cover
Contact Name
Yoyon Riono
Contact Email
yoyonriono353@gmail.com
Phone
+6282285011125
Journal Mail Official
yoyonriono353@gmail.com
Editorial Address
Jl. Propinsi Parit 01 Tembilahan Barat
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agro Indragiri
ISSN : 25282956     EISSN : 26153777     DOI : 10.32520
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Indragiri (JAI) fokus menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang bermuatan mengenai ilmu budidaya pertanian, hama dan penyakit tanaman dan ilmu tanah. Sub tema JAI meliputi ilmu pemuliaan tanaman, rekayasa genetika tumbuhan, pengelolaan hama terpadu, kesuburan tanah, hidrologi pertanian, sistem perbanyakan tanaman, sistem pertanian terpadu, ilmu penyakit tanaman, teknologi budidaya tanaman, kajian tanah gambut, ilmu gulma.
Articles 115 Documents
PENGARUH JUMLAH CABANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) Wahyudi; Ezward, Chairil; Haitami , A
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i1.3086

Abstract

Tanaman ubi kayu (Manihot esculenta crantz) merupakan tanaman yang penting bagi negara beriklim tropis termasuk Indonesia. Bahkan tanaman ubi kayu menjadi sumber karbohi­drat utama setelah beras dan jagung. Salah satu permasalahan dalam budidaya tanaman ubi kayu adalah belum diketahui jumlah cabang untuk dipelihara pada saat melakukan budidaya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman ubi kayu dengan perlakuan pengaturan jumlah cabang. Penelitian berbentuk percobaan lapangan yang dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi. Penelitian dilaksanakan selama 9 bulan menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan perlakuan pengaturan jumlah cabang yang terdiri 4 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dengan memelihara tanaman dengan 1 cabang, 2 cabang, 3 cabang dan 4 cabang. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan uji F. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwasannya perlakuan jumlah cabang tidak memberikan pengaruh terhadap semua parameter pengamatan, tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah umbi pertanaman (buah) dan bobot umbi pertanaman (kg).
RESPON PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP APLIKASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG SAPI Killa, Yonce Melyanus; Jawang, Uska Peku
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i1.3087

Abstract

Upland rice is one type of local rice that is still cultivated and has the potential to be developed. However, its productivity is still low, so it is necessary to add nutrients to increase its productivity. This research was conducted with the aim of looking at the response of upland rice to the application of rice husk biochar and cow manure. The tools and materials used in this study were: polybag, inceptisol soil, rice husk biochar, cow manure, camera, upland rice seed label paper, and stationery. This study used a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The treatments in this study were BP0: control (without biochar and manure), BP1: biochar 5 t ha-1 + manure 5 t ha-1; BP2: biochar 10 t ha-1 + manure 5 t ha-1, BP3: biochar 5 t ha-1 + manure 10 t ha-1, BP4: biochar 10 t ha-1 + manure 10 t ha-1. The results of this study were that the application of rice husk biochar 10 t ha-1 + manure 5 t ha-1 gave the highest effect on plant growth which included plant height, number of leaves and number of tillers of rice plants.
KARAKTERISASI BENIH DAN KEKERABATAN KULTIVAR PADI LOKAL PASANG SURUT DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR nursida, nursida; Suliabsyah, Irfan; Swasty, Etty; Syarif, Auzar
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i1.3093

Abstract

Similarity analysis was carried out on the characteristics of local type tidal rice grain in Indragiri Hilit Regency in January-October 2015 in Indragiri Hilir Regency. This research aims to inventory, characterize and determine the relationship between each type of local tidal rice grain in Indragiri Hilir Regency. This research uses a qualitative-quantitative description method. The beginning of this research was to explore the types of rice grains in each village and sub-district of Indfagiri Hilir Regency, then they were characterized and analyzed using the agglomerative method by calculating the distance between relatives using hierarchical cluster average linkage (between gropus). The research results show that Indragiri Hilir Regency has 27 local tidal rice cultivars. These cultivars consist of 'Karya Kuning', 'Karanduku', 'Ramos', 'Pulut Putih', 'Pandan Wangi', 'Ordinary', 'Lembu Sawah Merah', 'Karya Merah', 'Pulut Hitam', ' Pariaman', 'Lembu Sawah', 'Karya Tinggi', 'Panama', 'Batang Tuaka', 'Ir Super', 'Batang Piaman', 'Maron', 'Merah Putih', 'Serang', 'Putri Malu', 'Super', 'Opium', 'White', 'Kuatik', 'Frog', 'Lentik Bamban', 'Sere'. Morphological characters that differentiate rice cultivars are grain characteristics (length, width, thickness, weight of 100 seeds, grain surface shape, grain surface color, sterile lemma length, grain tip color, grain tip tail feather color and grain tip tail feather length), character rice (length, width, thickness, ratio of length to width, and color of rice epidermis). Phenetic analysis using the Minitab Release version 17 program divided 27 local tidal rice cultivars into 9 clusters at a similarity level of 56.78%. Which consists of group 1, consisting of Karya Kuning, Karya Merah, Maron, Pulut Putih, Putih, Putri Malu, Merah Putih, Super; Group II consists of Karanduku, Opium and Lembu Sawah Merah; cluster III consists of Ramos, Batang Tuaka, Karya Tinggi, Serang and Pariaman, cluster IV consists of paddy cattle; Group V consists of Kuatik, Serai, Lentik Bamban, Kodok, Group VI consists of Ordinary and Batang Piaman and groups VII, VIII and IX respectively consist of Pandan Wangi, Super and Pulut Hitam.
PENGARUH BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DI KECAMATAN WULA WAIJELU KABUPATEN SUMBA TIMUR Teul, Matias Umbu; Killa, Yonce Melyanus; Ndapamuri, Melycorianda Hubi
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i1.3103

Abstract

The availability of nutrients in the soil is also very important whether the soil conditions are low, medium or high. It is important to know the chemical properties of the soil, because they can be used as a basis for determining the type and dose of fertilizer. This research was conducted to determine the effect of land use on the chemical properties of soil in the Wula Waijelu subdistrict, East Sumba Regency. This research was conducted from December 2023 to January 2024. The methods used in this research were survey methods and laboratory analysis. Determining the sampling location was carried out using the purposive sampling method (done deliberately by looking at land use at the research location). The parameters observed were P-total, K-total, base saturation (KB), cation exchange capacity (CEC), pH, C-organic. The results of the research show that land use (rice fields, plantations/gardens, moors/farms and shrubs) does not have a real influence on soil chemical properties such as total P, total K, KB, CEC, pH and C-organic in Wulla Waijelu sub-district, Regency East Sumba. The shrub land use type gave the highest values for P-total (39.44 ppm), K-total (0.73 me/100 g), base saturation (KB) (75.04%). Cation exchange capacity (CEC) with the highest value in field land use, pH in neutral and alkaline conditions while C-organic with the highest value in paddy field use
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata L.) TERHADAP APLIKASI BIOSLURRY DAN KOTORAN WALET Hasan, Fardyansjah; Apia, Ramdan; Iqbal Jafar, Muhammad; Made Sudiarta, I; Abidin, Zainal
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i2.3148

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi bio-slurry dengan pupuk kotoran walet serta dosisnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt ). Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan kebun Desa Bulalo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2023 sampai Mei 2023. Penelitian disusun menurut rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu kotoran walet dan bioslurry. Selanjutnya terdapat 5 taraf perlakuan antara lain : B0 = Tanpa perlakuan (kontrol); B1 = Kotoran Walet 5 kg per petak + Bioslurry 100 ml per tanaman; B2 = Kotoran Walet 5 kg per petak + Bioslurry 150 ml per tanaman; B3 = Kotoran Walet 7,5 kg per petak + Bioslurry 100 ml per tanaman; B4 = Kotoran Walet 7,5 kg per petak + Bioslurry 150 ml per tanaman. Penelitian ini diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kotoran walet dan bioslurry memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Selanjutnya perlakuan kotoran walet 5 kg per petak dan 100 ml bio-slurry merupakan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jagung manis.
MENJAGA SUMBER DAYA TANAH DENGAN KONSEP HOLISTIC AGRICULTURE SUSTAINABLE, INTEGRATED DAN SUSTAINABLE FARMING, GREEN AGRICULTURE TECHNOLOGY Setiyo Budi, Agung; Imamal Khujjah, Fajriatul; Pujiati, Amin; Dian Wiska Pranjanti, Sucihartiningsih
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i2.3190

Abstract

Sustainable agricultural development is a process aimed at always adding agricultural products to each consumer, while at the same time increasing acceleration, business productivity through the addition of skills and capital. The current implementation of development emphasizes the goal of economic progress. In essence, the concept of sustainable agricultural development has an integrated concept through a holistic approach. In the context of sustainable agricultural development, it basically means the ability to remain productive while maintaining resources. Agricultural development without any continuous effort, farmers will remain marginalized, trapped in debt, middlemen, and have no power to determine the economic value of the harvest. The impact of this is that the number of farmers will decrease, in the end Indonesian Food sovereignty will be difficult to achieve. Sustainable agricultural development through a holistic approach that is multidimensional from upstream to downstream. This article aims to provide new ideas in sustainable agricultural development through a holistic approach with the concept of holistic agriculture sustainable, integrated and sustainable farming, green agriculture technology from upstream to downstream as an effort to develop sustainable agricultural concepts and improve the welfare of farmers.
ANALISIS PENGARUH RADIASI NON-IONIZING DALAM PENGGUNAAN LAMPU LED PADA PERTUMBUHAN TANAMAN Widya, Ami; Rifki Haryanto, Moch; Rosyida Indriyani, Amalia; Sudarti; Mahmudi, Kendid
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i2.3202

Abstract

Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, penggunaan lampu Light Emitting Diode (LED) telah mendapatkan perhatian yang signifikan dalam pertanian kontemporer. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meneliti bagaimana radiasi non-ionisasi dari lampu LED mempengaruhi pertumbuhan beberapa spesies tanaman, seperti pandan, selada, lada, kangkung, kemangi, dan bunga matahari. Sebagai bagian dari metodologi penelitian, artikel ilmiah dan laporan penelitian tentang penerapan lampu LED di bidang pertanian ditinjau. Luas daun dan tinggi tanaman termasuk di antara data yang dikumpulkan. Intensitas dan distribusi cahaya LED diukur dengan menggunakan perangkat khusus untuk analisis radiasi non pengion. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana tanaman merespons spektrum cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED secara berbeda, dengan tanaman tertentu yang menunjukkan pertumbuhan dan kualitas hasil panen yang lebih baik. Kesimpulannya, pemilihan spektrum lampu LED yang cermat dapat meningkatkan perkembangan dan hasil panen tanaman tanpa menimbulkan risiko apa pun akibat radiasi non-ionizing. Meskipun demikian, sangat penting untuk mengetahui bahaya yang mungkin terjadi akibat radiasi non-ionizing terhadap tanaman dan ekosistem. Dasar penting untuk kemajuan masa depan dalam penggunaan teknologi pencahayaan LED dalam pertanian kontemporer diletakkan oleh penelitian ini Kata kunci: Radiasi Non-Ionizing, lampu LED, Pertumbuhan
ANALISIS KONSEP MEKANIKA PADA MESIN COMBINE HARVESTER DALAM PEMROSESAN PADI UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI DAN KUALITAS HASIL PANEN Umi Fatimah; Febriana Sukma, Annisa; Bagus Maulana Saputra, Aji; Sudarti; Mahmudi, Kendid
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i2.3204

Abstract

Mesin Combine Harvester merupakan teknologi vital dalam pertanian modern, terutama dalam pemrosesan padi. Artikel ini menganalisis konsep mekanika yang mendasari mesin Combine Harvester untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas panen. Artikel ini menggunakan metode penelitian dengan menganalisis beberapa literatur terhadap data kuantitatif dari berbagai jurnal hasil penelitian dari tahun 2019 hingga 2024. Pada penelitian ini berfokus pada analisis mengenai konsep mekanika yang terdapat pada mesin Combine Harvester dalam pemerosesan padi dengan memperhatikan kualitas serta peningkatan efisiensi. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip mekanika, seperti mekanika fluida, mekanika material, dan mekanika kinematika, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana desain mesin dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil panen yang lebih baik dalam hal waktu, tenaga, dan kualitas butiran padi. Analisis ini membahas juga dampaknya terhadap lingkungan dan ekonomi pertanian. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi perancang mesin, petani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas panen dalam industri pertanian. Kata Kunci :Mesin Combine Harvester, Pertanian , Mekanika , Panen
INSECT TRAP LIGHT BERBASIS INTERNET OF THING (IOT) BERBANTUAN BOT TELEGRAM UNTUK MENGATASI SERANGAN HAMA PADA PERTANIAN Denisa Tri Wahyuningtyas; Fikri , Mohamad; Ummah Firdausi, Syarifatul; Sudarti; Mahmudi, Kendid
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i2.3205

Abstract

Beberapa masalah yang timbul pada bidang industri pertanian, salah satunya yaitu serangan hama tanaman. Hama tanaman dapat merugikan petani, karena dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan ini, muncul sebuah inovasi yaitu ”Insect trap light berbasis Internet of Thing (IoT) berbantuan bot telegram untuk mengatasi serangan hama pada pertanian”. Internet of Things (IoT) mengacu pada gagasan bahwa benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi satu sama lain dan berbagi informasi melalui jaringan komputer. Light trap menjadi salah satu metode yang paling umum digunakan untuk mengumpulkan serangga nokturnal. Penggunaan light trap didasarkan pada sifat serangga yang mana memiliki perilaku fototaksis atau bereaksi terhadap cahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif menggunakan tinjauan pustaka dari beberapa penelitian yang sudah ada. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yaitu dengan IOT membuat Light Trap semakin efisien untuk digunakan karena dapat dikendalikan secara jarak jauh serta dengan lampu berwarna biru akan membuat inovasi baru dalam pengembangan Light Trap dan jumlah serangga yang tertangkap semakin banyak. Kata kunci : Light Trap , Internet of Things, Serangga, Bot Telegram
Analisis Penggunaan Radiasi Pengion untuk Pemanfaatan Pertumbuhan Buah dan Sayur di Indonesia Fauziah, Najma Zahiroh; Nanda Wulandari, Meri; Gea Alivia Putri, Miftahul; Sudarti; Mahmudi, Kendid
Jurnal Agro Indragiri Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i2.3210

Abstract

Abstract In Indonesia, there are many people who have difficulty in preserving vegetables. Especially in the agricultural industry when after harvesting, ensuring that the processed raw materials are free from spoilage microorganisms. With the development of the times, it appears to minimize the occurrence of decay in vegetables by ionizing radiation or ionizing radiation is radiation that causes ionization while non-ionizing radiation is radiation that does not cause ionization. The research method used is a literature study which is a series of data collection techniques, processing data from previous researchers that are relevant to the theme that has been made. In the process of preventing spoilage is done by means of ionizing radiation or ionizing radiation by utilizing gamma rays. Proven from several studies of chili plants, rice plants, soybean plants, and several other vegetables proving ionizing radiation or ionizing radiation that utilizes gamma rays in the process can help maintain vegetable quality after post-harvesting vegetables and fruits.

Page 10 of 12 | Total Record : 115