cover
Contact Name
I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Contact Email
arthasuta@gmail.com
Phone
+628999082913
Journal Mail Official
jurnalpend.sosiologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No 11 Kampus Tengah Undiksha Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
ISSN : 26141957     EISSN : 26141965     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jpsu.v2i2
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi . Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang sosiologi yang secara khusus difokuskan ke tema-tema terkait sosial budaya, pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun
Articles 244 Documents
SATE KELADI: KULINER MASYARAKAT PEDAWA BULELENG, BALI DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Ni Nyoman Yelik; Nengah Bawa Atmadja; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Latar belakang masyarakat Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan Sate Keladi, (2)Memahami dinamika pengolahan Sate Keladi dalam perspektif perubahan sosial, (3)Mengidentifikasi unsur-unsur pengetahuan tradisional tentang pengolahan Sate Keladi dalam perspektif perubahan sosial yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi pada bab Perubahan sosial dan sebagai sumber belajar P2M (Pengolahan dan Penyajian Makanan) pada bab makanan Indonesia jenis sate dan hidangan panggang. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu etnosains. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Latar belakang masyarakat Pedawa mempertahankan pengolahan Sate Keladi ada empat faktor yaitu, sebagai pemenuhan kebutuhan individu, pemenuhan kebutuhan sosial, faktor lingkungan, dan identitas sosial. (2) Pengolahan Sate Keladi di Pedawa mengalami dinamika yakni, dinamika pada bahan dan alat yang digunakan, dinamika cara mengolah, cara memasak, dan cara menyajikan Sate Keladi. (3) Unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar sosiologi pada penelitian ini yakni perubahan yang terjadi pada proses pengolahan Sate Keladi dan unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar P2M pada penelitian ini yakni perubahan pada setiap langkah-langkah pembuatan Sate Keladi yang dapat dijadikan sebagai resep makanan.Kata kunci: Pengetahuan, Perubahan Sosial, Sumber Belajar
PENANAMAN PADI GAGA OLEH PURA PUCAKSARI DI DESA ADAT PEDAWA, BANJAR, BULELENG, BALI (PERSPEKTIF ETNOAGRIKULTUR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA BERBASIS KURIKULUM 2013) Muhammad Syafri; Luh Putu Sendratari; Nengah Bawa Atmadja
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28954

Abstract

Modernisasi menyingkirkan pengetahuan tradisional di tandai oleh kemajuan iptek yang menyebabkan menyingkirkan pengetahuan yang dianggap tidak efektif dan tidak berguna. Saintisme adalah manusia yang mendewakan sains segala sesuatu yang tidak sesuai dengan sains tidak akan digunakan. Tetapi ada gejala yang menarik di desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali yaitu justru di sana masyarakat menghidupkan kembali kebudayaan lama yaitu dalam bentuk penanaman padi gaga untuk kebutuhan ritual keagamaan. Fokus atau yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan mengapa masyarakat Desa Pedawa, Banjar, Buleleng, Bali menghidupkan kembali penanaman padi gaga, (2) mendeskripsikan bagaimanakah pengelolaan sistem pertanian penanaman padi gaga dalam perspektif etnoagrikultur yang ada di Desa Pedawa, Banjar, Buleleng, Bali, (3) mendeskripsikan bagaimana cara atau strategi pemanfaatan dari etnoagrikultur padi gaga dapat dijadikan media pembelajaran Sosiologi berbasis Powerpoint. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan tahapan-tahapan pengumpulan data sebagai berikut (1) purposive sampling, (2) observasi non partisipatif, (3) wawancara mendalam. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) Bahwa yang menjadi alasan utama masyarakat Desa Pedawa menghidupkan kembali penanaman padi gaga karena padi gaga merupakan salah-satu sarana wajib dalam kegiatan ritual keagamaan yang wajib ada didalam beberapa ritual keagamaan masyarakat Desa Pedawa, (2) dalam pengelolaan penanaman padi gaga terdapat beberapa tahapan didalam penanaman padi gaga dibagi menjadi 6 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap membuka lahan, tahap menanam, tahap pemeliharaan, tahap panen, yang terakhri yaitu tahap pasca panen atau setelah panen, (3) dalam penelitian ini ada beberapa aspek yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di SMA yaitu, aspek kelompok sosial dan interaksi kelompok.Kata kunci: Desa Pedawa, Padi Gaga, Pura Pucaksari, Etnoagrikultur, Media Belajar
STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA UNDIKSHA ASAL JAKARTA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA SINGARAJA Alfrida Nola; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28955

Abstract

Ogberg mendefinisikan Culture Shock sebagai kegelisahan yang muncul akibat kehilangan semua yang familiar dalam hubungan sosial yang diendapkan menjadi suatu kecemasan yang kehilangan tanda sosial yang dikenal (Irwin:2007). Untuk mengatasi culture shock ini mahasiswa rantau Undiksha asal Jakarta mengatasinya dengan cara melakukan adaptasi sehingga dapat bertahan di lingkungan yang berbeda. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui alasan mahasiswa Jakarta perlu melakukan adaptasi, (2) Untuk mengidentifikasi strategi adaptasi yang perlu dilakukan oleh mahasiswa rantau Jakarta, (3) Untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi yang dilakukan mahasiswa sehingga dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualititatif dengan tahap-tahap pengumumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara dan ditambah dengan dokumentasi dan catatan lapangan yang ditemui. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) alasan mahasiswa melakukan adaptasi ditentukan oleh faktor tujuan, motivasi, lingkungan fisik, makanan dan komunikasi, (2) Strategi adaptasi yang dilakukan yaitu menggunakan bahasa Indonesia, Belajar mendengar dan menggunakan bahasa Bali sepatah dua patah kata, punya komunitas/organisasi yang sehat, belajar untuk mencapai tujuan yang dimiliki. (3) Aspek dari strategi adaptasi yang bisa dijadikan sumber belajar sosiologi yaitu pengertian perubahan sosial, aspek yang mempengaruhi perubahan sosial dan bentuk-bentuk perubahan sosial.Kata kunci: Culture shock, strategi adaptasi, kehidupan sosial
BEBAN GANDA PEKERJA PEREMPUAN PADA PABRIK PANCA MITRA MULTIPERDANA SITUBONDO (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG PEMILIHAN PEKERJAAN, MANAJEMEN KELUARGA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA) Qisti Sofi Mabruza; Luh Putu Sendratari; Ni Nengah Suartini
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28956

Abstract

Ideologi gender yaitu konstruksi sosial yang ada di masyarakat dalam membedakan jenis kelamin serta hak-hak dan kewajibannya (Murniati, 2004). Ideoogi gender ini menciptakan kultur antara laki-laki dan perempuan, yang menempatkan perempuan di sektor domestik sedangkan laki-laki di sektor publik. Di zaman modern saat ini ideologi gender tentang pembagian pekerjaan antara laki-laki dan perempuan sudah dianggap kuno. Hal tersebut terjadi di masyarakat Situbondo. Bukan hanya laki-laki saja yang mencari nafkah untuk keluarganya namun ibu rumah tangga juga ikut mencari nafkah untuk keluarganya. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan di Desa Kedunglo bekerja di PT. Panca Mitra Multi Perdana Situbondo, (2) Mendeskripsikan strategi pekerja perempuan dalam menjalankan peran domestik, (3) Mengidentifikasi aspek yang dapat dijadikan materi untuk dibuatkan media pembelajaran sosiologi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap pengumpulan data yakni (1) Snowball Sampling, (2) observasi, (3) metode wawancara, (4) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor yang melatarbelakangi perempuan bekerja di Desa Kedunglo yaitu, faktor ekonomi, aktualisasi diri dan status sosial, (2) strategi dalam menjalankan peran domestik yaitu, menjaga komunikasi dengan keluarga terutama dengan suami, quality time dengan keluarga, bekerjasama antara anggota keluarga, mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat bekerja, (3) aspek-aspek yang dijadikan sebagai media pembelajaran yaitu aktivitas pekerja perempuan di sektor domestik dan sektor publik. Kata kunci : pemilihan pekerjaan, beban ganda, manajemen keluarga, media pembelajaran.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN SEBAGAI MEDIA PEBELAJARAN SOSIOLOGI Heni Nursafitri; I Made Pageh; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk perubahan social yang terjadi pada Masyarakat Osing setelah dijadikannya Desa Wisata; (2) strategi masyarakat Osing untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi; (3) aspek-aspek sosiologi yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sosiologi pada bab perubahan sosial. Desa Kemiren merupakan desa yang masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat masyarakat Osing. Pemertahanan ini menjadi salah satu alasan untuk dijadikannya sebagai cagar budaya suku Osing di Banyuwangi. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perubahan pada masyarakat Osing yaitu berupa pola pemikiran masyarakat yang semakin maju, Terbetukya Pokdarwis sebagai bentuk struktur baru pada masyarakat Osing serta jenis pekerjaan yang bergerak pada sektor pariwisata. Interaksi yang terjadi antara wisatawan dengan mayarakat Osing dikhawatirkan akan membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat Osing di Desa Kemiren. oleh karena itu masyarakat Osing mempunyai strategi tersendiri dalam menghadapi perubahan yang terjadi diantaranya mulai untuk melakukan beberapa pelatihan seperti pelatihan bahasa asing, manajemen homestay, penjadwalan dalam pembacaan lontar yusuf, perbaikan jalan serta pembangunan sarana prasarana. Selain itu masyarakat Osing masih mempertahankan budaya lokal seperti mengunjungi makam buyut cilli serta melestarikan tradisi-tradisi suku osing. masyarakat Osing juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak-pihak untuk mendukung kemajuan pariwisata di Desa Kemiren. aspek-aspek yang dapat dijadikan media pembelajaran diantaranya perubahan sosial masyarakat Osing di Desa Kemiren, Pokdarwis Kencana sebagai Agent of change serta pemanfaatan prezi sebagai media pembelajaran online.Kata Kunci: Perubahan Sosial, Suku Osing, Media Pembelajaran
FENOMENA KELUARGA TUNGGAL AKIBAT PERCERAIAN DI KOTA SINGARAJA (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG DAN POLA PENGASUHAN ANAK SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA) Iin Melya Parlina; I Wayan Mudana; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28958

Abstract

Pada hakekatnya pertumbuhan anak tidak bisa dipisahkan dari peran orangtuanya. Keluarga adalah tempat sosialisasi pertama yang diberikan pada anak sejak lahir kedunia. Didalam keluarga anak akan mulai diajarkan untuk mengenal kehidupannya serta nantinya akan mengenalkan pada lingkungannya. Tetapi dalam kenyataanya dalam keluarga yang tidak utuh masih bisa menjalankan peran keluarga secara optimal walaupun tidak terdiri dari struktur keluarga yang utuh (Maryam dalam Singgih, 2004:151). Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan latar belakang fenomena keluarga tunggal muncul di kota Singaraja, (2) Mendeskripsikan sistem pola pengasuhan anak yuang di terapkan keluarga tunggal di kota Singaraja, (3) mendeskripsikan pemanfaatan isu keluarga tunggal di dalam pembelajaran sosiologi di SMA. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dnegan tahap-tahap (1) purposive sampling, (2) observasi non-pasrtisipan, (3) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) lata belakang perceraian di kota Singaraja terjadi dikarenakan latar belakang perselingkuhan, pengaruh dari pihak lain, perilaku buruk dari salah satu pasangan, masalah ekonomi dan finansial. (2) terdapat tiga pola pengasuhan anak yang diterapkan dalam keluarga tungga yaitu, pola pengasuhan otoriter, permisif, dan demokratis. (3) fenomena keluarga tunggal dapoat digunakan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA dalam materi konflik sosial.Kata kunci: keluarga tunggal akibat perceraian, pola pengasuhan anak, sumber belajar
STRATEGI SURVIVAL MASYARAKAT NELAYAN DUSUN YEHIBIYU, DESA PATAS, BALI (SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA) Fani Haryadi; I Wayan Mudana; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.28995

Abstract

Kemiskinan masyarakat nelayan merupakan suatu permasalahan sosial yang harus mendapatkan perhatian, termasuk juga yang terjadi pada masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. Strategi survival dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada musim paceklik datang melanda. Salah satu yang membuat nelayan melakukan hal tersebut karena nelayan berada pada kondisi kemiskinan yaitu dari segi perekonomian yang menyebabkan sangat susahnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada kondisi tersebut masyarakat nelayan akan melakukan strategi survival untuk mendapatkan pemasukan yang cukup bagi kehidupan keluarganya.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi kemiskinan masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 2) Mengetahui strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 3) Mengetahui aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi, di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan jenis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu tiga orang masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas, Kadus, satu pelajar dan satu guru pengajar sosiologi sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas berada pada kondisi kemiskinan disaat hasil penangkapan ikan sangat berkurang karena adanya musim paceklik. 2) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas melakukan strategi survival untuk dapat bertahan hidup bersama keluarganya. Strategi yang dilakukan antara lain strategi aktif, strategi pasif/mengurangi, dan strategi jaringan. 3) Aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan yang bisa di jadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan dengan strategi survival itu sendiri.Kata kunci: Kemiskinan, strategi survival, sumber belajar
POLA INTERAKSI MASYARAKAT NELAYAN MULTIETNIK DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA (STUDI KASUS DI PABEAN SANGSIT, SAWAN, BULELENG, BALI) Putu Suryani; Nengah Bawa Atmadja; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i1.34217

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui latar belakang hubungan masyarakat nelayan di Pabean Sangsit dalam kondisi beda etnik, agama, dan budaya, bisa terbebas dari konflik, (2) Mengetahui pola interaksi yang terjadi dalam masyarakat nelayan multietnik, di Dusun Pabean Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, (3) Mengetahui aspek-aspek yang terdapat dari penelitian ini dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran Sosiologi di SMA. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Latar belakang hubungan masyarakat nelayan di Pabean Sangsit terbebas dari konflik karena masyarakat nelayan di Dusun Pabean Sangsit memiliki nilai-nilai fundamental. Seperti nilai kearifan lokal, agama dan pancasila. Selain itu juga ada sikap komplementer dan hubungan saling menyilang atau loyalitas ganda, (2) Masyarakat nelayan di Dusun Pabean Sangsit memiliki pola interaksi assosiatif meliputi adanya kerjasama, akomodasi serta akulturasi, dan pola interaksi dissosiatif meliputi adanya persaingan dan konflik, (3) Aspek-aspek yang terdapat dari penelitian ini dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran Sosiolgi di SMA berupa power point.
STEREOTIPE GENDER PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DAN OTOMOTIF DI SMK NEGERI BALI MANDARA: IMPLIKASINYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DAN SISWI Eky Pratiwi; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i1.34218

Abstract

Stereotipe atau pelabelan salah satu bias gender yang terdapat didalam aspek pekerjaan maupun Pendidikan. Sains dan teknologi merupakan bidang yang dikenal sebagai “dunia laki-laki”, terutama dalam bidang industri laki-laki sangat diutamakan. Sedangkan perempuan hanya bekerja diranah domestik, yang jurusannya hanya tata boga, tata busana, akutansi. Semakin berkembangnya zaman, akhirnya perempuanpun ikut serta dalam bidang sains dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan latarbelakang perempuan masuk jurusan otomotif, (2) untuk menjelaskan stereotip yang muncul di jurusan Otomotif SMK Negeri Bali Mandara, (3) Untuk mengetahui implikasi terhadap prestasi belajar jurusan Otomotif SMK Negeri Bali Mandara. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada 4 peserta didik dan 2 guru Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa: (1) Pilihan perempuan masuk jurusan otomotif di SMK Negeri Bali Mandara karena faktor mendapat beasiswa penuh, keinginan sendiri serta dukungan orang tua dan juga karena hasil tes dan bakat, (2) Stereotip yang muncul di jurusan otomotif ini seperti gambar dibrosur lebih dominan laki-laki yang bekerja dibagian teknisi, sedangkan perempuan bagian komputer. Adanya pembatasan kuota bagi perempuan dan laki-laki dikelas maupun saat PKL atau magang. Dan stereotip lainnya adalah laki-laki dianggap lebih unggul bagian keterampilan, sedangkan perempuan pada teori, (3) implikasi terhadap prestasi belajar, untuk aspek keterampilan dan pengetahuan kelas X laki-laki memiliki selisih 0.5  dan perempuan selisih 1.4. Kelas XI laki-laki memiliki selisih 1.3 dan perempuan 13. Kelas XII laki-laki memiliki selisih 1.4 dan perempuan 18.7.Kata kunci: Sains dan teknolgi, Stereotipe gender,  Implikasi prestasi belajar.
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME PADA MASYARAKAT PLURAL (STUDI PADA SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA, BALI) Agus Budi Setiawan; Tuty Maryati; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i1.34219

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Karakteristik dari peserta didik di SMP Laboratorium Undiksha, (2) Nilai-nilai multikulturalisme apa saja yang ditanamkan, dan (3) Strategi yang diterapkan di sekolah dalam menanamkan nilai-nilai multikulturalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif meliputi: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) penentuan informan, (3) pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen, (4) penjaminan keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Seluruh warga SMP Laboratorium Undiksha Singaraja terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama, (2) Nilai multikulturalisme yang ditanamkan antara lain gotong royong, toleransi, tenggang rasa, dan komunikasi lintas budaya, (3) Dalam penanaman nilai-nilai multikulturalisme sekolah berperan dalam segi akademik, fasilitator, dan pencipta /penegak aturan.Kata kunci: masyarakat plural, nilai-nilai multikulturalisme, pendidikan multikultur, strategi pendidikan multikultur.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha More Issue