cover
Contact Name
Zauhani Kusnul
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP)
ISSN : 27160483     EISSN : 27156036     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Ilmiah Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Ilmiah Pamenang menerima karya ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil penelitian maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 120 Documents
HUBUNGAN RESPON TIME DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS PERAWAT PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RSUD dr.ABDOER RAHEM KABUPATEN SITUBONDO : THE RELATIONSHIP OF RESPONSE TIME WITH CLINICAL DECISION MAKING OF NURSES IN CONGESTIVE HEART FAILURE PATIENTS AT Dr. ABDOER RAHEM RSUD SITUBONDO DISTRICT Siti Zulfiana Safitri; Baitus Sholehah; Husnul Khotimah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i2.269

Abstract

Abstrak Latar belakang: Gagal jantung kongestif (CHF) terjadi saat jantung tidak mampu memompa darah dengan baik, sering disebabkan oleh kebiasaan tidak sehat atau penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Akibatnya, jaringan tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi. Dalam situasi darurat, IGD, ICU, dan ICCU berperan penting dalam menyelamatkan nyawa pasien. Kecepatan respon time perawat menjadi indikator utama dalam meningkatkan kualitas perawatan dan pengambilan keputusan klinis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara respon time dengan pengambilan keputusan klinis perawat pada pasien congestive heart failure di RSUD dr. Abdoer Rahem, Kabupaten Situbondo.. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 51 perawat, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi untuk respon time dan kuesioner skala Likert untuk pengambilan keputusan perawat. Data dianalisis menggunakan Uji Gamma.  Hasil: Hasil uji korelasi Gamma menunjukkan nilai p sebesar 0,048 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara respon time dan pengambilan keputusan klinis perawat pada pasien congestive heart failure di RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo. Nilai korelasi 0,998 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan yang sangat kuat.. Kesimpulan: Penelitian di RSUD dr. Abdoer Rahem menunjukkan bahwa respon time yang cepat pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) berhubungan signifikan dengan pengambilan keputusan klinis perawat. Dari 51 perawat, 85% pasien menerima respon cepat, yang meningkatkan efisiensi keputusan klinis serta mendukung keselamatan dan kepuasan pasien. Respon time yang cepat menjadi faktor penting dalam efektivitas tindakan klinis dan keselamatan pasien.   Abstrac Background: Congestive Heart Failure (CHF) occurs when the heart is unable to pump blood effectively, often caused by unhealthy habits or diseases such as hypertension and diabetes. As a result, body tissues become deprived of oxygen and nutrients. In emergency situations, the Emergency Department (ED), Intensive Care Unit (ICU), and Intermediate Care Cardiac Unit (ICCU) play a crucial role in saving patients' lives. The speed of nurses' response time becomes a primary indicator for improving the quality of care and clinical decision-making.Objective: This study aims to determine the relationship between response time and clinical decision-making by nurses for patients with congestive heart failure at RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo District. Methods: This study employs a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design. The total number of respondents is 51 nurses, using total sampling technique. The instruments used include observation sheets for response time and Likert scale questionnaires for nurses' decision-making. Data were analyzed using the Gamma Test. Results: The results of the Gamma correlation test show a p-value of 0.048 (< 0.05), indicating a significant relationship between response time and clinical decision-making by nurses for patients with congestive heart failure at RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo. The correlation value of 0.998 indicates a positive correlation with a very strong strength. Conclusion: The research at RSUD dr. Abdoer Rahem indicates that quick response times for patients with Congestive Heart Failure (CHF) are significantly related to the clinical decision-making of nurses. Of the 51 nurses surveyed, 85% of patients received prompt responses, enhancing the efficiency of clinical decisions and supporting patient safety and satisfaction. Quick response times are essential factors in the effectiveness of clinical actions and patient safety.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI: THE RELATIONSHIP BETWEEN DIET AND THE INCIDENCE OF UNDERNUTRITION IN ADOLESCENT GIRLS AT SMPN JAMBI CITY Gusmita, Dini; Andicha Gustra Jeki; Iin Indrawati; Arnati Wulansari; Tina Yuli Fatmawati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i2.271

Abstract

Abstrak Pola makan yang baik akan mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik adalah  gizi kurang pada remaja yang akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan misalnya penurunan kesegaran jasmani, penurunan produktivitas sampai berpengaruh pada reproduksi remaja itu sendiri, khususnya remaja perempuan, Masalah status gizi kurang dan status gizi lebih terutama dapat menyebabkan dampak yang sangat buruk bagi penderita. Status gizi kurang dapat mengakibatkan anemia, diamana apabila remaja mengalaminya dapat berdampak yaitu penurunan imunitas, prestasi belajar, kebugaran remaja, dan produktifitas. menurut data Riskesdas pada tahun 2018 menunjukkan bahwa gizi kurang pada usia 13-15 tahun di Indonesia sebesar 8,7% dalam kategori berat badan sangat kurang dan 6,7 termasuk kategori berat badan kurang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gizi kurang pada remaja putri di SMPN 2 Kota Jambi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crossectional. Pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner FFQ dan pengukuran IMT. Jumlah sampel 58 siswi. Analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan variabel independen (pola makan) dengan variabel dependen (gizi kurang). Hasil penelitian menunjukkan persentase gambaran status gizi kurang yaitu sebanyak 18 siswi (31%) dan pola makan kurang baik sebanyak 27 siswi (46,6%) dan pola makan baik sebanyak 31 siswi (53,4%). Terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian gizi kurang (p = 0,001). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian gizi kurang. Disarankan kepada remaja untuk menerapkan pola makan yang baik  karena dapat mempengaruhi status gizi.   Abstract A good diet will affect the nutritional status of adolescents. One of the nutritional problems caused by poor diet is undernutrition in adolescents which will have a negative impact on health levels such as decreased physical fitness, decreased productivity to affect the reproduction of adolescents themselves, especially adolescent girls. The purpose of the study was to determine the relationship between diet and the incidence of malnutrition in adolescent girls at SMPN 2 Jambi City.   This type of research is quantitative research with a crossectional design. Data collection by distributing FFQ questionnaires and measuring BMI. The sample size was 58 female students. Data analysis in the study used Univariate and Bivariate analysis using the chi square test to determine the relationship between the independent variable (diet) and the dependent variable (undernutrition). The results showed that the percentage of undernutrition status was 18 students (31%) and poor consumption patterns were 27 students (46.6%) and good consumption patterns were 31 students (53.4%). There is a relationship between consumption patterns and the incidence of undernutrition (p = 0.001). In this study it can be concluded that there is a relationship between consumption patterns and the incidence of malnutrition. It is recommended for adolescents to apply good consumption patterns because they can affect nutritional status.
PENURUNAN TEKANAN DARAH DENGAN INTERVENSI SENAM TERA DAN KONSUMSI PUDING BUAH: REDUCING BLOOD PRESSURE WITH TERA GYMNASTIC AND CONSUMPTION OF MORINGA PUDDING INTERVENTION Nuari, Nian Afrian; Nur Aini, Efa; Nur Affdila, Wasnia
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i2.273

Abstract

Abstrak Penderita tekanan darah tinggi pada saat ini bukan hanya menyerang usia lansia saja tetapi juga menyerang usia pralansia. Tingginya angka kejadian tekanan darah tinggi ini pada pralansia disebabkan oleh pola gaya hidup yang tidak sehat seperti seiringnya makan makanan yang asin, makanan bersantan, mengonsumsi kopi dan jarang nya berolah raga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian senam tera dan konsumsi puding kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan yaitu Pre Eksperimen dengan one grup pre test – post test design. Populasi penelitian berjumlah 116 dengan jumlah sampel 25 responden dengan tehnik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan berupa lembar kuesioner dan lembar observasi. Data analisa menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk menguji pre test dan post test. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil pre-test sebagian besar (64%) responden dalam kategori hipertensi tingkat 1, hasil post-test menunjukkan hampir seluruhnya (84%) responden dalam kategori pra-hipertensi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan (P Value = 0,00) yang artinya ada pengaruh pemberian senam tera dan konsumsi puding kelor terhadap tekanan darah. Pada senam tera terdapat latihan fisik yang dapat meningkatkan kondisi jantung sehingga bisa menurunkan tekanan darah dan konsumsi puding kelor terdapat kandungan kalium dan potassium yang dapat menurunkan tekanan darah. Disarankan penderita hipertensi usia pralansia mampu mengontrol tekanan darah secara rutin, menjaga pola makan dan mengaplikasikan terapi kombinasi senam tera dan konsumsi puding kelor sebagai upaya untuk menurunkan tekanan darah. Abstract Individuals with high blood pressure not only target the elderly but also the pre-elderly. Pre-elderly adults have a high rate of high blood pressure, which is brought on by bad lifestyle choices including drinking coffee, eating a lot of salty or coconut milk-containing foods, and not exercising much. The purpose of this study is to ascertain how delivering tera exercise and drinking Moringa pudding affect the blood pressure of people who suffer from hypertension in X village, Kediri Regency. Pre Experiment with one group pre-test-post-test design was the study design employed. Using the Purposive Sampling approach, a sample size of 25 respondents was selected from the research population of 116. Questionnaires and observation are the instruments employed. The pre-test and post-test were tested using the Wilcoxon Signe Rank Test as part of data analysis. The Wilcoxon test was used to analyze the data, and while the majority of respondents (64%) fell into the level 1 hypertension category on the pre-test, the majority of respondents (84%) fell into the pre-hypertension category on the post-test. The findings of the pre- and post-tests indicate that there is a relationship between the consumption of moringa pudding and tera workouts and blood pressure (P Value = 0.00). There are physical exercises in terra gymnastics that can help the heart's condition to lower blood pressure and cholesterol. Potassium and potassium found in moringa pudding help lower blood pressure. Research has shown that pre-eildeirly hypertensive individuals are able to regulate their blood pressure appropriately, maintain their diet, and use a combination of exercise and consumption of Moringa pudding as a means of lowering their blood pressure.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP PELITA RAYA KOTA JAMBI: THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITION KNOWLEDGE AND MATERNAL EDUCATION WITH THE INCIDENCE OF ANAEMIA IN ADOLESCENT GIRLS AT SMP PELITA RAYA, JAMBI CITY alvia, Nabila; Fatmawati, Tina Yuli; Aisah, Aisah; Indrawati, Iin
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i2.274

Abstract

Abstrak Anemia yaitu suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah daripada nilai normal untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin, pada wanita remaja Hb normal adalah 12-15 g/dl dan pria remaja adalah 13- 17g/dl. Proporsi anemia pada perempuan 27,2 % lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki yaitu 20,3%. Proporsi anemia pada kelompok umur 15-24 tahun sebesar 32%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pendidikan ibu dengan kejadian anemia pada remaja putri di smp pelita raya kota Jambi. Desain penelitian dalam penelitian ini yaitu Cross Sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan maret sampai Juni 2024 jumlah populasi 53 dan jumlah sampel 53 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Berdasarkan data penelitian dan hasil penelitian di peroleh pengetahuan yang baik sebanyak 27 (50,9%), pengetahuan cukup 21 (39,6%), pengetahuan kurang 5 (9,4%), Pendidikan Tinggi sebanyak 13 (13,5%), pendidikan rendah 40 (75,5%) dan kejadian anemia yang anemia sebanyak 13 (24,5%). Hasil analisis bivariat yaitu Hubungan Pengetahuan Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri dengan nilai p-value 0,039 Berarrti ada hubungan. Hubungan Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri dengan nilai p-value 0,046 Berarrti ada hubungan. Diharapkan kepada sekolah bersama puskesmas untuk memberikan pendidikan gizi/penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja, kesehatan reproduksi, suplementasi gizi dan asam folat serta pengadaan kantin sekolah dalam pengembangan program pencegahan dan penanggulangan anemia sehingga remaja terhindar dari anemia Abstract Anaemia is a condition in which haemoglobin (Hb) levels in the blood are lower than normal for each age group and gender, with normal Hb being 12-15 g/dl for adolescent females and 13-17 g/dl for adolescent males. Data from Riskesdas 2018 showed that the proportion of anaemia in females was 27.2% higher than in males, which was 20.3%. The prevalence of anaemia in the 15-24 age group was 32%. This study is a quantitative study conducted to determine the relationship between nutritional knowledge and maternal education with the incidence of anaemia in adolescent girls at Pelita Raya Junior High School, Jambi City. The research design of this study was cross-sectional. This research was conducted from March to June 2024, the total population was 53 with a sample size of 53 respondents. The data collection method was done by filling a questionnaire and data analysis using univariate and bivariate with chi-square test. Based on the research data and the results of the study obtained, good knowledge as many as 27 (50.9%), sufficient knowledge 21 (39.6%), poor knowledge 5 (9.4%), high education as many as 13 (13.5%), low education 40 (75.5%) and the incidence of anaemia as many as 13 (24.5%). The results of the bivariate analysis, namely the relationship between nutritional knowledge and the incidence of anaemia in adolescent girls with a p-value of 0.039 means that there is a relationship. The relationship between maternal education and the incidence of anaemia in adolescent girls with a p-value of 0.046 means that there is a relationship. It is expected that schools together with health centres to provide nutrition education/counselling on balanced adolescent diet, reproductive health, food supplementation and folic acid and the provision of school canteens in the development of anaemia. prevention and control programs so that adolescents avoid anemia.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI VIDEO MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN KOTA JAMBI : THE EFFECT OF USING VIDEO EDUCATIONAL MEDIA USING THE TIKTOK APPLICATION ON INCREASING ANEMIA KNOWLEDGE IN ADOLESCENT GIRLS AT SMAN JAMBI CITY Aprianti, Yunita; Tina Yuli Fatmawati; Arnati Wulansari; Andicha Gustra Jeki
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i2.275

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami anemia. Prevalensi angka kejadian anemia pada remaja putri Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2015 menyatakan bahwa lebih dari 30% atau 2 milyar orang di dunia berstatus anemia. Saat ini aplikasi TikTok menjadi trend baru dikalangan remaja, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai anemia pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media edukasi video dengan aplikasi tiktok terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri di SMAN 8 Kota Jambi. penelitian ini adalah Pre eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 remaja putri di SMAN 8 Kota Jambi dan uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh video dengan menggunakan apliksai TikTok terhadap pengetahuan anemia pada remaja putri dengan (P= 0,000) Disarankan pemberian edukasi tentang pencegahan anemia dapat menggunakan media video dengan aplikasi TikTok sebagai alternatif media dalam pemberian informasi kepada masyarakat.   Abstract Adolescence is a period that is prone to anemia. The prevalence of anemia in adolescent girls based on the 2015 World Health Organization (WHO) report states that more than 30% or 2 billion people in the world have anemia status. Currently the TikTok application is a new trend among teenagers, so it can be used as a medium to convey information about anemia in adolescents. The purpose of this study was to determine the effect of using video educational media with the TikTok application on increasing anemia knowledge in adolescent girls at SMAN 8 Jambi City. this research is a pre-experiment with a One Group Pretest-Posttest design. The sampling technique was purposive sampling. The sample in this study were 20 adolescent girls at SMAN 8 Jambi City and the statistical test used was the Wilcoxon test. The results showed that there was an effect of video using the TikTok application on anemia knowledge in adolescent girls with (P = 0.000) It is recommended that providing education about anemia prevention can use video media with the TikTok application as an alternative media in providing information to the community
PENGELOLAAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) : DATA MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM POSYANDU MANAGEMENT PRIMARY SERVICE INTEGRATION (ILP) luluk, luluk susiloningtyas; cahyono, aris dwi; Zeho , Fannidya Hamdani; Suryono, Suryono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.279

Abstract

Abstrak Kementerian Kesehatan RI mulai mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer yang bertujuan menguatkan pelayanan kesehatan primer dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif. Integrasi diselenggarakan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ke tingkat desa/kelurahan, dengan sasaran seluruh siklus hidup. Saat ini kegiatan posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan program kebijakan dari Kementerian Kesehatan RI yang masih baru dilaksanakan. Desa Karangrejo merupakan salah satu Desa yang melaksanakan kegiatan Posyandu ILP. Transformasi pelayanan kesehatan di posyandu saat ini fokus pada 5 langkah, yaitu pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan, serta validasi dan sinkronisasi data hasil pelayanan, berupa adanya kunjungan rumah, kelas ibu hamil, dan kelas ibu balita. Berdasarkan identifikasi masalah dari hasil observasi pelayanan kesehatan Posyandu ILP di Desa Karangrejo kenyataan dilapangan partisipasi masyarakat baik balita, remaja maupun lansia masih belum semua sasaran terpenuhi, masih tercapai sebesar 80 %. Selain itu diketahui dari sistem informasi pencatatan data pada posyandu ILP masih bersifat manual sehingga pengolahan data dan informasi masih mengalami beberapa kendala terutama dari segi akurasi dan efektifitas. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan pengolahan data sistem informasi manajemen Posyandu ILP di Desa Karangrejo. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi Pengelolaan Data Sistem Informasi Manajemen Posyandu ILP di Desa Karangrejo, khususnya mengetahui pencatatan dan pelaporan data Posyandu ILP. Fokus Sistem Informasi Manajemen Posyandu ILP yaitu tata kelola pelaksanaan pencatatan dan pelaporan data posyandu ILP. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode kualitatif.  Lokasi penelitian berada di Desa Karangrejo, Kecamatan  Ngasem Kabupaten  Kediri dilaksanakan bulan Mei – Juli 2024. Peneliti menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan pendekatan interaktif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Objek penelitian adalah kader posyandu dengan observasi dan wawancara langsung dengan petugas posyandu. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil Kegiatan Posyandu ILP di Desa Karangrejo sudah berjalan dengan baik dengan dukungan berbagai pihak termasuk partisipasi masyarakat tetapi dalam pengelolaan data perlu pengembangan dalam pengelolaan data sistem informasi menajemen posyandu ILP. Adanya sistem informasi merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah pencatatan yang sering terjadi seperti kehilangan data, karena dengan adanya sistem ini, semua data tersimpan dalam database dan pengolahannya menjadi lebih cepat. Oleh karena itu ada gagasan membuat rancangan sistem informasi pencatatan data pelayanan posyandu ILP berbasis desktop dengan tujuan mempermudah pengolahan data pelayanan yang ada di posyandu ILP. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan data sistem informasi manajemen posyandu ILP, dapat membantu posyandu dalam pengelolaan data dengan lebih efesien dan cepat, dapat mempermudah dalam penginputan data baik dari pengolahan data yang membutuhkan waktu lama, pembuatan laporan dan menghindari data yang rusak, hilangnya data, serta penumpukan data. Manajemen data Sistem Informasi Posyandu sangat baik bagi pengembangan Sistem informasi untuk peningkatan mutu layanan posyandu di Desa Karangrejo. Abstract The Indonesian Ministry of Health has begun to integrate and revitalize primary health services with the aim of strengthening primary health services by encouraging increased promotive and preventive efforts. Integration is carried out by bringing health services closer through networks to the village/sub-district level, targeting the entire life cycle. Currently, Primary Care Integration (ILP) posyandu activities are a policy program from the Indonesian Ministry of Health that has only just been implemented. Karangrejo Village is one of the villages that carries out ILP Posyandu activities. The transformation of health services at posyandu currently focuses on 5 steps, namely registration, weighing and measuring, recording and examination, health services and counseling, as well as validation and synchronization of service results data, in the form of home visits, classes for pregnant women, and classes for mothers of toddlers. Based on the identification of problems from observations of the ILP Posyandu health services in Karangrejo Village, the reality in the field is that community participation for toddlers, teenagers and the elderly is still not all targets being met, it has still been achieved at 80%. Apart from that, it is known that the information system for recording data at the ILP posyandu is still manual so that data and information processing still experiences several obstacles, especially in terms of accuracy and effectiveness. Therefore, this activity was carried out to find out an overview of the implementation of ILP Posyandu management information system data processing activities in Karangrejo Village.The aim of this research is to identify ILP Posyandu Management Information System Data Management in Karangrejo Village, specifically knowing the recording and reporting of ILP Posyandu data. The focus of the ILP Posyandu Management Information System is the governance of the recording and reporting of ILP Posyandu data. This research uses a qualitative approach and methods.  The research location is in Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, carried out in May – July 2024. Researchers used purposive sampling. Research data collection was carried out using an interactive approach with data collection methods in the form of structured interviews, documentation and observation. The research object was posyandu cadres through direct observation and interviews with posyandu officers. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity uses source triangulation and method triangulation techniques. The results of the ILP Posyandu activities in Karangrejo Village have been running well with the support of various parties including community participation, but in data management there is a need for development in data management of the ILP Posyandu management information system. Having an information system is one of the best solutions to overcome recording problems that often occur, such as data loss, because with this system, all data is stored in a database and processing is faster. Therefore, there is an idea to design a desktop-based information system for recording ILP posyandu service data with the aim of making it easier to process service data at ILP posyandu. It is hoped that the results of this activity can optimize the data management of the ILP posyandu management information system, can help posyandu in managing data more efficiently and quickly, can make it easier to input data both from processing data which takes a long time, making reports and avoiding damaged data, loss data, as well as data accumulation. Posyandu Information System data management is very good for developing information systems to improve the quality of posyandu services in Karangrejo Village.
PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO STIMULASI KECERDASAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU BALITA DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PADA BAYI USIA 4-6 BULAN: THE EFFECT OF USING CHILDREN'S INTELLIGENCE STIMULATION VIDEOS ON THE KNOWLEDGE AND SKILLS OF MOTHERS OF TODDLERS IN PROVIDING STIMULATION TO INFANTS AGED 4-6 MONTHS. Tria Jaya, Susanti; Fauziyah, Nurin; Dwi Rahayu; Ratna Feti Wulandari
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.280

Abstract

Abstrak   Stimulasi Perkembangan yang dilakukan secara terarah pada bayi dapat meningkatkan kemampuan pada semua ranah perkembangannya. Pengasuhan berkualitas yang dilakukan oleh ibu dan keluarga lainnya berperan dalam menentukan keberhasilan pemberian stimulasi. Edukasi dengan metode yang efektif dan informative dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan ibu balita. Video pemberian stimulasi merupakan sarana belajar yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan video stimulasi kecerdasan anak terhadap pengetahuan dan ketrampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi pada bayi usia 4-6 bulan.  Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subyek penelitian  adalah  seluruh ibu balita yang memiliki bayi usia 4-6 bulan di  Desa Bedali Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri sebanyak 30 responden. Hasil penelitian    menunjukkan    bahwa    terdapat    peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita setelah diberikan media video. Pengetahuan ibu balita meningkat dari 60% menjadi 95%, dan ketrampilan ibu balita meningkat dari 50%   menjadi   100%.  Hasil   uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,001 menunjukkan   bahwa terdapat  perbedaan  yang  signifikan  antara  pengetahuan  dan  ketramplian  ibu  balita sebelum  dan  setelah  diberikan  media  video.  Diharapkan kepada Dinas Kesehatan atau Petugas Kesehatan dan Kader untuk dapat menggunakan  media  video stimulasi kecerdasan anak  untuk  meningkatkan  pengetahuan   dan   ketrampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi pada bayi usia 4-6 bulan yang langsung dapat  dimengerti   dan diaplikasikan oleh ibu balita. Abstract   Developmental stimulation carried out in a targeted manner on infants can improve abilities in all areas of their development. Quality care carried out by mothers and other family members plays a role in determining the success of providing stimulation. Effective and informative Education methods are needed to improve the quality of care for mothers of toddlers. Stimulation videos are a good learning tool. The purpose of this study was to determine the effect of using children's intelligence stimulation videos on the knowledge and skills of mothers of toddlers in providing stimulation to infants aged 4-6 months. The type of research used was a quasi-experiment. The research design used was a one-group pretest-posttest design. The subjects of the study were all mothers of toddlers who had babies aged 4-6 months in Bedali Village, Ngancar District, Kediri Regency, totaling 30 respondents. The results of the study showed that there was an increase in the knowledge and skills of mothers of toddlers after being given video media. The knowledge of mothers of toddlers increased from 60% to 95%, and the skills of mothers of toddlers increased from 50% to 100%. The results of the Wilcoxon signed Rank Test obtained an Asymp. Sig (2-tailed) value of 0.001 indicating that there is a significant difference between the knowledge and skills of mothers of toddlers before and after being given video media. It is expected that the Health Service or Health Officers and Cadres can use children's intelligence stimulation video media to improve the knowledge and skills mothers of toddlers in providing stimulation to babies aged 4-6 months that can be directly understood and applied by mothers of toddlers.
PENGARUH SUPPORTIVE GROUP THERAPY TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MLANDINGAN KABUPATEN SITUBONDO: THE EFFECT OF SUPPORTIVE GROUP THERAPY ON STRESS LEVELS IN ELDERLY WITH HYPERTENSION AT MLANDINGAN HEALTH CENTER, SITUBONDO DISTRICT Arini Afifatul Faizah; Baitus Sholehah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.293

Abstract

Abstrak Latar belakang: Stres sering terjadi salah satunya yang terjadi pada lansia. Stres yang terjadi pada lansia harus dihindari, karena dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dikhawatirkan akan memicu peningkatan tekanan darah secara intermiten. Jika proses tersebut terjadi secara terus-menerus, akan meningkatkan resiko pecahnya pembuluh darah atau bahkan terjadinya stroke. Salah satu cara dalam menurunkan tingkat stres pada lansia dengan hipertensi yakni dengan supportive group therapy. Supportive group therapy dapat membantu lansia yang memiliki masalah yang sama untuk saling berbagi pengalaman dan dukungan serta menyediakan lingkungan yang nyaman untuk berbagi emosi dan kecemasan sehingga mampu membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan keterampilan serta kemampuan koping pada lansia dalam mengatasi masalahnya. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supportive group therapy terhadap stres pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Mlandingan Kabupaten Situbondo. Metode: Pada penelitian ini variabel yang diteliti yakni tingkat stres pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Mlandingan Kabupaten Situbondo dengan menggunakan desain pra eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Populasi yang digunakan yakni lansia dengan hipertensi di Puskesmas Mlandingan Kabupaten Situbondo yang menderita stres sebanyak 38 lansia. Sedangkan sampel penelitian ini menggunakan metode total sampling namun 1 diantaranya tidak mengikuti intervensi supportive group therapy sebanyak 3 sesi sesuai dengan yang ditetapkan oleh peneliti, sehingga peneliti hanya menggunakan 37 lansia yang menderita stres. Analisis data yang digunakan yakni uji Wilcoxon Signed Rank Test.   Hasil: Hasil uji beda menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0.00 < α 0.05, sehingga hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat stres pada lansia dengan hipertensi sebelum dan setelah diberikan supportive group therapy dimana sebelum diberikan intervensi rerata berada pada tingkat stres ringan berjumlah 22 lansia dan setelah diberikan intervensi rerata berada pada tingkat stres normal sejumlah 18 lansia dan stres ringan 18 lansia. Kesimpulan: Dengan demikian, terdapat pengaruh supportive group therapy terhadap stres pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Mlandingan Kabupaten Situbondo. Abstract Background: Stress often occurs, one of which occurs in the elderly. Stress that occurs in the elderly must be avoided, because it can cause hypertension which is feared to trigger an intermittent increase in blood pressure. If this process occurs continuously, it will increase the risk of blood vessels rupturing or stroke. One way to reduce stress levels in elderly people with hypertension is to do supportive group therapy. Supportive group therapy can help elderly people who have the same problems to share experiences and support with each other and provovide a comfortable environment to share emotions and anxieties so that it can help reduce stress levels and improve the coping skills and  abilities of elderly people in dealing with their problems. Objective: This study aims to determine the effect of supportive group therapy on stress in elderly people with hypertension at the Mlandingan Community Health Center, Situbondo Regency. Method: In this study, the variable studied was the level of stress in elderly people with hypertension at the Mlandingan Community Health Center, Situbondo Regency using a pre-experimental design with a one-group pre-post test design. The population used was 38 elderly people with hypertension at yhe Mlandingan Community Health Center, Situbondo Regency, who suffered from stress. Meanwhile, this research sample used a total sampling method, but 1 of them did not take part in the supportive group therapy intervention of 3 sessions as determined by the researcher, so the researcher only used  37 elderly people who suffered from stress. The data analysis used was the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The results of the different test using the Wilcoxon test showed a p-value of 0.00 < α 0.05, so the results of the study showed that there was a significant difference in the level of stress  in elderly people with hypertension before and after being given supportive group therapy where before being given the intervention the average was at a mild stress level of 22 elderly and after being given intervention the everage was at a normal stress level of 18 elderly and mild stress was 18 elderly. Conclusion: Thus, there is an influence of supportive group therapy on stress in elderly people with hypertension at the Mlandingan Community Health Center, Situbondo Regency
PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA SEBAGAI FIRST RESPONDER DI SMAN 1 SUBOH: THE INFLUENCE OF FIRST AID TRAINING ON STUDENTS' LEVEL OF KNOWLEDGE AND SKILLS AS FIRST RESPONDERS AT SMAN 1 SUBOH noer hayati; Baitus Sholehah; Zainal Munir
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.299

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Di seluruh penjuru dunia, kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Perlu disebutkan bahwa anak-anak dan remaja di bawah usia 25 tahun merupakan 30% dari korban kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penyebab kematian paling mematikan bagi remaja berusia antara 15 dan 29 tahun adalah kecelakaan di jalan raya. Siapa pun dapat memberikan pertolongan pertama dalam keadaan apa pun. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai first responder di SMAN 1 Suboh. Metode: desain pra-eksperimental dengan desain one-group pre-post test. Hasil: hasil pretest tingkat pengetahuan 6,8% (baik), 60,8% (cukup) 32,4% (rendah), dan keterampilan 100,0% (rendah), hasil post test tingkat pengetahuan 81,1% (baik), 18,9% (cukup) dan keterampilan 94,6% (baik) 5,4% (cukup). Hasil uji Wicoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z sebesar -7.214a dan -7.491a dan P value = 0,000 < α 0,005, maka H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pelatihan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa sebagai first responder di SMAN 1 Suboh. Abstract   Background:. Throughout the world, traffic accidents are still a major public health problem. It is worth mentioning that children and teenagers under the age of 25 make up 30% of traffic accident victims. Therefore, the deadliest cause of death for teenagers between the ages of 15 and 29 is road accidents. Anyone can provide first aid under any circumstances. Objective: to find out whether there is an influence of traffic accident first aid training on the level of knowledge and skills of high school (SMA) students as first responders at SMAN 1 Suboh. Method: pre-experimental design with one-group pre-post test design. Results: pretest results of knowledge level 6.8% (good), 60.8% (fair) 32.4% (low), and skills 100.0% (low), post test results of knowledge level 81.1% (good), 18.9% (fair) and skills 94.6% (good) 5.4% (fair). The Wicoxon Signed Rank Test results obtained Z values ​​of -7.214a and -7.491a and P value = 0.000 < α 0.005, so H0 was rejected.. Conclusion: There is an influence of traffic accident first aid training in increasing students' knowledge and skills as first responders at SMAN 1 Suboh.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN KAKI TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DUSUN KALIONDO: THE EFFECTS OF WALKING EXERCISE ON BLOOD SUGAR LEVELS IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT KALIONDO HAMLET elan, saelan; Fatma Kusumawati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.300

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 karena retensi insulin, tubuh tidak mampu merespon adanya insulin meyebabkan kegegalan penyerapan glukosa kedalam sel yang akan diubah menjadi energiDiabetes termasuk penakit kronik yang mana penakit ini dapat berkembang seiring berjalannya waktu apabila tidak ditangani dengan baik, pemeriksaan non farmakologis seperti gaya hidup sehat yang mencakup olahraga, Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik jalan kaki terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Dusun Kaliondo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen, rancangan penelitian menggunakan Pre-eksperimental (one group pretest-posttest design, sampel diambil dengan metode total sampling, dengan responden sebanyak 35 responden yang mengalalami Diabetes Melitus Tipe 2, Pada penelitian ini dilakukan pada masyarakat dusun kaliondo dan dilaksanakan pada bulan April 2024 selama 3 hari berturut – turut, alat dan bahan yang diperlukan pada penelitian ini menggunakan lembar observasi data, SOP aktivitas fisik jalan kaki, alcohol swab, alat ukur gula darah (autochek), stopwatch. Hasil nilai berdasarkan hasil analisis Nonparametik dengan menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikan p-value 0.000 atau 0,05. Keputusan hipotesis yang didapatkan yaitu Ha diterima atau Ho ditolak sehingga ada pengaruh yang signifikan pada penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan jalan kaki pada penderita DM tipe 2 di Dusun Kaliondo.Hasil dalam penelitian bahwa kadar GDS penderita DM tipe 2 sebelum diberikan intervensi rata – rata kadar GDS responden adalah 223.49 mg/dl. Dan rata – rata kadar GDS setelah diberikan intervensi 176 .97 mg/dl. Kesimpulan pada pengaruh aktivitas fisik terhadap gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus Tipe 2 dan disarankan melakukan aktivitas jalan kaki sesuai prosedur agar berat badan terjaga dan terhindar dari komplikasi. ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is caused by insulin retention, where the body is incompetent to respond adequately to insulin to absorb glucose into cells for conversion into It is a chronic condition that can deteriorate over time without proper management. Non-pharmacological assessments such as a healthy lifestyle that includes exercise and body weight maintenance are crucial in controlling blood sugar levels to prevent complications. The study aimed to assess the effect of walking physical activity on blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus in Kaliondo Hamlet. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental experimental design (one group pretest-posttest design). The sample involved 35 respondents suffering from type 2 diabetes mellitus using the total sampling method. This research was conducted in the Kaliondo hamlet community and carried out in April 2024 for 3 consecutive days, the tools and materials needed for this research used data observation sheets, walking physical activity SOP, alcohol swabs, blood sugar measuring instruments (autochek) , stopwatch.. The non-parametric analysis using the Wilcoxon Test obtained a significance p-value of 0.000, smaller than alpha (0.05). Therefore, the alternative hypothesis (Ha) was accepted, and the null hypothesis (Ho) was rejected. The study demonstrated a significant reduction in blood sugar levels before and after walking among patients with type 2 diabetes mellitus in Kaliondo Hamlet. The results indicated that the average GDS (temporary blood glucose) respondent level before the intervention was 223.49 mg/dl. In the post-intervention, the average GDS level was 176.97 mg/dl. Conclusion on the effect of physical activity on blood sugar in Type 2 diabetes mellitus sufferers and it is recommended to carry out walking activities according to procedures to maintain body weight and avoid complications

Page 11 of 12 | Total Record : 120