cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
-
Journal Mail Official
jopp@ukinstitute.org
Editorial Address
UK Institute Lucky Arya Residende 2 No.18. Jalan HOS. Cokroaminoto Kab. Pringsewu Email: jopp@ukinstitute.org Website: https://www.ukinstitute.org/journals/jopp
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Psychological Perspective
Published by Utan Kayu Publishing
ISSN : 27154785     EISSN : 27154807     DOI : https://doi.org/10.47679/jopp
JOPP (Journal of Psychological Perspective), with registered ISSN 2715-4785 (Print) and ISSN 2715-4807 (online), is a Presented to encourage and facilitate the publication of result of the research in psychology: This journal contains a article on psychology field that includes: Social Psychology Clinical Psychology Educational Psychology Industrial and Organisational Psychology Islamic Psychology JOPP (Journal of Psychological Perspective) is an international journal devoted to publishing theoretically oriented, empirical research that is at the intersection of psychology and media/mediated communication. Research topics include media uses, processes, and effects. Reports of empirical research, theory papers, state-of-the-art reviews, replication studies and meta-analyses that provide a major synthesis of primary research findings in a pivotal area will be considered. We encourage preregistrations and welcome the inclusion of supplementary materials, such as stimuli, measures, preanalysis plans, deidentified data, and code as a part of new submissions. Manuscripts will be judged by the degree to which they contribute to theory and advance the body of knowledge about the psychology of uses, processes, or effects of the media. Peer Review Policy: All research articles in this journal have undergone rigorous peer review, based on initial editor screening and anonymous refereeing by at least two anonymous referees.
Articles 228 Documents
The role of religious coping as a moderator of the relationship between psychological burden and quality of life among caregiver of women with breast cancer Rully Afrita Harlianty; Ira Paramastri
Journal of Psychological Perspective Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.022.12200006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban psikologis dengan kualitas hidup yang dimoderatori oleh koping religius pada caregiver wanita dengan kanker payudara. Subjek penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan caregiver keluarga wanita dengan kanker payudara di Ruang Instalasi Kanker Terpadu “Tulip” RSUP Dr. Sardjito. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan dalam penelitian diantaranya WHOQOL-BREF yang sudah diadaptasi sebelumnya ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur kualitas hidup, skala beban psikologis untuk mengukur beban psikologis dan skala koping religius untuk mengukur koping religius yang mana kedua skala merupakan skala yang sudah digunakan dalam penelitian sebelumnya dan dimodifikasi. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban psikologis secara signifikan memprediksi kualitas hidup (B= -0,388, p kurang dari 0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 15,0 persen, sedangkan koping religius tidak terbukti memoderatori hubungan antara beban psikologis dan kualitas hidup (p lebih dari 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban psikologis dapat mempengaruhi kualitas hidup pada caregiver wanita dengan kanker payudara. Koping religius tidak memoderatori hubungan antara beban psikologis dan kualitas hidup pada caregiver wanita dengan kanker payudara. Abstract. The aim of this study is to determine the relationship between psychological burden and quality of life moderated by religious coping among caregivers of women with breast cancer. A total of subjects in this study were 70 family caregivers of women with breast cancer in the Intensive Cancer Center “Tulip” Dr. Sardjito Hospital. Data were collected using three scales such as WHOQOL-BREF to measure the quality of life which has been previously adapted in Bahasa Indonesia, and Psychological Burden Scale to measure psychological burden and the Religious Coping Scale to measure religious coping were both measurements from a previous study which was modified to fit the subjects of study. Analysis of data using Moderated Regression Analysis. This study showed that psychological burden significantly predicts the quality of life (B= -0,388; p less than 0,01) with effective contribution 15 percent, whereas religious coping was not proven to moderate the relation between psychological burden and quality of life (p more than 0,05). In conclusion, the psychological burden could affect the quality of life among caregivers of women with breast cancer. Religious coping did not moderate the relationship between psychological burden and quality of life among caregivers of women with breast cancer.
Pelatihan berperilaku asertif untuk meningkatkan keterampilan prevensi tindakan bullying di SMP Islam Alma’mur Jakarta pusat Lina Madila
Journal of Psychological Perspective Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.12482019

Abstract

Ketidakberanian mengungkapkan secara verbal kepada perilaku bullying menjadi salah satu  mengapa bullying ini terjadi berulang. Korban belum atau takut bersikap tegas karena kekhawatiran dan ketakutan bahwa kalau melawan malah akan berakibat fatal. Pelaku bullying adalah teman-teman sekelas, terkadang juga ada yang berasal dari kakak kelas dan juga teman-teman dari kelas yang lain. Dari informasi yang diperoleh salah satu siswa yang sering melakukan tindakan bullying adalah siswa yang tinggal kelas. Pelaku seringkali diintimidasi oleh siswa-siswa lainnya sehingga mereka tidak berani untuk melawan jika diejek oleh pelaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk melatih perilaku asertif guna menimbulkan perilaku asertif dalam menghadapi bullying. Metode pre-experimental design yang digunakan adalah desain kelompok tunggal One group pre test-post tes design. Sample yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sample kecil ( n ) yaitu 22 orang siswa Sekolah SMP. Modul pelatihan berisi tentang teknik berperilaku asertif untuk meningkatkan perilaku asertif terhadap tindakan bullying. Evaluasi pelatihan menggunakan tipe – tipe evaluasi berdasarkan Pemahaman/reaksi, Pengatahuan dan keterampilan serta perubahan perilaku. Hasil analisis data terhadap pernyataan responden secara rata-rata pada sebaran data sebelum pelatihan terlihat bahwa untuk responden yang memberikan penilaian sangat sering dengan rata-rata 11, untuk responden yang memberikan penilaian sering dengan rata-rata 6 dan yang memberikan penilaian jarang dengan rata-rata 4 adapun responden yang memberikan penilaian sangat jarang dengan rata-rata 1. Bila melihat hasil secara keseluruhan rata-rata pada sebaran data sebelum pelatihan terlihat nilai tertinggi dengan rata-rata sebesar 11 nilai rata-rata tersebut berada pada kategori sangat sering, sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku asertif sangat baik. Sekolah dapat memberikan bekal ketrampilan sosial dan kesiapan mental bagi siswa melalui kegiatan training atau pelatihan secara berkala dan bekerjasama dengan lembaga profesional sehingga dapat memberi manfaat bagi kesiapan psikologis siswa.
Tingkat pengetahuan remaja tentang personal hygiene Wazni Adila; Margareta Rinjani; Prala Cinderela
Journal of Psychological Perspective Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.12492019

Abstract

Menurut Word Health Organitation (WHO), masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa, di mana pada masa itu terjadi pertumbuhan yang pesat termasuk fungsi reproduksi sehingga mempengaruhi terjadinya perubahan-perubahan perkembangan fisik, mental, maupun peran sosial (Kumalasari Intan, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang perawatan Personal Higient di SMA Muhamadiyah Tahun 2019. Metodologi Penelitian Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA Muhammadiyah kelas X yang berjumlah 271 orang. Dan sampel pada penelitian ini berjumlah 73 orang. Penelitian ini menggunakan teknik sampling Probablity sampling (Random Sampling). Hasil Penelitian Gambaran pengetahuan remaja putri tentang perawatan organ kewanitaan di SMA Muhammadiyah dalam kategori baik sebanyak 13 responden (17,8 persen). Gambaran pengetahuan remaja putri tentang perawatan organ kewanitaan di SMA Muhammadiyah dalam kategori cukup sebanyak 36 responden (49,3 persen). Gambaran pengetahuan remaja putri tentang perawatan Personal Higient di SMA Muhammadiyah dalam kategori kurang sebanyak 24 (32,9 persen). Kesimpulan Gambaran pengetahuan remaja putri tentang perawatan Personal Higient di SMA Muhammadiyah dalam kategori kurang sebanyak 24 (32,9 persen). Saran Diharapkan tenaga kesehatan lebih memperhatikan dalam pelayanan kesehatan dan meningkatkan pendidikan kesehatan atau konseling pada remaja putri tentang perawatan organ kewanitaanAbstract: According to Word Health Organitation (WHO), adolescence is a transition period from childhood to adulthood, during which period there is rapid growth including reproductive function so that it affects the changes in physical development, mental, and social roles (Kumalasari Intan , 2012). The purpose of this study was to determine the description of adolescent girls' knowledge about Personal Hygienic care in Muhamadiyah High School in 2019. Research Methodology The design of this study was descriptive. The population in this study were 271 class Muhammadiyah high school students. And the sample in this study amounted to 73 people. This study uses a sampling technique Probablity sampling (Random Sampling). Research Resultsv depictions of knowledge of young women about the care of female organs in SMA Muhammadiyah in the good category of 13 respondents (17.8 percent). Description of adolescent girls' knowledge about caring for female organs at Muhammadiyah High School in the sufficient category was 36 respondents (49.3 percent). The depiction of adolescent girls' knowledge about Personal Higient care in Muhammadiyah High School in the category of lacking as many as 24 (32.9 percent). Conclusion The description of the knowledge of young women about personal hygiene care in Muhammadiyah high schools in the category of lacking as many as 24 (32.9 percent). Suggestions It is expected that health workers pay more attention in health services and improve health education or counseling to young women about caring for female organs
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja SMA Septi Restiyana; Nopa Utari; Y Yuspita
Journal of Psychological Perspective Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.12502019

Abstract

Perilaku seksual remaja adalah segala tingkah laku seksual yang didorong oleh hasrat seksual lawan jenisnya, yang dilakukan oleh remaja sebelum mereka menikah.. Tujuan umum penelitian yaitu diketahuinya faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi adalah siswa SMA wilayah kerja Puskesmas Panjang sebanyak 1.710 orang dengan sampel sebanyak 140 orang. Analisis bivariate menggunakan Chi Square dan multivariat dengan menggunakan Regresi logistik. Hasil analisis univariat didapatkan 47,9 persen memiliki perilaku seksual kurang baik, 87,9 persen terpapar sumber informasi, 52,1 persen sosial ekonomi rendah, 87,1 persen lingkungan sosial buruk dan 66,4 persen berstatus pacaran. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara sumber informasi (p value = 0,003), status pacaran (p value = 0,000) dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara sosial ekonomi (p value = 0,592), lingkungan sosial (p value = 0,485) terhadap perilaku seksual remaja SMA wilayah kerja Puskesmas Panjang. Variabel yang paling dominan terhadap perilaku seksual remaja SMA wilayah kerja Puskesmas Panjang adalah sumber informasi dengan nilai OR 19,004 (CI=2.369–152.466). Saran bagi Puskesmas adalah melakukan inovasi dalam memberikan pendidikan, pengetahuan, pemahaman dan pembinaan mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja serta dapat mensosialisasikan bahaya paparan pornografi. Abstract: Adolescent sexual behavior is any sexual behavior that is driven by sexual desires of the opposite sex, which are carried out by adolescents before they get married. The general objective of this research is to know what factors are associated with adolescent sexual behavior. The research design used in this study was observational analytic with a cross-sectional research design. The population was 1,710 high school students working in the Puskesmas Panjang area with a sample of 140 people. Bivariate analysis using Chi Square and multivariate using logistic regression. Univariate analysis results found that 47.9 percent had bad sexual behavior, 87.9 percent were exposed to information sources, 52.1 percent were low socioeconomic, 87.1 percent were poor social environment and 66.4 percent were dating. Bivariate results show that there is a significant influence between sources of information (p value = 0.003), dating status (p value = 0,000) and there is no significant effect between socioeconomic (p value = 0.592), social environment (p value = 0.485) to the sexual behavior of high school teenagers in the work area of the Puskesmas Panjang. The most dominant variable on the sexual behavior of high school teenagers in the work area of the Puskesmas Panjang is the source of information with an OR value of 19,004 (CI = 2,369 - 152,466). Suggestions for Puskesmas are to innovate in providing education, knowledge, understanding and coaching about reproductive health to adolescents and to be able to socialize the dangers of exposure to pornography.
Psikoedukasi kesehatan dalam melakukan perawatan payudara pada ibu nifas. Adhesty Novita Xanda; Oktaria Safitri; Rina Panduwinata
Journal of Psychological Perspective Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.12512019

Abstract

Berdasarkan hasil data laporan tahunan di Provinsi Lampung tahun 2015 sebanyak 15,3 persen ibu tidak melakukan perawatan payudara, hal ini dikarenakan ibu tidak mendapatkan informasi tentang cara perawatan payudara yang benar, angka ini cukup memprihatinkan karena kesadaran masyarakat melakukan perawatan payudara masih relatif rendah, termasuk kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang cara melakukan perawatan payudara (Dinkes Provinsi Lampung, 2017). Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung tahun 2019. Jenis penilitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik. Penelitian ini mengguanakan desain penelitian one-group pretest,-one group posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung tahun 2018 yaitu sebanyak 50. Sampel yang digunakan adalah total sampel. Teknik  sampling  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini   adalah menggunakan metode accidental sampling. Distribusi frekuensi pengetahuan ibu sebelum dilakukan penyuluhan perawatan payudara sebagian besar pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 22 ibu (44 persen), sebanyak 16 ibu (32 persen) berpengetahuan cukup dan sebanyak 12 ibu (12 persen) berpengetahuan baik. Distribusi frekuensi pengetahuan ibu setelah dilakukan penyuluhan perawatan payudara sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori baik yaitu sebanyak 27 ibu (54 persen), sebanyak 15 ibu (30 persen) berpengetahuan cukup dan sebanyak 8 ibu (16 persen) berpengetahuan kurangAbstract: Based on the results of the annual report data in Lampung Province in 2015 as many as 15.3 percent of mothers did not perform breast care, this is because mothers did not get information about how to properly care for breasts, this figure is quite concerning because public awareness of breast care is still relatively high. low, including the lack of knowledge of postpartum mothers about how to perform breast care (Dinkes Lampung Province, 2017). The purpose of this study was to determine the effect of health education on the level of knowledge of postpartum mothers about breast care at the Kota Karang Bandar Lampung Community Health Center in 2019. Research This type of research is a quantitative study with an analytical research design. This study used a one-group pretest research design, one-group posttest design. The population in this study were all mothers who gave birth at the Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung in 2018, as many as 50. The sample used was the total sample. The sampling technique used in this study is to use accidental sampling method. Distribution of the frequency of knowledge of mothers before breast care counseling was in the poor category, namely 22 mothers (44 percent), 16 mothers (32 percent) had sufficient knowledge and 12 mothers (12 percent) had good knowledge. The distribution of the frequency of maternal knowledge after breast care counseling was mostly in the good category, namely 27 mothers (54 percent), 15 mothers (30 percent) had sufficient knowledge and 8 mothers (16 percent) had less knowledge.
Celebrity worship dan Impulsive buying pada Penggemar KPOP Idol Nadine Denita Asrie; Dian Misrawati
Journal of Psychological Perspective Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.022.12200008

Abstract

This study aimed to determined and explained the impact of celebrity worship on impulsive buying of idol merchandise, in this study specifically on BTS merchandise. A sample of 303 respondents were teenagers aged 13 – 21 years who loved the idol group, BTS. The sampling technique uses a snowball-sampling technique. The measuring instrument used is The Impulse Buying Tendency which has been modified with the Cronbach alpha reliability coefficient of 0.862 and the Celebrity Attitude Scale which has been modified with the Cronbach alpha reliability coefficient of 0.901. The result showed that celebrity worship had an effect on impulsive buying on BTS merchandise with an R2 value of 0.278. The results of the study that celebrity worship has an effect on impulsive buying on BTS merchandise can be seen from the t count of 10.765 more than 1.967 with a significance value p less than 0.005. The conclusion is celebrity worship has an impact on impulsive buying on BTS merchandise for teenagers who are fans of BTS. Further research can be carried out on random idol groups other than BTS, so it can be seen whether celebrity worship really affects impulsive buying of idol merchandise in general.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh celebrity worship terhadap impulsive buying pada merchandise idola, dalam penelitian ini khususnya merchandise BTS. Sampel sebanyak 303 responden merupakan remaja dengan rentang usia 12 – 20 tahun yang menggemari grup idola BTS. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowball-sampling. Alat ukur yang digunakan adalah The Impulse Buying Tendency yang telah dimodifikasi dengan koefisien reliabilitas cronbach alpha sebesar 0,862 dan Celebrity Attitude Scale yang dimodifikasi dengan koefisien reliabilitas cronbach alpha sebesar 0,901. Hasil penelitian menunjukan bahwa celebrity worship berpengaruh terhadap impulsive buying pada merchandise idola dengan nilai R2 sebesar 0,278. Hasil penelitian bahwa celebrity worship berpengaruh terhadap impulsive buying pada merchandise idola dapat dilihat dari t hitung sebesar 10,765 lebih dari 1,967 dengan nilai signifikansi p kurang dari 0,005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa celebrity worship memiliki pengaruh terhadap impulsive buying merchandise BTS pada remaja penggemar grup idola BTS. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada random grup idola lain selain BTS, sehingga dapat dilihat apakah celebrity worship benar mempengaruhi impulsive buying terhadap merchandise idola secara umum.
Diary Study sebagai Metode Pengumpulan Data pada Riset Kuantitatif: Sebuah Literature Review Denisa Apriliawati
Journal of Psychological Perspective Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.022.12200007

Abstract

Beberapa tantangan dalam penelitian kuantitatif yang masih belum bisa diatasi selama ini adalah validitas ekologis pada penelitian eksperimen dan recall bias pada penelitian survey. Guna menjawab permasalahan tersebut, penulis tertarik dengan penggunaan Diary Study/ Experience Sampling Method (ESM). ESM merupakan metode pengumpulan data secara berkala yang bersifat real-time di latar alami partisipan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review untuk menganalisis definisi, prosedur serta kelebihan dan kekurangan ESM. Berdasar hasil telaah pustaka, ESM diketahui dapat menggambarkan proses inter maupun intra-individu, memiliki validitas ekologis yang bagus, meminimalisasi recall bias dan mendapatkan data yang beragam. Sayangnya, penggunaan ESM masih terkendala beberapa hal seperti self-selction bias, atrisi, motivasi serta kompleksnya managemen maupun teknik analisis data yang digunakan. Hal-hal yang dapat mengatasi permasalahan tersebut telah didiskusikan. Abstract. Some existing challenges in quantitative research are ecological validity in experimental psychology and recall bias in the survey study. In order to answer those questions, the author was interested in the experience sampling method (ESM) or diary study. ESM is a research method that collects data frequently in participants’ real-world settings. This study performed a systematic literature review to analyze the definition, procedures, as well as the benefits and drawbacks of ESM. According to the literature review, ESM is known to describe both intra-individual (within-subject) and extra-individual (between-subject) processes, has better ecological validity compared to experimental research, can minimize recall bias, and was able to obtain various data. Unfortunately, there were some drawbacks such as self-selection bias, attrition, motivation, also the complexity of its data management and analysis. Some procedures to minimize those issues have been discussed.
Efektivitas Terapi Seni Mewarnai Terhadap Depresi Pada Remaja Putri Sayuri Asnani
Journal of Psychological Perspective Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.022.12200010

Abstract

This study aims to find the effectiveness of coloring art therapy against depression in a teenage girl in Yogyakarta. The hypothesis in this study is that there is a difference in the level of depression of the research subject before and after being given coloring art therapy. The level of depression after coloring art therapy was lower than before coloring art therapy. The sample in this study was a 13-year-old girl in Yogyakarta who had a history of being away from her parents and experienced moderate-severe depression. Coloring art therapy is given individually, twice, using drawing art media and markers. The subject’s depression level was measured using the Beck Depression Inventory (BDI) II scale from initial to final measurements. This study used one research subject with a single one-shot case study pre-experimental design. The data were analyzed by using visual inspection and qualitative analysis. The results of this study indicate that coloring art therapy is effective in reducing depression in young women.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi seni mewarnai terhadap depresi pada remaja putri di Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat depresi subjek antara sebelum diberikan terapi seni mewarnai dengan setelah terapi seni mewarnai. Tingkat depresi setelah terapi seni mewarnai lebih rendah dibanding sebelum terapi seni mewarnai.  Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di Yogyakarta yang berusia 13 tahun, memiliki riwayat pernah berjauhan dari orangtua dan mengalami depresi sedang-berat. Terapi seni mewarnai ini diberikan secara individual, dua kali, menggunakan media seni gambar dan spidol. Depresi subjek diukur dengan menggunakan skala Beck Depression Inventory (BDI) II dari pengukuran awal sampai akhir. Penelitian ini menggunakan 1 subjek penelitian dengan desain pre-eksperimen single one shot case study. Data analisis dengan inspeksi visual dan analisa kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi seni mewarnai efektif dalam menurunkan depresi pada remaja putri.
Penerapan Person-Centered Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Rendah Pada Mahasiswi STKIP Nurhayati Nurhayati
Journal of Psychological Perspective Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.12552019

Abstract

Self Confidance yang tinggi merupakan salah satu faktor penting untuk meraih prestasi bagi mahasiswa, dengan meraih prestasi yang tinggi mahasiswa akan merasa bangga dan bahagia. Berbeda dengan mahasiswa yang memiliki self confidance yang rendah, mereka tidak akan mencoba untuk berhasil dalam apapun karena mereka berpikir akan gagal jika mereka melakukannya. Mahasiswa menilai dirinya mudah pesimis, malas dalam mengerjakan tugas yang diberikan dosen, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu dan tidak bisa menargetkan lulus kuliah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri rendah pada mahasiswa dan mengetahui hasil person centered untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Metodologi yang digunakan adalah dengan pendekatan single case experiment Pada penelitian ini desain yang digunakan adalah A-B-A design, yaitu desain penelitian yang terdiri dari dua fase baseline sehingga memungkinkan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara variabel terikat dan variabel bebas. Pengukuran perilaku menggunakan metode pencatatan berupa interval recording dengan interval waktu 30 menit. Bahwa program intervensi ini, yang terdiri dari person centered  cukup efektif dalam mengatasi kepercayaan diri rendah mahasiswa. Dengan perolehan hasil yang menunjukan adanya perubahan mean persentase percaya diri yang rendah S pada tahap baseline (A1), intervensi, dan baseline (A2). Pada tahap baseline (A1), mean persentase percaya diri rendah berkisar antara 78,7 persen sampai dengan 79,8 persen. Kemudian dilakukan intervensi psikologis dalam dalam bentuk person centered. Pada tahap intervensi, mean perilaku  berkisar antara 85 persen sampai dengan 10 persen artinya mengalami penurunan. Kemudian setelah intervensi dihentikan, peneliti melakukan pengulangan baseline (A2) dan diperoleh mean persentase percaya diri rendah berada pada kisaran 21,95 persen hingga 4,05 persen dan mengalami penurunan setelah di intervensi. Dari intervensi yang dilakukan terhadap S dengan person centered terlihat bahwa terdapat perubahan yang lebih baik, yaitu berkurangnya kepercayaan diri yang rendah.
Persepsi Mahasiswa terhadap Nilai-Nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani Arini Mifti Jayanti; Putri Pusvitasari
Journal of Psychological Perspective Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.31642021

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta terhadap Nilai-nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani. Penelitian ini memiliki 1 variabel yaitu nilai-nilai kejuangan Jenderal Achmad Yani, yang mana akan diukur kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Subjek dalam penelitian berkisar antara lebiih kurang 200 anak yang sedang menjalani proses belajar mengajar di Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik suatu populasi yakni mahasiswa. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis ini digunakan untuk melihat sebaran karakteristik demografis responden dan variabel nilai-nilai kejuangan Jenderal Achmad Yani.