cover
Contact Name
bakhrul huda
Contact Email
bakhrul.huda@uinsby.ac.id
Phone
+6281331303883
Journal Mail Official
el-qist@uinsa.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Surabaya 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB)
ISSN : 22527907     EISSN : 27160335     DOI : https://doi.org/10.15642/elqist
el-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Merupakan jurnal yang terbit dua kali dalam satu tahun, bulan April dan Oktober, berisi kajian-kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, baik berupa artikel konsepsional ataupun hasil penelitian
Articles 423 Documents
Synergizing Islamic Microfinance Institution with Village Owned Enterprise Initiative: A Holistic Approach for Village Development: Sinergi Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan Badan Usaha Milik Desa: Pendekatan Komprehensif untuk Pembangunan Desa Bhinekawati, Risa
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.1-16

Abstract

This study aims at exploring potential synergies between Islamic Microfinance Institution (Baitul Maal wa Tamwil - BMT) and Village Owned Enterprise (BUMDes) as a holistic approach for improving the livelihood of people living in villages. It applies a semi-systematic review of the literature to explore potential synergies between BMT and BUMDes in strategizing and implementing their social and financial roles to improve people's prosperity and well-being. This study finds two potential models for BMT-BUMDes synergies depending on whether BMT and BUMDes already exist in the village. First, a strategic partnership model can be established when both BMT and BUMDes have been established in a village. They can form a strategic alliance as separate entities, where BMT provide social and financial supports for BUMDes based on shariah principles. Second, an integrated BMT-BUMDes can be developed in three situations: 1) when there is BMT but no BUMDes, the BMT can expand its coverage to cover BUMDes businesses; 2) when there is a BUMDes but no BMT, the BUMDes can establish a BMT as its business unit; 3) when there is no BMT or BUMDes in a village, a combination of BUMDes and BMT as an institution can be established. These two models are possible within current government regulations. Keywords: Baitul Maal wat Tamwil; BMT; BUMDes; Islamic Microfinance Institution; Village-owned Enterprise.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi sinergitas antara Lembaga Keuangan Mikro Islam (Baitul Maal wa Tamwil - BMT) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pendekatan holistik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di pedesaan. Peneliti menggunakan tinjauan literatur semi sistematis untuk mengeksplorasi potensi sinergi antara BMT dan BUMDes dalam menyusun strategi dan melaksanakan peran sosial serta keuangan mereka dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Penelitian ini menemukan dua model potensial sinergitas BMT-BUMDes dengan bergantung pada apakah sudah ada BMT dan BUMDes di desa tersebut atau tidak. Pertama, model kemitraan strategis dapat dibangun ketika BMT dan BUMDes telah dibentuk di suatu desa. Mereka dapat membentuk aliansi strategis sebagai entitas terpisah, di mana BMT memberikan dukungan sosial dan finansial kepada BUMDes berdasarkan prinsip syariah. Kedua, BMT-BUMDes yang terintegrasi dapat dikembangkan dalam tiga situasi: 1) ketika ada BMT tetapi tidak ada BUMDes, BMT dapat memperluas cakupannya untuk mencakup bisnis BUMDes; 2) bila ada BUMDes tetapi tidak ada BMT, BUMDes dapat membentuk BMT sebagai unit usahanya; 3) apabila di suatu desa belum ada BMT atau BUMDes maka dapat dibentuk gabungan BUMDes dan BMT sebagai kelembagaan. Kedua model ini dimungkinkan dalam peraturan pemerintah saat ini. Kata Kunci: Baitul Maal wat Tamwil; BMT; BUMDes; Lembaga Keuangan Mikro Syariah; Badan Usaha Milik Desa.
Halal Certification Management Procedure for Cosmetic Products in Indonesia After Government Regulation Number 31 of 2019: Prosedur Pengelolaan Sertifikasi Halal pada Produk Kosmetik Pasca Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 Alam, Azhar; Yunie Samhuri, Refita
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 2 (2021): October
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.2.114-135

Abstract

Abstract: In ensuring the halalness of a product, the Indonesian government issued Government Regulation no. 31 of 2019, following up on changes to the flow of halal certification as stated in the Halal Product Assurance Law Number 33 of 2014, which the Ministry of Religion manages, Division of the Halal Product Assurance Organizing Body (BPJPH). This study aims to reveal the differences in the management of halal certificates before and after the Halal Product Guarantee Act (UU JPH). In addition, this study also discusses the procedures carried out by LPPOM - MUI and BPJPH in the management of halal certificates for cosmetic products. This study uses a descriptive qualitative approach, with the research object being LPPOM MUI and BPJPH Banten Province. Data were obtained from interviews, literature documents. The study results indicate significant changes that occur with the emergence of the role of BPJH as the central institution authorized in the halal certification process. The management of halal certification for cosmetic products is adjusted to the tariff with categories ranging from large, medium, medium, or home industry businesses. Keywords: Cosmetics, LPPOM MUI, BPJPH, Halal Certification   Abstrak:Dalam menjamin kehalalan suatu produk, maka pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2019 menindaklanjuti perubahan alur pembuatan sertifikasi halal sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Jaminan Produk Halal Nomor 33 Tahun 2014 yang dikelola oleh Kementrian Agama Divisi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan pengelolaan sertifikat halal sebelum dan sesudah adanya Undang Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Selain itu penelitian ini juga membahas prosedur yang dilakukan LPPOM – MUI dan BPJPH dalam pengelolaan sertifikat halal pada produk kosmetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek penelitian adalah LPPOM MUI dan BPJPH Provinsi Banten. Data diperoleh dari hasil wawancara, dokumen literatur. Hasil Penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan yang terjadi dengan munculnya peran BPJH sebagai lembaga utama yang berwenang dalam proses sertifikasi halal. Pengurusan sertifikasi halal produk kosmetik disesuaikan besaran tarifnya dengan kategori jenis mulai dari besar, menengah, sedang, atau usaha industri rumah tangga. Kata Kunci : Kosmetik, LPPOM MUI, BPJPH, Sertifikasi Halal.  
Analisa Tingkat Kesehatan PT. Bank BTPN Syariah Tbk. Periode 2016 -2020 dengan Metode Camels, RGEC dan Altman Z-Score: Bank Health Level Analysis Using Camels, RGEC, and Altman Z-Score Methods on PT. Bank BTPN Syariah Tbk. Period 2016 -2020 Ashuri, Reni Kristiana; Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 12 No. 1 (2022): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2022.12.1.77-95

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the soundness of one of the Islamic banks in Indonesia, namely PT. Bank BTPN Syariah Tbk. This study is descriptive research with a quantitative approach. The data used is secondary data obtained from the annual financial statements of Bank BTPN Syariah for the period 2016-2020. The analytical technique used is the CAMELS, RGEC and Altman Z-Score methods. The overall study results show that the health of Bank BTPN Syariah in the period 2016-2020 is at the 'Very Healthy' level on the CAMELS assessment, while the RGEC assessment shows the 'Very Healthy' level and the 'Healthy' rating on the Altman Z-Score assessment. The excellent health condition of Bank BTPN Syariah during the Covid-19 pandemic was apparently inseparable from the management's efforts to carry out appropriate, focused and planned strategies and risk mitigation. The three analytical methods show similar results, so they can be used as a reference for calculating the health of other Islamic banks. Keywords: Bank Soundness Level; CAMELS; RGEC; Altman Z-Score.   Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat Kesehatan salah satu Bank Syariah di Indonesia, yaitu PT. Bank BTPN Syariah tbk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari laporan keuangan tahunan Bank BTPN Syariah periode 2016-2020. Teknik analisis yang digunakan adalah metode CAMELS, RGEC dan Altman Z-Score. Hasil penelitian secara keseluruhan memperlihatkan bahwa kesehatan Bank BTPN Syariah pada periode 2016-2020 berada pada tingkat ‘Sangat Sehat’ pada penilaian CAMELS, sedangkan penilaian RGEC menunjukkan tingkat ‘Sangat Sehat’ serta peringkat ‘Sehat’ pada penilaian Altman Z-Score. Kondisi kesehatan Bank BTPN Syariah yang baik pada masa pandemi Covid-19 ternyata tidak lepas dari usaha manajemen dalam melakukan strategi serta mitigasi risiko yang tepat, fokus dan terencana. Ketiga metode analisis menunjukkan hasil yang serupa sehingga dapat dijadikan acuan perhitungan untuk menilai kesehatan Bank Syariah yang lain. Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank; CAMELS; RGEC; Altman Z-Score.  
Inheritance Law in Minangkabau: A Comparative Study of the Application of Islamic and Customary Inheritance Law in Koto Tangah Subdistrict and Nanggalo Padang City: (Hukum Waris di Minangkabau: Studi Komparatif Penerapan Hukum Waris Islam dan Adat di Kec. Koto Tangah dan Nanggalo Kota Padang) Rahmadanil, Rahmadanil; Zuwanda, Rifka
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 2 (2021): October
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.2.151-163

Abstract

Abstract: Inheritance, according to Minangkabau custom, is given to girls, not boys. In Islam, property inheritance is regulated by Far?i? fiqh, which gives to daughters, sons, spouses of heirs (husband or wife) and even the inheritor's parents. Property inherited from generation to generation in the Minangkabau community is called "pusaka tinggi” which means high heritage. In contrast, the legacy of the parents' livelihood is called "pusaka rendah” which means low inheritance. This article wants to answer about how the inheritance of the Minangkabau community in Koto Tangah Subdistrict and Nanggalo Padang City Subdistrict. The authors use a qualitative research model and an empirical juridical approach, with the data in this article obtained from interviews, observations and document studies. The result is that the distribution of the Minangkabau community's inheritance in Koto Tangah Subdistrict and Nanggalo Padang City Subdistrict is divided into two. "Pusaka tinggi" which is the people's property and cannot be traded, will always be inherited, controlled and owned from generation to generation from the traditional female line. While the "pusaka rendah" is individual property, the inheritance distribution follows the Heir religion; if Moslem, then Far?i? fiqh can be applied. Keywords: Inheritance Law; High Heirloom; Low Inheritance; Minangkabau custom.   Abstrak: Harta peninggalan menurut adat masyarakat Minangkabau diberikan kepada anak perempuan bukan kepada anak laki-laki. Sedangkan dalam Islam, peninggalan harta diatur oleh ilmu Far?i? yang memberikan kepada anak perempuan, anak laki-laki, pasangan pewaris (suami atau istri) bahkan orang tua pewaris. Harta hasil warisan turun temurun di masyarakat Minangkabau disebut “pusaka tinggi” sedangkan peninggalan hasil pencaharian orang tua disebut “pusaka rendah”. Artikel ini ingin menjawab tentang bagaimana pembagian harta waris masyarakat Minangkabau di Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo Kota Padang. Penulis menggunakan model penelitian kualitatif dan pendekatan yuridis empiris, dengan data dalam artikel ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasilnya, bahwa pembagian harta waris masyarakat Minangkabau di Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo Kota Padang dibedakan menjadi dua. “Pusaka tinggi’ yang merupakan harta Kaum dan tidak dapat diperjualbelikan akan selalu diwarisikan, dikuasai dan dimiliki secara turun temurun dari garis perempuan secara Adat. Sedangkan “pusaka rendah” yang notabennya harta individual, pembagian warisnya mengikuti agama Pewaris, jika Muslim maka ilmu Far?i? dapat diterapkan. Kata Kunci: Hukum Waris; Pusaka Tinggi; Pusaka Rendah; Adat Minangkabau.
Analysis of The Covid-19 Pandemic Impact on Operational Risk At Muamalat Bank Lamongan Sub-Branch Office: Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Risiko Operasional Pada Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Lamongan Sholikhah, Nikmatus; Fakih, Baharudin; Felamani, Moh. Nabel; Huda, Bakhrul
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 2 (2021): October
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.2.136-150

Abstract

Abstract: The role of risk management in banking is crucial in realizing a good and healthy banking industry. This research aimed to determine how the Covid-19 pandemic impacted operational risks at the Muamalat bank Lamongan branch office. The research method used is a qualitative research method using a case study approach. This research describes how the current Covid-19 pandemic impacts banking operational risks at the Muamalat Lamongan bank branch office. The results of this research are that several operational risks must be faced by the Muamalat bank Lamongan branch office, namely reduced banking operating hours, implementation of WFH (work from home) policies for banking employees, and increased bank operational costs. There are two operational risk factors, namely, internal and external factors. To overcome operational risks during the Covid-19 pandemic, the Muamalat bank Lamongan branch office made several efforts, including implementing health protocols, opening accounts for new customers outside the office, maximizing existing technology, and restructuring financing for customers affected by Covid-19. Keywords: Pandemic Impact, Covid-19, Operational Risk,  Muamalat bank Lamongan sub-branch Office.   Abstrak: Peran manajemen risiko dalam perbankan sangat penting dalam mewujudkan industri perbankan yang baik dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap risiko operasional pada Bank Muamalat Kantor Cabang Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini fokus ingin mendeskripsikan tentang bagaimana dampak pandemi Covid-19 saat ini terhadap risiko operasional perbankan di kantor cabang bank Muamalat Lamongan. Hasil dari penelitian ini adalah beberapa risiko operasional yang harus dihadapi bank Muamalat kantor cabang Lamongan yaitu pengurangan jam operasional perbankan, penerapan kebijakan WFH (work from home) bagi pegawai perbankan, serta peningkatan biaya operasional bank. Ada dua faktor risiko operasional, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengatasi risiko operasional di masa pandemi Covid-19, Bank Muamalat kantor cabang Lamongan melakukan beberapa upaya, antara lain menerapkan protokol kesehatan, pembukaan rekening bagi nasabah baru di luar kantor, memaksimalkan teknologi yang ada, dan melakukan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah yang terdampak Covid-19. Kata Kunci: Dampak Pandemi, Covid-19, Risiko Operasional,  Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Lamongan.
The Role of the Entrepreneurship Character of Islamic Students in the Economic Independence of Islamic Boarding Schools in Bangkalan: Peran Karakter Entrepreneurship Santri dalam Kemandirian Ekonomi Pesantren di Bangkalan Rahman, Taufiqur; Ma’adi , Alan Su’ud
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 12 No. 1 (2022): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2022.12.1.38-56

Abstract

Abstract: This study aims to find out the entrepreneurial character of students in Islamic boarding schools, which functions to see phenomenologically the involvement of students in realizing the economic independence of Islamic boarding schools because, so far, Islamic boarding schools are only seen as Islamic educational institutions, but Islamic boarding schools as a community empowerment institution in the economic field still have not been exposed in detail and holistically. This study focuses on knowing the entrepreneurial character of students at Islamic boarding schools in the Bangkalan district and knowing the role of the entrepreneurial character of students with their involvement in advancing the economic independence of Islamic boarding schools in Bangkalan Regency, especially in Al-Hikam and Raudlatul Mutaallimin Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach. The data collection technique uses documentation involving observation and in-depth interviews with several Islamic boarding schools students and caregivers (Kiai) and boarding school administrators. At the same time, data analysis uses descriptive phenomenological analysis to elucidate descriptively and introspectively all consciousness of the human form and its experience in sensory, conceptual, moral, aesthetic, and religious aspects. The results of this study show that the model for inculcating entrepreneurial character values in two Islamic boarding schools in Bangkalan Regency is through explanations to students about the success of the Prophet Muhammad as an entrepreneur and through motivational words from caregivers during recitation activities of Yellow Book related to the importance of the entrepreneurship. At the same time, the role of the character of entrepreneurship in the economic independence of Islamic boarding schools is framed as being an assistant caregiver as a facilitator for other students for training students and proposing ideas to caregivers in the selection of business units established in the Islamic boarding school. Keywords: Character; Entrepreneurship; Independence; Islamic Boarding School.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter wirausaha santri di pesantren, yang berfungsi untuk melihat secara fenomenologis keterlibatan santri dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren karena selama ini pesantren hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan semata. Sehingga pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi masih belum terekspos secara detail dan holistik. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui karakter wirausaha santri pondok pesantren di Kabupaten bangkalan dan ingin mengetahui peran karakter wirausaha santri dengan keterlibatannya dalam memajukan kemandirian ekonomi pesantren khususnya di pesantren al-Hikam dan Raudlatul Mutaallimin yang menjadi objek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi berupa observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa santri, pengurus dan Kiai pesantren. Sementara itu, analisis data menggunakan analisis deskriptif fenomenologis untuk menguraikan secara deskriptif dan introspektif seluruh kesadaran bentuk manusia dan pengalamannya dalam aspek indrawi, konseptual, moral, estetika, dan religi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model penanaman nilai karakter kewirausahaan di dua pesantren di Kabupaten Bangkalan tersebut adalah melalui penjelasan kepada santri tentang keberhasilan Nabi Muhammad Saw. sebagai wirausahawan, dan juga melalui kata-kata motivasi dari Kiai saat kegiatan pengajian kitab Kuning. Sementara itu, peran karakter entrepreneurship dalam kemandirian ekonomi pesantren dibingkai sebagai asisten Kiai sebagai fasilitator bagi santri lainnya untuk melatih santri dan memberikan ide kepada pengasuh dalam pemilihan unit usaha yang didirikan di pesantren. Kata Kunci: Karakter; Kewiraswastaan; Kemandirian; Pondok Pesantren.  
Analysis of Mahada Cooperative System in Relation to Hatta Cooperative and Shariah Cooperative Concept: Analisis Sistem Koperasi Mahada Dan Relevansinya Dengan Konsep Koperasi Hatta dan Koperasi Syariah Qomar, Moh. Nurul; Salamah, Anissatus
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 2 (2021): October
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.2.182-196

Abstract

The proliferation of cooperatives in the community has become a phenomenon. This phenomenon can be classified into positive and negative side. Positive feedback can be seen from public access to capital, as it has been demonstrated that cooperatives provide business loans or consumption to the community through a mechanism that is simpler than banks. A negative assessment can be seen in the practice of loan sharks operating under the guise of saving and loan cooperative. This is in contrast to previous research, which still focuses on comparing the concept of Hatta cooperatives with the Islamic economic system. This study will look into how the cooperative system works in an Islamic boarding school. Is the system used Sharia-based, or does it refer to Hatta cooperatives' thinking? This study employs a qualitative research method (case study). The case study meant here is the existence of cooperatives under the auspices of boarding schools, but the cooperatives do not declare themselves to be sharia cooperatives. The findings show that community-based cooperatives can work great when their focus is not solely on profit. Keywords: Cooperatives, Shariah Cooperative Concept, Hatta Cooperative Concept.   Abstrak: Menjamurnya badan koperasi di masyarakat sudah menjadi sebuah fenomena. Fenomena ini dapat diklasifikasikan menjadi hal yang positif dan negatif. Umpan balik positif dapat dilihat dari akses masyarakat terhadap permodalan, seperti yang telah ditunjukkan bahwa koperasi memberikan pinjaman usaha atau hal yang bersifat konsumtif kepada masyarakat melalui mekanisme yang lebih sederhana dari pada bank. Penilaian negatif terlihat pada praktik rentenir yang berkedok koperasi simpan pinjam. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang masih fokus membandingkan konsep koperasi Hatta dengan sistem ekonomi syariah. Kajian ini akan melihat bagaimana sistem kerja sama di sebuah pondok pesantren. Apakah sistem yang digunakan berbasis syariah, atau mengacu pada pemikiran koperasi Hatta? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (studi kasus). Studi kasus yang dimaksud di sini adalah adanya koperasi yang bernaung di bawah pondok pesantren, namun koperasi tersebut tidak menyatakan diri sebagai koperasi syariah. Temuan menunjukkan bahwa koperasi berbasis masyarakat dapat bekerja dengan baik jika fokus mereka tidak semata-mata pada keuntungan. Kata Kunci: Koperasi, Konsep Koperasi Syariah, Konsep Koperasi Hatta.
Filantropi Islam: dari Teologi ke Pemberdayaan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pengelolaan Zakat di LAZISNU Rejoso-Nganjuk): Islamic Philanthropy: from Theology to Community Empowerment in the Era of the Covid-19 Pandemic (Case Study of Zakat Management at LAZISNU Rejoso-Nganjuk) Afandi, Akhmad Jazuli
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 2 (2021): October
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.2.197-214

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah signifikansi peran Lembaga Filantropi yang berbasiskan Islam dalam mengelola dana umat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kondisi perekonomian masyarakat yang mengalami tekanan, khususnya di masa pandemi covid-19 saat ini, merupakan sebuah tantangan, dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Dan Lembaga LAZISNU Rejoso – Nganjuk sebagai salah satu Lembaga filantropi memiliki beberapa program yang dipandang dapat menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik observasi partisipan dalam pengumpulan data. Peneliti kemudian memaparkan data tersebut secara deskriptif analitis. Penelitian ini berusaha untuk menjawab bagaimana gerakan Filantropi yang memiliki landasan teologis dalam Islam mampu untuk menjadi solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di masa pandemi covid-19. LAZISNU - Rejoso - Nganjuk dipilih sebagai locus penelitian karena lembaga ini memiliki beberapa program unggulan. Dan Penelitian ini menunjukkan bahwa program-program tersebut yang di antaranya adalah Santuy Dua, Pena, Portal, One Week One Manja, Abya, Dan Lazis Skill mampu untuk menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat sekitar. Kata Kunci: Filantropi Islam, Pengelolaan Zakat, Lazisnu Rejoso.   Abstract: This study aims to examine the significance of the role of Islamic-based Philanthropic Institutions in managing people's funds for community economic empowerment. The economic condition of the people who are experiencing pressure, especially during the current covid-19 pandemic, is a challenge, and requires attention from various parties. And the LAZISNU Rejoso – Nganjuk Institution as one of the philanthropic institutions has several programs that are considered to be able to answer these challenges. This study uses a qualitative approach, and uses participant observation techniques in data collection. The researcher then presented the data in an analytical descriptive manner. This study seeks to answer how the Philanthropy movement which has a theological foundation in Islam is able to become a solution for community economic empowerment, especially during the COVID-19 pandemic. LAZISNU - Rejoso - Nganjuk was chosen as the research locus because this institution has several excellent programs. And this research shows that these programs, which include Santuy Dua, Pena, Portal, One Week One Manja, Abya, and Lazis Skill, are able to become an alternative to empowering the surrounding community. Keywords: Islamic Philanthropy, Zakat Management, Lazisnu Rejoso.
Business Analysis of Selling and Buying Non-Fungible Tokens (NFT) at MarketPlace OpenSea according to The Perspective of Islamic Law: Analisis Bisnis Jual Beli Non Fungible Token (NFT) Pada MarketPlace OpenSea Menurut Perspektif Hukum Islam Sundari, Sundari; Faiza, Siti Nur; Rahma , Lailatul
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 12 No. 1 (2022): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2022.12.1.1-16

Abstract

Abstract: Non-Fungible Token is a digital asset in the form of a certificate of ownership of an artwork, such as photos, videos, songs, or games in virtual form. These digital assets are stored in the Blockchain. NFT is a derivative of cryptocurrency, and the difference is that crypto-assets such as Bitcoin are the same as physical money because they have an exchange rate and can be traded. Meanwhile, NFT does not have the exact exchange rate because of its unique nature. NFT opens new investment opportunities for investors in the country to market their work in the global market. Since the Ghozali everyday phenomenon, many people have started following Ghozali's steps by selling various kinds of NFTs in the form of selfie ID cards, pornographic content, and self-identity that contain elements of ḍarar. The study method in this research is case study qualitative phenomenology. This study aims to identify and analyze the business of buying and selling NFT on the opensea.io marketplace from an Islamic perspective. This study shows that the more people who can see the opportunities and gaps in the NFT business, the more people will be engaged in the NFT buying and selling business. Buy and sell NFT using cryptocurrency as an illegal commodity to trade because crypto-assets contain elements of gharar, ḍarar, and qimār. Even though the form of this NFT exists, when this NFT is transacted using Cryptocurrencies whose form does not exist, it can be said that this buying and selling transaction is invalid. Keywords: Buy and Sell; NFT; Opensea.io; Artwork.   Abstrak: NFT atau Non Fungible Token merupakan aset digital berupa sertifikat kepemilikan sebuah karya seni, seperti foto,vidio, lagu, atau game dalam bentuk virtual. Aset digital ini disimpan dalam blockchain. NFT merupakan turunan dari cryptocurrency, bedanya aset kripto seperti bitcoin sama halnya dengan uang fisik karena memiliki nilai tukar dan dapat diperdagangkan. Sedangkan, NFT tidak memiliki kesamaan nilai tukar karena sifatnya yang unik. NFT membuka peluang investasi baru bagi para investor di tanah air untuk memasarkan karyanya di pasar global. Semenjak fenomena Ghozali Everyday yang menjadikan foto selfinya sebagai NFT ramai diperbincangkan dimedia sosial banyak sekali yang mulai mengikuti jejak Ghozali menjual berbagai macam NFT dalam bentuk selfi KTP, konten pornografi, dan identitas diri yang mengandung unsur ḍarar (bahaya). Metode penelitian dalam penelitian ini ialah kualitatif studi kasus fenomenologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa bisnis jual beli NFT pada market place opensea.io dalam perspektif Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan Semakin banyak masyarakat yang bisa melihat kesempatan dan celah dari bisnis NFT maka akan semakin banyak masyarakat yang bergerak dalam bisnis jual beli NFT Namun sangat disayangkan untuk saat ini NFT ditransaksikan menggunakan mata uang Cryptocurrency. Jual beli NFT menggunakan mata uang  crypto sebagai komoditi haram untuk diperdagangkan. Sebab aset cyripto mengandung unsur gharar, ḍarar, dan qimār. Sekalipun wujud dari NFT ini ada namun ketika NFT ini ditransaksikan menggunakan Cryptocurency yang wujudnya tidak ada maka bisa dikatakan transaksi jual beli ini tidak sah. Kata Kunci: Jual Beli; NFT; Opensea.io; Karya Seni.
Diversifikasi Pendanaan: Dampak pada Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia: Funding Diversification: Impact on the Performance of Islamic Commercial Banks in Indonesia Yaman, Afdhal; Holle, Mohammad H.
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 12 No. 1 (2022): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2022.12.1.96-110

Abstract

Abstract: The implementation of the diversification strategy carried out by banks and how it impacts performance has become an exciting issue for academics and management practitioners to discuss because the final result of implementing the strategy is still debatable whether it can bring benefits or otherwise harm banking performance. Islamic banks, as banks that are still in the stage of development, have more significant potential to benefit from implementing a diversification strategy. This study aims to examine the effect of diversification on the performance of Islamic commercial banks in Indonesia, especially funding diversification during the 2010-2020 period. Sources of data were obtained from the official website of the Financial Services Authority www.ojk.go.id, and every Islamic commercial bank. Panel data analysis was used to regress the variables in this study. The cost to income ratio (BOPO) represents cost efficiency as a proxy for measuring the performance of Islamic commercial banks. The size of the bank, which is interacted with the diversification of funding, is used as a moderating variable. This study shows that the effect of funding diversification on Islamic commercial banks is positive and significant, and there is an interaction between bank size and funding diversification that affects the performance of Islamic commercial banks in the opposite direction. Keywords: Diversification; Adjusted Hirshmann-Herfindahl index; Cost-efficiency.   Abstrak: Penerapan strategi diversifikasi yang lakukan oleh perbankan dan bagaimana dampaknya terhadap kinerja telah menjadi isu yang menarik bagi para akademisi maupun praktisi manajemen untuk dibahas karena hasil akhir dari penerapan strategi tersebut masih diperdebatkan apakah dapat membawa manfaat atau sebaliknya berdampak negatif terhadap kinerja perbankan. Bank syariah sebagai bank yang masih dalam tahapan untuk berkembang memiliki potensi yang lebih besar untuk memperoleh manfaat dari penerapan strategi diversifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh diversifikasi terhadap kinerja bank umum syariah di Indonesia khususnya diversifikasi pendanaan selama periode tahun 2010-2020. Sumber data diperoleh dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan www.ojk.go.id dan setiap bank umum syariah. Analisis data panel digunakan sebagai metode dalam meregresi variabel-variabel pada penelitian ini. Rasio biaya terhadap pendapatan (BOPO) merepresentasikan efisiensi biaya sebagai proksi pengukuran kinerja bank umum syariah. Ukuran bank yang diinteraksikan dengan diversifikasi pendanaan digunakan sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengaruh diversifikasi pendanaan terhadap bank umum syariah adalah positif signifikan dan terdapat interaksi antara ukuran bank dengan diversifikasi pendanaan yang memengaruhi kinerja bank umum syariah secara berlawanan. Keywords: Diversifikasi; Adjusted Hirshmann-Herfindahl Index; Efisiensi Biaya.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): April (on-going) Vol. 15 No. 2 (2025): October Vol. 15 No. 1 (2025): April Vol. 14 No. 2 (2024): October Vol. 14 No. 1 (2024): April Vol. 13 No. 2 (2023): El-Qist Vol. 13 No. 2 (2023): October Vol. 13 No. 1 (2023): April Vol. 13 No. 1 (2023): El-Qist Vol. 12 No. 2 (2022): October Vol. 12 No. 2 (2022): el-Qist Vol. 12 No. 1 (2022): April Vol. 12 No. 1 (2022): el-Qist Vol. 11 No. 2 (2021): el-Qist Vol. 11 No. 2 (2021): October Vol. 11 No. 1 (2021): April Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist Vol. 10 No. 2 (2020): October Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist Vol. 10 No. 1 (2020): eL-Qist Vol. 10 No. 1 (2020): April Vol. 9 No. 2 (2019): October Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist Vol. 9 No. 1 (2019): April Vol. 9 No. 1 (2019): eL-Qist Vol. 8 No. 2 (2018): eL-Qist Vol. 8 No. 2 (2018): October Vol. 8 No. 1 (2018): eL-Qist Vol. 8 No. 1 (2018): April Vol. 7 No. 2 (2017): October Vol. 7 No. 2 (2017): eL-Qist Vol. 7 No. 1 (2017): eL-Qist Vol. 7 No. 1 (2017): April Vol. 6 No. 2 (2016): October Vol. 6 No. 2 (2016): eL-Qist Vol. 6 No. 1 (2016): April Vol. 6 No. 1 (2016): eL-Qist Vol. 5 No. 2 (2015): eL-Qist Vol. 5 No. 2 (2015): October Vol. 5 No. 1 (2015): April Vol. 5 No. 1 (2015): eL-Qist Vol. 4 No. 2 (2014): October Vol. 4 No. 2 (2014): eL-Qist: Vol. 4 No. 1 (2014): April Vol. 4 No. 1 (2014): eL-Qist: Vol. 3 No. 1 (2013): April Vol. 3 No. 1 (2013): eL-Qist: Vol. 2 No. 2 (2012): eL-Qist: Vol. 2 No. 2 (2012): October Vol. 2 No. 1 (2012): April Vol. 2 No. 1 (2012): eL-Qist: Vol. 1 No. 1 (2011): eL-Qist Vol. 1 No. 1 (2011): October More Issue