cover
Contact Name
Hayatullah Kurniadi
Contact Email
hayatullah.kurniadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6285265505309
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiana@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sultan Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Komunikasiana: Journal of Communication Studies
ISSN : 26544695     EISSN : 26547651     DOI : -
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Print ISSN 2654-4695 | Online ISSN 2654-7651 is an academic journal published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This journal publishes the results of research on communication studies: Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibilty (CSR), Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication, Cross Culture Communication, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025)" : 6 Documents clear
Konten Humor Receh Melalui Instagram dalam Proses Emotional Closure Generasi Z Khoerunisa, Rifasya Azahra; Kurniawan, Achmad Wildan; Mujianto, Haryadi
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.37681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses emotional closure Generasi Z melalui konten humor receh pada akun Instagram @memecomic.id dan @kuku_salma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten dan wawancara mendalam yang dipandu oleh teori teknik humor Arthur Asa Berger dengan fokus pada teknik bahasa seperti permainan kata, sindiran dan teknik aksi seperti kejadian fisik yang lucu serta pengaturan waktu yang terbukti efektif dalam meningkatkan suasana hati audiens. Temuan menunjukan humor receh tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media pengalihan emosi sementara. Instagram merupakan platform populer bagi Generasi Z untuk menemukan dan berbagi konten humor dengan pengguna lainnya dalam proses penutupan emosional. Hasil penelitian menunjukan bahwa konten humor hanya memberikan kelegaan sementara bukan solusi permanen untuk penyelesasian emosional yang dialami oleh Generasi Z. Humor receh membantu memberikan jeda sementara tetapi tidak menggantikan upaya dalam mengatasi akar permasalahan. 
Polarisasi, Relasi Media, dan Narasi Publik pada Kontestasi Politik Menjelang Pilpres 2024 di Platform X Setiawan, Harry; Muslikhin, Muslikhin; Qurniawati, Eka Fitri; Samsudin, Dafrizal
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.38271

Abstract

Kata "capres" diasosiasikan dengan nama orang, representasi partai, dan asal usul tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap polarisasi nama dan relasi media siber dalam sentimen percakapan publik melalui X pada isu calon presiden Indonesia tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan droneemprit.com, netlytic.com, dan diolah menggunakan aplikasi Gephi. Teori Intermedia Agenda Setting digunakan sebagai pisau analisis. Penelitian ini menganut paradigma interpretif dengan metode netnografi, mengumpulkan narasi percakapan publik selama 90 hari (Juni – Agustus 2022). Penelitian ini menemukan konfirmasi intermedia agenda-setting pada polarisasi media dengan kata kunci “capres” di Indonesia. Akun @detikcom menjadi akun yang paling berpengaruh dalam interaksi media siber dan publik melalui media sosial. Wacana publik terkait nama tokoh presiden dan latar belakangnya menjadi bahan baku pemberitaan isu calon presiden di Indonesia. Terakhir, sebagai budaya siber yang terbentuk adalah netizen di Indonesia menggunakan ujaran kebencian dan hoaks sebagai wahana beropini dan menjadi perbincangan yang luas.
Bonding, Bridging, dan Linking sebagai Modal Sosial dalam Pemulihan dan Keberlanjutan Desa Wisata Pascapandemi Siregar, Nadia Itona; Zulfiningrum, Rahmawati; Satriya, Candra Yudha
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.36519

Abstract

Sektor pariwisata berkontribusi signifikan terhadap devisa dan pendapatan nasional, namun mengalami penurunan tajam akibat pandemi COVID‑19. Artikel ini menganalisis bagaimana bonding, bridging, dan linking sebagai modal sosial dalam pemulihan dan keberlanjutan desa wisata pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Desa Wisata Wanurejo, Kabupaten Magelang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola desa wisata, pelaku usaha pariwisata, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial bonding berperan dominan pada fase awal pemulihan melalui penguatan solidaritas, kepercayaan, dan praktik gotong royong sebagai jaring pengaman sosial informal. Modal sosial bridging berfungsi memperluas jejaring lintas kelompok dan membuka akses terhadap informasi, inovasi, serta peluang ekonomi, namun pemanfaatannya cenderung tidak merata. Sementara itu, modal sosial linking berperan penting dalam pemulihan jangka panjang melalui akses terhadap kebijakan, program bantuan, dan dukungan kelembagaan, sekaligus memperlihatkan relasi kuasa yang berpotensi memarginalkan kelompok rentan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan modal sosial yang inklusif dan berkeadilan dalam pemulihan desa wisata.
Komunikasi Teraupetik: Peluang dan Tantangan Telemedicine dalam Sistem Layanan Kesehatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sumatera Barat Yasmin, Syaza
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.36604

Abstract

Layanan kesehatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berperan penting dalam memenuhi hak dasar anak didik pemasyarakatan, terutama terkait akses perawatan fisik dan mental. Penelitian ini mengeksplorasi praktik layanan kesehatan di LPKA Klas II Tanjung Pati, Sumatera Barat, serta potensi pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung layanan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tenaga kesehatan dan Andikpas, observasi, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya tantangan seperti keterbatasan tenaga medis, fasilitas yang minim, kurangnya program kesehatan berkelanjutan, serta hambatan komunikasi. Telemedicine dipandang sebagai solusi inovatif yang dapat memperluas akses, mencatat data kesehatan secara terintegrasi, dan meningkatkan literasi kesehatan. Namun, implementasi teknologi menghadapi kendala seperti infrastruktur yang belum memadai, literasi digital rendah, dan kesulitan komunikasi terapeutik secara virtual. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan, penguatan infrastruktur digital, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di LPKA.
Digital Divide dan Kemiskinan Struktural: Analisis Kesenjangan Akses Informasi di Majene Nuraliah, Dewi; Rahmawati, Rezki; Faisal, Andi Fahri; Kartika, Muh. Medriansyah Putra
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.38307

Abstract

Kesenjangan digital di wilayah perdesaan terpencil masih menjadi persoalan serius di tengah meningkatnya penetrasi internet nasional. Penelitian ini mengkaji hambatan akses internet dan dampaknya terhadap kesempatan ekonomi masyarakat miskin di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terarah. Analisis dilakukan menggunakan model kesenjangan digital Van Dijk, diperkuat dengan teori difusi inovasi Rogers dan pendekatan domestikasi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan digital multidimensional pada level akses fisik, material, keterampilan, dan penggunaan. Kesenjangan tersebut memicu dampak berantai berupa terputusnya komunikasi ekonomi pengrajin rotan dengan pasar, penurunan pendapatan, dan ancaman terhadap keberlanjutan industri kerajinan lokal, yang bermuara pada kemiskinan komunikasi.
A Partnership-Based Environmental Communication Model for Reducing Pollution in the Coastal Areas Triantoro, Dony Arung; Triyanto, Triyanto
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.38320

Abstract

This study aims to analyze the partnership-based environmental communication model implemented by the Green Agent Student Activity Unit (UKM GA) at UTU to reduce pollution in coastal areas. Using a qualitative approach and data collected through interviews, the research identifies two dimensions of partnership-based environmental communication: internal and external partnerships. Internal partnerships are built through bonding and bridging social capital. Bonding social capital is reflected in members’ sense of solidarity and personal commitment to environmental cleanliness, while bridging social capital is realized through collaborations with other units within UTU. External partnerships are developed through linking social capital, evident in cooperation with communities outside UTU. The findings indicate that such partnerships not only expand social networks and enhance the legitimacy of environmental movements but also strengthen the community’s capacity to undertake collective actions to reduce pollution in coastal areas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6