cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 876 Documents
Peningkatan Masyarakat Domas Melalui Inovasi Produk Olahan Ikan Payus dan Optimalisasi Pemasaran Digital di Era Ekonomi Kreatif [Empowering the Domas Community Through Innovation in Processed Payus Fish Products and Optimization of Digital Marketing in the Creative Economy Era] Syifa Fajar Maulani; Wafa Nurul Hakim; Azwin Jahid Al Farizhi; Shoimah Annisa Ramadhani; Muhammad Rizky; Siti Kurotul Ainiah; Faishal Sauqi Ramadhani
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261446

Abstract

The coastal region of Banten Province possesses significant potential in the fisheries sector, particularly in Domas Village, Serang District, known for its Payus fish production. However, limited innovation in processing catches has resulted in low market value for the fish, while many fishing families rely entirely on unpredictable ocean yields due to weather factors. In response to this situation, students from the Marine Logistics Student Association (HIMALOKA) at the Indonesian Education University conducted community service activities aimed at enhancing entrepreneurial skills and economic independence among fishermen's wives. Through training on processing Payus fish into Crispy Bontot (CRISBON) products, participants were introduced to product innovation processes, attractive packaging techniques, and digital marketing strategies to expand market reach. This initiative employed a Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving the community from planning to evaluation stages. The results indicated an improvement in participants' skills in entrepreneurship, product innovation, packaging, and digital marketing, with the highest increase observed in digital marketing skills at 12.18%, demonstrating that participants began to leverage technology as a means of promotion and business development. Overall, this initiative positively contributed to the empowerment of coastal women through skill enhancement and economic independence based on local potential, while also supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) related to poverty alleviation and economic growth. Abstrak. Wilayah pesisir Provinsi Banten memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, terutama di Desa Domas, Kabupaten Serang, yang dikenal sebagai penghasil ikan Payus. Namun, keterbatasan inovasi dalam pengolahan hasil tangkapan menyebabkan nilai jual ikan masih rendah, sementara sebagian besar keluarga nelayan bergantung sepenuhnya pada hasil laut yang tidak menentu akibat faktor cuaca. Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Logistik Kelautan (HIMALOKA) Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi istri nelayan. Melalui pelatihan pengolahan ikan Payus menjadi produk Crispy Bontot (CRISBON), peserta diperkenalkan pada proses inovasi produk, teknik pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada aspek kewirausahaan, inovasi produk, kemasan, dan pemasaran digital. Peningkatan tertinggi dicapai pada kemampuan pemasaran digital sebesar 12,18%, menunjukkan bahwa peserta mulai mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap pemberdayaan perempuan pesisir melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mengenai pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.
Penerapan Model Bisnis Canvas pada POKLAHSAR di Kronjo, Kab. Tangerang [Application of the Business Model Canvas in POKLAHSAR, Kronjo, Tangerang Regency] Harlis Setiyowati; Rinny Meidiyustiani; Dewi Kusumaningsih; Nurhaliza Vania Akbariani; Irfan Maulana; Puput Aryanto
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261451

Abstract

Abstract. Small-scale fish processing activities in Kronjo District, Tangerang Regency, play a significant role in supporting the coastal community’s economy; however, they still face limitations in structured and sustainable business management. Most fish processors operate traditional businesses without a clear understanding of their business models, resulting in underutilized value-added potential. This community service activity aims to apply the Business Model Canvas (BMC) as a mentoring tool to enhance managerial capacity and business understanding among fish processors in Kronjo District. The method employed was a descriptive qualitative approach within a community engagement framework, using field observations, interviews, and focus group discussions. The results indicate that the implementation of the Business Model Canvas improved partners’ understanding of their business structure, particularly in identifying customer segments, formulating value propositions, and recognizing the relationship between cost structures and revenue streams. The application of BMC also encouraged a shift in mindset from a production-oriented approach to more structured and sustainable business management. This activity concludes that the Business Model Canvas is an effective and practical tool for community service programs aimed at strengthening small-scale fish processing businesses and enhancing the welfare of coastal communities. Abstrak. Kegiatan pengolahan ikan skala kecil di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan usaha yang terstruktur dan berkelanjutan. Sebagian besar pelaku usaha menjalankan bisnis secara tradisional tanpa pemahaman yang memadai mengenai model bisnis, sehingga potensi nilai tambah produk belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat pendampingan guna meningkatkan pemahaman dan kapasitas manajerial pengolah ikan di Kecamatan Kronjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berbasis pengabdian kepada masyarakat melalui observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terarah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Business Model Canvas membantu mitra memahami struktur bisnis secara lebih komprehensif, khususnya dalam mengidentifikasi segmen pelanggan, merumuskan proposisi nilai, serta memahami hubungan antara biaya dan pendapatan usaha. Penerapan BMC juga mendorong perubahan pola pikir mitra dari orientasi produksi menuju pengelolaan usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Business Model Canvas merupakan alat yang efektif dan aplikatif dalam program pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung penguatan usaha pengolahan ikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bidan dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan di Puskesmas Bontoramba, Kabupaten Jeneponto [Factors Influencing Midwives’ Performance in Providing Midwifery Services at Bontoramba Public Health Center, Jeneponto Regency] Kasmawati Kasmawati; Aisyah Aisyah; Indrawahyuni Mardi; Zulhaedah Zulhaedah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261453

Abstract

Midwives’ performance is an important indicator of the quality of midwifery services in primary healthcare facilities. Optimal performance is influenced by various individual and work-related factors. This study aimed to analyze the factors influencing midwives’ performance in providing midwifery services at Bontoramba Public Health Center, Jeneponto Regency. This study employed a cross-sectional design. The population as well as the sample consisted of all midwives working at Bontoramba Public Health Center, totaling 33 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed bivariately using the Chi-Square test. The results showed a significant association between length of service and midwives’ performance (p = 0.013), workload and midwives’ performance (p = 0.027), and attitude and midwives’ performance (p = 0.013). In conclusion, length of service, workload, and attitude significantly influence midwives’ performance in providing midwifery services. Therefore, effective human resource management is needed to improve midwives’ performance through workload management, development of professional attitudes, and optimization of work experience. Abstrak. Kinerja bidan merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pelayanan kebidanan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kinerja yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik individu maupun pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan di Puskesmas Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas Bontoramba sebanyak 33 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kinerja bidan (p = 0,013), beban kerja dengan kinerja bidan (p = 0,027), serta sikap dengan kinerja bidan (p = 0,013). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa masa kerja, beban kerja, dan sikap berpengaruh terhadap kinerja bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya manajemen sumber daya manusia yang optimal untuk meningkatkan kinerja bidan melalui pengelolaan beban kerja, pembinaan sikap profesional, dan pemanfaatan pengalaman kerja.
Optimalisasi Peran Bidan dalam Pelayanan Kesehatan Lansia Berbasis Pengabdian Masyarakat [Optimizing the Role of Midwives in Community Service–Based Elderly Health Care] Vivin Eka Rahmawati; Ninik Azizah; Nurul Fatimah; Angela Ditauli Lubis
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261454

Abstract

The increasing number of older adults in Indonesia has led to a higher risk of health problems, particularly non-communicable diseases. Older adults require promotive and preventive efforts to maintain quality of life and prevent disease complications. This community service activity aimed to improve older adults’ knowledge and to conduct early detection of health problems through health education and health screening. The activity was carried out as part of the FIK Mengabdi program organized by the Faculty of Health Sciences, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), on November 20, 2025, in Ngumpul Village, Jogoroto District, Jombang Regency. The participants consisted of 38 older adults, supported by four midwives, two health cadres, one nurses, and one physician. The methods included interactive health education and health screening, such as blood pressure measurement, nutritional status assessment, and brief interviews regarding health complaints. The results showed an improvement in older adults’ understanding of the importance of maintaining health and undergoing regular health check-ups. In addition, the health screening identified several older adults with elevated blood pressure A total of 78% (22 individuals) were identified with hypertension, while 23% (9 individuals) had diabetes mellitus and specific health complaints, allowing for counseling and follow-up recommendations. In conclusion, this activity was effective in increasing health awareness among older adults and supporting promotive and preventive health efforts at the community level. Abstrak. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia berimplikasi pada meningkatnya risiko masalah kesehatan, terutama penyakit tidak menular. Lansia memerlukan upaya promotif dan preventif untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah komplikasi penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia serta melakukan deteksi dini masalah kesehatan melalui penyuluhan dan skrining kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam program FIK Mengabdi yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) pada tanggal 20 Nopember 2025 di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Sasaran kegiatan adalah 38 orang lansia, dengan dukungan 4 bidan, 2 kader kesehatan, 1 perawat, dan 1 dokter. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan secara interaktif dan skrining kesehatan berupa pengukuran tekanan darah, penilaian status gizi, serta wawancara singkat terkait keluhan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan pemeriksaan rutin. Selain itu, skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi beberapa lansia dengan tekanan darah di atas normal yaitu 78% (22 orang), dengan diabetes mellitus 23% (9 orang) dan keluhan kesehatan tertentu, sehingga dapat diberikan konseling dan rekomendasi tindak lanjut. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan lansia serta mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan Siswa SMK Kesehatan Bantul tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Kosmetik melalui Edukasi Kesehatan Fella Arifatul Wahyu Utami; Iis Wahyuningsih; Isrovanigoro Isrovanigoro; Faisal Nur Arib
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261457

Abstract

Remaja merupakan kelompok konsumen kosmetik yang besar namun rentan terhadap paparan produk ilegal dan informasi yang tidak tervalidasi di media sosial. Kurangnya literasi mengenai keamanan produk dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Kegiatan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi keamanan produk kecantikan pada siswa SMK Kesehatan Bantul melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Kosmetik. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan desain evaluasi pre-test dan post-test melalui tahapan persiapan, pre-test, intervensi edukasi, dan post-test. Intervensi mencakup pemaparan materi dan diskusi interaktif tentang DAGUSIBU Kosmetik. Hasil evaluasi terhadap 18 peserta menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan secara signifikan dari 65,00±12,95 menjadi 95,56±7,05. Analisis uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), didukung dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,909 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi DAGUSIBU Kosmetik efektif dalam meningkatkan domain kognitif siswa sebagai fondasi perilaku penggunaan kosmetik yang aman dan rasional. Program ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis remaja dalam menghadapi tren di era digital.
Pemanfaatan Platform Media Sosial Instagram dan Tiktok dalam Merumuskan Strategi Konten Visual Pada fitinline.com [The Use of Instagram and TikTok in Developing Visual Content Strategies for Fitinline.com] Firman Yudianto; Dwi Nur Khafidatun Nisa; Leni Yuliana; Nur Shabrina Meutia
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261460

Abstract

The rapid development of social media as a primary digital marketing channel requires companies to implement visual content strategies that are well-directed, consistent, and aligned with audience characteristics. Fitinline.com, an educational and e-commerce platform in the fashion and textile sector, faces several challenges, including low visual consistency, monotonous content formats, and suboptimal engagement on Instagram and TikTok. This internship program aimed to analyze digital content needs, formulate visual content strategies, and implement the distinctive features of both platforms to enhance engagement and strengthen brand identity.The methods employed included initial observation of social media conditions, content performance analysis, discussions with mentors, and the implementation of strategies based on brand guidelines, content pillars, and platform-specific characteristics. The results indicate that the systematic application of visual content strategies—through consistent typography, color schemes, layouts, storytelling, and the optimization of Instagram carousel features and TikTok short-form videos—successfully increased reach, interaction, and follower growth. Therefore, the visual content strategy developed during the internship period provides a more structured direction for digital content management and has the potential to strengthen Fitinline.com’s position as a credible fashion education platform on social media. Abstrak. Should Perkembangan media sosial sebagai kanal utama digital marketing menuntut perusahaan untuk memiliki strategi konten visual yang terarah, konsisten, dan relevan dengan karakter audiens. Fitinline.com sebagai platform edukasi dan e-commerce di bidang fashion dan tekstil menghadapi tantangan berupa rendahnya konsistensi visual, format konten yang monoton, serta engagement yang belum optimal pada platform Instagram dan TikTok. Kegiatan magang ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konten digital, merumuskan strategi konten visual, serta mengimplementasikan pemanfaatan fitur khas kedua platform guna meningkatkan engagement dan penguatan identitas merek. Metode yang digunakan meliputi observasi kondisi awal media sosial, analisis performa konten, diskusi dengan mentor, serta implementasi strategi berbasis brand guideline, content pillar, dan karakteristik platform. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan strategi konten visual yang sistematis melalui konsistensi tipografi, warna, layout, storytelling, serta optimalisasi fitur carousel Instagram dan video pendek TikTok mampu meningkatkan jangkauan, interaksi, dan pertumbuhan pengikut. Dengan demikian, strategi konten visual yang dirumuskan selama periode magang terbukti memberikan arah pengelolaan konten digital yang lebih terstruktur dan berpotensi memperkuat posisi Fitinline.com sebagai platform edukasi fashion yang kredibel di media sosial.
Ketika Giveaway Menjadi Modus Kejahatan: Perlindungan Hukum Korban di Era Digital [When Giveaways Become a Criminal Modus Operandi: Legal Protection for Victims in the Digital Era] Moh. Azaz Abbas Marzuqi; Subekti Subekti; Fathul Hamdani; Muhammad Yustino Aribawa
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261461

Abstract

The advancement of information technology has facilitated the widespread use of giveaways on social media platforms, which have increasingly been exploited by unscrupulous actors as a form of fraudulent activity. This study examines the legal protection afforded to victims of giveaway-related fraud on social media. Such schemes are commonly perpetrated by impersonating public figures or official accounts to obtain money or personal data from unsuspecting users. From a legal standpoint, these actions constitute the criminal offense of fraud as stipulated in Article 378 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) and a violation of Article 28(1) of the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), which prohibits the dissemination of false or misleading information that results in consumer losses in electronic transactions. The findings underscore the necessity of a comprehensive legal approach that extends beyond the punishment of offenders to include preventive strategies, such as strengthening digital platform governance, enhancing public digital literacy, and fostering close coordination among regulatory authorities, including the Financial Services Authority (OJK), Bank Indonesia, and electronic system operators, to support early detection and effective victim recovery. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan fenomena giveaway di media sosial yang kini sering disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab sebagai modus penipuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi korban penipuan giveaway di media sosial. Praktik penipuan ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan nama tokoh terkenal atau akun resmi untuk meminta sejumlah uang maupun data pribadi korban. Secara hukum, tindakan ini dikualifikasikan sebagai tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP serta pelanggaran terhadap Pasal 28 ayat (1) UU ITE mengenai penyebaran berita bohong yang merugikan konsumen dalam transaksi elektronik. Hasil analisis menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pada aspek pencegahan melalui penguatan tata kelola platform digital, peningkatan literasi digital masyarakat, serta koordinasi yang erat antara otoritas seperti OJK, Bank Indonesia, dan penyelenggara sistem elektronik untuk deteksi dini dan pemulihan korban.
Improving the Managerial Capacity of Al Washliyah School Principals through a Strategic Workshop at the School Leaders Forum Larasati Nur Kharomah; Rismayanti Rismayanti; Arya Prandana
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261463

Abstract

This community service program aimed to enhance the managerial capacity of school principals under the auspices of Al Washliyah through strategic workshops conducted within the School Leaders Forum. The program employed a Service Learning approach that integrated academic knowledge with practical engagement to address real managerial challenges faced by school leaders in the era of educational reform and Society 5.0. The preparation stage involved a needs assessment, literature review, and SWOT analysis to ensure that the intervention was contextually relevant and responsive to institutional conditions. Based on this analysis, a competency-based workshop curriculum was developed, focusing on conceptual, technical, and interpersonal managerial skills. The program was implemented through a series of strategic workshop sessions covering educational strategic planning, alignment with the National Education Standards, digital leadership, teacher performance management, and stakeholder collaboration. The results indicate that the program contributed to improved strategic thinking, increased digital awareness, and strengthened supervisory and motivational competencies among participating principals. Furthermore, the School Leaders Forum functioned as an effective professional learning community that facilitated peer collaboration and reflective leadership practices. Overall, the program demonstrates that structured capacity-building initiatives conducted through professional forums can support the transformation of school principals into instructional and transformational leaders, thereby fostering sustainable improvements in school quality and organizational competitiveness.
Collaboration Model between Families and Awaliyah Islamic Boarding Schools in Forming Digital Policies for Students Based on Noble Morals Badrul Helmi; Bahrul Jamil; Lidra Agustina
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261466

Abstract

The digital era presents significant challenges for the character formation of santri in Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), particularly due to unfiltered information flows and limited ethical guidance in online environments. This Community Service (Pengabdian Kepada Masyarakat / PKM) program aimed to develop an integrative collaboration model between families and madrasah to foster digital wisdom grounded in akhlakul karimah. The program employed an educative and collaborative intervention involving teachers, parents, and santri, beginning with problem identification through digital literacy surveys and focus group discussions. The intervention framework was informed by Bronfenbrenner’s ecological systems theory, Islamic moral philosophy derived from the teachings of Luqman al-Hakim, and Lickona’s character education model encompassing moral knowing, moral feeling, and moral action. The results indicate improved ethical awareness, moral decision-making, and self-regulation in santri’s digital behavior, alongside strengthened parental mediation and teacher facilitation. The findings highlight that consistent value alignment between home and madrasah environments is essential for sustainable digital character development. This PKM program demonstrates that faith-based, ecosystem-oriented approaches offer an effective strategy for cultivating digitally literate yet morally grounded students in the digital age.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Ali Rakhman Hakim; Yulida Yulida; Fadhiyah Noor Noor; Sitti Khadijah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.