cover
Contact Name
Nurul Huda
Contact Email
edulab@uin-suka.ac.id
Phone
+628562635571
Journal Mail Official
edulab@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25277200     DOI : https://doi.org/10.14421/edulab.2020.51-01
Core Subject : Education,
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan e-ISSN: 2527-7200 adalah majalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Pranata Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Majalah Ilmiah Edu Lab terbit setiap bulan Juni dan Desember setiap tahun. Majalah Ilmiah Edu Lab mengkhususkan diri pada pengkajian Pengembangan dan Pengelolaan Laboratorium.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025)" : 10 Documents clear
Behaviorism Theory in a Language Environment: A Case Study of Arabic Language Proficiency at Pesantren Al-Bukhari, Southeast Sulawesi: Teori Behaviorisme dalam Lingkungan Berbahasa: Studi Kasus Penguasaan Bahasa Arab di Pesantren Al-Bukhari Sulawesi Tenggara Khofifah Khofifah; Agung Setiyawan; Mujahid Al Ghifari; Achmad Khairul Umam
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.07

Abstract

Abstract Purpose – This study aims to analyze the application of behaviorism theory in the language environment and its impact on Arabic language proficiency among santri at Pesantren Al-Bukhari Wesalo. The research focuses on two main questions: (1) how behaviorism theory is implemented, and (2) what factors influence the effectiveness of this environment in enhancing students’ mastery of the Arabic language. Design/methods/approach – A descriptive qualitative approach with a case study design was used. Participants included santri and language program coordinators. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. Data validity was ensured through source and technique triangulation. Analysis followed Miles and Huberman's model: data reduction, display, and conclusion drawing. Findings – The findings indicate that Skinner’s behaviorist principles are implemented through various language programs, including daily Arabic conversations, vocabulary memorization, thematic speeches, and summarizing Arabic media. Reinforcement is applied through punishments or fines for rule violations. Internal factors such as motivation, self-confidence, and aspirations to study in the Middle East, along with external factors like the school environment, social interactions, and teacher support, contribute to the program's effectiveness. Research implications/limitations – While the implementation is generally effective, challenges remain in student participation and limited learning facilities. This study is also limited in scope to a single pesantren (Islamic boarding school) and does not yet include the integration of digital technology. The study does not yet address the integration of digital technology. Originality/value – This study confirms that behaviorism theory can effectively enhance Arabic language proficiency through reinforcement and habituation. It also highlights opportunities for integrating digital technology in similar educational contexts. Furthermore, the study opens opportunities for integrating behaviorism with digital technology in other educational institutions. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori behaviorisme dalam lingkungan berbahasa dan dampaknya terhadap penguasaan bahasa Arab santri di Pondok Pesantren Al-Bukhari Wesalo. Fokus penelitian ini mencakup dua hal: (1) bagaimana teori behaviorisme diterapkan dalam lingkungan berbahasa di pesantren, dan (2) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi efektivitasnya. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek terdiri atas santri dan koordinator program bahasa di pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip behaviorisme Skinner diterapkan melalui berbagai program kebahasaan, seperti penggunaan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari, hafalan mufrodat, pidato tematik, serta kegiatan menonton dan merangkum media Arab. Penguatan berupa hukuman atau denda diberikan kepada santri yang melanggar aturan berbahasa. Faktor internal seperti motivasi, kepercayaan diri, dan aspirasi studi ke Timur Tengah, serta faktor eksternal seperti lingkungan pesantren, interaksi sosial, dan dukungan guru, berkontribusi terhadap efektivitas program. Implikasi/Batasan Penelitian – Meskipun implementasi program telah berjalan baik, masih terdapat tantangan berupa partisipasi santri yang belum maksimal dan keterbatasan sarana pembelajaran. Studi ini juga terbatas pada ruang lingkup satu pesantren dan belum mencakup integrasi teknologi digital. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan teori behaviorisme efektif dalam meningkatkan penguasaan bahasa Arab melalui pembiasaan dan penguatan. Studi ini juga membuka peluang untuk mengembangkan pendekatan serupa dengan integrasi teknologi digital di lembaga pendidikan lainnya.
The Development of a Student Perception Instrument for Guidance and Counseling Teachers’ Role and Its Association with Learning Motivation: Pengembangan Instrumen Persepsi Siswa Terhadap Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan Kaitannya dengan Motivasi Belajar Siswa Meri Indryani
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.05

Abstract

Abstract Purpose – This study aims to develop a valid and reliable scale instrument to measure students’ perceptions of the role of Guidance and Counseling (GC) teachers and its relation to students’ learning motivation. The instrument is expected to be a diagnostic tool for strengthening school guidance and counselling services. Design/methods/approach – This research employs a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model, which consists of five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects included one expert validator and 63 eighth-grade students from MTsN 9 Bantul, selected through cluster random sampling. The perception instrument was developed based on cognitive, affective, and conative aspects, while the learning motivation instrument was grounded in intrinsic and extrinsic motivation theories. Item validity was tested using item-total correlation, and reliability was calculated using Cronbach’s Alpha with the assistance of SPSS software. Findings – The validity test results showed that out of 73 items in the perception scale, 46 were declared valid (r > 0.254), with a reliability coefficient of 0.856. Meanwhile, out of 76 items in the learning motivation scale, 47 were valid, with a reliability coefficient of 0.838. These results indicate that both developed instruments meet the criteria for validity and reliability and are suitable for use in measurement. However, further statistical analysis is needed to quantitatively examine the relationship between students’ perceptions and their learning motivation. Research implications/limitations – The resulting instruments can be utilized by GC teachers to accurately and comprehensively identify students’ perceptions and learning motivation as a basis for service intervention planning. Nevertheless, this study’s limitation lies in its sample, which was restricted to a single school and educational level; thus, caution is needed when generalizing the findings. Originality/value – This study offers an original contribution in the form of a standardized instrument that is not widely available, particularly one that empirically integrates students’ perceptions of the GC teacher’s role with learning motivation. The added value also lies in the thorough validation approach, which combines empirical testing and expert judgment. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen skala yang valid dan reliabel untuk mengukur persepsi siswa terhadap peran guru Bimbingan dan Konseling (BK), kaitannya dengan motivasi belajar siswa. Instrumen ini diharapkan menjadi alat diagnostik yang dapat mendukung penguatan layanan BK di sekolah. Desain/metodologi/pendekatan – Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas seorang validator ahli dan 63 siswa kelas VIII MTsN 9 Bantul yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen persepsi dikembangkan berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan konatif, sedangkan instrumen motivasi belajar didasarkan pada teori motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Validitas item diuji melalui korelasi item-total dan reliabilitas dihitung menggunakan Cronbach's Alpha dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Temuan – Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 73 item skala persepsi, sebanyak 46 item dinyatakan valid (r > 0,254) dengan reliabilitas sebesar 0,856. Sedangkan dari 76 item skala motivasi belajar, sebanyak 47 item valid dengan reliabilitas sebesar 0,838. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua instrumen yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas serta layak digunakan dalam pengukuran. Namun, analisis statistik lebih lanjut antara persepsi dan motivasi perlu dilakukan untuk mengkaji keterkaitan keduanya secara kuantitatif. Implikasi/Batasan Penelitian – Instrumen yang dihasilkan dapat digunakan oleh guru BK untuk mengidentifikasi persepsi dan motivasi belajar siswa secara akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan intervensi layanan. Namun, keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan sampel yang terbatas pada satu sekolah dan jenjang pendidikan, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini menawarkan kontribusi orisinal dalam bentuk instrumen terstandar yang belum banyak tersedia, khususnya yang mengintegrasikan aspek persepsi siswa terhadap peran guru BK dengan aspek motivasi belajar secara simultan dan teruji secara empiris. Nilai tambah lainnya terletak pada pendekatan validasi menyeluruh melalui uji empiris dan profesional judgment.
The Effectiveness of Telegram Quizzes in Enhancing Arabic Language Content Mastery Among Participants of the Sabilurrasyad Arabic Course in Bandung: Efektivitas Kuis Telegram dalam Meningkatkan Penguasaan Materi Bahasa Arab bagi Peserta Kursus Bahasa Arab di Sabilurrasyad Bandung Natasya Farhati Yunis
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.01

Abstract

Purpose – This study aims to investigate the implementation, effectiveness, strengths, and limitations of the Telegram quiz feature as a learning medium in Arabic language instruction. The study adopts a quantitative descriptive approach with an experimental research design. Design/methods/approach – The study employed a descriptive quantitative approach with an experimental design using a one-group pretest-posttest model. Data were collected through questionnaires and tests (pre-test and post-test) administered to 10 course participants. The results were then analyzed through hypothesis testing using a paired sample t-test. Findings – The findings indicate a significant difference in participants' mastery of Arabic language material after using the Telegram quiz. Based on data analysis from 10 course participants, a significant improvement in Arabic language mastery was observed following the use of Telegram quizzes, with mean scores rising from 89.90 (pre-test) to 94.60 (post-test) (Sig. = 0.027 < 0.05; t = 2.645 > tₜₐbₗₑ = 2.262). The Telegram quiz feature was found to be practical and user-friendly, offering a multiple-choice format that facilitates recall and comprehension of learning material. Its interface is engaging and enjoyable, and it provides immediate feedback on whether the selected answer is correct or incorrect. However, certain limitations were identified, including the small font size that can hinder readability, the inability of quiz creators to edit questions or answers once published, and the requirement for stable internet access or data availability for implementation. Research implications/limitations – These findings suggest that Telegram quizzes can serve as an effective alternative instructional medium for non-formal Arabic language education. However, the study is limited by its focus on a single social media platform and a small sample size. Originality/value – This study contributes to the expanding body of research on digital learning media by specifically addressing the pedagogical value of Telegram’s quiz feature, a tool that has received limited attention in the context of non-formal Arabic language instruction. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi, efektivitas, kelebihan, dan keterbatasan fitur kuis Telegram sebagai media pembelajaran dalam pengajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian eksperimen. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain eksperimen menggunakan model one-group pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan tes (pre-test dan post-test) yang diberikan kepada 10 peserta kursus. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji hipotesis dengan teknik paired sample t-test. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam penguasaan materi bahasa Arab peserta setelah menggunakan kuis Telegram. Berdasarkan analisis data dari 10 peserta kursus, terjadi peningkatan signifikan dalam penguasaan bahasa Arab setelah penggunaan kuis Telegram, dengan rata-rata skor meningkat dari 89,90 (pre-test) menjadi 94,60 (post-test) (Sig. = 0,027 < 0,05; t = 2,645 > tₜₐbₗₑ = 2,262). Fitur kuis Telegram dinilai praktis dan mudah digunakan, dengan format pilihan ganda yang memudahkan peserta dalam mengingat dan memahami materi pembelajaran. Antarmukanya menarik dan menyenangkan serta memberikan umpan balik langsung mengenai jawaban yang benar atau salah. Namun, terdapat beberapa keterbatasan, seperti ukuran huruf yang kecil sehingga mengganggu keterbacaan, tidak adanya opsi untuk mengedit soal atau jawaban setelah dipublikasikan, serta kebutuhan akan koneksi internet yang stabil atau ketersediaan data. Implikasi/batasan penelitian  – Temuan ini menunjukkan bahwa kuis Telegram dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam pendidikan bahasa Arab non-formal. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu platform media sosial dan jumlah sampel yang kecil. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian media pembelajaran digital dengan secara khusus menyoroti nilai pedagogis dari fitur kuis Telegram, sebuah alat yang masih jarang dibahas dalam konteks pengajaran bahasa Arab non-formal.
Digital Madrasah Management Model Based on the Exambro Application in Islamic Education Learning: A Case Study at MAN 2 Rembang: Model Manajemen Madrasah Digital Berbasis Aplikasi Exambro pada Pembelajaran PAI: Studi Kasus di MAN 2 Rembang Maghfiroh, Rida'ul; Munajat, Nur
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.03

Abstract

Abstract Purpose – This study aims to explore the management, policies, program implementation, challenges, and alternative solutions related to the implementation of the Digital Madrasah program at MAN 2 Rembang. Design/methods/approach – Employing a qualitative field-based case study approach, data were collected through observation, interviews, and document analysis. Primary data were obtained directly from key informants, including the Madrasah Principal, Vice Principals for Curriculum and Facilities, Islamic Education (PAI) teachers, and students. Secondary data were drawn from administrative and instructional documents. Data analysis involved reduction, display, and conclusion drawing. Findings – (1) The Digital Madrasah program at MAN 2 Rembang is managed in accordance with the guidelines of the Ministry of Religious Affairs and the Ministry of Education. (2) Management is guided by official policies and implementation manuals. (3) Program implementation follows UNESCO’s ICT integration stages: emerging, applying, integrating, and transforming. (4) Key challenges include infrastructure limitations, varying digital competencies, data security concerns, exam dishonesty, limited funding, and weak oversight. (5) Proposed solutions include enhancing technological infrastructure and competencies, fostering external collaboration, and implementing continuous evaluation. Research implications/limitations – This study supports the effective implementation of the Digital Madrasah program using the Exambro application in accordance with Ministry of Religious Affairs guidelines. However, its scope is limited to a single institution, with a short data collection period and no assessment of learning outcomes. Future studies should adopt quantitative and comparative approaches for broader insights. Originality/value – This study contributes to the advancement of the Digital Madrasah initiative by integrating the Exambro application into Islamic Education learning. The findings offer practical guidance for educators and curriculum developers in designing more effective instructional strategies and provide a replicable management framework adaptable to other madrasahs. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen, kerangka kebijakan, proses implementasi, tantangan, serta solusi alternatif terkait pelaksanaan program Madrasah Digital di MAN 2 Rembang.Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data primer diperoleh dari para informan kunci, termasuk kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum dan sarana, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta peserta didik. Data sekunder bersumber dari dokumen administratif dan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan – (1) Program Madrasah Digital di MAN 2 Rembang dikelola sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan. (2) Manajemen program didasarkan pada kebijakan resmi dan buku panduan pelaksanaan. (3) Implementasi program mengikuti tahapan integrasi TIK menurut UNESCO: emerging, applying, integrating, dan transforming. (4) Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, ketimpangan kompetensi digital, risiko keamanan data, kecurangan dalam ujian, keterbatasan pendanaan, dan lemahnya pengawasan. (5) Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan infrastruktur teknologi dan kompetensi digital, penguatan kolaborasi eksternal, serta pelaksanaan evaluasi berkelanjutan.Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini mendukung implementasi efektif program Madrasah Digital, khususnya melalui penggunaan aplikasi Exambro yang sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama. Namun, cakupan penelitian terbatas pada satu lembaga pendidikan, dengan waktu pengumpulan data yang relatif singkat dan tanpa pengukuran langsung terhadap hasil belajar. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau komparatif untuk memperoleh wawasan yang lebih luas.Keaslian/kontribusi nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan inisiatif Madrasah Digital melalui integrasi aplikasi Exambro dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Temuan penelitian ini menawarkan panduan praktis bagi pendidik dan pengembang kurikulum dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif serta menyediakan model manajemen madrasah digital yang dapat direplikasi dan disesuaikan di berbagai konteks.
An Experimental Study of the Mustaqilli Method to Enhance the Reading Skills (Mahārah al-Qirā’ah) of Madrasah Tsanawiyah Students: Eksperimentasi Metode Mustaqilli untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca (Maharah Qira’ah) Siswa Madrasah Tsanawiyah Kamilatus Salsabila
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.02

Abstract

Purpose – This study aims to examine the effectiveness of the Mustaqilli method in addressing reading difficulties among eighth-grade students at MTsN 1 Kendari. Design/methods/approach – This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design. The participants consisted of eighth-grade students from MTsN 1 Kendari, divided into two groups: class VIII.3 as the experimental group and class VIII.2 as the control group. Data were collected through observation, interviews, documentation, and tests. For data analysis, the Shapiro-Wilk test was used for normality, Levene’s test for homogeneity, and the Mann-Whitney U test for non-parametric statistical analysis, with the assistance of SPSS version 26, due to the non-normal distribution of the data. Findings – The implementation of the Mustaqilli method in class VIII.3 involved: (1) the presentation of learning objectives, a brief definition of Mustaqilli, vocabulary introduction, and explanation of the material. The core activities included group analysis and sentence translation, followed by writing on the board. The lesson concluded with reflection and review by the teacher. (2) A significant difference was found in the mahārah al-qirā’ah learning outcomes between the experimental and control groups, as indicated by the Mann-Whitney test results: a significance value of 0.032 for the pre-test and 0.048 for the post-test—both below the threshold of 0.05. Thus, the hypothesis confirmed a statistically significant difference in favor of the experimental group employing the Mustaqilli method. Research implications/limitations – The study highlights the application of the Mustaqilli method in teaching mahārah al-qirā’ah to class VIII.3 as a promising alternative for improving reading skills in Arabic language learning. In addition to observations, interviews, documentation, and testing, the data collection process incorporated relevant literature, including scholarly articles and journals, to support the findings. Originality/value – This research contributes significantly to Arabic language pedagogy, particularly in enhancing mahārah al-qirā’ah, by demonstrating the effectiveness of the Mustaqilli method in fostering active and participatory comprehension for non-Arabic-speaking learners. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode Mustaqilli dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas VIII di MTsN 1 Kendari. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental. Partisipan terdiri dari siswa kelas VIII MTsN 1 Kendari yang dibagi menjadi dua kelompok: kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Untuk analisis data, digunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, serta uji Mann-Whitney U sebagai analisis statistik non-parametrik, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, mengingat data tidak berdistribusi normal. Temuan – Implementasi metode Mustaqilli di kelas VIII.3 meliputi: (1) penyampaian tujuan pembelajaran, definisi singkat metode Mustaqilli, pengenalan kosakata, dan penjelasan materi. Kegiatan inti melibatkan analisis kelompok dan penerjemahan kalimat, dilanjutkan dengan penulisan hasil di papan tulis. Pembelajaran ditutup dengan refleksi dan ulasan oleh guru. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar mahārah al-qirā’ah antara kelompok eksperimen dan kontrol, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji Mann-Whitney dengan nilai signifikansi 0,032 untuk pretest dan 0,048 untuk posttest—keduanya berada di bawah ambang batas 0,05. Dengan demikian, hipotesis mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik yang menguntungkan kelompok eksperimen yang menggunakan metode Mustaqilli. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini menyoroti penerapan metode Mustaqilli dalam pengajaran mahārah al-qirā’ah di kelas VIII.3 sebagai alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Arab. Selain observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, proses pengumpulan data juga mengintegrasikan literatur yang relevan, termasuk artikel ilmiah dan jurnal, untuk mendukung temuan. Keaslian/nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pedagogi pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam peningkatan mahārah al-qirā’ah, dengan menunjukkan efektivitas metode Mustaqilli dalam mendorong pemahaman yang aktif dan partisipatif bagi pembelajar non-Arab.
Evaluation of Laboratory Utilization at the Department of Civil Engineering, Andalas University in Enhancing Educational Services for External Parties: Evaluasi Utilisasi Laboratorium Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas dalam Meningkat Jasa Layan Pendidikan bagi Pihak Eksternal Uci Mardiani; Sabril Haris HG; Refni Herman; Muhammad Al Hasbi Ashrief
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.06

Abstract

Purpose – This study aims to evaluate the utilization level of the Civil Engineering Department (DTS) laboratories at Universitas Andalas for educational and research activities, both internally and externally, as well as their implications for enhancing educational service offerings to external parties. Design/methods/approach – The research focused on four out of eight DTS laboratories that regularly conduct undergraduate practicum and research activities: the Materials and Structures Laboratory (LMS), the Transportation and Highway Pavement Laboratory (LTJR), the Soil Mechanics Laboratory (Mektan), and the Fluid Mechanics and Hydraulics Laboratory (LMH). A descriptive qualitative approach was employed. Primary data were obtained through interviews during benchmarking visits to the Civil Engineering laboratories at Gadjah Mada University and Bandung Institute of Technology, and through interviews with internal users of the DTS laboratories. Secondary data consisted of laboratory usage schedules for internal and external undergraduate practicums. NVivo 15 software was used to analyze qualitative data, while laboratory utilization was calculated by comparing the actual usage time against the available operational time. Findings – Benchmarking results indicate that external services can be provided as long as laboratories are adequately equipped and their use does not interfere with internal activities. The utilization analysis revealed varying levels: 66.54% (LMS), 33.09% (LTJR), 80.46% (Mektan), and 85.71% (LMH). Three laboratories showed optimal usage, while LTJR exhibited significantly lower utilization. Research implications/limitations – The findings can serve as a reference for managing DTS laboratories, particularly in scheduling for internal and external users and in improving infrastructure. However, the study's limitations include an uneven distribution of laboratory usage throughout the year and extended durations required for certain research activities, especially in test specimen preparation. Originality/value – The study provides a foundation for developing strategic plans to enhance the DTS laboratories’ capacity to deliver educational services to external institutions. Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat utilisasi laboratorium di Departemen Teknik Sipil (DTS) Universitas Andalas dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penelitian, baik oleh pihak internal maupun eksternal, serta implikasinya terhadap peningkatan layanan pendidikan bagi pihak eksternal. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian difokuskan pada empat dari delapan laboratorium DTS yang aktif melaksanakan kegiatan praktikum mahasiswa S1 dan penelitian, yaitu: Laboratorium Material dan Struktur (LMS), Laboratorium Transportasi dan Perkerasan Jalan Raya (LTJR), Laboratorium Mekanika Tanah (Mektan), dan Laboratorium Mekanika Fluida dan Hidrolika (LMH). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dalam kegiatan studi banding ke laboratorium Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung, serta wawancara dengan pengguna internal laboratorium DTS. Data sekunder berupa jadwal penggunaan laboratorium untuk kegiatan praktikum internal dan eksternal. Data kualitatif dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 15, sedangkan utilisasi dihitung melalui perbandingan antara waktu penggunaan aktual dengan waktu operasional yang tersedia. Temuan – Hasil studi banding menunjukkan bahwa layanan kepada pihak eksternal dapat diberikan apabila laboratorium memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta tidak mengganggu kegiatan internal. Analisis utilisasi menunjukkan hasil yang bervariasi: 66,54% (LMS), 33,09% (LTJR), 80,46% (Mektan), dan 85,71% (LMH). Tiga laboratorium menunjukkan utilisasi yang cukup optimal, sementara LTJR menunjukkan tingkat utilisasi yang masih rendah. Implikasi/Batasan Penelitian – Hasil evaluasi ini dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan laboratorium DTS, khususnya dalam pengaturan jadwal penggunaan laboratorium bagi pihak internal dan eksternal serta peningkatan sarana dan prasarana. Namun, hasil utilisasi yang diperoleh belum sepenuhnya menggambarkan pemanfaatan laboratorium secara optimal, karena adanya ketimpangan distribusi waktu penggunaan sepanjang tahun serta durasi yang panjang pada beberapa kegiatan riset, terutama dalam proses persiapan benda uji. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini memberikan landasan dalam penyusunan strategi pengembangan laboratorium DTS, khususnya dalam memperluas layanan pendidikan bagi pihak eksternal secara terstruktur dan berkelanjutan.
Comparing the Effectiveness of Iqro’ and Tsaqifa Methods on Elderly Qur’anic Reading Skills at Nurul Iman Karanganyar : Perbandingan Efektivitas Metode Iqro’ dan Tsaqifa terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Lansia di Nurul Iman Karanganyar Amy Lia Laili
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.04

Abstract

Abstract Purpose – This study aims to compare the effectiveness of the Iqro’ and Tsaqifa methods in improving the Qur'anic reading ability among elderly women at the Nurul Iman Islamic Boarding School for the Elderly in Karanganyar. The research is grounded in the reality that cognitive decline commonly occurs with advancing age, making the selection of an appropriate instructional method a critical factor in enhancing learning outcomes and spiritual motivation among elderly learners. Design/methods/approach – A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design. The sample consisted of 54 elderly female learners, divided into two groups: the Iqro’ method group (n=28) and the Tsaqifa method group (n=26). Data were collected through an oral reading test of Surah Al-Mulk verses 1–5 and analyzed using an independent sample t-test, following tests for normality and homogeneity of variance. Findings – The results indicate that the Tsaqifa group achieved a higher mean score (59.27) compared to the Iqro’ group (53.75). Furthermore, the percentage of participants categorized as “very good” was higher in the Tsaqifa group (34.62%) than in the Iqro’ group (21.43%). The t-test revealed a statistically significant difference between the two methods (t = 2.253 > t₀.05 = 2.006; p < 0.05), indicating that the Tsaqifa method is more effective in enhancing Qur'anic reading skills among elderly learners. Research implications/limitations – The study offers practical insights for Islamic educational institutions and Qur’an instructors in selecting pedagogical methods tailored to elderly learners. It also enriches the discourse on age-sensitive Qur’anic instruction methods. However, the study is limited by its scope, being conducted in a single pesantren and involving only female participants. Originality/value – This study presents a novel contribution by quantitatively comparing two widely used Qur’anic reading methods among elderly learners—an area that has received limited scholarly attention within Islamic education research. The findings may inform curriculum development and teacher training programs based on andragogical principles and spiritual literacy for aging populations. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode Iqro’ dan Tsaqifa terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia perempuan di Pondok Pesantren Lansia Nurul Iman, Karanganyar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi kognitif, sehingga pemilihan metode pembelajaran yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi spiritual lansia. Desain/Metode/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental). Sampel penelitian terdiri dari 54 orang lansia perempuan yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok metode Iqro’ (n=28) dan kelompok metode Tsaqifa (n=26). Data dikumpulkan melalui tes membaca lisan Surah Al-Mulk ayat 1–5 dan dianalisis menggunakan uji-t (independent sample t-test) setelah uji asumsi normalitas dan homogenitas terpenuhi. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Tsaqifa memperoleh rata-rata skor lebih tinggi (59,27) dibanding kelompok Iqro’ (53,75). Persentase kategori "sangat bagus" pada kelompok Tsaqifa (34,62%) juga lebih tinggi dibanding kelompok Iqro’ (21,43%). Hasil uji-t menunjukkan thitung = 2,253 > ttabel = 2,006 dengan p < 0,05, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kedua metode. Dengan demikian, metode Tsaqifa terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia. Implikasi/batasan Penelitian – Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi lembaga pendidikan Islam dan pengajar Al-Qur’an dalam memilih metode yang sesuai untuk lansia. Hasil ini juga memperkaya kajian tentang metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis usia dan kondisi fisiologis pembelajar. Namun, keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup yang terbatas pada satu pesantren dan satu jenis kelamin. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini memiliki nilai kebaruan karena memberikan analisis perbandingan dua metode populer pembelajaran Al-Qur’an secara kuantitatif pada kelompok lansia, yang selama ini jarang menjadi fokus dalam kajian pendidikan Islam. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru berbasis pendekatan andragogi dan literasi spiritual lansia.
Mapping Research on Religious Literacy: A Bibliometric Analysis of Themes, Trends, and Educational Impact: Pemetaan Riset Literasi Keagamaan: Analisis Bibliometrik terhadap Tema, Tren, dan Dampaknya dalam Pendidikan Lukman Nur Rohman; Badar, Sulmi
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.08

Abstract

Purpose – This study aims to map the conceptual landscape of religious literacy research using a bibliometric approach. It responds to the need for a deeper understanding of religious literacy as a multidimensional concept encompassing doctrinal, pedagogical, sociocultural, and inclusive aspects, especially within pluralistic societies. Design/methods/approach – The study employed bibliometric analysis using Bibliometrix and VOSviewer. Bibliometrix supported geographic mapping and factorial analysis through dendrograms, while VOSviewer analyzed keyword co-occurrence, relevance, and occurrence scores to visualize thematic clusters. Data were sourced from peer-reviewed publications in international academic databases to map the structure of religious literacy research. Findings – Four key clusters emerged: (1) theoretical foundations (e.g., literacy, faith, practice), (2) links to education and identity (e.g., school, citizenship, diversity), (3) pedagogical and teacher-oriented themes (e.g., teacher, skill, spirituality), and (4) inclusive and contextual concerns (e.g., Islam, special needs, future). The findings indicate that religious literacy is interdisciplinary and globally relevant, although gaps persist in Southeast Asia and within digital or informal learning contexts. Research implications/limitations – This study offers a comprehensive analysis of religious literacy using VOSviewer and Bibliometrix. However, reliance on keywords may miss deeper insights from full texts, and the focus on English-language sources limits regional representation. Originality/value – This study offers a refined conceptual mapping of religious literacy and contributes insights for educational policy, curriculum development, and future research across varied cultural settings. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap konseptual dari kajian literasi keagamaan dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Penelitian ini merespons kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam terhadap literasi keagamaan sebagai konsep multidimensional yang mencakup aspek doktrinal, pedagogis, sosiokultural, dan inklusif, terutama dalam masyarakat yang pluralistik. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak Bibliometrix dan VOSviewer. Bibliometrix digunakan untuk pemetaan geografis dan analisis faktorial melalui dendrogram, sementara VOSviewer menganalisis ko-okurensi kata kunci, relevansi, dan skor kemunculan untuk memvisualisasikan klaster tematik. Data diperoleh dari publikasi yang telah melalui tinjauan sejawat (peer-reviewed) dalam basis data akademik internasional untuk memetakan struktur penelitian literasi keagamaan. Temuan – Empat klaster utama yang muncul meliputi: (1) fondasi teoritis (misalnya: literasi, iman, praktik), (2) keterkaitan dengan pendidikan dan identitas (misalnya: sekolah, kewargaan, keberagaman), (3) tema pedagogis dan yang berorientasi pada guru (misalnya: guru, keterampilan, spiritualitas), dan (4) isu inklusif dan kontekstual (misalnya: Islam, kebutuhan khusus, masa depan). Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keagamaan bersifat interdisipliner dan relevan secara global, meskipun masih terdapat kesenjangan di kawasan Asia Tenggara serta dalam konteks pembelajaran digital atau informal. Implikasi/Batasan penelitian – Studi ini menyajikan analisis komprehensif mengenai literasi keagamaan dengan menggunakan VOSviewer dan Bibliometrix. Namun, ketergantungan pada kata kunci dapat menyebabkan terlewatnya wawasan yang lebih mendalam dari isi teks secara keseluruhan, dan fokus pada sumber berbahasa Inggris membatasi representasi wilayah tertentu. Orisinalitas/Nilai – Studi ini memberikan pemetaan konseptual yang lebih terperinci mengenai literasi keagamaan dan menyumbangkan wawasan bagi kebijakan pendidikan, pengembangan kurikulum, serta penelitian di masa depan dalam berbagai konteks budaya.
Principal's Supervision Management to Enhance Teacher Pedagogical Competence: A Case Study at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan: Manajemen Supervisi Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru: Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Muflihun Ramadhan; Enung Hasanah; Dian Hidayati
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.09

Abstract

Purpose – This study aims to conduct an in-depth analysis of the principal's supervision management in enhancing the pedagogical competence of teachers at Sekolah Menengah Kejuruan (vocational high school) or SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, focusing on four main stages: planning, organizing, implementation, and monitoring of supervision. Design/methods/approach – This study employed a qualitative approach with a case study design. The research was conducted from February to April 2025, with data collected through in-depth interviews with three informants: the principal, the vice-principal for curriculum affairs, and a teacher, as well as through documentation related to school supervision. Data validity was ensured through source triangulation, while analysis was performed using the Miles & Huberman model, which includes the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings – The supervision management at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan is conducted systematically through: (1) planning that emphasizes targets for pedagogical competence development, (2) fair and transparent organization among the supervision team, (3) communicative implementation supported by digital technology, such as WhatsApp for coaching and discussions, and (4) adaptive monitoring through routine evaluations and needs-based follow-ups for teachers. Supervision serves not only as a control mechanism but also as an effective tool for professional development that fosters improvements in teaching quality. Research implications/limitations – These findings can be adopted by other vocational high schools to strengthen teacher pedagogical competence by enhancing two-way communication, utilizing digital technology, and providing continuous coaching. This study is limited to a single school with a small number of informants; therefore, the generalization of its findings should be approached with caution. Originality/value – This research offers an empirical framework for the implementation of principal supervision in a vocational high school setting by integrating digital media into the teacher coaching process. This approach enriches the literature on educational supervision in Indonesia, particularly within the context of vocational education, which demands rapid adaptation to technological advancements and industry needs. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam manajemen supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, dengan fokus pada empat tahap utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan supervisi. Desain/metode/pendekatan – Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2025, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan seorang guru, serta dokumentasi terkait supervisi sekolah. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan dengan model Miles & Huberman yang mencakup tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan – Manajemen supervisi di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan berjalan sistematis melalui: (1) perencanaan yang menitikberatkan pada target pengembangan kompetensi pedagogik, (2) pengorganisasian yang adil dan transparan di antara tim supervisi, (3) pelaksanaan yang komunikatif dengan dukungan teknologi digital seperti WhatsApp untuk coaching dan diskusi, serta (4) pengawasan adaptif melalui evaluasi rutin dan tindak lanjut berbasis kebutuhan guru. Supervisi tidak hanya menjadi alat kontrol, tetapi juga sarana pembinaan profesional yang efektif dalam mendorong peningkatan kualitas pengajaran. Implikasi/batasan penelitian – Temuan ini dapat diadopsi oleh sekolah menengah kejuruan lain untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru melalui penguatan komunikasi dua arah, pemanfaatan teknologi digital, dan pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dengan jumlah informan yang sedikit, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati. Keaslian/nilai – Penelitian ini menawarkan kerangka empiris implementasi supervisi kepala sekolah pada lingkungan SMK dengan mengintegrasikan media digital dalam proses pembinaan guru. Pendekatan ini memperkaya kajian supervisi pendidikan di Indonesia, khususnya pada konteks pendidikan vokasi yang menuntut adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Phonetic Analysis of An-Nabr in the Arabic Short Film Al-Samāʾu Tumṭir: A Prosodic Study: Analisis Fonetik An-Nabr dalam Film Pendek Bahasa Arab ‘Al-Samāʾu Tumṭir: Kajian Prosodik Muhammad Fadhil Husein; Muhammad Jafar Shodiq
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2025.101.10

Abstract

Purpose – This study aims to identify the position and realization of An-Nabr (stress) in the Arabic short film Al-Samāʾu Tumṭir, uploaded on the Arab Podcast channel. In addition, the study emphasizes the relevance of An-Nabr in contemporary phonetic research and expands the scope of Arabic prosody studies from a pedagogical level to an acoustic phonetic analysis using film as a medium. Design/methods/approach – The research employs a descriptive qualitative approach supported by acoustic phonetic analysis. The primary data consist of film dialogues, which were transcribed and annotated to identify stress. Validation was conducted through Praat software by measuring three universal stress parameters: duration (ms), intensity (dB), and fundamental frequency/F0 (Hz). Data validity was reinforced through inter-rater reliability and triangulation between manual annotation and acoustic analysis. Findings – The study identified 34 instances of An-Nabr, classified into three categories: (1) stress occurring according to the speaker’s intention to emphasize a particular meaning, (2) stress in sentences containing ḥarf nafi, ḥarf nahy, adawāt al-istifhām, and ḥarf syarṭ, and (3) stress following Arabic prosodic rules, particularly in sentences with fiʿil amr. The findings also demonstrate that An-Nabr is not only phonetic but also pragmatic. Stress can be categorized into lexical stress, phrasal stress, and emphatic stress, depending on the context of the utterance. Research implications/limitations – This study carries both theoretical and practical implications. Theoretically, it broadens Arabic prosody research by utilizing film as a natural prosodic corpus that represents speech more authentically than laboratory recordings. Practically, the findings can be applied to the development of phonetics and maharah kalām teaching materials, particularly in training learners’ prosodic awareness in Arabic. Teachers may employ films as a medium to practice stress in interrogative words, negation, and imperative sentences. Originality/value – This study is unique in that it: (1) employs an online short film as a data source for Arabic prosody, (2) applies acoustic analysis based on universal stress parameters, (3) offers methodological contributions through the combination of manual annotation, inter-rater validation, and acoustic measurement, and (4) recommends further research in the form of comparative studies between native speakers and non-Arab learners, as well as the utilization of other media corpora. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi posisi dan realisasi An-Nabr (tekanan) dalam film pendek bahasa Arab Al-Samāʾu Tumṭir yang diunggah kanal Arab Podcast. Selain itu, penelitian menegaskan relevansi An-Nabr dalam kajian fonetik kontemporer serta memperluas ruang lingkup penelitian prosodi Arab, dari tataran pedagogis menuju analisis fonetik akustik berbasis media film. Desain/metode/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis fonetik akustik. Data utama berupa dialog film, ditranskripsikan lalu dianotasi untuk mengidentifikasi tekanan. Validasi dilakukan melalui perangkat lunak Praat dengan pengukuran tiga parameter universal stres: durasi (ms), intensitas (dB), dan frekuensi dasar/F0 (Hz). Keabsahan data diperkuat dengan reliabilitas antar-penilai inter-rater reliability serta triangulasi antara anotasi manual dan analisis akustik. Temuan – Hasil penelitian menemukan 34 posisi An-Nabr yang terbagi dalam tiga kategori: (1) nabr yang muncul sesuai kehendak penutur untuk menekankan maksud tertentu, (2) nabr pada kalimat dengan ḥarf nafi, ḥarf nahy, adawāt al-istifhām, dan ḥarf syarṭ, serta (3) nabr yang mengikuti kaidah prosodi Arab, terutama pada kalimat dengan fi‘il amr. Temuan juga menunjukkan bahwa An-Nabr tidak hanya fonetik, tetapi juga pragmatik. Tekanan dapat diklasifikasikan menjadi lexical stress, phrasal stress, dan emphatic stress sesuai konteks ujaran. Implikasi/Keterbatasan Penelitian – Penelitian ini memiliki implikasi teoretis dan praktis. Secara teoretis, memperluas kajian prosodi Arab dengan memanfaatkan film sebagai korpus prosodik alami yang merepresentasikan ujaran lebih natural dibanding rekaman laboratorium. Secara praktis, hasil dapat dimanfaatkan dalam pengembangan materi ajar fonetik dan maharah kalām, khususnya melatih kesadaran prosodi pembelajar bahasa Arab. Guru dapat menggunakan film sebagai media latihan tekanan pada kata tanya, kata negasi, maupun kalimat perintah. Keaslian/nilai – Penelitian ini unik karena: (1) memanfaatkan film pendek daring sebagai sumber data prosodi Arab, (2) menerapkan analisis akustik berbasis parameter universal stres, (3) menawarkan kontribusi metodologis dengan kombinasi anotasi manual, validasi inter-rater, dan pengukuran akustik, serta (4) merekomendasikan penelitian lanjutan berupa kajian komparatif antara penutur asli dan pembelajar non-Arab maupun pemanfaatan korpus media lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 10