cover
Contact Name
Prima Nanda Fauziah
Contact Email
ojslppmumht@gmail.com
Phone
+6281295820542
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No 23-25 Kramatjati, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 20885687     EISSN : 27456099     DOI : 10.37012/anakes
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan merupakan jurnal yang berisi tentang artikel ilmiah dalam bidang ilmu analis kesehatan yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa serta para peneliti.
Articles 313 Documents
Gambaran Frekuensi Incompatible Auto Control Pada Penderita Talasemia Dengan Transfusi Berulang < 10 dan ≥ 10 Di Rumah Sakit Hermina Jatinegara Lenggo Geni; Atna Permana; Wiwin Widayanti
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v5i2.338

Abstract

Transfusi darah adalah suatu tindakan memindahkan komponen darah yang ditranfusikan ke tubuh resipien. Pada penderita Talasemia mempunyai kadar hemoglobin kurang dari normal, maka dibutuhkan transfusi berulang. Penatalaksanaan transfusi sangat penting untuk menghindari efek dari transfusi berulang, berupa reaksi segera sampai reaksi tunda, jenisnya  reaksi imun atau non imun. Hingga terbentuk antibodi pada sel darah merah menyebabkanIncompatible auto controlpada Uji Silang Serasi. Penelitian ini dilakukan di Bank Darah Rumah Sakit Hermina Jatinegara periode Januari 2018 – Mei 2018. Bertujuan melihat gambaran Uji Silang Serasi dengan hasil Incompatible Auto Controlyang menggunakan transfusi berulang pada 79 penderita Talasemia beta mayor. Teknis analisa data yang digunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukan Gambaran frekuensiIncompatibel auto control pada penderita Talasemia beta mayor dengan transfusi berulang 10 kali memiliki hasil yang signifikan yaitu 8% lebih rendah dibandingkan dari transfusi berulang ≥10 yaitu 52 %. Disarankan mengunakan pendonor tetap untuk transfusi berulang pada penderita Talasemia untuk menurangi paparan antigen, mengurangi terbentuknya antibodi yang masuk kedalam tubuh dan  transfusi lebih aman. Kata kunci              :   Talasemia,Transfusi berulang
Hubungan Nilai Hba1c Dengan Laju Filtrasi Glomerulus (Lfg) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pmi – Bogor Ellis Susanti; Imas Latifah; Amelia Dwi Nugraha
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Anakes:Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i2.373

Abstract

Diabetes saat ini telah menjadi ancaman serius kesehatan global. Jumlah prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Riskesdas tahun 2018 memperlihatkan peningkatan angka prevalensi diabetes mellitus tipe 2 yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018. Keadaan hiperglikemia berkepanjangan pada diabetes melitus tipe 2 berkaitan dengan risiko komplikasi ke ginjal. Salah satu faktor yang berperan adalah penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase usia, jenis kelamin pada diabetes melitus tipe 2, nilai HbA1c berdasarkan pengendalian diabetes melitus tipe 2 dan mengetahui persentase tingkat penurunan fungsi ginjal serta mengetahui hubungan nilai HbA1c dengan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson dengan hasil menunjukan sampel penderita diabetes melitus tipe 2 berdasarkan kelompok jenis kelamin laki-laki sebanyak 94 orang (58,02%) dan perempuan sebanyak 68 orang (41,97%). Data terbanyak dengan usia 61 – 70 tahun sebanyak 51 orang. Didapatkan 54 orang kategori pengendalian baik, 30 orang kategori pengendalian sedang dan 78 orang pasien kategori pengendalian buruk. Didapatkan data terbanyak sebanyak 54 orang (33,33%) terjadi penurunan fungsi ginjal tingkat 2. Hasil uji korelasi Pearson nilai p 0,035 (0,05) dengan kekuatan hubungan kuat r = 0,655. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kuat antara HbA1c dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penulis menyarankan perlu penelitian lebih lanjut untuk konfirmasi adanya kelainan fungsi ginjal dengan pemeriksaan urine atau test fungsi ginjal yang lainnya.Kata kunci : Diabetes melitus tipe 2, HbA1c, Kreatinin serum, Laju filtrasi glomerulus
Gambaran Kadar Hemoglobin Sebelum Dan Sesudah Operasi Bypass Jantung Di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta Periode Januari Sampai Mei 2019 Atna Permana; Hadi Susanto; Yusuf Sugeng Tri Hariyadi
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.361

Abstract

Mesin cardiopulmonary bypass (CPB) adalah mesin yang berfungsi sementara mengambil alih fungsi jantung dan paru. Mesin ini menyederhanakan operasi jantung dengan mewakilkan fungsi jantung, sehingga jantung bisa berhenti berdetak dan kosong tanpa darah. Akan tetapi, penggunaan mesin ini tentu memiliki beberapa efek samping terhadap tubuh pasien, salah satunya adalah anemia dilusional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar Hb sebelum dan sesudah operasi bypass jantung di di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto periode Januari sampai Mei 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif potong lintang (cross sectional) dengan pengambilan data sekunder yang berasal dari data status pasien atau medical record (MR) periode Bulan Januari sampai Mei 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 52 data hasil pemeriksaan kadar Hb sebelum dan sesudah operasi bypassjantung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara Hb pasien sebelum dan sesudah operasi bypass(p-value= 0,000). Peningkatan dilusi dari massa eritrosit sirkulasi saat menggunakan mesin pintas jantung (CPB) akan menurunkan Hb, hematokrit, dan CaO2secara eksponensial. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan cepat bila terdapat indikasi anemia akut pasca operasi bypass jantung dengan mesin CPB dengan pemberian cairan kristaloid  atau  koloid, terapi antikoagulan dan penambahan volume sel darah merah melalui transfusi.Evaluasi preoperatif yang menyeluruh juga dibutuhkan untuk mengetahui risiko perdarahan, memprediksi kebutuhan transfusi darah yang tepat, dan untuk mengevaluasi indikasi serta kesiapan pasien dalam menerima transfusi darah. Kata Kunci         :cardiopulmonary bypass (CPB), kadar Hb, anemia
Penetapan Kadar Etanol Pada Tape Ketan Putih Yang Telah Difermentasi Pada Hari Ke 4, 5, Dan 6 Sediarso Sediarso; Masdianto Masdianto; Wisnu Rohmatulloh
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.352

Abstract

Tape merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dibuat dengan cara fermentasi. Sebagai makanan hasil fermentasi, tape ketan putih memiliki cita rasa yang sangat khas, yaitu rasa asam manis dengan aroma alkohol. Jika kadar alkohol pada tape ketan hitam tinggi, maka tape akan terasa asam. Hal ini dapat terjadi karena waktu penyimpanan yang terlalu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol yang didapatkan pada  tape ketan putih yang difermentasi pada hari ke 4, 5, dan hari ke 6,penelitian ini menggunakan metode Gravimetri. Analisis gravimetri , atau analisis kuantitatif berdasarkan bobot adalah prosesisolasi serta penimbangan suatu unsur atau suatu senyawa tertentu dari unsur tersebut, dalam bentuk yang semurni mungkin. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kadar etanol pada hari ke 4 sebesar 6,39%, hari ke 5 sebesar 8,22% dan hari ke 6 sebesar 9,74%. Berdasarkan hasil uji statistik One-way Anovadidapatkan hasil P. Value 0,009 hal ini menunjukan adanya perbedaan yang bermakna. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kenaikan kadar etanol yang dipengaruhi oleh lamanya waktu fermentasi.  Kata kunci          : Tape ketan putih , Etanol, Destilasi
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Pada Bakteri Salmonella typhi ATCC 14028 Heru Purwanto Nugroho; Prima Nanda Fauziah; Mochamad Arief Alislam
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i1.879

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L) merupakan salah satu tanaman obat yang  banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa daun jambu biji mengandung beberapa senyawa fitokimia yaitu tanin, flavonoid, minyak atsiri, saponin dan alkaloid yang dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Salah satu bakteri yang banyak menimbulkan penyakit salah satunya adalah Salmonella typhi. Tujuan  penelitian untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun jambu biji sebagai antibakteri terhadap  pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan 4 konsentrasi ekstrak yaitu konsentrasi 15%, 25%, 50% dan 75% yang dilakukan pengenceran dengan DMSO 10% dan pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi. Pada penelitian ini kontrol (+) menggunakan kloramfenikol 0,1% dan kontrol (-) menggunakan DMSO 10%. Analisis data yang dilakukan menggunkan Uji Paired Samples T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat zona hambat pada pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Zona hambat yang terbentuk terjadi pada konsentrasi 50% sebesar 7,29 mm dan konsentasi 75% sebesar 8,47 mm. Hasil uji Paired Samples T-test menunjukan adanya perbedaan antar perlakuan dengan nilai p=0,002 (p=0,050), sehingga dinyatakan bahwa (Ha) diterima dan H0 ditolak.Kesimpulan ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L) memiliki kemampuan sebagai antibakteri terhadap  pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Kata Kunci         : Antibakteri, Daun Jambu Biji (Psidium guajava L), Salmonella typhi
Prevalensi Tuberkulosis Paru Pada Penderita HIV Di RSKO Jakarta Periode Januari 2016−Desember 2017 Syarifah Miftahul EJT; Zuraida Zuraida; Roza Mita Aaly Ramadhan
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v5i2.343

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi oportunistik yang paling sering dijumpai pada infeksi HIV. Koinfeksi HIV−TB sekarang ini merupakan penyebab mortalitas utama di dunia dikarenakan oleh agen infeksius tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prevalensi tuberkulosis paru pada penderita HIV di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien HIV dan tuberkulosis di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam periode tersebut jumlah penderita HIV sebanyak 108 orang dan terdapat 21 orang penderita HIV dengan koinfeksi tuberkulosis paru. Didapatkan prevalensi tuberkulosis paru pada penderita HIV di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017 sebesar 19,4%. Dari pola distribusi data didapat bahwa 47,6% penderita HIV−TB paru berusia produktif antara 36−45 tahun dan lebih banyak di derita oleh laki−laki sebesar 76,2%. Dari hasil penelitian ini didapatkan responden lebih patuh pada pengobatan sebesar 76,2%.Prevalensi tuberkulosis paru pada penderita HIV di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017 adalah sebesar 19,4%. Kelompok usia yang mempunyai prevalensi tinggi menderita HIV−TB paru di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017 adalah usia 36−45 tahun yaitu sebesar 47,6%. Jenis kelamin yang mempunyai prevalensi tinggi menderita HIV−TB paru di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017 adalah laki−laki yaitu sebesar 76,2%. Pasien HIV−TB paru di RSKO Jakarta periode Januari 2016−Desember 2017 76,2% patuh untuk berobat. Kata Kunci         : HIV, tuberkulosis 
Studi Gambaran Kadar Asam Urat, Ureum dan Kreatinin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Cahyawati Rahayu; Atna Permana; Fajriah Seprima
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i1.871

Abstract

Abstrak Gagal ginjal kronik didefinisikan sebagai kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan berupa kelainan struktur ataupun fungsi dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus. Asam urat merupakan produk akhir metabolism purin yang berasal dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Ureum adalah produk limbah dari pemecahan protein dalam tubuh. Kreatinin adalah hasil perombakan kreatin, semacam senyawa berisi nitrogen yang terutama dalam otot. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar asam urat, ureum dan kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik serta untuk memperoleh informasi gambaran pasien GGK berdasarkan jenis kelamin dan usia. Berdasarkan studi literature diketahui hasil pada penelitian Loho, dkk., (2016), Mantiri, dkk., (2017) dan Alfonso, dkk., (2016)   berdasarkan usia menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik paling banyak berusia 66 tahun sebanyak 17 pasien (48,5%). Pada penelitian Heriansyah, dkk., (2019) menunjukkan bahwa sebagian besar pasien ggk paling banyak berusia 15-55 tahun sebanyak 111 pasien (74,5%). Pada penelitian Nur, dkk., (2018) menunjukkan bahwa pasien ggk dengan rentang usia 50-59 tahun sebanyak 13 pasien (38,2%). Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar pasien laki-laki menderita gagal ginjal kronik daripada perempuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kadar asam urat, ureum dan kreatinin pada seluruh pasien gagal ginjal kronik. Kata Kunci         : Gagal ginjal kronik, asam urat, ureum, kreatinin. 
Hubungan Kebersihan Diri Terhadap Kejadian Tinea Versikolor Pada Santri Di Pondok Pesantren Muthmainnatul Qulub Al-Islami Cibinong Bogor Mulyati Mulyati; Imas Latifah; Agung Putra Utama
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Anakes:Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i2.366

Abstract

Malassezia furfur sebagai penyebab dari tinea versikolor berubah dari spora menjadi miselium disebabkan oleh faktor predisposisi yang dapat berupa endogen atau eksogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tinea versikolor serta perilaku kebersihan diri pada santri di Pondok Pesantren Muthmainnatul Qulub Al-Islami Cibinong Bogor. Data penelitian yang diperoleh dianalisis berdasarkan persentase. Sampel yang diambil pada santri yang berjumlah 62 orang di lakukan pemeriksaan langsung dengan KOH 10% ditemukan adanya spora berkelompok dan atau hifa pendek berkelompok terhadap 62 sampel didapatkan hasil 32(51,6%) orang terinfeksi tinea versikolor, berdasarkan kelompok usia 12-14 tahun didapatkan 28(59,6%) orang dan 4(26,7%) orang pada usia 15-17 tahun, berdasarkan kebersihan diri kebiasaan menggunakan pakaian secara bersama sebanyak 14(41,2%) orang dan 18(64,3%) orang yang tidak menggunakan pakaian secara bersama, berdasarkan kebiasaan bertukar handuk sebanyak 13(43,3%) orang dan 19(59,4%) orang yang tidak mempunyai kebiasaan bertukat handuk, dari 9 santri melakukan frekuensi mandi yang rendah 1 kali dalam sehari terdapat (88,9%) terinfeksi tinea versikolor. Perhitungan bivariat dengan Chi-square terhadap infeksi tinea versikolor yaitu ada hubungan bermakna pada variabel usia dan frekuensi mandi (P0,05), sedangkan tidak ada hubungan bermakna (P0,05) adalah mengganti pakaian dan bertukar handukKesimpulan angka infeksi tinea versikolor sebanyak 32 orang atau 51,6%, tidak terdapat hubungan bermakna antara mengganti pakaian dan bertukar handuk tetapi memiliki hubungan bermakna antara usia dan frekuensi mandi dalam sehari dengan infeksi tinea versikolor. Kata kunci                            : Tinea versikolor, Santri
Analisis Kadar Profil Lipid Pada Pasien Yang Mengalami Stroke Dan PJK Di RSUD Budhi Asih Azwan Nurdin; Cut Ervinar Yari; Sungkono Sungkono
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.357

Abstract

Peningkatan taraf hidup serta perubahan pola makan yang kurang baik, merokok, diet yang kurang sehat, kurangnya aktifitas fisik, komsumsi alkohol dapat mejadi faktor risiko pada obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes millitus, stroke dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi stroke per 100.000 di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar profil lipid pada stroke dan PJK. Metode Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data sekunder dengan mengambil data rekam medis pasien RSUD Budhi Asih periode Juli 2018 – Juli 2019. Data rekam medis yang diambil adalah kadar profil lipid 50 pasien Stroke dan 50 pasien PJK. Kemudian data diolah menggunakan SPSS Uji T Independens. Berdasarkan hasil persentase yang telah dilakukan dari pemeriksaan profil lipid pada pasien yang mengalami stroke, didapatkan kadar kolesterol total abnomal 56%, kadar HDL kolesterol abnormal 10%, kadar LDL kolesterol abnormal 80% dan kadar trigliserida abnormal 32%. Mengalami PJK didapatkan kadar kolesterol total abnomal 60%, kadar HDL kolesterol abnormal 12%, kadar LDL kolesterol abnormal 84% dan kadar trigliserida abnormal 36%. Dan setelah melakukan analisa data dengan SPSS Uji T independens didapatkan nilai p-value kadar kolesterol 0303, kadar HDL 0.745, kadar LDL 0,635 dan trigliserida 0.30. Dengan ketentuan p-value 0.005 maka, ada perbedaan profil lipid pasien yang mengalami stroke dengan PJK.  Kata kunci                      : Profil lipid, PJK, Stroke.
Infeksi Nematoda Usus Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di Kampung Cipamuruyan Desa Sanghiangdengdek Kecamatan Pulosari Pandeglang Syahrial Harun; Sumiati Bedah; Iis Fatan Fasihat
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v5i2.348

Abstract

Prevalensi infeksi Nematoda Usus masih tinggi terutama pada anak-anak. Kecacingan yang disebabkan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah atau Soil Transmitted Helminths, yaitu Ascaris lumbricoides(cacing gelang), Trichuris trichiura(cacing cambuk), Ancylostoma duodenaledan Necator americanus(cacing tambang). Faktor yang menyebabkan tingginya infeksi Nematoda Usus adalah personal hyginedan fasilitas sanitasinya yang masih rendah terutama yang belum memiliki jamban dan kebiasaan buang air besar di tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi nematoda usus dan spesies nematoda usus di Kampung Cipamuruyan. Populasi ini diambil dari seluruh anak usia 6-12 tahun di Kampung Cipamuruyan Desa Sanghiangdengdek Kecamatan Pulosari. Pemeriksaan secara mikroskopik terhadap 52 sampel feses anak-anak dan dilakukan wawancara untuk mengetahui karakteristik dan perilaku kebersihan anak. Metode dalam penelitian ini adalah metode sedimentasi (pengendapan).  Berdasarkan hasil penelitian didapat besar angka infeksi Nematoda Usus yang ditularkan melalui tanah adalah 100% (52/52). Spesies cacing yang ditemukan ada 3 yaitu Ascaris lumbricoidessebanyak 28 (53,85%), Trichuris trichiurasebanyak 46 (88,46%) dan Cacing tambang sebanyak 2 (3,85%), diantara spesies yang didapat ada infeksi tunggal dan infeksi ganda. Data personal hygiene dan fasilitas sanitasiberdasarkan kuisionerdidapatkan tingkat personal hygiene baik dengan hasil positif sebanyak 17respondendan buruk dengan hasil positif sebayak 35responden. Sedangkan pada fasilitas sanitasi, yang mempunyai jamban dengan jumlah positif sebanyak 4 responden dan yang tidak memiliki jamban dengan jumlah positif sebanyak 48 responden. Kata kunci          : Nematoda Usus,kebersihan anak, STH.

Page 8 of 32 | Total Record : 313