cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
NILAI-NILAI TRADISI DAN SOLIDARITAS DALAM UPACARA RUWAH DESA Angelita Anggraeni; Heppy Hyma Puspytasari
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruwah Desa merupakan tradisi yang menciptakan kebersmaan dan kerukunan Masyarakat desa. Tradisi ini merupakan rasa syukur atas rezeki, dan menghormati para leluhur. Permasalahan pada tradisi yaitu pengaruh budaya luar dan tantangan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan nilai-nilai tradisi, (2) Kondisi Solidaritas masyarakat desa, (3) nilai nilai solidaritas dalam ruwah desa. Sumber penelitian data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah reduksi data, penyajian data, dan validasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Penelitian ini menunjukan (1) Nilai-nilai tradisi mencakup lima komponen yang saling terkait yaitu: Emosi keagamaan, Sistem keyakinan, Sistem ritual, dan upacara Peralatan ritual, dan upacara Umat agama. (2)  Kondisi masyarakat desa Bakalan aktif dalam berkelompok, dan antusias melestarikan tradisi. (3) nilai nilai solidaritas dalam ruwah desa adalah kebersamaan dan kerukunan. Manfaat penelitian untuk mengetahui nilai-nilai tradisi, Kondisi Solidaritas masyarakat desa, dan nilai nilai solidaritas dalam ruwah desa.
ANALISIS PROSES BERPIKIR KOMPUTASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR SEKUENSIAL ABSTRAK DAN ACAK ABSTRAK Aning Wida Yanti; Abdulloh Jaelani; Sindy Silvia
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berpikir komputasional merupakan proses berpikir yang penting untuk dimiliki siswa dalam menyelesaikan permasalahan cerita aljabar. Berpikir komputasional memiliki beberapa indikator yaitu dekomposisi, pengenalan pola, berpikir algoritmik dan generalisasi pola abstraksi. Dalam menyelesaikan soal cerita aljabar siswa akan mengalami perbedaan proses berpikir komputasi akibat perbedaan gaya berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir komputasi siswa dalam menyelesaikan soal cerita aljabar berdasarkan gaya berpikir abstrak sekuensial dan acak abstrak. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas 7 yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya berpikir abstrak sekuensial, dan 2 siswa dengan gaya berpikir abstrak acak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara yang dianalisis berdasarkan indikator berpikir komputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak memenuhi seluruh indikator berpikir komputasional, sedangkan siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak hanya memenuhi indikator dekomposisi
PENGARUH CITRA MEREK DAN PROMOSI MELALUI WHATSAPP TERHADAP MINAT BELI PRODUK ORIFLAME DI KOTA JOMBANG Mita April Liana; Nanik Sri Setyani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kalangan remaja hingga orang dewasa sangat memperhatikan perkembangan produk yang sedang populer. Produk yang sangat diikuti perkembangannya adalah perawatan tubuh dan kosmetik. Salah satu produk kosmetika yaitu PT. Orindo Alam Ayu atau Oriflame. Adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semula cukup menggunakan bedak wajah untuk mempercantik diri, kini beralih ke produk pelengkap lainnya. Oriflame merupakan salah satu produk kosmetik yang digemari remaja Jombang. Peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai apa yang menjadi alasan konsumen mempunyai minat beli pada produk-produk Oriflame. Tujuan penelitian ini ialah (1) untuk menjelaskan pengaruh citra merek terhadap minat beli produk Oriflame, (2) untuk menjelaskan pengaruh promosi melalui whatsapp terhadap minat beli produk Oriflame (3) untuk menjelaskan pengaruh citra merek dan promosi melalui whatsapp terhadap minat beli produk Oriflame.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuisoner/angket dan dokumentasi. Responden penelitian sebanyak 100 responden. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 26 for Windows. Hasil Uji T dan Uji F menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh Citra Merek terhadap Minat Beli secara signifikan dengan nilai signifikasi variabel Citra Merek sebesar 0,000 < 0,05 dan diperoleh t hitung sebesar 7,358 ˃ t tabel yaitu 1,660; (2)Terdapat pengaruh Promosi melalui WhatsApp terhadap Minat Beli secara signifikan dengan nilai signifikasi variabel Promosi melalui WhatsApp sebesar 0,018 < 0,05 dan diperoleh t hitung sebesar 2,412 ˃ t tabel yaitu 1660; (3)Terdapat pengaruh Citra Merek (X1) dan Promosi melalui WhatsApp (X2) terhadap Minat Beli (Y) secara signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan diperoleh F hitung 100,541 ˃ F tabel 3,090. Hal tersebut membuktikan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KOPI HERBAL BERBASIS SANTRIPRENEUR BAGI KESEJAHTERAAN ALUMNI PESANTREN . Soehardjoepri; Pratnya Paramitha Oktaviana; Muslichah Erma Widiana; Mahmudah Enny Widyaningrum; Mohamad Atok; Galuh Oktavia Siswono; Ulil Azmi; Imam Safawi Ahmad; Prilyandari Dina Saputri; Moch. Taufik Hakiki
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu barista produsen kopi yang berpotensi untuk maju dimasa new normal dan sebagai wadah tenaga kerja adalah “Amik Coffee Shop” sebagai pemilik Hans Maha Putra Yudha Wijaya di Ngipik, Karangpoh, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang memiliki latar belakang pendidikan di pondok pesantren Langitan Tuban Jawa Timur. Permasalahan:1)Proses produksi kopi selama ini memakai cara konvensional yaitu dengan menggunakan wajan penggorengan saja, sehingga hasil kopi masih belum rata kematangannya dan hanya dapat memproduksi dalam jumlah yg kecil. 2)Belum menguasai strategi dan teknik produksi serta jual beli. Hal ini disebabkan karena tidak adanya karyawan yang memiliki ilmu wirausaha, dan pengetahuan yang selama ini hanya didapatkan dari belajar secara otodidak.3)Pemasaran hasil kopi masih terbatas di Amik Coffee Shop dan beberapa tempat yang menjadi penitipan, merk mitra masih kurang dikenali dan tidak mudah ditemukan oleh calon konsumen.4)Dalam kegiatan usaha belum menerapkan ilmu manajemen. Metode:1)Rancang bangun Roasting Machine dengan spesifikasi: Kapasitas max 1 kg, termometer beans, analog, body carbonstell. Paint: hightemp silver + black, Cooling beans + fan, Beans scoop checker, kaca intip beans, lubang inti api, mini burner LPG, saklar safety, pemantik elektrik, dan chad collector.2)Pelatihan, praktek dan pendampingan menularkan pola pikir dan perilaku seorang wirausaha pada peserta didik.3)Pelatihan, praktek dan pendampingan e-marketing dengan menggunakan media social maupun marketplace online.4)Pelatihan, praktek dan pendampingan  pengetahuan manajemen yang meliputi fungsi manajemen dan fungsi operasional manajemen. Hasil:1)Penyediaan alat penggorengan kopi yaitu Roasting Machine.2)Memberikan pelatihan pendampingan pengetahuan konsep serta pemahaman fungsi manajemen dan fungsi operasional manajemen yang aplikatif.3) Memberikan pelatihan ekonomi kreatif dan inovasi pembuatan produk dan dipasarkan secara e-marketing antara lain melalui media sosial dan marketplace online, mendaftar pada asosiasi UKM mendunia.4)Memberikan pengetahuan manajemen..
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TIMSS SISWA MI WALISONGO Vidha Rahayu; Abd. Rozak
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengukuran kompetensi siswa Indonesia melalui TIMSS (Trends International Mathematics and Science Study) menunjukkan hasil yang belum memuaskan. Sehingga diperlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah seperti pada masalah TIMSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jika PBL digunakan dalam proses pembelajaran terkait penyelesaian soal TIMSS.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Walisongo. Metode pengumpulan data berupa tes dengan Instrumen yang digunakan adalah lembar soal TIMSS materi bilangan. Setelah data terkumpul, akan dianalisis menggunakan uji t sampel bebas dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post test kelas kontrol yaitu 38,50, lebih rendah dari kelas experimen yaitu 57,92. Hasil uji t sempel bebas didapatkan nilai sig 0,162, dengan demikian terdapat perbedaan rata-rata antara kelas control dan kelas eksperimen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran berbasis masalah dalam menyelesaikan soal TIMSS pada siswa MI Walisongo
UPAYA PENCEGAHAN DEMENSIA MELALUI KEGIATAN OUTBOND KOGNITIF PADA KELOMPOK LANSIA DI KELURAHAN KLAMPIS NGASEM, KOTA SURABAYA Elida Ulfiana; Joni Haryanto; Laily Hidayati; Alya Annisa Ilma; Elok Agustina Rahayu; Evi Novia Rahmawati; Ajeng Triska Permata Sari
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Klampis Ngasem merupakan salah satu wilayah di Surabaya bagian timur tepatnya pada kecamatan Sukolilo kota Surabaya. Kelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah” di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu Lansia yakni menurunnya partisipasi lansia untuk hadir di kegiatan posyandu lansia bahkan mencapai <75% lansia yang hadir dengan alasan ketidakhadiran yakni lupa dan malas. Alasan lupa menunjukkan bahwa lansia telah mengalami tanda gejala  penurunan kognitif terutama kemampuan orientasi. Bila kondisi situasi ini terjadi secara berkelanjutan dan dibiarkan, maka dapat menyebabkan menurunnya status kesehatan lansia, semakin cepat mengalami demensia serta dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan kegiatan peningkatan fungsi kognitif sehingga dapat mencegah munculnya tanda gejala demensia. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan skrining kognitif, edukasi pencegahan demensia, hingga terakhir outbound kognitif yang diberikan pada 30 orang lansia beserta kader. Hasil dari proses kegiatan outbound kognitif ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia. Selain itu dapat meningkatkan rasa percaya diri, melepaskan kejenuhan, menumbuhkan semangat baru, membangun kerjasama antar tim, mengembangkan kemampuan sosial, serta meningkatkan kebugaran dan psikologis pada lansia
REALISASI FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMK NEGERI 1 JOMBANG Deita Rahmadani; Heny Sulistyowati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Realisasi Fungsi tindak Tutur Direktif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 1 Jombang merupakan sebuah penelitian yang berfokus pada tuturan yang disampaikan oleh guru dengan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini, fungsi tindak tutur direktif beserta realisasinya dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Negeri 1 Jombang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, karena dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan kalimat dan dialog yang meliputi fungsi tindak tutur direktif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila beserta realisasinya. Sumber data dalam penelitian ini, berupa dialog guru dan siswa dalam pembelajaran P5. Kemudian data dikumpulkan dengan teknik observasi, transkripsi, identifikasi, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dalam pembelajaran P5, ditemukan tuturan yang memiliki fungsi tindak tutur direktif serta realisasinya. Temuan data realisasi fungsi tindak tutur direktif pada penelitian ini, realisasi langsung yang paling banyak, maka dalam penelitian ini guru lebih sering menggunakan realisasi fungsi tindak tutur direktif secara langsung ketika pembelajaran P5. Maka simpulan data tindak tutur direktif dalam pembelajaran P5 berupa dialog guru lebih dominan menggunakan fungsi tindak tutur direktif memerintah dengan realisasi secara langsung
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN GAYA HIDUP REMAJA DI DESA CARANGREJO Muchammad Rizal Al -Annur; . Firman
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial merupakan produk teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Media sosial dapat memunculkan perubahan gaya hidup baru bagi penggunanya, seperti gaya hidup konsumtif dan hedonisme yang memiliki dampak baik dan buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja melalui perilaku hidup hedonisme yang ada di Desa Carangrejo. (2) untuk mendeskripsikan peran media sosial dalam perubahan gaya hidup konsumtif pada remaja yang ada di Desa Carangrejo dan untuk mendeskripsikan adanya dampak terjadinya perubahan gaya hidup remaja di Desa Carangrejo, yang diakibatkan media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja di Desa Carangrejo, terutama pada remaja yang masi berpendidikan tingkat SMA, memanfaatkan media sosial hanya sebagai kesenangan dan hiburan saja tanpa melihat dampak buruknya. (2) peran media sosial dalam perubahan gaya hidup hedonisme dan  konsumtif pada remaja, cenderung boros dalam hal ekonomi karena, membeli sesuatu tanpa memikirkan harga dan manfaat, hanya untuk memnuhi hasrat saja., perilaku tersebut tidak bisa dipisahkan karena sama sama menggunakan media sosial hanya sebagai tempat kesenangan akan tetapi, ciri konsumtif ini lebih boros ekonomi, suka membeli barang yang tidak jelas, terkait dampak tersebut sudah ada solusi dari desa seperti sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan media sosial yang baik.
BELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING MELALUI KOMUNIKASI SOSIAL DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF PEMBELAJAR Rosi Anjarwati; Lailatus Sa’adah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, media sosial seakan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran dan perkembangan internet telah membawa cara baru dalam berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam masyarakat saat ini, media sosial menghadirkan dan mengubah paradigma komunikasi. Komunikasi media sosial tidak dibatasi oleh jarak, waktu, atau ruang. Itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja, tanpa perlu komunikasi langsung. Tingkat komunikasi telah melebur menjadi satu wadah yang dikenal dengan media sosial. Munculnya banyak konsekuensi juga harus diperhatikan, karena media sosial memungkinkan setiap individu yang terlibat di dalamnya untuk bebas mengungkapkan pendapatnya. Bahkan dalam dunia pendidikan, setelah pandemi Covid 19 yang mengubah pembelajaran bahasa tradisional menjadi proses pembelajaran online, media sosial tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembelajar bahasa Inggris memandang komunikasi sosial melalui media sosial untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris. Berdasarkan tujuan tersebut, rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan responden yang meliputi siswa laki-laki maupun perempuan (SMA dan perguruan tinggi) dari beberapa kota di Jawa Timur. Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa angket untuk menjawab pertanyaan tentang preferensi apa yang dimiliki oleh pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing (English as a Foreign Language / EFL) dalam penggunaan media sosial mereka sebagai bagian dari pembelajaran bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki preferensi terhadap beberapa jenis media sosial dengan menggunakan umumnya sebanyak 3 sampai 6 jam dalam sehari untuk mendengarkan lagu atau video, membaca postingan, mencari dan membagikan informasi, mengungah video, menulis status, serta memberi komentar lisan dan tulis.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL TERHADAP FASILITAS PUBLIK PENYANDANG DISABILITAS Cindy Khoirun Nisak; . Firman
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan fasilitas publik merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia, baik warga negara penyandang disabilitas maupun warga negara non disabilitas.   Dalam Pasal 12 ayat 1 pemerintah daerah mengupayakan untuk mendapatkan kebutuhan dasar atas pelayanan publik yang tidak diskriminatif sehingga mampu mendorong kemandirian untuk aktif bersosialisasi, bermasyarakat, dan bernegara. Tujuan dari penelitian yaitu (1) untuk menjelaskan bagaimana implementasi Pasal 12 ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 14 Tahun 2016 terhadap fasilitas publik penyandang disabilitas di Kecamatan Jombang; dan (2) kendala implementasi Pasal 12 ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 14 Tahun 2016 terhadap fasilitas publik penyandang disabilitas di Kecamatan Jombang. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif dan dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemerintah Kabupaten Jombang dalam memenuhi kebutuhan dasar penyandang disabilitas di Kecamatan Jombang dapat dikatakan cukup baik dibuktikan dengan adanya fasilitas seperti trotoar dengan guiding block dan ramp tangga, namun fasilitas publik di Kecamatan Jombang khususnya jalan raya dan tempat ibadah masih ada yang belum mendukung penyandang disabilitas untuk mandiri dalam mengakses kebutuhan akan fasilitas publik; dan (2) kendala dari pengimplementasiannya yaitu masih terdapat masyarakat yang apatis dengan berjualan dan parkir kendaraan di trotoar, ditemukan bentuk diskriminasi berupa kurang pekanya pegawai pemerintahan dalam melayani penyandang disabilitas