEREBROVASCULAR ACCIDENT BLEEDING WITH NURSING PROBLEMS OF DECREASED INTRACRANIAL ADAPTIVE CAPACITY Firnanda Amelia Putri; Dwi Rahayu
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.356

Abstract

Abstrak Introduksi: Cerebrovascular Accident Bleeding (CVA Bleeding) menyumbang Disability-Adjusted Life Years sebesar 49,6% dari stroke secara keseluruhan. CVA Bleeding terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah kemudian menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (PTIK) sehingga terjadi penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Tindakan yang perlu dilakukan adalah manajemen PTIK. Tujuan studi kasus ini untuk mendiskripsikan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien CVA Bleeding dengan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif karena mampu menggambarkan kondisi perkembangan pasien secara rinci. Tindakan diberikan kepada dua pasien di Ruang HCU Mahakam RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur. Hasil: Hasil pengkajian didapatkan dua pasien CVA Bleeding mengalami Triad Cushing, kesadaran menurun, pupil anisokor, agitasi ringan, dan terdapat reflek Babinski. Masalah keperawatan yang muncul yaitu penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Tindakan yang dilakukan berupa memonitor tanda dan gejala PTIK, meminimalisir stimulus lingkungan, memposisikan head up 30°, dan memberikan terapi farmakologis. Evaluasi hari terakhir menunjukkan perbaikan kondisi pada kedua pasien dimana Triad Chusing membaik dan kesadaran meningkat sehingga masalah keperawatan teratasi sebagian. Analisis: Manajemen PTIK dengan pengaturan posisi head up 30° dapat meningkatkan aliran balik vena serebral sehingga oksigenasi serebral tercukupi dan mencegah herniasi yang pada akhirnya tanda-tanda PTIK berkurang. Discuss: Tindakan manajemen PTIK dengan pengaturan posisi head up 30° mampu mengurangi PTIK sehingga penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat dikendalikan. Rekomendasi: Studi kasus ini belum menyajikan nilai TIK. Studi selanjutnya diharapkan menyajikan nilai TIK sebagai parameter objektif dan memperluas jumlah kasus guna meningkatkan generalisasi hasil.   Abstract Introduction: Cerebrovascular Accident Bleeding (CVA Bleeding) contributes to 49.6% of Disability-Adjusted Life Years from strokes. CVA Bleeding occurs when the brain's blood vessels rupture, causing an increase in intracranial pressure (ICP), which results in decreased intracranial adaptive capacity. The necessary intervention is ICP management. This case study aims to describe emergency nursing care for patients with CVA bleeding and decreased intracranial adaptive capacity. Methods: A descriptive approach to describe patient progress in detail. The study involved two patients in HCU Mahakam, Dr. Saiful Anwar Regional Hospital, East Java Province. Results: The assessment showed that two patients with CVA Bleeding experienced Cushing's Triad, decreased consciousness, anisocoria pupils, mild agitation, and positive Babinski reflexes. The identified nursing problem was decreased adaptive intracranial capacity. Implementations included monitoring signs and symptoms of increased ICP, minimizing environmental stimuli, positioning the head up 30°, and providing pharmacological therapy. The final day's evaluation showed improvement in Cushing's Triad and increased consciousness, partially resolving the nursing problem. Analysis: Management of increased ICP by positioning the head up 30° can enhance cerebral venous return, ensuring adequate cerebral oxygenation, preventing herniation, and ultimately reducing signs of increased ICP. Discussion: Management of increased ICP by positioning the head up 30° can reduce the increase in ICP, thereby controlling the decrease in intracranial adaptive capacity. Recommendation: This case study lacked ICP values. Future research should include them as an objective parameter and expand the sample size to improve the generalizability of outcomes
ANALISIS RANCANGAN ALAT DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN STUNTING SEJAK DINI: Analysis Of The Design Of An Early Detection Tool For Anemia In Adolescents As A Solution For Handling Stunting From An Early Age Rahmawati, Indah Diah; Ilmi, Laili Rahmatul; Nisak, Umi Khoirun
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.360

Abstract

Abstrak Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi global mencapai 29% dan bahkan lebih tinggi di negara berkembang. Kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk risiko stunting pada anak di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D). Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian untuk mengembangkan desain awal aplikasi deteksi dini anemia non-invasif berbasis mobile serta mengevaluasi kualitasnya berdasarkan model kesuksesan sistem informasi Delone dan McLean. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Remaja Desa Penatarsewu dengan melibatkan 60 remaja putri sebagai responden serta wawancara dengan tenaga kesehatan yang diambil decara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi, dan layanan aplikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih (net benefits). Korelasi tertinggi ditemukan antara kepuasan pengguna dan manfaat bersih (ρ = 0,835), serta antara intensitas penggunaan dan manfaat bersih (ρ = 0,788). Aplikasi yang dikembangkan menyediakan fitur seperti pencatatan konsumsi tablet tambah darah (TTD), pengukuran hemoglobin, riwayat kesehatan, serta layanan konsultasi online. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi memiliki potensi untuk menjadi alat bantu yang efektif dan efisien dalam pencegahan anemia pada remaja putri. Penerapan teknologi digital dalam edukasi dan deteksi dini anemia terbukti mampu meningkatkan keterlibatan pengguna dan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas.   Abstract   Anemia among adolescent girls is a significant public health issue, with a global prevalence of 29% and even higher rates in developing countries. This condition can lead to various long-term complications, including an increased risk of stunting in future offspring. This study aims to develop a preliminary design of a non-invasive, mobile-based early detection application for anemia and to evaluate its quality using the DeLone and McLean information system success model. The research employed a Research and Development approach conducted at the Adolescent Health Post (Posyandu Remaja) in Penatarsewu Village, involving 60 adolescent girls and interviews with healthcare professionals. Data were collected through questionnaires, and literature review. The findings reveal that system quality, information quality, and service quality significantly influence usage, user satisfaction, and net benefits. The strongest correlations were found between user satisfaction and net benefits (ρ = 0.835), and between system usage and net benefits (ρ = 0.788). The developed application features functions such as tracking iron tablet (TTD) intake, hemoglobin monitoring, health history records, and online consultation services. These results indicate that the application has the potential to be an effective and efficient tool in preventing anemia among adolescent girls. The integration of digital technology in education and early anemia detection has proven to enhance user engagement and improve the quality of community-based healthcare services.
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN PENDERITA STROKE HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF: NURSING CARE IN ADULT PATIENTS WITH HEMORRHAGIC STROKE WITH NURSING PROBLEMS INEFFECTIVE BREATHING PATTERNS Piryanti, Asri; Nugroho, Christianto
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.366

Abstract

Introduksi : Stroke Hemoragik terjadi ketika adanya gangguan aliran darah ke otak yang diakibatkan pecahnya pembuluh intraserebral sehingga menyebabkan lemahnya otot – otot pernapasan dan dada yang akan mengalami kesulitan bernapas. Tindakan yang perlu dilakukan adalah manajemen jalan napas. Tujuan studi kasus ini untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien penderita stroke hemoragik dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Metode : Asuhan keperawatan gawat darurat di Ruang HCU Mahakam RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur (Ny. S) selama 4 hari dan (Ny. J) selama 3 hari pada bulan November 2024. Metode yang dilakukan berupa pemecahan masalah dengan pendekatan proses keperawatan menggunakan metode deskriptif. Hasil : Hasil pengkajian didapatkan bahwa dua pasien Stroke Hemoragik, penurunan kesadaran, takipnea, terdapat otot bantu pernapasan, dan terdapat pernapsan cuping hidung. Masalah keperawatan prioritas yaitu pola napas tidak efektif. Tindakan yang dilakukan berupa memonitor pola napas, memposisikan semi fowler 30°, memberi minum hangat, dan mengkolaborasi pemberian bronkodilator. Evaluasi di hari terakhir menunjukkan (Ny. S) mengalami penurunan TTV, otot bantu napas menurun, pernapasan cuping hidung menurun, detak jantung melemah pasien meninggal dunia pola napas tidak efektif belum teratasi dan (Ny. J) otot bantu napas menurun, pernapasan cuping hidung menurun, takipnea menurun pola napas tidak efektif teratasi sebagian. Analisis : Manajemen jalan napas dengan pengaturan posisi semi fowler 30° dapat membuat oksigen didalam paru – paru meningkat, sehingga meringankan sesak napas. Aliran oksigen menuju otak menjadi tercukupi dan hipoksia serebral berkurang. Discuss : Rekomendasi untuk penulis selanjutnya dapat menyajikan data tentang tekanan ekspirasi dan inspirasi untuk memperkuat data pengkajian.   Abstract   Introduction: Hemorrhagic stroke occurs when there is an interruption of blood flow to the brain due to rupture of an intracerebral vessel, causing weakness of the respiratory and chest muscles that will have difficulty breathing. The action that needs to be taken is airway management. The purpose of this case study is to describe emergency nursing care in patients with hemorrhagic stroke with nursing problems of ineffective breathing patterns. Methods: Emergency nursing care in the Mahakam HCU Room at Dr. Saiful Anwar Hospital, East Java Province (Mrs. S) for 4 days and (Mrs. J) for 3 days in November 2024. The method used is problem solving with a nursing process approach using descriptive methods. Results: The results of the assessment found that two patients with hemorrhagic stroke, decreased consciousness, tachypnea, there are respiratory muscles, and there is nasal breathing. The priority nursing problem is ineffective breathing patterns. Actions taken in the form of monitoring breathing patterns, positioning semi-fowler 30 °, giving warm drinks, and collaborating on bronchodilator administration. Evaluation on the last day showed (Mrs. S) had a decrease in TTV, decreased breathing muscles, decreased nasal lobe breathing, weakened heart rate, the patient died, the ineffective breathing pattern had not been resolved and (Mrs. J) decreased breathing muscles, decreased nasal lobe breathing, decreased tachypnea, the ineffective breathing pattern was partially resolved. Analysis: Airway management with a 30° semi-Fowler position can increase oxygen in the lungs, thereby alleviating shortness of breath. The flow of oxygen to the brain is sufficient and cerebral hypoxia is reduced. Discuss: Recommendations for future authors could include presenting data on expiratory and inspiratory pressures to strengthen the review data.
LAPORAN KASUS: PERAN TERAPI KOMPLEMENTER LATIHAN NAFAS RINGAN DALAM PERAWATAN ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA: CASE REPORT: THE ROLE OF COMPLEMENTARY THERAPY OF LIGHT BREATHING EXERCISES IN THE TREATMENT OF WITH BRONCOPNEUMONIA Asti Astuti Budi; Utami, Tuti Astrianti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.370

Abstract

Anak-anak dapat dengan mudah terpapar terhadap berbagai penyakit, salah satu penyakit yang sering menyerang bayi dan anak adalah dari sistem pernapasan yaitu bronkopneumonia. Tingginya kasus kematian bayi dan anak akibat bronkopneumonia menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan tenaga kesehatan. Upaya pencegahan penyakit menjadi bagian penting karena menyangkut kesehatan dan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. Peran perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien bronkopneumonia adalah dengan melakukan pendekatan kuratif (penyembuhan) melalui pemberian terapi non-farmakologis seperti pursed lips breathing (PLB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran terapi komplementer latihan nafas ringan pada anak. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan pada 3 pasien anak dengan bronkopneumonia yang dirawat di ruang rawat inap anak RS X Jakarta pada bulan Juni 2025 dengan intervensi selama 2 hari. Teknik PLB dilakukan dengan meniup balon sampai terisi udara sampai ujung. Data pada lembar observasi difokuskan pada pengukuran suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi napas dan saturasi oksigen yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi komplementer. Setelah diberikan intervensi, hasil menunjukkan bahwa 2 pasien anak dengan bronkopneumonia menunjukkan penurunan batuk dan sesak napas yang signifikan. Kesimpulan dalam pemberian terapi komplementer PLB dengan meniup balon dapat membawa pengaruh positif dalam mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif . Abstract Children are easily exposed to various diseases, one of which commonly affects infants and children is bronchopneumonia, a respiratory disease. The high mortality rate among infants and children due to bronchopneumonia is a major concern for the community and health workers. Disease prevention efforts are crucial as they relate to health and improving quality of life. The role of nurses in providing nursing care to bronchopneumonia patients is to take a curative (healing) approach through the provision of non-pharmacological therapies such as pursed lips breathing (PLB). This study aims to analyse the role of complementary therapy involving light breathing exercises in children. The method used in this study is a case study conducted on three paediatric patients with bronchopneumonia who were treated in the paediatric ward of Hospital X in Jakarta in June 2025 for two days of intervention. The PLB technique was performed by blowing up a balloon until it was filled with air to the tip. Data on the observation sheet focused on measuring body temperature, pulse rate, respiratory rate, and oxygen saturation before and after the complementary therapy intervention. After the intervention, the results showed that two paediatric patients with bronchopneumonia showed a significant reduction in coughing and shortness of breath. The conclusion is that the addition of PLB complementary therapy by blowing up a balloon can have a positive effect in addressing the nursing problem of ineffective airway clearance.