Indonesia Berdaya
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles
55 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2023)"
:
55 Documents
clear
Penerapan Media Gambar Sebagai Media Evaluasi Penguasaan Kosakata Nama-Nama Profesi Bahasa Arab
Lalu Surya Jagat;
Wulan Indah Indah Fatimatul Djamilah;
Sari Uswatun Hasanah;
Afif Alfiyanto;
Fitri Hidayati
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023355
The main objective of this study is to describe the increase in Arabic vocabulary mastery using picture media for TPA children in Kota Daro 1, Rantau Panjang, Ogan Ilir, South Sumatra. This community service activity is carried out to provide teaching related to education experienced in Kota Daro I Village itself, especially in the religious field, especially in the area of Arabic Language Education, to teach the vocabulary of professional names in Arabic using image media with the aim that children know the professional wording and create interest in the language of the Qur'an. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. Qualitative descriptive research is a type of research whose research activities are carried out in the field where researchers explain in detail and depth the data obtained in words and sentences so that they get the meaning of events, interactions and written data from the field. Data collection techniques through observation and tests. The results showed that the singing method and the media assisted in the form of pictures could help children master the vocabulary of the names of the professions that had been taught. To achieve the goal of learning Arabic, the researcher recommends learning by using image media. Using picture media can increase the attractiveness and focus of children's attention to concentrate on the subject matter and can help teachers to create an atmosphere and learning conditions that are not boring and monotonous. Abstrak: Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan penguasaan kosakata bahasa Arab dengan menggunakan media gambar pada anak-anak TPA di Kota Daro 1, Rantau Panjang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengajaran terkait pendidikan yang dialami di Desa Kota Daro I itu sendiri terutama di bidang keagamaan khususnya di bidang Pendidikan Bahasa Arab untuk mengajarakan kosa kata nama-nama profesi dalam bahasa Arab menggunakan media gambar dengan tujuan agar anak-anak mengetahui kosa kata profesi serta membuat ketertarikan dengan bahasa Al-Qur’an tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian yang kegiatan penelitiannya dilakukan dilapangan dimana peneliti menjelaskan secara merinci dan mendalam data yang didapat dengan kata dan kalimat sehingga mendapatkan makna pristiwa, interaksi dan data tertulis dari lapangan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan motode bernyanyi dan dibantu media berupa gambar dapat membantu anak-anak dalam menguasai kosa kata nama-nama profesi yang telah diajarkan. Untuk mencapai tujuan dalam pebembelajaran bahasa Arab peneliti merekomendasikan pembelajaran dengan menggunakan media gambar. Dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan daya tarik dan memfokuskan perhatian anak untuk berkonsentrasi pada materi pelajaran dan dapat membantu guru untuk menciptakan suasana dan kondisi belajar yang tidak membosankan dan monoton.
Edukasi Keluarga dengan Literasi Kesehatan di Era Pandemi Corona 19
Chandra Dewi;
Agus Pambudi Dharma;
Sarah Handayani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023404
Pandemi corona 19 saat ini sangat menghawatirkan di dunia, terutama bagi masyarakat Indonesia yang berdampak pada ekonomi dan psikologis. Dampak ini dapat dikurangi dengan literasi kesehatan bagi keluarga dengan mencari dan memahami informasi kesehatan yang tepat. Metode pelatihan ini menggunakan deskriptif dengan cara ceramah dan diskusi pada peserta sebanyak 18 orang yang merupakan Kelompok Ibu-ibu Aisyiyah Cabang Kampung Rambutan dan Ibu-ibu Peserta Sekolah Perempuan Uhamka. Peserta sudah mencari tahu, menemukan dan menilai informasi infromasi tentang hidup sehat dengan media yang terpecaya dengan cukup mudah. Peserta juga cukup mudah memahami instruksi dari dokter atau apoteker bagaimana cara meminum obat yang diresepkan dengan cukup mudah dan sangat mudah sebab resep sudah tertera dan ditulis di luar bungkus obatnya. Peserta sudah memahami membutuhkan deteksi dini penyakit agar bisa melihat kondisi kesehatan saat ini dan akan datang biar hidup lebih sehat. Peserta juga memahami peringatan tentang perilaku merokok dan minum alkohol karena dapat merusak kesehatan.
Pengenalan Metode BEBER (Belajar Sambil Bermain) Matematika bagi Guru-Guru Maarif di Surabaya
Sri Hartatik;
Pance Mariati;
Nafiah Nafiah;
Afib Rulyansah;
Siti Maghfirotun Amin
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023376
Many elementary school students consider mathematics to be the most difficult and complicated subject. Thus, students must be able to understand mathematics learning because mathematics is a means to solve everyday problems such as reading and writing. Difficulties in learning mathematics in understanding concepts must be given a solution as early as possible, otherwise students will face many problems in the future because almost all fields of study require proper mathematics. One of the factors causing learning difficulties is learning motivation and interest in learning mathematics, the low motivation and interest in learning mathematics is due to the lack of precise learning methods used in learning mathematics. Every concept or principle in mathematics that is presented in a concrete form will be well understood by students. The formation of mathematical concepts can be achieved through a series of interconnected patterns in a sequence of planned learning activities between the knowledge structure section and an active learner, using special media designed for mathematics learning. The purpose of this activity is to introduce a mathematics learning method which is the development of the dienes learning theory, namely the BEBER method, namely playing while learning mathematics. Abstrak: Banyak siswa sekolah dasar yang menganggap matematika sebagai pembelajaran yang paling sulit dan rumit. Dengan demikian, siswa harus dapat memahami pembelajaran matematika karena matematika merupakan sarana untuk memecahkan masalah sehari-hari seperti halnya membaca dan menulis. Kesulitan belajar matematika dalam memahami konsep harus diberikan solusi sedini mungkin, kalau tidak siswa akan menghadapi banyak masalah kedepannya karena hampir semua bidang studi membutuhkan matematika yang tepat. Salah satu faktor penyebab kesulitan belajar adalah motivasi belajar dan minat belajar matematika, rendahnya motivasi dan minat belajar matematika disebabkan karena kurang tepatnnya metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika. Setiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Pembentukan konsep matematika dapat dicapai melalui serangkaian pola yang saling berhubungan dalam sebuah urutan kegiatan pembelajaran yang terencana antara bagian struktur pengetahuan dengan sebuah pebelajar aktif, menggunakan media khusus yang dirancang untuk pembelajaran matematika. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan suatu metode pembelajaran matematika yang merupakan pengembangan dari teori belajar dienes yaitu metode BEBER yaitu Bermain sambil belajar matematika.
Pengaruh Metode Jarimatika terhadap Kemampuan Berhitung Siswa di SDN Jatiadi II Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo
Nailul Authar;
Afib Rulyansah;
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Surnia Maulida Azzahra
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023391
Pendekatan Jarimatika adalah cara yang baik untuk belajar mengalikan dengan bilangan besar. SDN Jatiadi II Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo mengajar siswanya menggunakan strategi ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa meskipun ada empat universitas di Kefamenanu, sejumlah besar muridnya masih kekurangan keterampilan berhitung dasar. Pendekatan Jarimatika berpotensi membuat proses pembelajaran berhitung perkalian menjadi lebih sederhana, lebih menghibur, dan tidak membebani memori otak siswa karena menghilangkan kebutuhan akan alat bantu visual dan menghafal. Meningkatkan kemampuan berhitung siswa merupakan inti dari proyek pengabdian masyarakat ini. SDN Jatiadi II di Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo menjadi tuan rumah acara ini untuk semua siswa kelas enam puluh lima. Lokakarya adalah semacam pengabdian yang tersebar selama dua hari. Pelaksanaan hari pertama meliputi review keterampilan dasar, seperti perkalian 1 sampai 5 kali, dan pengenalan teknik hitung cepat menggunakan Jarimatika untuk perkalian 6 sampai 10 kali dan 11 sampai 15 kali. Hari kedua kebaktian terdiri dari review isi hari pertama dan penyajian prosedur penghitungan cepat untuk kelompok 16-20, diikuti dengan serangkaian latihan. Setelah lokakarya berakhir, para relawan melanjutkan komitmennya dengan mendampingi dua puluh siswa. Ada bukti bahwa program pendampingan seperti ini meningkatkan prestasi akademik siswa. Rata-rata skor pre-test meningkat 55,84 poin, sedangkan rata-rata skor post-test meningkat 75 poin, menunjukkan hal ini.
Aplikasi Bantuan Pembelajaran Matematika untuk Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo
Afib Rulyansah;
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Mujad Didien Afandi;
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Ashfiyatun Najjah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023382
Ada banyak aspek kehidupan di mana belajar sangat penting. Pembelajaran dapat berlangsung di berbagai lingkungan institusional dan non-institusional. Wabah COVID-19 saat ini telah membuat banyak anak, terutama yang duduk di bangku sekolah dasar dan khususnya matematika, mempertanyakan efektivitas sistem pembelajaran online. Untuk mengatasi hal ini, pendidikan nonformal menjadi penting. Akibatnya, penulis terlibat dalam kegiatan bimbingan belajar dengan siswa di sekolah dasar untuk membantu pendidikan mereka. Bimbingan belajar adalah salah satu bentuk pendidikan ekstrakurikuler. Memanfaatkan alat bantu instruksional dapat meningkatkan efektivitas sesi les. Alat peraga, atau "alat peraga", dapat berupa barang alami atau buatan manusia. Di desa Mataloko, salah satu rumah penduduk berfungsi sebagai tempat berkumpulnya sekelompok kecil sukarelawan yang membantu siswa dengan konsep matematika melalui penggunaan alat pengajaran. Tujuan dari program pendampingan ini adalah untuk membangkitkan minat siswa terhadap matematika. Minat siswa untuk belajar mungkin telah berkurang selama pandemi covid-19, tetapi program pendampingan ini berharap dapat mengembalikan minat itu. Sesi les sering terdiri dari kombinasi ceramah dan percakapan. Dalam kuliah, instruktur pertama-tama menyajikan subjek ke kelas secara lisan. Siswa terlibat dalam diskusi melalui latihan tanya jawab yang berkaitan dengan pemahaman mereka tentang mata pelajaran yang diberikan. Latihan bimbingan belajar ini berpotensi menimbulkan rasa ingin tahu siswa tentang operasi matematika. Tanggapan siswa selama sesi bimbingan memberikan bukti akan hal ini.
Edukasi dan Pembinaan Kader Dalam Peningkatan Pengetahuan Dalam Penilaian Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di Posyandu
Gusti Lestari Handayani;
Vivianti Dewi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023412
Early detection of developmental abnormalities in infants reduces the risk of more serious illnesses. The purpose of the activity is to carry out Community Service Activities through educational activities and increase the ability of cadres in assessing growth and development as well as stimulation for toddlers at the Posyandu in the working area of the Aurduri Health Center, Jambi City, namely to increase cadre knowledge about procedures for assessing growth and development of toddlers, to be able to provide proper consultation for mothers of toddlers related to the results of the assessment of growth and development, as well as its stimulation. This community service method is carried out by providing education in the form of counseling, conducting demonstrations in assessing the growth and development of toddlers and their stimulation. and to evaluate it is done by using a pretest and post test questionnaire to assess the mother's knowledge and observation to assess the skills of cadres. The results of the implementation of the activities obtained an increase in the knowledge and skills of cadres regarding the assessment of growth and development of toddlers and their stimulation. The implementation of service activities is further enhanced in an effort to increase the knowledge and skills of cadres not only in assessing growth but also in the development of toddlers.
Optimalisasi dan Penguatan Pemahaman Kader tentang Pencegahan, Screening serta Pemeriksaan Malaria pada Ibu Hamil
Ika Wijayanti;
Siana Dondi;
Santa Erina Louise Sihombing;
Eyllonggia Mawene;
Farida Fransisca Sihotang
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023397
Malaria cases in 2017 an estimated 219 million cases of malaria occurred in the world. Malaria as one of the infectious diseases that is still a public health problem, especially in Papua, has an impact on the decline in the quality of human resources which can cause various social, economic problems, and even affect security. Nolokla and Asei Kecil are one of the villages in the working area of the Harapan Health Center in Jayapura Regency with a large number of pregnant women. Service activities in the form of cadre training. The media that will be used are cadre training modules in screening and early detection, malaria examination in pregnant women with malaria, questionnaire sheets and leaflets. Evaluation of knowledge of posyandu cadres is to provide questionnaires before and before training and evaluation of malaria in pregnant women is to do a physical examination and RDT on pregnant women. The result of this activity is an increase in knowledge of cadres and pregnant women. Abstrak: Kasus malaria pada tahun 2017 diperkirakan 219 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia. Malaria sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di Papua, berdampak kepada penurunan kualitas sumberdaya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, bahkan berpengaruh kepada stabilitas keamanan. Nolokla dan Asei Kecil merupakan salah satu desa wilayah kerja Puskesmas Harapan yang terdapat di Kabupaten Jayapura dengan jumlah ibu hamil yang banyak. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan kader. Media yang akan digunakan adalah modul pelatihan kader dalam screening dan deteksi dini, pemeriksaan malaria pada ibu hamil dengan malaria, lembar kuesioner dan leaflet. Evaluasi pengetahuan kader posyandu adalah dengan pemberian kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan dan evaluasi malaria pada ibu hamil adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik dan RDT pada ibu hamil. Hasil dari kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan pada kader dan ibu hamil.
Mendidik Generasi melalui Membaca Ekstensif: Sebuah Program Peningkatan Literasi di Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Afib Rulyansah;
Jauharotur Rihlah;
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Rohmatun Nashirin
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023380
Kepala desa Kecamatan Bantaran meminta bantuan tim pengabdian setelah mengetahui bahwa kemampuan membaca warga kecamatan tersebut rendah. Kepala desa meminta bimbingan, pelatihan, dan insentif untuk membantu warga masyarakat mengembangkan kecintaan membaca. Selain itu, pembaca masa depan bangsa dapat mengembangkan kecintaan membaca sepanjang hayat sebagai bagian dari tradisi budaya yang dinamis. Inilah sebabnya mengapa strategi membaca ekstensif, serta teknik dan metode lainnya, dibahas dan disajikan untuk pelatihan dalam latihan ini. Teknik yang menggabungkan titik awal yang ringan. Oleh karena itu, diharapkan hal ini akan mendorong anak-anak untuk mengambil buku dan membaca. Segala sesuatu yang berhubungan dengan literasi tampaknya berjalan tanpa hambatan. Buktinya dapat ditemukan dalam keinginan peserta untuk terlibat dalam debat, pertama dengan mengajukan pertanyaan dan dengan berbagi pengalaman mereka sendiri, dan kemudian dengan beralih ke kegiatan membaca yang seharusnya dilakukan oleh perpustakaan keliling itu sendiri. Ketertarikan siswa SD terhadap buku bacaan yang diberikan oleh perpustakaan keliling merupakan salah satu indikator keberhasilannya.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar: Dari Teori ke Praktis
Mustofa Mustofa;
Pance Mariati
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023371
Maarif NU Educational Institution of Surabaya City houses several schools and there are still many teachers who do not understand theoretically and practically the policy of freedom of learning, even though the teacher's understanding of curriculum reform is very essential. Teachers find it difficult to implement a policy of fredom of learning at school and in the classroom. Teachers have difficulty in developing learning methods referring to independent learning. In addition, teachers have difficulty developing an fredom of learning curriculum (just curriculum transmitter). We provide training and mentoring to teachers for three meetings intensively. The result is an increase in teacher understanding in three aspects; (1), theoretically, (2), how to implement it, and (3), how to develop curriculum. This means that training and mentoring is very important to be carried out by more competent experts. This is in line with the research by Postholm (2012), which states that it is important for teacher training to be carried out by more competent people to increase teachers' understanding of the curriculum.Abstrak: Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Surabaya menaungi beberapa sekolah. Namun sumber daya manusia yang dimiliki masih terbatas serta fasilitas yang dimiliki juga masih relatif terbatas. Masih banyak guru yang belum memahami secara teoretis dan praktis kebijakan merdeka belajar padahal pemahaman guru terhadap reformasi kurikulum sangat esensial. Guru merasa kesulitan menerapkan kebijakan merdeka belajar di sekolah dan di kelas. Guru kesulitan dalam mengembangkan metode pembelajaran merujuk pada merdeka belajar. Selain itu guru kesulitan mengembangkan kurikulum merdeka belajar (curriculum transmitter). Kami memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru selama tiga kali pertemuan dengan intensif. Hasilnya terjadi peningkatan pemahaman guru dalam tiga aspek; (1), secara teoretis, (2), bagaimana mengimplementasikannya, dan (3), bagaimana mengembangkan kurikulum. Artinya pelatihan dan pendampingan sangat penting dilakukan oleh para ahli yang lebih kompeten. Ini selaras dengan penelitian Postholm (2012), yang menyatakan bahwa pelatihan kepada guru penting dilakukan oleh orang yang lebih kompeten untuk peningkatan pemahaman guru terhadap kurikulum
Dukungan Pengembangan Bahasa Inggris Bagi Pembelajar Muda: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat di SDN Kabupaten Probolinggo
Afib Rulyansah;
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Nailul Authar;
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Alfiah Alfiah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023387
Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu para pendidik di SDN Ranuagung III dalam membuat bahan ajar bahasa Inggris. Mitra melakukan kegiatan ini sebagai tanggapan atas beberapa masalah yang mereka alami, termasuk (1) perjuangan guru untuk membuat kelas mata pelajaran bahasa Inggris tampak menarik bagi sebagian besar siswa dan (2) kenyataan bahwa beberapa siswa berjuang untuk mengikuti pembelajaran bahan dan kegiatan kelas. Dalam upaya ini, kami menggunakan pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif di setiap tingkatan, mulai dari brainstorming pertama hingga penilaian akhir. Selain menjadi fokus suatu tindakan, target juga berperan penting dalam mewujudkannya. Sedangkan Tim Pelaksana berperan sebagai pemandu sorak. Menanggapi kebutuhan mitra, kami mengusulkan kegiatan berikut: (1) memberi saran kepada pendidik tentang cara terbaik untuk mengajar bahasa Inggris, dengan fokus pada Bahasa Inggris untuk Pembelajar Muda (EYL), sehingga mereka dapat memilih pendekatan yang paling membantu mereka siswa, dan (2) memberikan saran kepada pendidik tentang cara terbaik untuk mempersiapkan dan mengembangkan perangkat pembelajaran EYL agar dapat diimplementasikan secara efektif. Peserta menunjukkan antusiasme yang besar untuk kegiatan tersebut dan berhasil menggabungkan model, metode, dan saran pembelajaran untuk Bahasa Inggris Untuk Pembelajar Muda ke dalam alat pembelajaran penuh, meningkatkan kemungkinan bahwa sumber daya ini dapat digunakan dalam pengaturan dunia nyata (ruang kelas).