cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
didik@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arikapal75@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM), Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
urnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi, adalah jurnal ilmiah nasional sebagai media bagi para akademisi untuk mempublikasikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di bidang teknologi pada khususnya dan bidang lain pada umumnya. Jurnal PASOPATI terdaftar dalam International Standard Serial Number (ISSN) dengan nomor ISSN 2685-886X yang tertuang dalam SK LIPI no. 0005.2685886X/JI.3.1/SK.ISSN/2019.09 - 3 Agustus 2019 (mulai edisi Vol.1, No.3, Agustus-Oktober 2019) Fokus dan Sekup Jurnal meliputi hasil-hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yang berhubungan dengan : 1. Teknik / Teknologi Tepat Guna 2. Pendidikan / Pemberdayaan Masyarakat 3. Pengembangan 4. Manajemen 5. dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor.
Articles 213 Documents
Sosialisasi Pendataan Perumahan Berbasis Tabungan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Nany Yuliastuti
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan memiliki keterbatasan daya beli sehingga dibutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mendapatkan atau membangun rumah. Kota Tegal memiliki backlog perumahan sebesar 45.843. Dengan angka tersebut, Kota Tegal menempati peringkat ke-7 dari jumlah backlog terbanyak di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015. Sosialisasi dipilih Kota Tegal sebagai langkah awal percontohan untuk kota-kota lainnya di Jawa Tengah. Salah satu kegiatan untuk dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi MBR adalah dengan dibantu oleh pemerintah melalui kredit atau pembiayaan bank pelaksana. Untuk itu tujuan sosialisasi terkait pendataan rumah subsidi berbasis tabungan agar lebih banyak diketahui oleh masyarakat yang memerlukan rumah subsidi. Kelompok sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan batasan penghasilan tertentu dengan beberapa persyaratan baik yang belum memiliki rumah sendiri. Kegiatan ini, dilaksanakan melalui sosialisasi potensi minat masyarakat. Metode pelaksanaan dimulai dengan bimbingan teknis yaitu berupa pertemuan partisipatif dan diskusi fokus terarah. Selanjutnya pendataan potensi sebaran rumah subsidi dan pendataan minat melalui komunitas dan kelompok masyarakat yang berminat terhadap rumah subsidi di kota Tegal. Hasil pendataan, mendapatkan 192 masyarakat berpenghasilan rendah yang berminat terhadap rumah subsidi di Kota Tegal. Potensi pendataan ini diusulkan untuk diverifikasi agar realisasi pembangunan rumah subsidi berbaasis tabungan ini dapat segera terlaksana.
EDUKASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA KONTRAKTOR KECIL Jati Utomo Dwi Hatmoko; Mochamad Agung Wibowo; Frida Kristiani; Riqi Radian Khasani; Rizki Fatmawati; Geofanny Dominica Sihaloho
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang penting di Indonesia karena menyediakan berbagai infrastruktur dan prasarana bagi berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Data mutakhir badan usaha kontraktor konstruksi yang teregistrasi secara nasional tahun 2012 menunjukkan jumlah mayoritas pelaku industri konstruksi adalah kontraktor berkualifikasi kecil (87%), sehingga kualitas dari kinerja kontraktor kecil akan menjadi cerminan dari kualitas industri konstruksi Indonesia secara umum. Mayoritas dari kontraktor kecil tersebut mempunyai banyak permasalahan klasik antara lain menyangkut kapasitas, kompetensi, dan daya saing rendah dan keterbatasan akses permodalan, keterbatasan kompetensi SDM serta keterbatasan penguasaan teknologi dan sistem manajemen. Selain itu, kontraktor kecil masih banyak yang tidak bisa memenuhi target biaya, mutu dan waktu yang direncanakan. Maksud diadakannya sosialisasi Building Information Modeling (BIM) untuk kontraktor kecil adalah untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi BIM. Tujuannya adalah untuk membuka wawasan peserta tentang prinsip-prinsip dan dasar-dasar mengenai teknologi BIM. Sasaran utama dari kegiatan pelatihan ini adalah para pemilik atau pengelola kontraktor kecil di daerah Semarang dan sekitarnya yang tercatat dalam asosiasi kontraktor di bawah naungan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah sebuah bentuk sosialisasi yang akan disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi.  Kata kunci : kontraktor, BIM, sosialisasi
SOSIALISASI PENATAAN RUANG SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI RW XVII KELURAHAN SRONDOL WETAN, KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Wiwandari Handayani; Prihadi Nugroho; Samsul Ma’rif; Agung Sugiri; Fadjar Hari Mardiansjah; Reny Yesiana; Bintang Septiarani
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki tingkat risiko banjir tinggi. Tingginya perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu menimbulkan semakin meningkatnya risiko bencana banjir di Kota Semarang pada masa mendatang. Berkurangnya tutupan lahan akan mengakibatkan semakin sedikitnya infiltrasi air ke dalam tanah dan mengakibatkan kekeringan panjang di musim kemarau. Sebaliknya, berkurangnya tutupan lahan juga akan berdampak pada semakin besarnya limpasan air hujan ke permukaan yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya bencana banjir besar di musim penghujan.Salah satu wilayah yang terdapak banjir di Kota Semarang adalah wilayah RW XVII Kelurahan Srondol Wetan. Wilayah RW XVII Srondol Wetan terdampak banjir akibat dari luapan sungai yang berada di wilayah tersebut yang terjadi di musim penghujan. Kondisi drainase yang buruk dan kurangnya resapan air menjadi salah satu penyebab meluapnya sungai di wilayah tersebut. Untuk melakukan mitigasi melalui kegiatan pembangunan fisik dan perbaikan di wilayah tersebut, diperlukan proses dan waktu yang cukup lama, namun dalam musim hujan ini kejadian banjir sudah terjadi setidaknya dua kali selama awal tahun 2019.Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak serta kerugian pasca banjir, diperlukan mitigasi dengan melakukan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana oleh masyarakat melalui sosialisai penataan ruang sehingga masyarakat dapat mengantisipasi kerugian serta kerusakan yang ditimbulkan apabila terjadi bencana di wilayahnya.Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi/ penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya tata ruang serta pengurangan risiko bencana banjir di wilayahnya. Target dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersosialisasinya pengurangan risiko banjir bagi masyarakat, memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya manajemen kebencanaan, mengurangi risiko dari kejadian banjir dimasa datang.Kata Kunci: Sosialisasi, Penataan Ruang, Banjir
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK MELALUI KEGIATAN MENABUNG DI BANK SAMPAH SEMPULUR ASRI GEDAWANG Haryono Setiyo Huboyo; Sri Sumiyati
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan bank sampah mempunyai arti penting baik dari sisi lingkungan maupun sisi ekonomi. Pengelolaan pada bank sampah Sempulur Asri di RW 05 Kelurahan Gedawang meliputi pemilahan, pencatatan dan penjualan. Namun tingkat partisipasi warga yang ikut berperan masih sangat terbatas. Mayoritas nasabah bank sampah Sempulur Asri adalah warga RT 05 dan baru sedikit warga RT lain yang menjadi nasabah padahal jumlah RT yang ada di wilayah RW 05 sebanyak 10 RT. Oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan jumlah partisipasi warga yang menjadi nasabah sehingga tonase sampah yang dikelola juga meningkat. Kegiatan dimaksud adalah sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat RW 05 secara keseluruhan disertai dengan promosi bank sampah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikelompokkan menjadi empat tahap, yaitu tahap pelatihan dan pendampingan tentang pengelolaan sampah anorganik, pendampingan dalam kegiatan pemilahan sampah, penimbangan sampah (menabung sampah) dan penjualan ke pengepul sampah, pengembangan kegiatan Bank Sampah Sempulur  Asri melalui melalui media sosial dan teknologi informasi dan monitoring kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Bank Sampah Sempulur RW  Kelurahan Gedawang Banyumanik Kota Semarang. Kata kunci : Anorganik, Bank Sampah, Gedawang, , partisipasi, Sempulur Asri
PEMBERDAYAAN NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN RAMAH LINGKUNGAN Ari Wibawa Budi Santosa; Muhammad Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kelompok nelayan yang tergabung dalam KUD Mino Utomo dan paguyuban nelayan kabupaten Demak. Karya utama dalam kegiatan ini adalah alat pemanggil ikan berupa lampu celup dengan dilengkapi solarsel sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan. Peralatan ini dirancang sebagai lampu atraktor yang dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional. Lampu tersebut dapat di turunkan ke dalam air sampai kedalaman tertentu. Sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air bertenaga surya yang telah dibuat teridiri dari: satu paket lacuba terdiri dari 2 (dua) buah lampu, 1 (satu) buah converter, kabel masing-masing untuk 1 (satu) lampu sepanjang 15 meter, 1 (satu) buah Charger, untuk pengisian Accu. Intensitas cahaya lampu yang paling besar pada arah horizontal dan mempunyai daya jangkau paling jauh adalah lampu yang berwarna putih sebesar 20.000 lux dengan jarak maksimum 20 meter dan intensitas paling rendah pada lampu bercahaya merah sebesar 2.200 lux dengan jarak maksimum 14 meter. Dengan adanya alat ini nelayan tidak tergantung pada bahan bakar minyak bumi (BBM), dapat menekan biaya operasional dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
INOVASI KOMPOSTER SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GEDAWANG SEMARANG, JAWA TENGAH Eflita Yohana; Muchammad Muchammad; Tony Suryo U; Syaiful Syaiful; Bambang Yunianto; Dito Ariq Guslan
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan salah satu hal yang perlu perhatian dari masyarakat. Pengelolaan sampah dilakukan sebagai upaya agar sampah tidak mencemari lingkungan dan dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai. Pengelolaan sampah di masyarakat dapat dilakukan melalui pembuatan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Menurut Rukmana (2007), sumber bahan pupuk kompos antara lain berasal dari limbah organik seperti sisa-sisa tanaman (jerami, batang, dahan), sampah rumah tangga, kotoran ternak (sapi, kambing, ayam, itik), arang sekam, abu dapur dan lain lain. Tujuan proses pengomposan merubah bahan organik dari limbah menjadi produk yang mudah dan aman untuk ditangan, disimpan, diaplikasikan ke lahan pertanian dengan aman tanpa menimbulkan efek negatif baik pada tanah maupun pada lingkungan. Pengomposan melalui bahan organik pada komposter menghasilkan kompos dalam bentuk padat maupun cair. Pengadaan komposter dilakukan kepada masyarakat Gedawang RT.01 RW.10 dan RT.06 RW.01 dengan memberikan informasi berupa sosialisasi dan praktik pembuatan kompos dengan komposter. Pengadaan komposter dilakukan sebagai upaya meningkatan kesadaran diri dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah melalui pembuatan kompos, sehingga masyarakat dapat secara mandiri memanfaatkan sampah rumah tangga (sampah organik) dan mengurangi timbulan sampah ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA).
REVITALISASI PERALATAN PRODUKSI DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SENTRA IKM JAMU Denny Nurkertamanda; Bakhtiar Arfan; Singgih Saptadi; Yusuf Widharto
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengambil lokasi dan bermitra dengan IKM yang berada di  sentra industri kecil menengah jamu. Lokasi mitra berada di Kabupaten Sleman, tepatnya berada di Dusun Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman. Sentra ini telah dikukuhkan pada tahun 2018 sebagai salah satu sentra IKM di Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berangkat dari keinginan untuk meningkatkan produktivitas sentra tersebut.  Salah satu cara yang kami laksanakan adalah dengan melakukan revitalisasi peralatan produksi yang ada. Peralatan ini telah ada di sentra tersebut selama beberapa waktu dan belum dapat digunakan secara optimal dikarenakan adanya perbedaan spesifikasi antara kondisi mesin yang ada dan kondisi yang ada di lapangan.  Diharapkan dengan kegiatan pengabdian ini maka utilisasi mesin dapat meningkat dan pada akhirnya produktivitas masyarakat juga meningkat.
PENGEMBANGAN DESA KARANGPELEM KABUPATEN SRAGEN SEBAGAI DESA WISATA Santy Paulla Dewi; Grandy Loranesssa Wungo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Karangpelem merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian cukup tinggi di Kabupaten Sragen. Namun demikian, potensi ini belum dikembangkan secara maksimal, sehingga dampak aktivitas pertanian ini belum banyak terlihat dan dirasakan oleh masyarakat. Kemiskinan masih menjadi masalah yang ditemui di masyarakat. Selain itu adanya tantangan lain seperti dana, ketersediaan infrastruktur, dan kelembagaan juga menjadi penghambat pengembangan desa. Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimana berupaya membantu dan memfasilitasi  pengembangan desa wisata berbasis pertanian di desa, dimana pemerintah Desa Karangpelem Kabupaten Sragen sebagai mitra. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah dengan melaksanakan FGD di awal kegiatan untuk menggali isu pengembangan desa, dan di akhir kegiatan untuk mensosialisasikan hasil diskusi dan kajian dilapangan. FGD dilakukan dengan melibatkan semua stakeholder yang terkait dengan pengembangan desa wisata berbasis pertanian. Hasil dari sosialisasi ini adalah konsep pengembangan desa wisata beserta pemetaan peran masing-masing stakeholder.
OPTIMALISASI PARAMETER PROSES PRODUKSI UNTUK MEMINIMALKAN JUMLAH BATU BATA PATAH MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI (SK: SENTRA INDUSTRI BATU BATA BLANCIR - SEMARANG) Aries Susanty; Meriska Damayanti; Bambang Purwanggono; Ratna Purwaningsih; Heru Prastawa; Novie Susanto; Susatyo Nugroho W.P.
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun kebutuhan rumah bertambah menyebabkan permintaan batu bata meningkat. Salah satu penghasil batu bata yaitu Sentra Industri Blancir yang terletak di Pedurungan Kidul, Semarang. Proses produksi di Sentra Industri Blancir masih menghasilkan batu bata patah. Saat ini belum ada standar teknis baik dari segi material maupun metode dalam proses produksi batu bata di Sentra Industri Blancir. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi parameter proses produksi menggunakan desain eksperimen Taguchi dengan karakteristik kualitas smaller the better. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh level optimal parameter proses produksi untuk meminimalkan jumlah batu bata patah. Variabel penelitian terdiri dari enam parameter proses yaitu air, sekam padi, pengadukan, pendiaman, pengeringan, dan pembakaran. Rasio S/N, analisis variansi, dan uji T digunakan untuk menentukan level optimal dan menganalisis efek parameter proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi level optimal yaitu air 20%, sekam padi 4%, pengadukan bahan 7 kali, pendiaman campuran 6 jam, pengeringan 12 jam, dan pembakaran 5 hari. Urutan parameter proses yang berpengaruh signifikan untuk meminimalkan batu bata patah yaitu jumlah pengadukan bahan, lama pembakaran, jumlah air, jumlah sekam padi, dan lama pengeringan. Sedangkan lama pendiaman campuran tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan eksperimen konfirmasi menggunakan level optimal, jumlah batu bata patah dapat berkurang sebanyak 2,25%.
PEMBUATAN GULA SEMUT KELAPA JAHE DI DESA UJUNG – UJUNG, KEC. PABELAN, KAB. SEMARANG Irawan Wisnu Wardhana; M. Arief Budihardjo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018 Desa Ujung-Ujung  Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang merupakan desa dengan luas wilayah 2,83 km2. Desa Ujung–ujung memiliki wilayah perkebunan yang cukup luas yaitu sekitar 7,83 Ha. Gula semut adalah gula kelapa berbentuk bubuk yang dapat dibuat dari nira palma, yaitu suatu larutan gula cetak palmaeyang telah dilebur kembali dengan penambahan air pada konsentrasi tertentu (Suroso dan Suyitno, 2014). Secara umum jahe mempunyai manfaat untuk menghangatkan tubuh. Agar dapat memanfaatkan jahe secara praktis, maka jahe perlu diolah dan dikemas dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan mencampurkan jahe dengan gula semut. Pada Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Tim Pelaksana bekerjasama dengan Mitra pada Desa Ujung Ujung, Kelompok Tani Ngadimakmur 1 untuk melakukan koordinasi dalam meningkatkan potensi daerah dengan melakukan pembuatan produk gula semut jahe.

Page 4 of 22 | Total Record : 213