cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 150 Documents
A Proposed Method to Find Exciter’s Maximum Acceleration Magnitude on Vibration Meter Calibration System Ninuk Ragil Prasasti; Denny Hermawanto
Instrumentasi Vol 44, No 2 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i2.206

Abstract

National Measurement Standards-National Standardization Agency of Indonesia (SNSU-BSN) has implemented calibration method for vibration meters according to ISO 16063-21:2003. In this calibration system, an electrical signal at a particular frequency and magnitude is generated by the signal generator. Then it is amplified before converted into a mechanical vibration by the exciter. A vibration acceleration produced by the exciter is measured by the reference accelerometer as well as the vibration meter under test simultaneously. However, the maximum acceleration generated in the calibration system is affected and limited by several factors such as a total mass load of accelerometer, data acquisition system, displacement and velocity limits of an exciter. This paper presents the analysis of maximum acceleration produced by the exciter in the vibration meter calibration system considering the effect of those factors within a frequency range from 10 Hz to 5 kHz.
KESESUAIAN PRODUK PENGERAS SUARA TANPA KABEL DI INDONESIA TERHADAP STANDAR ELECTROMAGNETIC COMPATIBILITY UNTUK PARAMETER UJI EMISI RADIASI 30 – 1000 MHz Devic Oktora; Jumail Soba
Instrumentasi Vol 45, No 1 (2021)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v45i1.234

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi global serta mulai masuknya era industri 4.0 saat ini mulai banyak produk yang memiliki fitur komunikasi secara wireless. Produk elektronik berupa pengeras suara merupakan salah satu produk elektronik yang umum memiliki fitur wireless. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi peredaran barang masuk dengan fitur wireless. Regulasi Electromagnetic Compatibility (EMC) mulai diterapkan dalam persyaratan masuk produk dengan komunikasi wireless ke Indonesia. Emisi secara radiasi merupakan salah satu persyaratan pada CISPR 32 tahun 2015. Pengujian ini dilakukan untuk melihat kesesuaian produk pengeras suara dengan fitur wireless yang akan beredar di Indonesia dengan standar. Metode pengujian yang digunakan  mengacu pada standar CISPR 32. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa 20% dari sampel yang diuji berada di atas batas CISPR 32.
A PROTOTYPE AND ITS TESTING METHOD DEVELOPMENT FOR FIVE TRAPS METAL CATCHERS TO REMOVE METAL IMPURITIES IN FOOD PRODUCTS Novrita Idayanti; N. Sudrajat; K. Kristiantoro; D. Mulyadi; I. Kurniawan; M. Nurdin; J. Nugraha
Instrumentasi Vol 44, No 2 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i2.207

Abstract

Development a prototype and its testing method of five traps metal catchersfor removing metal impurities in food products have been done.Thisinstrument can capture metal pieces during the production process. The purpose of this study is to provide information for the industry about magnetic strength testing methods, simulating magnetic fields at the same pole, and testing of metal catcher performance. In addition, the making of this prototype can meet the needs of the food industry because until now, these instruments have been imported from abroad. Unfortunately, the shape and magnetic strength of the instruments from abroad cannot match the needs of the industry and cannot be re-chargeable.The design of a prototype consists of permanent rare earth magnet neodymium iron boron (NdFeB) with a surface magnetic strength that is commonly available on the market of 5,000-6,000 gauss. The magnets were arranged into stainless steel rods with the same magnetic pole to produce large magnetic fluxes. Simulation of magnetic strength by entering the dimension value and magnetic strength,the results show that the magnetic strength of magnet NdFeB is 20,000 gauss that was obtained by using Femm 4.1 software.The testing of magnetic strengthby using Gauss meters up to 6,000-10,000 gauss. The efficiency the prototype has also been tested in the food industry, especially for dairy products by passing 2 kg of milk powder that containing metal fragments (iron scraps, paper clips, staples, and splinter wires) with sizes 0.3-25 mm. From the experimental results, the magnetic catch was quite good with efficiency above 92.5%.  The testing method and this prototypeare eligible to be applied to the dairy industry and food products.
REVISI KETIDAKPASTIAN SISTEM KALIBRASI TERMOMETER INFRAMERAH BERDASARKAN PADA HASIL KARAKTERISASI BENDA-HITAM Hidayat Wiriadinata, M.Eng.Sc.; Iip Ahmad Rifai; Arfan Sindhu Tistomo; Melati Azizka Fajria; Dwi Larasati
Instrumentasi Vol 46, No 1 (2022)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v46i1.246

Abstract

Telah dilakukan upaya perbaikan terhadap cara menentukan nilai ketidakpastian dari Sistem Kalibrasi Termometer Infrared. Semula cara perhitungan ketidakpastian emisivitas  menjadikannya sebagai komponen terbesar dari nilai ketidakpastian Sistem Kalibrasi Termometer Infrared yang hasilnya untuk suhu 50 °C sampai dengan 500 °C adalah antara 2.5 °C dan 5.6 °C  Pada upaya kali ini perhitungan ketidakpastian emisivitas diganti dengan perhitungan ketidakpastian berdasarkan pada karakterisasi media kalibrasi blackbody sehingga diperoleh nilai ketidakpastian sebesar 2,2 °C~ 2,4 °C untuk panjang gelombang (8-14) mm dan rentang suhu 50 °C – 500 °C.
PENINGKATAN KEMAMPUAN UKUR KALIBRASI SUMBER FREKUENSI DI BAWAH 10 HZ DAN SIMULASI DISEMINASINYA DALAM HEART RATE ELECTROCARDIOGRAM (ECG) Asep Hapiddin; A.M. Boynawan A.M. Boynawan; Ratnaningsih Ratnaningsih; Yulita Ika Pawestri; Brillyana Githanadi
Instrumentasi Vol 46, No 1 (2022)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v46i1.264

Abstract

Dalam upaya membangun ketertelusuran pengukuran alat dan fasilitas kesehatan, khususnyayang memiliki parameter pengukuran frekuensi, telah dilakukan penelitian dan kajian kalibrasisumber frekuensi rendah dalam rentang (0,1~10) Hz di Laboratorium SNSU Kelistrikan danWaktu BSN. Terdapat banyak alat kesehatan yang memiliki parameter pengukuran frekuensidalam rentang di bawah 10 Hz, salah satunya elektrokardiogram. Kemampuan pengukuran dankalibrasi di Laboraorium SNSU Kelistrikan dan Waktu, untuk sumber frekuensi adalah 10 Hz ~3,2 GHz. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk membangun sistem kalibrasi danketertelusuran untuk sumber frekuensi pada rentang di bawah 10 Hz. Dalam penelitian ini, telahdibangun sistem kalibrasi sumber frekuensi dalam rentang (0,1~10) Hz yang tertelusur keStandar Nasional Frekuensi (NaFS), jam atom Cesium 133 HP5071A. Kemampuanpengukuran terbaik (BMC) didapatkan pada nilai 2,2×10-4 Hz ~ 3,2×10-5 Hz. Untukmendiseminasikan kemampuan pengukuran tersebut, dilakukan kajian studi kasus tentangkalibrasi elektrokardiogram (EKG) dan simulatornya sebagai alat kesehatan yang memilikiparameter frekuensi rendah. Namun, perlu dilakukan kalibrasi ECG simulator atau sumberfrekuensi rendah lainnya secara langsung menggunakan sistem kalibrasi yang telah dibangun.Kata Kunci: pengukuran frekuensi rendah, Standar Nasional Frekuensi, elektrokardiogram,ECG simulator
PENGEMBANGAN SISTEM KALIBRASI ALIRAN GAS MENGGUNAKAN BELL PROVER PADA UJI BANDING APMP.M.FF-K6.2018 hafid hafid; Fahmy Munawar Cholil; Gigin Ginanjar; Renanta Hayu Kresiani; Rudi Anggoro Samodro; Feizar Mahendra; Yonan Prihhapso
Instrumentasi Vol 46, No 1 (2022)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v46i1.281

Abstract

Sistem pengukuran aliran gas (udara) menggunakan bell prover di SNSU-BSN telah digunakan untuk mengikuti uji banding APMP.M.FF-K6.2018. Pengukuran aliran dilakukan berdasarkan pengukuran perubahan volume udara pada bell prover dalam waktu tertentu dan memperhitungkan perubahan densitas udara didalamnya. Perubahan volume ditentukan berdasarkan perubahan ketinggian bell prover yang memiliki luas area relatif homogen menggunakan rotary encoder. Waktu ditentukan menggunakan PCI-card timer dengan resolusi 0,001 detik. Perubahan densitas udara ditentukan berdasarkan pengukuran suhu dan tekanan udara yang terjadi. Parameter waktu, nilai pulsa rotary encoder, pulsa rotary gas meter (artefak), suhu dan tekanan udara direkam secara real time dengan menggunakan kamera untuk memudahkan analisis yang dilakukan setelah proses pengambilan data. Pengukuran aliran udara yang dihasilkan memiliki kesalahan terbesar 0,43 % terhadap nilai nominal dengan ketidakpastian sebesar 0,30%. Hasil ini sesuai dengan tipikal kurva kalibrasi rotary gas meter yang digunakan sebagai artefak dalam uji banding yang memiliki akurasi 0,50%.Kata kunci: bell prover, pengukuran aliran gas, rotary gas meter. 
VARIASI CAMPURAN ETHANOL PADA BAHAN BAKAR RON 95 DAN RON 90 DI MESIN MOTOR 4 LANGKAH Zufri Hasrudy Siregar; Indriyani Indriyani; Pedro Da Silva; Acim Maulana; Dedi Sarwedi; Andri Ramadhan
Instrumentasi Vol 46, No 1 (2022)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v46i1.296

Abstract

Pemakaian sejumlah kendaraan bermotor akan sebanding dengan konsumsi bahan bakar fosil. Selain itu, pertumbuhan kendaraan yang meningkat setiap tahunnya tidak mempengaruhi konsumsi bahan bakar tetapi pada pertumbuhan penduduk. Kualitas Bahan bakar diukur dengan RON di mana makin tinggi nilai oktan maka makin baik kualitas bahan bakar tersebut. RON secara sederhana digambarkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakarsecara spontan di ruang bakar kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar dengan campuran RON 90, RON 95 dan ethanol dengan benda uji yaitu motor 4 langkah. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan metode kuantitatif dengan jenis penelitian pengembangan. Hasil dari penelitian ini yaitu bahan bakar RON 95 jika dicampur dengan ethanol akan menghasilkan performa mesin yang lebih baik, makin besarpersentase methanol yang dimasukkan kedalam bahan bakar maka makin baik performa yang dihasilkan, baik torsi, daya, maupun konsumsi bahan bakar yaitu pada rpm 1000, 1500, 2000, dan 2500; methanol 8% paling optimal dimana waktu nya 174 Sec, 105 Sec, 86 Sec, dan 51 Sec. Dan gaya pada Load Cell 0,535 kgf, 0,875 kgf, 1,102 kgf, dan 1,421 kgf.
SIMULASI MONTE CARLO MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN R UNTUK MENENTUKAN KOREKSI KETIDAKCOCOKAN PADA FOTOMETER BERDASARKAN INDEKS KETIDAKCOCOKAN LAZIM Prihhapso, Yonan; Nelfyenny, Nelfyenny; Suryani, Dini; Farhania, Wiwin
Instrumentasi Vol 46, No 1 (2022)
Publisher : National Standardization Agency of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v46i1.233

Abstract

Ketidakcocokan (mismatch) antara lampu ukur ketika sebuah fotometer atau lux meter dikalibrasi dengan lampu sumber ketika fotometer digunakan dalam pengukuran dapat menyebab eror atau kesalahan. Saat ini belum ada metode umum yang dapat digunakan untuk mengoreksi kesalahan ini. Metode yang direkomendasikan oleh Komisi Internasional untuk Pencahayaan (Commission Internationale de l’Eclairage - CIE) cenderung rumit dan hanya dapat diimplementasikan pada lembaga metrologi nasional saja. Dalam penelitian ini dikemukakan metode untuk mengoreksi kesalahan ketidakcocokan menggunakan korelasi antara nilai indeks ketidakcocokan lazim (???) dengan nilai faktor koreksi ketidakcocokan spektral (??). Nilai ??? dan ??dihitung dari profil-profil responsivitas spektral fotometer sampel yang banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan profil tersebut dibuat model simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan sebaran nilai ??pada berbagai nilai indeks???. Menggunakan 2 × 10? pengacakan dan 20 kali perulangan, didapatkan nilai ketidakpastian dari komponen faktor koreksi ketidakcocokan spectral sebesar 0,002%, 0,044% dan 0,203% untuk sumber cahaya berupa lampu pijar (tungsten halogen), lampu fluorescent dan lampu LED. Kontribusi komponen ?? terhadap ketidakpastian pengukuran tingkat pencahayaan adalah sebesar 0,011% untuk lampu pijar (tungsten halogen), 0,2% untuk lampu fluorescent dan 2,5% untuk lampu LED.
VALIDATION OF A SECONDARY METHOD USING JONES CELL - TYPE D FOR ELECTROLYTIC CONDUCTIVITY MEASUREMENTS Nuryatini Hamim; Ayu Hindayani; Yosi Aristiawan; Christine Elishian
Instrumentasi Vol 46, No 1 (2022)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v46i1.321

Abstract

Parameter konduktivitas elektrolitik sangat berguna dalam menentukan kualitas air yangdigunakan di berbagai industri. Pengukuran konduktivitas elektrolitik dilakukan denganmenggunakan alat konduktometer yang telah dikalibrasi dengan bahan acuan bersertifikat. Saatini bahan acuan bersertifikat (CRM) masih merupakan barang impor. Oleh karena itu,Laboratorium Elektrokimia SNSU-BSN telah mengembangkan metode sekunder untukmengukur konduktivitas elektrolitik dalam bahan acuan untuk dijadikan sebagai CRM. Metodesekunder yang digunakan adalah metode dengan menggunakan sel Jones tipe D untuk rentangpengukuran 20 – 150 mS/cm. Validasi metode sekunder dibahas dalam makalah ini. Parameterpengujian meliputi linearitas, akurasi, presisi-repeatability, dan estimasi ketidakpastianpengukuran. Hasil validasi diperoleh linearitas yang baik dengan nilai R2 sebesar 0,999 padafrekuensi 120 – 480 Hz. Akurasi dan presisi cukup memuaskan dengan nilai bias 0,01 mS/cmdan RSD 0,031%. Nilai ketidakpastian diperluas dari metode ini dievaluasi sebesar 0,15% (k=2).Pengukuran konduktivitas elektrolitik ini tertelusur ke satuan SI melalui bahan acuan primerCRM1714 dari Lembaga Metrologi Nasional Denmark. Metode ini telah digunakan untukmensertifikasi bahan acuan sekunder KCl 1 M, dengan nilai 111,6 mS/cm dan ketidakpastiandiperluas relatif 0,15%. Bahan acuan sekunder ini telah dibuat oleh Laboratorium ElektrokimiaSNSU-BSN yang bertujuan untuk mendiseminasikan ketertelusuran pengukuran konduktivitaselektrolitik di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan acuan impor yangmembutuhkan waktu lebih lama dan biaya tinggi.
IMPLEMENTASI IoT UNTUK PEREKAMAN DATA LINGKUNGAN LABORATORIUM SESUAI ISO/IEC 17025 : 2017 Prihhapso, Yonan; Achmadi, Aditya; Azzumar, Muhammad; Ginanjar, Gigin; Suherlan, Suherlan; Purwowibowo, Purwowibowo; Rifai, Iip Ahmad
Instrumentasi Vol 47, No 1 (2023)
Publisher : National Standardization Agency of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v47i1.325

Abstract

Fasilitas laboratorium kalibrasi dan pengujian harus dijaga kondisi lingkungannya agar tidak memberikan pengaruh buruk pada hasil pengukuran. Kondisi lingkungan perlu dipantau, dicatat dan dikendalikan sehingga laboratorium kalibrasi dan pengujian dapat melakukan pengukuran tanpa mempengaruhi keabsahan hasil. Pada penelitian ini teknologi Internet of Things (IoT) diimplementasikan dalam pemantauan dan pengumpulan data lingkungan laboratorium yang berupa data suhu, kelembapan relatif, dan tekanan udara. Data kondisi lingkungan diakuisisi menggunakan mikrokontroler yang terhubung ke server melalui jaringan WIFI. Informasi mengenai kondisi laboratorium disimpan dan ditampilkan pada laman website secara real-time. Sebagai validasi data pengukuran kondisi lingkungan, sensor-sensor dikalibrasi terhadap termo-higrometer acuan,  dan kemudian penunjukannya dikoreksi menggunakan metode curve-fitting. Selain itu, hasil pengukuran modul kondisi lingkungan juga dibandingkan dengan alat ukur kondisi lingkungan komersial dengan tingkat akurasi yang sama. Hasil validasi pengukuran menunjukkan performa pengukuran yang setara dengan alat ukur kondisi lingkungan komersial. Modul kondisi lingkungan hasil penelitian ini memiliki nilai ketidakpastian pengukuran yang berkaitan dengan pengukuran parameter suhu lingkungan sebesar ±0,3 °C dan ±2,3 %RH untuk parameter kelembapan relatif udara.Kata Kunci: IoT, internet of things, data logger, ESP32, kalibrasi