cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
GAYA BAHASA CINTA JIBRAN KHALIL JIBRAN DALAM NOVEL “AL-AJNIḤAT AL-MUTAKASSIRAT” (Kajian Stilistika) Rendi Fathurohman; Muhammad Syasi; Ahmad Qonit AD
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6473

Abstract

This article aims to explain the style that is identified in Jibran Khalil Jibran’s novel “al-Ajnihat al-Mutakassirat”. The style includes diction, sentence, figurative language and meaning effect based on Ahmad Sayyeb’s theory that is clearness, force, beauty, and pressing. The styles used by Jibran includes 1) Diction that is repeating the same sound in makhraj and using synonyms, and 2) The sentence includes mumtaddah, muta’addidah, murakkabah, and mutasyābikah. 3) Figurative language includes figure of thought and figure of speech. The figure of thought includes simile, metaphor, personification, metonymy, and sinekdok. The figure of speech includes repetition, parallelism, paradoks, anaphora, and polisidentol. 4) Meaning effect includes clearness, force, beauty, and pressing
SIMBOL KEKERASAN POLITIK DI IRAK ERA KEPEMIMPINAN SADDAM HUSSEIN DALAM NOVEL UKHRUJ MINHA YA MAL’UN KARYA SADDAM HUSSEIN (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Ahmad Bambang Soemargono; Fadlil Yani Ainusyamsi; Wildan Taufiq
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6474

Abstract

Penelitian ini berjudul simbol kekerasan politik di Irak era kepemimpinan Saddam Hussein dalam novel Ukhruj Minha Ya Mal’un Karya Saddam Hussein. Saddam Hussein adalah seorang presiden di negara Irak sekaligus sastrawan yang hebat. Ia menggunakan karya sastra sebagai alat pengkritik untuk melawan kekerasan-kekerasan yang dilakukan musuhnya. Seperti dalam novel Ukhruj Minha Ya Mal’un yang didalamnya banyak menceritakan kelicikan dan kejahatan yang dilakukan oleh musuhnya yaitu Amerika. Ia juga menciptakan beberapa karya sastra diantaranya novel yang berjudul Zabibah Wa al-Mulk, al-Qal’ah al-Hashinah, Rijal Wa Madinah dan Ukhruj Minha Ya Mal’un. Maka dari itu, peneliti menggunakan novel sebagai objek dalam penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk memahami simbol  kekerasan politik di Irak era kepemimpinan Saddam Hussein dan mendeskripsikan makna kekerasan politik yang terdapat dalam novel Ukhruj Minha Ya Mal’un karya Saddam Hussein. Sehingga dalam novel tersebut, dapat diketahui variasi kekerasan politik yang disimbolkan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan sesuai dengan hasil menelaah dan mengkaji sumber data yang didapatkan dari novel Ukhruj Minha Ya Mal’un. Sedangkan kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep triadik Semiotika Charles S. Peirce, yaitu mengungkap Representamen (R), Objek (O), serta Interpretan (I).Berdasarkan analisis, penelitian ini ditemukan 20 data yang memberikan simbol-simbol kekerasan politik, diantaranya: (1) kekerasan tidak langsung (indirect violence); (2) kekerasan alienatif (alienative violence); (3) kekerasan refresif (represif violence); (4) peperangan; (5) revolusi. Kekerasan politik adalah suatu kondisi yang sangat tidak ingin dihadapi oleh sebagian besar dari  masyarakat serta hanya menguntungkan bagi elit politik saja. Karena hal itu, dengan adanya analisis ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi dasar dalam mengenal dan mengetahui variasi dari kekerasan politik yang biasa terjadi disekelilingnya. 
JINĀS DALAM KITAB FATHUL MU’IN KARYA AHMAD ZAINUDDIN ALFANNANI BAB (SHALAT, ZAKAT, PUASA, HAJI DAN UMRAH, JUAL BELI, DAN IJARAH) (KAJIAN ILMU BADĪ) Putri Fatimah Qodariyah; Muhamad Abdul Halim; Nurlinah Nurlinah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6475

Abstract

This research departs from the fact that the previous books contained many beauties, both in terms of lafadz and meaning. The Fathul Mu'in Book is one of the books written by Ahmad Zainuddin Alfannani, this book discusses the jurisprudence in this book is quite complete covering the chapter thaharah for jinayat or law. The book Fathul Mu'in is one of the books which is more the beauty of language in it, namely jin. Jinn language is the likeness of two lafadz in pronunciation, but the meaning is different. In this study discuss the analysis contained in the Book of Fathul Mu'in, and based on this background, the research is formulated as follows: 1) What is included in the Book of Fathul Mu'in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting) , Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Any form of Jinapa which is included in the Book of Fathul Mu'in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting, Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani. This study uses descriptive analysis method, descriptive analysis method is done by describing the facts then followed by analysis. The descriptive method of analysis is not only eye-breaking, but also provides sufficient understanding and explanation of jinās in the Fathul Mu'in book by understanding Balāghah.            After conducting the research, the researcher draws the results of the analysis, that the types and forms of Jinās contained in the Fathul Mu'in Chapter (Prayer, Zakat, Hajj and Umrah, buying and selling, ijarah) by Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani are: types Jinās, numbering 87 kinds of Jinās, which includes 7 types of Jinās, namely Jinās tām mumāsil, Jinās tām mustaufi, Jinās ghair tām naqis mudhōri ', Jinās tām, Jinās ghair tām naqis lāhi), Jinās ghair tām qolab kul, and Jinās ghair tām qolab ba'di kulk, and Form Jinās, totaling 145 forms, which consist of fi'il (verb) and isim (noun) arrangement. The fiil is fi'il Mādi and Fi'il Mudōri. The isim in the book is masdar isim, isim fa'il isim maf'ul and isim jamid.
KETIDAKPADANAN DIKSI TERJEMAHAN ACHMAD SUNARTO DALAM BUKU TERJEMAH TA’LIM MUTA’ALIM Muhammad Ibnu Pamungkas; Izzuddin Musthafa; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6471

Abstract

Ta’lim Muta’alim is Syaikh al-Zarnūjī’s opus that consists of norms, ethics, and rules for gaining knowledge based on Islamic teachings. Thus, claimants of science could reach their goals to obtain it. This book was translated by Achmad Sunarto into Indonesian language and published by Husaini Publisher in Bandung. After reading it totally, researcher found mistakes in translation, especially mistakes in words selection (diction) in translation. And after analyzed it, researcher formulate the mistakes into 4 parts, (1) translation that is the result of direct transliteration from SL without considering its compability in TL, (2) existence of information loss and gain that effects the translation itself and makes it unsuitable, (3) choosing a word which is not suit with the meaning reference from the source text, (4) translation is unacceptable in TL because it is translated literally.
ARUDL, QAWAFI DAN AMANAT PADA BAB KHASHAISHUL FATIHAH DALAM KITAB KHAZINATUL ASRAR KARANGAN SYAIKH MUHAMMAD HAQQI AN-NAZILI Zamzam Mugni Alawi; Rohanda Rohanda; Mawardi Mawardi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6476

Abstract

Kitab Khazinatul Asrar merupakan kitab karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili. Isimya menjelaskan tentang keutamaan Al-Quran, yang masih jarang bagi para pelajar maupun pengajar yang membahas kitab tersebut disertai mengkaji Syair dari segi Ilmu Arudl dan Qawafi dan masih banyak dari kalangan kita selaku umat muslim yang belum mengetahui tentang keutamaan-keutamaan ayat Al-Quran yang sering kita baca setiap hari terutama surat Al-fatihah. Pada salah satu babnya didalam menjelaskan maksud dan tujuannya, pengarang menggunakan syair, yaitu pada bab Khashaishul Fatihah.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Zihaf, Ilat, Qafiyah, dan Amanat yang terdapat pada bab Khashaishul Fatihah dalam kitab Khazinatul Asrar.Didalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang terdapat pada kitab Khazinatul Asrar karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili, sedangkan kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat. Dari hasil analisis yang digunakan oleh peneliti terhadap kitab Khazinatul Asrar pada bab Khashaishul Fatihah dari segi ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat terdapat 4 syair dengan jumlah seluruhnya 46 bayt, peneliti menemukan data diantaranya : (1) Ilmu ‘Arudl : Zihaf Mufrad Ma’shub, Zihaf Mufrad Ma’qul, Zihaf Mufrad Maqbudh, Zihaf Muzdawaj Manqush, dan ‘Illat Naqsh. (2) Ilmu Qawafi : Jenis Qafiyah : Muthlaqoh, Muqoyyadah. Kata Qafiyah (sebagian kalimat). Huruf Qafiyah : Rawi, Ta’sis, Dakhil, Washal. Harakat Qafiyah : Majra, Taujih, Ras, Isyba’. Nama Qafiyah : Al-Mutawatir. (3) jenis amanat pada kitab Khazinatul Asrar Bab Khashaishul Fatihah  tentang Uluhiyyah (ketuhanan).
TASYBIH DALAM KITAB QASHIDAH BURDAH KARYA SYAIKH MUHAMMAD IMAM AL BUSHIRI Iman, Saepul; Hidayat, Deden; Supianudin, Asep
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6472

Abstract

Kitab Qashidah Burdah is a book authored by Shaykh Muhammad Al Bushiri. This Qashidah in the book tells the story of the story of the Prophet Muhammad, the Apostolic privileges, the Prophet Muhammad, to the miracle. In Verse-verse contained in the book of Qashidah is very beautiful Burdah. Therefore, the very need to be examined, beauty-beauty that exists on the Poetry Book. Qashidah Burdah by using the review Balaghoh Bayan Tasybih Science in particular. The problem in this research include what type of Tasybih in the book Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri?, and how Tasybih Purpose in the book Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri?. As for the purpose of this research is to know the type and purpose of Tasybih in the book Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri. To achieve that goal this research uses descriptive analytic method. Descriptive analytic method is done by means of descript the data in the form of a word or phrase containing Tasybih, then proceed with the analysis. This research uses the study of science science approach with Parrot Balaghah.  Conclusion of this research is that the Tasybih contained in the book of Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri 11 types of Tasybih, such as: Tasybih Mursal Mufashshal on get at 4 Temple of poetry, Tasybih Puberty in the get on 2 the Temple of poetry, Tasybih Mursal Mujmal Temple poems on 2, Tasybih Mufashshal Ghoiru Tamtsil Mursal at 2 Temple of poetry, Tasybih Muakkad Mufashshal at 2 Temple of poetry, Tasybih Mursal Mufashshal Tamtsil at 7 Tasybih poetry, Mursal Temple on Temple 5 poems Tasybih Mujmal Temple poems 1 Tasybih, Muakkad Mufashshal Tamtsil at 1 Temple of poetry, and Tasybih Muakkad Mujmal Maqlub 1 Temple, Tasybih Dhimny Temple on 12 verses. The purpose of Tasybih found in: Bayan musyabbah al things in 28 Temple of poetry, Bayan al imkan musyabbah in poetry, Tazyin Temple 3 al musyabbah in the 5th stanza poem, Mengongkritkan musyabbah Temple in three verses, and Bayan miqdar al musyabbah thing in 3 Temple poems
PRINSIP KESOPANAN MAKSIM KEDERMAWANAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “AULĀD HĀRATINĀ” EPISODE JABAL KARYA NAJĪB MAHFŪZ (KAJIAN PRAGMATIK) Suci Asari Rochman; Ajang Jamjam; Dayudin Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6477

Abstract

Sebuah novel karya Najīb Mahfūz berjudul Aulād Hāratinā Episode Jabal menceritakan tentang Jabal, yaitu seorang tokoh yang menjadi pemimpin untuk melawan bentuk ketidakadilan penguasa dan orang-orang yang kaya di lingkungannya. Jabal terlahir dari keturunan Al-Jabalāwi, yaitu keluarga Hamdān. Kakeknya ialah pendiri kampung yang bernama Adham. Ia diangkat menjadi putera oleh keluarga yang tidak memiliki putra, yaitu keluarga Al-Afandī yang merupakan keluarga yang memiliki kekayaan sekaligus kekuasaan. Terdapat prinsip kesopanan maksim kedermawanan pada  tuturan tokoh Jabal dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan dibahas satu permasalahan, yaitu bagaimana menggunakan prinsip kesopanan maksim kedermawanan pada tokoh utama dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal Karya Najīb Mahfūz; Berlandaskan batasan masalah tersebut maka dapat diidentifikasi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan prinsip kesopanan guna mengetahui penggunaan prinsip dan adanya maksim kedermawanan yang terdapat pada tokoh utama dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal Karya Najīb Mahfūz. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dalam teknik pengumpulan data-data menggunakan metode simak yang selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan metode padan ekstralingual dan menganalisis tuturan tokoh utama Jabal dengan menggunakan pendekatan pragmatik teori prinsip kesopanan. Penggunaan metode tersebut akan menghasilkan sebuah penelitian penggunaan prinsip kesopanan tuturan yang terdapat pada tokoh utama Jabal dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal Karya Najīb Mahfūz, yaitu adanya maksim kedermawanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7