cover
Contact Name
Helmina Wati
Contact Email
kontak.stikesbl@gmail.com
Phone
+6287814594045
Journal Mail Official
borneojournalofpharmascientech@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat, Sungai Besar, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Borneo Journal Of Pharmascientech
ISSN : 25413651     EISSN : 25483897     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Pharmascientech merupakan jurnal resmi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari. Jurnal memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian, meliputi farmasi klinik, manajemen & farmasi sosial, farmasi bahan alam, teknologi sediaan farmasi dan lain-lain. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset.
Articles 178 Documents
FORMULASI KRIM EKSTRAK TOMAT (Solanumlycopersicum) dan UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 Azis Ikhsanudin; Lovita Ningsih
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FORMULASI KRIM EKSTRAK TOMAT (Solanumlycopersicum) dan UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 FORMULATION CREAM OF EXTRACT TOMATO FRUIT (Solanumlycopersicum) And ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST FOR Staphylococcus aureus ATCC 25923 Azis Ikhsanudin1*, Lovita Ningsih2 1,2Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email: azis.ikhsanudin@pharm.uad.ac.id ABSTRAK Antibakteri adalah zat yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri dengan cara menghambat proses metabolisme mikroba. Senyawa likopen, flavonoid, dan saponin yang merupakan kandungan dari buah tomat terbukti dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak tomat dalam sediaan krim. Penelitian ini meliputi pembuatan krim dengan basis vanishing krim pada konsentrasi 50%,70% dan 90%. Krim ekstrak tomat dievaluasi kemampuan antibakterinya berdasarkan sifat fisik organoleptis, sifat fisik daya lekat, daya sebar dan pengujian antibakteri dengan metode difusi sumuran pada media agar Mueller Hinton. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik SPSS 16 for windows dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak tomat sebesar 50%, 70% dan 90% berpengaruh terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri dan sifat fisik krim, pada konsentrasi 70% krim memberikan efek paling optimal. Pada uji sifat fisik dan uji aktivitas antibakteri krim hasil yang diperoleh yaitu waktu daya lekat formula 70% selama 21,33 detik, daya sebar yang dihasilkan formula 70% yaitu sebesar 2,58 cm2. Zona hambat antibakteri pada formula 70% yaitu sebesar 11,19 mm.Semakin tinggi konsentrasi krim ekstrak tomatyang digunakan semakin besar daya hambat pertumbuhan bakterinya. Semakin tinggi konsentrasi krim ekstrak tomat akan berpegaruh dalam meningkatkan daya lekat dan menurunkan daya sebar krim. Kata kunci :krim ekstrak tomat, likopen, flavonoid, saponin, antibakteri. ABSTRACT Antibacterial are substances that can interfere with the growth or kill bacteria by interfering with the metabolism of harmful microbes. Compound lycopene, flavonoids, saponins which is the content of the tomatoes are proven to inhibit or kill bacterial growth. study aims to determine the antibacterial activity of the tomatoextract in cream.This study covers the manufacture of cream with vanishing cream base at a concentration of 50%, 70% and 90%.Cream tomato extracts evaluated antibacterial capability based physical organoleptic properties, physical properties of adhesion, antibacterial dispersive power and testing wells with diffusion method on Mueller Hinton agar medium. Data were analyzed using SPSS 16 statistical test for windows with a 95% confidence level.The results show that the tomato extract concentration of 50%, 70% and 90% inhibitory effect on the growth of bacteria and physical properties of the cream, at a concentration of 70% provides the most optimal effect. On the physical properties and antibacterial activity test cream was obtained which time 70% adhesion formula for 21.33 seconds, the resulting formula dispersive power of 70% in the amount of 2.58 cm2. Antibacterial inhibition zone on a formula of 70% is equal to 11.19 mm.The higher concentration of cream of tomato extract is used the greater the inhibition of bacterial growth. The higher concentration of cream of tomato extract will be having an effect in improving adhesion and decreased the spread cream. Keywords: cream of tomato extract, lycopene, flavonoids, saponins, antibacterial.
KOMPOSISI KANDUNGAN GULA BUAH NAGA Hylocereus costaricensis YANG TUMBUH DI PERKEBUNAN ANORGANIK BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN Sasi Gendro Sari; Susi Susi; Nurlely Nurlely
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KOMPOSISI KANDUNGAN GULA BUAH NAGA Hylocereus costaricensis YANG TUMBUH DI PERKEBUNAN ANORGANIK BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN Sasi Gendro Sari*1, Susi2 dan Nurlely3 PS Biologi FMIPA1, PS Teknologi Industri Pertanian FPertanian2 dan PS Farmasi FMIPA3 Universitas Lambung Mangkurat ABSTRAK Buah naga dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita DM Tipe 2 sebesar 19,94% dengan mengkonsumsi buah naga segar sebanyak 400g/hari. Selain itu, manfaat buah naga sebagai anti hiperkolesterolemik dan mencegah resiko penyakit jantung pada pasien DM, sebagai anti radikal bebas karena mengandung betasianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kandungan gula kulit dan daging buah naga merah Hylocereus costaricensis melalui metode HPLC. Komposisi kandungan glukosa dan fruktosa kulit dan daging buah naga Hylocereus costaricensisdianalisis dengan membandingkan luas area kandungan gula dengan gula standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan glukosa lebih besar dibanding fruktosa. Selain itu gula dari filtrat murni campuran kulit dan daging buah lebih besar bila dibandingkan ekstrak etanol kulit dan daging buah naga. Jumlah kandungan glukosa dan fruktosa bagian kulit dan daging buah naga bervariasi, dimana hal ini diduga peran enzim amylase dalam proses akumulasi gula buah.
PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUNOMODULATOR COMPARATIVE LONG HOSPITALIZATION TREATMENT TO THE CHILDREN USING SUPPORTIVE MEDICINE CONTAINING EXTRACT OF GUAJAVA LEAVES (Psidium guajava Linn.) AND IMMUNOMODULATORY MEDICINE Abdur Rosyid; Willi Wahyu Timur; Pramadevi Almira Minerva Vania
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUNOMODULATOR COMPARATIVE LONG HOSPITALIZATION TREATMENT TO THE CHILDREN USING SUPPORTIVE MEDICINE CONTAINING EXTRACT OF GUAJAVA LEAVES (Psidium guajava Linn.) AND IMMUNOMODULATORY MEDICINE Abdur Rosyid 1) *, Willi Wahyu Timur 1), Pramadevi Almira Minerva Vania 1) 1) Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang * email : rosyid@unissula.ac.id ABSTRAK Indonesia dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh World Health Organization (WHO) yang mengindikasikan tingginya angka perawatan rumah sakit dan kematian akibat DBD, khususnya pada anak. Penyebab umumnya adalah menurun nya kadar trombosit dalam tubuh dan menurunya sistem imun dalam tubuh. Salah satu penanganannya yaitu dengan terapi suportif yaitu obat imunomodulator dan obat yang mengandung ekstrak daun jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan lama rawat inap pengobatan dengan kedua obat tersebut di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini diambil dari catatan medik rawat inap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang periode Agustus 2014-Agustus 2016, analisa data menggunakan uji T-test dan analisis data hubungan dengan Chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 sampel lama rawat inap pasien dengan obat imunomodulator adalah 4,78 ± 1,47 hari, kenaikan trombosit adalah 73,07 ± 66,06 dan obat yang mengandung ekstrak daun jambu biji adalah 5,00 ±1,27, kenaikan trombosit 28,60 ± 59,27. Lama rawat inap pasien demam berdarah dengue rata-rata 4-5 hari. Tidak berbedasignifikan lama rawat inap dan kenaikan trombosit pada pasien DBD yang menggunakan terapi suportif imunomodulator dan extrak daun jambu biji Kata Kunci : Lama rawat inap, demam berdarah dengue, DBD, imunomodulator, ekstrak daun jambu biji, trombosit ABSTRACT Borneo Journal of Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article Indonesia is included “A” category in the Dengue Hemorrhagic Fever by The World Health Organization (WHO) that indicated the high of hospital care and death of Dengue Hemorrhagic Fever, especially for the children. The general causes of dengue hemorrhagic fever are the lower of trombosit in the body and the lower of imune in the body. One of the treatments is by supporty theraphy that is immunomodulator medicine and medical contains of guava extract leaf. This reseach has aim to know the comparative long hospitalization treatment with both medicines in Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang. The kind of reseach used observasional analitic by the retrospective approach. The sampel ofthis reseach is taken from the inpatient medical record in Sultan Agung Islamic Hospital in the periode of August 2014-August 2016 that have filled the inclusive and exclusive criteria, the data analize uses a T-Test and the data analize of both medicines relation uses Chi-square. The result of this reseach shows that from 42 sampel, are gotten from the long hospitalization with immunomodulator medicine are 4.78 ± 1.47 days, its trombosit increase are 73.07 ± 66.06 and medical contains of guava extract leaf are 5.00 ±1.27, its trombosit increase are 28.60 ± 59.27. The long hospitalization of dengue hemorrhagic fever patient is about 4-5 days. There are no significant and relation differences between the medicines with the long hospitalization and trombosit. Key words : long hospitalization, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, immunomodulator medicine, medical contains of guava extract leaf.
PROFIL KADAR GLIKOGEN HATI TIKUS PUTIH HIPERGLIKEMIA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK MINYAK IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah; Heri Budi Santoso; Nurlely Nurlely
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROFIL KADAR GLIKOGEN HATI TIKUS PUTIH HIPERGLIKEMIA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK MINYAK IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) Oleh Hidayaturrahmah*1, Heri Budi Santoso2&Nurlely3 12 Program Studi Biologi FMIPA Universias Lambung Mangkurat 3 Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat *rahmahidayahipb09@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak minyak ikan patin dan dosis ekstrak minyak ikan patin yang tepat untuk meningkatkan kadar glikogen hati pada tikus jantan kondisi hiperglikemia. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan pada 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari 1.Kelompok 1, 2.Kontrol 2 (negatif), 3. Kontrol 3 (positif), 4. Kelompok 4 (Ekstrak minyak ikan patin A), 5.Kelompok 5 (Ekstrak minyak ikan patin B) dan 6. Kelompok 6 (Ekstrak minyak ikan patin C). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak minyak ikan patin (EMIP) berpengaruh terhadap kadar glikogen hati tikus putih. Dosis yang paling tinggi dalam meningkatkan kadar glikogen hati tikus putih adalah 72,8 mg/kg BB Kata kunci : diabetes melitus, ikan patin, minyak. ABSTRACT The aim of this research is to know the effect of patine oil extract and dosage of catfish oil extract to increase liver glycogen level in male hyperglycemic rats. This research is an experimental research. The research design used was Completely Randomized Design (RAL) with 6 treatments on 4 replications. Treatment consists of 1. Group 1, 2. Control 2 (negative), 3. Control 3 (positive), 4. Group 4 (Catfish oil extract A), 5.Group 5 (Catfish oil extract B) and 6.Group 6 (Catfish oil extract C). The results showed that the extract of catfish oil (EMIP) had an effect on the liver glycogen content of white rat. The highest dose in increasing liver glycogen levels of white rats was 72.8 mg / kg BW Keywords: diabetes mellitus, catfish, oil
Uji Aktivitas Antioksidan Daun Paku Resam (Gleichenia linearis(Burm.f.) S. W. Clarke)dengan Metoda DPPH Rosiana Rizal Rosiana Rizal
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Aktivitas Antioksidan Daun Paku Resam (Gleichenia linearis(Burm.f.) S. W. Clarke)dengan Metoda DPPH Antioxidant Activity Test of Gleichenia linearis (Burm.f) S.W. Clarkeleaves with DPPH Method Rosiana Rizal1 1Program Studi FarmasiUniversitas Dharma Andalas rosianarizal03@gmail.com Abstrak Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan fraksinasi daun paku resamdengan metoda DPPHdan menentukan nilai IC50 menggunakan persamaan regersi linear telah dilakukan terhadap senyawa fenolat, flavonoid dan saponin dari daun paku resam.Kurva kalibrasi asam galat 765 nm y=0,3977+0,004395x. SerapanDPPH 35 μg/mL menggunakan spektrofotometer UV-Vis diperoleh 0,504 dengan panjang gelombang 517,5 nm. Pengujian aktifitas antioksidan ekstrak etanol daun paku resam dengan metoda pengukuran serapan DPPH 35 μg/mL konsentrasi 10; 15; 20; 25; 30 μg/mL daya hambat 34,12; 38,69; 50,59; 58,33; 74,40 %, sedangkan fraksi etil asetat diperoleh daya hambat 33,33; 46,42; 53,76; 55,95; 58,92 %. Dibandingkan dengan asam galat konsentrasi 2; 3; 4; 5; 6 μg/mL daya hambat 38,09; 51,38; 60,71; 66,67; 71,82 %. Fraksi butanol konsentrasi 1; 10; 15; 20; 25; 30 μg/ml daya hambat 40,67; 63,29; 71,62; 79,36; 86,50; 93,65 %. Hasil perhitungan IC50 ekstrak etanol adalah 17,286 μg/mL, fraksi etil asetat adalah 22,232 μg/mL, dan fraksi butanol adalah 4,15 μg/mL. Dari penelitian didapatkan hasil antioksidan ekstrak etanol dan fraksi etil asetat dari paku resam yaitulebih kecil dari pada antioksidan asam galat yaitu 17,286 μg/mL dan 22,232 μg/mL, serta fraksi butanol hampir mendekati daya antioksidan asam galat yaitu 4,15 μg/mL, sedangkan asam galat 3,407 μg/mL. Kata kunci: antioksidan, daun paku resam, DPPH Abstract Antioxidant activity test of ethanol extract and fractionation of Gleichenia linearis (Burm.f) S.W. Clarke leaves by DPPH method and determining the IC50 value by using linear regression equation had been conducted on phenolic, flavonoid and saponin compounds from Gleichenia linearis (Burm.f) S.W. Clarke leaves. Calibration curve of gallic acid was 765 nm Y=0.3977 + 0.004395x. DPPH uptake of 35 μg/mL using UV-Vis spectrophotometer was obtained 0.504 with a wavelength of 517.5 nm. Antioxidant activity test of ethanol extract of Gleichenia linearis (Burm.f) S.W. Clarke leaves by 35 μg/mLDPPH uptake Borneo Journal of Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article 2 measurement method of 10; 15; 20; 25; 30 μg/mL concentration, the inhibitory power were 34.12; 38.69; 50.59; 58.33; 74.40%, while the ethyl acetate fraction were obtained inhibitory power of 33.33; 46.42; 53.76; 55.95; 58.92%. Compared to gallic acid of 2; 3; 4; 5; 6 μg/mL concentration, the inhibitory power were 38.09; 51.38; 60.71; 66.67; 71.82%. Butanol fraction of 1; 10; 15; 20; 25; 30 μg/mlconcentration, the inhibitory power were 40.67; 63.29; 71.62; 79.36; 86.50; 93.65%. IC50measurement result for ethanol extract was 17.286 μg/mL, ethyl acetate fraction was 22.232 μg/mL, and butanol fraction was 4.15 μg/mL. The research showed the antioxidant result of ethanol extract and ethyl acetate fraction of Gleichenia linearis (Burm.f) S.W. Clarke leaves was smaller than the antioxidant of gallic acid of 17.286 μg/mL and 22.232 μg/mL, as well as butanol fraction that was almost close to the antioxidant of gallic acid of 4.15 μg/mL, while gallic acid was 3.407 μg/mL. Keyword: antioxidant, Gleichenia linearis (Burm.f) S.W. Clarke leaves, DPPH
Uji Efektivitas Ekstrak Buah Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Hewan Uji Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Ervianingsih Ervianingsih; Abd. Razak Abd. Razak
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Efektivitas Ekstrak Buah Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Hewan Uji Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Effectiveness Test of Tomato Fruit Extract (Solanum lycopersicum) Against Healing of Burns on Animal Test of Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Ervianingsih1, Abd. Razak2 1. STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya, Jl. Imam Bonjol No. 27 Kota Palopo 91923 2. STIKES Kurnia Jaya Persada, Jl. Dr. Ratulangi Kota palopo 91913 ervianingsihrazak@gmail.com razakmalangke@ymail.com ABSTRAK Penanganan penyembuhan luka bakar yaitu mencegah infeksi pada luka, memacu pembentukan kolagen agar dapat menutup permukaan luka. Buah tomat (Solanum lycopersicum)mengandung alkaloid dan flavonoid berkhasiat antibakteri yang mencegah infeksi, saponin dalam buah tomat membantu pembentukan kolagen dalam mempercepat penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak buah tomat terhadap penyembuhan luka bakar yang diberikan secara topikal pada hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode penelitian adalah racangan acak lengkap dimana terdapat 5 perlakuan, yaitu 3 perlakuan dengan konsentrasi 50%,60%, dan 70% dan 2 perlakuan yaitu kontrol negatif menggunakan aquadest serta kontrol postif menggunakan bioplacenton. Hasil penelitian yaitu uji anova pada taraf kepercayaan 5% dimana F hitung (23,75) > F tabel (2,71) yang berarti hipotesa diterima. Dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) menunjukkan bahwa ekstrak buah tomat dengan konsentrasi 50%, 60%, dan 70% dapat menghasilkan efek yang berbeda nyata, dengan efek yang optimum adalah ekstrak buah tomat dengan konsentrasi 70%. Kesimpulan penelitian yaitu ekstrak buah tomat dapat menyembuhkan luka bakar. Kata kunci : Ekstrak buah tomat , Penyembuhan luka bakar, Hewan uji kelinci Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article 2 ABSTRACT Handling healing burns that prevent infection in the wound, spur the formation of collagen in order to cover the surface of the wound. Tomato fruit (Solanum lycopersicum) contains alkaloids and antibacterial flavonoids that prevent infection, saponins in tomatoes help the formation of collagen in accelerating healing of burns. The purpose of this study is to determine the effectiveness of tomato extract on the healing of burns given topically in rabbit test animals (Oryctolagus cuniculus).The research method is complet randomized randomization where there are 5 treatments, that is 3 treatment with concentration 50%, 60%, and 70% and 2 treatment that is negative control used aquadest and positive control using bioplacenton. Based on the results of the anova test at the 5% confidence level where F arithmetic (23.75)> F table (2.71) which means the hypothesis is accepted. Followed by BNT test (Beda Real Smallest) showed that the extract of tomato with concentration of 50%, 60%, and 70% can produce significantly different effect, with optimum effect is tomato extract with 70% concentration. In this study can be concluded tomato extract can
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH TERONG BELANDA(SOLANUMBETACEUMCAV.)TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIAYANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Viani Anggi
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH TERONG BELANDA(SOLANUMBETACEUMCAV.)TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIAYANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN EFFECT OF ETHANOLIC EXTRACT OF TAMARILLOPEELS(SOLANUMBETACEUMCAV.) TO DECREASE BLOOD GLUCOSE LEVELS TOWARD RATS (RATTUS NORVEGICUS) HYPERCHOLESTEROLEMIA INDUCED STREPTOZOTOCIN Viani Anggi LaboratoriumPenelitian dan Pengembangan Stifa Pelita Mas *email:viani.anggi@gmail.com ABSTRAK Kulitbuah Terong belanda (SolanumBetaceumCav.)merupakan tanaman memiliki khasiat tanaman obat dengan kandungan senyawa kimia dan memiliki efek potensial sebagai antidiabetes.Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan mengetahui efek dan menentukan dosis yang efektif dari ekstrak etanol Kulitbuah Terong belanda (SolanumBetaceumCav.)terhadap penurunan glukosa darah tikus putih jantan model hiperkolesterolemia diabetes. Hewan uji menggunakan tikus putih jantan sebanyak 30 ekor dibagi menjadi 6 kelompok terdiri dari kelompok normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif dan 3 kelompok uji yang diberikan ekstrak etanol Kulitbuah Terong belanda (SolanumBetaceumCav.)dengan dosis masing-masing 100 mg/kg BB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Metode Penelitian dengan menggunakan konsep hewan hiperkolesterolemia diabetes dibuat menggunakan induksi pakan diet tinggi lemak selama 4 minggu dan streptozotocin dosis 30 mg/kgBB. Perlakuan diberikanselama 2 minggu. Data penurunan kadar glukosa darah dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article menunjukkan bahwa ekstrak etanol Kulitbuah Terong belanda (SolanumBetaceumCav.)pada dosis 100 mg/kg BB merupakan dosis efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan model hiperkolesterolemia diabetes yang sebanding dengan kontrol positif metformin. Kata Kunci : KulitTerong belanda, Pakan Diet Tinggi Lemak, Streptozotocin. ABSTRACT The fruit skin of the Dutch eggplant (Solanum Betaceum Cav.) Is a plant having medicinal properties of medicinal plants with chemical compounds and has a potential effect as antidiabetes. This research is a research that aims to know the effect and determine the effective dose of ethanol extract The fruit skin of Dutch eggplant (Solanum Betaceum Cav.)To the decrease of blood glucose of male white rat model of diabetic hypercholesterolemia. Test animals using male white rats as much as 30 tail divided into 6 groups consisting of normal group, negative control group, positive control group and 3 test group given ethanol extract The fruit skin of Dutch eggplant (Solanum Betaceum Cav.) With dose each 100 mg / kg body weight, 200 mg / kg body weight, and 400 mg / kg body weight. Methods The study using the concept of animal diabetic hypercholesterolemia was made using high-fat dietary feed induction for 4 weeks and streptozotocin dose 30 mg / kgBW. Treatment was given for 2 weeks. Data on decreased blood glucose levels were analyzed using One Way Anova statistical test and LSD test. The results showed that ethanol extract of Dutch eggplant fruit skin (Solanum Betaceum Cav.) At dose of 100 mg / kg BW was an effective dose in reducing blood glucose level of male white rat diabetic hypercholesterolemia which was comparable with metformin positive control Keyword:fruit skin of eggplant Dutch, High Fat Diet, Streptozotocin PENDAHULUAN Gaya hidup modern masa kini menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi DM, jika dicermati ternyata orang-orang yang gemuk mempunyai resiko terkena DM lebih besar dari yang tidak gemuk.Diabetes Melitus (DM) sering ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat kekurangan sekresi insulin baik absolut maupun relatif disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Untuk wilayah Sulawesi tengah dimana prevalensi diabetes yang terdiagnosa dokter atau gejala Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article dengan persentase (3,7%). Tanaman dengan efek hipoglikemik dapat memberikan sumberyang bermanfaat untuk komponen baru antidiabetik oral. Salah satu tanaman yang baik untuk dikonsumsi secara tradisional sebagai tradisional untuk antidiabetik oral yaitu buah Terong belanda yangmemiliki manfaat sebagai antioksidan karenamengandung vitaminA,vitaminE, VitaminC,vitamin B6,karotenoid, flavonoid,danserat. Sinaga (2009), dalampenelitiannyatentangskrining uji fitokimiabuahterong belandamenyatakan jugabahwa ekstraketanol kulit buahterong belandasegarmengandung senyawakimia golonganflavonoid, terpenoid, steroid, saponin, alkaloid dantanin. Banyak penelitianyang telah menyatakanbahwa senyawa flavonoidmemiliki potensi sebagaiantioksidankarena memilikigugus hidroksilyangterikatpada karboncincin aromatik sehiggadapatmenangkapradikal bebasyang dihasilkandarireaksi peroksidasi lemak. Senyawa flavonoid akan menyumbangkan satu atom hidrogen untukmenstabilkan radikal peroksi lemak. Olehkarenaitu,dalampenelitianini akanmengkajiaktivitas antioksidanbagiankulitbuah terong belanda terhadap penurunan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan hiperkolesterolemia diabetes Pada penelitian ini data hasil pengamatan hasil penurunan kadar glukosa darah dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA taraf kepercayaan 95%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol normal tanpa induksi diberikan suspensi Na CMC 0,5%, kelompok II sebagai kontrol negatif yang diberikan suspensi Na CMC 0,5%, kelompok III sebagai kontrol positif yang diberikan metformin,kelompok IV sebagai kelompok uji yang diberikan ekstrak etanol kulit terong belanda dosis 100 mg/kgBB, kelompok V dosis 200 mg/kgBB dan kelompok VI dosis 400 mg/kgBB. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article informasi ilmiah kepada masyarakat tentang efek kulit buah terong belandadalam menurunkan kadar glukosa darah dan mendukung pelayanan pemerintahan dalam pengembangan obat tradisional. METODE PENELITIAN Alat Yang digunakan yaitu Ayakan mesh 40,Batang pengaduk, Bejana maserasi, Blender, Blower, Cawan porselin, Erlemeyer 50 ml, 100 ml, Gelas kimia 100 ml, 250 ml ,500 ml, Gelas ukur 10 ml, 100 ml, Glukometer, Glukotest strip test, Gunting, Kandang hewan uji, Labu Ukur 50 ml, 100 ml, 200 ml, Mortir dan stamper, Penangas air, Pipet tetes, Rak tabung, Rotary evaporator, Spuit injeksi 3 ml, 5 ml, Spuit oral 3 ml, 5 ml, Tabung reaksi, Tempat air minum dan makan tikus, Timbangan analitik, Timbangan kasar. Bahan yang digunakan Yaitu Alumunium Foil, Aqua Destilata, Aqua Pro Injeksi, Amoniak, Asam Klorida pekat P, Asam Klorida 2N, Asam Sitrat, Asam Sulfat, Etanol 96%, Kapas, Kertas saring, Kloroform, Kulit Terong belanda, Kuning Telur Bebek, Larutan FeCl3, Larutan NaCl10%,, Lemak Kambing, Na- CMC 0,5% ,Natrium Sitrat, Natrium Sulfat, Pelet Standar, Pereaksi Dragendorff, Pereaksi Lieberman- Bunchard, Serbuk Magnesium P, Streptozotocin, Tablet Metformin. Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article Alur Penelitian A B C D E -14 0 28 35 42 49 Hari Keterangan : A = Tikus diadaptasikan selama 14 hari B = Pemilihan tikus yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi C = Pada hari ke 0 tikus ditimbang dan dibagi menjadi 6 kelompok, diukur kadar glukosa darah awal D = Setiap kelompok diberi perlakuan masing-masing :  Kelompok I sebagai kelompok normal diberi pakan standar tanpa diinduksi.  Kelompok II, mulai diberikan induksi pakan kolesterol tinggi selama 4 minggu dilanjutkan induksi streptozotocin 30 mg/kg BB. Setelah 1 minggu diukur kadar glukosa darah setelah induksi, kemudian tikus hiperglikemia diberikan suspensi Na CMC 0,5% . Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah akhir pada hari ke 42 dan 49.  Kelompok III, mulai diberikan induksi pakan kolesterol tinggi selama 4 minggu dilanjutkan induksi streptozotocin 30 mg/kg BB. Setelah 1 minggu diukur kadar glukosa darah setelah induksi, kemudian tikus hiperglikemia diberikan suspensi metformin. Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah akhir pada hari ke 42 dan 49.  Kelompok IV, V dan VIpada mulai diberikan induksi pakan kolesterol tinggi selama 4 minggu dilanjutkan induksi streptozotocin 30 mg/kg BB. Setelah 1 minggu diukur kadar glukosa darah setelah induksi, kemudian tikus hiperglikemia diberikan ekstrak etanol kulit buah terong belanda 100, 200 dan 400 mg/kg BB. Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah akhir pada hari ke 42 dan 49. E = Dilakukan pengumpulan dan pengolahan data. T E R M I N A S I Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kriteria Randomisasi Kelompok IV Inklusi Tikus Kelompok V Kelompok VI Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article Analisis data Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way AnovaSoftwareSPSS untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok pada taraf signifikan 95% . Apabila uji One Way Anova menunjukan perbedaan yang bermakna maka dilanjutkan dengan uji lanjut LSD untuk mengetahui kelompok perlakuan yang berbeda signifikan dibandingkan kelompok lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengukuran Kadar Glukosa Darah Hasil pengukuran kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus norvegicus) sebelum perlakuan, setelah diinduksi pakan tinggi kolesterol dan streptozotocin serta setelah pemberian ekstrak etanol Kulit Terong belanda selama 14 hari dapat dilihat padagambar dan Tabelberikut ini : Gambar 1. Profil kadar glukosa darah tikus putih jantan sebelum perlakuan, setelah induksi dan selama perlakuan. Tabel 1. Hasil pengukuran kadar glukosa darah setiap kelompok perlakuan, setelah induksi, dan selama perlakuan 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 Hari Ke-0 Hari Ke-39 Hari Ke-42 Hari Ke-49 Kadar Glukosa Darah (mg/dL) Kontrol Sehat Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis 100 mg/kg BB Dosis 200 mg/kg BB Dosis 400 mg/kg BB Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article Perlakuan Tikus Kadar Gula Darah (mg/dL) Hari Ke-0 Hari Ke-35 Hari Ke-42 Hari Ke-49 Kontrol Sehat 1 65 114 95 70 2 64 84 110 82 3 60 70 90 80 4 80 96 60 54 5 92 90 86 75 Rata-Rata 72,2 90,8 88,2 72,2 SD 13,423 16,161 18,198 11,189 Kontrol Negatif NaCMC 0,5% 1 80 243 454 304 2 80 295 456 347 3 72 200 450 380 4 57 200 459 378 5 60 291 457 360 Rata-Rata 69,8 255,8 465,2 363,8 SD 10,871 46,547 3,420 30,970 Kontrol Positif Metformin 1 60 273 91 85 2 72 256 109 136 3 67 295 98 65 4 67 252 87 59 5 79 200 109 95 Rata-Rata 69 255,2 98,8 88 SD 7,035 35,209 10,109 30,545 Ekstrak Kulit Terong belanda dosis 100 mg/kgBB 1 70 123 73 73 2 64 197 83 75 3 62 300 91 77 4 72 354 87 76 5 67 230 98 78 Rata-Rata 67 240,8 86,4 75,8 SD 4,123 89,764 9,316 1,923 Ekstrak Kulit Terong belanda dosis 200 mg/kgBB 1 69 246 158 120 2 70 230 129 100 3 60 372 124 87 4 72 200 93 90 5 70 395 149 110 Rata-Rata 68,2 288,6 130,6 101,4 SD 4,711 88,565 25,244 13,776 Ekstrak Kulit Terong belanda dosis 400 mg/kgBB 1 69 200 128 116 2 67 361 124 100 3 69 380 125 99 4 70 370 150 111 5 60 240 140 80 Rata-Rata 67 310,2 133,4 101,2 SD 4,062 83,816 11,260 13,881 Pembahasan Penelitian ini menggunakan ektrak kulit terong belanda (SolanumBetaceumCav.) yang diperoleh dari Tana Toraja Sulawesi Selatan.Sebelumnya dilakukan determinasi tanaman di UPT.Sumber Daya Hayati Universitas Tadulako Sulawesi Tengah.Hasil determinasi membuktikan bahwa Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article Buah terong belanda (SolanumBetaceumCav.)yang digunakan dalam penelitian benar adalah spesies terong belanda (SolanumBetaceumCav.).Ekstrak kental kulit buah terong belanda diperoleh dari proses ekstraksi maserasi bertingkat yang merupakan penarikan kandungan kimia yang terdapat dalam simplisia. Cairan penyari yang digunakan dalam proses maserasi ini adalah etanol 96%. Pelarut etanol dipilih sebagai cairan penyari karena senyawa yang akan diekstraksi adalah senyawa fenolik.Ekstrak kental yang diperoleh dari hasil maserasi simplisia ektsrak kulit buah terong belanda terong belanda (SolanumBetaceumCav.) Penelitian ini menggunakan hewan uji berupa tikus putih jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 30 ekor.Penggunaan tikus putih jantan sebagai hewan uji karena dapat memberikan hasil penelitian yang lebih stabil.Tikus putih jantan juga mempunyai kecepatan metabolisme obat yang lebih cepat dan kondisi biologis tubuh yang lebih stabil dibanding tikus betina.Sebelum digunakan, tikus terlebih dahulu diadaptasikan kurang lebih 2 minggu dengan tujuan agar tikus dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya seperti kandang, makanan, minuman, suhu dan kondisi sekitarnya. Setelah diadaptasikan tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol sehat (tanpa induksi pakan tinggi kolesterol, induksi streptozotocin maupun pemberian ekstrak), kelompok kontrol negatif Na CMC 0,5%, kelompok kontrol positif metformin dan 3 kelompok perlakuan dengan dosis yang berbeda yaitu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Semua hewan uji kemudian diperiksa kadar glukosa darah sebelum diinduksi pakan kolesterol tinggi dan streptozotocin. Kemudian 5 kelompok tikus diberi diet tinggi lemak high fat diet (HFD).Dengan pemberian pakan tinggi lemak tersebut kadar lemak didalam darah akan tinggi. Tingginya kadar lemak didalam darah dapat menurunkan kemampuan substrat reseptor insulin untuk mengaktivasi P1- 3kinase dan menyebabkan ekspresi GLUT 4 menurun. Kemudian diinjeksikan Borneo Journal Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article streptozotocin (STZ) dosis rendah (30 mg/kgBB dalam citrate-buffered saline 4,5). STZ bekerja langsung pada sel beta pankreas dengan aksi sitotoksiknya dimediatori oleh reactive oxygen species (ROS) sehingga dapat digunakan sebagai induksi diabetes melitus.Lalu mengukur kadar glukosa darah setelah induksi untuk melihat kenaikannya.Hasil pengukuran kadar glukosa darah awal yaitu berkisar antara 67 – 96 mg/dL yang menunjukkan seluruh tikus memiliki kadar glukosa darah yang tidak dalam kondisi diabetes. Berdasarkan literatur kadar glukosa darah normal tikus Wistar berkisar antara 50 - 135 mg/dL. Setelah pemberian pakan tinggi kolesterol dan 1 minggu induksi streptozotocin mengalami peningkatan yang signifikan antara 130 – 457 mg/dL yang menunjukkan seluruh tikus mengalami kondisi diabetes (tikus dinyatakan diabetes apabila kadar glukosa darah > 200 mg/dL).Setelah diberi perlakuan selama 7 hari (hari ke 42) hingga 14 hari (hari ke 49) terjadi penurunan kadar glukosa darah pada kelompok yang diberi metformin dan tiga kelompok ekstrak uji(kulit buah terong belanda terong belanda (SolanumBetaceumCav.) dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB) dan selisih penurunan kadar glukosa darah tikus kemudian dianalisis secara statistik. Pengujian statistik penurunan kadar glukosa darah kelompok hewan uji pada hari ke-42 dilakukan dengan analisis varian satu arah (One Way Anova). Berdasarkan hasil statistik One Way Anova memperlihatkan hasil signifikansi P= 0,000 (P
OPTIMASI SINTESIS NATRIUM KARBOKSIMETIL SELULOSA DARI KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BAHAN GELLING AGENT Iwan Setiawan; Novena Yety Lindawati; Bevy Amalia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPTIMASI SINTESIS NATRIUM KARBOKSIMETIL SELULOSA DARI KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BAHAN GELLING AGENT OPTIMIZATION OF SODIUM CARBOKSIMETILSELULOSA FROM SKIN OF CASSAVA (Manihot utilissima) AND DEVELOPMENT AS GELLING AGENT Iwan Setiawan1, Novena Yety Lindawati2Bevy Amalia3 1Farmasetika dan Teknologi Farmasi Unit, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional 2Kimia Analisis Unit, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional 3Farmakologi Unit, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Email : iwan.setiawan02@gmail.com ABSTRAK Singkong, dikenal dengan nama lain ketela pohon, ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan tanaman yang kaya karbohidrat. Kulit singkong mengandung selulosa yang dapat dikembangkan dalam pembuatan sodium karboksimetil selulosa. Aplikasinya dalam bidang pangan dan industri digunakan sebagai stabilizer, thickener, adhesive, dan emulsifier. Pada penelitian ini Na CMC yang isolasi dari kulit singkong dengan Proses Alkalisasi dan karboksimetilasi dan proses netralisasi. Natrium karboksimetilselulosa yang diperoleh dianalisis dan digunakan sebagai gelling agent pada sediaan hidrogel. Berdasarkan hasil penelitian Na CMC memiliki potensi untuk diperoleh dari kulit singkong. Na CMC dari kulit singkong memiliki derajat subsitusi 0,47, viskositas < 10 dpas dan kemurnian yang rendah 76,6 % memiliki kecenderungan konsistensi yang sangat encer. Uji stabilitas fisik terhadap sediaan hidrogel dengan kandungan CMC Na dari kulit singkong menghasilkan sediaan yang tidak homogen dengan viskositas yang rendah dan memiliki daya sebar dan daya lekat yang kurang baik. Kata Kunci : Natrium karboksimetil selulosa, Kulit Singkong Borneo Journal of Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article ABSTRACT Cassava (Manihot esculenta) is a plant rich in carbohydrates. Cassava skin contains cellulose which can be developed in the manufacture of sodium carboxymethyl cellulose. Its application in the field of food and industry is used as stabilizer, thickener, adhesive, and emulsifier. In this study Sodium CMC is isolated from cassava leaf with alkalization process, carboxymethylation and neutralization process. The obtained carboxymethylcellulose sodium was analyzed and used as a gelling agent in the hydrogel preparation. Based on the results of research, Sodium CMC has the potential to be obtained from cassava skin. Sodium CMC from cassava leaf has a degree of substitution of 0.47, a viscosity of
UJI TOKSISITAS AKUT SARANG BURUNG WALET PUTIH (Aerodramus fuchipagus) PADA MENCIT PUTIH JANTAN ACUTE TOXICITY TESTS WHITE BIRD’S NEST (Aerodramus fuchipagus) ON WHITE MICE Dita Ayulia Dwi Sandi; Satrio Wibowo Rahmatullah
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI TOKSISITAS AKUT SARANG BURUNG WALET PUTIH (Aerodramus fuchipagus) PADA MENCIT PUTIH JANTAN ACUTE TOXICITY TESTS WHITE BIRD’S NEST (Aerodramus fuchipagus) ON WHITE MICE Dita Ayulia Dwi Sandi1, Satrio Wibowo Rahmatullah1 1Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari dita.ayulia@gmail.com Abstrak Sarang walet Putih (SBW) (Aerodramus fuchipagus) merupakan salah satu sumber daya alam hayati asal Indonesia. Sarang walet putih (Aerodramus fuchipagus) tidak hanya banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai makanan yang bergizi, tetapi juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat. Berbagai obat tradisional masih belum diketahui tingkat toksisitasnya jika digunakan kepada manusia, padahal untuk menjamin keamanan penggunaan oleh masyarakat diperlukan data keamanan srang burung wallet putih. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji toksisitas akut dari penggunaan sarang burung walet putih (Aerodramus fuchipagus). Kelompok perlakuan dibagi menjadi 4 kelompok dengan kelipatan dosis 2x yaitu kelompok SBW Do I 150 mg/40 g BB, Do II 300 mg/40 g BB dan Do III 600 mg/40 g BB dan kelompok SBW Do IV 1200 mg/40 g BB. Hewan uji menggunakan mencit putih jantan dan tiap kelompok perlakuan menggunakan 5 mencit. Mencit dipuasakan selama 24 jam sebelum diberi perlakuan, kemudian diberikan larutan uji sesuai kelompok secara per oral, pengamatan dilakukan selama 24 jam untuk mencatat jumlah mencit yang mati dalam tiap kelompok selama 48 jam setelah pemberian obat. Hasil menunjukkan bahwa pada pemberian sarang burung wallet putih hingga dosis tertinggi tidak menyebabkan kematian pada hewan uji, sehingga diperoleh LD50 semu yaitu 30.000 mg/Kg BB. Kesimpulan yang dapat diambil adalah sarang burung wallet putih (Aerodramus fuchipagus) dapat dikategorikan sebagai bahan pangan yang relatif tidak membahayakan dengan LD50 semu 30.000 mg/Kg BB mencit. Kata kunci : Sarang burung wallet putih, Aerodramus fuchipagus, toksik akut, LD50 semu Abstract Borneo Journal of Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article White bird’s nest (SBW) (Aerodramus fuchipagus) is one of the natural resources from Indonesia. White bird’s nest (Aerodramus fuchipagus) was not only consumed by Indonesian people as a nutritious food, but also believed to be used as medicine. Various traditional medicine still not known toxicity level if used in human. The efficacy and safety of white bird’s nest should have been proven before used. The purpose of this study was to test acute toxicity of white bird’s nest (Aerodramus fuchipagus). The treatment group was divided into 4 groups with 2x multiple of the groups such as group of SBW Do I 150 mg/40 g BB, Do II 300 mg/40 g BB and Do III 600 mg/40 g BB dan group of SBW Do IV 1200 mg/40 g BB. Animal test used white male mice and each treatment group using 5 mice. Mice were fasted for 24 hours before treatment, and given test solution orally, observations were made for 24 hours to record the number of dead mice in each group for 48 hours after administration of the drug. The result showed that the highest dose of white bird’s nest didn’t cause death in animal test, so it was obtained 30.000 mg/kg of LD50 pseudo. The conclusion that white bird’s nest (Aerodramus fuchipagus) can be categorized as a relatively harmless food. Kata kunci : White bird’s nest, Aerodramus fuchipagus, Acute Toxicity, LD50 semu
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK NHEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL DAUN MIMBA ( Azadirachta indica A. JUSS ) TERHADAP Streptococcus mutans Rahmayanti Fitriah
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK NHEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL DAUN MIMBA ( Azadirachta indica A. JUSS ) TERHADAP Streptococcus mutans TEST OF ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF N-HEKSANA EXTRACT, ETIL ACETATE AND ETANOL LEAF MIMBA (Azadirachta indica A. JUSS) TO Streptococcus mutans Rahmayanti Fitriah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat Kel. Sungai Besar Banjarbaru Email : rahmayanti.fitriah@yahoo.com ABSTRAK Azadirachta indica A. Juss yang dikenal dengan nama tanaman mimba merupakan salah satu tanaman obat yang telah banyak dimanfaatkan secara luas sebagai obat tradisional. Telah dilaporkan bahwa ekstrak air daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) dengan berbagai konsentrasi mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Berdasarkan laporan tersebut maka penelitian ini dilanjutkan dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 95% dengan konsentrasi masing-masing 100 mg/100 mL, 50 mg/100 mL dan 25 mg/100 mL. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan Soxhlet. Pengujian aktivitas antibakteri daun mimba terhadap Streptococcus mutans dilakukan dengan metode sumur (Hole Method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol 95 % dari daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Ekstrak n-heksana memberikan aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 100 mg/100 mL dengan daya hambat 18,70 mm terhadap Streptococcusmutans. Kata kunci : Daun mimba (Azadirachta indica A. Juss), aktivitas antibakteri, metode sumur (Hole Method).

Page 2 of 18 | Total Record : 178