cover
Contact Name
Prima Nanda Fauziah
Contact Email
ojslppmumht@gmail.com
Phone
+6281295820542
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No 23-25 Kramatjati, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 20885687     EISSN : 27456099     DOI : 10.37012/anakes
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan merupakan jurnal yang berisi tentang artikel ilmiah dalam bidang ilmu analis kesehatan yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa serta para peneliti.
Articles 300 Documents
Gambaran Jumlah Trombosit dengan Kadar SGOT dan SGPT Pada Penderita Hepatitis B Lenggo Geni; Elsya Maulidia Yahya
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i1.707

Abstract

Indonesia termasuk negara dengan endemisitas sedang sampai tinggi untuk infeksi virus Hepatitis B (VHB). Prevalensi Hepatitis di Indonesia berdasarkan jenisnya Hepatitis B menduduki posisi pertama dengan presentase 21,8%. Penyakit Hepatitis ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar SGOT dan SGPT di dalam darah karena hati merupakan salah satu organ tubuh yang banyak mengandung enzim transaminase yaitu SGOT dan SGPT. Kegagalan hati merupakan penyebab penurunan trombopoietin yang mengarah ke trombositopenia. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh studi literatur gambaran jumlah trombosit dengan kadar SGOT dan SGPT pada penderita Hepatitis B. Berdasarkan studi literatur diketahui bahwa laki – laki lebih beresiko terinfeksi Hepatitis B dibanding perempuan (100%). Usia 30 - 65 tahun lebih beresiko mengalami Hepatitis, hal ini karena penularan dapat melalui hubungan seksual dan usia lansia mulai terjadi penurunan daya tubuh sehingga mudah terinfeksi virus. Berdasarkan 4 jurnal yang ditelaah didapatkan hasil jumlah trombosit mengalami penurunan hal ini disebabkan karena adanya gangguan produksi trombopoietin di organ hati merupakan unsur pembentukan trombosit, juga menjadi penyebab trombositopenia. Sedangkan kadar SGOT dan SGPT mengalami peningkatan karena hati mengalami peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus maka enzim SGOT dan SGPT akan terlepas dan masuk ke dalam peredaran darah. Kesimpulan dari penulisan ini adalah penderita Hepatitis B lebih banyak laki – laki (100%) dibandingkan perempuan dengan usia 30 – 65 tahun, mengalami penurunan jumlah trombosit dan peningkatan pada kadar SGOT dan SGPT. Kata kunci        : Trombosit, SGOT, SGPT, Hepatitis B.
Prevalensi Pasien Baru Kusta Di RSUD Budhi Asih Tahun 2015 Sampai Tahun 2018 Zuraida zuraida; Sofiyatun Nurhidayah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Anakes:Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i2.371

Abstract

Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Kasus baru penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang, seperti di Indonesia dengan prevalensi pada tahun 2017 sebesar 0,70 kasus/10.000 penduduk dan angka penemuan kasus baru sebesar 6,08 kasus per 100.000 penduduk. Kusta menjadi masalah kesehatan karena penyakit kusta merupakan penyakit menular dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pasien baru kusta dengan BTA MH positif di RSUD Budhi Asih pada tahun 2015-2018. Sampel adalah data rekam medik pasien baru kusta rawat jalan yang melakukan pemeriksaan BTA MH di RSUD Budhi Asih  tahun 2015 – 2018 sebanyak 290 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh pasien baru kusta dengan BTA MH positif 103(35,52%) pasien, 73(70,87%) pasien berjenis kelamin laki-laki, 58(56,31%) pasien dengan usia 20– 50 tahun, 115(39,66%) pasien tipe PB dan 175(60,34%) pasien tipe MB. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa persentase pasien baru kusta di RSUD Budhi Asih adalah sebesar 103(35,52%). Pasien baru kusta terbanyak berjenis kelamin laki-laki,usia produktif, tipe kusta MB . Perlu peningkatan pengawasan oleh sektor kesehatan dalam rangka pencegahan dan penularan penyakit kusta. Kata kunci  : Mycobacterium leprae,basil tahan asam,pemeriksaan laboratorium.
Uji Daya Bunuh Ekstrak Daun Acacia nilotica L. Terhadap Bakteri Bacillus subtilis dan Staphylococcus epidermidis Syarifah Miftahul El Jannah; Imas Latifah; Zuraida Zuraida
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.360

Abstract

Acacia nilotica L. adalah tumbuhan polong pengikat nitrogen serbaguna, diketahui memiliki banyak manfaatnya untuk pengobatan berbagai penyakit karena bisa bertindak sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan daya bunuh ekstrak daun Acacia nilotica L. terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan dengan metode turbidimetri dengan formula konsentrasi ekstrak daun Acacia niloticaL. 25%, 20%, 15% dan 10% yang diencerkan dengan pelarut DMSO 4% dan menggunakan kontrol positif  antibiotik Amoxicillin 0,75%denganreplikasi sebanyak enam kali didapatkan hasil bahwa ekstrak daun Acacia niloticaL. mampu membunuh bakteri Bacillus subtilis pada konsentrasi ekstrak daun Acacia niloticaL. pada konsentrasi 25% dan 20%, sedangkan untuk bakteri Staphylococcus epidermidispada konsentrasi 25%, 20%, dan 15%. Hasil pada uji ANOVA metode LSD menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan membunuh Bacillus subtilis pada konsentrasi ekstrak daun Acacia niloticaL. 25% dengan 20%, 15% dan 10%, tetapi tidak ada perbedaan signifikan pada konsentrasi 20% dengan 15%. Sedangkan pada Staphylococcus epidermidisadanya perbedaan signifikan kemampuan membunuh ekstrak daun Acacia niloticaL. pada masing-masing konsentrasi 25%, 20%, 15% dan 10%. Kata kunci              :    Acacia nilotica L., Bacillus subtilis , Daya bunuh, Ekstrak daun Acacia niloticaL., Staphylococcus epidermidis, Turbidimetri.
Infeksi Nematoda Usus Pada Siswa-Siswi Sdn Pulau Panggang 02 Pagi Kepulauan Seribu Syahrial Harun; Yustia Oktaviani
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.351

Abstract

Penyakit kecacingan masih menjadi masalah kesehatan. Penyakit  ini terutama diderita oleh anak-anak usia sekolah dasar. Pada kondisi kecacingan ringan tidak menimbulkan gejala, pada kondisi berat  dapat menimbulkan kerugian yaitu menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas.  Infeksi kecacingan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kesehatan lingkungan yang kurang baik, serta personal hygieneyang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka infeksi kecacingan Soil Transmitted Helminth(STH) pada Siswa-siswi SDN Pulau Panggang 02 pagi Kepulauan Seribu.Sampel  pada penelitian ini sebanyak 45 orang dan pemeriksaan dilakukan menggunakan teknik pengapungan (flotasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa angka infeksi kecacingan sebesar 4  sampel (8,9%). Spesies yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides(6,7%), dan Trichuiris trichiura  (2,2%). Kesimpulan pada penelitian ini yang terinfeksi kecacingan terbanyak pada anak laki-laki, dan spesies yang banyak ditemukan adalah Ascaris lumbricoides. Disarankan agar selalu menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan pakai sabun, mencuci tangan pakai sabun setelah BAB, menggunting kuku seminggu sekali, dan selalu memakai alas kaki ketika keluar rumah.  Kata Kunci         :           Anak sekolah dasar, Infeksi Kecacingan
Pengaruh Penambahan Saffron (Crocus sativus) Pada Yoghurt Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Retno Martini Widhyasih; Nunu Suminar; Diah Lestari
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i1.800

Abstract

Saffron (Crocus sativus) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional dan juga digunakan dalam produk olahan makanan. Bahan aktif saffron, seperti flavonoid, saponin, dan tanin, diketahui merupakan senyawa antibakteri. Saffron dapat digunakan dalam produk fermentasi seperti yoghurt yang berperan sebagai prebiotik untuk zat aktif yang terkandung dalam yoghurt, yaitu bakteri asam laktat (BAL). Bakteri patogen dapat menyebabkan beberapa penyakit, diantaranya Pseudomonas aeruginosa. Bakteri ini diketahui menyebabkan infeksi pneumonia nosokomial yang ditularkan melalui pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai zona hambat, volume hambat minimum dan pengaruh penambahan saffron yoghurt terhadap Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode true experimen dengan desain post test only control group. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi sumur dengan lima kelompok perlakuan yaitu 5 helai dan 10 helai saffron dalam yoghurt dengan volume 25 µl, 50 µl, 100 µl, 150 µl, dan 200 µl. Setiap perlakuan diulangi lima kali. Sebagai kontrol positif larutan ciprofloxacin 0,25% dan akuades sebagai kontrol negatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Politeknik Kemenkes Jakarta III pada bulan Juni 2020. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney pada tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05 (5%). Hasil statistik diperoleh nilai p 0,05 (p = 0,000). Maka dapat disimpulkan penambahan saffron pada yoghurt berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa.Kata kunci: Crocus sativus, Pseudomonas aeruginosa, Saffron, Yoghurt.
Pemeriksaan Jamur Candida sp. Pada Kulit Balita Pengguna Popok Sekali Pakai Di Lingkungan RW.005 Kelurahan Jatiranggon Kecamatan Jatisampurna Lenggo Geni
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v5i2.342

Abstract

Salah satu penyakit mikosis superfisial yang disebabkan oleh jamur Candidaadalah dermatitis popok atau lebih sering disebut dengan eksim popok yaitu ruam yang timbul akibat radang di daerah yang tertutup popok, yaitu alat kelamin, sekitar dubur, lipat paha, dan perut bagian bawah. Tujuan umum adalah untuk mengetahui berapa banyak persentase balita yang terkena dermatitis popok karena Candidapada bagian inkuinal yang menggunakan popok sekali pakai di lingkungan RW.005 Kelurahan Jatiranggon Kecamatan Jatisampurna Bekasi. Hasil Penelitian ini adalah Balita yang menderita dermatitis popok akibat jamur Candidia sp sebanyak 25 (52,08%) balita dari 48 balita yang diperiksa.Berdasarkan jenis kelamin dari 21 balita perempuan yang menderita dermatitis popok akibat jamur Candida sp sebanyak 14 (66,67%) balita, sedangkan dari 27 balita laki-laki yang menderita dermatitis popok akibat jamurCandida sp sebanyak 11 (40,74%) balita.Berdasarkan usia didapatkan hasil positif Candida sp sebanyak 15 (48,74%) balita pada usia 0-2 tahun, 9 (60,00%) balita pada usia 2-4 tahun, dan 1 (50,00%) balita pada usia 4 tahun.Berdasarkan frekuensi mengganti popok menunjukan bahwa lamanya pemakaian popok 1-2 kali dalam sehari yang positif Candida sp 13 (48,15%), pada balita yang menggunakan popok 3-4 kali dalam sehari yang positif Candida sp  sebanyak 7 (53,85%), dan yang menggunakan popok 4 kali dalam sehari yang positif Candida sp sebanyak 5 (62,50%). Kata Kunci : Candida sp,Popok, dermatitis popok
Hasil Pemeriksaan Kadar Cd4 Dan TCM Genexpert Mtb Pada Pasien Ko-infeksi TB-HIV Di Rsud Budhi Asih Jakarta Prima Nanda Fauziah; Mahmudah Mahmudah; Aruna Gamarani
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Anakes:Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i2.365

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan faktor risiko yang berperan dalam timbulnya infeksi oportunistik karena lemahnya sistem kekebalah tubuh (CD4 menurun) atau kondisi yang melemahkan sistem imun, salah satu Infeksi Oportunistik tersebut adalah Ko-Infeksi TB-HIV.Penelitian ini disusun berdasarkan studi pustaka dan hasil analisis data sekunder terhadap suspek pasien TB-HIV yang melakukan pemeriksaan kadar CD4 dan TCM Genexpert MTB di RSUD Budhi Asih Jakarta sebanyak 150 data periode Januari – April 2019.Berdasarkan hasil data didapatkan sebanyak 56 orang (37,33%) dengan jumlah pasien paling banyak dengan TB-HIV pada rentang usia 26 – 35 tahun. Kadar CD4 rendah didapatkan sebanyak  129 orang (86,0%). Hasil pemeriksaan TCM didapatkan MTB Detected High sebanyak 128 Orang (85,3%). Hal ini menunjukan bahwa responden selain terinfeksi HIV juga mengalami ko-infeksi TB.Apabila Pemeriksaan CD4 dan TCM Genexpert MTB dilakukan bersama maka dapat digunakan untuk mendiagnosa ko-infeksi TB-HIV sehingga penatalaksanaan pengobatan dapat dilakukan lebih tepat. Kata Kunci      :  Ko-infeksi TB-HIV, CD4, TCM
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Protein Urin Pada Ibu Hamil Trimester Ii Berdasarkan Usia Berisiko Dan Usia Tidak Berisiko Sebagai Skrining Preeklampsia Di Puskesmas Tarumajaya Kabupaten Bekasi Ellis Susanti; Sitti Jumhati; Umi Jillah Mahabah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.356

Abstract

Preeklampsia merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya hipertensi, oedema dan protein urin. Preeklampsia disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya usia ibu yang ekstrim usia yang terlalu muda 20 tahun dan usia terlalu tua 35 tahun. Untuk mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu hamil sebaiknya dilakukan tes skrining salah satunya pemeriksaan protein urin. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan comperative study (studi perbandingan), dan teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 40 ibu hamil. Analisa data menggunakan uji Mann-Whitney dengan α=0,05.Hasil analisis perbandingan hasil pemeriksaan protein urin pada ibu hamil trimester II berdasarkan usia berisiko dan usia tidak berisiko didapat kan P value 0,041 P=0,05, yang dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil pemeriksaan protein urin pada ibu hamil trimester II dengan usia tidak berisiko dan usia tidak berisiko Kata Kunci  :    Preeklampsia, protein urin, usia berisiko dan dan usia tidak berisiko  
Identifikasi Jamur Dermatophyta Penyebab Tinea Unguium Pada Kuku Kaki Petani Kelapa Sawit Berdasarkan Penggunaan Alas Kaki Di Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin, Jambi Imas Latifah; Natan Sulistiawan
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v5i2.347

Abstract

Tinea unguium merupakan infeksi pada lempeng kuku yang disebabkan oleh jamur Dermatophyta. Jamur golongan Dermatophyta mempunyai sifat keratonik, sehingga dapat menyebabkan kuku rapuh dan merusak struktur kuku. Tinea unguium biasanya terjadi karena kebersihan kuku yang kurang baik dan dapat pula dari lingkungan sekitar, seperti kontak langsung dengan tanah atau lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur Dermatophyta penyebab Tinea unguium pada kuku kaki petani di Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin, Jambi. Metodelogi penelitian ini menggunakan metode deskritif analitik. Besar sampel yang diperiksa sebanyak 30 orang. Bahan pemeriksaan ini berupa kerokan kuku kaki petani kelapa sawit yang diperiksa secara langsung KOH 20% dan pemeriksaan biakan dengan media SDA (+). Berdasarkan pemeriksaan langsung KOH 20% didapatkan elemen jamur  yang mengindikasikan jamur Dermatophyta yaitu hifa sejati dan artrospora, sedangkan pemeriksaan biakan berdasarkan  faktor penyebab yang diteliti,yaitupenggunaan alas kaki 3 sampel positif (20%), diketahui P. value 0,068 (p0,05). Berdasarkan jenis alas kaki yang digunakan 0 sampel positif (0%), diketahui P value 0,189 (p0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  ditemukan jamur Dermatophyta pada pemeriksaan langsung dan biakan dengan spesies Trichophyton rubrumdantidak ada hubungan penggunaan alas kaki dengan infeksi jamur Dermatophyta penyebab Tinea unguium pada petani kelapa sawit. Kata Kunci         : Tinea unguium, Petani Kelapa Sawit, Alas Kaki. 
Pengaruh Pemberian Paparan Asap Rokok Kretek Terhadap Kadar Hemoglobin Tikus Putih (Rattus norvegicus) Meutia Sekarmaharani; Dewi Saroh
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i1.679

Abstract

Rokok membunuh 88 orang per 100.000 penduduk. sebanyak 33,2% penduduk indonesia yang mengkonsumsi tembakau pada tahun 2018. Terdapat berbagai jenis rokok salah satunya rokok kretek yang mengandung bahan kimia berbahaya yaitu tar nikotin karbonmonoksida dan minyak eugenol. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberi paparan asap rokok kretek. Penelitian ini adalah quasy-eksperiment pasca-test dengan kelompok eksperimen dan kontrol dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. terdapat empat kelompok yaitu kontrol, paparan asap rokok tiga batang sehari, paparan asap rokok lima batang sehari, paparan asap rokok tujuh batang sehari, paparan dilakukan  selama 14 hari tiap kelompok berisi enam ekor tikus. Data dianalisa menggunakan uji Kruskal-Wallis SPSS statistic 21. Didapatkan hasil p value 0,166 lebih besar dari nilai α (0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh paparan asap rokok kretek terhadap kadar hemoglobin tikus putih (Rattus norvegicus). Kata Kunci: Hemoglobin, Asap Rokok, Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Page 7 of 30 | Total Record : 300