cover
Contact Name
Rozihan Anwar
Contact Email
kopertais10@walisongo.ac.id
Phone
+628978008070
Journal Mail Official
kopertais10@walisongo.ac.id
Editorial Address
Gedung Kopertais Lt.2, Kampus UIN Walisongo Jln. Walisongo 3-5, Semarang 50185
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 18296300     EISSN : 25273205     DOI : 10.21580/wa.v6i2
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial, is a journal published by Kopertais Wilayah X Jawa Tengah. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial is an academic journal published twice a year (every six months, ie April and October). Wahana Akademika: Jurnal Studi islam dan Sosial, focusing on social sciences, religious studies, education and management. Wahana Akademika: Jurnal Studi islam dan Sosial is open to the contributions of experts from related disciplines.
Articles 378 Documents
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL PADA DA’I BADAN KOORDINASI MASJID DAN MUSHOLLA KABUPATEN KUTAI TIMUR Bagus, Sobirin; Bakri, Maskuri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.8689

Abstract

Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada da’i BKMM Kutai Timur memang perlu dilaksanakan demi pengamalan multikulturalisme yang lebih komprehensif karena multikulturalisme merupakan hal yang baru dalam konteks ketimuran seperti di kabupaten Kutai Timur. Artikel ini ditulis tujuannya adalah untuk menganalisis dan menguraikan nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan, proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural, dan kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikulturalisme pada da’i BKMM Kutai Timur. Sehingga diharapkan artikel ini bisa menjadi bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada BKMM Kutai Timur, dan menambah wawasan dan pengalaman para da’i BKMM Kutai Timur serta sebagai pijakan ilmiyah bagi penulis selanjutnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasilnya adalah bahwa nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan pada da’i BKMM Kutai Timur antara lain : nilai toleransi, nilai saling menghargai, nilai saling menghormati, nilai persatuan, nilai kerjasama, dan solidaritas antar etnis, budaya, dan suku. Proses penanamannya melalui ceramah, diskusi, dan khitobah, dan kendalanya adalah terbatasnya kitab rujukan, mindset da’i, tingkat pendidikan sebagian da’i, dan komitmen waktu para da’i.
PERAN KOIN ZAKAT NAHDLATUL ULAMA DALAM MENINGKATKAN KESALEHAN MASYARAKAT INDONESIA Makmur, Jamal
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9502

Abstract

Kesalehan individu dan sosial menjadi indikator totalitas penghambaan manusia kepada Allah. Salah satu indikator kesalehan sosial adalah kepedulian yang tinggi kepada orang lain yang diwujudkan dengan kecintaan berbagi kepada orang lain. Zakat, infak, dan sedekah adalah wujud kesalehan sosial. Zakat, infak dan sedekah adalah bentuk filantropi Islam demi menebar kebahagiaan secara luas. Di Sragen Jawa Tengah, terdapat gebrakan program yang dikenal dengan nama koin sebagai media penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran koin zakat Nahdlatul Ulama di Sragen Jawa Tengah dalam meningkatkan kesalehan masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif analitis. Studi dokumen dan wawancara digunakan untuk mengungkat data yang dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini adalah: koin zakat ini sudah dirintis sejak tahun 2015 yang bergerak dari satu komunitas ke komunitas lain yang berjalan secara kontinu dan berkelanjutan. Kelompok sasaran program ini adalah masyarakat yang ada di pelosok se-Kabupaten Sragen, seperti jamaah pengajian selapanan. Kotak koin yang didistribusikan mencapai 44.000 (empat puluh empat ribu). Pada tahun 2018, angka perolehan koin Sragen mencapai 7 milyar. Nominal sebanyak ini digunakan untuk memberdayakan ekonomi umat, baik dengan jalan konsumtif maupun produktif. Konsumtif dilakukan dengan memberikan santunan fakir-miskin, bedah rumah, dan lain-lain. Produktif dilakukan dengan membuka usaha baru yang prospektif dan mampu menyerap tenaga kerja. Pusat perbelanjaan dan rumah sakit berhasil dirintis dari spirit koin ini.
HAK ASASI MANUSIA DALAM UNDANG-UNDANG NO. 18 TAHUN 2019 TENTANG PESANTREN Mulyo, A. Mufrod Teguh; Hasyim, A. Dardiri; Darsinah, Darsinah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9501

Abstract

Secara umum disebutkan dalam UU No 18 Tahun 2019 bahwa pengaturan pada Pesantren diarahkan pada beberapa aspek, yaitu: penyelenggaraan, proses pembelajaran, pengelolaan dana, kerjasama, dan partisipasi masyarakat serta Negara. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan UU 18 Tahun 2019 terhadap rumusan HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) rumusan HAM sebagai perpaduan antara Konferensi Wina 1993 dengan UUD 1945 yang saling terkait satu sama lain, yang dapat digunakan sebagai indikator dalam menjawab sejauhmana penerapan HAM dalam UU Pesantren. Sementara itu terdapat beberapa pasal yang dinilai sejalan dengan kelima indikator tersebut di atas.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID KODULAR MATERI ZAKAT MATA PELAJARAN FIKIH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DI MADARASAH IBTIDAIYAH Cholid, Nur; Ambarwati, Herni
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9530

Abstract

Pengembangan media pembelajaran android merupakan salah satu Langkah yang ditempuh agar pendidikan jarak jauh saat ini terfasilitasi dengan maksimal. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui langah-langkah pengembangan media pembelajaran android kodular pada materi zakat pelajaran fikih, mengetahui hasil validasi ahli terhadap produk dan mengetahui respon peserta didik terhadap motivasi belajar setelah menggunakan produk yang dikembangkan oleh peneliti. Model penelitian yang digunakan dalam pengembangan ini merujuk pada penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono subjek penelitian yang terlibat terdiri dari ahli materi, ahli media, guru dan peserta didik dua puluh Sembilan. Ahli materi memberikan nilai validasi kelayakan terhadap kevalidan materi, ahli media memberikan nilai validasi kelayakan terhadap kevalidan media sedangkan peserta didik sebagai subjek penelitian dengan mengisi angket motivasi belajar siswa dan mengisi pre test serta post test. Data yang diperoleh dianalisis secara analisis diskriptif kuantitatif. Aplikasi android mobile fikih (Moki) layak digunakan dibuktikan  dengan hasil valiasi ahli materi pada aspek pembelajaran dengan  kategori sangat baik  diperoleh nilai 4,7 dan pada aspek isi dengan kategori sangat baik di peroleh nilai 4,5. Sedangkan ahli media pada aspek keterampilan   dengan kategori sangat baik  diperoleh nilai 4,7 dan pada aspek pemograman diperoleh kategori sangat baik diperoleh nilai 4,8. penilaian oleh validator menunjukkan bahwa aplikasi android  sangat layak digunakan untuk media pembelajaran fikih.
PERAN WALISONGO DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA AKULTURASI BUDAYA JAWA Waluyo, Waluyo
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.8771

Abstract

Berbicara Walisongo tidak akan habis untuk menjadi diskursu yang menarik, siapa sosok dan bagaimana metode pendidikan Islam sehingga banyak pengikutnya. Fenomena yang berkembang di masyarakat baik yang positif dan negatif mewarnai diskursus tentang Walisongo. Keberhasilan Walisongo dalam pendidkan Islam di Jawa menjadi satu bukti akan keberadaan Walisongo. Tulisan ini akan fokus pada fakta sejarah pendidkan Walisongo di Jawa, dengan memahami konsep ajaran dan pola akulturasi budaya dengan agama Islam. Pendekatan tulisannya ini bersifat kualitatif, paparan konsep dari buku yang selanjutnya dianalisa dengan kritis. Tanpa menafikan keberhasilan dakwah yang terjadi pada saat Walisongo di Jawa. Dikarenakan Walisongo seain menjadi fenomena dalam pendidika Islam karena keberhasilan juga pandangan sakralitas dari masyarakat yang mengalir di dalamnya. Masalah yang ingin dikaji dalam tulisan ini ialah tentang bukti keberadaan Walisongo dalam pendidikan Islam, bagaimana konsep pendidikan Islam dan kenapa masyarakat Jawa bisa menerimanya. Sehingga dengan demikian akan kita dapati satu wawasan keilmuan akan Walisongo dari dimensi pendidikan Islam. Tulisan ini akan memaparkan konsep-konsep dan selanjutnya menganalisa berdasarkan pendidikan Islam sekarang. Akhirnya kita mampu implentasikan dalam pendidikan Islam saat ini dengan mengilhami pendidkan kearifan lokal dan kemajuan zaman serta semua perangkat di dalamnya sebagai rujukan konsep transformasi pendidikan.
RELEVANSI ILMU TASAWUF DENGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Uyun, Vika Fitrotul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9536

Abstract

Tasawuf merupakan salah satu bagian dari ajaran Islam yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Perkembangan tasawuf baik secara teoritis maupun keilmuan praktis ternyata memiliki dampak yang luar biasa dalam mempengeruhi perkembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yang saat ini semakin canggih. Kelahiran tasawuf sebagai perwujudan dari pemahaman al-Qur’an dan al-Hadits sesuai dengan konteks zamannya. Namun, selama ini sebagian besar masyarakat memahami tasawuf secara pasif sebatas suatu sikap atau kesalehan individual saja. Seiring berkembangnya kajian tentang tasawuf, semakin banyak pula para pakar tasawuf yang banyak membedah tasawuf menjadi lebih kontekstual. Tasawuf hadir dalam rangka menyeimbangkan antara moral dengan perkembangan sains dan teknologi. Selain itu, tasawuf juga berfungsi untuk mengontrol pemanfaatan sains dan teknologi tersebut. Manusia dibekali akal bisa membuat kreativitas yang tidak terbatas, dan dengan bekal hati manusia bisa mengendalikan hasil kerja otak yang sangat dasyat itu. Jadi, relevansi tasawuf dalam perkembangan sains dan teknologi adalah tetap menyesuaikan diri dengan perkembangan sains dan teknologi dengan titik tekannya pada aspek moral dan penggunaannya serta menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Tasawuf dengan segala aspek ajaran-ajarannya memberikan semangat spiritualitas yang bersifat global kepada umat manusia agar para pelaku dan pengguna teknologi mawas diri.  
MENINGKATKAN KUALITAS SDM MENUJU TERWUJUDNYA BUDAYA AKADEMIK YANG UNGGUL Mahsun Mr
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.2257

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam tertinggi di Indonesia, PTAI (PTAIN PTAIS) menjadi satu harapan terbaik bagi masyarakat yang ingin mendalami kajian keislaman, bahkan bisa dikatakan sebagai the best offer you can get. Oleh karenanya, dala bidang keilmuan, PTAI diharapkan menjadi tempat bermuaranya berbagai pandangan, pemikiran, dan pendekatan studi Islam. Sedangkan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, diharapkan Perguruan Tinggi dapat mewujudkan peran sosialnya kepada masayarakat luas. Bidang ini dimaksudkan agar Perguruan Tinggi tidak menjadi tempat bermuaranya para elit terpelajar, tetapi menjadi lembaga pencari dan pembersi solusi atau way out terhadap problem-problem sosial (social problem solver). Dengan demikian mahasiswa sebagai salah satu asetnya diharapkan menjadi generasi intelektual, agen perubahan (agen of change), dan mempunyai kepedulian sosial (sense of social crisys)
MEMBANGUN PEMBERDAYAAN EKONOMI DI PESANTREN Mohammad Nadzir
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v14i1.356

Abstract

Pesantren sebagai  bagian integral masyarakat  mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat dalam segala bidang termasuk dalam bidangan ekonomi. Hal ini merupakan tugas baru bagi pesantren yang sementara ini berkutat dalam bidang ilmu-ilmu keagamaan. Walaupun sifatnya masih sporadis, kurang terkoordinasi, tidak institusional dan belum disertai dengan visi dan misi yang jelas, serta perangkat pendukungnya. Peran ini memang tidak mudah bagi pesantren yang selama ini lebih berkonsentrasi pada bidang keagamaan dari pada bidang sosial kemasyarakatan, terutama dalam bidang ekonomi. Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh pesantren, untuk merubah pola dakwah yang menitikberatkan cara bil lisan menjadi pola dawah bil hal di tengah-tengah masyarakat yang semakin komplek.Kata kunci : Pemberdayaan, ekonomi dan pesantren.
TRADISI NAHDLATUL ULAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Ahmad Zulfikri; Ashif Az Zafi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i1.5504

Abstract

Salah satu isu di negara Indonesia adalah keberadaan tradisi keagamaan dianggap sebuah tradisi keberagamaan yang bertentangan dengan hukum Islam dan tidak sesuai dengan sunnah Nabi saw. Isu ini adalah masalah yang serius dan harus dijelaskan melalui dalil-dalil yang sesuai dengan pelaksanaan tradisi yang dilakukan oleh warga Nahdliyyin di Indonesia. Dan harus ditemukan dalil hukmi atas diperbolehkannya melaksanakan tradisi tersebut. Menurut kaum modernisme tradisi-tradisi ini termasuk bid’ah dan harus ditinggalkan oleh masyarakat. Sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, Nahdlatul Ulama haruslah mempunyai tendensi atas pelaksanaan tradisinya dalam Al-Qur’an dan as-sunnah. Melalui artikel ini penulis mengulas bagaimana perspektif hukum Islam tentang pelaksanaan tradisi-tradisi keagamaan warga Nahdliyyin dan beberapa contoh tradisi keagamaan yang sering dilakukan warga Nahdliyyin.
TELAAH ULANG MANHAJ TAHLILI (TAFSIR ANALISIS) Muhammad Anieg
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v1i1.798

Abstract

Tafsir is the main instrument in an attempt to answer the problems of the people, who must soon discovered the concept or theory. This departs from the question that is often uttered by Hassan Hanafi: " hal ladainā naẓariyah fi ’lTafsīr?" This is an Islamic thinker anxiety on the theory and methodology of interpretation that is less classical touches many social problems. From here arises the methods, including taḥlīlī (analysis). Taḥlīlī method (analysis) is to interpret the verses of the Qur'an to describe all aspects contained in the versesthat are interpreted and explained the meanings contained therein in accordance with the expertise and inclination commentators interpret these verses. The main purpose taḥlīlī method is to lay the foundations for a rational understanding of the miracle of the Qur'an, something which is not considered an urgent need for Muslims today. Because it is necessary to develop a method of interpretation because this method produces the idea that diverse and fragmented.Keywoard: al-Qur’an, manhaj, taḥlīlī, tafsir, analisis=1*18('18*$'(888('?8821B(*8(?*27('12=8(?(2?7(B2'$18122192k(*(8(929(?82*8(2*E1(?*81=*2'8(c$(1828812=8($88(*(11=6}77oN*=07.=1r*†}1117'98%(*•(828(8(2*'(82272)2=8(*?*(88288 17(11 97119782$9(1'1297 ?*27('1E*2'(*(*1(18('(82197$)8Z7r7r711EZ7r7r'(827111828(*?*(88(k(*1(12=8(/$*•82(19*(771?(981928(8(k(*1(188*(8(*?*(8((•?7(8('()1928(8(*(992*9(B8 8( (•?(*81( 9782 92''(882*1 8(*?*(8 8(1( k(*1(1E ('?$*?21(8Z7r7r'(8218278(=2$821=2**827$(*18.)2=8('*97(2=8(/$*•12'(8)B9128921(*($*)(8((=2* $17'182E(9$1(81(9(11*82(k(72?'(822=8(*.?*(882(9$1(81'(82?*2$9(18((88k(*1(=*)'(8(E8$968$96 7./$*0'@8Z7r7r8=1*711