cover
Contact Name
Ali Ramadhan
Contact Email
ali.ramadhan@mercubuana.ac.id
Phone
+6285813007765
Journal Mail Official
jurnal.narada@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Gedung E Lantai 4 Jl. Raya Meruya Selatan no.1, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Narada : Jurnal Desain dan Seni
ISSN : 24775134     EISSN : 26215233     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/narada
Core Subject : Art,
Narada: Jurnal Desain dan Seni diterbitkan oleh Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana. Jurnal ini merupakan sarana untuk mempublikasikan tulisan ilmiah berupa hasil penelitian, hasil pemikiran (gagasan konseptual), serta hasil perancangan karya desain dan seni terapan (Applied Art) dalam ruang lingkup bidang desain dan seni rupa yang mencakup desain interior, desain produk, desain fashion, desain multimedia, desain komunikasi visual, fotografi, HAKI Desain, Hak Cipta Desain serta bidang perluasan yang ditujukan untuk mengembangkan bidang ilmu tersebut. Narada: Jurnal Desain dan Seni terbit sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan April, September, dan Desember. NARADA Jurnal Desain dan Seni menerima artikel yang ditulis menggunakan Bahasa Indonesia.
Articles 217 Documents
PROSES PRODUKSI PEMANFATAAN LIMBAH PELEPAH BATANG POHON PISANG UNTUK AKSESORIS KEPALA DI DAERAH KAUJON BANTEN Hidayat Sirruhu; Vania Aqmarani Sulaiman
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2020.v7.i2.005

Abstract

Banana tree trunk waste is considered as wasted material rather than being used as a material with high economic value. whereas the banana tree trunk waste is a material that is easily found in the community or villages, so it does not rule out the possibility of utilizing this banana trunk waste as head material. This study aims to try to find more value from banana tree trunk waste to be used as a head accessory, by utilizing banana tree trunk waste as material, the head accessories that will be made are brooch patches, headpieces, bandanas, and hats. The study was conducted to determine the production process of the utilization of banana tree trunk waste for the head accessories. The method used is the method of observation to the banana tree stem midrib to find out the production process from the beginning to become a product, this production process uses weaving technique. The product that will be produced in the process of producing banana tree trunk waste is in the form of head accessories, namely brooch patch, headpiece, bandana, and hat. The results of research on the production process of banana tree trunk waste can reduce waste and can become a renewable resource into the utilization of banana tree trunk waste. The resulting product can be ahead of the accessory product and increase the economic and aesthetic value and function of the waste.
TINJAUAN ELEMEN VISUAL PADA BUKU ILUSTRASI #88 LOVE LIVE Rifki Aswan
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i1.010

Abstract

Buku adalah sebuah media fisik yang ditujukan sebagai sumber informasi, peran buku sering kali tergeserkan karena adanya perkembangan media informasi dalam bentuk digital. Sehingga penulis buku harus selalu mencari cara agar buku selalu di minati audience, dengan cara menambahkan strategi visual dalam konsep pembuatan buku. Buku juga sering kali di jadikan sebagai media pengembangan diri, karena renspon seseorang dalam membaca mempengaruhi perilaku. Berhubungan dengan masalah strategi visual pada buku dan juga perannya sebagai media pengembangan diri. Hadir buku #88 LOVE LIFE Vol 2. yang mengusung konsep buku pengembangan diri dengan menggunakan strategi visual berupa ilustrasi. Buku ini telah memperoleh penghargaan dan menjadi buku non-fiksi bestseller 2016, hal ini yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian strategi visual apa saja yang digunakan buku #88 LOVE LIFE Vol. 2 sehingga buku tersebut sukses di pasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penulis untuk membuat perancangan buku visual ilustrasi dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teori yang telah di gunakan oleh buku visual ilustrasi #88 LOVE LIFE Vol. 2.
PENERAPAN KONSEP AIRPORT MALL PADA BANDARA: STUDI KASUS BANDARA KUALA NAMU MEDAN SUMATERA UTARA Rr. Chandrarezky Permatasari
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanIndustri penerbangan di Indonesia berkembang pesat, ditandai dengan banyaknya penerbangan domestik maupun internasional, banyaknya maskapai penerbangan baru dan bertambahnya bandar udara di berbagai daerah. Salah satunya Bandar Udara Internasional Kuala Namu (IATA: KNO, ICAO: WIMM), yang berjarak 39 km dari kota Medan. Bandara internasional ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara Kuala Namu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya.Bandara  Kualanamu merupakan Bandara Komersial yang memperkenalkan konsep Airport Mall dalam Bandara dan juga direncanakan menjadi pusat kegiatan yang dikelilingi oleh berbagai fasilitas pendukung, baik yang terletak di dalam pagar bandara maupun di luar pagar bandara. Fasilitas tersebut dapat berupa perkantoran, gudang logistic, arena permainan, hotel, perumahan, pusat industri, rumah sakit, pusat pendidikan, mall maupun sarana pendukung lainnya. Dalam menerapkan konsep mall dalam bandara komersial, ketidaknyamanan jika terjadi kepadatan calon penumpang dan non penumpang merupakan kendala yang dihadapi, sehingga membutuhkan penerapan desain Interior yang nyaman dan sirkulasi yang efektifKata Kunci: Bandara Kualanamu, fasilitas publik, konsep mall dalam bandara, kenyamanan AbstractThe aviation industry in Indonesia is now growing quite rapidly, marked by the number of domestic and international flights, the number of new airlines and the increase of airports in various regions in Indonesia. One of them is Kuala Namu International Airport (IATA: KNO, ICAO: WIMM), an international airport which located 39 km from the city of Medan. This airport is the second largest airport in Indonesia after Soekarno-Hatta International Airport. Kuala Namu Airport is expected to become an international transit base airport for Sumatera and its surroundings.Kualanamu Airport is a Commercial Airport that introduces the concept of Airport Mall within the Airport and is also planned to become an activity center surrounded by various supporting facilities located within the airport fence and outside the airport fence. Exemplifications of these facilities are offices, logistics warehouses, game arenas, hotels, housing, industrial centers, hospitals, education centers, malls and other supporting facilities. In intergrating mall concept with commercial airport, many obstacles need to be overcame , one of them is the population density, as the result of the circulation of prospective passengers and non-passengers. It requires the implementation of a comfortable interior design and an effective circulation.Keywords: Kualanamu Airport, public facilities, airport mall concept, comfortability
ANALISA DESAIN KARAKTER PADA KOMIK “NUSA FIVE” Octavianus Bramantha
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2020.v7.i1.006

Abstract

In the development of the digital world today, comics have become one of the most rapidly developing works of art, because the increasingly depleted problem of comic artists in publishing their work, many new comic artists have sprung up abroad and in the country. It is "Nusa Five" which is the latest work from Sweta Kartika. The comic that combines the theme of enriching the Japanese superhero team with the cultural elements of the archipelago becomes a fresh style in the world of Indonesian comics. In this research, the author aims to analyze the character design found in the "Nusa Five" comic.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK JAKARTA Lelo Lelo; Maulana Agung Laksono
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanSelain sebagai tempat rekreasi, museum berguna juga sebagai sarana edukasi atau sebagai wadah tempat pembelajaran dan pengetahuan. Museum menurut batasan yang dikeluarkan oleh Internasional Council of Museum (ICOM) adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.Museum Seni Rupa dan Keramik dirancang untuk menarik minat masyarakat agar mengunjungi serta mempelajari peninggalan sejarah yang ada di museum dengan menggunakan fasilitas yang modern sebagai sarana pemberi informasi dan edukasi yang dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Desain interior yang sesuai dapat menciptakan suasana yang mendukung tujuan tersebut. Sesuai dengan lokasi berdirinya Museum Seni Rupa dan Keramik, yakni di kawasan Kota Tua Batavia, Jakarta, konsep desain interior yang diterapkan pada museum ini mengangkat tema, “Modern Education And Ethnic Betawi”. Hal ini bertujuan untuk melestarikan budaya sekitar dan meningkatkan kepedulian masyarakat agar dapat melestarikan peninggalan-peninggalan karya pada zaman dahulu.Kata Kunci : Museum, Seni Rupa dan Keramik, Modern Education, Etnik BetawiAbstractOther than its function as a recreational place, museum also poses as an educational place. According to The International Council of Museums (ICOM), museum is a fixed and non-profit institution that serve the society and open to the public, with the main task to obtain, maintain, link, and display artifacts of the human identity and environment for educational and recreational purposes.The Museum of Fine Arts and Ceramics is designed to attract the public to visit and study the historical heritage by using modern facilities as a means of providing information and education that can be accepted by the community. A suitable interior design can create an ambience to increase its attractiveness and support its educational function. In relevance to its location in The Old City of Batavia, Jakarta, the design concept for the interior of art museum and ceramics is "Modern Education And Ethnic Betawi”. The application of this theme also aims to preserve the surrounding culture and increase public awareness in order to preserve the historical relics.Keywords: Museum, Fine Arts and Ceramics, Modern Education, Ethnic Betawi
TINJAUAN ERGONOMI DAN ANTROPOMETRI PADA KAIN GENDONG TRADISIONAL (JARIK GENDONG) Enjia Octiva; Hady Soedarwanto
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i1.004

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ke Ergonomi dan Antropometri alat bantu gendong yaitu Kain Gendong Tradisional (Jarik Gendong). Di era modern saat ini, penggunaan kain gendong tradisional (Jarik Gendong) tidak begitu lagi diminati, karena dianggap banyak kekhawatiran pengguna terhadap penggunaannya. Penelitian ini melakukan pengamatan kepada objek Kain Gendong Tradisional (Jarik Gendong) yang digunakan oleh ibu-ibu di era modern saat ini, untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari Kain Gendong Tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada pengguna Kain Gendong Tradisional (Jarik Gendong). ABSTRACT This research aims to knowing the Ergonomics and Anthropometry carrying tools namely Traditional Carrying Cloth (Jarik Gendong/ carrying). In The modern era, using Traditional Carrying Cloth (Jarik Gendong/ carrying) is no longer in demand, because it is considered a lot of user concern about its use.This research observes the object of the Traditional Carrying Cloth (Jarik Gendong) used by mothers in the modern era today, to see the advantages and disadvantages of the Traditional Carrying Cloth. The research method used was observation and interviews with the traditional cloth carrier (Jarik Gendong) user.
TINJAUAN USER INTERFACE DESIGN PADA WEBSITE E-COMMERCE LAKU6 Nina Mastra
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanPerkembangan website e-Commerce di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, ditandai dengan banyaknya perusahaan besar maupun ritel yang beralih menggunakan media digital demi memudahkan para user dalam bertransaksi secara online. Salah satunya adalah website Laku 6, yang khusus menjual smartphone bekas. Website ini telah menjadi salah satu andalan konsumen karena keberadaan fitur pengecekan produk dan pelayanan yang disediakan. Akan tetapi, belum ada telaah mengenai efektivitas user interface yang digunakan untuk menunjang image dan layanan website.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif untuk meninjau penerapan prinsip dasar user interface design pada elemen website e-Commerce Laku6, berdasarkan 17 Prinsip Dasar User Interface oleh Deborah J. Mayhew. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perancangan website e-commerce. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa penggunaan anatomi, prinsip layout, dan warna pada website memiliki makna tersendiri. Website ini menerapkan beberapa prinsip dasar seperti user compatibility, product compatibility, responsivenesse, robustness, dan flexibility.Kata Kunci: Unsur Desain Website, Prinsip Dasar Desain Antarmuka, website e-commerce, Laku6AbstractThe development of e-Commerce website in Indonesia has increased rapidly. Currently, many large companies and retailers are switching to using digital media to create an e-Commerce website to facilitate the user in transacting online. One of them is Laku6, a website which specifically sell used smartphone. This website has been one of consumer’s mainstay due to its customer services, for examples product quality checking and delivery service. Nevertheless, there is still no research to review the effectiveness of its user interface in supporting the website’s image and service.This research is conducted by using qualitative approach to review the application of user interface design principles on the design elements of e-commerce website “Laku 6”, based on The 17 Basic Principles of User Interface by Deborah J. Mayhew. This research is expected to be a reference in designing an e-Commerce website. It is found that the web page anatomy on the website page is using layout principles and colors used have different meanings. Then the basic principles of user interface design applied to Laku6 website such as user compatibility, product compatibility, responsiveness, robustness, and flexibility.Keywords: Elements of Web Design, Principles of User Interface Design, e-commerce website, Laku6
IDENTIFIKASI INDENTITAS BUDAYA DALAM IKLAN VISIT JAPAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SEMIOTIKA Denta Mandra Pradipta Budiastomo; Nukke Sylvia; Supriyadi Gunawan
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i3.008

Abstract

Japanese tourism campaign with the theme Where tradition meets the future success in advertising Japanese tourism itself. This advertisement invites tourists to feel the traditional and modern side in Japan. Behind that success is certainly a question, what are the signs in the ad that represent Japanese cultural identity. Departing from the above problems, researchers used Roland Barthes's Semiotics approach which aims to examine the signs and meanings of the success of these advertisements.Researchers limit the problem to only identifying signs of cultural identity for each scene that lasts three minutes. The researcher clarified between signifier, signified, denotation and connotation meaning to find out what cultural identity each scene contained. Hopefully from the results of this study it can be concluded that many tourism advertising materials insert cultural identity.
TUBUH DIALOG: WACANA EKSPRESI GERAK TUBUH DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Rasul Rasul
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni lukis adalah media visual yang dapat mengkomunikasikan pengalaman estetik perupa kepada penikmat. Tujuan penting dari komunikasi melalui seni lukis adalah berbagi rasa antara perupa dan penikmat melalui bentuk artistik yang ditampilkan, sebagai media ekspresi yang menyangkut berbagai hal dalam kehidupan, antara lain sindiran, kritik, ataupun bentuk koreksi atau introspeksi diri. Perupa berusaha menghadirkan pemaknaan terhadap citra tubuh melalui karya lukis figuratif yang memiliki pose-pose tertentu. Pose-pose tersebut merupakan gambaran perilaku tubuh sebagai stimuli. Pose tubuh manusia dalam karya ini adalah sarana komunikasi antara perupa terhadap penikmat sebagai interaksi tubuh sosial.Tubuh dialog diwujudkan melalui pengolahan visual seni lukis figuratif, secara kebentukan berwujud penggambaran gerak tubuh manusia atau gesture sebagai refresentasi perilaku tubuh sosial. Tubuh manusia yang terdiri dari komposisi elemen bidang dan warna menggunakan cat minyak diatas kanvas dan dimaksudkan untuk mempengaruhi penikmatnya untuk berempati, merasakan sesuatu yang diinginkan senimannya. Dengan kata lain karya seni ini diciptakan dapat mengusik hati, dan menyampaikan ide dan gagasan kepada penikmatnya.Berdasarkan proses dan hasil yang tercipta diperoleh kesimpulan. Karya seni lukis menggunakan medium apapun adalah merupakan hasil kreasi, diawali ide yang dicerap indra, mengembangkan imajinasi, dan disajikan sebagai komunikasi nonverbal. Bentuk komunikasi perasaan yang diharapkan memengaruhi penikmat untuk meresapi citra karya. “Tubuh Dialog” bermaksud memancing empati melalui penggambaran imajinasi ekspresi-ekspresi figur, yang disajikan dan diharapkan berpengaruh terhadap rasa ingin tahu tentang bahasa tubuh, serta menggugah kesadaran keluhuran budi. Yaitu penggambaran perilaku manusia sebagai tubuh sosial agar menuju kearifan diri kita sebagai manusia. Karya dihadirkan berbentuk lukisan figuratif dengan pose ekspresi perilaku manusia.
RELASI PEMILIHAN WARNA, FUNGSI DAN JENIS MATERIAL PADA PERKAKAS DAPUR BERBAHAN STAINLESS STEEL Denta Mandra Pradibta B; Nukke Sylvia; Ilsa Anola Tiyama
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i1.008

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin pesat memiliki manfaat serta kerugian untuk sebagian orang, salah satunya adalah semakin tercemarnya bumi yang membuat manusia semakin ingin pintar menjaga diri dan hidupnya. Keinginan inilah yang membuat orang-orang mengubah pola hidupnya, dimulai dari mengubah pola tidur, bekerja sekaligus pola makan. Pola makan yang dulunya hanya berspekulasi pada makanan yang sehat adalah makanan yang kaya akan kandungan  vitamin,  tetapi  kini  masyarakat  mulai  sedikit  demi  sedikit  tertarik untuk mengetahui kualitas makanannya bukan hanya dari kandungannya tetapi bagaimana  makanan  itu  bisa  dinikmati  dengan  maksimal.  Masyarakat  mulai tertarik untuk memasak sendiri makanannya, mendekor dapurnya dan memilih perkakas dapurnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sampai mana dan bagaimana masyarakat tertarik akan makanan dari segi perkakas dapur yang mereka gunakan, khususnya perkakas dapur bermaterial stainless stell terbaik untuk perkakas dapur dan pengaruh warna untuk masyarakat. Apa yang membuat sebagian masyarakat merasa bahwa perkakas dapur juga penting untuk menciptakan makanan yang sehat sehingga pola hidup sehat bukan hanya sekedar makanan itu enak. Pengambilan data berdasarkan metodologi penelitian kualitatif akan digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang reliable. Informasi inilah yang nantinya bisa digunakan untuk menciptakan desain perkakas dapur yang benar- benar menguntungkan untuk peneliti maupun masyarakat sekitar. 

Page 6 of 22 | Total Record : 217