cover
Contact Name
Helmina Wati
Contact Email
kontak.stikesbl@gmail.com
Phone
+6287814594045
Journal Mail Official
borneojournalofpharmascientech@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat, Sungai Besar, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Borneo Journal Of Pharmascientech
ISSN : 25413651     EISSN : 25483897     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Pharmascientech merupakan jurnal resmi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari. Jurnal memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian, meliputi farmasi klinik, manajemen & farmasi sosial, farmasi bahan alam, teknologi sediaan farmasi dan lain-lain. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset.
Articles 178 Documents
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK GEL HAND SANITIZER DARI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Yusrinie Wasiaturrahmah; Raudhatul Jannah
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel hand sanitizer telah banyak digunakan sebagai jalan keluar untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan yang praktis dan mudah dibawa. Umumnya gel hand sanitizer mengandung senyawa alkohol sebagai antiseptik untuk membunuh bakteri, tetapi penggunaan gel antiseptik yang mengandung alkohol dalam jangka panjang dapat menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif alami yang ramah di kulit dan tidak mengiritasi kulit, salah satu tanaman yang memiliki daya antibakteri adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan uji sifat fisik hand sanitizer dari ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan data hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Gel dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi karbopol yang berbeda yaitu 0,2%, 0,5%, 0,8%. Evaluasi sifat fisik gel yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Hasil evaluasi menunjukkan formula 1 (karbopol 0,2%) dan formula 2 (karbopol 0,5%) memenuhi semua syarat pada evaluasi sifat fisik gel yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Sedangkan formula 3 (karbopol 0,8%) tidak memenuhi uji sifat fisik yaitu uji daya sebar
KAJIAN FARMAKOGNOSTIK TUMBUHAN JERUJU (HYDROLEA SPINOSA L.)ASAL DESA TELUK SELONG MARTAPURA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Dyera Forestryana; Arnida Arnida; Rahmat Yunus
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN FARMAKOGNOSTIK TUMBUHAN JERUJU (HYDROLEA SPINOSA L.)ASAL DESA TELUK SELONG MARTAPURA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN PHARMACOGNOSTIC STUDY OF JERUJU (HydroleaspinosaL.)FROM TELUK SELONG MARTAPURASOUTH BORNEO Dyera Forestryana*1 , Arnida2, Rahmat Yunus2 1STIKES Borneo Lestari, 2Universitas LambungMangkurat *dyera¬_forestryana@stikesborneolestari.com ABSTRAK Hydrolea spinosa L., dikenal dengan nama “Jeruju” di desa Teluk Selong Martapura. Daun jeruju digunakan untuk penyakit demam oleh masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan data-data yang diperoleh dari investigasi jeruju sebagai obat herbal. Parameter studi farmakognostik digunakan sebagai alat untuk melakukan identifikasi keaslian tumbuhan. Investigasi farmakognostik dilakukan pada tumbuhan yang segar, serbuk daun dan anatomi daun jeruju yang memberikan karakter makroskopik dan mikroskopik (kualitatif) serta secara kuantitatif. Anatomi daun jeruju menunjukkan adanya stomata tipe anomositic, trikoma, kristal kalsium oksalat dan serat elemen. Serbuk daun jeruju diekstrak dengan etanol menggunakan metode maserasi. Identifikasi kimia serbuk daun menunjukkan adanya alkaloid, steroid, tanin, flavanoid dan beberapa karbohidrat. Spesifikasi kuantitatif farmakognostik jeruju digambarkan dengan bahan organik asing 0,01%, abu tidak larut asam 5,30%, abu larut air 4,21 %, abu total 5,85%, kadar sari larut air 26,30 %, kadar sari larut etanol 22,26% dan susut pengeringan 15,34%. Kata kunci : Hydrolea spinosa L., jeruju, kualitatif, kuantitatif, farmakognostik
EVALUASI PEMBERIAN OBAT DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera; Asny Waty; Erliza Rahmina
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 1 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUASI PEMBERIAN OBAT DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU EVALUATION OF DRUG GIVING IN THE APPLICATION OF PATIENT SAFETY IN LOCAL GENERAL HOSPITAL IDAMAN BANJARBARU CITY Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera1, Asny Waty2, Erliza Rahmina1 1Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 2RSD Idaman Kota Banjarbaru Email:mochammadsaputera16@gmail.com Abstrak Kesalahan dalam pemberian obat merupakan salah satu indikator dalam standar pelayanan minimal farmasi rumah sakit.Penerapan patient safety dalam pemberian obat memilikiperanan penting terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil penerapan patient safety dalam pemberian obat dan faktor apa saja yang mempengaruhi keselamatan pasien dalam pemberian obat di RSD Idaman Kota Banjarbaru.Penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung pada penerapan patient safety dalam pemberian obat. Sampel penelitian sebanyak 353 pasien rawat jalan dan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi yang berisi prinsip 5 benar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan patient safety dalam pemberian obat di RSD Idaman Kota Banjarbaru telah dilaksanakan 100% pada prinsip benar pasien, benar obat, benar rute sertabenar waktu & frekuensi, sedangkan prinsipbenar dosis/jumlah 91,2% telah dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa prinsip Benar Pasien, Benar Obat, Benar Rute dan Benar Waktu & Frekuensi telah dilakukan dengan benar sesuai standar rumah sakit yaitu 100%. Sedangkan pada Benar Dosis/Jumlah hanya 91,2% yang telah dilakukan dengan benar. Faktor yang menyebabkan masih adanya kesalahan dalam pemberian obat yaitu kurangnya keberlanjutan dalam komunikasi antara petugas farmasi dengan dokter dan kurangnya sosialisasi terkait SOP pemberian obat prinsip 5 benar kepada dokter. Kata kunci: evaluasi, patient safety, pemberian obat, prinsip benar.
KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN BPJS KESEHATAN DENGAN FORMULARIUM NASIONAL DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU Erna Prihandiwati; Hiliyanti Hiliyanti; Asny Waty
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 1 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN BPJS KESEHATAN DENGAN FORMULARIUM NASIONAL DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU THE CONFORMITY OF HEALTH BPJS PATIENTS MEDICAL PRAESCRIPTION WITH NATIONAL FORMULARY AT RSD IDAMAN BANJARBARU CITY Erna Prihandiwati1, Hiliyanti1,Asny Waty2 1Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 2RSD Idaman Kota Banjarbaru *Email:ernaprihandiwati1@gmail.com ABSTRAK Ketidaksesuaian dokter dalam menulis resep dengan Formularium Nasional sering terjadi . Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan studi deskriptif tentang kesesuaian peresepan obat pasien BPJS Kesehatan dengan Formularium Nasional di Instalasi Farmasi RSUD Banjarbaru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian peresepan obat pasien BPJS Kesehatan dengan Formularium Nasional berdasarkan kelas terapi dan ketersediaan obatobat yang tidak sesuai dengan Formularium Nasional di Instalasi Farmasi RSUD Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resep yang ditulis dokter untuk pasien BPJS Kesehatan di Instalasi Farmasi RSUD Banjarbaru periode Oktober sampai Desember 2015. Sampel yang digunakanadalah reseppasien BPJS Kesehatan poliklinik penyakit dalam. Penelitian dilakukan dengan metode dokumentasi peresepan obat.Hasil penelitian diperoleh kesesuaian peresepan obat pasien BPJS Kesehatan dengan Formularium Nasional berdasarkan kelas terapi di Instalasi Farmasi RSUD Banjarbaru periode Oktober sampai Desember 2015 sebanyak 2277 Item obat(84,14%) dan 361 item obat (15,85%) yang tidak sesuai dengan Formularium Nasional. Ketersediaan obat-obat yang tidak sesuai dengan Formularium Nasional berdasarkan kelas terapi di Instalasi Farmasi RSUD Banjarbaru periode Oktober sampai Desember 2015 yaitu tersedia 359 item obat (99,44%) dan yang tidak tersedia 6 item obat. Tediri dari 2 item tidak sesuai dan tidak tersedia 4 item obat sesuai dan tidak tersedia. Kata kunci: Kesesuaian Peresepan obat, Pasien BPJS,Formularium Nasional
PERSEPSI IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS BANJARBARU UTARA TAHUN 2015 Eny Hastuti; Rahayu Setianingsih
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 1 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERSEPSI IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS BANJARBARU UTARA TAHUN 2015 THE PERCEPTION OF PREGNANT WOMEN IN CONSUMING TABLETS FE IN NORTH BANJARBARU PHC YEAR 2015. Eny Hastuti*, Rahayu Setianingsih Akademi Kebidanan Banjarbaru *enyhastuti24@yahoo.co.id ABSTRAK Zat besi adalah sebuah nutrisi esensial yang diperlukan oleh setiap sel manusia. Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan insidennya yang tinggi dan komplikasi yang dapat timbul baik pada ibu maupun pada janin di seluruh dunia termasukdi Indonesia, melaporkan angka prevalensi Anemia Defisiensi Besi pada wanita hamil sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi ibu hamil dalam mengkonsumsi Tablet FE di Puskesmas Banjarbaru Utara Tahun 2015. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang memperiksakan kehamilannya. Sampel sebanyak adalah 87 orang. Persepsi ibu hamil yang Sangat Setuju dalam mengkonsumsi tablet FE sebanyak 15 responden (17,2%), Persepsi Ibu hamil yang Setuju dalam mengkonsumsi tablet FE sebanyak 53 responden (60,9%), Persepsi Ibu hamil yang Tidak Setuju dalam mengkonsumsi tablet FE sebanyak 14 responden (16,1 %), Persepsi ibu hamil yang Sangat Tidak Setuju dalam mengkonsumsi tablet FE sebanyak 5 responden (5,7%). Berdasarkan hasil penelitian sudah banyak ibu yang memiliki persepsi setuju dalam mengkonsumsi Tablet Fe. Kata kunci : Persepsi, Ibu Hamil, Tablet Fe.
PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO Pujaningsih Pebriana; Pratiwi Hening Puspitaningtyas; Heru Sasongko
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 1 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENILAIAN POLA PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO ASSESSMENT OF DRUG USAGE PATTERN BASED ON THE PRESCRIPTION INDICATOR IN THE RSUD Ir SOEKARNO SUKOHARJO Pujaningsih Pebriana, Pratiwi Hening Puspitaningtyas, Heru Sasongko* Prodi D3 Farmasi, FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah * herusasongkoapt@gmail.com ABSTRAK Penggunaan obat yang rasional merupakan bagian terpenting dalam system pelayanan kesehatan. WHO sebagai organisasi kesehatan terbesar di dunia telah mengembangkan indicator penggunaan obat yang rasional. Rumah Sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan dalam peningkatan upaya kesehatan bagi masysrakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian penggunaan obat pada pasien berdasarkan indicator yang telah ditetapkan oleh WHO. Studi dilakukan secara deskriptif observasional di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Sampel diambil dari lembar resep pasien umum rawat jalan bulan Januari – Desember 2013 secara retrospektif sebanyak 600 lembar resep dengan teknik cluster proportional random sampling. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan lima variabel penelitian, yaitu persentase kesesuaian peresepan dengan formularium rumah sakit, rata-rata jumlah item obat per lembar resep, persentase peresepan obat dengan nama generik, persentase peresepan sediaan injeksi dan persentase peresepan antibiotik. Hasil penilaian adalah kesesuaian peresepan dengan formularium rumah sakit 92,47%; rata-rata item obat tiap lembar resep sebesar 2,46; peresepan dengan nama generik 52,83%; peresepan antibiotik 18,08% dan penggunaan sedian injeksi sebesar 0% Kata kunci : penggunaan obat, indikator peresepan, rasional, WHO
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH MUNDAR (Garcinia forbesii King) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1PIKRILHIDRAZIL) Rahmi Muthia; Revita Saputri; Nurul Asfia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH MUNDAR (Garcinia forbesii King) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1PIKRILHIDRAZIL) ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF ETHYL ACETATE FRACTION OF MUNDAR RIND (Garcinia forbesii King) USING THE DPPH (2,2- DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) METHOD Rahmi Muthia*, Revita Saputri, dan Nurul Asfia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat Kel. Sungai Besar Banjarbaru 70714. *rahmimuthia@stikesborneolestari.ac.id ABSTRAK Radikal bebas adalah suatu atom, molekul atau senyawa yang dapat berdiri sendiri, mempunyai elektron satu atau lebih yang tidak berpasangan. Peningkatan produksi radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif. Asupan antioksidan adalah cara sederhana untuk mengurangi perkembangan penyakit yang diinduksi oleh stres oksidatif. Mundar (G. forbesii King) merupakan buah yang banyak ditemui di daerah Kalimantan Selatan yang berpotensi sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi perkembangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa serta aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat kulit buah Mundar (G. forbesii King). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode DPPH. Hasil penapisan fitokimia mengandung senyawa flavonoid dan fenol. Hasil uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat kulit buah Mundar (G. forbesii King) secara kualitatif menunjukkan adanya bercak kuning berlatar ungu pada pelat KLT dan secara kuantitatif diperoleh nilai IC50 sebesar 72,386 ppm. Fraksi etil asetat kulit buah Mundar (G. forbesii King) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kata kunci: Kulit buah Mundar, fraksi etil asetat, antioksidan, DPP
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU Dita A.D. Sandi
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU THERAPY PATTERNS AND EVALUATION OF THE SUITABILITY OF ANTIHYPERTENSIVEDRUGS IN APPO FARMA PHARMACY ON BANJARBARU Dita A.D. Sandi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Email : dita.ayulia@gmail.com ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan otot jantung. Kalimantan Selatan menjadi provinsi keduan dengan prevalensi hipertensi tertinggi berdasarkan Hasil Riskesdas 2013 (30,8%). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk menggambarkan pola terapi antihipertensi di Apotek APPO Farma Banjarbaru dan mengevaluasi kesesuaian terapi dengan guideline berdasarkan JNC8. Penelitian dilakukan secara retrospektif, data diperoleh dari resep dan rekam medis. Pengambilan data dilakukan selama 3 bulan yaitu pada Bulan April-Juni 2017 di Apotek APPO Farma Banjarbaru. Data yang diambil berupa data pasien meliputi usia dan jenis kelamin, data riwayat penyakit pasien dan data obat yang digunakan. Data yang didapat kemudian diolah secara deskriptif. Hasil penelitian yaitu total pasien yang mendapatkan terapi antihipertensi selama bulan April-Juni 2017 adalah 738 pasien. Persentase pasien dengan jenis kelamin perempuan (50.14%) lebih banyak dibandingkan pasien dengan jenis kelamin laki-laki (49.86%). Berdasarkan usia, pasien dengan usia < 60 tahun lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki (66.85%) dibandingkan perempuan (33.15%). Sedangkan pada usia> 60 tahun, pasien berjenis kelamin perempuan (35.68%) lebih banyak dibandingkan pasien berjenis kelamin lakilaki (33.15%). Dari total 738 pasien hipertensi, 509 pasien (68.97%) mendapatkan terapi tunggal dan 229 pasien (31.03%) mendapatkan terapi kombinasi. Hasil evaluasi kesesuaian dengan JNC 8, diperoleh ketidaksesuain pilihan obat dengan guideline pada JNC 8 yaitu 7 pasien (0.95%) dan 731 pasien (99.05%) sesuai pilihan obat dengan guideline pada JNC 8. Kesimpulan penelitian ini adalah Pola terapi pada pasien hipertensi di Apotek APPO Farma Banjarbaru pada bulan AprilJuni 2017, dari 738 pasien, 509 pasien (68.97%) mendapatkan terapi tunggal dan 229 pasien (31.03%) mendapatkan terapi kombinasi. Dengan golongan obat terbanyak yang digunakan adalah golongan calcium chanel blockers yaitu amlodipin sebanyak 645 pasien (87.40%). Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian pola terapi dengan JNC 8 diperoleh 731 pasien (99.05%) sudan sesuai dengan JNC 8 dan 7 pasien (0.95%) belum sesuai dengan guideline JNC8. Kata kunci : antihipertensi, pola terapi, JNC 8
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN OBAT TRADISIONAL YANG DIJUAL DI PASAR ACEH SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Maisura .; Fauziah .; Rinaldi .
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN OBAT TRADISIONAL YANG DIJUAL DI PASAR ACEH SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS IDENTIFICATION OF MEDICINAL CHEMICALS IN PACKAGING OF HERBAL MEDICINE SOLD IN THE ACEH MARKET BY THIN-LAYER CHROMATOGRAPHY Maisura, Fauziah*, Rinaldi Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh *uzheezhe@gmail.com ABSTRAK Penggunaan obat tradisional dimasyarakat mengalami peningkatan karena dianggap lebih aman sebagai pengobatan. Namun, kesempatan ini sering dimanfaatkan oleh produsen obat tradisional yang hanya mencari keuntungan finansial tanpa memperdulikan manfaat obat dan risiko yang dapat ditimbulkan oleh obat tradisional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) dalam sediaan obat tradisional kemasan yang dijual dipasar Aceh. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif di Laboratorium Analis Farmasi dan Makanan degan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sebanyak 11 sampel jamu yang diambil dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan hasil kromatogram dari kromatografi lapis tipis diketahui bahwa sampel jamu pegel linu A, B, C, D dan E negatif mengandung asam mefenamat. Sampel jamu asam urat F dan G negatif allopurinol sedangkan sampel jamu H positif allopurinol. Untuk sampel jamu pelancar haid I, J dan K negatif paracetamol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 5 jamu pegel linu, 3 jamu pelancar haid dan 2 jamu asam urat negatif mengandung BKO, sedangkan 1 jamu asam urat positif BKO. Kata Kunci: Obat Tradisional, Bahan Kimia Obat, Kromatografi Lapis Tipis.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK HERBA SELEDRI (Apium graveolens L) PADA PERTUMBUHAN BAKTERI Andika .; Rosalinda Saptia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 2 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK HERBA SELEDRI (Apium graveolens L) PADA PERTUMBUHAN BAKTERI Shigella dysentriae ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SELEDRI HERB EXTRACTS (Apium graveolens L) on Shigella dysentriae BACTERIA Andika, Rosalinda Saptia 1 Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Email: andika_andika@umbjm.ac.id ABSTRAK Herba seledri termasuk salah satu tanaman obat yang mengandung flavonoid dan tannin yang berperan sebagai antibakteri. Salah satu bakteri penyebab diare adalah bakteri S. dysentriae. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak herba seledri (Apium graveolens L) pada bakteri S. dysentriae. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Zona hambat dapat dilihat dengan adanya zona bening di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100 % dapat menghambat bakteri S. dysentriae. Sedangkan pada konsentrasi 25% tidak memiliki daya hambat karena tidak adanya zona bening. Kata kunci: Ekstrak herba seledri, Antibakteri, Shigella dysentriae, Difusi cakram.

Page 3 of 18 | Total Record : 178