cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2026)" : 14 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bidan dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan di Puskesmas Bontoramba, Kabupaten Jeneponto [Factors Influencing Midwives’ Performance in Providing Midwifery Services at Bontoramba Public Health Center, Jeneponto Regency] Kasmawati, Kasmawati; Aisyah, Aisyah; Mardi, Indrawahyuni; Zulhaedah, Zulhaedah
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261453

Abstract

Midwives’ performance is an important indicator of the quality of midwifery services in primary healthcare facilities. Optimal performance is influenced by various individual and work-related factors. This study aimed to analyze the factors influencing midwives’ performance in providing midwifery services at Bontoramba Public Health Center, Jeneponto Regency. This study employed a cross-sectional design. The population as well as the sample consisted of all midwives working at Bontoramba Public Health Center, totaling 33 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed bivariately using the Chi-Square test. The results showed a significant association between length of service and midwives’ performance (p = 0.013), workload and midwives’ performance (p = 0.027), and attitude and midwives’ performance (p = 0.013). In conclusion, length of service, workload, and attitude significantly influence midwives’ performance in providing midwifery services. Therefore, effective human resource management is needed to improve midwives’ performance through workload management, development of professional attitudes, and optimization of work experience. Abstrak. Kinerja bidan merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pelayanan kebidanan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kinerja yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik individu maupun pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan di Puskesmas Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas Bontoramba sebanyak 33 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kinerja bidan (p = 0,013), beban kerja dengan kinerja bidan (p = 0,027), serta sikap dengan kinerja bidan (p = 0,013). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa masa kerja, beban kerja, dan sikap berpengaruh terhadap kinerja bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya manajemen sumber daya manusia yang optimal untuk meningkatkan kinerja bidan melalui pengelolaan beban kerja, pembinaan sikap profesional, dan pemanfaatan pengalaman kerja.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Yulida, Yulida; Noor, Fadhiyah Noor; Khadijah, Sitti
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Hubungan Manajemen Nyeri Non-Farmakologis terhadap Kondisi Klinis pada Pasien Bedah Digestif di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin [The Relationship Between Non-Pharmacological Pain Management and Clinical Conditions in Digestive Surgery Patients at RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin] Salsabila, Nasywa Liza; Solikin, Solikin; Sukarlan, Sukarlan; Olviani, Yurida
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261472

Abstract

Digestive surgery patients often experience postoperative pain that can affect their clinical condition, including hemodynamic stability, mobilization ability, and the recovery process. Pain that is not managed optimally may hinder the healing process. Non-pharmacological pain management is one of the safe and effective nursing interventions to help control pain and support the stability of patients’ clinical conditions; however, its implementation in clinical settings is still not optimal. This study aimed to determine the relationship between non-pharmacological pain management and the clinical condition of digestive surgery patients at Sultan Suriansyah Regional Hospital, Banjarmasin. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 31 digestive surgery patients who were hospitalized at Sultan Suriansyah Regional Hospital, Banjarmasin, selected using an accidental sampling technique. Data were collected through interviews using a non-pharmacological pain management questionnaire and observation of patients’ clinical conditions based on hemodynamic data obtained from medical records. Data analysis was conducted using the Spearman’s Rho test. The results showed that most respondents did not receive non-pharmacological pain management and were in an unstable clinical condition. Bivariate analysis indicated a significant relationship between non-pharmacological pain management and the clinical condition of digestive surgery patients (p = 0.003). In conclusion, non-pharmacological pain management is associated with the clinical condition of digestive surgery patients; therefore, its optimal implementation is expected to improve clinical stability and support the patient recovery process. Abstrak. Pasien bedah digestif sering mengalami nyeri pascaoperasi yang dapat memengaruhi kondisi klinis, seperti kestabilan hemodinamik, kemampuan mobilisasi, dan proses pemulihan. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat menghambat proses penyembuhan pasien. Manajemen nyeri non-farmakologis merupakan salah satu intervensi keperawatan yang aman dan efektif untuk membantu mengendalikan nyeri serta mendukung stabilitas kondisi klinis pasien, namun penerapannya di lingkungan klinis masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen nyeri non-farmakologis dengan kondisi klinis pada pasien bedah digestif di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 pasien bedah digestif yang menjalani perawatan inap di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner manajemen nyeri non-farmakologis serta observasi kondisi klinis pasien berdasarkan data hemodinamik dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan manajemen nyeri non-farmakologis dan berada dalam kondisi klinis tidak stabil. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara manajemen nyeri non-farmakologis dengan kondisi klinis pasien bedah digestif (p = 0,003). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri non-farmakologis memiliki hubungan dengan kondisi klinis pasien bedah digestif, sehingga penerapannya secara optimal diharapkan dapat membantu meningkatkan stabilitas kondisi klinis dan mendukung proses pemulihan pasien. 
Hubungan PHBS dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 0–36 Bulan yang Tinggal di Pinggiran Sungai Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin [The Association between Clean and Healthy Living Behavior and the Incidence of Diarrhea among Infants Aged 0–36 Months Living in Riverside Areas within the Working Area of Pekauman Public Health Center Banjarmasin] Munawarah, Raudatul; Harun, Lukman; Suwandewi, Alit; Millati, Rida'
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261481

Abstract

Diarrhea in toddlers is one of the main causes of illness and death that still frequently occurs in residential areas with poor sanitation, including areas along rivers. This study aims to determine the relationship between Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) and the incidence of diarrhea in toddlers aged 0–36 months in the working area of the Pekauman Banjarmasin Community Health Center. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 98 respondents selected through purposive sampling. Data collection was conducted using a CHB questionnaire and a diarrhea incidence observation sheet. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that there was a significant relationship between PHBS and the incidence of diarrhea in toddlers (p = 0.002). Toddlers with poor PHBS had a higher proportion of diarrhea cases (75.9%) compared to toddlers in families with good PHBS (45.5%). These findings indicate that poor PHBS practices, such as not washing hands with soap, using unclean water, inadequate sanitation, low rotavirus immunization coverage, and using unsanitary toilets, contribute to the high incidence of diarrhea. This study is expected to serve as a basis for health workers in improving PHBS education programs, especially through a family approach in riverside settlements. The research outputs, in the form of leaflets and PHBS education applications, can also be used as a medium for promotive-preventive interventions in efforts to reduce the incidence of diarrhea in toddlers. Abstrak. Diare pada balita merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian yang masih sering terjadi di daerah permukiman dengan sanitasi buruk, termasuk wilayah bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita usia 0–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 98 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PHBS dan lembar observasi kejadian diare. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian diare pada balita (p = 0,002). Balita dengan PHBS yang kurang baik memiliki proporsi kejadian diare yang lebih tinggi (75,9%) dibandingkan dengan balita pada keluarga dengan PHBS yang baik (45,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa praktik PHBS yang buruk, seperti tidak mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air yang tidak bersih, sanitasi yang tidak memadai, rendahnya cakupan imunisasi rotavirus, serta penggunaan jamban yang tidak layak, berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam seperti tidak mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air yang tidak bersih, sanitasi yang tidak memadai, rendahnya cakupan imunisasi rotavirus, serta penggunaan jamban yang tidak layak, berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam  meningkatkan program edukasi PHBS, khususnya melalui pendekatan keluarga di permukiman bantaran sungai. Luaran penelitian berupa leaflet dan aplikasi edukasi PHBS juga dapat dimanfaatkan sebagai media intervensi promotif-preventif dalam upaya menurunkan kejadian diare pada balita.

Page 2 of 2 | Total Record : 14