cover
Contact Name
Prima Nanda Fauziah
Contact Email
ojslppmumht@gmail.com
Phone
+6281295820542
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No 23-25 Kramatjati, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 20885687     EISSN : 27456099     DOI : 10.37012/anakes
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan merupakan jurnal yang berisi tentang artikel ilmiah dalam bidang ilmu analis kesehatan yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa serta para peneliti.
Articles 313 Documents
Hubungan HbA1c dengan C-Reactive Protein Pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe II yang Tidak Terkontrol Gina Khairinisa; CNC Alamanda; Iis Herawati; Chaidir Ali
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1122

Abstract

Abstrak Diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan adanya kondisi inflamasi ringan vaskuler. Kadar tumor necrosis factor-α (TNF-α) yang meningkat berhubungan dengan sitokin dan resiko komplikasi dari diabetes melitus tipe 2. Kadar TNF-α, metabolit dari nitric oxide (NO) yang meningkat menandakan adanya disfungsi endotel pada diabetes Melitus tipe 2. Hal ini akan mengakibatkan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 juga meningkat. CRP merupakan indikator adanya inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan jaringan pada tubuh.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif pada 30 orang pasien dengan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) 6,5%. Alat yang digunakan adalah penganalisa Afinion 2 dengan metode imunoturbidimetri untuk melihat kadar CRP. Berdasarkan penelitian dilakukan menggunakan uji statistik yaitu dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan untuk nilai p = 0,026 dan r = 0,406. Uji Chi-square digunakan untuk melihat hubungan dari dua variabel, untuk melihat ada hubungan atau tidak dari penelitian yang dilakukan.  Didapatkan hasil p 0,05 (0,026) maka artinya penelitian yang dilakukan terjadi hubungan kolerasi, dengan kekuatan hubungan nilai r =0,406 (moderat). Terdapat hubungan hemoglobin A1c (HbA1c) yang tinggi dengan peningkatan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 sebagai indikator adanya proses inflamasi yang terjadi akibat komplikasi kronik penyakit diabetes melitus.Disarankan penderita DM tipe 2 melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu kadar CRP kuantitatif sebagai penunjang diagnosis untuk pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 bersama dengan pemeriksaan HbA1c. Kata Kunci : Diabetes Melitus  tipe 2, CRP, HbA1c
Gambaran Aktivitas Enzim SGOT Dan SGPT Pada Pasien Dengue Haemorrhagic Fever Di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2021 Cahyawati Rahayu; Heru Purwanto Nugroho; Anggita Pangastuti
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1198

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit demam yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Terhitung sejak tahun 1968-2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DHF tertinggi di Asia Tenggara dengan menempati urutan kedua. Pasien penderita DHF sering juga ditemukan adanya keterlibatan organ salah satunya adalah hepar. Virus penyebab DHF sering kali berpotensi besar menyerang sel Retikuloendotelial sistem termasuk organ hati yang dapat mengakibatkan hati meradang, membengkak dan faal hati menjadi terganggu yang dapat menyebabkan kebocoran enzim pada hati. Adanya peningkatan aktivitas enzim Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) sering ditemukan pada pasien penderita DHF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas enzim SGOT dan SGPT pada pasien DHF di Rumah Sakit Haji Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel diperoleh dari rekam medik Rumah Sakit Haji Jakarta periode Januari-Desember Tahun 2021 sebanyak 135 pasien. Hasil penelitian ini didapatkan pasien perempuan sebanyak 58 orang (43%) dan laki-laki sebanyak 77 orang (57%). Berdasarkan kelompok usia didapatkan persentase tertinggi pada kelompok usia 17-25 tahun sebanyak 51 orang (38%). Berdasarkan hasil pemeriksaan SGOT didapatkan hasil normal sebanyak 20 orang (15%) dengan rata-rata kadar 26,6 dan hasil abnormal sebanyak 115 orang (85%) dengan rata-rata kadar 136,3 kemudian hasil pemeriksaan SGPT didapatkan hasil normal sebanyak 33 orang (24%) dengan rata-rata kadar 27,6 dan hasil abnormal sebanyak 102 orang (76%) dengan rata-rata kadar 118,4. Pasien DHF sebagian besar meningkat, sebaiknya selalu memonitoring adanya keterlibatan organ hati yang terjadi pada pasien DHF dengan melakukan pemeriksaan enzim hati salah satunya adalah SGOT dan SGPT.Kata kunci : SGOT, SGPT, DHF.
Aktivitas Lactobacillus acidophillus Dalam Infusum Kelopak Bunga Hibiscus sabdariffa L. Untuk Pengembangan Produk Antiseptik Kewanitaan Prima Nanda Fauziah; Desi Audia
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1239

Abstract

Kesehatan organ reproduksi sangat penting bagi siklus kehidupan wanita karena mampu mencegah timbulnya penyakit infeksi dari mikroorganisme. Pada vagina wanita sehat terdapat 95% ekosistem seimbang dari bakteri atau disebut mikroflora vagina, genus Lactobacillus merupakan spesies dominan dari mikroflora vagina. Lactobacillus acidophillus merupakan spesies bakteri yang cukup dominan dalam ekosistem vagina. Terganggunya keseimbangan dari mikroflora normal di vagina wanita berkontribusi sebagai penyebab penyakit bacterial vaginosis (BV) dan infeksi saluran kemih (ISK). Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) adalah salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan eksogen alami yang saat ini banyak diteliti, karena hampir semua bagian tumbuhan ini bisa digunakan untuk keperluan pengobatan. Fauziah dkk. (2021) membuktikan infusum kelopak bunga rosella memiliki kemampuan antibakteri terhadap patogen penyebab ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas Lactobacillus acidophillus sebagai mikroflora normal vagina pada berbagai konsentrasi infusum kelopak bunga rosella. Penelitian ini menggunakan metode minimum inhibitor concentration (MIC) termodifikasi berdasarkan hasil penelitian Fauziah dkk. (2013) dan Vioretti dkk. (2018). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Lactobacillus acidophillus memiliki aktivitas pertumbuhan pada infusum kelopak bunga rosella pada konsentrasi 40%. Simpulan, pada infusum kelopak bunga rosella dapat dijadikan alternatif bahan untuk pembuatan produk antiseptik kewanitaan yang aman bagi mikroflora vagina. Kata kunci: Antiseptik, bacterial vaginosis, infeksi saluran kemih, Hibiscus       sabdariffa L.,  Lactobacillus acidophillus
Studi Pembuatan Carik Celup Alami Bagi Analisis pH Urin dengan Pemanfaatan Antosianin Kol Ungu (Brassica oleracea) Ellsie Viendra Permana
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1146

Abstract

Abstrak Sejauh ini pemeriksaan urin dengan metode carik-celup yang dijalankan di berbagai Laboratorium Kesehatan Indonesia masih bergantung pada produk dipstik import. Selain berbiaya tinggi, dipstik import juga memiliki kandungan reagen yang bersifat toksik, sulit didegradasi dan tidak ramah lingkungan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengkaji Anosianin sebagai senyawa flavonoid dari berbagai buah dan sayuran berpigmen untuk keperluan pewarnaan, kolorimetri, dye fluoresensi, ataupun sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan Antosianin sebagai reagen dipstik carik celup pada pemeriksaan pH urin. Antosianin dari kol ungu diekstraksi kemudian dievaporasi hingga dihasilkan larutan indikator yang lebih pekat, dengan konsentrasi 646,6 mg/mL, berwarna awal ungu kemerahan, dan memiliki pH 6. Indikator hasil ekstraksi telah teruji dalam pengujian dengan berbagai buffer pH 1 sd 12, dan menghasilkan range warna yang luas, yaitu dimulai dari 523nm hingga 625 nm. Senyawa Antosianin kemudian diimobilisasi dalam kertas selulosa Whatman no.2 dengan optimasi rasio imobilisasi ialah sebanyak 0,1mL larutan dalam 0,04 gr kertas, dan pengeringan pada suhu kamar selama 4 jam. Pengujian Antosianin pada urin memberikan warna jingga kekuningan cerah pada urin pH 5, jingga pada urin pH 6, jingga kemerahan pada urin pH 7, dan biru tua pada urin pH 10. Simpulan, dipstick carik-celup antosianin dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam penentuan pH sampel urin.  Kata kunci : Antosianin, Carik Celup, Kol Ungu (Brassica Oleracea), pH, Urin
Uji Sensitivitas dan Uji Spesifisitas Metode Mikroskopis Terhadap Tes Cepat Molekuler (TCM) dalam Diagnosis Mycobacterium tuberculosis Pada Pasien Suspek TB Paru Di RS. Simpangan Depok Imas Latifah; Zuraida Zuraida; Rima Dwi Sulistiawati; Ellis Susanti
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1199

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi didunia. Laporan TB WHO tahun 2020 Indonesia merupakan negara tertinggi kedua dengan kasus Tuberkulosis. Metode yang sering digunakan untuk pemeriksaan Tuberkulosis adalah pewarnaan Ziehl Nelseen karena pemeriksaan yang sederhana, murah, cepat dan mudah. Tetapi memiliki kekurangan seperti sensitivitasnya yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas mikroskopis pada pasien suspek Tuberkulosis paru di RS Simpangan Depok. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan data sekunder dari pemeriksaan mikroskopis BTA dengan Tes Cepat Molekuler pada bulan Januari 2020 – Juni 2022 sebanyak 31 sampel sputum dan dianalisis menggunakan statistik uji sensitivitas dan spesifisitas. Didapatkan hasil positif pada TCM dan ZN sebanyak 10, negatif pada TCM dan ZN sebanyak 13, negatif pada ZN dan positif pada TCM sebanyak 7, positif pada ZN dan negatif pada TCM sebanyak 1. Simpulan, didapatkan nilai sensitivitas mikroskopis terhadap TCM sebesar 58,8% dan nilai spesifisitas sebesar 92,9%.Kata kunci : Mycobacterium tuberculosis, Sensitivitas, Spesifisitas, Suspek Tuberkulosis Paru
Optimasi Isolasi DNA Genom Candida albicans dengan Metode Litium Karbonat Fini Ainun Qolbi Wasdili; Aghes Silfia Putri; Sitti Romlah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1156

Abstract

Abstrak Candida albicans sebagai salah satu spesies jamur yang patogen, berperan terhadap 50% dari seluruh infeksi jamur akibat genus Candida. Isolasi DNA genom merupakan langkah awal dan sangat menentukan dalam studi genetika dan molekuler suatu spesies. Dinding sel Candida albicans terdiri dari dua lapis yang memungkinkan keberhasilan isolasi DNA genom rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi isolasi DNA genom Candida albicans dengan metode litium karbonat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan variasi konsentrasi litium karbonat. Hasil isolasi metode litium karbonat tidak ditemukan pita pada hasil elektroforesis, sedangkan hasil kemurnian isolat kurang dari 1.8 sebanyak 9 sampel dan 3 sampel memiliki kemurniaan yang baik yaitu 1.8-2. Konsentrasi DNA terendah yaitu 0.95mg/ml dan tertinggi yaitu 57.5mg/ml. Simpulan, litium karbonat dengan metode optimasi yang digunakan tidak dapat mengisolasi DNA genom Candida albicans, namun bisa dicoba dengan litium klorida sebagai alternatif untuk isolasi DNA.Kata Kunci : Litium karbonat, Optimasi, Isolasi, Candida albicans
Pemeriksaan Jamur Candida albicans pada Urine Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Islam Klaten Ani Purwitaningsih; Adhi Kumoro Setya
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.898

Abstract

Diabetes melitus saat ini telah menjadi menjadi ancaman serius kesehatan global. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke tujuh dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi. Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi penyakit baik akut maupun kronis dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga pasien mudah terserang infeksi. Indonesia beriklim tropis dengan kelembaban tinggi, daerah genetalia pada pasien diabetes melitus banyak mengandung glukosa yang merupakan nutrisi pertumbuhan jamur, sehingga pasien diabetes melitus mudah terserang infeksi jamur. Jamur yang paling banyak menyebabkan infeksi adalah Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa pertumbuhan jamur Candida albicans pada urine penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Islam Klaten dengan menggunakan media CHROM agar Candida (CAC) dan menghitung jumlah koloninya. Hasil penelitian didapatkan dari 30 sampel urine penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Islam Klaten ada 6 sampel yang positif tumbuh Candida albicans (20%) dengan jumlah koloni paling banyak 1470 koloni dan paling sedikit 60 koloni. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pertumbuhan Candida albicans pada urine penderita diabetes melitus.Kata kunci : Diabetes melitus, Candida albicans, CHROM agar Candida (CAC)Kata kunci : Diabetes melitus, Candida albicans, CHROM  agar Candida  (CAC)
Perbandingan Penggunaan Pelarut Organik Xilene Dengan Toluena Pada Tahapan Clearing Terhadap Kualitas Preparat Aetan Aedes Albopictus (Stegomyia albopictus) Siti Aisyah; Erni Yohani Mahtuti; Muhammad Masyhur; Faisal Faisal
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1167

Abstract

Pembuatan preparat awetan permanen meliputi proses fiksasi menggunakaan KOH 10%, dehidrasi, clearing dan mounting. Clearing bertujuan untuk menjadikan struktur morfologi sampel atau objek menjadi lebih jernih, transparan dan jelas.. Pada penelitian ini larutan yang digunakan yaitu larutan Xilene dan Toluena. Xilene merupakan larutan yang tidak ramah lingkungan, harga lebih mahal dan mudah terbakar,. Sedangkan Toluena merupakan larutan yang terbuat dari pohon tolu yang ramah lingkungan, digunakan sebagai minyak bumi mentah, harga terjangkau, Xilene dan Toluena bersifat menjernihkan karena memiliki kandungan karbon yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kualitas hasil preparat awetan permanen Aedes albopictus (Stegomyia albopictus) pada proses clearing dengan menggunakan larutan Xilene dan Toluena. Sampel penelitian ini adalah 32 nyamuk Aedes albopictus (Stegomyia albopictus) dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preparat awetan menggunakan Toluena didapatkan hasil 12 preparat baik, 4 preparat cukup baik. Sedangkan hasil preparat awetan menggunakan Xilene didapatkan hasil 5 preparat baik, 8 preparat cukup baik, 3 preparat buruk. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan diperoleh hasil yang signifikan yaitu nilai 0,000 0,05. Simpulan, pembuatan preparat awetan permanen Aaedes albopictus (Steggomyia albopictus) lebih baik menggunakan Toluena dibandingkan dengan menggunakanXilene.Kata Kunci: Aaedes Albopictus, Clearing, Toluena, Xilene
Pengaruh Pemberian Paparan Asap Rokok Kretek Terhadap Jumlah Eritrosit Tikus Putih (Rattus norvegicus) Lutfi Nur Hidayat; Dewi Saroh
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.678

Abstract

Rokok membunuh hampir 6 juta orang pertahun, lebih dari lima juta perokok berasal dari perokok aktif dan lebih dari 600.000 merupakan perokok pasif. Tar, Nikotin, Radikal bebas, Timbal (Pb), dan Karbon Monoksida (CO) merupakan beberapa macam bahan kimia yang paling berbahaya dalam asap rokok. Tujuan Penelitian mengetahui pengaruh pemberian paparan asap rokok kretek terhadap jumlah eritrosit tikus putih (rattus norvegicus). Metode penelitian eksperimental, dengan rancangan penelitian eksperimen semu atau quasy- experiment dengan subyek Tikus Putih (Rattus norvegicus) sebanyak 24 ekor. Data dikumpulkan dengan nilai jumlah eritrosit diperiksa dengan hematology analyzer Abacus 3CT. Uji hipotesis dilakukan dengan uji One Way Anova. Simpulan dari penelitian ini terdapat Terdapat pengaruh paparan asap rokok kretek terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih (Rattus norvegicus).Kata kunci : Paparan asap rokok, Jumlah eritrosit, tikus putih (Rattus norvegicus).
Uji Resistensi Staphylococcus aureus Terhadap Vancomycin dan Ciprofloxacine Pada Sampel Pasien Pasca Operasi Di RS “Jih Solo” Gustiar Teo Pamungkas; Ardy Prian Nirwana
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.889

Abstract

Infeksi Luka Operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi setelah tindakan pembedahan. Infeksi nosokomial sering terjadi pada pasien bedah karena tindakan melukai jaringan dengan sengaja. Bakteri yang sering menyebabkan terjadinya ILO adalah jenis bakteri Staphylococcus. Resistensi adalah kemampuan bakteri untuk menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui data faktual terkait resistensi bakteri Staphylococcus aureus terhadap antibiotik Vancomycin (30mcg) dan Ciprofloxacin (5mcg) sebagai salah satu bentuk strategi penanganan resitensi bakteri. Metode penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan teknik sampling accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2022 di RS “JIH” Solo. Data sampel yang didapatkan dalam penelitian ini 22 sampel pus dengan data sekunder dan data primer dari Desember 2019 – Februari 2022. Hasil penelitian ini diperoleh Staphylococcus aureus sensitive 100% terhadap vancomicin (30mcg).Staphylococcus aureus sensitive 36%, Intermediet 9%, dan Resisten 55% terhadap Ciprofloxacin (5mcg) dari 22 jumlah sampel pus yang didapatkan di Laboratorium mikrobiologi RS “JIH SOLO” sejak Desember 2019- Februari 2022. Simpulan dari penelitian ini tidak terdapat resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik vancomicin (30mcg) dari 22 jumlah sampel pus dan terdapat resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik Ciprofloxacin (5mcg) 12 sampel dari 22 sampel pus pada infeksi luka operasi (ILO) di RS “JIH SOLO”.Kata Kunci : Infeksi Luka Operasi, Reistensi, Staphylococcus aureus

Page 10 of 32 | Total Record : 313